Beranda blog Halaman 265

Tangkal Radikalisme, FKUB Aceh Barat Gelar Dialog Kebangsaan

0
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh Barat menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema “Bersatu Dalam Perbedaan, Meneguhkan Kerukunan dan Menangkal Radikalisme” di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat, Selasa (2/9/2025). (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh Barat menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema “Bersatu Dalam Perbedaan, Meneguhkan Kerukunan dan Menangkal Radikalisme” di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat, Selasa (2/9/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan tokoh agama, akademisi, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Peserta yang hadir terdiri atas penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Aceh Barat.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, H Abrar Zym SAg MH, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keragaman suku, agama, dan budaya.

“Indonesia adalah negara yang besar dan majemuk. Tugas kita bersama adalah menjaga kebinekaan agar tetap menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Radikalisme dan paham intoleran harus kita tangkal sejak dini, demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan rukun,” ujar Abrar.

Dialog ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga harmoni dan kedamaian, baik di Aceh Barat maupun di Indonesia secara umum.

4.114 Wisatawan Mancanegara Kunjungi Aceh pada Juli 2025

0
Ilustrasi Kunjungan Wisman ke Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat sebanyak 4.114 wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Aceh pada Juli 2025. Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh tercatat 29,41 persen, naik dibandingkan bulan sebelumnya, meski masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu.

Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan tren kunjungan yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

“Jumlah wisman yang masuk ke Provinsi Aceh pada Juli 2025 tercatat sebanyak 4.114 orang. Sementara tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 29,41 persen, meningkat 4,95 persen poin dibanding Juni 2025, tetapi turun 15,39 persen poin bila dibandingkan Juli 2024,” kata Tasdik dalam laporan terbaru BPS Aceh, dilansir Nukilan, Selasa (2/9/2025).

Selain hotel berbintang, hotel nonbintang di Aceh mencatat tingkat penghunian kamar sebesar 18,73 persen pada Juli 2025. Kondisi ini menggambarkan bahwa aktivitas pariwisata di Aceh masih menghadapi tantangan dalam mengembalikan performa pascapandemi dan fluktuasi kunjungan wisatawan.

Tasdik menekankan pentingnya pengembangan destinasi wisata serta dukungan infrastruktur agar kunjungan wisatawan terus meningkat. Aceh memiliki potensi wisata bahari, budaya, dan religi yang besar.

“Data kunjungan ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat promosi dan memperbaiki layanan wisata,” ujarnya. []

Reporter: Sammy

Ketua DPR Aceh Tantang Massa Tambah Tuntutan Pisah dari Pusat

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Unjuk rasa besar di halaman gedung DPR Aceh (DPRA) pada Senin (1/9/2025) sore diwarnai pernyataan mengejutkan Ketua DPR Aceh, Zulfadli. Saat menerima pernyataan sikap dari massa, ia justru menantang pendemo untuk menambahkan tuntutan agar Aceh pisah dari pusat.

Zulfadli, yang akrab disapa Abang Samalanga, hadir bersama sejumlah anggota dewan serta Kapolda Aceh Brigjen Marzuki Ali Basyah untuk menemui massa aksi. Para pendemo sebelumnya berorasi dan menyerahkan tujuh poin tuntutan yang mereka minta diteken oleh pimpinan DPR Aceh.

Sebelum menandatangani dokumen tersebut, Zulfadli membacakan seluruh isi tuntutan. Massa kemudian mendesaknya untuk turut menyampaikan sikap terkait rencana pembangunan lima Batalyon Pembangunan di Aceh.

“Ataupun minta poin satu lagi, pisah aja Aceh dengan pusat. Kau tulis biar aku teken,” kata Zulfadli di hadapan massa.

Meski begitu, para pendemo tidak menambahkan poin tersebut. Akhirnya, Zulfadli tetap menandatangani pernyataan sikap yang disodorkan.

“Kami atas nama DPR Aceh bersama rakyat Aceh menolak lima batalion,” ujarnya sebelum meninggalkan lokasi.

