Beranda blog Halaman 267

Warga Padati Halaman DPRA untuk Saksikan Aksi Demo

0
Warga Padati Halaman DPRA untuk Saksikan Aksi Demo (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sejumlah warga mulai memadati kawasan halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (1/9/2025). Mereka berkumpul untuk menyaksikan jalannya aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Rakyat Aceh.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, kerumunan didominasi kalangan anak muda, orang tua, bahkan terlihat pula beberapa anak-anak ikut serta. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, massa dari Aliansi Rakyat Aceh yang direncanakan melakukan aksi belum juga tampak hadir.

Sementara itu, aparat keamanan sudah bersiaga di gerbang utama Kantor DPRA. Petugas juga menutup akses jalan dari arah Simpang Lima menuju kawasan Jambo Tape untuk mengantisipasi padatnya arus kendaraan di sekitar lokasi.

Hingga siang hari, halaman dan area sekitar Kantor DPRA masih dipenuhi masyarakat yang menunggu jalannya aksi, dengan mayoritas pengunjung berasal dari kalangan remaja. (xrq)

Reporter: AKil

Aceh Dinobatkan Provinsi Paling Aman di Sumatra Versi BRIN

0
ACEH
Masjid Raya Bairurahman (MRB) Banda Aceh. (Foto: scmedia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Provinsi Aceh kembali menorehkan catatan penting dalam bidang keamanan dan demokrasi. Nukilan.id mengutip data Indeks Demokrasi dan Keamanan Sosial (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aceh dinobatkan sebagai provinsi paling aman di Sumatra dengan perolehan skor tertinggi, yakni 4,7.

Capaian tersebut menempatkan Aceh berada di atas provinsi lain di Sumatra. Sumatera Barat menyusul di posisi kedua dengan skor 4,38, kemudian Jambi (4,36), Riau (4,30), Bengkulu (4,28), Kepulauan Bangka Belitung (4,27), Kepulauan Riau (4,20), Lampung (4,13), Sumatra Utara (4,08), dan Sumatra Selatan (4,06).

Dalam keterangannya, BRIN menjelaskan bahwa skor keamanan dalam IDSD tidak hanya mengukur tingkat kriminalitas, melainkan juga mencakup aspek sosial, politik, dan hukum.

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan antara lain penanganan terorisme dan radikalisme di tingkat lokal, kinerja kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat, serta jaminan kebebasan pers dan ruang demokrasi di setiap provinsi.

Dengan indikator tersebut, Aceh dinilai mampu menjaga stabilitas sosial-politik di tengah dinamika pembangunan daerah.

Prestasi ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa Aceh tidak hanya mampu merawat perdamaian pascakonflik, tetapi juga konsisten memperkuat fondasi demokrasi dan rasa aman warganya. (xrq)

Reporter: Akil

Festival Layang-Layang Blang Tanoh Abee Meriahkan Langit Aceh Besar

0
Festival Layang-Layang Blang Tanoh Abee Meriahkan Langit Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO — Ratusan layang-layang beraneka bentuk dan warna menghiasi langit biru Kemukiman Tanoh Abee, Seulimeum, Aceh Besar, Minggu siang. Hamparan persawahan yang menjadi lokasi acara seketika berubah menjadi arena penuh keceriaan dalam gelaran Festival Layang-Layang Blang Tanoh Abee 2025.

Festival yang digelar di samping kompleks bersejarah Jeurat Puteh, makam para Teungku Chik Tanoh Abee, menghadirkan perpaduan unik antara hiburan rakyat dan nilai budaya.

Sebanyak 224 peserta dari berbagai gampong di Aceh Besar dan sekitarnya turut ambil bagian. Persaingan berlangsung ketat namun tetap penuh sportivitas, diiringi sorakan dan tepuk tangan penonton yang memadati area persawahan.

Setelah melalui proses penilaian, panitia menetapkan Julian dari Montasik sebagai juara pertama, disusul Abi dari Sibreh di posisi kedua, serta Wak Jos dari Keunaloi yang menempati peringkat ketiga.

