Beranda blog Halaman 334

Perkuat Arah Kebijakan, Gubernur Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh

0
Gubernur Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.IDBANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf secara resmi melantik Dewan Ekonomi Aceh (DEA) dalam sebuah prosesi yang digelar di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis malam (9/10/2025).

Amatan Nukilan.id, pelantikan tersebut turut dihadiri oleh anggota DPR RI asal Aceh, unsur Forkopimda, para penasihat dan anggota Dewan Ekonomi Aceh, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perusahaan, BUMN dan BUMD, lembaga ekonomi dan keuangan, serta Kepala SKPA terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa pembentukan Dewan Ekonomi Aceh merupakan langkah penting untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi daerah yang lebih berbasis pengetahuan, kolaboratif lintas sektor, serta responsif terhadap perubahan global.

“Dewan ini menjadi mitra Pemerintah Aceh dalam merumuskan dan mengawal kebijakan ekonomi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran para pakar di dalamnya menunjukkan semangat baru yang akan menjadi modal dalam memajukan Aceh,” ujar Gubernur.

Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi besar Aceh di berbagai sektor, terutama perkebunan dan pertanian, untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Ini tanggung jawab kita bersama agar Aceh menjadi maju sebagaimana yang kita harapkan, sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan di seluruh daerah di Indonesia,” kata Gubernur.

Dewan Ekonomi Aceh diharapkan berperan aktif dalam penyusunan analisis ekonomi berbasis data guna pengentasan kemiskinan dan pengangguran, memberikan rekomendasi kebijakan fiskal dan investasi, menentukan arah sektor unggulan daerah, serta mendorong transformasi menuju ekonomi hijau dan digital. Selain itu, DEA juga diharapkan menjadi mitra pengendali kebijakan agar pelaksanaannya tetap efektif dan berkelanjutan. [XRQ]

Reporter: AKil

Bupati Aceh Barat Lepas Peserta “Raja Desa”: Semangat Baru Membangun Gampong dari Tangan Sarjana Muda

0
Bupati Aceh Barat Lepas Peserta “Raja Desa”. (Foto: Humas Aceh Barat)

NUKILAN.IDMEULABOH – Semangat membangun desa semakin menggelora di Aceh Barat. Pada Kamis (9/10/2025), Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM secara resmi melepas peserta program Sarjana Membangun Gampong (RajaDesa) di Aula Cut Nyak Dhien, Kantor Bappeda setempat.

Program RajaDesa merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Universitas Teuku Umar (UTU). Inisiatif ini dihadirkan untuk menyalurkan energi muda dan ide-ide segar dari kalangan akademisi guna memperkuat pembangunan di tingkat gampong.

Bupati Tarmizi menegaskan, kehadiran para sarjana di tengah masyarakat desa bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa ilmu, inovasi, dan semangat baru bagi kemajuan gampong.

“Kami berharap para sarjana ini bukan hanya datang untuk mengabdi, tapi juga belajar dari masyarakat. Bangun komunikasi, dengarkan suara rakyat, dan jadikan ilmu kalian solusi nyata di lapangan,” pesan Bupati.

Melalui program ini, pemerintah daerah bersama kampus berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan. Para peserta akan ditempatkan di berbagai gampong untuk membantu pemerintah desa dalam bidang perencanaan, pengembangan ekonomi kreatif, hingga digitalisasi pelayanan publik.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian UTU, Khairunisa, turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Sinergi seperti ini adalah bentuk nyata kampus hadir untuk negeri. Para sarjana bukan hanya berpikir dari ruang kelas, tapi langsung berkontribusi di lapangan,” ujarnya.

Dengan semangat muda dan tekad untuk mengabdi, para peserta RajaDesa berangkat membawa harapan baru—menjadikan gampong bukan sekadar tempat tinggal, tetapi pusat kemajuan dan kemandirian masyarakat.

Editor: Akil

GP Ansor Desak Polda Aceh Usut Tuntas Kasus Penghinaan Simbol Islam di TikTok

0
Ketua GP Ansor Banda Aceh, Saiful Amri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Banda Aceh mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku penistaan agama yang tengah viral di media sosial.

