Beranda blog Halaman 263

Inflasi Aceh Agustus 2025 Capai 0,78 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: RRi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat terjadinya inflasi sebesar 0,78 persen pada Agustus 2025. Angka tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan di lima daerah, yakni Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa inflasi menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum di masyarakat.

 Data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh mengalami peningkatan dari 109,95 pada Juli menjadi 110,81 pada Agustus 2025.

“Inflasi berarti adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum,” kata Tasdik dalam keterangannya kepada Nukilan.

Secara year-on-year atau tahunan, inflasi Aceh tercatat mencapai 3,70 persen. Sementara itu, inflasi year-to-date atau secara tahun kalender mencatat angka 3,36 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi pada Agustus lalu. Kelompok ini mengalami kenaikan harga hingga 2,12 persen dan memberikan andil sebesar 0,80 persen terhadap total inflasi.

Beberapa komoditas yang paling mempengaruhi inflasi bulanan antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras. Adapun untuk inflasi tahunan, komoditas yang paling berpengaruh adalah beras, bawang merah, emas perhiasan, rokok SKM, dan ikan dencis.

Inflasi terjadi di seluruh daerah pemantauan BPS dengan tingkatan yang berbeda-beda. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,40 persen sekaligus inflasi tahunan tertinggi mencapai 5,20 persen.

Di sisi lain, Kota Banda Aceh menjadi daerah dengan inflasi paling terkendali. Ibu kota provinsi ini mencatat inflasi bulanan terendah sebesar 0,40 persen dan inflasi tahunan terendah 2,34 persen.

Reporter: Rezi

Dua Siswa MAN IC Aceh Timur Lolos ke Semifinal OSN 2025 Bidang Fisika

0
Dua Sosok Siswa MAN IC Aceh Timur Lolos OSN. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | IDI – Kabar membanggakan kembali datang dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Aceh Timur. Dua siswa terbaiknya, Nejaddi Ahmad Iqbal (kelas XII) dan Nabila Raushan Ara (kelas XI), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan lolos ke babak semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Fisika.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, H Salamina, SAg MA, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas capaian yang diraih oleh Nejaddi Ahmad Iqbal dan Nabila Raushan Ara. Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa madrasah mampu mencetak generasi emas yang berdaya saing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional,” ungkap Kakankemenag Aceh Timur.

Prestasi itu diumumkan secara resmi usai pelaksanaan OSN tingkat provinsi yang berlangsung secara daring pada 19–21 Agustus 2025. Untuk peserta asal Aceh Timur, pelaksanaan terpusat di SMA Negeri 1 Idi, dengan hasil seleksi diumumkan pada Senin (1/9/2025).

“Pengumuman resmi lolos semifinal dirilis setelah pelaksanaan OSN Tingkat Provinsi yang berlangsung 19–21 Agustus 2025 secara daring. Untuk peserta asal Aceh Timur, kegiatan dipusatkan di SMA Negeri 1 Idi. Hasil seleksi diumumkan pada Senin, 01 September 2025,” ungkap Zulkarnain.

OSN sendiri merupakan ajang tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen. Kompetisi ini mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia dalam berbagai bidang sains, mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Ekonomi, hingga Geografi.

“OSN yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. Pada jenjang SMA/MA/SMK/MAK sederajat, OSN 2025 mempertandingkan berbagai bidang sains, mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Ekonomi, hingga Geografi,” jelas Kepala MAN IC.

Zulkarnain, Kepala MAN IC Aceh Timur, turut memberikan apresiasi khusus kepada dua siswanya yang berhasil menembus persaingan ketat hingga ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini adalah kebanggaan bagi keluarga besar MAN IC Aceh Timur. Semoga Nejaddi dan Nabila mampu memberikan yang terbaik di tingkat nasional dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar madrasah, tetapi juga diharapkan mampu memacu semangat seluruh siswa MAN IC Aceh Timur serta madrasah lain di Kabupaten Aceh Timur untuk terus berkembang, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Lebih dari itu, momentum ini menegaskan komitmen madrasah dalam mencetak generasi cendekia yang berdaya saing tinggi serta siap berkontribusi untuk bangsa.

