Beranda blog Halaman 286

Pemko Banda Aceh Fokus Turunkan Angka Stunting

0
Ilustrasi stunting. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa pemerintah kota terus memprioritaskan peningkatan pelayanan dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, serta percepatan pemulihan ekonomi. Salah satu perhatian utama adalah penanganan stunting yang menjadi isu nasional.

“Jika stunting bisa menurun, maka optimalisasi dari peningkatan layanan kesehatan juga akan tercapai. Jangan sampai ada salah urus,” ujar Illiza usai pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Jalaluddin, ST, MT sebagai Sekda Kota Banda Aceh definitif di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Selasa (19/8/2025).

Illiza menyebutkan pentingnya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mempercepat pembangunan di Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi yang menjadi cermin bagi daerah lain.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Dengan komunikasi yang baik, kita berharap percepatan pembangunan bisa tercapai. Kota Banda Aceh harus mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan modern sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Islam,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Banda Aceh tercatat sebesar 25,1 persen. Angka tersebut menurun menjadi 21,7 persen pada 2023 menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), atau turun sebesar 3,4 persen.

Pemko Banda Aceh menargetkan prevalensi stunting turun dari 21,7 persen menjadi 20,7 persen pada akhir 2025. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan lintas sektor, penerapan regulasi, serta intervensi berbasis data. []

Reporter: Sammy

Di Tengah Capaian Positif Indonesia, Prof Didin: Masih Banyak PR yang Perlu Dibenahi Pemerintah

0
Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof Didin. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof Didin S Damanhuri, menilai meski Indonesia telah mencatat berbagai capaian positif dalam 80 tahun perjalanan bangsa, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi pemerintah.

Prof Didin menyebut, usia 80 tahun bisa dianggap panjang atau pendek dalam perspektif sejarah bangsa. Ia mencontohkan, Amerika Serikat membutuhkan waktu dua abad sejak perang utara–selatan hingga menjadi negara adidaya. Begitu pula Eropa, yang sejak era Renaissance butuh waktu dua abad untuk menjadi negara industri maju.

“Namun, pada kasus Korea Selatan, hanya membutuhkan waktu sekitar 75 tahun sejak pemerintahan otoriter Park Chung-Hee jadi demokratis mulai Kim Young Sam,” ujar Didin dalam acara Forum Insan Cita dan Indef, dikutip Selasa (19/8/2025).

“Jadi Indonesia ini, secara umur memang sudah tua. Namun dalam perspektif negara matang secara sosial politik, Indonesia memang kalah oleh Korsel, tapi masih mampu mengejar Amerika maupun Eropa,” tambahnya.

Catatan Positif Indonesia

Menurut Didin, hal yang patut disyukuri adalah Indonesia mampu bertahan tanpa perpecahan hingga usia 80 tahun, meski sempat ada ramalan perpecahan pada negara berbentuk kekaisaran (imperial state) dalam sebuah seminar di Paris.

Selain itu, ia menyebutkan sejumlah capaian lain, mulai dari peningkatan GDP per kapita sebesar 700 persen sejak awal pembangunan ekonomi terencana pada 1970-an hingga sekarang, pesatnya pembangunan infrastruktur perkotaan, hingga terkendalinya jumlah penduduk yang seharusnya bisa mencapai 500 juta pada 2025 namun berhasil ditekan menjadi sekitar 280 juta jiwa.

“Buta huruf usia produktif juga turun drastis, dari sekitar 40 persen menjadi 1,1 persen,” kata Didin.

Ia juga menyoroti perbaikan di bidang kesehatan masyarakat. Penyakit menular yang melemahkan ketahanan sosial hampir hilang, kelaparan yang menyebabkan kematian jarang ditemukan, sementara harapan hidup meningkat dari 50 tahun menjadi 70 tahun.

“Kelas menengah, walaupun pada zaman Pak Jokowi mengalami penurunan, masih di sekitar 45 persen. Dan ini merupakan faktor dinamis yang mendongkrak produktivitas kegiatan perekonomian nasional,” urainya.

Selain itu, desentralisasi paska reformasi turut mengurangi konsentrasi uang di Jakarta dari 75 persen menjadi 65 persen. Reformasi juga membawa penghargaan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan berekspresi dan berorganisasi.