Ketua panitia sekaligus perwakilan pemuda Tanoh Abee, Keuchik Jafrizal atau yang akrab disapa Abu Ijo, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya festival ini.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya ajang hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan masyarakat, mempererat silaturahmi, serta melestarikan budaya permainan tradisional Aceh. Semoga ini menjadi agenda tahunan pemuda Tanoh Abee dan pecinta layang-layang di Aceh Besar maupun Aceh secara umum,” ujar Abu Ijo.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Dari anak-anak hingga orang dewasa bersorak gembira setiap kali layang-layang menjulang tinggi di angkasa. Bahkan, beberapa warga rela datang dari luar daerah untuk menyaksikan keseruan acara.

Lebih dari sekadar hiburan, festival ini juga dipandang penting untuk menjaga identitas budaya Aceh. Permainan layang-layang yang dulu begitu populer kini kembali mendapat ruang di tengah derasnya arus modernisasi. Generasi muda pun diajak untuk tidak melupakan warisan tradisional yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kreativitas.

Festival Layang-Layang Blang Tanoh Abee mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Bagi masyarakat, ajang ini bukan semata soal siapa pemenangnya, melainkan tentang semangat persatuan dan keceriaan yang lahir dari tradisi sederhana namun penuh makna.

“Kita berharap agar Festival Blang Tanoh Abee terus berkibar setiap tahunnya seperti layang-layang yang tegak melawan angin, membawa pesan kebersamaan dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh,” tutupnya.

Editor: Akil

Ulama Minta Pejabat Aceh Jangan Sombong

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyampaikan keprihatinan atas dinamika yang tengah terjadi di Tanah Air. Meski sejumlah daerah, termasuk Ibu Kota, dilanda aksi unjuk rasa, situasi di Aceh dinilai masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Ketua MPU Aceh, Tgk H. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga suasana kondusif di Tanah Rencong.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk selalu mengedepankan kedamaian,” katanya dikutip dari Kompas.com, Senin (1/9/2025).

Abu Sibreh juga menyampaikan pesan khusus kepada pejabat dan tokoh politik agar lebih bijaksana dalam bertutur maupun membuat kebijakan. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati dalam menghadapi kondisi sulit yang sedang dirasakan masyarakat.

“Dalam kesusahan hidup, jangan ada pejabat dan tokoh politik yang berlaku sombong dan angkuh. Hiduplah secara sederhana dan bantu masyarakat dalam kesulitan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Aceh kini tengah bersiap menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi semua.

“Saya mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW,” tuturnya.

Antisipasi Demo, Sekolah di Banda Aceh Terapkan Belajar Daring Sehari

0
Ilustrasi murid SD. (Foto: Pinterest)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Senin (1/9/2025), dialihkan sementara ke sistem pembelajaran daring. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi rencana demonstrasi yang akan berlangsung di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Dalam instruksi yang disampaikan kepada seluruh kepala sekolah, proses belajar mengajar (PBM) hari ini dilakukan secara online. Para orang tua diminta memastikan anak-anak tetap berada di rumah, serta tidak ikut menyaksikan maupun mengikuti aksi unjuk rasa. Guru dan tenaga kependidikan juga menjalankan tugas dari rumah atau work from home (WFH).

Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, membenarkan kebijakan tersebut. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah melihat situasi terkini dan mendengar keresahan para orang tua murid.

“Jadi untuk memberikan keamanan bagi para siswa dan juga kenyamanan orang tua, maka sekolah hari ini kami lakukan secara daring saja,” ujar Sulaiman saat dihubungi, Senin pagi.

Ia menyebut, sebelum instruksi dikeluarkan, banyak orang tua yang menghubunginya. Mereka khawatir terhadap kondisi di sekitar kota selama beberapa hari terakhir.

“Mungkin karena berita-berita sebelumnya dan informasi selama dua hari terakhir ini karena anak-anak masih kecil, perlu kita jaga,” kata Sulaiman.

Meski kegiatan belajar dipindahkan ke rumah, aktivitas di perkantoran tetap berjalan normal. Para guru diminta tetap mendampingi siswa dalam pembelajaran daring.