Desakan tersebut muncul setelah maraknya unggahan di TikTok dan Instagram yang dinilai menghina ajaran Islam. Salah satu akun yang paling menyita perhatian publik adalah @tersadarkan5758 milik Putra Muslem Mahmud, warga Aceh yang diduga membuat konten berisi hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan Ka’bah.

Akun dengan nama TERSADARKAN itu menampilkan sejumlah video pendek bernada provokatif yang menyindir ajaran Islam dengan bahasa kasar dan cenderung melecehkan. Dalam salah satu unggahan yang kini tersebar luas, pria tersebut dengan terang-terangan mengucapkan kata-kata yang menghina Nabi Muhammad SAW serta menyebut Ka’bah dengan sebutan merendahkan.

Tindakan itu pun menuai kecaman luas dari masyarakat Aceh yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Ketua GP Ansor Banda Aceh, Saiful Amri, saat diwawancarai Nukilan.id mengecam keras tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum bertindak cepat.

“Fenomena ini sangat memprihatinkan. Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, tapi justru dari sini muncul konten yang menistakan agama dan mempermainkan simbol-simbol keislaman. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga cermin krisis moral dan pemahaman agama yang serius,” ujar Saiful Amri.

Ia menilai, tindakan pelaku tidak hanya melanggar norma sosial dan nilai keislaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan kegaduhan serta perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kebebasan berekspresi di ruang digital tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerang keyakinan agama orang lain.

“Kami mendukung kebebasan berpendapat, tapi bukan kebebasan untuk menghina agama. Jika dibiarkan, hal seperti ini akan menciptakan efek domino generasi muda bisa menganggap wajar untuk memperolok hal-hal sakral,” tegasnya.

Saiful juga mendorong Polda Aceh, melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus, segera menindaklanjuti kasus tersebut. Ia mengingatkan bahwa penistaan agama merupakan tindak pidana serius sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP.

“Kami minta aparat bertindak cepat. Jangan sampai keresahan masyarakat semakin meluas. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pembelajaran dan efek jera bagi siapa pun yang mencoba menistakan agama,” katanya.

Di sisi lain, GP Ansor Banda Aceh mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat berwenang.

Sebagai organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor juga mengajak generasi muda memperkuat literasi digital serta menanamkan kembali nilai-nilai akhlakul karimah dalam penggunaan media sosial.

“Kita harus introspeksi. Mengapa dari Aceh, yang dikenal dengan Syariat Islam-nya, bisa muncul konten seperti ini? Ini sinyal bahwa kita perlu memperkuat pendidikan agama dan karakter, terutama di kalangan anak muda,” tutur Saiful.

Ia menegaskan bahwa media sosial seharusnya menjadi ruang untuk menyebarkan pesan positif dan mendidik, bukan untuk menebar kebencian atau menghina keyakinan orang lain.

“Mari jadikan media sosial sebagai sarana dakwah, edukasi, dan kebaikan. Jangan sampai dunia maya kita justru menjadi ruang penyebar kebencian,” pungkasnya. (xrq)

Reporter: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Sentuh Rp 6,9 Juta per Mayam

0
Perhiasan di Toko Emas Italy di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh hari ini, Jum’at (9/10) mencapai Rp6.900.000 per mayam. 

Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan yang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per mayam tergantung model perhiasan.

Daffa, pedagang emas di Toko Italy, menjelaskan bahwa harga tersebut mengalami kenaikan dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp6.850.000 per mayam.

“Harga emas hari ini Rp6.900.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan,” ujar Daffa kepada Nukilan, Rabu (9/10/2025).

Menurut Daffa, kenaikan harga emas ini dipicu oleh tingginya permintaan dari negara China yang tengah memborong emas dalam jumlah besar.

“Penyebab kenaikan emas dikarenakan negara China banyak memborong emas, maka dari itu harga emas naik,” jelasnya.

Sementara itu, harga emas batangan Antam hari ini tercatat mencapai Rp2.830.000 per gram.

