Beranda blog Halaman 281

MaTA Soroti Pendistribusian Bantuan Bencana Aceh: Ada yang ‘Nebeng’ Popularitas

0
Sejumlah warga mengambil bantuan logistik makanan yang didistribusikan dari Helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja di Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). (ANTARA FOTO)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana di Aceh. Hal ini penting dilakukan agar distribusi tidak tumpang tindih dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mencari popularitas.

“Minimal ada proses korelasi agar tidak terjadi tumpang tindih, dan tidak ada kesan bahwa ada pihak yang ‘nebeng’ bantuan untuk mencari nama,” kata Koordinator MaTA, Alfian, di Banda Aceh, Rabu (3/12/2025).

Menurut Alfian, posko induk yang dibentuk pemerintah daerah harus mampu memetakan wilayah dan penerima bantuan dengan jelas. Data itu juga diperlukan untuk memastikan siapa saja pihak yang menyalurkan bantuan, serta ke mana bantuan tersebut ditujukan.

“Kita berharap posko kabupaten, misalnya Pemkab dari Aceh Utara, harus jelas mengontrol siapa saja yang memberi bantuan di daerahnya. Sehingga memudahkan proses distribusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi yang baik juga dapat mencegah ketimpangan distribusi. Jangan sampai satu wilayah menerima bantuan berlebih, sementara wilayah lain belum tersentuh bantuan sama sekali.

Siapapun, kata Alfian, berhak memberikan bantuan. Namun, semua pihak perlu mengikuti prosedur agar pendistribusian tetap tertib dan tepat sasaran.

“Minimal, siapapun yang memberikan bantuan ke daerah itu harus melapor bantuan dari mana, sehingga jelas. Yang memberi juga harus melakukan distribusi bantuan secara jelas melalui posko utama yang sudah dibentuk,” katanya.

Lebih lanjut, Alfian menegaskan bahwa praktik “nebeng” popularitas dalam situasi bencana harus segera dihentikan.

“Saya pikir, upaya-upaya ‘nebeng’ dalam tanda kutip itu harus diselesaikan oleh pemerintah daerah. Kalau soal-soal demikian, pemerintah daerah pasti sanggup. Tidak mungkin tidak sanggup menangani hal itu,” ujarnya.

Mualem Terobos Aceh Tamiang Tengah Malam, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

0
Mualem Terobos Aceh Tamiang Tengah Malam. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menembus wilayah Aceh Tamiang pada Rabu (3/12/2025) malam untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir besar. Rombongan yang bertolak dari Lhokseumawe itu tiba di Aceh Tamiang sekitar pukul 23.00 WIB, dalam kondisi wilayah yang gelap gulita karena aliran listrik belum pulih.

Dalam kunjungan itu, Mualem langsung membagikan bantuan logistik kepada warga hingga pukul 03.15 WIB. Sepanjang perjalanan memasuki kawasan Aceh Tamiang, rombongan disambut pemandangan memilukan—lampu-lampu padam, jalanan masih berlumpur, dan puluhan kendaraan rusak tergeletak di bahu jalan sebagai saksi besarnya terjangan banjir.

Desa Hancur, Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, kondisi yang ditemui lebih mencengangkan. Sejumlah rumah rusak berat, bahkan sebagian hanya menyisakan fondasi.

Di lokasi tersebut, Mualem menyerahkan sekitar 30 ton bantuan sembako yang berasal dari warga Medan, Sumatera Utara. Paket bantuan berisi air minum, beras, mi instan, telur, biskuit, hingga obat-obatan.

Dalam perjalanan kembali menuju Kota Langsa, bantuan tambahan juga disebarkan kepada warga di posko darurat yang didirikan di sepanjang Jalan Banda Aceh-Medan.

Mualem menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut.

“Kita sedih dan pilu melihat kondisi ini. Kita harap rakyat Aceh tabah menghadapi cobaan banjir dan longsor,” kata Mualem.

Ia menyebut kebutuhan dasar warga mulai terpenuhi, meski kendala masih ditemukan di beberapa titik.

“Alhamdulillah, hari ini kita penuhi kebutuhan sembako. Kita masih kewalahan soal air bersih dan tabung elpiji. Dalam beberapa hari ke depan akan menyusul dan kita benahi lokasi-lokasi yang terdampak,” ujarnya.

