Beranda blog Halaman 349

Penyegaran Birokrasi, Pemerintah Aceh Lantik 290 Pejabat Eselon III dan IV

0
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, saat melantik Pejabat Struktural Eselon III dan IV pada Lingkungan Pemerintah Aceh, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jum'at (26/9/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh melalui Sekretaris Daerah, Muhammad Nasir, melantik 290 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh. Pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (26/9/2025).

Dari informasi yang dihimpun Nukilan.id, jumlah pejabat yang dilantik terdiri dari 113 pejabat eselon III dan 177 pejabat eselon IV.

Nasir menegaskan bahwa rotasi dan pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemerintah Aceh merupakan hal lumrah sebagai upaya penyegaran kinerja. Ia berharap langkah tersebut membawa berkah bagi pemerintah maupun masyarakat Aceh.

Menurut Nasir, para pejabat yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Aceh, mulai dari kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga stunting.

“Aceh hari ini masih berada pada posisi termiskin, kemiskinan Aceh 12,33 persen atau 740 ribu orang dari 5,5 juta masyarakat Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi pertumbuhan ekonomi Aceh juga belum menggembirakan. “Sementara pertumbuhan ekonomi berada pada angka 4,5 persen, masih jauh dari rata rata nasional. Begitu pun kondisi stunting juga masih bermasalah,” tambahnya.

Nasir menekankan, saat ini Pemerintah Aceh juga sedang berpacu merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025 agar sesuai dengan target. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat mendorong percepatan realisasi anggaran di instansi masing-masing.

“Realisasi anggaran sampai hari ini ada di angka 58,1 persen dari target kita 61 persen, masih deviasi sebesar 3 persen,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar penyegaran jabatan yang dilakukan tidak berujung pada stagnasi. “Jangan sampai setelah dilantik realisasinya malah stagnan,” katanya.

Lebih lanjut, Nasir menegaskan bahwa realisasi belanja pemerintah memiliki kaitan erat dengan upaya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Jika serapan anggaran tersendat, maka program penurunan kemiskinan pun ikut terhambat.

“Saya harap bapak ibu dapat mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan kepala SKPA masing-masing dalam rangka melaksanakan percepatan realisasi anggaran dan pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Pencarian WNA China yang Jatuh ke Laut Aceh Terkendala Cuaca Buruk

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Upaya pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal China yang dilaporkan jatuh ke laut Aceh masih terus dilakukan oleh Tim SAR Basarnas. Namun, hingga Jumat (26/9/2025), korban bernama Duan Tie Lie (50) belum juga ditemukan.

Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa Duan merupakan anak buah kapal (ABK) MV CL Diyin He, kapal kargo berbendera Liberia yang saat itu tengah berlayar di perairan barat Kepulauan Pulo Aceh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

“Pencarian korban sudah memasuki hari kedua. Pencarian korban di Samudera Hindia, sekitar perairan sebelah barat Kepulauan Pulo Aceh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan puluhan personel gabungan, di antaranya 20 orang dari Kantor SAR Banda Aceh, tiga personel Pangkalan Angkatan Laut Sabang, empat petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) Sabang dan Ulee Lheue, serta lima personel dari Pos SAR Sabang.

Basarnas mengerahkan Kapal SAR KN Kresna dari Pelabuhan Ulee Lheue, perahu RIB dari Pos SAR Sabang, serta menggunakan kapal MV CL Diyin He sebagai acuan lokasi pencarian.

“Cuaca saat pencarian dengan ketinggian gelombang berkisar 2,5 hingga tiga meter dan angin dengan kecepatan 16 knot arah barat daya. Jarak pencarian hingga 68 nautika mil dari pantai,” kata Ibnu Harris.

Kondisi laut yang tidak bersahabat membuat tim SAR kesulitan menentukan titik pasti lokasi jatuhnya korban. Gelombang tinggi, angin kencang, serta arus laut yang memanjang memperbesar tantangan operasi di lapangan.

Hingga saat ini, Basarnas menyebut pencarian masih akan terus dilakukan selama kondisi memungkinkan, dengan harapan bisa menemukan korban di sekitar titik koordinat terakhir yang sudah dipetakan.

Komisi III DPRA Apresiasi Pemaparan Kinerja PT PEMA

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memberikan apresiasi atas pemaparan kinerja yang disampaikan manajemen PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) dalam rapat yang digelar di ruang Komisi III DPRA, Banda Aceh.