Editor: AKil

Delapan Dekade Bakti Kemanusiaan: Mengenang Hari PMI, 3 September 1945

0
PMI
Palang Merah Indonesia. (Foto: PMI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setiap tanggal 3 September, Indonesia memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI). Tanggal ini mungkin tidak sepopuler Hari Kemerdekaan atau Hari Pahlawan, namun memiliki makna penting sebagai tonggak sejarah lahirnya sebuah organisasi kemanusiaan terbesar di Indonesia.

Peringatan ini merujuk pada instruksi bersejarah yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1945 untuk membentuk badan Palang Merah Nasional.

Latar Belakang dan Pembentukan

Dilansir Nukilan.id dari artikel Sejarah Palang Merah Indonesia, sebelum lahirnya PMI, upaya untuk mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Pada tahun 1932, tokoh-tokoh seperti Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan pernah mengajukan proposal pembentukan Palang Merah Indonesia. Namun, upaya tersebut ditolak oleh pemerintah kolonial.

Belanda saat itu sudah memiliki Nederlands Rode Kruis Afdeling in Nederlands-Indie (NERKAI), sebuah cabang Palang Merah Belanda di Hindia Belanda, yang hanya beranggotakan orang Belanda dan tidak terbuka untuk pribumi.

Situasi berubah drastis setelah proklamasi kemerdekaan. Dengan semangat kemerdekaan yang membara, kebutuhan akan organisasi Palang Merah yang sepenuhnya mandiri dan nasional menjadi sangat mendesak.

Pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno secara resmi mengeluarkan perintah kepada Menteri Kesehatan Dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk sebuah badan Palang Merah Nasional.

Perjalanan Menuju Pengakuan

Menindaklanjuti instruksi tersebut, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah “Panitia Lima” yang bertugas untuk mempersiapkan pendirian Palang Merah Indonesia. Panitia ini beranggotakan Dr. Buntaran Martoatmodjo, Dr. Bahder Djohan, Dr. Djuhana, Dr. Sitanala, dan Dr. Marzuki.

Hanya dalam waktu singkat, kerja panitia ini membuahkan hasil. Pada 17 September 1945, Palang Merah Indonesia (PMI) secara resmi didirikan.

Meskipun PMI berdiri pada 17 September, tanggal 3 September tetap diperingati sebagai Hari PMI karena tanggal ini menandai dimulainya inisiatif kenegaraan yang memprakarsai berdirinya PMI.

Pengakuan internasional untuk PMI datang lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1950, ketika PMI diterima sebagai anggota Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).

Peran Vital PMI Hari Ini

Sejak berdirinya, PMI telah menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam berbagai aksi kemanusiaan. Mulai dari membantu korban bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir, hingga memberikan layanan kesehatan, PMI selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu peran yang paling dikenal adalah pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) yang menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan darah nasional.

Selain itu, PMI secara aktif memberikan edukasi dan pelatihan tentang pertolongan pertama (P3K) kepada masyarakat, serta membina para relawan yang bekerja tanpa pamrih.

Peran para relawan ini sangat vital, terutama saat terjadi bencana, di mana mereka menjadi ujung tombak bantuan kemanusiaan.

Peringatan Hari PMI setiap 3 September menjadi momen untuk merefleksikan kembali semangat kemanusiaan yang menjadi landasan PMI. Hari ini adalah pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu sesama, sejalan dengan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah: kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

Reporter: Akil

Ketua PT Banda Aceh: PP Punya Peran Vital Dukung Kelancaran Persidangan

0
Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Nursyam saat melantik empat orang Panitera Pengganti di PT Banda Aceh, Senin (1/9/2025). (Foto: Dok. PT Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh, Nursyam, menegaskan peran Panitera Pengganti (PP) sangat penting dalam mendukung kelancaran proses persidangan. Menurutnya, tugas PP tidak hanya terbatas pada pembuatan berita acara persidangan maupun minutasi.