Sumbangan dari Medan dan Kisah Warga yang Bertahan

Rudi, warga Medan yang menginisiasi pengumpulan bantuan tersebut, mengatakan pengiriman bantuan tidak berhenti pada malam itu saja.

“Ada air minum, biskuit, mi instan, beras, telur, dan obat-obatan,” tutur Rudi.
“Besok juga ada truk berikutnya. Kami juga buka posko di Medan untuk teman-teman yang ingin menyumbang ke Aceh.”

Di sisi lain, warga menceritakan bagaimana banjir datang tiba-tiba dan menghapus pemukiman dalam hitungan jam.

Ishak alias Kureng, warga Desa Menang Gini, Karang Baru, mengaku tak sempat menyelamatkan apa pun.

“Banjir hari Rabu mulai naik, malam Kamis sudah dua meter lebih. Hari Kamis bertambah lagi sampai malam Jumat kira-kira 3,5 meter,” katanya.
“Saat banjir, yang diselamatkan cuma keluarga. Yang tersisa hanya baju di badan.”

Ia mengatakan kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah air bersih, makanan bergizi, dan obat-obatan untuk bayi yang mulai sakit akibat kondisi darurat.

Kisah serupa datang dari Wahyu Putra Pratama, warga Kampung Dalam.

“Selesai Magrib, air sudah masuk. Kami langsung mengungsi ke tempat kantor KPA yang dekat karena banyak anak kecil, alhamdulillah selamat,” ujarnya.

Air naik dalam waktu singkat—bahkan mencapai setinggi kabel listrik.

“Air naik cepat sekali, setinggi kabel listrik, sekitar tiga meter. Rumah sudah hancur semua,” katanya.

Menurut Wahyu, lebih dari 80 persen rumah di desanya rata tanah.

“Dari 100 persen, hanya 20 persen yang tersisa,” ujarnya.

Ia menyebut musibah ini sebagai bencana terbesar yang pernah dialami warga.

“Korban jiwa sekitar 250 orang, termasuk sekitar 150 yang belum ditemukan. Ini tsunami, cuma bedanya air sungai. Baru kali ini kami merasakan bencana sebesar ini.”

Mahasiswi Nyaris Jadi Korban Kekerasan Seksual Saat Menumpang Truk di Tengah Banjir Aceh Tamiang, Sopir Diamuk Warga

0
Mahasiswi Nyaris Jadi Korban Kekerasan Seksual Saat Menumpang Truk di Tengah Banjir Aceh Tamiang. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Sebuah video yang memperlihatkan seorang sopir truk dikeroyok warga viral di media sosial dan memicu kehebohan publik. Pria berusia sekitar 50 tahun itu diduga melakukan percobaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi yang menumpang truknya saat banjir besar melanda Aceh Tamiang.

Dalam video yang dilihat Nukilan.id, Kamis (4/12/2025), tampak warga meluapkan kemarahan dengan memukul dan menendang sopir tersebut. Narasi dalam rekaman video menyebut bahwa korban merupakan mahasiswi asal Langsa yang tengah menyelamatkan diri dari bencana banjir.

“Orang lagi kena musibah diperkosa, bajingan-bajingan,” ujar suara perekam dalam video tersebut.

“Ada warga yang lagi kena musibah, diperkosa sama sopir truk,” tambahnya.

Peristiwa itu terjadi ketika empat mahasiswi menumpang truk milik terduga pelaku. Dua orang duduk di bagian belakang kendaraan, sementara dua lainnya berada di bagian depan, salah satunya duduk di samping sopir. Dalam situasi banjir yang mencekam, sopir truk tersebut diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap salah satu penumpang.

Korban yang ketakutan kemudian berteriak meminta pertolongan hingga menarik perhatian warga sekitar. Mengetahui adanya dugaan tindakan asusila, warga yang berada di lokasi langsung menghakimi sopir tersebut. Pelaku kemudian diikat pada sebuah tiang sebelum akhirnya diamankan polisi dan dibawa ke kantor kepolisian setempat.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap secara menyeluruh insiden yang sempat memicu kemarahan warga tersebut.

