Beranda blog Halaman 343

Angin Kencang, Harga Ikan di TPI Lampulo Naik Drastis

0
Pedagang ikan di TPI Lampulo. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Akibat angin kencang beberapa hari terakhir, harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo mengalami kenaikan drastis lantaran kurangnya stok ikan.

Salah seorang pedagang ikan di TPI Lampulo, Irwan mengatakan kenaikan harga yang drastis ini disebabkan oleh tak banyaknya ikan yang berhasil ditangkap akibat cuaca buruk dan angin kencang yang melanda.

“Luar biasa naiknya dua hari terakhir. Harga ikan tuna yang sebelumnya dijual Rp150 ribu per ekor, kini naik jadi Rp200 ribu per ekor,” ujar Irwan kepada Nukilan, Sabtu (12/7/2025).

Selain tuna, harga ikan seperti ikan salam juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, ikan salam dijual Rp25 ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp35 ribu per kilogramnya. Sementara ikan kerapu dijual Rp70 ribu per kilogram, dari yang sebelumnya dijual Rp40-50 ribu per kilogram.

Pedagang lainnya, Zakir mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Seperti ikan dencis yang sebelumnya dijual Rp25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp40 ribu per kilogram. []

Reporter: Sammy

Pangdam IM Resmi Tutup Pendidikan Militer dan Pelatihan Manajerial SPPI Batch-3 di Blang Padang

0
Pangdam IM Resmi Tutup Pendidikan Militer dan Pelatihan Manajerial SPPI Batch-3 di Blang Padang. (Foto: Kodam IM)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han) resmi menutup rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Militer dan Pelatihan Manajerial Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch-3 Tahun Anggaran 2025, Sabtu (12/7/2025).

Amatan Nukilan.id di lapangan, upacara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, dan menjadi penanda berakhirnya proses pembinaan intensif selama lebih dari tiga bulan bagi puluhan ribu peserta SPPI dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Pangdam IM membacakan amanat Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh elemen pelaksana program, termasuk peserta, pelatih, dan tenaga pendidik.

“Keikutsertaan saudara-saudara dalam program ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih besar kepada bangsa dan negara. Kalian adalah bagian dari Komponen Cadangan yang akan memperkuat sistem pertahanan semesta, sekaligus menjadi simbol kesiapan bangsa menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik konvensional maupun non-konvensional,” tegas Pangdam saat membacakan amanat Menhan RI.

SPPI Batch-3 diikuti oleh 30.018 peserta dari berbagai institusi, mulai dari TNI AD, AL, AU, Polri, hingga Universitas Pertahanan RI (Unhan). Sebanyak 1.195 peserta menjalani pendidikan di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Iskandar Muda.

Program SPPI terbagi dalam dua tahap utama: Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) yang berlangsung sejak 14 April hingga 11 Juni 2025, dan dilanjutkan Pelatihan Manajerial dari 12 Juni hingga 12 Juli 2025. Peserta dibekali kemampuan fisik, mental, kepemimpinan, serta nilai kebangsaan dan bela negara.

Usai upacara, Mayjen Niko Fahrizal memberikan pengarahan langsung kepada para peserta. Ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat juang dan kedisiplinan para peserta selama pendidikan.

“Anak-anak muda seperti kalian adalah harapan bangsa. Teruslah menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati, dan siap mengabdi untuk Indonesia di mana pun kalian berada. Jadikan pengalaman ini sebagai titik awal perjalanan hidup yang penuh dedikasi,” pesan Pangdam IM.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, integritas, dan cinta tanah air yang telah ditanamkan selama program berlangsung.

Diharapkan para lulusan SPPI mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, penggerak pembangunan, dan calon pemimpin masa depan yang berkomitmen pada keutuhan NKRI.

Salah seorang peserta, Muhammad Alfatah asal Kabupaten Bireuen, mengaku bangga bisa menyelesaikan program ini.

“Selama lebih dari tiga bulan kami ditempa secara fisik dan mental. Kami belajar banyak tentang arti kedisiplinan, kekompakan, dan pengabdian. Ini bukan hanya pelatihan, tetapi perjalanan hidup yang membentuk karakter dan cara pandang saya terhadap bangsa,” ujar Alfatah.

Ia berharap program SPPI terus berlanjut dan menjadi program unggulan dalam mencetak generasi muda tangguh dan patriotik.