Ketua Komisi III DPRA, Hj. Aisyah Ismail atau yang akrab disapa Kak Iin, menyebut pertemuan tersebut penting untuk meluruskan berbagai opini publik yang berkembang terkait kinerja PEMA. Menurutnya, setelah mendengar langsung paparan dari manajemen, pihaknya semakin optimistis terhadap arah perusahaan di bawah kepemimpinan baru.

“Selama ini memang banyak opini yang berkembang seolah-olah PEMA tidak memiliki performa yang baik. Namun, setelah mendengar langsung penjelasan manajemen, kami melihat arah yang lebih jelas. Kami yakin kepemimpinan baru mampu membawa perubahan serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh,” ujar Ketua Komisi III DPRA.

Ia juga menyoroti komposisi manajemen PEMA yang kini diisi oleh generasi muda. Menurutnya, energi, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki jajaran manajemen baru dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kinerja perusahaan.

“Kami percaya anak-anak muda yang memimpin PEMA saat ini memiliki semangat dan keberanian untuk berinovasi. Harapan kami, PEMA dapat memperluas jaringan bisnis, memperkuat investasi, dan berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRA, Armiyadi, SP, menegaskan pihaknya akan terus membangun sinergi secara konstruktif dengan PT PEMA.

“Komisi III berkomitmen untuk mendukung dan mengawasi PEMA agar terus tumbuh sebagai BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang ditempuh manajemen benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Aceh. Harapan kami, PEMA dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah dan memberi kontribusi maksimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Armiyadi.

EDITOR: Akil

Di Acara Seabad Hasan Tiro, Salmawati Tekankan Implementasi Nilai Perjuangan di Aceh

0
Salmawati atau Bunda Salma, pengganti calon anggota DPRA terpilih atas nama Ismail A. Jalil alias Ayahwa dari Dapil Aceh 5. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPRA dari Komisi III, Salmawati menghadiri diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Aceh Bergerak, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025), dengan dihadiri sekitar seratusan masyarakat.

Amatan Nukilan.id, dalam forum bertema “Hasan Tiro: Identitas, Perjuangan, Warisan Bagi Generasi Muda Aceh” tersebut, Salmawati mengajak masyarakat Aceh agar tidak berhenti pada proses mengenang semata.

Anggota DPRA dari Komisi III, Salmawati menghadiri diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro.

“Kalau mengenang, mungkin tidak ada di antara kita yang bisa menyamai perjuangan beliau. Tapi kita bisa mengambil sisi-sisi perjuangan itu untuk kita jalankan hari ini. Di DPRA sendiri, kami terus memperjuangkan kepentingan Aceh,” ujar Salmawati.

Ia menilai semangat perjuangan Hasan Tiro perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, generasi saat ini bisa melanjutkan cita-cita Hasan Tiro melalui berbagai bidang, baik politik, pendidikan, ekonomi, maupun sosial.

Acara refleksi tersebut dihadiri tokoh masyarakat, aktivis, akademisi, politisi, hingga perwakilan organisasi masyarakat sipil. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan khanduri thon sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Hasan Tiro yang genap seabad sejak kelahirannya. (XRQ)

Reporter: Akil

Refleksi Seabad Hasan Tiro: Dua Tokoh GAM Kenang Warisan Disiplin dan Kecerdasan

0
Wali Neugara Aceh. Hasan Tiro. (Foto: Dialeksis)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Refleksi seabad Hasan Tiro yang digelar Aceh Bergerak di Banda Aceh, Jumat (26/9/2025), tidak hanya menjadi ajang mengenang Wali Nanggroe Aceh, tetapi juga ruang menghidupkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan. Dua tokoh yang pernah berada dalam lingkaran perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan peran penting Hasan Tiro bagi generasi hari ini.

Mantan juru runding GAM, Munawar Liza Zainal, menekankan bahwa Hasan Tiro dikenal disiplin dan konsisten dalam perjuangan. Menurutnya, jejak pemikiran Hasan Tiro tidak terbatas pada Aceh, melainkan juga ikut memberi warna bagi gerakan kemerdekaan di berbagai belahan dunia.