“Tidak cukup hanya itu saja, tetapi banyak hal lain lagi yang perlu dikerjakan, misalnya yang terkait dengan Program Sertifikasi Mutu Pengadilan Unggul dan Tangguh (AMPUH),” ujar Nursyam saat melantik empat orang Panitera Pengganti di PT Banda Aceh, Senin (1/9/2025).

Panitera pengganti merupakan pegawai pengadilan yang bertugas membantu majelis hakim dalam menjalankan persidangan. Mereka mencatat jalannya persidangan, membuat berita acara, membantu proses minutasi, hingga melaporkan kegiatan persidangan kepada panitera muda terkait.

“Perannya sangat vital dalam mendukung kelancaran pelaksanaan persidangan di semua tingkatan peradilan,” lanjut Ketua PT Banda Aceh.

Ia menjelaskan, program AMPUH yang digagas Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga integritas pengadilan tinggi dan pengadilan negeri di seluruh Indonesia.

Dengan bertambahnya empat Panitera Pengganti baru, Nursyam berharap kinerja PT Banda Aceh semakin optimal.

“Kita sedang berjuang mendapatkan status zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI WBK). Saya berharap, pada tahun ini PT BNA akan memperoleh predikat ZI WBK,” tutupnya.

Cakrawala Muda Aceh Gelar LDKS di Aceh Timur, Angkat Isu Pendidikan Pelosok

0
iwan rismadi
Anggota Cakrawala Muda Aceh, Iwan Rismadi, sedang menyampaikan sejumlah materi dasar kepemimpinan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | IDI – Organisasi kepemudaan Cakrawala Muda Aceh bekerja sama dengan Rusty Academic menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Pondok Pesantren Bustanul Izzah, Aceh Timur, Sabtu (30/8/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Ahmad Jaden dan Iwan Rismadi sebagai pemateri. Sedangkan peserta LDKS kali ini terdiri dari siswa PKBM Rusty Academic serta santri dan santriwati Pondok Pesantren Bustanul Izzah.

Dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Rabu (3/9/2025), Iwan Rismadi menjelaskan bahwa dalam forum tersebut mereka menyampaikan sejumlah materi dasar kepemimpinan yang langsung dipraktikkan bersama para peserta.

Menurut Iwan, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian bagi dunia pendidikan, terutama di daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian pemerintah.

“Sebagai anggota Cakrawala Muda Aceh, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kami terhadap pendidikan di Aceh, khususnya di daerah pelosok yang masih kurang mendapat perhatian dari dinas pendidikan,” sebutnya.

Selain berbagi ilmu kepemimpinan, Iwan yang juga anggota Cakrawala Muda Aceh turut menyoroti kondisi pendidikan di pelosok Aceh yang menurutnya masih jauh dari harapan.

“Kami mengingatkan pemerintah agar Dinas Pendidikan Aceh lebih memperhatikan generasi muda di pelosok. Kami juga berharap para pemangku kepentingan melihat langsung kondisi pendidikan di Aceh yang masih sangat memprihatinkan,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: AKil

Bupati Al-Farlaky dan Forkopimda Aceh Timur Hadiri Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-80

0
Bupati Al-Farlaky dan Forkopimda Aceh Timur Hadiri Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-80. (Foto: Humas Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.S.I bersama Wakil Bupati T. Zainal Abidin, S.Pd, M.H menghadiri peringatan Hari Lahir Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur ke-80, Selasa (2/9/2025) kemarin. Peringatan yang berlangsung sederhana itu dipusatkan di Kantor Kejari Aceh Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar momentum peringatan ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran kejaksaan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kami mengucapkan selamat Hari Lahir Kejaksaan yang ke-80. Semoga terbangun sinergitas yang lebih baik menuju penegakan hukum dan pembangunan di Kabupaten Aceh Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersamaan antar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi landasan penting dalam menjaga kondusivitas daerah di tengah dinamika nasional.

