Beranda blog Halaman 242

H. Muslim Ayub Tanggung Biaya Pemulangan Jenazah Mahasiswa Hafiz Qur’an Asal Aceh Tenggara

0
Foto Almarhum Muhammad Aldi bin Hadiyan, warga Desa Biak Muli Bakhu, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Jakarta — Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh I, H. Muslim Ayub, menunjukkan kepedulian sosial dengan memfasilitasi pemulangan jenazah seorang mahasiswa asal Aceh Tenggara yang wafat di Jakarta.

Mahasiswa tersebut adalah Muhammad Aldi bin Hadiyan, warga Desa Biak Muli Bakhu, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada 11 Januari 2026.

Semasa hidupnya, Muhammad Aldi tercatat sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Jurusan Tafsir Al-Qur’an, serta dikenal sebagai hafiz Al-Qur’an 30 juz.

Proses pemulangan jenazah sempat terkendala akibat keterbatasan biaya yang dihadapi pihak keluarga. Menyikapi kondisi tersebut, H. Muslim Ayub turun tangan langsung dengan menanggung seluruh biaya transportasi dan pemulangan jenazah hingga tiba di kampung halaman.

“Orang tua almarhum berasal dari keluarga sederhana. Oleh karena itu, kami merasa terpanggil untuk membantu agar jenazah almarhum dapat segera dipulangkan dan dimakamkan di tanah kelahirannya,” ujar H. Muslim Ayub dalam keterangannya kepada Nukilan.

Saat ini, jenazah Muhammad Aldi bin Hadiyan telah diberangkatkan dari Jakarta dan tengah dalam perjalanan menuju rumah duka yang berlokasi di depan Kilang Padi Rahmad, Aceh Tenggara. Pihak keluarga berharap almarhum tiba dengan selamat dan segera dimakamkan di kampung halaman.

Atas bantuan tersebut, keluarga dan ahli waris almarhum menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada H. Muslim Ayub atas kepedulian dan keikhlasan dalam membantu proses pemulangan jenazah. (XRQ)

Reporter: Akil

Terobos Akses Sulit, Polres Aceh Tengah Antar Bantuan ke Daerah Terisolasi

0
Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan ke korban bencana (FOTO: dok. istimewa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bintang. Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke wilayah terpencil yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik pada Jumat (9/1/2026) pukul 10.00 WIB. Rombongan menempuh medan berat dengan mengerahkan 40 unit sepeda motor trail, terdiri dari 20 personel Polres Aceh Tengah dan 20 anggota Komunitas Trail Tragong Aceh Tengah.

Kapolres Aceh Tengah mengatakan, kehadiran jajaran kepolisian tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap terpantau.

“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung yang aksesnya masih sulit. Anak-anak sudah mulai bersekolah, dan itu perlu kita dukung bersama. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan bantuan sampai dan warga tetap terpantau,” kata Taufik dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga serta membantu pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

Tito Karnavian Kirim Ratusan Gerobak dan Bantuan Pangan untuk Pemulihan Aceh Tamiang

0
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyalurkan ratusan gerobak dorong serta bantuan pangan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pembersihan wilayah terdampak sekaligus mendukung kembalinya aktivitas pemerintahan dan perekonomian masyarakat.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito menyampaikan bahwa Aceh Tamiang termasuk daerah dengan dampak bencana yang cukup besar. Namun, ia menilai proses pemulihan mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Pemerintahan sudah mulai jalan, ekonomi sudah mulai kelihatan. Warung, restoran, kemudian pasar sudah mulai buka, SPBU buka semua,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi 456 unit gerobak dorong yang akan digunakan untuk membersihkan lumpur serta material sisa bencana, terutama di kawasan permukiman padat dan gang sempit. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan 1.300 dus mi instan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Lapangan Parkir Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu (11/1/2026), sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Update Bencana Alam Aceh per 11 Januari 2026: 545 Orang Meninggal, Lebih dari 2,5 Juta Jiwa Terdampak

0
Bantuan Polri di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera (Foto: Dok istimewa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Dampak bencana alam hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh terus menunjukkan angka yang signifikan. Hingga Minggu (11/1/2026) sore, jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur masih bertambah seiring proses pendataan di lapangan.

Dilansir Nukilan.id dari data Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2026 yang dirilis di Banda Aceh, Minggu (11/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 18 kabupaten/kota terdampak bencana.

Laporan dari Pusat Informasi dan Media Center Komdigi (Doc Rachmad Yuliadi Nasir) menyebutkan, total korban terdampak mencapai 670.842 kepala keluarga atau 2.583.376 jiwa. Dari jumlah tersebut, 545 orang dilaporkan meninggal dunia, 31 orang dinyatakan hilang, 4.939 orang mengalami luka ringan, dan 456 orang luka berat.