Tantangan Besar ke Depan

Meski begitu, Didin mengingatkan masih ada sejumlah persoalan serius yang harus segera diselesaikan pemerintah. Salah satunya adalah ketimpangan ekonomi.

“Rasio Gini pengeluaran adalah 0,381 (2024), tapi kalau rasio gini pendapatan di atas 0,5. Artinya sangat buruk,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya indeks oligarki. “Index Oligarki (Material Power Index) yang pada tahun 2016 masih sekitar 650.000 kali, tahun 2024 sudah 1.065.000 kali, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu yang terburuk di dunia,” kata Didin.

Selain itu, Indonesia juga masih menghadapi ketergantungan impor kebutuhan pokok, belum mandiri di sektor pangan, energi, finansial, dan bahkan paradigma pembangunan.

Di sisi lain, otonomi daerah dinilai belum memberikan kesejahteraan merata bagi masyarakat di daerah.

“Salah satu yang menjadi tantangan besar juga adalah, korupsi bersifat sistemik dan masif. Kebocoran pada pemerintahan Orba, dengan ICOR analisis, itu ada pada angka rata-rata 30 persen. Namun, pada paska reformasi sudah sekitar 40 persen,” tandasnya.

Editor: Akil

Anies Baswedan Sebut Tempat Tinggal Tak Seharusnya Dipajaki

0
anies baswedan
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan tempat tinggal merupakan hak asasi manusia (HAM) yang tidak seharusnya dikenai pajak.

Hal itu disampaikan Anies melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Pernyataan ini muncul di tengah ramainya polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah.

“Ada satu hal yang perlu kita pahami sama-sama yaitu perumahan atau tempat tinggal atau housing itu sesungguhnya adalah hak asasi manusia. Bahkan Persatuan Bangsa-Bangsa telah menetapkan soal ini sejak tahun 1948,” kata Anies dalam video dikutip Nukilan.id pada Rabu (20/8/2025).

Menurut Anies, bentuk nyata dari pengakuan atas hak asasi itu adalah dengan membebaskan kebutuhan minimal luas tanah dan bangunan dari beban PBB. Ia mencontohkan kebijakan yang pernah diterapkan saat dirinya memimpin Jakarta pada 2022.

“Pemprov DKI Jakarta menetapkan 60 meter persegi pertama dari luas tanah dan 36 meter persegi pertama dari luas bangunan tidak dikenai PBB,” ujarnya.

Pernyataan Anies ini sejalan dengan keresahan masyarakat di berbagai daerah terkait lonjakan PBB. Dalam beberapa bulan terakhir, kenaikan PBB memicu gelombang protes warga.

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, demonstrasi besar digelar setelah Bupati Sudewo menaikkan PBB hingga 250 persen. Kebijakan itu akhirnya dibatalkan menyusul penolakan masyarakat.

Kenaikan serupa juga terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat, yang melonjak hingga 1.000 persen sejak tahun lalu. Di Bone, Sulawesi Selatan, tarif PBB naik sampai 300 persen akibat penyesuaian Zona Nilai Tanah (ZNT) dari Badan Pertanahan Negara (BPN).

Di Jombang, Jawa Timur, lonjakan bahkan mencapai 1.202 persen, sedangkan di Semarang, Jawa Tengah, kenaikan tercatat 441 persen. Gelombang protes pun bermunculan, menandai keresahan warga terhadap beban pajak yang kian berat. (XRQ)

Reporter: Akil

Bupati Aceh Utara Usulkan 8.000 Honorer Jadi PPPK

0
Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil, SE, MM. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, memastikan seluruh pegawai honorer di wilayahnya diusulkan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Kebijakan itu menindaklanjuti instruksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) serta Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI, yang mewajibkan seluruh kementerian dan pemerintah daerah mengajukan formasi PPPK paruh waktu paling lambat 20 Agustus 2025.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Utara, Saifuddin, menyebut usulan tersebut mencakup seluruh honorer kategori R2, R3, R4, dan R5.