“Belajar daring ini cuma satu hari saja. Untuk besok, kita lihat perkembangan bagaimana nanti kebijakan selanjutnya,” pungkasnya.

Editor: Akil

Teuku Nyak Arif: Pengibar Bendera Merah Putih Pertama Keliling Banda Aceh

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pada 24 Agustus 1945, masyarakat Aceh mulai merasakan getaran kemerdekaan yang menggema dari Jakarta. Pada saat itu, Teuku Nyak Arif berkeliling Kutaraja (kini Banda Aceh) mengibarkan bendera merah putih dari mobilnya, menandai awal mula kebebasan yang hendak dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Meski upaya itu sempat dibendung pihak militer Jepang, berita proklamasi lambat laun tetap sampai ke seluruh Indonesia, termasuk Aceh yang berada di ujung barat negeri. Karena jaraknya yang jauh dari Jakarta, masyarakat Aceh baru mengetahui kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sekitar dua pekan setelah teks proklamasi dibacakan oleh Sukarno dan Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.

Sebagaimana dicatat dalam buku Sejarah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh karya Muhammad Ibrahim dkk, masyarakat Aceh secara umum baru mendengar berita kemerdekaan pada 29 Agustus 1945. Namun, para staf kantor berita Hodoka Kutaradja dan surat kabar Atjeh Simbun telah lebih dulu mendapatkan informasi itu pada 21 Agustus 1945.

Keberanian juga ditunjukkan oleh tiga pemuda pegawai Kantor Kepolisian Kutaradja (kini Kota Banda Aceh). Mereka nekat mengibarkan bendera merah putih di kantor tersebut pada malam hari, berharap bisa dilihat masyarakat pada pagi harinya. Itu kali pertama bendera merah putih berkibar di Bumi Serambi Makkah sejak dibacakannya proklamasi kemerdekaan di Jakarta.

Selain itu, Teuku Nyak Arif melakukan aksi nekat lainnya dengan berkeliling Kutaraja pada 24 Agustus, mengibarkan bendera merah putih di mobilnya.

“Maksudnya agar masyarakat luas tahu bahwa Indonesia sudah merdeka dan rakyat tidak perlu lagi tunduk pada penjajahan Jepang,” tulis Rusdi Sufi, Iriani Dewi Wanti, Seno, dan Djuniat dikutip Nukilan.id dari buku Sejarah Kotamadya Banda Aceh.

Meski begitu, usaha-usaha awal itu belum sepenuhnya dipahami masyarakat awam. Baru pada 29 Agustus, kabar kemerdekaan benar-benar sampai ke seluruh lapisan masyarakat Aceh, setelah kedatangan Teuku Mohammad Hasan dan M. Amir dari Jakarta yang singgah di Kota Medan.

Kabar itu kemudian ditindaklanjuti para pemuda setempat dengan mengibarkan bendera merah putih di depan Kantor Kesejahteraan Rakyat dan Kantor Tyokan (Kantor Baperis). Setiap rumah di Aceh pun diwajibkan mengibarkan bendera pada 13 Oktober melalui Maklumat Nomor 2 Komite Nasional Indonesia Daerah Aceh.

Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Aceh, menandai awal perayaan kemerdekaan yang kini dikenang sebagai simbol semangat dan keberanian rakyat Serambi Makkah dalam memperjuangkan Indonesia merdeka. (XRQ)

Reporter: Akil

Peneliti Apresiasi Usulan Fraksi Golkar Alokasikan 1 Persen Dana Otsus Aceh untuk Riset

0
Saddam Rassanjani
Saddam Rasaanjani, akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fraksi Partai Golkar DPR Aceh mendorong agar Dana Otonomi Khusus (Otsus) digunakan secara lebih strategis dengan mengalokasikan minimal 1 persen untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) di Aceh.

Usulan itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPR Aceh, Muhammad Rizky alias Adek, dalam pandangan akhir Fraksinya terhadap Rancangan Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2024 pada Sidang Paripurna DPRA, Rabu (31/7/2025) lalu.

