Beranda blog Halaman 263

Kemenhut Kerahkan Puluhan Alat Berat Percepat Pemulihan Pascabanjir di Aceh

0
Puluhan alat berat dan ratusan personel untuk mempercepat penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Foto: Kemenhut)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Koordinator Wilayah Aceh mengerahkan puluhan alat berat dan ratusan personel untuk mempercepat penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Informasi tersebut dilansir Nukilan.id dari SIARAN PERS Nomor: SP.391/HUMAS/PPIP/HMS.3/12/2025 yang dikeluarkan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Krisdianto, pada 20 Desember 2025.

Dalam keterangannya, langkah Kemenhut tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan lingkungan serta membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Upaya ini terutama difokuskan pada pembersihan tumpukan kayu dan material sisa banjir yang menghambat aktivitas warga dan aliran sungai.

Aceh: Tamiang dan Aceh Utara

Di Provinsi Aceh, Kemenhut menyiapkan 14 unit excavator, masing-masing 7 unit untuk Kabupaten Aceh Tamiang dan 7 unit untuk Kabupaten Aceh Utara. Berdasarkan laporan lapangan per 19 Desember 2025, dua unit telah tersedia sementara lima unit lainnya masih dalam proses sewa.

Pada Sabtu, 20 Desember 2025, dua unit alat berat bergerak dari Medan menuju Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dan diperkirakan tiba siang hari. Empat unit tambahan menyusul pada sore hari. Dengan demikian, pada Minggu, 21 Desember 2025, enam unit excavator dapat bekerja optimal di Aceh Tamiang.

Selain itu, di lokasi Pesantren Darul Mukhlisin, Kecamatan Karang Baru, telah tersedia dua unit alat berat dari BPJN yang turut membantu pembersihan, didukung 30 unit dump truck untuk pengangkutan material sisa banjir.

Dari sisi personel, Kemenhut mengerahkan 50 pegawai di Aceh Tamiang dan 40 pegawai di Aceh Utara, yang akan diperkuat oleh BPBD dan instansi terkait. Personel berasal dari BBTNGL, Gakkum Wilayah Sumatera, BKSDA Aceh, BPHL Wilayah I Aceh, BPKH Wilayah XVIII, Manggala Agni, DLHK Aceh, serta mitra lainnya.

Sementara itu di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, satu unit alat berat diberangkatkan dari Medan dan diperkirakan tiba malam hari, disusul tiga unit lainnya dari wilayah sekitar Aceh Utara pada sore hari. Seluruh alat berat tersebut dijadwalkan mulai bekerja Minggu, 21 Desember 2025.

Sumatera Utara: Tapanuli Selatan

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, penanganan dilakukan pada 20–21 Desember 2025 dengan penyediaan 5 unit excavator untuk membersihkan sisa kayu di permukiman warga.

Selain itu, Kemenhut mengerahkan 1 unit pemadam kebakaran, 100 personel dari BBKSDA Sumut, BTN Batang Gadis, dan Balai Pengendalian Kebakaran Sumut untuk pembersihan lumpur dan kayu di rumah-rumah warga, serta 3 unit dump truck guna mengangkut material sisa banjir ke lokasi pembuangan di luar area terdampak.

Untuk pengamanan infrastruktur sungai, dikerahkan 9 unit excavator dan 4 unit excavator capit untuk mempertebal banwall di sekitar jembatan belly Sungai Garoga dan membersihkan kayu sisa banjir. Kementerian/Dinas PU bersama TNI juga melakukan pengaturan pembangunan jembatan belly di alur baru Sungai Garoga.

Sumatera Barat: Pantai Padang dan Agam

Di Sumatera Barat, Kemenhut melakukan pembersihan kayu di Pantai Padang dan Kabupaten Agam. Disiapkan 7 unit excavator (lima unit tersedia, dua unit dalam proses sewa per 19 Desember 2025) serta 10 unit dump truck.