“Sesuai intruksi Pak Bupati (Ayahwa) maka kita sekarang sedang usulkan formasi PPPK paruh waktu untuk kategori seluruhnya R2, R3, R4 dan R5. Jumlahnya 8.000 lebih,” kata Saifuddin di Lhokseumawe, Selasa (19/8/2025).

Menurut Saifuddin, langkah ini merupakan bentuk keberpihakan Bupati Aceh Utara terhadap nasib tenaga honorer di daerah itu. Bahkan, kata dia, bupati telah bertemu langsung dengan Kepala BKN RI, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, pada bulan lalu.

“Setelah diusulkan dan diangkat menjadi PPPK paruh waktu, tentu bupati berharap agar seluruh ASN ini bisa bekerja maksimal. Disiplin dan penuh melayani masyarakat,” ujarnya.

Aceh Utara diketahui memiliki jumlah tenaga honorer terbesar di Provinsi Aceh. Kondisi itu dipengaruhi oleh luasnya wilayah serta jumlah penduduk terbanyak di provinsi tersebut.

Editor: Akil

Curi Sepeda Rp 65 Juta Milik Tetangga, Dua Pria di Aceh Besar Ditangkap

0
Ilustrasi pencuri. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Polisi menangkap dua pria di Aceh Besar berinisial ZF (31) dan MK (42) usai diduga mencuri sepeda seharga Rp 65 juta milik tetangganya. Selain sepeda, sejumlah barang rumah tangga lainnya juga digasak pelaku.

Kapolsek Baitussalam AKP Lilisma Suryani mengatakan penangkapan dilakukan tidak lama setelah korban melapor.

“Salah satu hasil curian tersangka yakni sepeda road bike biru dongker senilai Rp 65 juta,” kata Lilis kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Rumah korban bernama Bustani (47) yang terletak di Laksamana Malahayati, Lorong Kerang, Dusun Payung Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, diketahui telah lama ditinggalkan pemiliknya sejak Juni lalu. Saat kembali, korban mendapati kondisi rumah berantakan.

Dari rumah tersebut, pelaku membawa kabur berbagai barang, mulai dari kulkas, dispenser, hingga kompor. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 70 juta.

Kasus ini dilaporkan ke Polsek Baitussalam Polresta Banda Aceh pada Minggu (17/8). Keesokan harinya, Senin (18/8) dini hari, polisi berhasil meringkus kedua tersangka di rumah masing-masing.

Dalam pemeriksaan, ZF mengaku telah dua kali membobol rumah tetangganya, yakni pada 12 Juli dan 18 Juli dini hari. Ia mencongkel jendela samping menggunakan obeng sebelum mengangkut barang-barang curian satu per satu.

“Tersangka membawa semua barang tersebut dengan cara mengangkat satu persatu,” jelas Lilis.

Sementara itu, tersangka MK beraksi pada 7 Agustus pagi. Ia mengambil dispenser serta 10 helai baju yang berada di luar rumah.

Atas perbuatannya, ZF dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sedangkan MK dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kapolsek menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku tindak pidana pencurian.

“Kita juga mohon ke masyarakat untuk memberikan informasi terkait kasus-kasus kriminal, bagi korban ayo jangan sungkan atau takut melaporkan karena ini bisa membantu kita menurunkan angka kasus, khususnya pencurian,” ujarnya.

Editor: Akil

GeRAK Desak Polda Aceh Tuntaskan Kasus Pungli di Pelabuhan Meulaboh

0
Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra. (Foto: GeRAK Aceh)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh segera menuntaskan laporan dugaan pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Jetty Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Kasus tersebut telah dilaporkan sejak 30 April 2024 lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Penyidik harus transparan dan menyampaikan perkembangan sampai sejauh mana sudah proses penegakan hukum (penyelidikan), atas laporan yang dilakukan oleh salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat yaitu Bapak Ramli SE,” kata Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra kepada wartawan di Meulaboh, Selasa (19/8/2025).

Edy menjelaskan, penyelidikan kasus ini penting karena dugaan pungutan dilakukan oleh sebuah perusahaan pengelola pelabuhan. Menurutnya, praktik tersebut jelas berpotensi ilegal dan masuk kategori pungutan liar.

