Beranda blog Halaman 287

Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda Kini Dijabat Putra Daerah

0
Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda Kini Dijabat Putra Daerah. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dua pucuk pimpinan aparat keamanan di Aceh kini dipegang oleh putra daerah. Kapolda Aceh dijabat Brigjen Marzuki Ali Basyah asal Pidie, sementara Pangdam Iskandar Muda (IM) dipercayakan kepada Mayjen TNI Niko Fahrizal, putra kelahiran Banda Aceh.

Brigjen Marzuki Ali Basyah, kelahiran Tangse, Pidie, 20 Juni 1968, resmi dilantik sebagai Kapolda Aceh oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Hasil penelusuran Nukilan.id, suami dari Ira Marzuki Ali Basyah itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Kariernya pernah melejit sebagai Kapolres Dairi pada 2008 dan Kapolres Simalungun pada 2010. Marzuki juga sempat menjabat Kepala BNNP Aceh, Irwasda Polda Aceh, hingga Karo SDM Polda Aceh.

Selain itu, ia juga pernah bertugas di sejumlah wilayah kepolisian seperti Polda Jawa Barat, Polda Sumut, Polda Gorontalo, hingga Polda Sulawesi Tengah. Marzuki menggantikan Irjen Achmad Kartiko yang dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri (Penugasan Luar Struktur).

“Benar, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah telah dilantik oleh Kapolri sebagai Kapolda Aceh,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto dalam keterangannya.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda dijabat Mayjen TNI Niko Fahrizal, putra kelahiran Peunayong, Kota Banda Aceh, 10 September 1968. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri (Raider).

Suami dari Eva Niko Fahrizal itu resmi menjabat Pangdam IM sejak Maret 2024 melalui upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Dalam karier militernya, Niko pernah menduduki sejumlah posisi penting, mulai dari Irdam Iskandar Muda, Danrindam Iskandar Muda, hingga Dansecapaad. Ia juga pernah mengawali karier sebagai Dankipan A Yonif Raider 321 Kostrad, Danyonif Raider 200/Bhakti Negara, serta Dandim 0406/Musirawas.

Dengan kepemimpinan Marzuki Ali Basyah di Polda Aceh dan Niko Fahrizal di Kodam Iskandar Muda, masyarakat Aceh kini menyaksikan dua putra daerah menduduki jabatan strategis di sektor keamanan Tanah Rencong. (XRQ)

Reporter: Akil

Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah Dilantik sebagai Kapolda Aceh

0
Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah (kiri). Foto: Dok. Polda Aceh

NUKILAN.id | Banda Aceh — Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah resmi menjabat sebagai Kapolda Aceh setelah dilantik oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2025. Ia menggantikan Irjen Pol Achmad Kartiko yang mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri.

Irjen Achmad Kartiko sendiri telah menjabat sebagai Kapolda Aceh sejak 26 September 2023 menggantikan Irjen Pol Achmad Haydar. Lulusan Akabri 1991 tersebut dikenal berpengalaman di bidang intelijen.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menyampaikan bahwa pelantikan Brigjen Marzuki merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP/2025 tertanggal 5 Agustus 2025.

“Benar, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah telah dilantik oleh Kapolri sebagai Kapolda Aceh. Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Rupatama Mabes Polri,” kata Joko dalam keterangan resminya di Banda Aceh, Selasa, 19 Agustus 2025.

Sebagai informasi, sebelum menjabat Kapolda Aceh, Brigjen Marzuki Ali Basyah merupakan Pati Bareskrim Polri yang dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh. Jenderal bintang satu itu juga lulusan Akpol 1991, sama dengan Irjen Achmad Kartiko.

BPOM Aceh Perketat Penggunaan Antibiotik untuk Cegah Resistensi Antimikroba

0
Audiensi Kepala BPOM Aceh, Yudi Noviandi, dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Pendopo Gubernur, Selasa (19/8/2025). (Foto: Dok BPOM Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) sepakat memperketat penggunaan antibiotik guna mencegah resistensi antimikroba (AMR). Komitmen ini ditegaskan dalam audiensi Kepala BPOM Aceh, Yudi Noviandi, dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Pendopo Gubernur, Selasa (19/8/2025).