Sebanyak 250 personel dikerahkan dari unsur Kemenhut (tiga peleton damkar dan UPT lainnya), Polri, dan TNI untuk mendukung pembersihan di Pantai Padang. Selain itu, Kemenhut juga menyediakan tenaga kesehatan di Kabupaten Agam sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak.

Pemantauan Berkelanjutan

UPT Kemenhut Koordinator Wilayah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan lapangan dan pembaruan informasi sesuai perkembangan penanganan bencana di masing-masing wilayah, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascabencana serta menjaga fungsi lingkungan secara berkelanjutan. (XRQ)

Reporter: AKIL

Pemuda Kuta Cot Glie Antar Bantuan Besar ke Wilayah Terisolasi Langkahan

0
Pemuda Kuta Cot Glie Antar Bantuan Besar ke Wilayah Terisolasi Langkahan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO — Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kuta Cot Glie (IPPERMATA) Aceh Besar berhasil menembus jalur jembatan Teupin Reudeup–Awee Geutah guna menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan pada Sabtu, 20 Desember 2025, dengan total distribusi mencapai 5 ton beras, 2,5 ton sembako, serta pakaian layak pakai, yang disalurkan ke 17 titik lokasi terdampak bencana di wilayah Langkahan.

Rombongan IPPERMATA turut didampingi oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Naisabur. Dukungan juga datang dari anggota DPRA Hasballah, SAg., DPRK Aceh Besar Dahlan, H. Khairuddin, SE., serta bantuan bahan bakar solar dari PT Petro Dimensi Niaga.

Ketua IPPERMATA yang juga Koordinator Aksi, Muhammad Safir, kepada Nukilan.id menjelaskan bahwa seluruh bantuan berasal dari partisipasi masyarakat Kuta Cot Glie. Proses penggalangan dilakukan langsung oleh pemuda dan mahasiswa dengan mendatangi gampong-gampong, dibantu para keuchik serta penggalangan dana di jalan-jalan dalam wilayah Kecamatan Kuta Cot Glie.

“Bantuan yang disalurkan berupa 5 ton beras, 2.5 ton sembako, pempes bayi, mie instan, asam sunti, air mineral, obat-obatan dan lain-lain, dengan total nilai sekitar Rp. 100 juta,” katanya.

Selain bantuan logistik, IPPERMATA juga menghadirkan tim medis dari Puskesmas Kuta Cot Glie yang terdiri dari pemuda IPPERMATA guna membantu keluhan kesehatan masyarakat terdampak. Dukungan dan harapan agar bantuan tersalurkan dengan baik juga disampaikan oleh Forum Keuchik Azmi serta Camat Kuta Cot Glie Mulyono, SE.

Hampir seluruh titik bencana berhasil dijangkau para relawan, di bawah komando Safir, dengan pendampingan dari Kapolsek Paya Bakong, Ipda Irvan, personel Bhabinkamtibmas, serta tim.

Adapun wilayah yang menerima bantuan meliputi Gampong Matang Tengoh Selatan, Gampong Alue Krak Kaye, Gampong Meunasah Blang, Dusun Tanjong Bale Gampong Tanjong Dalam Selatan, Dusun Pante Ara Gampong Tanjong Dalam Selatan, Dusun Tanjong Selamat Gampong Tanjong Dalam Selatan, Dusun Pante Reusep Gampong Geudumbak, Dusun Kudai Gampong Geudumbak, Gampong Langkahan, Gampong Rumoh Rayeuk, dan Bantayan.

Safir menyampaikan rasa haru atas kerja keras para relawan muda yang terlibat.

“Kami sudah tidak ada lagi tempat tinggal semua habis di bawa arus,” kata Keuchik Gampong Geudumbak Kecamatan Langkahan Aceh Utara dengan linangan air mata saat menerima bantuan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tingkat kerusakan di Langkahan sangat parah, khususnya di Desa Geudumbak, di mana hampir seluruh rumah warga dilaporkan rata dengan tanah. (XRQ)

Reporter: Akil

Dinkes Aceh Catat Lonjakan ISPA dan Diare di Kalangan Pengungsi Bencana

0
Banjir yang melanda Aceh Tamiang. (Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mengungkapkan ribuan warga yang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor mulai mengalami gangguan kesehatan. Penyakit yang paling banyak diderita pengungsi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga flu.

