Beranda blog Halaman 266

2 Hektar Lahan Terbakar di Kuta Cot Glie, Api Padam dalam Satu Jam

0
2 Hektar Lahan Terbakar di Kuta Cot Glie. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | JANTHO — Kebakaran melanda lahan seluas dua hektar di Gampong Peukan Tuha Pasar Lampakuk, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Senin (1/9/2025) dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.20 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Nara Setia, S.E., Ak., M.Si., membenarkan adanya kebakaran yang menghanguskan kebun milik warga tersebut. Namun, penyebab pasti insiden ini masih dalam tahap penyelidikan pihak berwajib.

”Alhamdulillah saat ini seluruh api di lokasi kebakaran sudah berhasil dipadamkan 100 persen pada pukul 01.15 WIB,” ujar Teuku Nara Setia, Senin malam.

Informasi dari Pusdalops BPBA menyebutkan, api berhasil dipadamkan setelah BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dari Pos Seulimeum ke lokasi kejadian.

Editor: Akil

Menteri HAM Tegaskan Komitmen Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat

0
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Menyusul pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto pada 31 Agustus 2025 yang merujuk pada dokumen HAM internasional tentang kebebasan berpendapat (ICCPR), Menteri Hak Asasi Manusia menyampaikan sejumlah poin penting sebagai perhatian publik.

Pertama, pernyataan Presiden menegaskan sikap negara yang memberi penghormatan seluas-luasnya terhadap hak asasi manusia, termasuk kebebasan berpendapat dan aspirasi masyarakat sebagaimana dijamin dalam Pasal 19 International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Negara juga menghormati hak berkumpul secara damai sebagaimana tercantum dalam Pasal 21 ICCPR.

Kedua, Menteri HAM menekankan bahwa pengaturan atas hak-hak tersebut dilakukan melalui undang-undang, untuk memastikan penghormatan terhadap hak, kebebasan, atau nama baik orang lain, serta menjaga keamanan nasional, ketertiban umum, dan keselamatan publik.

Pasal 20 ICCPR menegaskan: “segala propaganda perang dan segala tindakan yang menganjurkan kebencian atas dasar kebangsaan, ras atau agama yang merupakan hasutan untuk melakukan diskriminasi, permusuhan atau kekerasan harus dilarang oleh hukum”.

Karena itu, masyarakat diajak untuk menyampaikan aspirasi dengan damai tanpa melawan hukum, serta tetap berpegang pada prinsip-prinsip HAM.

Ketiga, Menteri HAM mengingatkan aparat agar penanganan aksi demonstrasi dilaksanakan dengan berpegang pada prinsip dan standar hak asasi manusia, serta menghindari penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use of force). Tindakan tegas sebagaimana disampaikan Presiden tetap harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan standar HAM internasional.

Keempat, Kementerian HAM membuka layanan pengaduan masyarakat terkait situasi dan dinamika di lapangan melalui call center 150145, yang dapat diakses setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB.

Kelima, Menteri HAM juga membentuk tim pemantauan untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia, khususnya terkait penanganan korban meninggal, luka-luka, maupun mereka yang ditangkap atau ditahan. Untuk korban yang saat ini ditahan, KemenHAM akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak kepolisian agar penanganannya sesuai prinsip dan standar HAM.

Keenam, Menteri HAM menyampaikan bahwa Presiden Prabowo tengah melakukan langkah-langkah transformasi bangsa menuju keadilan sosial dengan prinsip tahta untuk rakyat, harta untuk rakyat.

Program-program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis, Pengecekan Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Rumah untuk Rakyat, menjadi bagian dari upaya tersebut.

Masyarakat pun diajak untuk bahu-membahu, dengan semangat gotong royong dan persatuan, mendukung pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Akil

Pedagang Jajanan Ramaikan Aksi Demonstrasi di Depan DPRA

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ada saja momen unik yang terekam saat aksi demonstrasi berlangsung di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Senin (1/9/2025). Di tengah ribuan massa aksi, belasan pedagang jajanan justru ikut meramaikan suasana protes terhadap pemerintah.

Bukannya khawatir terjadi kerusuhan, para pedagang tampak sibuk menggelar dagangan selama unjuk rasa berlangsung.

Amatan Nukilan.id, lebih dari 10 pedagang membuka lapak di sekitar kerumunan massa, mulai dari penjual siomay, es krim, minuman dingin, hingga telur gulung.

Aksi demonstrasi sama sekali tidak membuat nyali pedagang ciut. Pemandangan ini kontras dengan sejumlah sekolah di Banda Aceh yang memilih menutup kegiatan belajar tatap muka dan mengalihkan pembelajaran ke rumah pada hari aksi.