Aceh Tengah Terisolasi, Jalur Darat Lumpuh Total Akibat Banjir dan Longsor

0
Foto udara Jembatan Beutong Ateuh Banggalang yang putus diterjang banjir bandang di jalan lintas tengah Nagan Raya-Aceh Tengah di Desa Kuta Teugong, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu (30/11/2025). (Foto: ANTARA FOTO)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Akses menuju Kabupaten Aceh Tengah kini hanya dapat ditempuh melalui jalur udara setelah bencana banjir bandang dan longsor melumpuhkan seluruh jalur darat. Kondisi ini disampaikan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyusul kerusakan parah pada sejumlah ruas jalan dan jembatan penghubung.

“Enggak ada lagi, memang harus udara. Kalau jalan darat kita, oh ini kan longsor. Longsor jembatan terputus. Satu-satunya jalan yang tepat adalah cuma udara,” ujar Haili dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (4/12/2025).

Sejumlah titik di jalur Nagan Raya—Aceh Tengah tertutup material longsor, sementara jembatan vital di wilayah Beutong Ateuh Banggalang terputus pascabanjir bandang. Kondisi tersebut menutup total akses logistik, termasuk distribusi bahan bakar dan kebutuhan pokok.

Menurut Haili, bantuan melalui jalur udara telah dilakukan, namun kapasitasnya masih sangat terbatas.

“Nah, kalau bantuan dari lewat udara kan sangat terbatas. Sementara kebutuhan di daerah kita ini kan cukup banyak,” ujarnya.

Meski demikian, Haili menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi, terutama melalui penyediaan helikopter untuk distribusi bantuan ke desa-desa yang hingga kini masih terisolasi.

“Ada kekhususan untuk ada helikopter untuk disiagakan satu untuk mengantar ke desa-desa yang tertinggal, eh desa yang terisolir. Karena sampai hari ini kami juga belum sampai ke beberapa desa itu. Belum pernah kami hadir karena sulit sekali jalan yang kita tembus,” katanya.

Upaya pembukaan akses darat telah direncanakan menggunakan alat berat. Namun, kelangkaan bahan bakar menghambat proses tersebut.

“Alat berat juga ada, tapi BBM juga enggak ada lagi hari ini. Enggak ada lagi,” kata Haili.

Situasi ini turut berdampak pada masyarakat yang sebelumnya tidak terdampak bencana langsung. Kelangkaan bahan bakar dan tertutupnya jalur distribusi memicu kekurangan sejumlah komoditas pangan, termasuk beras.

“Aceh-Tengah ini bukan hanya dampak, bukan hanya yang masyarakat yang tertimpa musibah, tapi sekarang kan sudah masuk ke masyarakat biasa, yang selama ini tidak terdampak kepada beras,” ujar Haili.

Meski begitu, ia menyebut adanya bantuan pemerintah pusat dan provinsi mulai membantu kondisi logistik daerah tersebut.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, ini sudah sedikit teratasi dengan baik,” pungkasnya.

Polda Aceh Awasi 20 SPBU di Banda Aceh untuk Cegah Penimbunan BBM

0
Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan pengawasan di 20 SPBU yang ada di Banda Aceh untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). (Foto: Arsip Polda Sumut)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepolisian Daerah Aceh meningkatkan pengawasan terhadap 20 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Pengawasan dilakukan oleh personel gabungan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh untuk mencegah antrean panjang dan potensi praktik penimbunan BBM oleh pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi darurat.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Zulhir Destrian mengatakan pihaknya menurunkan personel ke sejumlah SPBU yang dinilai berpotensi mengalami lonjakan pembelian.

“Kita mulai melakukan pengawasan terhadap SPBU yang ada di Banda Aceh. Ini untuk menghindari praktik penimbunan yang juga berimplikasi pada antrean panjang pada 20 titik SPBU,” kata Zulhir dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12).

Selain melakukan pemantauan langsung, polisi juga berkoordinasi dengan operator SPBU agar penyaluran BBM tetap berjalan sesuai prosedur dan tidak terjadi pembelian berlebihan. Petugas SPBU diminta lebih selektif dalam melayani konsumen serta segera melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan pembelian.

Zulhir turut mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi panic buying demi menjaga stabilitas distribusi.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, kepolisian juga bekerja sama dengan Pertamina, Dinas ESDM Aceh, dan Depo Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Salah satunya melalui pemberlakuan kebijakan pembebasan barcode sesuai aturan pemerintah daerah agar proses pengisian bahan bakar lebih cepat dan tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.