Ia menambahkan, laporan yang dibuat anggota DPRK Aceh Barat, Ramli SE, pada 2024 lalu juga berkaitan dengan dugaan pelanggaran prosedural dalam proses perizinan pengelolaan Pelabuhan Umum Jetty Meulaboh. Selain itu, terdapat dugaan mal administrasi serta praktik pungli oleh perusahaan pengelola.

“Penuntasan penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Aceh tentunya menjadi sangat penting, guna membongkar praktik dugaan mal administrasi dalam pemberian izin pengelolaan Pelabuhan Jetty Meulaboh, Aceh Barat,” ujarnya.

Menurut Edy, langkah hukum yang transparan akan membuka secara terang benderang siapa pihak-pihak yang terlibat dalam proses legalisasi pengelolaan pelabuhan tersebut.

“Penuntasan perkara ini menjadi penting guna mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi,” tegas Edy.

Editor: Akil

Dua Dekade Damai Aceh, UIN Ar-Raniry Anugerahkan Ar Raniry Award untuk Jusuf Kalla

0
Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman menyambangi kediaman Jusuf Kalla, Senin (18/8/2025). (Foto: Humas UINAR)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Dua puluh tahun pasca penandatanganan MoU Helsinki yang mengakhiri konflik panjang di Aceh, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menganugerahkan Ar Raniry Award kepada Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, di kediaman JK, Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025).

“Pak JK adalah tokoh kunci perdamaian Aceh. Beliau menjadi mediator yang berhasil membangun kepercayaan antara kedua belah pihak hingga lahir kesepakatan damai,” ujar Prof Mujiburrahman.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut merupakan simbol apresiasi masyarakat Aceh atas jasa besar JK yang dengan penuh kesungguhan menjalin komunikasi, baik dengan tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh maupun di luar negeri. “Dari sinilah trust terbangun, perundingan bisa digelar, dan damai Aceh menjadi kenyataan,” lanjutnya.

Mujiburrahman berharap, dua dekade perdamaian Aceh dapat menjadi teladan bagi bangsa dan generasi mendatang. “Bahwa konflik hanya bisa diakhiri dengan dialog, bukan kekerasan,” katanya.

Sebelumnya, JK dijadwalkan menerima penghargaan di kampus UIN Ar-Raniry pada Kamis (14/8/2025). Namun rencana tersebut batal akibat kendala teknis pada pesawat pribadi yang ditumpanginya.

Sebagai tindak lanjut penghargaan ini, UIN Ar-Raniry juga akan meluncurkan sebuah buku berjudul JK dan Aceh pada Desember 2025 mendatang.

Editor: Akil

Semarak HUT ke-80 RI, SD IT Daru Quthny Gelar Upacara Bendera dan Aneka Perlombaan

0
SD IT Daru Quthny Gelar Upacara Bendera dan Aneka Perlombaan Semarak HUT ke-80 RI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BLANG PIDIE – Suasana semarak menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia terasa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Daru Quthny. Sekolah yang berlokasi di Meudang Ara, Blang Pidie, ini menggelar upacara bendera sekaligus perlombaan khusus siswa kelas 1 Amanah, Selasa (19/8/2025).

Dari keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, salah satu guru SD IT Daru Quthny mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus perayaan atas hari kemerdekaan.

“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk memperingati HUT RI Ke-80, dan kegiatan ini selain adanya ucapan bendera juga diiringi dengan perlombaan untuk siswa SD IT Daru Quthny dengan tiga cabang lomba berbentuk keseruan, yaitu lomba balap pimpong, lempar bola, pindah bola, dan dua cabang lomba berbentuk edukasi evaluasi belajar yaitu, berhitung cepat, dan lomba bahasa arab,” ujarnya.

Guru tersebut juga menyampaikan bahwa kemerdekaan merupakan anugerah yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal tanggal 17 Agustus, melainkan semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

“Kemerdekaan adalah anugerah yang sangat berharga bagi suatu bangsa, dan Indonesia telah merayakan kemerdekaannya selama lebih dari 80 tahun. Kemerdekaan bukan hanya tentang tanggal 17 Agustus, tetapi tentang semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang untuk membentuk negara ini. Mari kita teruskan semangat itu dengan membangun bangsa yang lebih baik, adil, dan sejahtera untuk generasi yang akan datang,” ucapnya.