Aksi unjuk rasa ini diikuti massa dari berbagai kalangan. Mereka membawa bendera bulan bintang dan menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari reformasi DPR RI dan DPRA hingga perombakan Polri.

“Kami menuntut reformasi total DPR RI dan DPR Aceh. Hapus budaya korup, perbaiki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Tolak wakil rakyat yang anti-demokrasi dan pro-oligarki,” tegas Koordinator Lapangan, Misbah, dalam orasinya. (XRQ)

Reporter: Akil

Riset Perguruan Tinggi di Aceh Masih Minim Terakomodasi dalam Kebijakan Pemerintah

0
Akademisi USK
Akademisi FISIP USK, Saddam Rassanjani. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Riset dinilai belum menjadi fondasi utama dalam proses perencanaan pembangunan di Aceh. Sejumlah kebijakan pemerintah daerah selama ini dianggap lebih banyak lahir dari insting ketimbang dari basis data dan kajian ilmiah.

Hal tersebut sebelumnya disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPR Aceh, Muhammad Rizky alias Adek. Ia menegaskan, pembangunan berbasis riset dan kajian akademik akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dibanding kebijakan yang hanya mengandalkan intuisi politik.

Menanggapi hal itu, peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Saddam Rassanjani, menyebut bahwa salah satu kendala mendasar terletak pada belum terbangunnya komunikasi yang efektif antara kalangan akademisi dan pembuat kebijakan.

“Salah satu penyebab mengapa riset perguruan tinggi di Aceh sejauh ini belum banyak terakomodasi dalam kebijakan pemerintah adalah adanya jarak komunikasi antara akademisi dan pembuat kebijakan,” kata Saddam saat dihubungi Nukilan.id, pada Senin (1/9/2025).

Menurut Saddam, kondisi tersebut membuat berbagai hasil penelitian tidak pernah keluar dari ruang akademik. Alih-alih menjadi rujukan dalam proses penyusunan kebijakan publik, riset hanya berhenti sebagai dokumen ilmiah yang dipublikasikan di jurnal atau disampaikan dalam seminar.

“Semua hasil penelitian berhenti sebatas menjadi publikasi di jurnal ilmiah atau seminar akademik tanpa adanya upaya penerjemahan menjadi sebuah produk rekomendasi kebijakan,” jelas Saddam yang juga merupakan akademisi FISIP USK.

Ia juga menyoroti bahwa tanggung jawab tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada pemerintah. Di sisi akademisi sendiri, masih ada kecenderungan riset dilakukan sekadar untuk memenuhi tuntutan administratif, bukan sebagai upaya serius menghasilkan rekomendasi yang berguna bagi masyarakat.

“Kesalahan di sisi akademisi tidak serius menghasilkan riset berbasis rekomendasi, hanya sekedar melepaskan tekanan beban administrasi semesteran. Sedangkan pemerintah mungkin belum peka terhadap kehadiran publikasi-publikasi yang berkualitas,” ujar Saddam.

Lebih jauh, Saddam memaparkan bahwa problem riset di Aceh juga bersumber dari cara pandang kedua belah pihak. Pemerintah kerap melihat riset sebagai beban tambahan anggaran, sementara perguruan tinggi belum mampu mengarahkan riset menjadi instrumen strategis dalam pembangunan daerah.

“Dari sisi pemerintah, riset akan menjadi beban biaya yang baru, namun sejatinya ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencegah adanya kebijakan yang asal-asalan,” katanya.

Sementara itu, perguruan tinggi pun menghadapi tantangan besar dalam memperkuat kapasitas peneliti. Menurut Saddam, sebagian penelitian justru diperlakukan sebatas aktivitas formal untuk mendapatkan insentif, bukan untuk menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Dari sisi perguruan tinggi, tantangannya tentu adalah kapasitas peneliti. Riset selama ini dipandang hanya sebagai insentif belaka, tidak ada relevansi kebijakan yang mampu dihasilkan,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya transparansi dan kompetensi agar riset tidak bergeser menjadi sekadar proyek baru. Tanpa langkah serius memperkuat kualitas penelitian, riset dikhawatirkan justru kehilangan esensi sebagai basis pengetahuan dalam pembangunan.