“Upaya pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menjaga stabilitas pascabencana, serta mencegah pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan di tengah situasi yang sedang sulit,” ujar Zulhir.

Pemerintah Pusat Diminta Permudah Izin Bantuan Internasional

0
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin.

NUKILAN.id | Banda Aceh  – Pemerintah Aceh meminta pemerintah pusat agar memberikan kemudahan dalam proses perizinan bantuan internasional demi mempercepat penanganan darurat bencana di berbagai wilayah terdampak di Aceh.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk mempercepat respons tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kawasan di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin mengatakan bahwa penyederhanaan birokrasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat urgensi kebutuhan logistik di zona bencana.

“Kita berharap pemerintah pusat dapat memberikan kelonggaran agar akseptabilitas bantuan ke kawasan bencana bisa lebih cepat,” kata Murthalamuddin kepada Nukilan, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, berbagai lokasi yang terdampak bencana kini menghadapi kendala aksesibilitas serius. Infrastruktur vital seperti jalan raya, jembatan, dan jaringan komunikasi mengalami kerusakan parah.

Persoalan komunikasi bertambah rumit karena pemadaman listrik yang meluas. Walau ada fasilitas internet satelit Starlink, keterbatasan daya baterai membuat komunikasi kerap terputus.

Murthalamuddin juga memaparkan bahwa mobilisasi relawan dari berbagai unsur—mulai Tagana, TNI, hingga sukarelawan independen—telah berlangsung sejak hari pertama bencana. Kendati demikian, tantangan utama tetap terletak pada akses transportasi menuju titik-titik bencana.

Ketinggian lumpur yang ekstrem menghalangi pergerakan kendaraan bermotor. Di beberapa lokasi, distribusi bantuan hanya bisa dilakukan dengan cara dipikul petugas. Namun cara ini tidak efisien dan berisiko tinggi karena berpotensi menyebabkan penumpukan serta mengancam keselamatan para relawan.

Menghadapi situasi ini, pemerintah daerah kembali menekankan urgensi dukungan dari Jakarta, khususnya dalam hal percepatan izin untuk bantuan internasional dan organisasi kemanusiaan global.

Sebagai ilustrasi, Pemda Aceh menyebut contoh pengiriman bantuan sebelumnya menggunakan pesawat kargo. Harapannya, mekanisme administratif di pelabuhan udara atau pintu masuk lainnya bisa diefisienkan dengan tetap menjaga protokol keamanan.

“Kondisi darurat tidak mengenal penundaan. Kecepatan masuknya bantuan berbanding lurus dengan peluang penyelamatan warga di wilayah yang terisolasi,” tutupnya.

Reporter: Rezi

Gerindra Luruskan Pernyataan Lama Prabowo soal Penambahan Sawit yang Kembali Viral

0
Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memimpin upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). (Foto: Youtube SetPres)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Partai Gerindra memberikan klarifikasi setelah sebuah video lama Presiden Prabowo Subianto mengenai ajakan menambah penanaman kelapa sawit kembali ramai dibahas bersamaan dengan bencana alam yang melanda Aceh dan Sumatera.

Amatan NUKILAN.ID, melalui akun TikTok resmi @partaigerindra, admin partai menanggapi pertanyaan warganet terkait dugaan bahwa kerusakan hutan terjadi akibat perintah Prabowo.

“Min, apakah benar hutan yang gundul karena perintah dari bapak untuk perbanyak sawit?,” tanya akun @olipiaaa pada Selasa (2/12/2025).

Gerindra menegaskan bahwa maksud pernyataan Prabowo bukanlah membuka hutan yang masih sehat, melainkan menanam kelapa sawit pada kawasan hutan yang sudah kritis.

Menurut keterangan admin @partaigerindra, perintah tersebut ditujukan untuk lahan-lahan rusak yang fungsi hidrologis dan ekologisnya telah menurun.

“Bapak perintahnya untuk menanam sawit di lahan-lahan hutan yang sudah kritis, yang tanahnya sudah rusak, fungsi hidrologis dan ekologinya sudah turun, enggak bisa lagi menahan air dan mencegah banjir, Bukan di lahan-lahan hutan yang masih sehat,” jelas admin akun tersebut.