Bencana banjir dan longsor dilaporkan memaksa sekitar 382 ribu warga Aceh mengungsi karena rumah mereka terdampak. Kondisi pengungsian yang padat dinilai menjadi faktor meningkatnya risiko penularan penyakit.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyebutkan jumlah kasus ISPA di kalangan pengungsi hampir mencapai 10 ribu kasus yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Selain itu, tercatat 1.376 kasus diare dan 1.336 kasus flu.

“Campak kita baru mendapatkan 9 kasus, dan ini yang kita khawatir kalau dia tinggal di barak, itu bisa menjadi penularan ke tempat lain,” kata Ferdiyus dalam konferensi pers, Jumat (19/12/2025).

Untuk mencegah penularan lebih luas, Ferdiyus telah menginstruksikan tenaga medis di posko kesehatan Dinkes kabupaten/kota agar pengungsi yang terdiagnosis suspek campak segera dipindahkan ke lokasi pengungsian yang lebih kecil. Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan penularan bisa dilokalisasi.

Tim medis disebut telah melakukan lokalisasi terhadap kasus campak sehingga tidak menyebar ke pengungsi lain. Dinkes Aceh juga menyiapkan tenaga surveilans guna mengantisipasi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

Selain penanganan penyakit, Dinkes Aceh terus menyalurkan obat-obatan ke daerah yang membutuhkan serta mengirimkan tenaga medis ke wilayah terdampak bencana.

“Situasi sekarang penyakit yang mungkin potensial, bukan KLB untuk mengantisipasi kita sudah menyiapkan tenaga surveilance itu yang kita takutkan yang paling banyak di pengungsian itu 3 (penyakit) ispa, gatal-gatal dan diare,” ujar Ferdiyus.

Pasokan BBM ke Wilayah Terdampak Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah Dipercepat Lewat Jalur Udara

0
Pertamina Patra Niaga kirim BBM ke SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah melalui distribusi udara. (Foto: Dok istimewa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Pertamina Patra Niaga mempercepat pemulihan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Aceh. Distribusi dilakukan melalui skema darurat dengan memanfaatkan jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor, menyusul terbatasnya akses darat akibat bencana.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penyaluran BBM dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi cuaca.

“Skema ini kami jalankan sejak 13 Desember 2025 untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan operasional penanganan bencana tetap terpenuhi hingga situasi benar-benar membaik,” kata Fahrougi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ia menambahkan, seiring mulai pulihnya akses distribusi, penyaluran BBM juga telah menjangkau sejumlah SPBU di wilayah tersebut. Pada 16 dan 18 Desember 2025, BBM disalurkan ke SPBU 13.245.409 dan SPBU 14.245.464 di Kabupaten Bener Meriah.

“Pada hari ini (Jumat, 19 Desember 2025), kami juga telah menyalurkan BBM ke SPBU 14.245.438 dan SPBU 14.245.499 di Kabupaten Aceh Tengah. Sebelumnya, pasokan BBM juga difokuskan untuk mendukung operasional alat berat dan kebutuhan penanganan darurat di wilayah terdampak,” ujar dia.

Hingga saat ini, total 29.500 liter BBM telah disalurkan ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah. Jumlah tersebut terdiri atas 11.500 liter Biosolar dan 18.000 liter Pertalite. Dari total tersebut, sebanyak 16.000 liter dialokasikan untuk mendukung penanganan bencana melalui BNPB dan TNI, sementara 10.000 liter Pertalite serta 3.500 liter Solar disalurkan untuk tahap awal pengisian SPBU.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa langkah distribusi melalui udara merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di daerah terdampak bencana.