“Khawatirnya malah menjadi agenda proyek baru. Maka transparansi perlu dikedepankan. Kompetensi peneliti harus menjadi faktor utama,” tutup Saddam. (XRQ)

Reporter: Akil

Aceh Catat Inflasi 3,70 Persen pada Agustus 2025

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan inflasi year on year (y-on-y) di Aceh pada Agustus 2025 sebesar 3,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,81. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 5,20 persen, sedangkan terendah di Kota Banda Aceh dengan angka 2,34 persen.

Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan inflasi dipicu oleh kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,05 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 2,86 persen, kesehatan 2,37 persen, transportasi 0,38 persen, rekreasi dan budaya 2,04 persen, restoran 1,40 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik cukup tinggi sebesar 9,38 persen,” jelas Tasdik dalam laporan BPS Aceh, dikutip Nukilan, Selasa (2/9/2025).

Meski begitu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan harga. Di antaranya perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun 1,03 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,21 persen, informasi dan komunikasi 0,30 persen, serta pendidikan 0,38 persen.

BPS mencatat, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Aceh pada Agustus 2025 sebesar 0,78 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) tercatat 3,36 persen. Sejumlah komoditas utama yang memberi andil terbesar terhadap inflasi tahunan adalah beras, bawang merah, emas perhiasan, rokok kretek mesin, ikan dencis, daging ayam ras, ikan tongkol, tomat, minyak goreng, dan ikan bandeng.

“Beras menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,65 persen, disusul bawang merah 0,60 persen. Sementara di sisi lain, tarif air minum, cabai merah, bensin, dan biaya sekolah menengah justru memberikan sumbangan deflasi,” tambah Tasdik.

Di tingkat daerah, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah (5,20 persen), diikuti Kota Lhokseumawe (4,32 persen), Meulaboh (4,52 persen), dan Aceh Tamiang (3,98 persen). Adapun Kota Banda Aceh mencatat inflasi terendah 2,34 persen. []

Reporter: Sammy

NTP Aceh Turun 0,09 Persen pada Agustus 2025

0
Ilustrasi petani. (Foto: Pixabay)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Aceh pada Agustus 2025 tercatat sebesar 126,41 atau turun 0,09 persen dibandingkan Juli 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor peternakan, meskipun subsektor lain seperti hortikultura dan perikanan mengalami peningkatan.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa NTP merupakan indikator penting untuk melihat daya beli petani.

“Penurunan NTP Aceh pada Agustus 2025 dipicu oleh turunnya harga komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan pinang, serta melemahnya harga ternak besar. Sementara subsektor hortikultura justru meningkat cukup signifikan karena naiknya harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah,” kata Tasdik dalam laporan BPS, dirangkum Nukilan, Selasa (2/9/2025).

Berdasarkan data BPS, subsektor hortikultura mencatat kenaikan NTP hingga 8,53 persen, sedangkan tanaman pangan naik 2,40 persen. Sebaliknya, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 2,95 persen, dan peternakan turun 1,56 persen. Perikanan masih menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 1,61 persen, terutama dari perikanan tangkap yang naik 2,36 persen berkat meningkatnya harga ikan tongkol dan dencis.

Selain NTP, BPS juga mencatat inflasi perdesaan di Aceh pada Agustus 2025 sebesar 1,50 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi di wilayah Sumatera. Inflasi perdesaan tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,47 persen, dengan bawang merah menjadi komoditas utama penyumbang inflasi.

Tasdik menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli petani tetap terjaga. Inflasi perdesaan yang cukup tinggi perlu diwaspadai karena langsung memengaruhi biaya hidup rumah tangga petani. Pemerintah daerah dinilai perlu memberi perhatian khusus pada kestabilan harga pangan strategis.