Sementara itu, Kepala Kejari Aceh Timur, Dr. Lukman Hakim, S.H, M.Ah, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan pemerintah daerah dan Forkopimda.

“Kami sudah merasakan sinergitas yang luar biasa di Aceh Timur. Kami tidak dapat bekerja sendiri, butuh dukungan semua pihak. Dan saya yakin Bupati dapat memberikan dukungan lebih baik lagi, khususnya dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Editor: AKil

Pemkab Aceh Barat Minta Tambang Emas di Sungai Woyla Dihentikan Sementara

0
Bupati Aceh Barat Tarmizi. (Foto: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat meminta PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) untuk menghentikan sementara kegiatan penambangan emas di aliran Sungai Woyla, Kecamatan Woyla Timur. Penghentian ini diminta dilakukan hingga perusahaan memperoleh rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera-I.

“Sebelum adanya rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-I, kami minta agar penambangan emas di aliran sungai agar dihentikan,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, Selasa (2/9/2025).

Menurut Tarmizi, langkah tersebut diperlukan agar perusahaan mematuhi aturan pemerintah dalam pemanfaatan aliran sungai untuk aktivitas tambang. Ia menegaskan bahwa penghentian sementara ini juga menjadi bagian dari upaya melindungi investasi dan investor di Aceh Barat, sehingga iklim usaha tetap kondusif.

Rekomendasi teknis (rekomtek) dari BWS Sumatera-I menjadi syarat penting dalam aktivitas pertambangan di sungai. Dokumen tersebut berfungsi memastikan kegiatan tambang dilakukan secara berkelanjutan, tidak merusak lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat dan infrastruktur di sekitar sungai.

Dengan adanya rekomtek, Pemkab Aceh Barat berharap kegiatan tambang di Sungai Woyla dapat berjalan lebih terstruktur dan terkendali, sekaligus menekan potensi kerusakan lingkungan.

“Jadi, sebelum ada rekomtek, kami minta tidak ada aktivitas. Jika tetap dilanjutkan (tanpa rekomtek) akan kami hentikan,” tegas Tarmizi.

Selain ditujukan kepada perusahaan, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil langkah sendiri dalam menyikapi aktivitas penambangan. Ia menekankan, tindakan main hakim sendiri justru berisiko menimbulkan persoalan hukum.

“Masyarakat jangan ambil tindakan (makin hakim sendiri), sekarang informasi yang saya dapat, bupati saja dilapor polisi, apalagi masyarakat,” ujar Tarmizi.

Editor: Akil

Bupati Aceh Besar Minta Percepatan Lahan SPAM Regional

0
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris memimpin Rakor Rencana Tahap Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan SPAM Regional Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh di Ruang Rapat Kadis Perkim Aceh, Gedung Utama Dinas Perkim Aceh, Selasa (2/9/2025). (FOTO: MC ACEH BESAR)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, menegaskan pentingnya percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Aceh Besar–Banda Aceh. Hal itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi di Gedung Utama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Selasa (2/9/2025).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati ini dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan, AP, Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar, SP, Kadis PUPR Aceh Besar Syahrial Amanullah, ST, Plt Kepala Pertanahan Aceh Besar Rahmadaniaty, S.Sos., MM, serta Kepala BPN Aceh Besar Dr. Ramlan, SH., MH. Camat Leupung bersama para mukim dan keuchik setempat juga ikut hadir.

Dalam arahannya, Muharram menekankan agar persoalan lahan segera dituntaskan demi kelancaran proyek vital tersebut. Ia juga menyoroti penamaan proyek yang menurutnya harus disesuaikan dengan lokasi pembangunan.

