Beranda blog Halaman 337

Kapal Nelayan Aceh Timur Tertabrak Kapal Kargo Hong Kong, Dua Orang Masih Hilang

0
Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Sebuah kapal nelayan asal Idi Cut, Aceh Timur, KM Puga Laot, mengalami kecelakaan laut setelah ditabrak kapal kargo berbendera Hong Kong, Maersk Chilka, di perairan 72,2 mil laut dari Kota Lhokseumawe pada Selasa (15/7/2025) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Panglima Laot Aceh, Miftahuddin Cut Adek mengatakan, akibat insiden tersebut, kapal KM Puga Laot terbalik dan seluruh awak kapal tercebur ke laut.

“Sekitar dua jam setelah tabrakan, kapal kargo Maersk Chilka baru melakukan upaya penyelamatan dan mengevakuasi delapan orang nelayan yang selamat,” ujar Miftahuddin Cut Adek dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (17/7/2025).

Delapan korban selamat di antaranya adalah M. Riski sebagai tekong, M. Yudi, Muzakir, Hardiansyah, M. Firdani, Wahyu M. Ikbal, Fahmi, dan Syafawi. Namun dua awak kapal lainnya, Saiful dan Abdurrahman, hingga Kamis (17/7/2025) masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Proses pencarian melibatkan sekitar 18 kapal nelayan yang dikerahkan menuju titik lokasi kejadian. Mereka menyisir perairan sekitar tempat tabrakan untuk menemukan korban yang belum berhasil dievakuasi.

Tim SAR gabungan dari Aceh Timur dan Kota Langsa tiba di titik penjemputan sekitar 10 mil laut dari Kuala Idi pada Kamis pukul 00.00 WIB. Para korban kemudian dibawa ke daratan dan tiba di Kuala Idi sekitar pukul 02.30 dini hari.

Tiga dari delapan korban selamat mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke IGD RSUD dr. Zubir Mahmud, Idi. Mereka adalah M. Yudi (30), Wahyu M. Ikbal (28), dan H. Ardiansyah (18). Hingga Kamis siang, pencarian terhadap dua korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan dan nelayan setempat. []

Reporter: Sammy

Monolog “Perangkap Daging”, Ajakan Merenungi Relasi Manusia dan Harimau

0
Monolog "Perangkap Daging", Ajakan Merenungi Relasi Manusia dan Harimau. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Inisiatif Hidup bersama Harimau akan menggelar pertunjukan monolog bertajuk Perangkap Daging di Taman Seni dan Budaya Aceh, Sabtu (19/7/2025) malam. Pertunjukan ini akan berlangsung di ruang tertutup mulai pukul 20.30 hingga 23.00 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Monolog ini disutradarai oleh Fauzan Santa dengan naskah yang ditulis oleh penulis kenamaan Azhari Aiyub. Adapun peran utama akan dimainkan oleh aktris Ismatul Rahmi.

Mengangkat kisah tentang Rosi, seekor anjing betina tua yang dijadikan umpan dalam perangkap harimau oleh manusia di padang gembalaan, pertunjukan ini dibagi dalam tiga babak yang menggugah kesadaran akan relasi antara manusia dan satwa liar.

“Ini pertaruhan terakhir sebelum segalanya kehilangan tujuan. Arahan pertunjukan estetik ini bertumpu pada ‘nada dasar’ itu,” kata Fauzan Santa, sutradara pertunjukan Perangkap Daging.

Fauzan berharap pertunjukan ini dapat mempertajam fungsi sosial dari seni pertunjukan. Baginya, drama atau teater bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk menyerap realitas dan menyampaikannya kembali dalam bentuk artistik yang menyentuh dan reflektif.

Sementara itu, pimpinan produksi sekaligus penulis naskah, Azhari Aiyub, menyebut bahwa karya ini merupakan hasil proses panjang yang sudah dirancang sejak lima tahun lalu. Pada awal tahun ini, ia dan tim melakukan riset intensif di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang mencakup empat kabupaten: Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, dan Singkil.