“Pertamina Patra Niaga secara nasional mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memastikan pasokan BBM tetap terjaga, termasuk melalui jalur darat, laut, dan udara. Distribusi menggunakan Air Tractor di Aceh merupakan wujud nyata komitmen kami agar layanan energi tetap hadir di tengah keterbatasan akses dan kondisi darurat,” ujar Roberth.

Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya akan terus dilakukan guna memastikan distribusi BBM berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran hingga kondisi wilayah terdampak kembali pulih sepenuhnya.

Mendagri Tanggapi Aksi Bendera Putih Warga Aceh, Akui Kendala dan Sampaikan Permohonan Maaf

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah mendorong masyarakat agar menunaikan zakat 2,5 persen, mengingat hal itu merupakan kewajiban bagi umat Islam. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (10/4/2023). (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons aksi warga Aceh terdampak banjir dan longsor yang mengibarkan bendera putih sebagai bentuk aspirasi atas kondisi darurat yang mereka alami. Tito mengakui adanya kendala dalam penanganan bencana dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Menurut Tito, pengibaran bendera putih merupakan ekspresi keputusasaan warga yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Pemerintah, kata dia, memahami pesan yang ingin disampaikan masyarakat melalui aksi tersebut.

“Mengenai tadi pengibaran bendera putih ya, jadi inilah menurut kami wujud aspirasi warga dalam menghadapi situasi bencana yang dialami,” kata Tito di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Ia menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang terjadi di lapangan. Tito juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas keterbatasan dalam penanganan bencana di Aceh.

“Dengan segala kerendahan hati kami minta maaf ya bila ada kekurangan yang ada. Memang kendala yang dihadapi cukup besar karena medan yang cukup berat ya,” ujarnya.

Tito menjelaskan, kondisi geografis dan medan yang sulit menjadi salah satu tantangan utama dalam proses penyaluran bantuan dan penanganan bencana. Meski demikian, pemerintah terus berupaya melakukan penanganan secara maksimal sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.

Puluhan Ribu Warga Gayo Masih Terisolasi Usai Banjir dan Longsor

0
Tim PUPR Bener Meriah dan tim PUPR Provinsi Aceh melakukan pembersihan jalan tertimbun longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah, Aceh, Senin (1/12/2025). (Foto: Dok. Tim PUPR Provinsi Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lebih dari 72 ribu warga di wilayah Gayo, Aceh, hingga kini masih terisolasi akibat kerusakan jalan dan jembatan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 ribu warga terpaksa mengungsi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, menyebutkan sebanyak 59 desa di enam kecamatan di Kabupaten Bener Meriah belum dapat diakses. Jumlah warga terisolasi di wilayah ini mencapai 36.045 jiwa.

Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Mesidah, Syiah Utama, Permata, dan Timang Gajah.

“Di Timang Gajah ada 18 desa dengan jumlah 11.096 jiwa, Mesidah 15 desa dan Gajah Putih 10 desa,” kata Ilham dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

Bencana banjir yang melanda kawasan tersebut dilaporkan menyebabkan 30 orang meninggal dunia, 13 orang dinyatakan hilang, dan 12 lainnya mengalami luka-luka. Total warga terdampak bencana di wilayah Bener Meriah mencapai 183.043 jiwa.

Sementara itu, jumlah pengungsi di Bener Meriah tercatat sebanyak 6.339 jiwa yang tersebar di 45 titik pengungsian. Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo sebanyak 2.160 orang, disusul Kecamatan Timang Gajah 1.696 orang, serta Kecamatan Permata 1.165 jiwa.

Selain korban jiwa dan pengungsian, banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Tercatat 165 titik jembatan rusak, 81 ruas jalan terdampak, serta 821 rumah mengalami kerusakan. Jaringan air bersih turut terdampak di 34 titik.

“Kebun rusak 306 hektar, dan sawah rusak 14,5 hektar,” ujarnya.