Video yang kembali disorot publik itu merupakan rekaman saat Prabowo memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Senin (30/12/2024). Dalam kesempatan tersebut, RI 1 mengatakan bahwa “kelapa sawit jadi bahan strategis” dan menyebut “banyak negara takut tidak dapat kelapa sawit”, sehingga Indonesia perlu menambah penanaman komoditas tersebut.

Video itu kembali viral di tengah tingginya perhatian publik terhadap isu lingkungan akibat bencana banjir dan longsor di beberapa daerah di Sumatera. (XRQ)

Reporter: AKIL

Menteri LH Sebut Hutan Sumatera Menyusut Puluhan Ribu Hektare, Siapkan Lakukan Penindakan

0
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat diwawancarai wartawan usai pembukaan AsiaFlux Conference 2025, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (22/10/2025). (FOTO: KOMPAS.COM)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa puluhan ribu hektare hutan di kawasan Sumatera bagian utara hilang sepanjang 30 tahun terakhir. Pemerintah memastikan akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang menyebabkan kerusakan tersebut.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (3/12/2025), Hanif memaparkan data kehilangan tutupan hutan di beberapa daerah. Ia menyebut Aceh kehilangan sekitar 14.000 hektare hutan sejak 1990 hingga 2024.

Sementara di Batang Toru, Sumatera Utara, penyusutan hutan mencapai 19.000 hektare. Adapun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Barat, luas hutan yang hilang tercatat 10.521 hektare.

“Di Batang Toru, Sumatera Utara, terdapat pengurangan hutan sejumlah 19.000 hektare. Kemudian di DAS (Daerah Aliran Sungai) Sumatera Barat, kita kehilangan hutan di angka 10.521 hektare,” ujar Hanif di Gedung DPR RI.

Hanif menjelaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan kerusakan lingkungan. Selain memperkuat penegakan hukum, pemerintah juga akan menertibkan izin, menyesuaikan tata ruang, serta melakukan rehabilitasi ekosistem agar degradasi hutan tidak terus meluas.

“Ada penegakan hukum, penyelarasan RTRW, kemudian pengendalian izin. Selanjutnya rehabilitasi ekosistem sebagai implementasi pola ruang dan integrasi mitigasi adaptasi iklim dalam penataan ruang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian LH akan melakukan pengecekan langsung ke daerah yang terdampak. Pemerintah merencanakan kunjungan lapangan pada Kamis, disertai evaluasi menyeluruh terhadap unit-unit terkait di kawasan Batang Toru.

“Direncanakan kami akan melakukan kunjungan lapangan untuk melakukan tindakan pertama di hari Kamis besok. Namun demikian, mulai hari ini, persediaan lingkungan telah kami lakukan evaluasi pada seluruh unit yang ada di Batang Toru, terutama terkait kapasitas lingkungannya,” tuturnya.

Terkait penyebab kerusakan, Hanif menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap penurunan tutupan hutan dan banjir di Sumatera baru-baru ini. Perusahaan-perusahaan tersebut akan dipanggil untuk memberikan penjelasan kepada Deputi Penegakan Hukum (Gakkum).

“Kemudian mulai hari Senin, seluruh pimpinan perusahaan yang diindikasikan berdasarkan kajian citra satelit berkontribusi menghadirkan log-log (kayu gelondongan) pada banjir tersebut, kami akan undang. Untuk dilakukan proses penjelasan kepada Deputi Gakkum (Penegakkan Hukum) dan kami akan segera memulai langkah-langkah penyelidikan terkait dengan kasus ini,” kata Hanif.

Hanif menegaskan proses hukum akan dijalankan tanpa toleransi, mengingat kerusakan lingkungan tersebut telah memicu bencana dan menyebabkan banyak korban.

“Tentu korban yang cukup banyak, tidak boleh kita memberikan dispensasi-dispensasi ke dalam kasus ini. Hukum harus ditegakkan, korban cukup banyak. Jadi Kementerian LH berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini melalui multicore pendekatan hukum terkait dengan penanganan hidrometeorologi di Sumatera bagian utara ini,” pungkasnya.