“Di sana, kami mendengar banyak cerita—dari warga, petani, peternak, konservasionis, hingga pawang—tentang hidup berdampingan (dan tak jarang berbenturan) dengan satwa liar, terutama harimau,” ujar Azhari.

Cerita-cerita itu kemudian menjadi bahan dasar proses kreatif di Banda Aceh. Sejumlah seniman—dari musisi, komposer, aktor, hingga perupa—terlibat dalam menerjemahkan pengalaman lapangan ke dalam karya teater.

Bagi Azhari, krisis ekologi bukan semata isu lingkungan hidup. Ia melihatnya sebagai persoalan ketimpangan dan perebutan ruang hidup yang tak jarang berpuncak pada konflik antara manusia dan satwa liar.

“Mungkin sudah waktunya berhenti bertanya apakah harimau masih bisa bertahan. Pertanyaannya sekarang: apakah kita bisa hidup tanpa mereka? Tanpa hutan? Tanpa air bersih dan udara yang layak dihirup? Jawabannya mungkin tak akan ditemukan di panggung. Tapi teater dapat memberi manusia jeda, untuk melihat ulang; merasakan ulang, dan barangkali menyadari; yang sedang terancam bukan hanya alam—melainkan cara kita menjadi manusia,” kata Azhari.

Pertunjukan ini menjadi semacam panggilan batin, bukan hanya untuk peduli pada harimau dan hutan, tetapi juga untuk merenungi kembali posisi manusia dalam semesta kehidupan yang saling terhubung. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Editor: Akil

BPOM Aceh Libatkan Komunitas Disabilitas dalam Sosialisasi Keamanan Obat dan Makanan

0
Sosialisasi keamanan obat dan makanan, Rabu (16/07/2025) di Station Coffee, Aceh Besar. (Foto: Dok BPOM Aceh)

NUKILAN.ID | JANTHO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) menggandeng komunitas penyandang disabilitas dalam kegiatan sosialisasi keamanan obat dan makanan, Rabu (16/07/2025) di Station Coffee, Aceh Besar. Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta dari berbagai organisasi disabilitas seperti Children and Youth Disabilities for Change (CYDC), Roda Tiga Koetaradja (RTK), dan Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin).

Kepala BPOM Aceh, Yudi Noviandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen BPOM untuk memastikan akses informasi yang setara dan inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Keterlibatan komunitas disabilitas penting agar mereka juga memiliki perlindungan dan pemahaman terhadap produk yang dikonsumsi,” ujar Yudi dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (17/7/2025).

Peserta dibekali pengetahuan mengenai prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) serta penggunaan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi legalitas produk. Kegiatan ini juga menghadirkan dialog interaktif bersama Ketua CYDC, Erlina Marlinda, yang menyampaikan harapan agar informasi publik disampaikan dalam format yang ramah disabilitas, seperti audio untuk tunanetra atau bahasa isyarat untuk tunarungu.

Narasumber dari BPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak atas akses informasi dan layanan kesehatan. Ia menegaskan pentingnya peran komunitas disabilitas dalam pengawasan peredaran obat dan makanan di lingkungan mereka.

Melalui kegiatan ini, BPOM Aceh berharap dapat mendorong kemandirian penyandang disabilitas dalam memilih dan mengawasi produk konsumsi yang aman, serta membuka ruang kolaborasi untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih ramah dan inklusif. []

Reporter: Sammy

Bupati Abdya Ditunjuk Jadi Korwil APKASI Aceh untuk Periode 2025–2030

0
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, resmi ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Aceh dalam kepengurusan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk masa bakti 2025–2030.

Penunjukan itu dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI APKASI 2025 yang berlangsung di Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025). Para pengurus dikukuhkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Kita ditunjuk sebagai Korwil Aceh APKASI periode 2025–2030. Selain saya ada juga beberapa bupati lainnya dari Aceh yang masuk dalam dewan pengurus,” kata Safaruddin dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Kamis.

Dalam struktur pengurus APKASI 2025–2030, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menjabat sebagai Ketua Umum. Ia didampingi oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang ditunjuk sebagai Ketua Harian.