“Banyak bangsa di Afrika yang dibantu wali ketika berjuang melawan kolonialisme Prancis. Hari ini, semangat melawan imperialisme itu harus tetap diwariskan,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Zakaria, mengingatkan publik tentang perjalanan pendidikan Hasan Tiro. Ia menuturkan bagaimana sang Wali pernah menimba ilmu di Yogyakarta, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Columbia, Amerika Serikat, hingga sempat bekerja di PBB.

“Beliau adalah salah satu putra Aceh yang cerdas, pernah bekerja di PBB, namun akhirnya lebih memilih membela bangsa Aceh meski harus meninggalkan posisinya di dunia internasional,” ungkap Zakaria.

Menurut keduanya, Hasan Tiro tidak hanya meninggalkan catatan sejarah, tetapi juga sebuah warisan nilai yang patut dijadikan pegangan. Bagi Munawar Liza dan Zakaria, semangat melawan ketidakadilan dan kecerdasan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat adalah warisan paling berharga untuk generasi Aceh saat ini.

Amatan Nukilan.id, refleksi ini sendiri dihadiri ratusan masyarakat, tokoh publik, akademisi, politisi, hingga perwakilan DPRA, dan ditutup dengan doa bersama serta khanduri thon untuk mengenang 100 tahun kelahiran Hasan Tiro. [xrq]

Reporter: Akil

Kemenhut Perkuat Peran Penyuluh Hutan untuk Konservasi Gajah di Aceh

0
Untuk memperkuat peran tersebut, BP2SDM menggelar Temu Penyuluh Kehutanan di Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan, Bener Meriah, Aceh, Kamis (24/9/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat peran penyuluh kehutanan dalam mendukung Inisiatif Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative/PECI) di Aceh.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kemenhut, Indra Exploitasia Semiawan, mengatakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah menetapkan sebagian kawasan hutan tanaman industri seluas 98.000 hektare di Takengon, Aceh Tengah, sebagai wilayah konservasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis).

“Peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat. Penyuluh berperan sebagai fasilitator, edukator, sekaligus pendamping yang harus bekerja sama lintas pihak. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” kata Indra di Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Untuk memperkuat peran tersebut, BP2SDM menggelar Temu Penyuluh Kehutanan di Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan, Bener Meriah, Aceh, Kamis (24/9). Kegiatan ini diikuti 50 penyuluh dari berbagai instansi sebagai bentuk dukungan terhadap program PECI.

Indra menjelaskan, program konservasi ini tidak hanya fokus pada perlindungan gajah, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi lokal. Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui skema perhutanan sosial menjadi bagian penting dari strategi. Dengan cara itu, konservasi gajah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Dengan visi Hutan Lestari, Gajah Terlindungi, Masyarakat Sejahtera, Program PECI diharapkan menjadi model kolaborasi konservasi yang memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang serius menjaga hutan tropis dan satwa endemik, khususnya gajah Sumatera,” ujar Indra.

100 Tahun Hasan Tiro, Aktivis dan Tokoh Aceh Gelar Diskusi Publik

0
Diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Aceh Bergerak, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sejumlah tokoh, aktivis, akademisi, hingga perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menghadiri diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Aceh Bergerak, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025), dengan dihadiri sekitar seratusan masyarakat.

Diskusi bertajuk “Hasan Tiro: Identitas, Perjuangan, Warisan Bagi Generasi Muda Aceh” dipandu langsung Ketua Aceh Bergerak, Eva Hazmaini.

Amatan Nukilan.id di lokasi, ia menegaskan bahwa Hasan Tiro bukan hanya sekadar tokoh sejarah yang tercatat dalam buku, tetapi simbol identitas dan manifestasi keberanian rakyat Aceh.

“Perjuangannya bukan sekadar senjata, tapi juga membangun kesadaran tentang hak dan identitas kita,” kata Eva.

Dalam forum itu, Teuku Miswar yang hadir sebagai pemantik diskusi menyebut Hasan Tiro menjalani “jalan sunyi” dalam perjuangannya. Menurutnya, generasi muda perlu mewarisi semangat dan keteguhan Hasan Tiro dalam memanfaatkan sumber daya Aceh demi kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal, menyoroti disiplin dan konsistensi Hasan Tiro dalam setiap langkah perjuangan. Ia menyebut Hasan Tiro bahkan turut berperan dalam gerakan kemerdekaan di berbagai belahan dunia.

“Banyak bangsa di Afrika yang dibantu wali ketika berjuang melawan kolonialisme Prancis. Hari ini, semangat melawan imperialisme itu harus tetap diwariskan,” ujarnya.

Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Zakaria, dalam kesempatan itu menuturkan perjalanan pendidikan Hasan Tiro. Ia mengingatkan bahwa Hasan Tiro sempat menempuh pendidikan di Yogyakarta, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Columbia, Amerika Serikat.

“Beliau adalah salah satu putra Aceh yang cerdas, pernah bekerja di PBB, namun akhirnya lebih memilih membela bangsa Aceh meski harus meninggalkan posisinya di dunia internasional,” ungkap Zakaria.

Anggota DPRA dari Komisi III, Salmawati, juga turut menyampaikan pandangannya. Ia mengajak masyarakat agar tidak hanya mengenang, tetapi juga mengimplementasikan nilai perjuangan Hasan Tiro dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau mengenang, mungkin tidak ada di antara kita yang bisa menyamai perjuangan beliau. Tapi kita bisa mengambil sisi-sisi perjuangan itu untuk kita jalankan hari ini. Di DPRA sendiri, kami terus memperjuangkan kepentingan Aceh,” ujar Salmawati.

Acara refleksi ini ditutup dengan doa bersama serta khanduri thon sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Hasan Tiro yang genap 100 tahun sejak kelahirannya. Hadir pula Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, bersama sejumlah pelaku sejarah, seniman, organisasi masyarakat sipil, politisi, dan pemuda. (XRQ)

Reporter: Akil

Gubernur Aceh Beri Peringatan Keras, Akan Tertibkan Tambang Ilegal

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan Pemerintah Aceh akan menata kembali aktivitas tambang ilegal yang marak di sejumlah daerah. Ia memberi peringatan keras kepada para pelaku untuk segera menghentikan kegiatan ilegal tersebut dan mengeluarkan seluruh alat berat dari kawasan hutan.

Pernyataan itu disampaikan Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, usai mendengar laporan Ketua Panitia Khusus Tambang DPRA Tgk Anwar, setelah penandatanganan rancangan perubahan KUA dan PPAS 2025 dalam rapat paripurna DPRA, Kamis (25/9/2025).

“Khusus tambang emas ilegal, saya beri amaran waktu, mulai hari ini, seluruh tambang emas ilegal yang memiliki alat berat harus segera dikeluarkan dari hutan Aceh. Jika tidak, maka setelah 2 minggu dari saat ini, maka akan kita lakukan langkah tegas,” ujar Mualem.

Ia menekankan, tambang ilegal selain merusak lingkungan juga tidak memberi manfaat bagi keuangan daerah maupun masyarakat. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan penertiban dan penataan agar pengelolaan tambang lebih terarah.

“Segera akan kita buat Instruksi Gubernur terkait penataan penertiban tambang ilegal. Nantinya, penataan dan penertiban tambang ilegal akan kita arahkan untuk dikelola masyarakat dan UMKM atau skema pengelolaan lainnya,” ucapnya.

Mualem juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendata sedikitnya 1.630 sumur minyak ilegal di empat kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen.

“Terhadap sumur minyak ilegal, Pemerintah Aceh dan Pemkab sudah melakukan upaya percepatan legalitas, agar bisa dikelola secara resmi oleh masyarakat melalui skema pertambangan rakyat,” kata Gubernur.

Ia menambahkan, penertiban tidak hanya berlaku untuk tambang ilegal, melainkan juga pertambangan resmi agar seluruh aktivitas sesuai ketentuan hukum.

“Insya Allah, demi rakyat kita akan terus berbenah. Semua ini untuk kepentingan Aceh, untuk kepentingan masyarakat Aceh,” pungkas Mualem.

Mualem Akan Lantik Pejabat Baru Sore Ini, Delapan Eselon II Aceh Dicopot

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. (Foto: Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dijadwalkan melantik sejumlah pejabat Pemerintah Aceh pada Jumat sore, 26 September 2025. Prosesi pelantikan akan berlangsung di Aula Pendopo Gubernur dengan fokus pada pejabat eselon II dan IV.

Kebijakan ini menyusul langkah tegas Mualem yang pada Jumat siang telah mencopot delapan pejabat eselon II dari jabatannya. Untuk mengisi kekosongan, sejumlah pelaksana harian (Plh) langsung ditunjuk pada posisi strategis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan.id, pejabat yang diganti beserta penggantinya adalah Hanum menggantikan dr. Fatah sebagai Wakil Direktur RSZA, Wahyu menjadi Plh Direktur RSIA menggantikan Nurnikmah, T. Fahrizal ditunjuk sebagai Plh Kepala Dinas Peternakan menggantikan Zal Supran, dan Kariamansyah menjabat Plh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menggantikan Aliman.

Selain itu, Novita dipercaya sebagai Plh Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, Syarifah Yessi Hediyati sebagai Plh Direktur RS Jiwa, Zulkarnain ditunjuk sebagai Plh Kepala Dinas Sosial menggantikan Muslem, Nizwar sebagai Plh Kepala Dinas Pertanahan menggantikan Sunawardi, serta Hendra Saputra sebagai Plh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM menggantikan Azhari.

Beberapa pejabat yang diberhentikan memilih untuk tidak berkomentar panjang. Salah satunya, mantan Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zal Supran, membenarkan dirinya telah resmi diberhentikan.

“Benar, saya tidak lagi menjabat. Itu sudah keputusan pimpinan,” ujar Zal Supran kepada wartawan, Jumat pagi, 26 September 2025.

Sumber di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh menyebutkan, pelantikan sore ini akan diisi dengan penyerahan surat keputusan sekaligus penyampaian arahan langsung dari Gubernur. (XRQ)

Reporter: Akil

Sekda Aceh Tunjuk Ahmad Fazil Pimpin Cabang Dinas Pendidikan Aceh Besar

0
Sekda Aceh Tunjuk Ahmad Fazil Pimpin Cabang Dinas Pendidikan Aceh Besar. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali melakukan rotasi sekaligus pengisian jabatan strategis dalam struktur birokrasi pendidikan. Pada Jumat (26/9/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, mewakili Gubernur, melantik serta mengambil sumpah 290 pejabat eselon III dan IV di Anjungan Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh.

Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru adalah Ahmad Fazil, S.Pd., M.Pd., yang resmi dipercaya memimpin Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Aceh Besar. Jabatan ini dinilai penting karena Aceh Besar merupakan salah satu daerah dengan jumlah sekolah dan peserta didik terbanyak di provinsi.

Dalam sambutannya, Sekda Aceh menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia.

“Sektor pendidikan menjadi prioritas pemerintahan Mualem dek Fadh, karena pendidikan adalah jalan menuju kemajuan,” ujarnya.

Ahmad Fazil bukanlah sosok baru di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh. Ia meniti karier dari bawah dan pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Pada 2019–2021, ia menjabat sebagai Kasi Manajemen GTK dan Mutu Kesiswaan di Cabdin Kota Subulussalam dan Aceh Singkil. Selanjutnya, pada 2021–2022, ia dipercaya sebagai Kasi Pengembangan Mutu Guru di Cabdin Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Kariernya kemudian berlanjut di Cabdin Bireuen sebagai Kasi Manajemen GTK dan Mutu Kesiswaan sejak 2022 hingga 2025. Pengalaman panjang tersebut menunjukkan konsistensi Ahmad Fazil dalam memperkuat kualitas guru, meningkatkan mutu kesiswaan, serta membangun sistem manajemen pendidikan di berbagai daerah.

Penunjukan Ahmad Fazil sebagai Kacabdin Aceh Besar diharapkan menghadirkan energi baru bagi dunia pendidikan setempat. Tantangan yang menanti antara lain pemerataan sarana prasarana, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta percepatan transformasi digital dalam proses belajar-mengajar.

Pemerintah Aceh menaruh harapan besar agar kehadiran Ahmad Fazil mampu menjembatani kebijakan provinsi dengan kebutuhan sekolah di tingkat daerah. Dengan demikian, mutu pendidikan di Aceh Besar dapat terus meningkat sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Selain melantik Ahmad Fazil, pemerintah juga menetapkan ratusan pejabat lain di lingkungan Pemerintah Aceh. Langkah ini diharapkan mempercepat realisasi program prioritas, terutama dalam membangun generasi muda Aceh yang berkompetensi di tingkat nasional maupun internasional.