Rizky menilai riset belum menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan Aceh. Selama ini, kata dia, banyak kebijakan pemerintah daerah yang masih bersifat instingtif dan minim basis data ilmiah. Padahal, pembangunan yang berbasis riset dan kajian akademik dinilai jauh lebih tepat sasaran serta berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Saddam Rassanjani, menilai langkah Fraksi Golkar merupakan terobosan penting yang jarang muncul dalam wacana kebijakan di Aceh.

“Usulan Fraksi Partai Golkar DPR Aceh untuk mengalokasikan 1 persen Dana Otsus bagi kegiatan riset dan pengembangan di Aceh adalah sebuah perhatian strategis yang sangat patut kita apresiasi,” ungkap Saddam saat dihubungi Nukilan.id, Senin (1/9/2025).

Menurut Saddam, gagasan itu bukan hanya soal angka, melainkan cermin dari kesadaran baru bahwa riset seharusnya menempati posisi sentral dalam pembangunan. Ia melihatnya sebagai koreksi terhadap pola lama yang masih menempatkan riset di pinggiran.

“Munculnya inisiasi ini mengindikasikan bahwa selama ini, riset masih dipandang hanya sebagai pelengkap, belum menjadi bagian inti dari pembangunan daerah,” sambung Saddam yang juga seorang akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala.

Dari sudut pandangnya, riset bukan sekadar kumpulan data, melainkan fondasi bagi arah pembangunan yang terukur. Ia menekankan, tanpa pijakan ilmiah, kebijakan mudah terjebak pada intuisi atau kepentingan sesaat.

“Padahal, jika kita merujuk pada prinsip evidence-based policy, kebijakan publik yang baik itu harus didasarkan pada bukti ilmiah yang dapat diverifikasi keabsahannya, sehingga keputusan yang nanti diambil oleh pemangku kebijakan dapat lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan,” jelas Saddam.

Lebih jauh, ia menilai alokasi khusus bagi riset akan membuka jalan bagi terciptanya ekosistem pengetahuan yang lebih kokoh. Bagi Saddam, hal ini bukan hanya investasi akademik, tetapi juga strategi untuk memperkuat daya saing Aceh dalam jangka panjang.

“Alokasi dana khusus yang diperuntukkan untuk riset ini nantinya akan membantu Pemerintah Aceh dalam membangun sebuah ekosistem pengetahuan yang kokoh, memperkuat daya saing, dan mengurangi risiko kebijakan yang tidak tepat,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: AKil

Wagub Aceh Buka Forum Bisnis HIPKA, Dorong Sinergi Ekonomi Syariah

0
Wagub Aceh Buka Forum Bisnis HIPKA, Dorong Sinergi Ekonomi Syariah. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, membuka secara resmi Forum Bisnis HIPKA Aceh yang berlangsung di Gedung Landmark BSI Aceh, Sabtu (30/8/2025). Forum ini mengusung tema “Upaya dan Antisipasi Dampak Signifikan Geoekonomi terhadap Keberadaan Ekonomi Syariah” dengan menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta pengurus pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA).

Selain forum bisnis, kegiatan juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus BPW HIPKA Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif HIPKA Aceh yang dinilainya mampu menghadirkan ruang strategis untuk memperkuat peran ekonomi syariah di tengah dinamika global.

Pada kesempatan itu, ia juga menitipkan pesan khusus kepada Ketua Umum BPP HIPKA, Kamrussamad, yang juga anggota DPR RI Komisi XI. Fadhlullah berharap agar Kamrussamad memperjuangkan perpanjangan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh. “Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Aceh masih sangat bergantung pada dana Otsus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadhlullah menekankan bahwa Pemerintah Aceh menaruh harapan besar kepada HIPKA agar terus bersinergi memanfaatkan potensi daerah. Bidang-bidang unggulan seperti pertanian, perikanan, energi terbarukan, hingga industri kreatif diyakini dapat menjadi penggerak utama. Dengan profesionalisme dan jejaring luas, HIPKA diharapkan mampu menjadi katalis menuju kemandirian ekonomi yang berkeadilan.

