Beranda blog Halaman 252

Dalam Sepekan, Harga Emas Banda Aceh Melonjak Rp90 Ribu per Mayam

0
Ilustrasi untung rugi jual emas di toko perhiasan (Photo by Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas di Banda Aceh kembali menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari akun media sosial Toko Emas Bina Nusa, Kamis (11/9/2025), harga emas menyentuh Rp6.040.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.

Kenaikan ini terjadi setelah sepekan sebelumnya harga emas masih berada di kisaran Rp5.950.000 per mayam. Dengan demikian, terdapat selisih hampir Rp90.000 dalam waktu singkat.

Meski pergerakan harga emas kerap dipengaruhi faktor global, masyarakat di Banda Aceh tetap menjadikan logam mulia ini sebagai instrumen investasi yang relatif aman.

Emas selama ini tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai tabungan jangka panjang bagi masyarakat. Kondisi fluktuatif harga emas, menurut pengamat ekonomi, menjadi cerminan dinamika pasar global dan tingkat permintaan domestik.

Dengan harga yang menembus Rp6,04 juta per mayam, masyarakat diimbau lebih cermat dalam memilih waktu membeli maupun menjual emas agar mendapatkan keuntungan optimal. (XRQ)

Reporter: AKil

Mualem Dukung Petani Cabai dan Nilam untuk Kendalikan Inflasi

0
Mualem meninjau langsung kebun cabai di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah pada Selasa (9/9/2025). (Foto: HUMAS ACEH)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh petani cabai dan nilam di dataran tinggi Gayo. Langkah ini dinilainya penting sebagai upaya pengendalian inflasi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada Selasa (9/9/2025), Mualem meninjau langsung kebun cabai di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Cabai selama ini tercatat sebagai salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Aceh.

“Saya mendukung penuh dan menaruh perhatian kepada petani cabai. Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Aceh, sehingga semakin banyaknya petani cabai akan berkontribusi pada pengendalian inflasi di daerah,” ujar Mualem.

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, serta Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.

Usai dari Aceh Tengah, Mualem melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Bener Meriah. Di sana, ia meninjau sekaligus ikut menanam nilam di Kampung Alur Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

“Kita mendukung karena ini salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, dan kita harus mempromosikan kepada dunia bahwa nilam Aceh bagus. Harus kita promosikan sebesar-besarnya,” kata Mualem.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk mendukung kebutuhan petani.

“Insyaallah kita akan lihat (program khusus terkait nilam), itu kita akan bekerja dengan Pak Bupati apa yang petani kita inginkan, baik tanam nilam, tanam cabai, tanam tomat, dan lain sebagainya kita akan tetap dukung,” ujarnya.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, pengembangan nilam di daerahnya sangat potensial sekaligus ramah lingkungan.

“Rencana di sini ada 100-200 hektare sebagai inti, kemudian berkembang hingga 1.200 hektare. Kenapa nilam, karena menurut penelitian di sini terbaik, kemudian nilam ini tidak diganggu gajah. Jadi gajah tidak terganggu, rakyat tidak terganggu. Rakyat sejahtera,” kata Tagore.

Editor: Akil

Mengenal Sosok Fadhil Ilyas, Dirut Baru Bank Aceh Syariah

0
Fadhil Ilyas, Dirut Bank Aceh Syariah. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf, selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank Aceh Syariah (BAS), menetapkan Fadhil Ilyas sebagai Direktur Utama bank kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Penunjukan ini merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Aceh Syariah yang dihadiri seluruh bupati dan wali kota se-Aceh selaku pemegang saham, bertempat di ruang Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Senin (8/9/2025).

“Lalu, siapa Fadhil Ilyas? Berikut Nukilan.id menyajikan profil lengkapnya untuk Anda.

Perjalanan Karier

Fadhil Ilyas merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) tahun 2005. Enam tahun kemudian, ia berhasil menamatkan program Magister Hukum di kampus yang sama.

Karier Fadhil di Bank Aceh dimulai pada 2005, sesaat setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia diterima sebagai staf di Kantor Cabang Utama yang saat itu masih bernama Kantor Pusat Operasional. Berkat ketekunan, kedisiplinan, serta dedikasi yang ditunjukkan, pada 2010 ia dipromosikan menjadi Kepala Seksi Kredit di Kantor Cabang Langsa.

Setahun kemudian, Fadhil dipercaya memimpin Cabang Pembantu Bank Aceh Darussalam. Di tahun yang sama, ia juga menamatkan studi magisternya di FH USK.

Kariernya terus menanjak hingga ke level eksekutif. Pada 2013, Fadhil mendapat amanah sebagai Pemimpin Cabang Idi. Sukses memimpin cabang tersebut, ia kemudian ditunjuk untuk memimpin Kantor Cabang Lhokseumawe pada 2016, lalu Kepala Kantor Pusat Operasional pada 2017.

Kiprah di Level Eksekutif

Memasuki 2023, Fadhil dipercaya sebagai Pemimpin Divisi Penyelamatan dan Penyelesaian Aset. Masih di tahun yang sama, ia diangkat menjadi Direktur Bisnis Bank Aceh.

Pada 2024, saat Muhammad Syah mundur dari jabatan Direktur Utama, Fadhil sempat dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Aceh.

Di tengah kesibukan sebagai pejabat perbankan, pria murah senyum itu tetap melanjutkan pendidikan. Saat ini, ia sedang menempuh program doktoral Fiqh Modern Hukum Ekonomi Syariah di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Prestasi dan Penghargaan

Selama memimpin sebagai Direktur Bisnis, Fadhil mencatatkan capaian positif. Bank Aceh berhasil menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2,5 triliun kepada 21.607 nasabah hingga 2025.

Sebagai Plt Direktur Utama, ia juga ikut mendukung suksesnya PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Selain itu, Bank Aceh di bawah kepemimpinannya meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada 2024 sebagai Lembaga yang Berkomitmen Kampanyekan Antikorupsi. Bank Aceh tercatat sebagai satu-satunya lembaga keuangan yang menerima penghargaan tersebut.

Pada 2025, kiprah Fadhil kembali mendapat apresiasi. Ia menerima Financial Literacy Award dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas keberhasilan Bank Aceh sebagai PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif. Bank Aceh juga diganjar penghargaan oleh Serambi Ekraf 2025 dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI.

Masih di tahun yang sama, Media Serambi Indonesia turut menganugerahkan Bank Aceh sebagai Bank Daerah yang Berkomitmen dalam Perkuat Ekonomi Kreatif di Bumi Serambi Mekah.

Dengan segudang pengalaman operasional dan manajerial di tubuh Bank Aceh, penunjukan Fadhil Ilyas sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah dinilai semakin memperkuat posisi bank daerah tersebut dalam mendukung pembangunan ekonomi Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Pelaku Seni Diminta Jaga dan Lestarikan Hikayat Aceh

0
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Ir Makmun MT, foto bersama usai membuka workshop visualisasi hikayat Aceh di Gedung SKB Kota Jantho, Senin (8/9/2025). (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mengajak para pelaku seni untuk menjaga sekaligus melestarikan hikayat Aceh sebagai warisan leluhur.

Ajakan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Ir Makmun MT, saat membuka workshop visualisasi hikayat Aceh di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Jantho, Senin (8/9/2025). Ia hadir mewakili Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram.

“Kita semua menyadari bahwa hikayat Aceh merupakan salah satu warisan seni budaya peninggalan leluhur kita. Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk terus bersemangat menjaga dan melestarikannya, sehingga seni budaya hikayat Aceh tetap eksis di tempat lahirnya, jangan sampai punah dan justru tumbuh subur di tempat lain,” ujar Makmun.

Makmun juga mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang diprakarsai Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting untuk menjaga eksistensi seni budaya sebagai identitas dan jati diri masyarakat Aceh.

“Harapan kami, kegiatan ini juga dapat mempromosikan potensi daerah, menggairahkan perekonomian, menghibur masyarakat, dan pada akhirnya memberi kesejahteraan untuk kita semua,” pungkasnya.

Editor: Akil

Akademisi: Pembiayaan Produktif Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Aceh

0
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Provinsi Aceh, Prof Hafas Furqani (Foto: Dok. pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Hafas Furqani, menegaskan penyaluran pembiayaan produktif oleh perbankan milik daerah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Bank Aceh selaku bank milik daerah harus mengambil peran nyata untuk meningkatkan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Aceh,” katanya di Banda Aceh, Selasa (9/9/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Hafas menanggapi pelantikan Fadhil Ilyas sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, selaku pemegang saham pengendali.

Menurutnya, keberadaan Bank Aceh bukan hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya memperbanyak pembiayaan ke sektor produktif dibandingkan konsumtif.

“Bank Aceh Syariah harus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yakni dengan memperbanyak pembiayaan sektor produktif bukan hanya konsumtif,” ujarnya.

Hafas menilai dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi Aceh harus semakin diperkuat. Skema pembiayaan, katanya, perlu disusun agar lebih mudah diakses, berbasis kebutuhan usaha, serta inovatif dengan tetap mengacu pada prinsip syariah.

“Pembiayaan KUR untuk UMKM dapat dinikmati semua, bukan hanya kepada mereka yang memiliki agunan,” kata Hafas.

Namun, ia juga menyoroti hambatan klasik yang sering dihadapi UMKM, yakni sulitnya mengakses pembiayaan akibat keterbatasan agunan. Karena itu, ia mendorong agar Bank Aceh menghadirkan solusi yang lebih inklusif.

Selain soal pembiayaan, Hafas menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan layanan perbankan daerah tersebut.

“Bank Aceh juga perlu mengoptimalkan tata kelola yang transparan, profesional, dan akuntabel untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas layanan Bank Aceh harus berorientasi pada keramahan, kenyamanan, serta bersifat customer friendly agar mampu bersaing dengan bank nasional.

Lebih jauh, Hafas mendorong percepatan proses internasionalisasi Bank Aceh Syariah menjadi Bank Devisa.

“Proses internasionalisasi menjadi Bank Devisa agar segera diselesaikan untuk menjawab kebutuhan industri, wisatawan dan pedagang yang bertransaksi lintas negara,” ujarnya.

Ia pun menyambut baik penetapan Fadhil Ilyas sebagai Direktur Utama definitif Bank Aceh, yang diharapkan mampu membawa perubahan dan terobosan baru bagi perbankan daerah tersebut.

Disdik Aceh Bangun Budaya Belajar Kolaboratif Lewat Program Co-Learning untuk Siswa SMA

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ratusan siswa SMA dari Banda Aceh dan Aceh Besar mengikuti kegiatan Co-Learning (Collaborative Learning) yang diselenggarakan UPTD Balai Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh.

Kegiatan ini dipusatkan di Co-Learning Space lantai 2 Kantor UPTD Balai Tekkomdik Aceh. Program ini menjadi salah satu inisiatif strategis Dinas Pendidikan Aceh dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih interaktif, partisipatif, serta adaptif dengan kebutuhan siswa saat ini.