Reporter: Rezi

1.000 Pemancing Akan Ramaikan Banda Aceh Fishing Tournament 2025, Promosikan Wisata Bahari Ibu Kota Serambi Mekkah

0
Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dispar Kota Banda Aceh Triansyah Putra. (Foto: Humas TRB)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 1.000 pemancing dari berbagai daerah di Aceh ambil bagian dalam ajang Banda Aceh Fishing Tournament 2025, yang digelar di kawasan Kilometer Nol, Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, pada 12 Oktober 2025.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh bersama Komunitas Tim Rencana Besar (TRB) Fishing Aceh ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pehobi mancing sekaligus upaya mempromosikan potensi wisata bahari di ibu kota Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Triansyah Putra, mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari strategi promosi wisata yang melibatkan komunitas.

“Turnamen memancing ini merupakan bagian dari strategi mempromosikan wisata bahari Kota Banda Aceh melalui kolaborasi dengan komunitas pemancing,” kata Triansyah Putra kepada Nukilan.id Kamis (09/10/2025).

Selain sebagai ajang promosi wisata, kata Triansyah, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk beraktivitas positif yang dapat berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.

“Melalui lomba memancing ini, Pemerintah Kota Banda Aceh juga memperkenalkan kekayaan laut, keindahan pantai, dan keramahan masyarakat ibu kota Provinsi Aceh kepada wisatawan domestik, nusantara, maupun mancanegara,” ujarnya.

Turnamen yang mengusung tema kolaborasi dalam hobi dan kreativitas guna memajukan pariwisata Kota Banda Aceh ini juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Selama ini, di lokasi lomba memancing tersebut merupakan destinasi wisata dan titik memancing masyarakat. Namun kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih minim, maka banyak sampah di tempat tersebut,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, peserta juga diajak melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar area memancing agar kawasan tetap indah dan bebas dari sampah plastik.

“Kami berharap kegiatan ini ke depan menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memajukan pariwisata. Tentu untuk kesuksesan visi ini tidak lepas dari dukungan para komunitas memancing,” tutur Triansyah.

Sementara itu, Ketua TRB Fishing Aceh, Amru, mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi. Awalnya panitia hanya menargetkan 800 peserta, namun karena minat masyarakat meningkat, jumlahnya ditambah menjadi 1.000 orang.

“Hingga hari penutupan pendaftaran, dari 1.000 pendaftar tercatat 200 peserta lebih berasal dari 15 kabupaten kota di luar Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Dari jumlah tersebut yang paling banyak dari wilayah barat selatan,” kata Amru.

Ia menambahkan, pemenang lomba dibagi dalam dua kategori, yakni tradisional dan casting, dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah serta berbagai doorprize menarik.

“Selain uang tunai untuk para juara, juga ada menarik lainnya berupa satu unit sepeda motor, dua unit sepeda listrik, dan alat pancing premium, serta ratusan hadiah menarik lainnya,” ujar Amru.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pemancing, tetapi juga momentum memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota wisata bahari yang bersih, ramah, dan terbuka bagi para pencinta alam serta wisatawan dari berbagai daerah. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Naik Lagi, Sentuh Rp 2,16 Juta per Gram

0
Ilustrasi untung rugi jual emas di toko perhiasan (Photo by Pixabay)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh kembali menunjukkan kenaikan pada Rabu (9/10/2025). Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari toko perhiasan Bina Nusa, harga emas logam mulia (LM) kini berada di kisaran Rp 2.160.000 hingga Rp 2.140.000 per gram, naik dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu, harga emas lokal tercatat Rp 2.132.000 hingga Rp 2.115.000 per gram. Adapun harga emas per mayam mencapai Rp 6.910.000, belum termasuk ongkos pembuatan.

Kenaikan harga ini melanjutkan tren penguatan emas yang terjadi sejak awal Oktober 2025. Peningkatan harga global dan ketidakpastian ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya minat masyarakat terhadap logam mulia sebagai instrumen investasi yang relatif aman.