Forum Bisnis HIPKA Aceh ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan gagasan segar, strategi solutif, serta kerja sama lintas sektor untuk memperkuat pembangunan ekonomi Aceh yang inklusif, berkelanjutan, dan sesuai prinsip syariat Islam.

Polresta Banda Aceh Minta Damkar Siaga Antisipasi Demonstrasi

0
Surat dari Polresta Banda Aceh terkait pemberitahuan aksi demonstrasi. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mengeluarkan surat pemberitahuan terkait rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Aliansi Rakyat Aceh (ARA) pada Senin, 1 September 2025. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Kantor DPR Aceh, Jalan Tgk. H. M. Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Surat bernomor B/685/VIII/PAM.3.2/2025 yang ditandatangani Kapolresta Banda Aceh itu ditujukan kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banda Aceh. Dalam surat tersebut, polisi meminta agar Damkar menyiagakan satu unit armada di lokasi aksi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kerusuhan massa yang berimplikasi kontinjensi.

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka selanjutnya kami mohon kepada KA untuk dapat menyiagakan 1 unit damkar pada lokasi tersebut di atas dalam rangka antisipasi terjadinya rusuh massa yang berimplikasi kontinjensi,” demikian isi poin ketiga surat tersebut, dikutip Nukilan, Minggu (31/8/2025).

Surat tersebut diterbitkan dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2008 mengenai tata cara penyelenggaraan pelayanan, pengamanan, dan penanganan perkara penyampaian pendapat di muka umum.

Selain ditujukan kepada Kadis Damkar Banda Aceh, surat pemberitahuan itu juga ditembuskan kepada sejumlah pejabat Polda Aceh, yakni Irwasda, Karoops, Dirsamapta, Dansat Brimob, dan Kabidpropam. []

Reporter: Sammy

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Ciptakan Rasa Aman serta Tidak Mudah Terprovokasi

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana aman dan damai di Tanah Rencong, serta tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang berkembang. Menurutnya, rasa aman akan lahir bila semua pihak menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta adab yang telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal Aceh.

“Masyarakat Aceh sejak dahulu dikenal menjunjung tinggi adat dan adab. Kita punya filosofi ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’. Semua itu menegaskan pentingnya hidup tertib dan damai. Inilah yang perlu terus kita jaga,” ujar Marzuki Ali Basyah, Minggu, 31 Agustus 2025.

Abituren Akabri 1991 itu menambahkan, keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua pihak diminta agar tetap tenang dan jernih dalam menyikapi aksi-aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah daerah dan di Jakarta.

“Bila memang mengharuskan untuk melakukan aksi, lakukanlah dengan cara-cara yang baik dan saling menghormati, sehingga terhindar dari gesekan yang tidak perlu. Kita buktikan bahwa Aceh adalah Bumi Serambi Mekah yang tetap menjunjung tinggi etika dan adab,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak menyebarkan informasi yang justru memecah belah persaudaraan. Sebab, informasi yang beredar tanpa verifikasi dapat menjadi pemicu keresahan masyarakat.

“Mari semua masyarakat Aceh agar terus merawat kebersamaan, menolak segala bentuk provokasi, dan menjadikan Aceh sebagai contoh daerah yang damai, religius, serta beradab,” katanya lagi.

Di sisi lain, Kapolda berdarah Aceh itu juga mempertegas arahan dan penekanan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas, profesional, dan terukur terhadap aksi-aksi anarkis yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas, apalagi sampai merusak fasilitas negara.

“Kami berkomitmen, setiap langkah yang dilakukan di lapangan bersifat tegas dan profesional, serta sesuai dengan undang-Undang yang berlaku. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan melindungi keselamatan masyarakat, anggota, markas komando, dan asrama, serta fasilitas publik agar situasi tetap aman kondusif,” terangnya.

Polda Aceh juga menegaskan akan tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk menjaga kamtibmas, sekaligus mendukung upaya TNI-Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan.