Beranda blog Halaman 262

DKPP Copot Ketua KIP Banda Aceh, Beri Peringatan Keras ke Anggota

0
Sidang Putusan DKPP, Rabu (3/9/2025). (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Yusri Razali, resmi diberhentikan dari jabatannya setelah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan vonis dalam sidang putusan perkara Nomor 158-PKE-DKPP/VI/2025, Rabu (3/9/2025).

Putusan itu dibacakan langsung oleh Ketua DKPP, Heddy Lugito, bersama anggota majelis Ratna Dewi Pettalolo dan I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan ketua kepada teradu I Yusri Razali selaku ketua merangkap anggota KIP Kota Banda Aceh,” tegas Heddy dalam Sidang Putusan DKPP yang disiarkan secara langsung di akun DKPP RI, dikutip Nukilan, Kamis (4/9/2025).

Selain Yusri, anggota KIP Banda Aceh, Saiful Haris, juga dikenai sanksi peringatan keras. Sementara dua anggota lain, Muhammad Zar dan Rachmat Hidayat, dinyatakan tidak terbukti melanggar kode etik dan direhabilitasi nama baiknya.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat bernama Fakhrul Rizal. Ia memberi kuasa kepada tiga orang, yaitu Teuku Alfiansyah, Zahrul, dan Zulfiansyah, untuk mengadukan dugaan pelanggaran etik ke DKPP.

Dalam laporannya, Yusri Razali dituding memerintahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Syiah Kuala dan Kuta Raja untuk menggelembungkan suara calon legislatif DPR RI Dapil Aceh I dari PDIP, Sofyan Dawood. Ia juga disebut-sebut memindahkan 493 suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke calon nomor urut 1 atas nama Ghufran.

“Teradu I meminta agar suara tidak sah di setiap TPS di Kecamatan Syiah Kuala dialihkan ke Sofyan Dawood, caleg PDIP nomor urut 1. Selain itu, suara PKS DPR RI sebanyak 493 suara dipindahkan ke nomor urut 1 atas nama Ghufran,” jelas kuasa pengadu, Zahrul, saat sidang pemeriksaan.

Sidang pemeriksaan atas perkara ini sebelumnya telah digelar di Kantor KIP Provinsi Aceh, Banda Aceh, pada 18 Juli 2025. Dari hasil itu, DKPP kemudian menjatuhkan sanksi tegas kepada penyelenggara yang terbukti bersalah, sekaligus memulihkan nama baik anggota yang dinyatakan tidak melanggar. []

Reporter: Sammy

Kemenag dan Pemda di Aceh Bersinergi Tingkatkan Layanan Pendidikan Inklusif

0
Kemenag dan Pemda di Aceh Bersinergi Tingkatkan Layanan Pendidikan Inklusif. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kementerian Agama menjalin kerja sama dengan tiga pemerintah kabupaten di Aceh dalam upaya meningkatkan layanan pendidikan inklusif. Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.

Kerja sama ini dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Koordinasi Penyelenggaraan Pengembangan Madrasah Inklusif” yang digelar Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada 1–3 September 2025.

Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi, Anis Masykhur, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen penyelenggaraan pendidikan inklusif di madrasah dengan melibatkan pemerintah daerah.

Berdasarkan data dari aplikasi Profil Belajar Siswa (PBS) penyandang disabilitas, tercatat jumlah Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) di Pidie Jaya mencapai 476 siswa, di Aceh Tengah 456 siswa, dan di Aceh Utara 504 siswa.

“Mereka adalah putra daerah yang sekolah di madrasah. Barangkali kita bisa melupakan sejenak kategorisasi struktur pemerintahan yang konkuren dan absolut. Lalu apa yang akan kita lakukan adalah target dari pertemuan ini?,” ujar Anis Masykhur di Aceh, Rabu (3/9/2025).

Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Munawir Ibrahim, menyambut baik langkah Kemenag. Menurutnya, pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan madrasah inklusif dan memastikan koordinasi berjalan sejak tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program.

Munawir juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap pendidikan inklusif. “Bagi kita ini adalah sesuatu yang baru, dan lepas dari perhatian,” katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menilai data siswa inklusif akan menjadi rujukan penting dalam menyiapkan program pendidikan di daerahnya.

“Data siswa inklusif riil di lapangan akan menjadi refrensi kami dalam menyiapkan perencanaan dan penganggaran untuk peningkatan mutu pendidikan,” tegas Yoga.

Ia bahkan langsung memberi instruksi kepada jajarannya. “Saya memerintahkan Bappeda Aceh Tengah untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenag tentang data-data detail yang telah disampaikah tadi,” ujarnya.

FGD ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga strategis, mulai dari Kanwil Kemenag Aceh, bupati dan sekda, Kantor Kemenag kabupaten, rektor PTKIN, Bappeda, MPU, Lembaga Baitul Mal, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Forum Peduli Disabilitas, hingga organisasi guru madrasah.

Melalui model kolaborasi ini, beberapa kabupaten di Aceh diproyeksikan menjadi pelopor madrasah inklusif yang dapat memberi dampak di tingkat nasional.

TPID Diingatkan Antisipasi Inflasi Menjelang Bulan Maulid

0
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, memimpin High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Aceh yang diikuti pihak terkait, di Ruang Rapat Pendopo Gubernur, Selasa (02/9/2025). (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengingatkan seluruh jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang Bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Penegasan itu disampaikan Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (2/9/2025) malam.

“Saat ini kita akan memasuki Bulan Maulid. Dan, bulan Maulid cenderung panjang di Aceh, hingga 4 bulan ke depan. Karena itu, pastikan ketersediaan daging untuk menghindari lonjakan harga daging, karena kita ketahui bersama, harga daging di Aceh sangat tinggi,” ujar Mualem.

Ia meminta dinas terkait memastikan pasokan daging, baik sapi lokal maupun daging beku impor, agar masyarakat bisa merayakan Maulid dengan harga yang terjangkau.

“Ketersediaan daging dengan harga terjangkau akan turut menekan inflasi, khususnya di 4 bulan ini,” lanjutnya.

Selain itu, Mualem menyoroti ketersediaan bahan bakar minyak bersubsidi bagi nelayan. Menurutnya, stok solar subsidi menjadi kunci agar nelayan tetap tenang melaut.

“Karena itu, kita akan segera berkoordinasi dengan Pertamina. Ini harus menjadi perhatian serius kita, agar nelayan tenang saat melaut karena BBM Subsidi yang selalu tersedia saat mereka hendak melaut,” tegasnya.

Gubernur juga menyinggung ketersediaan beras di Aceh yang disebutnya dalam kondisi surplus.

“Tidak perlu ragu, karena kita surplus, bahkan kita turut memasok ke luar hingga 4 ribu ton,” ujarnya. Namun, ia tetap meminta agar waduk dan embung diperbaiki untuk mendukung produktivitas petani.

Fokus Pasokan dan Operasi Pasar

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, selaku Ketua Harian TPID, menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti arahan Gubernur dengan membenahi rantai pasokan yang kerap memicu inflasi.

“Selain itu, Pemerintah Aceh juga akan mempersiapkan Pasar Murah dan ini juga membutuhkan tambahan anggaran. Kita juga akan menggelar Pasar Tani, selain di Banda Aceh, Pasar Tani juga akan kita gelar di kabupaten/kota dengan inflasi tertinggi,” kata M Nasir.

Ia menambahkan, pemerintah akan menyiapkan intervensi khusus pada komoditas penyumbang inflasi. Subsidi biaya angkut bagi petani juga dipersiapkan dengan dukungan Bank Indonesia dan Bank Aceh melalui dana CSR.

“Tadi Gubernur juga mengingatkan TPID dan dinas terkait agar selalu menjaga ketersediaan bahan pokok untuk mencegah inflasi, seperti beras, cabe merah, bawang merah, khusus untuk empat bulan ke depan itu menjaga ketersediaan daging,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, TPID juga akan menambah anggaran operasi pasar dengan dukungan Bank Aceh Syariah, Bank Indonesia, serta berkoordinasi dengan BSI.

Inflasi Aceh di Atas Nasional

Berdasarkan catatan BPS, inflasi Aceh pada Juli 2025 berada di angka 3,70 persen (year on year), lebih tinggi dari inflasi nasional yang tercatat 2,31 persen.

Rapat pengendalian inflasi tersebut dihadiri jajaran TPID Aceh serta kepala SKPA terkait.

Editor: Akil

KNPI Aceh Utara Resmi Buka Pendaftaran Balon Ketua

0
Ketua Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XIII KNPI Aceh Utara, Zulfikar Mulieng. (Foto: RRI).

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Utara resmi membuka pendaftaran bakal calon (balon) ketua untuk Musyawarah Daerah (Musda) XIII.

Pendaftaran berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2025. Formulir dapat diambil langsung di Sekretariat Panitia Musda KNPI yang berlokasi di lantai empat Kantor Bupati Aceh Utara.

Ketua Panitia Musda XIII KNPI Aceh Utara, Zulfikar Mulieng, menyebut pembukaan tahapan pendaftaran ini menjadi bagian dari persiapan memilih pemimpin baru KNPI Aceh Utara untuk masa khidmat tiga tahun mendatang.

“Bagi pemuda Aceh Utara yang memenuhi syarat sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI, kami persilakan untuk mendaftarkan diri,” kata Zulfikar, Rabu (3/9/2025).

Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melakukan verifikasi berkas pada 7 September. Peserta diberi kesempatan memperbaiki berkas pada 8 September, sebelum mengikuti uji kelayakan, kepatutan, serta uji baca Al-Qur’an pada 9 September. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 10 September.

Zulfikar menambahkan, “Bakal calon ketua yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait persyaratan dan teknis pendaftaran dapat menghubungi panitia melalui kontak resmi di sekretariat atau menghubungi Safrizal di nomor 0812-1836-6141.”

Sementara itu, Plt Ketua DPD KNPI Aceh Utara, Rasyidin Raden, menjelaskan bahwa Musda XIII KNPI akan digelar pada 13 September 2025 dengan mengusung tagline “Pemuda Bersatu, Aceh Utara Bangkit.”

Musda tersebut akan melibatkan 68 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan 27 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) sebagai pemilik suara.

“Jumlah ini telah ditetapkan dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada 20 Agustus 2025 lalu, kami mengajak para pemuda yang berminat untuk berpartisipasi dan berkompetisi secara terbuka, karena Musda ini juga sebagai kesempatan untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah,” pungkas Rasyidin.

Editor: Akil

Dinas Perkim Aceh Hadiri Rapat Persiapan Penyerahan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah

0

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP., M.Si., menghadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan Penyerahan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh tersebut berlangsung pada Kamis (4/9/2025) di Ruang Rapat Sekda Aceh.

Pertemuan ini membahas berbagai langkah strategis dan teknis yang perlu dipersiapkan dalam rangka penyerahan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah, sehingga prosesnya berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan.

Kehadiran Dinas Perkim Aceh dalam rapat ini menjadi bentuk dukungan serta komitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi demi kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Mualem Copot Kadisperindag Aceh, Tanwier: Itu Hak Prerogatif Gubernur

0
Kembali dari Singapura
Gubernur Aceh, Mualem. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem mencopot jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, Mohd Tanwier. Pencopotan itu berlaku mulai hari ini.

“Benar (dicopot), dan itu hak prerogratif pak gubernur,” kata Tanwier dikutip dari detikSumut, Rabu (3/9/2025).

Tanwier diketahui menjabat Kadisperindag Aceh sejak Juni 2020. Hingga kini, belum diperoleh informasi mengenai siapa pejabat yang ditunjuk menggantikannya.

Selain Tanwier, beredar kabar Mualem juga mencopot sejumlah pejabat eselon II lainnya. detikSumut telah mencoba menghubungi Kepala Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Abdul Qahar untuk konfirmasi, namun belum mendapat jawaban.

Sebelumnya, dinamika di jajaran pemerintahan Aceh juga terjadi saat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr. Munawar, dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), dr. Isra Firmansyah, memilih mundur dari jabatannya.

Munawar mengundurkan diri untuk beralih menjadi fungsional dokter ahli madya. Sementara Isra Firmansyah melanjutkan kariernya sebagai pejabat fungsional dokter pendidik klinis ahli madya di RSUDZA.

“Gubernur Aceh (Muzakir Manaf alias Mualem) akan segera menetapkan Pelaksana Harian (Plh) di kedua jabatan tersebut,” ujar Kepala BKA Abdul Qahar kepada wartawan, Senin (25/8).

Kurir Paket Ditemukan Tewas Dibunuh di Aceh Timur, Polisi Lakukan Penyelidikan

0
Polisi mengevakuasi mayat ditemukan di semak-semak Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (3/9/2025) (Foto: Polres Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI – Seorang kurir paket ditemukan tewas mengenaskan di semak-semak Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Korban diketahui bernama Bustamam (26), warga Desa Bantayan Barat, Kecamatan Idi Tunong.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, mengatakan korban pertama kali ditemukan pada Rabu (3/9/2025) malam.

“Korban pembunuhan tersebut ditemukan Rabu (3/9) malam,” ujarnya di Aceh Timur, Kamis (4/9/2025).

Penemuan mayat tersebut berawal dari laporan masyarakat. Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mengamankan area, memasang garis polisi, hingga melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan tim Inafis Satreskrim Polres Aceh Timur menemukan adanya sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga akibat benda tajam. Di sekitar lokasi, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor bernomor polisi BL 6062 UW milik korban.

“Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Zubir Mahmud. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kota Langsa guna dilakukan autopsi,” kata Adi Wahyu.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa pembunuhan tersebut.

Rektor USK: Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan Kunci Pembangunan Aceh

0
Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala. (Foto: USK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pendidikan inklusif dan berkeadilan menjadi kunci penting dalam membangun Aceh yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan. Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Profesor Marwan, dalam sambutannya pada peringatan 66 tahun Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh yang digelar Selasa (2/9). Peringatan tersebut juga bertepatan dengan milad ke-64 USK.

Marwan menegaskan, setiap 2 September selalu menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Aceh untuk mengingat kembali peran pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pendidikan berperan sebagai katalisator perubahan, mendorong kesadaran lingkungan, keadilan sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada rakyat,” ujarnya dikutip dari Media Indonesia, Rabu (3/9/2025).

Ia menjelaskan, sejarah panjang Aceh telah menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak pernah lepas dari tradisi ilmiah dunia pendidikan. Bukan hanya melalui institusi dayah, tetapi juga sekolah dan perguruan tinggi. Karena itu, pendidikan menurutnya tidak hanya sekadar mencetak lulusan, melainkan juga membentuk masyarakat yang mampu bertransformasi secara sosial.

“Pendidikan itu harus melahirkan generasi yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan mampu menjaga perdamaian serta merawat lingkungan tempat kita dan generasi mendatang tinggal,” tegasnya.

Meski perkembangan dunia pendidikan di Aceh dinilai sudah cukup baik setiap tahunnya, Marwan mengakui masih ada persoalan mendasar yang perlu dituntaskan. Salah satunya kesenjangan pendidikan yang masih terjadi di wilayah pedalaman dan kawasan terluar.

“Ini menjadi tantangan bersama bagi dunia pendidikan Aceh untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi setiap anak, tanpa terkecuali,” kata lulusan Doktor Birmingham University, Inggris, tersebut.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi juga membawa peluang sekaligus tantangan baru. Menurut Marwan, pemanfaatan teknologi digital harus terus diarahkan agar benar-benar mendukung proses pembelajaran.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berinovasi, sehingga teknologi digital tidak hanya menjadi konsumsi pasif, melainkan alat yang memperkuat literasi digital generasi muda.

Peringatan Hardikda, kata Marwan, juga menjadi pengingat akan lahirnya USK yang dikenal sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh. Kampus tersebut berdiri berkat kesadaran kolektif masyarakat Aceh akan pentingnya perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

“Sejak awal berdiri, USK berkomitmen untuk menjadi pusat ilmu pengetahuan sekaligus penjaga nilai-nilai kearifan lokal, penguat daya saing daerah, dan pencetak generasi penerus yang berakhlak mulia,” tambah Marwan.

Wali Kota Illiza Buka Aceh Film Festival 2025

0
Wali Kota Illiza Buka Aceh Film Festival 2025. (Foto: Diskominfotik BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyebut Aceh Film Festival (AFF) 2025 menjadi ruang penting bagi sineas muda Aceh untuk terus melahirkan karya berkualitas.

Hal itu disampaikan Illiza saat menghadiri pembukaan AFF 2025 yang berlangsung di Theater Library & Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Selasa (2/9/2025).

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, dan turut dihadiri Direktur Festival, Jamaluddin Phonna, sineas, insan perfilman, hingga peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Festival yang akan berlangsung hingga 6 September 2025 ini mengusung tema “Stratagem” (siasat/strategi). Sejumlah program unggulan digelar, mulai dari kompetisi film pendek internasional, pemutaran film dokumenter pemenang Oscar “No Other Land”, hingga program Gampong Film (layar tancap).

Illiza mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan AFF 2025, yang menurutnya menjadi bagian dari pertumbuhan sektor kreatif di Banda Aceh.

“Aceh Film Festival menjadi salah satu wadah bagi generasi kreatif untuk terus mengembangkan dirinya. Saya yakin banyak sekali komunitas dan perkumpulan lainnya yang juga bergerak pada sektor kreatif dan terus berkolaborasi untuk membangun pertumbuhan ekonomi di Banda Aceh,” ujar Illiza.

Ia berharap perhelatan ini tak hanya melahirkan karya baru, tetapi juga menjadi pemantik kolaborasi serta ruang edukasi bagi masyarakat.

“Saya berharap Aceh Film Festival 2025 ini dapat menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi, merawat tradisi menonton kolektif, serta menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat melalui sinema,” tambahnya.

Editor: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp5,95 Juta per Mayam

0
Ilustrasi untung rugi jual emas di toko perhiasan (Photo by Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas di Banda Aceh kembali mengalami pergerakan. Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari akun media sosial Toko Emas Bina Nusa, pada Kamis (4/9/2025), harga emas di pasaran lokal menyentuh Rp5.950.000 per mayam. Angka tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan.

Kenaikan harga emas ini menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi pembeli maupun investor emas di daerah. Meski tergolong tinggi, emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Tren harga emas di Banda Aceh ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang cenderung dipengaruhi kondisi ekonomi dunia, nilai tukar rupiah, hingga permintaan pasar. (XRQ)

Reporter: Akil