Secara nasional, NTP Indonesia pada Agustus 2025 berada di angka 123,57 atau naik 0,76 persen dibanding bulan sebelumnya. Dari 38 provinsi, 26 provinsi mengalami kenaikan NTP, sementara 12 provinsi mengalami penurunan, termasuk Aceh. []

Reporter: Sammy

KONI Aceh Mulai Penjaringan Calon Ketua Umum, Tahapan Berlangsung hingga 20 September

0
Ketua penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum KONI Aceh periode 2025–2029, T Nasruddin Syah SH didampingi Darmawan selaku Wakil Ketua, dan Ir PP Andry Agung MM sebagai Sekretaris TPP memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (1/9/2025) sore. (Foto: HUMAS KONI Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh resmi membuka tahapan penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum periode 2025–2029. Proses ini dimulai pada 2 September hingga 20 September 2025 melalui Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang telah dibentuk.

Ketua TPP, Teuku Nasruddin Syah SH, menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting dalam menentukan arah kepemimpinan olahraga Aceh empat tahun mendatang.

“Tahapan ini kami buka dengan penuh tanggung jawab dan keterbukaan. Siapapun yang merasa mampu, memiliki visi, serta komitmen membangun olahraga Aceh, silakan mendaftarkan diri sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Teuku Nas dalam keterangannya, Senin (1/9/2025).

Ia didampingi oleh Darmawan selaku Wakil Ketua, serta Ir PP Andry Agung MM sebagai Sekretaris TPP.

Syarat Calon Ketua Umum

Sejalan dengan Anggaran Rumah Tangga KONI pasal 27, setiap calon Ketua Umum diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain memiliki kemampuan manajerial, kesediaan waktu, pemahaman mendalam terhadap aturan organisasi, serta berdomisili di Aceh.

Selain itu, calon tidak boleh merangkap jabatan di organisasi olahraga lain. Mereka juga wajib menyerahkan surat pernyataan kesediaan, riwayat hidup singkat, dan berkomitmen menyampaikan visi-misi di Musorprovlub KONI Aceh 2025.

Dukungan dari anggota juga menjadi syarat utama. Setiap bakal calon minimal harus mengantongi 30 persen surat dukungan dari KONI kabupaten/kota, serta 30 persen dari Pengprov cabang olahraga yang masih aktif.

“Ini penting agar calon yang maju benar-benar mendapat legitimasi dari anggota,” ujar Teuku Nas.

Ia menambahkan, dukungan tersebut hanya berlaku sepanjang masa penjaringan. “Dukungan itu hanya berlaku selama masa penjaringan, yaitu dari 2 hingga 20 September 2025. Atau sejak dimulainya tahapan penjaringan dan penyaringan, hingga ditutupnya pendaftaran. Jadi bukan yang dibuat sebelum atau sesudahnya,” tegasnya.

Jadwal Penjaringan

Lebih lanjut, Teuku Nas menjelaskan alur proses penjaringan. Pada 2–7 September, TPP menyiapkan berkas pendaftaran. Dilanjutkan pada 8–20 September untuk pengambilan dan pengembalian dokumen. Setelah itu, verifikasi dokumen bakal calon dilakukan pada 21–26 September.

Nama-nama yang lolos verifikasi nantinya akan diserahkan kepada pimpinan sidang Musorprovlub KONI Aceh 2025. “Sekretariat TPP berada di Kantor KONI Aceh, Jalan H Dimurthala Nomor 1, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh,” jelas Teuku Nas.

Duet Lama Kembali

Sebelumnya, rapat kerja KONI Aceh yang digelar di Aula Grand Permata Hati, Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (28/8/2025), memutuskan pelaksanaan Musorprovlub pada 27–28 September 2025.