Di Kabupaten Aceh Tengah, kondisi serupa juga terjadi. Sebanyak 51 desa di tiga kecamatan hingga kini belum bisa diakses melalui jalur darat. Jumlah warga terisolasi di wilayah tersebut mencapai 36.596 jiwa.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan jumlah pengungsi di Aceh Tengah mencapai 16.440 orang yang tersebar di 66 titik pengungsian. Selain warga setempat, terdapat pula 587 pengungsi non-Aceh Tengah.

“Pengungsi 16.440 orang yang mengungsi di 66 titik pengungsian. Ada juga 587 warga non Aceh Tengah yang mengungsi,” kata Mustafa saat dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, total warga terdampak bencana di Aceh Tengah mencapai 234.710 jiwa, dengan korban meninggal dunia sebanyak 24 orang dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Dampak bencana juga dirasakan oleh kelompok rentan. Tercatat 190 ibu hamil terdampak, 305 ibu melahirkan, dan 484 ibu menyusui. Selain itu, terdapat 1.624 balita, 458 bayi, serta 2.476 lansia yang terdampak langsung.

“Balita terdampak 1.624 jiwa, bayi 458 jiwa dan lansia 2.476 jiwa,” ujarnya.

Banjir dan longsor di Aceh Tengah turut menyebabkan kerusakan pada sejumlah jalan, jembatan, gedung fasilitas publik, serta berdampak pada 62 objek wisata di wilayah tersebut.

Pemerintah Pusat dan Aceh Matangkan Program Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana

0
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA didampingi Forkopimda serta jajaran SKPA terkait bersama Kementrian Koordinator Infrastruktur & Pembangunan Kewilayahan menggelar Rakor Rehab-Rekon Pascabencana Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Jumat, 19 Desember 2025. (Foto Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Jumat, 19 Desember 2025, sebagai bagian dari penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini.

Amatan Nukilan.id, rakor melibatkan berbagai kementerian dan lembaga tingkat pusat, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Transmigrasi, Bappenas, serta Kementerian Ekonomi Kreatif.

Dari unsur daerah, rapat dihadiri Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, para asisten Sekda, kepala SKPA, staf ahli dan staf khusus Gubernur Aceh, serta unsur Forkopimda yang terdiri dari TNI, Polri, dan Basarnas. Sejumlah pejabat kementerian turut mengikuti rapat secara daring, termasuk Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Rakor dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Nazib Faisal, bersama Sekda Aceh, M. Nasir.

Dalam pertemuan tersebut dibahas empat agenda utama, yaitu pelaksanaan tanggap darurat tahap II hingga 25 Desember 2025, rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, mitigasi risiko bencana, serta kebutuhan dan skema pendanaan.

M. Nasir menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor telah menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur, seperti jalan, jembatan, jaringan air bersih, serta fasilitas umum lainnya. Selain itu, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak juga ikut terganggu.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh menangani bencana melalui sistem enam klaster sejak Tanggap Darurat Tahap I hingga Tahap II agar seluruh proses berjalan terkoordinasi.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap dapat dirumuskan langkah-langkah konkret yang segera dapat dilaksanakan di lapangan, sehingga pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujar M. Nasir.

Sementara itu, AHY menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah hadir sejak fase awal tanggap darurat, termasuk ketika sejumlah wilayah masih terisolasi akibat akses darat yang terputus. Dalam kondisi tersebut, bantuan dikirim melalui jalur udara sembari mempercepat pembukaan akses darat.

“Alat berat harus segera menembus titik-titik jalan yang terputus agar distribusi logistik kembali lancar,” ujar AHY.

Ia menegaskan Kementerian PUPR terus didorong untuk mempercepat pembukaan jalan, pemulihan infrastruktur dasar, dan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Pemerintah juga segera membangun kembali rumah warga, termasuk relokasi ke kawasan yang lebih aman dari ancaman bencana.