Penutupan SPPI Batch-3 turut dihadiri Forkopimda Aceh, perwakilan Kementerian Pertahanan RI, pejabat TNI-Polri, sivitas akademika Unhan RI, serta masyarakat Banda Aceh yang memadati area acara.

Kegiatan ditutup dengan parade barisan, atraksi yel-yel, dan penampilan semangat peserta yang mencerminkan kedisiplinan serta semangat bela negara yang telah terbangun selama masa pendidikan.

Dengan selesainya program ini, para alumni SPPI diharapkan mampu membawa semangat patriotisme dan pengabdian dalam setiap langkah mereka untuk Indonesia. (xrq)

Reporter: Akil

Penutupan SPPI di Blang Padang, Lalu Lintas di Sekitar Lokasi Padat Merayap

0
Lalu Lintas di Sekitar Blang Padang. (Foto: Nukilan)

NUKULAN.ID | BANDA ACEH — Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, tampak padat merayap pada Sabtu siang (12/7/2025). Kepadatan terjadi seiring dengan digelarnya acara penutupan rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Militer dan Pelatihan Manajerial Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch-3 Tahun Anggaran 2025.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, kepadatan kendaraan terlihat mulai dari Jalan Tgk. Syech Muda Wali hingga Jalan Prof. A. Majid Ibrahim yang mengelilingi kawasan Blang Padang. Meski demikian, tidak terlihat adanya kemacetan total. Kendaraan masih dapat bergerak perlahan dengan pengaturan dari petugas lalu lintas yang berjaga di sejumlah titik strategis.

Kepadatan lalu lintas ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan warga yang ingin menyaksikan langsung upacara penutupan SPPI di lapangan yang terletak di pusat Kota Banda Aceh tersebut.

Upacara penutupan sendiri berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk jajaran militer dan perwakilan Kementerian Pertahanan. Acara tersebut menjadi penanda berakhirnya pembinaan selama tiga bulan dalam program SPPI yang menggabungkan pendidikan dasar militer dan pelatihan kepemimpinan. (XRQ)

Reporter: Akil

Tutup Kunjungan di Aceh, Wamen PU Tinjau Bendung Karet

0
Wamen PU Tinjau Bendung Karet. (Foto: KemenPU)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PU) Diana Kusumastuti menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Aceh dengan meninjau Bendung Karet, Jumat (11/7/2025). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pemantauan infrastruktur sumber daya air yang dinilai strategis dalam mendukung ketahanan air wilayah.

Dalam kunjungannya, Wamen PU didampingi langsung oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Heru Setiawan serta Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Yusvira Syah Putri. Sejumlah pejabat teknis lain turut hadir, seperti Kasubbag TU dan Umum, Kasi KPISDA, Kasi Pelaksana, Kasatker O&P, Kasatker PJSA, PPK Atab I, dan Kepala BPPW.

Rombongan memulai peninjauan dari ruang kontrol, tempat sistem pengendalian bendung dipantau secara digital. Dalam kesempatan itu, Wamen PU menerima pemaparan teknis mengenai mekanisme kerja bendung karet, termasuk prosedur pengendalian saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Usai meninjau ruang kontrol, Wamen PU melanjutkan pemantauan ke atas Jembatan O&P untuk melihat langsung kondisi fisik bangunan bendung. Dari lokasi ini, Diana Kusumastuti mengamati struktur pengatur aliran air dan sistem pintu yang berfungsi sebagai penghalang intrusi air laut ke wilayah daratan.

Peninjauan juga mencakup Saluran Penguras, salah satu komponen penting dalam memastikan sistem pembuangan air berjalan lancar dan efisien, khususnya saat debit air meningkat.

Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari proses evaluasi dan pembinaan teknis yang dilakukan kementerian di penghujung lawatan kerja di Aceh. Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, Wamen PU beserta rombongan kembali ke Jakarta.

Pemerintah berharap pemantauan langsung terhadap infrastruktur semacam ini dapat memperkuat pelayanan air kepada masyarakat dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim serta bencana hidrometeorologi.

DPRA Akan Surati Ditreskrimsus Polda Aceh dan Kepala Biro PBJ Terkait Pemanggilan Pokja

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadli. (Foto: Dok. DPRA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berencana melayangkan surat kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh dan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Aceh. Langkah ini diambil menyusul pemberitaan media daring di Aceh terkait pemanggilan salah satu Kelompok Kerja (Pokja) di lingkungan Biro PBJ oleh aparat kepolisian.

Ketua DPRA Zulfadhli, A.Md, menegaskan bahwa pemanggilan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut demi mendapatkan kejelasan duduk persoalan yang sebenarnya.

“Iya, tadi ada saya baca berita di media online. Itu Pokja Biro PBJ dipanggil oleh Polda. Ini ada apa, jadi perlu kita dalami,” kata Zulfadhli dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat (11/7/2025).

Menurut Zulfadhli, surat resmi akan dikirimkan pada Senin, 14 Juli 2025, untuk meminta penjelasan langsung dari pimpinan Ditreskrimsus Polda Aceh di hadapan lembaga legislatif tersebut.

Tak hanya itu, DPRA juga berencana menyurati Kepala Biro PBJ beserta sejumlah Pokja untuk mengklarifikasi perkara yang belakangan mencuat ke publik. Menurutnya, penting bagi DPRA untuk mendapatkan penjelasan menyeluruh agar tidak menimbulkan prasangka atau spekulasi.

“Jadi, nanti kita lihat, apakah upaya tersebut sebagai bagian dari penegakan hukum, atau hanya modus untuk ‘barter proyek’ semata,” ujarnya.

Zulfadhli menyayangkan jika benar pemanggilan itu mengarah pada intimidasi atau upaya intervensi yang dapat menghambat roda pembangunan di Aceh. Ia menegaskan bahwa di bawah Pemerintahan Aceh saat ini, komitmen untuk membangun daerah sangat kuat dan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk aparat penegak hukum.

“Pemerintahan Mualem ingin serius membangun Aceh. Jadi hendaknya dukungan semua pihak menyukseskan hal itu,” katanya.

Zulfadhli mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat terkait dugaan praktik tidak etis oknum-oknum penegak hukum yang kerap memanggil Pokja dan diduga berujung pada permintaan “jatah proyek”.

“Apalagi kemudian, pihaknya juga banyak sekali mendapatkan informasi, keluhan dari berbagai pihak, dari masyarakat, bahwa, oknum-oknum di Polda Aceh ini kerap mengganggu jalannya pembangunan dengan cara-cara seperti itu, yakni panggil-panggil Pokja, tapi ujung-ujungnya minta ‘jatah proyek’,” ucapnya.

Ia juga menyoroti sejumlah proyek besar di Aceh yang dinilai bermasalah namun belum tersentuh aparat penegak hukum, seperti proyek multi years (MYC) yang bernilai triliunan rupiah.

“Jika ingin melakukan upaya penegakan hukum, banyak sekali proyek-proyek besar di Aceh ini yang butuh keseriusan Polda Aceh untuk menanganinya. Seperti Proyek Multi Years (MYC) yang nilainya triliunan, itu juga juga berselemak masalah. Nah, tapi kenapa mereka diam,” tegasnya.

Sebagai representasi rakyat, DPR Aceh disebut akan bersikap aktif dalam menyikapi isu tersebut, bahkan bila perlu membawa persoalan ini ke tingkat Mabes Polri agar terang dan jelas.

Zulfadhli juga mengingatkan agar antarinstansi, khususnya aparat penegak hukum dan lembaga pemerintahan, dapat saling menghormati tugas serta kewenangan masing-masing. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam mendukung pembangunan Aceh sebagai bagian dari komitmen nasional.

“Saat ini, di bawah Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, kita ingin berhasil membangun Aceh sebagai bagian dari NKRI,” ujarnya.

“Karnanya, upaya-upaya menghambat pembangunan dengan pola-pola pendekatan hukum yang serampangan dan terkesan tendensius, hal tersebut bukan cerminan dari semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Zulfadhli.

Editor: Akil

Dari Dayah ke Kampus, Prof Muntasir Jadi Guru Besar Politik Islam Pertama Asal Aceh di Unimal

0
Prof Muntasir Jadi Guru Besar Politik Islam Pertama Asal Aceh di Unimal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Sejarah baru tercatat dalam dunia akademik Aceh. Prof Dr Tgk H Muntasir A Kadir, S.Ag., M.A., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Politik Islam di Universitas Malikussaleh (Unimal), Jumat (11/7/2025). Ia menjadi Guru Besar pertama di bidang tersebut, baik di Unimal maupun di Provinsi Aceh.

Pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung ACC Cunda Unimal, Lhokseumawe, dan ditandai dengan penyematan lencana Guru Besar oleh Rektor Unimal, Prof Dr Herman Fithra, Asean.Eng. Penetapan jabatan akademik tertinggi ini didasarkan pada SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor: 01941/E4/DT.04.01/JAD/2024.

Prof Muntasir dikenal luas sebagai ulama intelektual dan Pembina Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI). Ia lahir dari tradisi dayah dan sukses menapaki jalur akademik hingga ke puncak tertinggi.

Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Kontekstualisasi Gagasan dan Pemikiran Ulama Dayah dalam Pembangunan Politik di Aceh”, Prof Muntasir menekankan pentingnya nilai-nilai politik Islam dalam sistem demokrasi. Ia menyebut bahwa politik dalam Islam bukan semata urusan kekuasaan, melainkan sarat amanah dan keadilan.

“Saat pemikiran ulama hanya tertinggal di lembaran kitab kuning tanpa aktualisasi, maka politik kehilangan arah moralnya. Aceh membutuhkan bangunan politik yang tidak hanya demokratis, tetapi juga bernurani. Dan itu bisa digali dari warisan pemikiran ulama dayah,” tegasnya disambut tepuk tangan panjang hadirin.

Rektor Unimal, Prof Herman Fithra dalam sambutannya menyebut Prof Muntasir sebagai representasi sinergi antara pesantren dan universitas. Menurutnya, Prof Muntasir adalah jembatan antara ilmu syar’i dan ilmu sosial-politik kontemporer.

“Prof. Muntasir adalah figur akademisi yang melampaui sekat-sekat institusional. Ia adalah jembatan hidup antara ilmu syar’i dan ilmu sosial-politik kontemporer,” ujar Herman.

Acara pengukuhan dihadiri tokoh-tokoh nasional dan daerah, termasuk ulama dan akademisi dari berbagai lembaga. Di antaranya Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Abu MUDI; Rektor UNISAI, Dr Tgk Muhammad Abrar Azizi, M.Sos.; Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT; anggota Komisi VI DPRA, Waled Landeng; Ketua STIS Al-Aziziyah Sabang, Dr Tgk Muslem Hamdani, M.A.; serta pimpinan dayah mitra, dosen, dan civitas akademika.

Abu MUDI, yang merupakan guru sekaligus mertua Prof Muntasir, tak dapat menyembunyikan rasa haru atas pencapaian tersebut.

“Hari ini, saya saksikan langsung bagaimana perjuangan ilmu dibalas Allah dengan kemuliaan. Prof. Muntasir bukan hanya menantu saya, tetapi anak rohani saya yang membawa ruh perjuangan dayah ke ruang akademik. Gelar ini adalah amanah untuk terus membimbing umat dan ini cita-cita saya agar alumni Dayah bisa hadir dalam semua dimensi kehidupan masyarakat,” tutur Abu MUDI.

Sementara itu, Rektor UNISAI Dr Tgk Muhammad Abrar Azizi menyampaikan rasa bangganya. Ia menyebut Prof Muntasir sebagai figur pembina yang tak hanya membangun kampus secara struktural, tetapi juga secara spiritual.

“Sebagai institusi yang dilahirkan dari denyut nadi pesantren, UNISAI bangga memiliki pembina sekaliber Prof. Muntasir. Ia tidak hanya mengembangkan struktur kampus, tetapi membangun jiwanya. Pengukuhan ini bukan akhir, tetapi awal peran besar untuk membentuk generasi Islam berwawasan kebangsaan,” ujarnya.

“Bagi kami UNISAI, Ayah Prof. Muntasir adalah kompas moral, intelektual dan keilmuan serta contoh konkrit bahwa ilmu dan iman bisa berjalan seiring. Kita bangga dan bersyukur atas pencapaian monumental ini,” lanjut Abrar.

Inspirasi dari Dayah untuk Bangsa

Pengukuhan ini menjadi momentum penting, bukan hanya bagi Unimal, tetapi juga dunia pendidikan Aceh. Prof Muntasir meneguhkan bahwa alumni dayah tak hanya berperan dalam dakwah, tapi juga memiliki kapasitas menjawab tantangan sosial-politik modern secara ilmiah.

Dengan gelar Guru Besar Ilmu Politik Islam, Prof Dr Tgk H Muntasir A Kadir kini mengemban amanah besar: menjembatani nilai-nilai warisan ulama dengan kebutuhan zaman, menghadirkan wajah Islam yang adil, bernurani, dan membumi di ruang-ruang kebijakan publik.

SPS Aceh Resmi Tetapkan Panitia HUT ke-79 dan Rakernas 2025, Muhammad Saleh Jadi Ketua Pelaksana

0
SPS Aceh Resmi Tetapkan Muhammad Saleh Jadi Ketua Pelaksana Panitia HUT ke-79. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Aceh resmi menetapkan susunan Panitia Pelaksana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SPS Tahun 2025. Agenda nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 24–27 September 2025 di Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh.

Penetapan panitia tersebut tertuang dalam Surat Keputusan SPS Aceh Nomor: 101/SPS-ACEH/SK/VII/2025, tertanggal 10 Juli 2025, yang ditandatangani langsung oleh Ketua SPS Aceh Mukhtaruddin Usman, S.E., dan Sekretaris Dedy Rahman.

Dalam SK itu, Muhammad Saleh, S.E., M.M. didapuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee), didampingi oleh Chaidir sebagai Sekretaris dan Afrizal sebagai Bendahara. Struktur ini merupakan hasil evaluasi dan penyegaran dari susunan sebelumnya dengan mempertimbangkan efektivitas kerja serta sisa waktu persiapan yang semakin terbatas.

“Keputusan ini kami ambil semata-mata untuk mempercepat kerja panitia dan memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal,” ujar Mukhtaruddin Usman dalam acara penyerahan SK yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat, 11 Juli 2025.

Penunjukan Aceh sebagai tuan rumah merupakan amanah langsung dari SPS Pusat melalui SK Nomor: 2/SPS-KEP/X/2024, tertanggal 10 Oktober 2024. SPS Aceh dipercaya menggelar perayaan HUT ke-79 dan Rakernas tahun 2025, yang menjadi agenda strategis tahunan insan pers nasional.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Saleh, menyampaikan komitmennya untuk menyukseskan agenda besar ini. “Demi marwah SPS dan nama baik Aceh, kami siap melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan semangat kolektif,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan akan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan H. Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhullah (Dek Fad), serta sinergi dengan jajaran pers, lembaga pemerintah, hingga dunia usaha di Aceh.

Rangkaian kegiatan HUT ke-79 dan Rakernas SPS 2025 meliputi pelantikan Pengurus SPS Pusat, Dialog Media, serta sejumlah agenda strategis seperti Rapat Kerja Nasional dan pemberian anugerah nasional.

Beberapa penghargaan bergengsi yang akan diserahkan antara lain: Media Brands Awards 2025, Media Relations Awards 2025, Korporasi Terpopuler di Media Arus Utama 2025, Pemimpin Divisi Komunikasi Terpopuler 2025, Lontar Award 2025, dan Lestari Award 2025.

Tak hanya itu, panitia juga mengagendakan Fun Media Tour bertajuk “Pesona Aceh” sebagai upaya promosi budaya dan pariwisata lokal kepada para peserta dari seluruh Indonesia.

Dalam rangkaian ini, sejumlah tokoh daerah, kepala daerah, BUMN/BUMD, serta institusi swasta juga diusulkan sebagai kandidat penerima penghargaan, berdasarkan capaian, keterbukaan informasi, serta kolaborasi strategis mereka dengan media nasional maupun lokal.

“Rakernas ini bukan hanya milik SPS, tetapi milik masyarakat Aceh. Kami ingin menjadikan perhelatan ini sebagai momentum menunjukkan wajah Aceh yang inklusif, komunikatif, dan siap menyambut tamu dari seluruh Indonesia,” tutup Shaleh.

Editor: Akil

‘Palum’ Jadi Lawan Kata Haus, Kini Resmi Masuk KBBI

0
'Palum' Jadi Lawan Kata Haus, Kini Resmi Masuk KBBI. (Foto: Badan Bahasa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kosakata bahasa Indonesia kembali bertambah dengan hadirnya kata palum sebagai lawan kata dari haus. Meski masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat, kata palum kini telah resmi tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dikutip Nukilan.id dari KBBI, haus berarti “berasa kering kerongkongan dan ingin minum.” Sementara itu, palum didefinisikan sebagai “sudah puas minum; hilang rasa haus.” Dengan begitu, palum menjadi pasangan semantik yang sepadan untuk kata haus, sebagaimana kenyang menjadi lawan kata dari lapar.

Kehadiran kata palum ini diumumkan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui unggahan di akun media sosial resmi mereka pada 25 Juni 2025.

“Kata haus sudah ada lawan katanya, lo! Palum. Kata ini diambil dari bahasa Batak Pakpak,” tulis Badan Bahasa Kemendikbud sebagai takarir unggahan tersebut.

Kata palum berasal dari bahasa Dairi Pakpak, salah satu bahasa daerah di Sumatera Utara. Berdasarkan Kamus Bahasa Dairi Pakpak, palum memiliki sejumlah makna, antara lain “sembuh, sembuh dahaga (RW); empalum atena, senang hatinya, tidak takut, terhibur; pepalum ate, apa yang menyenangkan hati pada pembalasan, marah, keinginan.”

Penetapan palum sebagai entri dalam KBBI bukan proses yang singkat. Menurut laporan detikcom, kata ini diusulkan sejak tahun 2024, mengacu pada Kamus Pakpak–Indonesia karya Tindi Radja Manik yang diterbitkan Bina Media, Medan, pada 2002. Setelah melalui proses verifikasi dan kajian, palum resmi diakui dan masuk dalam edisi terbaru KBBI pada tahun 2025.

KBBI juga mencantumkan contoh penggunaan kata tersebut dalam kalimat, seperti: “kondisi palum membuat anak lebih tenang.”

Masuknya palum memperkuat peran penting bahasa daerah dalam memperkaya khazanah kosakata nasional. Sebelumnya, beberapa kata dari bahasa Batak juga telah lebih dulu masuk ke dalam KBBI, seperti parmitu (orang yang gemar minum minuman keras) dan ucok (anak laki-laki, berunding dengan damai).

Langkah ini sejalan dengan upaya KBBI dan Badan Bahasa untuk terus menyerap kata-kata dari berbagai bahasa daerah di Indonesia. Tak hanya memperkaya, integrasi ini juga menjadi bentuk pengakuan atas keberagaman budaya dan bahasa yang ada di Tanah Air. (XRQ)

Reporter: Akil

Aceh Selatan Dihantam Krisis Fiskal, Aktivis: Ini adalah Tanggung Jawab Kolektif

0
Aktivis sosial kemanusiaan Aceh Selatan, M. Rizal Fandi, S.Pd.I. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tengah menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap keuangan tahun anggaran 2024 mencatat defisit riil sebesar Rp267,36 miliar. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dari defisit tahun sebelumnya yang tercatat Rp124,5 miliar.

Tak hanya itu, beban utang belanja daerah turut membengkak hingga mencapai Rp184,2 miliar, meningkat sekitar 50,36 persen dibandingkan tahun 2023. Di sisi lain, sisa kas daerah (SILPA) yang hanya tersisa Rp4,4 miliar jauh dari cukup untuk menutup utang non-BLUD yang tercatat sebesar Rp139,4 miliar. Kondisi ini diperparah dengan terpakainya dana earmarked senilai Rp132,3 miliar untuk pos lain di luar peruntukannya.

Menanggapi situasi tersebut, aktivis sosial dan kemanusiaan Aceh Selatan, M. Rizal Fandi, S.Pd.I., menyatakan bahwa krisis fiskal yang terjadi merupakan tanggung jawab kolektif. Hal itu disampaikannya dalam keterangan resmi kepada Nukilan.id pada Jumat (11/7/2025).

“Tidak mungkin hanya Bupati dan Wakil Bupati yang memikul beban ini. Perlu keterlibatan semua pihak, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, aparatur gampong, pelaku usaha, hingga akademisi,” ujar Rizal Fandi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan politik di tengah krisis.

“Kita perlu membuktikan bahwa Aceh Selatan mampu bangkit bersama,” tambahnya.

Meskipun dihimpit keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tetap menjalankan sejumlah program prioritas. Program 100 hari kerja yang telah dicanangkan sejak awal kepemimpinan Bupati H. Mirwan MS, SE, M.Sos dan Wakil Bupati H. Baital Mukadis, SE—yang dilantik pada 17 Februari 2025—mulai dilaksanakan secara bertahap.

“Alhamdulillah, walau dalam kondisi sulit, program-program awal tetap bisa dijalankan dengan semangat kebersamaan. Ini menjadi sinyal awal bahwa Aceh Selatan perlahan bangkit,” kata Bupati Mirwan.

Pemerintah Kabupaten juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk mendapatkan dukungan program pembangunan demi mempercepat pemulihan.

Namun tantangan belum berakhir. Pada tahun 2025, pemerintah daerah kembali harus berhadapan dengan kebijakan efisiensi nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Akibatnya, alokasi anggaran untuk Aceh Selatan kembali terpangkas sebesar Rp104 miliar.

“Di tengah badai fiskal ini, kita hanya punya dua pilihan: menyerah atau bertahan bersama. Pemerintah sudah mengambil langkah awal, kini saatnya semua elemen masyarakat ikut menjaga, mengawasi, dan mendukung,” pungkas Rizal Fandi.

Dalam upaya mengatasi tekanan keuangan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah menyusun roadmap penyelamatan fiskal daerah. Beberapa langkah strategis yang diambil antara lain: restrukturisasi utang jangka pendek, rasionalisasi belanja dengan memfokuskan pada kebutuhan prioritas, perbaikan sistem perencanaan dan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

“Kondisi fiskal ini memang berat, namun kami percaya setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya,” tegas Bupati Mirwan.

Pemerintah berharap langkah-langkah pemulihan ini dapat menjadi titik balik bagi Aceh Selatan untuk kembali bangkit dan menata fondasi fiskal yang lebih sehat di masa mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

Kebakaran Hanguskan Rumah di Sigleng, Mahasiswa Trumon Raya Bergerak Galang Dana

0
Kebakaran Hanguskan Rumah di Desa Sigleng, Kec. Trumon, Kab. Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Musibah kebakaran kembali melanda wilayah Aceh Selatan. Kali ini, sebuah rumah semi permanen di Desa Sigleng, Kecamatan Trumon, dilahap api pada Kamis (10/07/2025) siang. Kobaran api tak hanya meluluhlantakkan bangunan utama, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga lain yang berada di sekitarnya.

Warga yang berada di lokasi sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, upaya itu tidak cukup untuk menaklukkan amukan si jago merah hingga akhirnya bantuan datang dari berbagai pihak.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Keluarga yang menjadi korban kini harus kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta bendanya, meninggalkan duka mendalam bagi mereka dan masyarakat sekitar.

Kabar duka ini langsung mengetuk keprihatinan banyak pihak, termasuk kalangan mahasiswa dan pemuda asal Trumon Raya. Salah satu respons datang dari Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T).

Dalam keterangan yang diterima Nukilan.id, Ketua Umum HMP2T, T. Ridwansyah, menyatakan rasa solidaritasnya atas musibah yang terjadi.

“Kami sangat berduka atas musibah kebakaran yang menimpa warga di Desa Sigleng. Ini bukan hanya musibah bagi satu keluarga, tapi duka kita bersama,” kata Ridwansyah.

Ungkapan duka tersebut tak berhenti sebagai pernyataan empati semata. Mahasiswa Trumon Raya yang tergabung dalam HMP2T dan Ikatan Mahasiswa Trumon Raya (IMTR) segera mengambil langkah konkret untuk membantu para korban. Mereka menyerukan aksi kemanusiaan demi meringankan beban keluarga terdampak.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh mahasiswa Trumon Raya di mana pun berada untuk bersama-sama melakukan aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana guna meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tambah Ridwansyah.

Aksi solidaritas ini akan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari penggalangan dana di lingkungan kampus, turun ke jalan raya, hingga menyebarkan informasi melalui media sosial.

HMP2T dan IMTR berharap, inisiatif ini bisa menjadi bentuk nyata kepedulian anak muda terhadap kampung halaman mereka—bahwa semangat gotong royong dan empati tak pernah lekang oleh waktu maupun jarak.

Dengan semangat itu pula, mereka mengajak semua pihak, terutama masyarakat Trumon Raya di perantauan, untuk berpartisipasi dalam meringankan beban sesama. Sebab dalam musibah, kebersamaan menjadi kekuatan utama yang bisa memberi harapan baru. (XRQ)

Reporter: Akil