Pemerintah Kirim BBM dan Alat Berat untuk Pulihkan Aceh Tamiang

0
Armada bahan bakar minyak (BBM) Pertamina melintasi jalur terendam banjir dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang, Selasa (2/12/2025), untuk mendistribusikan bantuan kepada korban terdampak banjir. (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah pusat mengerahkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah alat berat dari Medan menuju Aceh Tamiang sebagai langkah percepatan pemulihan wilayah yang terdampak banjir besar sejak awal pekan. Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) RI, Rabu (3/12/2025).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa pengiriman BBM dan alat berat dilakukan oleh Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Kementerian Perhubungan sejak Selasa (2/12).

“Dorongan BBM dan alat berat dari Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang. Akses jalur darat semakin hari harus semakin bisa dilalui,” demikian keterangan Setkab.

Setkab menekankan bahwa pembukaan akses darat menjadi prioritas utama mengingat jalur tersebut sangat menentukan kelancaran pasokan logistik dan proses evakuasi warga. Pemerintah memastikan bahwa upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus dipercepat.

Rekaman udara yang dibagikan memperlihatkan barisan truk BBM, kendaraan logistik, serta alat berat yang mengantre melewati ruas jalan yang masih tergenang, dalam perjalanan menuju titik-titik terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Dengan dukungan penuh dari sektor energi, pekerjaan umum, dan transportasi, pemerintah menargetkan arus bantuan dapat kembali normal dalam waktu dekat. Koordinasi lintas kementerian juga terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan kondisi di wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir tersebut.

Bupati Aceh Utara Menangis, Akui Daerah Tak Mampu Tangani Banjir Besar

0
Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh Ismail A Jalil didampingi Sekda Aceh Utara Jamaluddin resmi menandatangani surta ketidaksanggupan daerah menangani dampak banjir di kabupaten itu, Rabu (3/12/2025). (FOTO: KOMPAS.COM)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak lagi sanggup menangani dampak banjir yang telah melanda wilayah itu sejak 22 November 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menandatangani surat resmi ketidaksanggupan daerah pada Rabu (3/12/2025), dalam rapat evaluasi di Posko Utama Pendopo Bupati Aceh Utara.

Amatan Nukilan.id dari video yang beredar di media sosial, Ismail—yang akrab disapa Ayahwa—dalam pertemuan tersebut tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia mengungkapkan minimnya bantuan yang diterima daerah selama hampir dua pekan bencana berlangsung. Sejak hari pertama banjir, ia telah mengajukan permintaan helikopter untuk distribusi beras ke wilayah pedalaman, namun permintaan itu belum terpenuhi.

“Saya sudah minta helikopter, sampai sekarang belum ada. Baru katanya rencana hari ini, entah jadi entah tidak,” ujarnya sambil menangis.

Ayahwa juga menjelaskan bahwa bantuan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) sejauh ini hanya berupa beras. Sekitar 120 ton telah dibagikan kepada pengungsi, namun permintaan tambahan 350 ton hingga kini belum ada kepastian. Situasi ini membuatnya memahami kekecewaan masyarakat.

“Kami hanya ada beras, saya paham masyarakat kesal, marah, kecewa. Makilah saya. Dengan masyarakat memaki saya, pusat sadar bahwa Aceh Utara ini besar banjirnya. Apakah pusat tidak tahu, atau bagaimana? Saya tidak mengerti,” kata Ismail.

Ia menyebutkan, bantuan dari perusahaan dan lembaga lain juga sangat terbatas. Salah satu bank hanya mengirim satu unit mobil pikap L300, meski Aceh Utara merupakan salah satu pemegang saham terbesar lembaga tersebut. Sisanya, bantuan datang dalam bentuk sekitar 10 truk logistik dari perusahaan, Pemerintah Aceh, dan Basarnas.

Dengan total 852 desa terendam banjir dan longsor, Aceh Utara menjadi daerah dengan dampak paling luas dan parah. Ketersediaan logistik semakin menipis.

“Kami hanya ada beras, mi instan, dan telur dalam jumlah sedikit. Saya sudah kerahkan semua uang daerah, tapi tidak cukup, mohon maaf rakyat Aceh Utara. Saya sudah berbuat sekuat tenaga saya,” ujarnya.

Hingga kini, sejumlah wilayah masih terisolasi dan belum dapat dijangkau akibat kerusakan dan tingginya genangan. Pemerintah daerah berharap dukungan lebih cepat dari pemerintah pusat dan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan darurat. (XRQ)

Reporter: AKIL