Dalam keterangan itu juga dijelaskan, perjalanan panjang kemerdekaan telah membawa bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Namun, semangat gotong royong dan kerja keras membuat bangsa ini terus melangkah maju.

“Kemerdekaan juga berarti kebebasan untuk menentukan arah dan tujuan bangsa. Oleh karena itu, kita meminta kepada siswa dan guru SD IT Daru Quthny harus terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan Indonesia bersatu berdaulat rakyat sejahtera, Indonesia Maju seperti halnya tema HUT ke-80,” tutupnya.

Editor: Akil

Mahfud MD di Momen HUT ke-80 RI: Pemimpin Zalim Akan Terlaknat

0
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, kembali mencuri perhatian publik lewat sebuah video pendek yang ia unggah di akun media sosial X miliknya, @mohmahfudmd. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, kembali mencuri perhatian publik lewat sebuah video pendek yang ia unggah di akun media sosial X miliknya, @mohmahfudmd. Video tersebut beredar luas dan menjadi viral pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Amatan Nukilan.id, dalam rekaman itu Mahfud tampak mengutip pesan legendaris Presiden pertama RI, Soekarno, tentang pentingnya menjaga ingatan sejarah.

“JASMERAH Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Itulah pesan Bung Karno. Jangan lupakan sejarah bahwa kita merdeka karena persatuan atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa,” ucap Mahfud dalam video yang dikutip Selasa (19/8/2025).

Ia kemudian menekankan, pelajaran dari sejarah bukan hanya soal meraih kemerdekaan, melainkan juga bagaimana bangsa ini bisa tetap bertahan ketika dipimpin secara adil.

“Jangan lupakan sejarah bahwa bangsa yang tidak akur akan hancur. Jangan lupakan sejarah bahwa pemimpin yang adil akan dikenang dan dimuliakan,” kata Mahfud.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyelipkan peringatan keras bagi para pemimpin agar tidak bertindak sewenang-wenang.

“Dan jangan lupakan sejarah bahwa pemimpin yang zalim akan terlaknat dan terhinakan. Jangan lupakan sejarah bahwa yang hak akan didaya, yang batil akan musnah,” tegasnya.

Menurut Mahfud, pesan Bung Karno tentang mengingat sejarah bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah cermin perjalanan panjang umat manusia yang menunjukkan bagaimana bangsa-bangsa di dunia bisa timbul dan tenggelam. (XRQ)

Reporter: Akil

Ketua Demokrat Aceh Temui Menteri PU Bahas Pembangunan Hingga Ketahanan Pangan

0

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim Saleh, melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum, Bapak Dody Hanggodo, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, selasa (19/8).

Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis terkait percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan swasembada pangan, serta dukungan penuh untuk mensukseskan program Kementerian Pekerjaan Umum di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Muslim Saleh menyampaikan pentingnya percepatan pembangunan di Aceh sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing daerah, memperkuat perekonomian rakyat, dan membuka lapangan kerja baru. 

Ia menegaskan, Partai Demokrat Aceh berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Aceh.

“Kami melihat percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ketahanan pangan adalah kebutuhan mendesak bagi Aceh. Hal ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga upaya untuk memperkuat kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan,” ujar Muslim Saleh.

Hal tersebut juga senada dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bawah koordinasi Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menekankan pentingnya pembangunan merata dan berkeadilan di seluruh daerah, termasuk Aceh.

“Kami di Partai Demokrat Aceh menyambut baik arah kebijakan ini, karena pembangunan infrastruktur bukan hanya menghadirkan konektivitas antar wilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi baru, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh, ” jelas pria yang akrab disapa Bang Muslim ini.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya untuk mendorong program pembangunan strategis di Aceh agar berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, Kementerian PU berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur di Aceh, mulai dari jaringan jalan, irigasi pertanian, hingga dukungan terhadap swasembada pangan. Semua ini dilakukan agar Aceh semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” kata Dody Hanggodo yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang lebih konkret untuk memperkuat kerja sama strategis, sekaligus mempertegas peran Partai Demokrat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh melalui jalur politik maupun kebijakan pembangunan nasional. []