“Pembangunan SPAM ini berada di Aceh Besar, maka penamaannya harus jelas, yaitu SPAM Regional Aceh Besar-Banda Aceh, bukan sebaliknya. Ini soal marwah daerah. Nama itu harus segera diubah agar sesuai dengan letak pembangunan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan semakin terbatas. Jika pembebasan lahan tidak segera dilakukan, dana yang sudah dialokasikan berpotensi dialihkan.

“Saya tidak ingin karena kelalaian kita, dana yang sudah dianggarkan justru hilang begitu saja. Waktu kita sangat sempit, maka pembebasan lahan ini harus segera dilakukan. Jangan ditunda-tunda lagi,” ujarnya.

Muharram juga meminta camat, mukim, dan para keuchik untuk proaktif melakukan sosialisasi. Menurutnya, masyarakat perlu diyakinkan bahwa pembangunan SPAM adalah kepentingan bersama.

“Saya minta kepada camat dan keuchik, pulang dari rapat ini langsung temui warga. Sampaikan bahwa pembebasan lahan ini untuk kepentingan kita semua. Air bersih adalah kebutuhan dasar, maka kita harus bekerja sama agar proyek ini berjalan lancar,” tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pembangunan waduk sebagai penampungan air. Selama ini, kata dia, air dari pegunungan Aceh Besar banyak terbuang ke laut.

“Hari ini air dari pegunungan langsung mengalir ke laut, itu mubazir. Kalau kita punya waduk, air bisa ditampung dan dimanfaatkan masyarakat. Ini akan menjadi tambahan manfaat bagi keberlangsungan kebutuhan air bersih kita,” jelasnya.

Mengenai lahan pertanian yang terdampak, Bupati memastikan adanya solusi yang adil.

“Terkait lahan LP2B, kita sudah ada solusi. Lahan yang terkena dampak akan diganti dengan lahan baru. Pergantian lahan dilakukan oleh Perkim Aceh, sementara pencarian lokasi pengganti akan dibantu oleh Pemkab Aceh Besar, tetapi biayanya tetap ditanggung Perkim. Jadi tidak ada yang dirugikan,” tegas Muharram.

Proses Pengadaan Sejak 2022

Kepala Dinas Perkim Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa proses pengadaan tanah SPAM Regional sudah dimulai sejak 2022. Penetapan lokasi dilakukan pada 2023, namun sempat terhenti pada 2024 karena pemerintah fokus pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh.

“Memasuki tahun 2025 ini, kita kembali melanjutkan proses pembebasan lahan. Luas tanah yang dibutuhkan berkisar di bawah 5 hektar dengan total 109 bidang. Rinciannya, 83 bidang di Gampong Meunasah Masjid, 22 bidang di Gampong Meunasah Bak U, 4 bidang di Gampong Dayah Mamplam, serta 10 bidang lainnya yang termasuk alur sungai,” kata Aznal.

Ia menegaskan bahwa proses tersebut merujuk pada regulasi yang berlaku, termasuk PP Nomor 39 Tahun 2023 dan Perpres 148 Tahun 2015.

Menurut Aznal, SPAM Regional Aceh Besar–Banda Aceh menjadi salah satu proyek prioritas mengingat kebutuhan air bersih di dua wilayah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Dukungan Warga dan Kehati-hatian Legalitas

Asisten I Sekdakab Aceh Besar, Farhan, AP, menambahkan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung rencana ini. Namun, ia mengingatkan perlunya kehati-hatian terkait status tanah.

“Secara umum, masyarakat setuju dan mendukung pembangunan SPAM ini. Tetapi saat pembebasan lahan nanti, harus diperhatikan status tanah, apakah itu tanah kasesa, tanah wakaf, atau tanah pribadi. Jangan sampai tanah wakaf atau kasesa berubah status menjadi tanah pribadi, karena itu akan menimbulkan masalah hukum. Kita harus hati-hati dan transparan,” ungkap Farhan.