Informasi harga emas harian dapat diakses melalui akun media sosial resmi @bina.nusa di Instagram dan Bina Nusa di Facebook, atau melalui nomor WhatsApp 0811-6810-030 untuk mendapatkan pembaruan langsung setiap hari. (XRQ)

Reporter: Akil

Tambang Emas Ilegal di Aceh Marak, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

0
Kondisi sungai di Geumpang, Pidie, Aceh, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat pertambangan emas ilegal. (Foto: Boyhaqie)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tambang emas ilegal masih menjadi persoalan utama di Aceh. Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh menunjukkan aktivitas penambangan tanpa izin tersebar di Aceh Jaya, Aceh Selatan, Pidie, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Tengah. Penambangan tersebut umumnya menggunakan air raksa atau merkuri yang berpotensi merusak lingkungan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mencatat, luas tambang emas ilegal di provinsi itu terus meningkat. Pada 2023, luasnya mencapai 6.805 hektar, naik menjadi 8.107 hektar pada 2024. Tambang terbesar berada di Aceh Barat seluas 4.223 hektar, disusul Nagan Raya (2.505 hektar), Pidie (800 hektar), Aceh Jaya (443 hektar), Aceh Tengah (97 hektar), Aceh Selatan (31 hektar), dan Aceh Besar (5 hektar).

“Kerusakan yang ditimbulkan di hutan lindung sekitar 3.700 hektar, di hutan produksi (1.312 hektar), dan di Kawasan Ekosistem Leuser (1.882 hektar),” jelas Ahmad Shalihin, Direktur Walhi Aceh, Selasa (30/9/2025).

Ia menambahkan, aktivitas tambang biasanya meningkat menjelang pesta politik. Pada Januari 2024, pembukaan tambang baru mencapai 309 hektar. Angka itu naik menjelang pemilihan kepala daerah, yakni 224 hektar pada Agustus, 105 hektar pada September, dan 198 hektar pada Oktober.

“Pola seperti ini harus dicermati kedepannya,” ujarnya.

Sementara itu, laporan Panitia Khusus (Pansus) Mineral dan Batubara serta Minyak dan Gas DPR Aceh tahun 2025 menyebutkan kondisi alam dan lingkungan di Aceh hancur akibat kegiatan pertambangan ilegal.

“Kegiatan itu dilakukan dengan cara membabi buta oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” kata Nurdiansyah Alasta, Juru Bicara Pansus DPR Aceh, dikutip dari kanal Youtube DPR Aceh, Kamis (25/9/2025).

Pansus menemukan, tambang emas ilegal terjadi di 450 titik dengan jumlah alat berat atau ekskavator mencapai 1.000 unit. Setiap alat berat disebut wajib menyetor Rp30 juta per bulan untuk biaya keamanan yang diberikan kepada oknum di wilayah masing-masing.

“Setoran sudah berlangsung lama dan dibiarkan tanpa upaya memberantasnya,” ungkap Nurdiansyah.

Ia juga menegaskan bahwa tambang emas ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial di masyarakat.

“Kami mendesak Gubernur Aceh untuk segera mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh lokasi,” tambahnya.

Ahmad Shalihin menyebut, temuan pansus bukan hal baru. Menurutnya, praktik tambang tanpa izin sudah berlangsung puluhan tahun.

“Karena sudah disampaikan terbuka, kami berharap dapat dituntaskan hingga ke penerima biaya keamanan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya pengungkapan pihak penerima setoran karena selama ini penegakan hukum hanya menjerat pekerja lapangan, bukan aktor utama.

“Tambang ilegal tidak mungkin masif tanpa pemodal besar, pihak yang melindungi, peralatan berat, dan jaringan distribusi,” tegasnya.

Menurutnya, kerugian negara akibat tambang ilegal tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga mencakup kerusakan lingkungan.

“Rusaknya hutan, tercemarnya sungai oleh merkuri dan sianida, serta hilangnya sumber air bersih masyarakat merupakan kerugian yang harus diperhitungkan,” paparnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan pemerintah akan menata kembali sektor pertambangan. Ia memberi waktu dua minggu bagi pelaku tambang ilegal untuk menghentikan aktivitas dan mengeluarkan alat berat dari lokasi.