Dalam rakor tersebut, AHY menyampaikan empat arahan utama, yakni sinkronisasi dan validasi data kerusakan infrastruktur antara pusat dan daerah, pendampingan kementerian dan lembaga dalam penyusunan R3P, penyusunan roadmap rehabilitasi–rekonstruksi yang komprehensif dan realistis, serta monitoring dan evaluasi yang terbuka dan berkelanjutan.

Forum tersebut juga diisi dengan masukan dari masing-masing kementerian terkait langkah-langkah penanganan pascabencana Aceh.  (XRQ)

Reporter: AKIL

DPR Dorong BPIP Beri Penghargaan kepada Ferry Irwandi: Layak Diapresiasi Negara

0
Ferry Irwandi. (Foto: Instragram/irwandiferry)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, mendorong Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk memberikan penghargaan kepada aktivis sekaligus konten kreator, Ferry Irwandi. Menurut Willy, aksi Ferry dalam penanganan darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Mari kita menjadi bangsa yang pemaaf. Kemudian menjadi bangsa yang tidak pelit memberikan apresiasi. Salah satunya kepada Ferry Irwandi,” ujar Willy dalam forum Refleksi Tahunan 2025 BPIP yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025 lalu.

Politikus Partai NasDem itu menilai Ferry layak diapresiasi atas inisiatif penggalangan dana untuk kebutuhan tanggap darurat bencana. Bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan secara transparan kepada para korban. Menurut Willy, langkah tersebut merupakan perwujudan nilai gotong royong dalam Pancasila.

Selain Ferry Irwandi, Willy menyebut BPIP juga dapat memberikan penghargaan kepada figur-figur dari berbagai sektor yang merepresentasikan nilai-nilai Pancasila. Ia mencontohkan aparat kepolisian dan TNI, bidan, dokter, guru, birokrat, aparatur sipil negara, pekerja swasta, hingga aktivis.

“Tahun depan, di Refleksi 2026, kita hadirkan di sini,” kata Willy yang memimpin komisi DPR yang bermitra dengan BPIP.

Willy menambahkan, pemberian penghargaan merupakan cara BPIP menghadirkan contoh hidup nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Dengan begitu, BPIP dapat berperan sebagai katalisator perubahan struktural, kultural, dan natural. Ia menyebut Pancasila sebagai pelumas bagi ketiga perubahan tersebut.

Menurut Willy, Pancasila tidak seharusnya ditempatkan sebagai konsep yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Nilai-nilainya justru hadir dalam praktik sederhana di sekitar masyarakat.

“Saya lima tahun ini, berusaha mendekonstruksi itu, melakukan pendekatan induktif terhadap Pancasila. Saya punya teman, (almarhum) Franky Sahilatua, membikin ‘Pancasila di Rumahku’. Pancasila sebagai keseharian,” tukasnya.

Untuk diketahui, Influencer Ferry Irwandi mulai menyalurkan bantuan senilai Rp 10,3 miliar dari penggalangan dana di program Kita Bisa untuk korban banjir dan longsor di Pulau Sumatera.

Dilansir Nukilan.id, bantuan awal Ferry seberat total 2,6 ton tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Kamis (4/11/2025). Kata Ferry, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, makanan siap saji bergizi, perlengkapan bayi dan ibu, dan sarana kebersihan. (xrq)

Reporter: Akil

Warga Menggamat Aceh Selatan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh Tamiang

0
antuan kemanusiaan dari warga Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (17/12/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Bantuan kemanusiaan dari warga Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (17/12/2025). Bantuan tersebut merupakan hasil open donasi masyarakat Kluet Raya yang dihimpun untuk meringankan beban warga terdampak banjir.

Salah seorang warga Menggamat yang juga relawan dalam penggalangan donasi tersebut, Alman kepada Nukilan.id mengatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan relawan dan didukung unsur Muspika setempat.