Dengan adanya komitmen bersama ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap pembangunan SPAM Regional dapat segera terealisasi sehingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat Aceh Besar dan Banda Aceh semakin terpenuhi.

Editor: Akil

Aceh Film Festival 2025 Hadirkan 3.000 Film dari 120 Negara

0
Ilustrasi - Banner Aceh Film Festival 2025 (Foto: ANTARA/HO/AFF)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aceh Film Festival (AFF) 2025 resmi digelar di Banda Aceh dengan menghadirkan program-program menarik, termasuk kompetisi film pendek internasional yang mencatat lebih dari 3.000 film submisi dari 120 negara.

“Kita hadirkan kompetisi film pendek internasional dengan lebih dari tiga ribu film submisi dari 120 negara,” kata Direktur AFF Jamaluddin Phonna di Banda Aceh, Selasa (2/9/2025).

Festival bertajuk “Stratagem” atau siasat/strategi ini berlangsung pada 2–6 September 2025 di Theater Library dan Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Tema tersebut, kata Jamaluddin, diangkat sebagai refleksi perjuangan para pelaku seni dan budaya di Aceh, Asia, hingga dunia dalam bertahan dan berkarya di tengah keterbatasan infrastruktur serta ruang ekspresi.

Selain kompetisi internasional, AFF 2025 juga memutar film dokumenter pemenang Oscar berjudul No Other Land, menghadirkan program arsip nostalgia, serta forum komunitas film dari seluruh Aceh.

“Maka, juga dihadirkan Program Aflamu, yaitu khusus film-film dari Timur Tengah yang menyoroti kedekatan budaya dan pengalaman konflik dengan Aceh,” ujar Jamaluddin.

Ia menambahkan, pemilihan tema “Stratagem” menegaskan bagaimana seniman di Aceh dan berbagai belahan dunia selalu dipaksa menemukan strategi untuk berkarya di tengah keterbatasan dana, fasilitas, maupun kebijakan.

Tidak hanya menampilkan film internasional, AFF juga membumi melalui Program Gampong Film (layar tancap di desa-desa) serta kolaborasi dengan perupa muda Aceh dalam merancang artwork festival.

“AFF bukan hanya ruang menonton, tetapi laboratorium sosial dan budaya. Kami berharap festival ini menjadi stimulan agar Aceh memiliki ruang menonton yang representatif, sekaligus memperkuat ekosistem perfilman lokal,” kata Jamaluddin.

Sementara itu, Direktur Program AFF Adli menyebut kehadiran film-film dari Timur Tengah diharapkan mampu memperluas perspektif penonton di Aceh.

“Kami ingin sineas Aceh belajar dari pengalaman dan gaya penceritaan kawan-kawan di Timur Tengah. Ada banyak kesamaan nilai budaya dan sejarah yang bisa menjadi cermin sekaligus inspirasi,” ujar Adli.

Sebagai informasi, AFF pertama kali diinisiasi oleh Komunitas Aceh Dokumenter pada 2015. Sejak itu, festival ini menjadi ruang alternatif bagi masyarakat Aceh untuk mengakses film, berdiskusi, dan membangun jejaring kebudayaan.

Editor: Akil

Dinas Pengairan Aceh Gelar Rapat Evaluasi Bulanan Capaian Realisasi Anggaran

0
Dinas Pengairan Aceh Gelar Rapat Evaluasi Bulanan Capaian Realisasi Anggaran. (Foto: Dinas Pengairan Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Dinas Pengairan Aceh menggelar Rapat Evaluasi Bulanan terkait capaian realisasi anggaran yang diikuti oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di lingkungan Dinas Pengairan Aceh.

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 3 September 2025, dengan tujuan untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program dan memastikan serapan anggaran berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Melalui rapat ini, diharapkan seluruh jajaran dapat memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan di masing-masing bidang.