Dalam rapat itu, pemilihan TPP berlangsung cukup alot hingga akhirnya menetapkan Teuku Nasruddin Syah, Andry Agung, dan Darmawan sebagai tim. Menariknya, ini bukan kali pertama Teuku Nas dan Andry berduet di TPP.

Pada Musorprov KONI Aceh 2022–2026, keduanya juga dipercaya mengemban tugas serupa. Saat itu, Teuku Nas menjabat Ketua TPP dan Andry sebagai Sekretaris. Kini, tiga tahun berselang, mereka kembali memegang posisi yang sama.

Kala itu, TPP juga diperkuat oleh Afzal SH, Azwar, Eriadi Agam, dan Dillah. Dari proses tersebut, H Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum KONI Aceh.

Produk Lokal Berdaya, TKDN Hulu Migas Aceh Lampaui Target Nasional

0
Ilustrasi sumur migas lepas pantai. (Foto: MNC Media)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Industri hulu migas di Aceh kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) berhasil mempertahankan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang melampaui target nasional. Hingga Juli 2025, realisasi komitmen TKDN gabungan barang dan jasa proyek hulu migas mencapai 69 persen, jauh di atas target minimum pemerintah sebesar 59 persen.

Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, menyebut capaian ini sebagai bukti konsistensi sektor hulu migas dalam mengutamakan produk dan jasa dalam negeri. Dari total kontrak pengadaan senilai US$ 21,09 juta atau sekitar Rp 326,96 miliar, mayoritas diserap melalui industri lokal.

“BPMA bersama seluruh KKKS terus berkomitmen mendorong tumbuhnya pelaku usaha nasional agar bisa berperan dalam rantai pasok hulu migas. Dengan begitu, kemandirian industri nasional semakin kuat,” ujar Edy, dikutip dari laman resmi BPMA.

Optimisme serupa juga disampaikan Kepala Divisi Pengelolaan Aset dan Rantai Suplai BPMA, Iskandar Muda. Ia memproyeksikan realisasi TKDN hingga akhir tahun 2025 dapat bertahan di level 64,55 persen, bahkan berpeluang lebih tinggi.

“TKDN bukan sekadar target angka. Ini komitmen nyata yang harus diwujudkan melalui realisasi di lapangan,” tegas Iskandar.

Sementara itu, Gunawan dari Bidang Penerapan dan Pengawasan Kapasitas Nasional BPMA menekankan pentingnya kesiapan industri lokal. Menurutnya, daya saing produk dalam negeri harus ditopang dengan kualitas, kapasitas produksi yang memadai, ketepatan waktu, dan harga yang bersaing.

“Jika semua faktor ini terpenuhi, produk lokal bukan hanya memenuhi kebutuhan nasional, tapi juga bisa bersaing di pasar global. Dampaknya akan nyata pada meningkatnya investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, dan penguatan kapasitas nasional,” pungkasnya.

Editor: Akil

BPBA Gelar Rapat Persiapan dan Workshop Simulasi Gunung Api Burni Telong

0
BPBA Gelar Rapat Persiapan dan Workshop Simulasi Gunung Api Burni Telong. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | REDELONG – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar Rapat Persiapan dan Workshop Simulasi Gunung Api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah pada 1–2 September 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA, Bobby Syahputra, SE, M.Si, mewakili Kepala Pelaksana BPBA. Turut hadir Sekretaris Daerah Bener Meriah, Asisten II Setda Bener Meriah, perwakilan Forkopimda, serta instansi terkait lainnya.

Rapat tersebut resmi dibuka oleh Bupati Bener Meriah yang diwakili Sekretaris Daerah, Armansyah, SE, M.Si. Dalam arahannya, Armansyah menjelaskan bahwa Bupati telah mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan tim komando waspada (level II) Gunung Api Burni Telong.

“Gunung api burni telong, pernah mengalami erupsi yaitu pada tahun 1837, 1939, 1856, 1919 dan terakhir 1924,” terang Arman.