Dari Aceh, sejumlah kepala daerah juga tercatat masuk dalam jajaran pengurus. Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, dipercaya sebagai Ketua Bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan. Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), menjadi Ketua Bidang Pertanian. Sementara itu, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris (Syech Muharram), menjabat sebagai Sekretaris Bidang Pengentasan Kemiskinan.

Safaruddin menilai, kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Korwil Aceh merupakan kesempatan untuk mempererat kolaborasi antar kabupaten/kota di Aceh demi kemajuan daerah.

“Tentunya kita berharap ke depan dapat menjalin kerja sama yang lebih baik dengan pemerintah pusat dan daerah lain demi kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya.

Lebih jauh, Safaruddin juga mengajak seluruh kepala daerah di Aceh untuk bersinergi dalam membawa perubahan yang lebih baik, terutama dalam hal pelayanan publik dan inovasi pemerintahan.

“Mari sama-sama kita memperlihatkan ke nasional bagaimana kolaborasi antar kabupaten/kota di Aceh, dan sinergitas antara pemerintah provinsi dan Pusat,” demikian Safaruddin.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Editor: AKil

Pohon Tumbang Sebabkan Kemacetan di Jalan Nasional Aceh-Medan

0
Petugas menebang pohon yang tumbang di badan Jalan Nasional B Aceh-Medan, tepatnya di kawasan Bugha, Gampong Cot Sireutoh, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (17/7/2025). (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.ID | JANTHO – Sebuah pohon tumbang melintang di badan Jalan Nasional B Aceh-Medan, tepatnya di kawasan Bugha, Gampong Cot Sireutoh, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 11.36 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan kemacetan lalu lintas, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Besar, Iqbal mengatakan, informasi pertama kali diterima oleh petugas piket Pos Pemadam Kebakaran BPBD Aceh Besar wilayah Seulimum melalui pesan WhatsApp Group Garda Damkar Abes. Pohon berukuran besar itu tumbang dan menutup seluruh badan jalan, sehingga menyebabkan gangguan lalu lintas bagi kendaraan yang melintas di jalur utama tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkar BPBD Aceh Besar Pos Seulimum segera bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan pemotongan pohon berupa mesin gergaji (chainsaw). Sebanyak tiga personel diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat di lokasi.

“Kami langsung ke lokasi begitu mendapat informasi. Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan dengan cepat agar lalu lintas segera normal kembali,” ujar Iqbal dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (17/7/2025).

Upaya penanganan pohon tumbang tersebut mendapat bantuan dari aparat kepolisian setempat yang mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak terjadi penumpukan panjang selama proses evakuasi berlangsung. Selain itu, personel TNI dari Koramil setempat juga turut membantu proses pembersihan.

Evakuasi dan pembersihan pohon tumbang selesai dilakukan pada pukul 12.15 WIB. Setelah pohon berhasil dipotong dan dibersihkan dari badan jalan, arus lalu lintas kembali normal dan kendaraan dapat melintas seperti biasa.

BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, terutama saat musim penghujan atau cuaca ekstrem. Pihaknya juga meminta warga agar segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi kejadian serupa, agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. []

Reporter: Sammy

Persiraja Perpanjang Kontrak Akhyar Ilyas

0
Akhyar Ilyas
Akhyar Ilyas saat menandatangani kontrak baru dengan Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul. (Foto: Persiraja)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh resmi memperpanjang kontrak Akhyar Ilyas sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Keputusan ini diumumkan langsung melalui akun resmi Instagram klub, @persiraja_official, pada Kamis (17/7/2025).

Dalam unggahan tersebut, manajemen Persiraja menulis, “𝐀𝐊𝐇𝐘𝐀𝐑 𝐈𝐋𝐘𝐀𝐒 𝐒𝐓𝐀𝐘,” yang menandakan kepercayaan klub asal Banda Aceh tersebut terhadap sosok Akhyar.