Yudi memaparkan bahwa penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Aceh sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM RI tahun 2024, 83,7 persen antibiotik di Aceh diperoleh bebas tanpa resep, jauh di atas rata-rata nasional 70,59 persen.

“Jika kondisi ini dibiarkan, resistensi antimikroba bisa meningkat tajam dan memicu silent pandemic pada 2050. Aceh tidak boleh menjadi episentrum masalah kesehatan global,” ujar Yudi dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).

Ia menambahkan, pengendalian AMR tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Diperlukan dukungan regulasi yang tegas, kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. “Dengan adanya Surat Edaran Gubernur, apotek, klinik, dan rumah sakit akan lebih disiplin dalam menyalurkan antibiotik. Edukasi kepada masyarakat pun harus diperkuat agar mereka tidak lagi membeli antibiotik sembarangan,” jelas Yudi.

Yudi menyebutkan, selain Surat Edaran, langkah lainnya yang dilakukan BPOM Aceh adalah melakukan edukasi secara berkesinambungan pada masyarakat dan tenaga kesehatan tentang AMR sehingga bisa mencegah penyebaran AMR terhadap masyarakat.

“Selain itu, mengendalikan penggunaan antibiotik pada sektor perternakan dan perikanan dan penguatan pengawasan bersama lintas sektor,” ujar Yudi saat dikonfirmasi Nukilan, Selasa (19/8/2025).

Menanggapi hal itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menyatakan komitmennya untuk segera menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Bupati dan Wali Kota. “Antibiotik hanya boleh diberikan dengan resep dokter. Target kita, distribusi tanpa resep bisa ditekan hingga 50 persen dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Mualem. Ia menambahkan, regulasi tersebut akan dibarengi pengawasan ketat melalui koordinasi BPOM, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Aceh sebagai contoh nasional dalam upaya menekan laju resistensi antimikroba. Dengan regulasi, edukasi, dan pengawasan yang lebih kuat, pemerintah berharap masyarakat Aceh terlindungi dari ancaman kesehatan global yang bisa mengancam jutaan nyawa di masa depan. []

Reporter: Sammy

Wali Kota Banda Aceh Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pemerintahan

0
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa tantangan pembangunan kota ke depan semakin kompleks. Ia menyampaikan bahwa visi bersama dengan Wakil Wali Kota adalah menjadikan Banda Aceh sebagai “kota kolaborasi.”

“Visi kami ingin menjadikan Banda Aceh sebagai kota kolaborasi. Kota kolaborasi ini hanya bisa diwujudkan apabila seluruh jajaran pemerintahan penuh dengan semangat kebersamaan, akuntabilitas, dan profesionalisme,” ujar Illiza saat pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Jalaluddin, ST, MT sebagai Sekda Kota Banda Aceh definitif di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Selasa (19/8/2025).

Menurutnya, kepercayaan publik hanya akan tumbuh bila pemerintah kota mampu bekerja secara kompak dan profesional. “Setelah kita berkolaborasi secara intens, baru kita bisa mengajak pihak lain bersama kita,” tambahnya.

Illiza juga menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Ia meminta Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banda Aceh yang baru, Jalaluddin untuk memastikan penerapan etos kerja yang baik, termasuk penggunaan sistem absensi elektronik (e-absensi) serta pengukuran kinerja dan produktivitas pegawai.

“ASN harus bisa menjadi teladan, dan sistem administrasi pemerintahan harus diperkuat. Itu dimulai dari perencanaan, pelaporan, hingga pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang tidak benar,” tegasnya.

Selain itu, Illiza menilai kerja sama lintas instansi menjadi faktor penting dalam tata kelola pemerintahan. Mengelola pemerintahan, kata Illiza, tidak bisa semaunya.

“Ada aturan yang mengikat. Karena itu konsolidasi, koordinasi, komitmen kerja sama, dan harmonisasi akan membuat pemerintahan berjalan dengan baik,” ujarnya. []

Reporter: Sammy

Tidak Benar Sri Mulyani Sebut ‘Guru Beban Negara’, Ini Penjelasannya

0
sri mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di Bandung pada Selasa (7/8/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kata “guru” menjadi trending topic di media sosial X pada Selasa (19/8/2025). Ramainya perbincangan ini dipicu oleh potongan video pidato Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di Bandung pada Selasa (7/8/2025). Video itu menampilkan seolah-olah Sri Mulyani menyebut “guru adalah beban negara.”