“Tambang emas ilegal dengan alat berat atau beko, segera dikeluarkan dari hutan terhitung sekarang,” ujarnya seusai rapat paripurna DPR Aceh, Kamis (25/9/2025).

Muzakir menyebut, akibat aktivitas tambang ilegal, Aceh mengalami kerugian hingga dua triliun rupiah setiap tahun.

“Penataan ulang perizinan akan dilakukan sesuai perundang-undangan,” tegasnya.

Inflasi Aceh Capai 4,45 Persen pada September 2025, Cabai Merah dan Emas Jadi Pendorong Utama

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat tingkat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Aceh pada September 2025 sebesar 4,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,03. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dirangkum Nukilan dari laporan terbaru BPS Aceh, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 5,80 persen dengan IHK 113,65, sedangkan inflasi terendah terdapat di Kota Banda Aceh dengan angka 3,67 persen dan IHK 109,73.

“Secara umum, inflasi Aceh masih berada pada level moderat dan relatif terkendali, meskipun tekanan harga dari komoditas pangan masih cukup kuat,” tulis BPS Aceh dalam laporannya, dikutip Nukilan, Kamis (9/10/2025).

BPS menjelaskan, kenaikan harga terutama disebabkan oleh meningkatnya indeks pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang tumbuh 9,05 persen (y-on-y) dan memberikan andil inflasi sebesar 3,30 persen.

Komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan September 2025 antara lain cabai merah (0,80 persen), beras (0,37 persen), bawang merah (0,33 persen), sigaret kretek mesin (0,21 persen), serta daging ayam ras dan ikan dencis.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberi kontribusi besar, yakni inflasi 10,57 persen dengan andil 0,59 persen, didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan (0,54 persen), pasta gigi, dan sabun mandi.

Sementara kelompok pakaian dan alas kaki mencatat inflasi 2,81 persen, kelompok kesehatan naik 2,58 persen, serta kelompok transportasi tumbuh 0,70 persen. []

Reporter: Sammy

Ekspor Aceh Turun 6,89 Persen pada Agustus 2025, Neraca Perdagangan Masih Surplus

0
Ilustrasi ekspor. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat nilai ekspor barang asal Aceh pada Agustus 2025 sebesar 57,13 juta dolar AS, turun 6,89 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 61,35 juta dolar AS.

Sementara nilai impor tercatat 29,90 juta dolar AS, turun tajam 42,74 persen dibanding Juli 2025. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Agustus 2025 mengalami surplus sebesar 27,23 juta dolar AS.

Dikutip Nukilan dari laporan terbaru BPS Aceh, seluruh ekspor Aceh pada Agustus 2025 berasal dari komoditas nonmigas. Nilai ekspor nonmigas tersebut meningkat 2,24 persen (m-to-m) dan tumbuh 13,26 persen (y-on-y) dibanding Agustus 2024.

Komoditas utama ekspor masih didominasi oleh batubara senilai 34,81 juta dolar AS atau sekitar 60,93 persen dari total ekspor. Diikuti oleh minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 12,86 juta dolar AS atau 22,51 persen, serta kopi dan rempah-rempah senilai 4,15 juta dolar AS.

Selain itu, terdapat kontribusi dari komoditas produk kimia (2,23 juta dolar AS), ikan dan udang olahan (626 ribu dolar AS), dan bahan anyaman nabati seperti cangkang kernel kelapa sawit (979 ribu dolar AS).

“Batubara dan minyak sawit masih menjadi tulang punggung ekspor Aceh hingga saat ini,” tulis BPS Aceh dalam keterangan resminya.

Menurut negara tujuan, ekspor asal Aceh selama Agustus 2025 paling besar ditujukan ke India senilai 48,86 juta dolar AS atau 85,53 persen dari total nilai ekspor. Komoditas utama yang dikirim ke India adalah batubara dan minyak kelapa sawit.