Program Co-Learning mengusung pendekatan kolaboratif dengan melibatkan interaksi aktif antarsiswa, guru, akademisi, hingga tutor dari berbagai lembaga bimbingan belajar maupun tenaga ahli Disdik Aceh. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling belajar untuk memperdalam pemahaman pelajaran yang biasanya disertai praktik.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST, DEA, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya mengapresiasi UPTD Balai Tekkomdik, para narasumber, guru, dan siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan Co-Learning ini. Kegiatan seperti ini perlu mendapat perhatian serius karena melalui pendekatan kolaboratif, siswa dapat lebih mudah memahami materi yang dipelajari,” ujar Marthunis.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan suasana belajar yang partisipatif, menyenangkan, dan tidak kaku.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan suasana belajar yang partisipatif dan menyenangkan. Dengan belajar secara kolaboratif, siswa akan lebih mudah memahami materi karena mereka aktif terlibat dalam prosesnya,” tambah Marthunis.

Program ini difokuskan bagi siswa kelas XII SMA sebagai persiapan menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026.

Lahan Rumbia Terbakar di Aceh Besar, Api Berasal dari Pembakaran Sampah

0

NUKILAN.ID | JANTHO – Lahan rumbia di Gampong Capeung, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, terbakar pada Selasa (9/9/2025) malam sekitar pukul 20.04 WIB. Lokasi kebakaran diketahui berdekatan dengan permukiman warga dengan luas area terdampak mencapai sekitar satu hektar.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, S.E., Ak., M.Si., mengatakan kebakaran tersebut dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan.

“Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan pemadaman lahan rumbia tersebut. Untuk penyebab terjadinya kebakaran dikarenakan pembakaran sampah tanpa pengawasan,” sebut Teuku Nara Setia.

Informasi yang diperoleh Nukilan.id dari Pusdalops BPBA menyebutkan, BPBD Aceh Besar menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran hutan dan lahan itu, lalu mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran dari Pos Seulimum dan Pos Jantho ke lokasi kejadian. Setelah upaya pemadaman, api berhasil dipadamkan pada pukul 22.13 WIB.

BPBD Aceh Besar menyampaikan pihaknya terus melakukan patroli di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan, terutama kawasan dengan hamparan perkebunan luas. Masyarakat juga diimbau segera melapor jika menemukan potensi kebakaran agar bisa ditangani lebih cepat oleh petugas. (XRQ)

Reporter: Akil

Kadisdik Tunjuk Marzuki Plt Kacabdin Pendidikan Abdya

0
Kadisdik Tunjuk Marzuki Plt Kacabdin Pendidikan Abdya. (fOTO: disdik aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Martunis, resmi menunjuk Marzuki, S.Pd., M.Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan langsung di ruang kerja Kadisdik, Rabu (10/9/2025).

Marzuki dikenal luas di dunia pendidikan Abdya. Mengawali karier sebagai guru sejak 2003 hingga menjabat Kepala SMAN 9 Aceh Barat Daya, ia dipandang sebagai sosok yang konsisten membangun generasi muda serta menjadi teladan di kelas maupun lingkup manajerial.

Selain itu, ia aktif di organisasi profesi dan dipercaya sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Abdya, wadah kolaborasi antar sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Gaya kepemimpinannya yang visioner dan inklusif membuatnya dihormati rekan sejawat, murid, serta orang tua.

Rekam jejak Marzuki turut ditopang dengan sejumlah penghargaan. Ia pernah meraih predikat Guru Berprestasi dan Kepala Sekolah Berprestasi tingkat kabupaten. Pengakuan tersebut menjadi bukti konsistensi dan kerja kerasnya di bidang pendidikan.

Kini, dengan amanah baru sebagai Plt Kacabdin, Marzuki berkomitmen melanjutkan dedikasi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Aceh Barat Daya. Harapan besar ditumpukan padanya agar pendidikan di daerah tersebut semakin maju dan mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Mualem Serahkan Aset RS Regional Aceh Tengah kepada Pemkab

0
gubernur aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi menyerahkan aset Rumah Sakit (RS) Regional Aceh Tengah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah. (FOTO: HUMAS ACEH)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi menyerahkan aset Rumah Sakit (RS) Regional Aceh Tengah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah. Prosesi serah terima dilakukan di halaman rumah sakit yang berlokasi di Desa Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Selasa (9/9/2025).

Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, sejumlah anggota DPRA, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tengah.

Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Sekda Aceh, M Nasir Syamaun, dan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga. Usai prosesi, Mualem meninjau langsung bangunan rumah sakit dengan memasuki gedung utama dan melihat sejumlah ruangan yang telah selesai dibangun.

Ketua Tim Inventarisasi dan Asesmen RS Regional Aceh Tengah, T Aznal Zahri, menjelaskan bahwa aset yang sebelumnya dikelola Dinas Kesehatan Aceh kini resmi menjadi milik Pemkab Aceh Tengah.
“Rumah sakit ini akan difungsikan sebagai rumah sakit regional yang melayani masyarakat Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, bahkan Bireuen,” ujarnya.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyebut hadirnya rumah sakit ini merupakan kebanggaan masyarakat dataran tinggi Gayo.
“Rumah Sakit Regional ini menjadi dambaan dan ikon masyarakat Gayo,” kata Haili.

Dalam sambutannya, Gubernur Mualem menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, khususnya Tim Inventarisasi dan Asesmen. Ia menekankan bahwa penyerahan aset ini menjadi bukti nyata kolaborasi Pemerintah Aceh dengan Pemkab Aceh Tengah dalam meningkatkan layanan kesehatan.
“Rumah Sakit Regional Aceh Tengah diharapkan menjadi pilar utama sistem rujukan di wilayah tengah Aceh, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Banda Aceh. Aset yang diserahkan hari ini bernilai lebih dari Rp151 miliar, melalui mekanisme hukum yang jelas, dengan rekomendasi DPRA dan penetapan hibah oleh Gubernur Aceh. Hal ini menegaskan transparansi dan akuntabilitas prosesnya,” ujar Mualem.

Ia juga berharap rumah sakit tersebut dapat dikelola secara optimal sehingga menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di dataran tinggi Gayo. Lebih jauh, Mualem mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas tenaga medis sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
“Bukan hanya gedung, tapi penting juga meningkatkan kepakaran dan kapasitas dokter yang bertugas di Aceh. Ini dapat dimulai dari universitas-universitas,” tegasnya.

Kembangkan Infrastruktur Strategis di Aceh, PT PEMA dan Tigalapan Jalin Kerja Sama

0
PT PEMA dan Tigalapan Jalin Kerja Sama. (Foto: Humas PT PEMA)

NUKILAN.ID | JAKARTA – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Tigalapan Investama Group. Kerja sama ini fokus pada inisiasi pembangunan infrastruktur pendukung industri strategis di Aceh, khususnya pembangunan wastewater treatment plant (WWTP) di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.

Kolaborasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat pembiayaan bisnis jangka pendek PT PEMA, seperti sektor perdagangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan fasilitas publik. Di antaranya pelabuhan serta instalasi pengolahan air yang akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Aceh.

Selain itu, Tigalapan Investama Group juga menegaskan dukungannya terhadap visi menjadikan Aceh sebagai Halal Hub. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong sebagai pusatnya, serta promosi produk-produk unggulan daerah dalam berbagai ajang pameran berskala internasional.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menyebut kesepakatan ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat lini bisnis.

“PT PEMA akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Momentum bersama Tigalapan Investama Group ini merupakan langkah positif untuk berbenah dan meningkatkan kinerja, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Tigalapan Investama Group, Titi Khoiriah, yang juga anggota Kadin Bidang Ekonomi Syariah, menegaskan pihaknya siap mendukung PEMA agar dapat lebih maju dan berperan dalam forum-forum ekonomi syariah.

“Kami siap mendorong PT PEMA untuk memperoleh fasilitas pembiayaan syariah, termasuk dari lembaga internasional seperti Islamic Development Bank (IsDB),” kata Titi.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem investasi dan infrastruktur yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Aceh di tingkat nasional maupun global.