Namun setelah ditelusuri, pernyataan tersebut tidak benar. Nukilan.id mencoba mendengarkan rekaman lengkap pidato Sri Mulyani dari awal hingga akhir, dan tidak ditemukan ucapan “guru beban negara” sebagaimana yang beredar di media sosial.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani menjelaskan tentang klaster anggaran pendidikan, termasuk alokasi untuk tenaga pendidik. Ia menyinggung soal gaji dan tunjangan dosen maupun guru yang dianggap masih kecil.

“Itu belanjanya dari mulai gaji sampai dengan tunjangan kinerja tadi, banyak medsos saya selalu mengatakan oh menjadi dosen guru itu tidak dihargai karena gajinya tidak besar,” kata Sri Mulyani.

“Ini salah satu tantangan keuangan negara, apakah ini harus semua keungan negara atau ada partisipasi masyarakat,” katanya menambahkan.

Sri Mulyani juga sempat berbicara tentang mekanisme tunjangan kinerja bagi dosen. Menurutnya, perlu dipertimbangkan apakah dosen otomatis mendapat tunjangan atau berdasarkan kinerja. Hal itu, kata dia, menjadi ranah pembahasan di perguruan tinggi.

Pada 2025, pemerintah menetapkan anggaran pendidikan sebesar Rp 724,3 triliun, atau 20 persen dari belanja negara. Dari jumlah tersebut, dana abadi pendidikan juga terus meningkat hingga lebih dari Rp 154 triliun.

Meski Sri Mulyani menggunakan istilah “tantangan keuangan negara”, ungkapan itu tidak sama dengan menyebut guru sebagai beban negara.

Video berisi potongan pidato Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebut menyatakan “guru beban negara” dikicaukan sejumlah akun dan menuai beragam komentar miring dari warganet.

Namun, tak sedikit pula yang meragukan kebenaran isi video tersebut dengan bertanya langsung ke Grok, AI dari X “hallo @grok, apakah sri mulyani benar-benar mengatakan guru adalah beban negara?”

“Tidak, Sri Mulyani tidak secara langsung mengatakan “guru adalah beban negara”. Dalam pidatonya di KSTI ITB (7 Agt 2025), ia menyatakan gaji guru dan dosen rendah sebagai “tantangan bagi keuangan negara”, sambil mempertanyakan apakah beban sepenuhnya ditanggung APBN atau libatkan partisipasi masyarakat. Pernyataan ini menuai kritik karena dianggap kurang empati,” jawab Grok.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim Sri Mulyani menyebut guru sebagai beban negara adalah tidak benar. (XRQ)

Reporter: Akil

Jalaluddin Resmi Dilantik sebagai Sekdako Banda Aceh oleh Illiza

0
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal secara resmi melantik Jalaluddin, ST, MT sebagai Sekda Kota Banda Aceh definitif di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Selasa (19/8/2025). (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi melantik Jalaluddin, ST, MT sebagai Sekda Kota Banda Aceh definitif. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini dilakukan di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Selasa (19/8/2025).

Pantauan Nukilan di lokasi, prosesi pelantikan berlangsung lancar dan tertib. Pelantikan ini dihadiri oleh Ketua Dekranasda Banda Aceh, Wakil Wali Kota Banda Aceh, unsur Forkopimda, dan jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Penetapan itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 821.22/60/2025 tertanggal 14 Agustus 2025. Sebelumnya, Jalaluddin menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan di Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia juga pernah dipercayakan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda pada 30 April 2025, kemudian dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekda pada 16 Mei 2025 di Balai Kota.

Dengan keputusan tersebut, Jalaluddin yang berstatus Pembina IV/c kini resmi menduduki jabatan pimpinan pratama Sekda Kota Banda Aceh. Ia berhak atas tunjangan jabatan eselon IIA sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Banda Aceh, dengan ini secara resmi melantik Saudara Ir Jalaluddin, ST, MT sebagai Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh. Saya percaya bahwa Saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya sehingga Saudara dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya,” ucap Illiza dalam pelantikan tersebut. []

Reporter: Sammy

Viral! Poster #SavePahlawanTanpaTandaJasa Menggema di Instagram

0
Tangkapan Layar Poster #SavePahlawanTanpaTandaJasa. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan unggahan petisi berbentuk poster digital yang menggambarkan sosok perempuan berkacamata dengan mulut dan gigi taring menyerupai vampir.

Dalam poster itu, terpampang tulisan “Guru dan Dosen dianggap beban negara??” disertai tagar #SavePahlawanTanpaTandaJasa!.

Hasil penelusuran Nukilan.id, template cerita ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, @bem_si, beberapa hari lalu. Poster tersebut kemudian menyebar luas setelah diunggah ulang oleh banyak akun Instagram lainnya.

Dari gambar tersebut, kuat dugaan pesan yang disampaikan merupakan bentuk protes terhadap Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, terkait isu gaji guru dan dosen.

Dikutip dari Suara.com, sebelumnya Sri Mulyani menyinggung persoalan gaji guru dan dosen dalam sebuah forum diskusi ilmiah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pernyataannya itu memicu polemik.

Ia menyebut, kesejahteraan guru dan dosen tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan juga memerlukan dukungan serta partisipasi masyarakat.

Hingga Selasa siang, 19 Agustus 2025, template tersebut telah dibagikan oleh lebih dari 32 ribu pengguna Instagram. (XRQ)

Reporter: Akil

Bupati Aceh Timur Mengaku Belum Dapat Informasi tentang Kebocoran Sumur Gas

0
Kebocoran sumur gas di Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur. (Foto: DLH Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky mengaku belum mengetahui adanya kebocoran gas hidrogen sulfida di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Dia mengaku belum mendapatkan informasi terkait kebocoran gas tersebut dan mengatakan akan mengecek terlebih dahulu perihal permasalahan itu.

“Saya belum dapat informasi itu. Kita akan cek dulu,” ujar Iskandar saat dikonfirmasi Nukilan, Selasa (19/8/2025).

Sebelumnya diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur melakukan pemeriksaan kualitas udara di sekitar sumur gas di Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, setelah adanya laporan bau menyengat yang tercium warga.

Kepala DLH Aceh Timur melalui tim lapangan menyebutkan, pengecekan dilakukan menyusul laporan enam warga yang mencium bau busuk menyerupai ban terbakar saat beraktivitas di ladang. Bau tersebut diduga berasal dari salah satu sumur gas perusahaan migas yang beroperasi di wilayah tersebut.

Akibat paparan bau, seorang warga dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing. Warga tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis di posko pemantauan bersama. Posko ini terdiri dari perangkat desa, Humas Medco selaku pihak perusahaan, Babinsa, serta tenaga medis puskesmas setempat.

DLH menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan udara untuk memastikan sumber bau serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. []

Reporter: Sammy

Pegadaian Buka Pendaftaran Future Leaders Program 2025

0
Pegadaian Buka Pendaftaran Future Leaders Program 2025. (Foto: Pegadaian)

NUKILAN.ID | JAKARTA – PT Pegadaian kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk bergabung melalui Pegadaian Future Leaders Program (PFLP) 2025, sebuah program management trainee yang dirancang untuk mencetak calon pemimpin masa depan perusahaan.

“Pendaftaran Pegadaian Future Leaders Program (PFLP) 2025 telah dibuka hingga 31 Agustus 2025!” demikian keterangan resmi Pegadaian yang dikutip dari akun Instagram @pegadaian_id.

Dikutip Nukilan.id dari Klob.id, Pegadaian Future Leader Program adalah program Management Trainee untuk memberikan kesempatan kepada Talenta-Talenta Muda untuk mengembangkan potensi dan menjadi calon Pemimpin PT Pegadaian yang memiliki keterampilan Teknis, Kepemimpinan dan Manajerial untuk bersama-sama MengEMASkan Indonesia.

Syarat dan Kualifikasi

Program ini terbuka untuk lulusan S1 maupun S2 dari perguruan tinggi terakreditasi A/Sangat Baik dengan IPK minimal 3,00. Peserta juga bisa berasal dari kalangan fresh graduate maupun yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Beberapa persyaratan lain yang wajib dipenuhi antara lain:

  • Telah lulus, dibuktikan dengan ijazah;

  • Belum menikah dan/atau bersedia tidak menikah selama program pembekalan;

  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia;

  • Tidak pernah terlibat kasus hukum, dibuktikan dengan SKCK yang masih berlaku;

  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian seleksi serta pembekalan sesuai jadwal perusahaan.

Adapun bidang pendidikan yang diprioritaskan untuk kebutuhan jabatan umum mencakup Ekonomi, Manajemen, Administrasi, Komunikasi, Sastra, dan disiplin ilmu relevan lainnya.

Sementara untuk kebutuhan jabatan khusus, kualifikasi yang dicari meliputi Akuntansi, Psikologi, Teknik Sipil/Industri, Desain Komunikasi Visual, Matematika/Statistik/Aktuaria, Hukum, serta Teknologi Informasi.

Cara Pendaftaran

Pendaftaran program ini dilakukan secara daring melalui laman resmi Pegadaian di https://pegadaian.co.id/karir.

Pegadaian menegaskan, peserta yang terpilih nantinya akan dibekali dengan berbagai pelatihan teknis, kepemimpinan, hingga manajerial sebagai langkah menyiapkan mereka menjadi calon pemimpin masa depan. (XRQ)

Reporter: Akil

SMA Negeri 9 Banda Aceh Juara AXIS Nation Cup 2025 Aceh

0
SMA Negeri 9 Banda Aceh Juara AXIS Nation Cup 2025 Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tim futsal SMA Negeri 9 Banda Aceh berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara AXIS Nation Cup 2025 Aceh. Dalam laga final yang berlangsung sengit di GOR Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (17/8/2025) malam, SMAN 9 menaklukkan MAN 1 Sigli lewat drama adu penalti dengan skor 4-3.

Turnamen futsal bergengsi ini berlangsung sejak 15 hingga 17 Agustus 2025, diikuti oleh 40 sekolah menengah atas dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Perjalanan tim yang akrab disebut SMAN 9 Tunas Bangsa menuju tangga juara tidaklah mudah. Di babak 32 besar, mereka mengatasi SMA Islam Al-Falah dengan skor meyakinkan 3-0. Pada babak 16 besar, SMAN 9 menyingkirkan MAN 3 Banda Aceh dengan kemenangan 3-1.

Ujian berat datang di babak delapan besar saat menghadapi MA Darul Quran. Pertandingan berakhir imbang tanpa gol hingga dilanjutkan dengan adu penalti. Dengan mental baja, SMAN 9 menang 4-2 dalam drama tos-tosan tersebut.

Langkah mereka berlanjut ke semifinal, di mana SMAN 9 sukses menundukkan MAN 1 Banda Aceh dengan skor tipis 1-0. Puncaknya, laga final melawan MAN 1 Sigli kembali berlangsung ketat dan berakhir tanpa gol di waktu normal. Penentuan juara pun harus ditentukan lewat adu penalti, yang akhirnya dimenangkan SMAN 9 dengan skor 4-3.

Kepala SMA Negeri 9 Banda Aceh, Zulfikar SE MSi, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya.

“Prestasi tersebut membuktikan bahwa anak-anak kita tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Ini menjadi motivasi besar bagi sekolah untuk terus mendukung bakat siswa,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Exco Asosiasi Futsal Aceh, Edi Darman, yang menilai AXIS Nation Cup 2025 sebagai ajang penting bagi pembinaan atlet muda.

“Ajang ini merupakan wadah pembinaan sekaligus tolak ukur kualitas pemain muda di Aceh. Selain itu menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Aceh untuk terus berprestasi di kancah olahraga,” katanya.

Ia berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten. “Kita berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten, sehingga semakin banyak talenta futsal Aceh yang lahir dan berkembang. Selanjutnya kepada sang juara agar terus mempersiapkan diri untuk bertanding tingkat regional di Palembang, sehingga nantinya bisa bertanding tingkat nasional di Jakarta,” pungkasnya.