Ia menekankan pentingnya kesiapan personel tim komando waspada, termasuk para camat di Kecamatan Wih Pesam, Bukit, dan Timang Gajah, serta reje setempat. Hal ini guna memastikan informasi dan rencana pelaksanaan simulasi tersampaikan dengan baik, agar masyarakat tidak panik dan situasi tetap kondusif.

Ketua Panitia Pelaksana, Teuku Izrialsyah, S.Sos, menyebutkan bahwa kegiatan ini didasarkan pada surat keputusan Kepala Pelaksana BPBA, dengan sumber anggaran dari DPA BPBA Tahun 2025.

“Rapat ini, diikuti 25 peserta yang terdiri dari Asisten II Setda Bener Meriah, perwakilan KODIM 0119 Bener Meriah, POLRES Bener Meriah, Batalyon 114 Satria Musara, BRIMOB Bener Meriah, PVMBG/PGA Bener Meriah, BPBD Bener Meriah, Perwakilan SKPK Bener Meriah, RAPI, PMI, SAR, Camat dari Wih Pesam, Bukit dan Timang Gajah dan Reje Kampung Lampahan Induk,” kata Izrialsyah.

Narasumber kegiatan berasal dari BPBA, BPBD Bener Meriah, serta PVMBG/PGA Burni Telong. Menurut Izrialsyah, rapat dan workshop ini merupakan bagian dari rangkaian simulasi Gunung Api Burni Telong yang telah diawali dengan koordinasi serta survei lapangan bersama instansi terkait.

“Adapun agenda selanjutnya dari rangkaian kegiatan ini adalah FGD, Pemantapan Pelaku, Gladi dan ditutup dengan Pelaksanaan Simulasi Gunung Api Burni Telong Bener Meriah,” jelasnya.

Sekda Bener Meriah, Armansyah, berharap kondisi gunung segera kembali normal. “Semoga status waspada gunung api burni telong segera turun kembali ke status normal bukan sebaliknya naik ke status siaga sehingga masyarakat Bener Meriah tetap tenang dalam melaksanakan aktivitas ekonominya,” tutupnya.

Menteri Bappenas Berikan Atensi Khusus untuk Pembangunan Aceh

0
Menteri Bappenas Prof. Dr. Rachmat Pambudy, M.S. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf Dirut PT PEMA,Mawardi Nur. (Foto: Humas PEMA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Rachmat Pambudy, M.S., memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan Aceh. Hal itu disampaikan usai pertemuan dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, di rumah dinas Menteri, Sabtu (30/8/2025).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis dan peluang investasi di Aceh. Beberapa di antaranya yakni pembangunan terowongan Geurute, penyebrangan Krueng Geukuh–Penang, optimalisasi waduk dan irigasi, serta wacana dana abadi bagi eks kombatan.

Menteri Bappenas menyambut baik usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa kunjungan kerja pertamanya sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas dilakukan ke Aceh sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat.

Momentum pertemuan itu juga diwarnai dengan sarapan pagi bersama yang mempererat komunikasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh, PT PEMA, dan pemerintah pusat.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menegaskan bahwa perusahaannya siap mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Bapak Menteri terhadap Aceh. PEMA ingin terus berkembang menjadi motor penggerak bagi ekonomi daerah sebagai PAD Aceh dan teciptanya lapangan kerja. Kami juga berharap dukungan penuh dari semua pihak, termasuk masyarakat, agar ikhtiar yg sedang di gagas bisa berhasil,” ujar Mawardi Nur.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi rakyat akan menjadi prioritas utama pemerintahannya, khususnya di wilayah pedesaan.

“Kita ingin Aceh tumbuh menjadi daerah yang maju, pengangguran berkurang, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen bersatu, mendukung setiap langkah pembangunan. Kami juga berharap perhatian dari Bapak Presiden, khususnya terkait pemberian lahan bagi eks kombatan, agar Aceh semakin maju dan sejahtera,” kata Muzakir Manaf.

Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Aceh bersama PT PEMA berkomitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.