Posisi berikutnya ditempati Jepang dengan nilai ekspor 2,36 juta dolar AS dan Amerika Serikat sebesar 1,27 juta dolar AS. Ekspor ke Jepang didominasi oleh produk nabati seperti cangkang kelapa sawit, sementara ekspor ke AS banyak berupa kopi dan rempah-rempah.

Negara tujuan ekspor lain yang juga menerima komoditas dari Aceh adalah Belgia, Malaysia, Kanada, dan Tiongkok, meski dengan nilai yang lebih kecil. []

Reporter: Sammy

Anggota DPR RI Asal Aceh, Muslim Ayub: Imigrasi Harus Tolak Atlet Israel

0
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Muslim Ayub, SH, MM. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Muslim Ayub, SH, MM, menyerukan agar Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia secara tegas menolak kedatangan atlet Israel yang direncanakan tampil dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Muslim menegaskan bahwa keputusan menerima atau menolak visa merupakan hak kedaulatan (sovereign right) setiap negara sebagaimana diatur dalam Konvensi Hukum Internasional dan prinsip non-interference. Karena itu, Indonesia berhak penuh menolak warga negara dari negara yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan universal.

“Penolakan terhadap atlet Israel bukanlah tindakan diskriminatif, melainkan bentuk penegakan prinsip jus cogens dalam hukum internasional — yaitu larangan atas genosida, kejahatan perang, dan apartheid. Israel telah berulang kali melanggar prinsip itu,” tegas Muslim Ayub di Jakarta.

Ia menilai, kehadiran atlet Israel di Indonesia akan menyulut kemarahan publik dan mencederai komitmen politik luar negeri Indonesia yang sejak awal berdiri berpihak pada kemerdekaan dan keadilan bagi Palestina.

“PB Persani jangan bermain di wilayah yang menyentuh luka sejarah bangsa. Undangan kepada atlet Israel bukan sekadar urusan olahraga — ini persoalan moral, kemanusiaan, dan konstitusi,” ujarnya.

Muslim mengutip amanat Pembukaan UUD 1945 alinea pertama, bahwa “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.”

Menurutnya, sikap itu menjadi fondasi moral dan konstitusional bagi Indonesia untuk menolak segala bentuk hubungan, termasuk olahraga, dengan pihak yang melakukan penindasan terhadap bangsa lain.

“Kita tidak boleh menormalisasi hubungan dengan pelaku pelanggaran HAM berat. Selama genosida di Gaza terus berlangsung, selama Palestina belum merdeka, Indonesia wajib konsisten berdiri di sisi kemanusiaan,” tegasnya.

Muslim juga menyoroti posisi Direktorat Jenderal Imigrasi yang menurutnya harus menjalankan fungsi kedaulatan negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, terutama Pasal 75 ayat (1) yang memberi kewenangan kepada pejabat imigrasi untuk menolak atau membatasi masuknya orang asing yang dianggap dapat mengganggu ketertiban umum dan keamanan nasional.

“Imigrasi punya dasar hukum yang kuat untuk menolak. Jangan biarkan simbol-simbol penjajahan dan pelaku kejahatan kemanusiaan menjejak di tanah Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, penolakan ini bukan anti-perdamaian, melainkan justru bentuk nyata diplomasi moral Indonesia di tengah kebisuan dunia internasional terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.

“Hukum progresif mengajarkan bahwa keadilan tidak boleh tunduk pada formalitas prosedural. Ketika kemanusiaan dilanggar, negara wajib berpihak kepada korban, bukan pelaku,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Federasi Senam Israel telah mendaftar untuk mengikuti 53rd Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025 yang dijadwalkan berlangsung 19–25 Oktober 2025. Ajang tersebut akan diikuti sekitar 500 atlet dari 78 negara.

Muslim Ayub menegaskan, penegakan kedaulatan hukum dan moral bangsa harus lebih tinggi daripada kepentingan event internasional apa pun.

“Indonesia akan kehilangan martabatnya bila membiarkan atlet Israel berlaga di Jakarta. Ini bukan soal olahraga, ini soal kemanusiaan,” tutup Muslim Ayub.