Para pedagang justru enteng mendekati barisan pengunjuk rasa. Mereka hadir bahkan sebelum aksi dimulai pada pukul 14.00 WIB, memanfaatkan momentum ketika orasi mahasiswa berlangsung.

Beberapa di antaranya tampak lincah menawarkan dagangan langsung di tengah kerumunan.

Pedagang minuman dan es krim menjadi yang paling ramai diserbu. Di tengah teriknya cuaca Banda Aceh, dagangan mereka laris manis dibeli pengunjuk rasa. Beberapa warga yang sengaja datang menyaksikan jalannya demonstrasi pun turut mampir membeli jajanan.

Aksi yang dimotori mahasiswa dari berbagai kampus di Banda Aceh itu berlangsung dengan lantang. Mereka menyuarakan protes terhadap kebijakan pemerintah dan DPR RI yang dinilai tidak prorakyat, menuntut pengesahan undang-undang perampasan aset, menolak penambahan 5 batalyon di Aceh, serta mendesak pengusutan berbagai pelanggaran HAM, khususnya di Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Jumlah Penumpang Pesawat di Aceh pada Juli 2025 Tembus 40 Ribu Orang, Angkutan Laut Turun

0
Ilustrasi penerbangan. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan jumlah penumpang penerbangan di Aceh pada Juli 2025 mencapai 40.392 orang. Angka ini naik 18,42 persen dibandingkan bulan Juni 2025. Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut turun 18,99 persen menjadi 98.007 orang.

Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan kenaikan jumlah penumpang pesawat di Aceh didorong oleh meningkatnya penerbangan domestik maupun internasional.

“Jumlah penumpang penerbangan yang berangkat melalui bandara di Aceh pada Juli 2025 mencapai 40.392 orang. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, meski bila dibandingkan dengan Juli 2024 justru turun tipis sebesar 0,43 persen,” ujar Tasdik dalam laporan BPS terbaru, dikutip Nukilan, Senin (1/9/2025).

Berdasarkan catatan BPS, penumpang domestik yang berangkat tercatat 27.215 orang. Sebagian besar melalui Bandara Sultan Iskandar Muda sebanyak 25.907 penumpang, disusul Bandara Lasikin 640 orang, dan Bandara Malikussaleh 213 orang.

Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda mencapai 13.177 orang, naik 11,94 persen dibanding Juni 2025. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, lonjakannya bahkan mencapai 73,63 persen.

“Peningkatan penumpang internasional ini menunjukkan adanya tren positif. Namun, rute internasional dari Aceh masih terbatas. Diperlukan terobosan membuka rute potensial, misalnya tujuan Tanah Suci untuk ibadah umrah secara reguler, sehingga bisa mendorong aktivitas penerbangan internasional,” jelas Tasdik.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Juli 2025 tercatat 98.007 orang, turun 18,99 persen dibandingkan Juni 2025, dan merosot 13,91 persen dibandingkan Juli 2024. Pelabuhan Balohan, Sabang, menjadi pintu keberangkatan terbesar dengan 57.992 penumpang, disusul Uleelheu (27.494 orang), Sinabang (4.433 orang), dan Singkil–Pulau Banyak (3.278 orang).

Selain penumpang, BPS juga mencatat aktivitas muat barang pada pelayaran dalam negeri di Aceh mencapai 433.416 ton, naik 27,21 persen dibandingkan Juni 2025. Untuk pelayaran luar negeri, muat barang di Pelabuhan Meulaboh tercatat 1,03 juta ton, meningkat 13,84 persen dibanding bulan sebelumnya. []

Reporter: Sammy

Polda Aceh Imbau Masyarakat Tidak Sebarkan Informasi Provokatif Soal Demo

0
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia juga meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang bersifat provokatif, hoaks, maupun ujaran kebencian soal demo yang dapat memicu keresahan.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar. Bijaklah dalam bermedia sosial, jangan memposting atau membagikan konten terkait aksi demo, yang justru dapat memperkeruh suasana. Mari kita ciptakan kondisi yang damai dan kondusif,” ujar Kombes Joko, Senin, 1 September 2025.

Joko juga menegaskan, kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang, tetapi tetap harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, menyampaikan aspirasi tidak boleh dicederai dengan penyebaran isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Setiap aspirasi bisa disampaikan dengan cara yang santun dan sesuai aturan. Jangan sampai media sosial dijadikan ruang untuk menyebarkan narasi kebencian. Ingat, satu postingan yang salah bisa berdampak luas dan dapat memprovokasi situasi,” jelasnya.

Kata Joko, pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal jalannya aksi, tetapi tetap tegas terhadap siapa pun yang mencoba melakukan provokasi atau tindakan anarkis.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat. Menurutnya, demonstrasi seharusnya menjadi sarana untuk menyampaikan pikiran secara elegan, bukan ajang saling serang apalagi menimbulkan konflik horizontal.