Bantuan diantarkan langsung ke lokasi terdampak menggunakan satu mobil truk, berisi sembako, pakaian, perlengkapan ibadah, perlengkapan memasak, perlengkapan mandi, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Terima kasih kepada masyarakat Kluet Raya, khususnya Kluet Tengah, yang telah berpartisipasi dalam open donasi korban banjir Aceh Tamiang. Terima kasih juga kepada kawan-kawan relawan dan Muspika yang mendukung penuh kegiatan ini,” kata Alman pada Kamis (18/12/2025).

Alman menjelaskan, bantuan disalurkan melalui posko pengungsian dan sebagian diberikan langsung kepada korban banjir di lokasi pengungsian. Adapun titik penyaluran meliputi Kecamatan Sekerak bagian dalam dan luar, Kecamatan Banda Mulia, serta Gampong Matang Seping.

“Setelah masuk ke Kecamatan Banda Mulia, kami baru mengetahui bahwa bantuan yang masuk ke wilayah ini sangat jarang. Padahal warga di sini juga terdampak dan masih membutuhkan perhatian lebih,” ujar Alman.

Menurutnya, kondisi Aceh Tamiang hingga kini masih memprihatinkan meski bencana banjir telah berlalu hampir tiga pekan. Ia menilai pemulihan belum berjalan optimal dan kebutuhan dasar warga belum sepenuhnya terpenuhi.

“Menjelang tiga minggu pascabanjir, kondisi di Aceh Tamiang masih jauh dari kata baik. Keadaan di lapangan tidak sebaik seperti yang disampaikan pemerintah pusat. Warga masih membutuhkan perhatian lebih,” kata Alman.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap situasi tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah tegas dan mempertimbangkan penetapan bencana nasional agar penanganan bisa lebih maksimal,” ujarnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Menag Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Daging Dam Haji untuk Pesantren Terdampak Bencana di Aceh

0
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat meninjau Pondok Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang terdampak banjir dan longsor. (FOTO: Kemenag)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Pondok Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang terdampak banjir bandang. Bencana tersebut menyebabkan asrama putri di pesantren itu ambles dan terbawa arus air.

Bantuan yang disalurkan Kementerian Agama meliputi sarung, mukena, selimut, paket sembako, genset, serta perlengkapan kebersihan. Selain itu, Menag juga menyerahkan daging Dam Haji 2025. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan aktivitas pesantren serta meringankan beban para santri dan pengelola pascabencana.

“Agama kita mengajarkan bahwa di balik setiap ujian selalu ada hadiah. Semakin besar ujian, semakin besar pula pahala yang disiapkan Allah. Karena itu, jangan pernah takut terhadap musibah,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menag menegaskan bahwa musibah tidak boleh dipahami sebagai kutukan. Ia menyebutkan, Al Quran dan hadis justru memberikan panduan bagi umat Islam dalam menyikapi cobaan dengan kesabaran dan keimanan.

“Musibah bukan kutukan. Solusinya bukan keputusasaan, tetapi kembali kepada Allah. Kesabaran adalah kualitas iman tertinggi. Dengan sabar, ujian menjadi jalan kenaikan derajat,” kata dia.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad saw. mengenai kemuliaan orang-orang yang wafat atau diuji dalam kondisi tertentu, termasuk mereka yang meninggal akibat musibah. Menurut Menag, hal tersebut menunjukkan besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

“Jika manusia mengetahui hikmah di balik musibah, niscaya ia akan mensyukuri musibah itu sendiri. Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang buruk kepada hamba yang dicintai-Nya,” kata dia.

Selain bantuan material, Menag menekankan pentingnya ikhtiar spiritual dalam menghadapi bencana, salah satunya dengan memperbanyak shalat dan sujud sebagai bentuk kepasrahan kepada Allah.

“Semua persoalan dapat diselesaikan dengan sujud. Jangan memikul beban sendirian, serahkan kepada Allah. Insya Allah, musibah ini akan diringankan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Menag memberikan motivasi kepada para santri agar tetap bersemangat menuntut ilmu meski berada dalam kondisi sulit.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan khawatir dengan masa depan. Allah akan menggantinya dengan kebaikan yang jauh lebih besar,” kata Menag.