Dikutip Nukilan.id dari unggahan itu, manajemen klub menyampaikan “Persiraja kembali memperpanjang kontrak pelatih Akhyar Ilyas untuk kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Lantak Laju!”

Keputusan mempertahankan Akhyar tak lepas dari performa impresif Persiraja di musim sebelumnya. Meski gagal promosi ke BRI Super League, Laskar Rencong tampil sebagai tim paling produktif di Pegadaian Liga 2 musim 2024/25 dengan torehan 42 gol. Persiraja hanya kalah satu gol dari Persipura Jayapura yang mencetak 43 gol dan harus bermain di babak play-off degradasi.

Dari 22 pertandingan yang dijalani, Persiraja mencatat 13 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 5 kali menelan kekalahan.

Menjelang musim baru, Persiraja juga telah mengumumkan jadwal latihan perdana yang akan digelar pada Jumat, 25 Juli 2025. Latihan ini akan menjadi momentum awal bagi skuad Lantak Laju untuk kembali mengincar tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Akhyar Ilyas sendiri dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan permainan menyerang dan sukses membentuk tim yang solid meski dengan keterbatasan anggaran. Musim ini, harapan suporter kembali tertumpu pada kemampuannya meracik strategi jitu demi membawa Persiraja kembali ke Super League.

Reporter: Akil

GeRAK Minta Penegak Hukum Selidiki Dana MTQ Aceh Barat 2025

0
Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra. (Foto: GeRAK Aceh)

NUKILAN.ID | Meulaboh — Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh Barat mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki penggunaan anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 tahun 2025 di Kabupaten Aceh Barat. Desakan ini muncul menyusul dugaan tidak transparannya publikasi dana kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Syariat Islam setempat.

“Jadi bila ini dilakukan dengan upaya menutupi anggaran (publikasi), maka kami mendorong aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dalam pelaksanaan acara MTQ tersebut sehingga menjadi terang benderang,” ujar Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra, Rabu (16/7/2025).

Menurut Edy, pengelolaan keuangan negara harus dilakukan secara terbuka dan transparan, sebagaimana amanat undang-undang serta aturan teknis lainnya. Ia menegaskan bahwa informasi terkait penggunaan dana MTQ bukanlah informasi rahasia negara.

“Dana MTQ ini harus terpublikasi kepada publik berkenaan anggaran negara yang dipergunakan untuk kepentingan publik,” katanya.

Edy juga menyoroti minimnya informasi yang disampaikan kepada publik terkait anggaran kegiatan keagamaan tersebut. Padahal, menurutnya, nilai-nilai syiar Islam seharusnya mendorong keterbukaan dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan publik.

“Syiar Islam itu justru mendorong kita berbuat ke arah yang jujur (transparan) dan bertanggungjawab dalam pengelolaan uang negara,” ucapnya.

Ia menilai, bila benar terdapat upaya menutup-nutupi akses informasi kepada publik, maka patut diduga adanya kejanggalan dalam pelaksanaan anggaran MTQ. Karena itu, GeRAK Aceh Barat mendesak pimpinan daerah untuk memanggil Kepala Dinas Syariat Islam guna meminta penjelasan terkait persoalan tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Editor: Akil

Cegah Abrasi, Pemkab Aceh Barat Tanam Seribu Pohon di Pesisir Meulaboh

0
Pemkab Aceh Barat Tanam Seribu Pohon di Pesisir Meulaboh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menanam seribu pohon pinus dan ketapang di sepanjang Pantai Batee Puteh, Meulaboh, Aceh, sebagai langkah mitigasi abrasi pantai yang semakin mengkhawatirkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Barat, Bukhari, mengatakan bahwa penanaman ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

“Penanaman pohon ini juga dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia,” ujar Bukhari, Rabu (16/7/2025).

Ia menjelaskan, seluruh pohon yang ditanam akan dirawat secara berkelanjutan hingga mencapai usia dewasa.

“Insya Allah, kami perkirakan dalam waktu sekitar tiga tahun, pohon-pohon yang kami tanam ini akan tumbuh dewasa,” tambahnya.

Langkah ini diyakini tak hanya membantu mencegah abrasi, tetapi juga menjaga kesejukan kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Aceh Barat, Wishta Nowar, menyatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak semestinya hanya bersifat seremonial.

“Hari Lingkungan Hidup tidak boleh hanya menjadi upacara, tetapi harus dirayakan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari,” kata Wishta Nowar saat turut menanam pohon di lokasi kegiatan.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya, isu lingkungan secara resmi dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, baik jangka menengah maupun tahunan.

“Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Alihbahasa oleh Akil dari Antara English.

Polda Aceh Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp6,6 Miliar di Simeulue

0
Direktur Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Zulhir Destrian. (Foto: Bidhumas Polda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh resmi menaikkan status penanganan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Simeulue ke tahap penyidikan.

Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp6,6 miliar dan bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang dialokasikan dalam APBK Simeulue tahun anggaran 2023. Kegiatan proyek dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Simeulue.

Direktur Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Zulhir Destrian, mengatakan bahwa penyidikan dilakukan setelah adanya gelar perkara dan ditemukan bukti permulaan adanya tindak pidana korupsi.

“Peningkatan status penanganan kasus dari penyelidikan ke penyidikan diputuskan dalam menggelar perkara setelah ditemukan bukti permulaan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan tersebut,” kata Zulhir di Banda Aceh, Rabu (16/7/2025).

Proyek yang disorot adalah peningkatan Jalan Simpang Air Dingin–Labuhan Bajau di Kabupaten Simeulue, yang pelaksanaannya berlangsung dalam kurun waktu 2023 hingga 2024.

Zulhir menjelaskan bahwa proyek tersebut secara kontrak seharusnya dikerjakan oleh CV RPJ. Namun, pada kenyataannya, pekerjaan dilakukan oleh pihak lain yang tidak tercantum dalam akta pendirian perusahaan.

Selain itu, hasil penyelidikan mengungkap adanya ketidaksesuaian tenaga manajerial proyek dengan yang tercantum dalam kontrak. Ketidaksesuaian ini diketahui oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta konsultan pengawas, namun tidak ada tindakan pemutusan kontrak.

Tidak hanya pelanggaran administrasi, hasil pemeriksaan ahli dari Politeknik Negeri Lhokseumawe juga menemukan bahwa pekerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi teknis dan mengalami kekurangan volume.

Atas temuan tersebut, penyidik menjerat pihak-pihak yang bertanggung jawab dengan Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa dan meminta keterangan 31 orang pihak terkait. Penyidik terus bekerja menemukan bukti awal guna menetapkan pihak yang dianggap bertanggung jawab sebagai tersangka,” pungkas Zulhir.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Editor: AKil

BPBD: Banjir Rendam Jalan Lintas di Aceh Barat

0
Banjir Rendam Jalan Lintas di Aceh Barat. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Hujan deras yang melanda Kabupaten Aceh Barat menyebabkan jalan lintas kecamatan di kawasan Ateung Teupat, Kecamatan Bubon, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 35 hingga 40 sentimeter, Rabu (16/7/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyebutkan, genangan banjir mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama dalam hal transportasi.

“Akibat terendamnya badan jalan ini telah menyebabkan akses transportasi publik terganggu,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah.

Ronald menambahkan, warga kini harus mencari jalur alternatif menuju pusat ibu kota kabupaten karena akses utama tidak dapat dilintasi secara normal.

“Kalau pun bisa diakses jalannya harus menggunakan truk atau kendaraan yang tinggi dan besar,” katanya.

Situasi ini mendorong aparat gabungan dari kecamatan, TNI, dan Polri untuk turun langsung membantu warga yang melintas. Camat Bubon, Surianto, mengatakan pihaknya bersiaga di lokasi banjir bersama personel TNI dan Polri.

“Guna membantu masyarakat melintasi genangan banjir, prajurit TNI juga bersiaga di lokasi banjir,” ujar Surianto.

Ia menambahkan, curah hujan yang tinggi sejak beberapa waktu terakhir telah mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pengguna jalan di wilayah tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Editor: Akil