“Polri akan selalu hadir untuk menjaga keamanan masyarakat. Namun, kami percaya masyarakat Aceh mampu menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Mari kita jaga bersama situasi agar tetap sejuk, aman, dan damai,” pungkasnya.

Hadir di Tengah Massa, Kapolda Aceh Tegas Ingatkan Pendemo Agar Tidak Anarkis

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah turun langsung ke tengah massa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRA. Kehadirannya itu untuk memastikan jalannya demonstrasi tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum, Senin, 1 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menyapa para peserta aksi dengan tenang dan penuh keakraban. Ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan sesuai aturan dan tidak berujung pada tindakan anarkis, apalagi sampai merusak fasilitas umum.

“Silakan sampaikan aspirasi dengan baik, itu hak setiap warga negara. Tapi jangan sampai anarkis atau tindakan yang merugikan orang lain, apalagi merusak fasilitas umum. Mari kita jaga Aceh agar tetap damai dan sejuk,” ujar Abituren Akabri 1991 itu.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah maupun aparat keamanan terbuka terhadap penyampaian pendapat selama dilakukan dengan cara yang bijak dan bermartabat.

Kehadiran Kapolda di tengah kerumunan massa disambut positif oleh banyak peserta aksi. Sebagian mengapresiasi sikapnya yang memilih hadir langsung, sehingga menciptakan suasana lebih tenang.

Kapolda juga mengingatkan bahwa kearifan lokal Aceh yang menjunjung tinggi adab dan musyawarah harus menjadi pedoman dalam menyampaikan aspirasi. “Budaya kita di Aceh adalah budaya yang santun, beradab, dan mengutamakan musyawarah. Mari kita tunjukkan itu dalam aksi ini,” tambahnya.

Aksi di depan DPRA berjalan tertib walaupun sempat ada sedikit gesekan. Namun, hal tersebut dapat langsung diatasi. Kapolda memastikan pihak keamanan tetap siaga, tetapi mengedepankan pendekatan persuasif agar situasi Aceh terus kondusif.

Neraca Perdagangan Luar Negeri Aceh pada Juli 2025 Capai 9,14 Juta Dolar AS

0

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Juli 2025 mengalami surplus sebesar 9,14 juta dolar AS. Surplus tersebut diperoleh dari nilai ekspor sebesar 61,35 juta dolar AS, sementara impor tercatat 52,22 juta dolar AS.

Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa surplus ini menunjukkan kinerja ekspor Aceh masih lebih tinggi dibandingkan impor meskipun nilai impor meningkat signifikan. “Pada Juli 2025, ekspor Aceh naik 25,95 persen dibandingkan Juni 2025, sementara impor meningkat lebih tajam yaitu 146,66 persen. Namun demikian, neraca perdagangan kita tetap mencatat surplus sebesar 9,14 juta dolar AS,” kata Tasdik, dikutip Nukilan dari laporan terbaru BPS Aceh, Senin (1/9/2025).

BPS merinci bahwa komoditas ekspor terbesar Aceh berasal dari kelompok bahan bakar mineral, terutama batubara, dengan nilai 39,20 juta dolar AS atau 70,16 persen dari total ekspor. Negara tujuan utama ekspor Aceh adalah India dengan nilai 44,40 juta dolar AS, disusul Thailand 8,04 juta dolar AS, dan Jepang 2,26 juta dolar AS.

Menurut sektor, ekspor tertinggi berasal dari hasil pertambangan senilai 39,34 juta dolar AS, diikuti industri pengolahan 14,55 juta dolar AS, serta pertanian 7,47 juta dolar AS.

“Dominasi ekspor kita masih ditopang oleh komoditas tambang, khususnya batubara. Namun, ada juga kontribusi dari kopi, rempah-rempah, serta produk kimia,” jelas Tasdik.

Sementara itu, impor Aceh selama Juli 2025 didominasi komoditas bahan bakar mineral atau gas senilai 48,68 juta dolar AS. Selain itu, Aceh juga mengimpor pupuk sebesar 2,71 juta dolar AS dan bahan kimia anorganik senilai 0,82 juta dolar AS. Negara pemasok utama impor Aceh pada bulan ini adalah Qatar dan Amerika Serikat, masing-masing sebesar 25,11 juta dolar AS dan 23,57 juta dolar AS, dengan komoditas utama berupa gas butana/propana.

Tasdik menambahkan, surplus yang dicapai Aceh meski impor meningkat tajam tetap menjadi sinyal positif. Surplus ini menandakan daya saing ekspor Aceh masih kuat, terutama di sektor batubara. Namun kata Tasdik perlu mendorong diversifikasi agar komoditas ekspor Aceh tidak hanya bergantung pada pertambangan.

Berdasarkan catatan BPS, ekspor Aceh melalui pelabuhan di wilayah provinsi sendiri mencapai 52,14 juta dolar AS atau 84,99 persen dari total ekspor. Sisanya diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, terutama Sumatera Utara dengan nilai 9,09 juta dolar AS.

Secara kumulatif, periode Januari hingga Juli 2025, nilai ekspor Aceh tercatat 375,18 juta dolar AS dengan impor 363,49 juta dolar AS. Dengan demikian, Aceh masih membukukan surplus perdagangan sebesar 11,69 juta dolar AS sepanjang tahun berjalan. []

Reporter: Sammy

Bupati Abdya Tunjuk Nur Afni Muliana sebagai Plt Kepala BKPSDM

0
Surat Perintah Pelaksana Tugas Bupati Abdya. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menunjuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Nur Afni Muliana, SPd, MM, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Abdya.

Penunjukan ini tertuang dalam Surat Perintah Pelaksana Tugas Bupati Aceh Barat Daya Nomor 875.1/845. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penugasan tambahan ini berlaku mulai 1 September 2025 hingga 1 Desember 2025.

Dikutip Nukilan dari surat tersebut, Nur Afni Muliana menggantikan Yusan Sulaidi yang sebelumnya menjabat Kepala BKPSDM Abdya dan kini memasuki masa pensiun. Dengan penunjukan ini, Nur Afni akan memimpin dua instansi sekaligus, yakni tetap sebagai Kepala DPMP4 Abdya dan Plt Kepala BKPSDM.

“Terhitung mulai tanggal 1 September 2025 sampai dengan 1 Desember 2025, selain menjabat Kepala DPMP4 Abdya, Nur Afni Muliana juga diberikan tugas tambahan sebagai Plt Kepala BKPSDM,” bunyi surat perintah yang ditandatangani Bupati Safaruddin.

Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa penugasan sebagai Plt Kepala BKPSDM akan berakhir dengan sendirinya apabila telah diangkat pejabat definitif. Dengan demikian, roda organisasi di BKPSDM Abdya dipastikan tetap berjalan sambil menunggu pejabat definitif ditetapkan. []

Reporter: Sammy

Massa Aksi Kibarkan Bendera One Piece dan Bulan Bintang di Depan Gedung DPRA

0
Massa aksi di depan gedung DPR Aceh, Banda Aceh, pada Senin 1 September 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (1/9/2025).

Pantauan Nukilan di lokasi, massa aksi mengibarkan sejumlah atribut, mulai dari bendera anime One Piece hingga bendera Aceh berlambang Bulan Bintang.

Aksi ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi nasional yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025 di berbagai daerah di Indonesia.

Para massa menuntut reformasi Dewan Perwakilan Rakyat, reformasi kepolisian, serta menolak kehadiran lima batalyon baru di Aceh.

Selain itu, massa juga mendesak pengusutan tuntas kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia khususnya di Aceh serta penyelesaian persoalan perusahaan pertambangan yang dinilai bermasalah.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan massa masih bertahan di depan gedung DPRA dan meminta diizinkan masuk ke dalam halaman gedung dewan. Aksi ini berjalan dengan pengawalan ketat dari polisi dan TNI.

Reporter: Rezi

Ribuan Massa Geruduk Gedung DPRA, Suarakan Reformasi Polri dan Tuntut Penegakan HAM

0
Ribuan massa yang menamakan diri Aliansi Rakyat Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (1/9/2025). (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan massa yang menamakan diri Aliansi Rakyat Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (1/9/2025). Aksi serentak ini juga berlangsung di sejumlah daerah lain sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas kondisi terkini di tanah air.

Pantauan Nukilan.id, peserta aksi yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa memulai pergerakan dari Stadion H. Dimurtala, Lampineung. Mereka menggelar longmarch menuju Gedung DPRA sambil membawa spanduk dan pengeras suara untuk menyuarakan tuntutan.

Dalam orasinya, massa mendesak adanya reformasi DPR dan Polri, menolak rencana penambahan lima batalyon di Aceh, menuntut pengusutan berbagai pelanggaran HAM, serta meminta aparat keamanan membebaskan peserta aksi yang ditangkap di sejumlah daerah.

Setibanya di Gedung DPR Aceh, massa sempat tertahan di gerbang utama. Dengan lantang mereka meneriakkan, “Buka, buka, buka,” sebagai desakan agar pintu gedung wakil rakyat itu dibuka.

Para orator juga berharap ada perwakilan anggota DPR Aceh yang bersedia menemui mereka. Meski penuh dengan teriakan tuntutan, aksi tersebut berlangsung tertib dan damai. Sementara itu, aparat keamanan tampak bersiaga penuh di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya unjuk rasa tetap kondusif. (XRQ)

Reporter: Akil