Selain korban jiwa, bencana juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Tercatat terdapat 1.008 titik pengungsian yang menampung 57.444 kepala keluarga atau 216.857 jiwa.

Kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik juga cukup luas. Sebanyak 227 gedung atau kantor dilaporkan rusak, disusul 641 rumah ibadah, 149 fasilitas kesehatan, serta 1.766 fasilitas pendidikan yang terdampak.

Sementara itu, kerusakan infrastruktur transportasi meliputi 1.593 ruas jalan dan 468 unit jembatan.

Bencana hidrometeorologi ini juga menyebabkan kerugian besar pada sektor harta benda dan mata pencaharian warga. Data mencatat sebanyak 148.791 unit rumah mengalami kerusakan. Selain itu, 63.187 ekor ternak terdampak, 56.652 hektare sawah rusak, 100.376 hektare kebun terdampak, serta 32.341 hektare tambak mengalami kerusakan.

Pusat Informasi dan Media Center Komdigi menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kondisi serta hasil pendataan di lapangan. (XRQ)

Reporter: Akil

Dasco Hubungi Prabowo, Anggaran Transfer Daerah Aceh Dipastikan Utuh

0
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Dok. DPR.)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana di Aceh tidak akan mengalami pemotongan pada tahun anggaran 2026. Kepastian itu diperoleh setelah Dasco secara langsung menelepon Presiden Prabowo Subianto di sela rapat koordinasi penanganan bencana di Banda Aceh, kemudian menghubungkan pembicaraan tersebut dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Pak Ketua (Dasco) sudah telepon, dan Pak Presiden bilang setuju. Sudah kita hitung semuanya secara anggaran, bisa, tak ada masalah,” kata Purbaya di Banda Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran TKD tahun ini akan disalurkan penuh tanpa pemotongan, berbeda dengan kebijakan pada tahun sebelumnya. Bahkan, per 2 Januari 2026, pemerintah pusat telah mengirimkan dana sebesar Rp1,2 triliun kepada Pemerintah Provinsi Aceh serta kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Dengan demikian, ketersediaan anggaran tidak lagi menjadi hambatan utama dalam proses penanganan dan pemulihan bencana.

Pada kesempatan yang sama, Dasco juga menyampaikan kesimpulan rapat bahwa mulai 10 Januari 2026, upaya pemulihan pascabencana di Sumatra akan berada di bawah komando Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Sehingga Satgas Pemulihan Bencana Sumatra, DPR akan menjalankan fungsi di bidang legislasi, anggaran, pengawasan, dan koordinasi,” ujar Dasco.

Pemerintah bersama DPR menargetkan seluruh roda pemerintahan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana dapat kembali berjalan normal sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Seluruh proses pemulihan diupayakan tuntas maksimal sebelum Idulfitri.

“Dan seluruh daerah terdampak telah tersentuh secara bertahap dan dapat dimaksimalkan agar dapat selesai tertanggulangi diusahakan sebelum Lebaran,” pungkas Dasco.

Lebih dari 13 Ribu Hektare Kebun Kopi di Dataran Tinggi Gayo Rusak Akibat Bencana

0
Kebun kopi di Aceh Tengah rusak akibat bencana banjir dan longsor. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada akhir November 2025 menimbulkan dampak besar terhadap sektor pertanian, terutama perkebunan kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di kawasan dataran tinggi Gayo.

Data terbaru Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh mencatat, kerusakan lahan kopi di Aceh Tengah mencapai 12.638 hektare. Kerusakan tersebut menjadi salah satu dampak terparah dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah itu.

“Data Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor mencatat, seluas 12.638 hektare lahan kopi di Aceh Tengah mengalami kerusakan akibat bencana,” kata Murthalamuddin, Sabtu, 10 Januari 2026.

Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, kebun kopi juga menjadi sektor yang paling terdampak. Luas kerusakan mencapai 445,583 hektare yang tersebar di delapan kecamatan. Kecamatan Bukit tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan terluas, yakni 198,179 hektare.

“Kerusakan kebun kopi cukup mendominasi dampak bencana hidrometeorologi di Bener Meriah. Ini sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat,” ujar Murthalamuddin.

Tak hanya kopi, bencana juga merusak sejumlah komoditas pertanian lainnya di Bener Meriah. Data mencatat, kerusakan sawah mencapai 68,732 hektare, perkebunan di Kecamatan Syiah Utama seluas 214,270 hektare, serta kolam masyarakat seluas 2,505 hektare.

“Secara keseluruhan, total kerusakan lahan mencapai 731,089 hektare,” ungkap Murthalamuddin.

Kerusakan yang meluas ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat, terutama petani kopi yang selama ini menggantungkan hidup pada hasil perkebunan di wilayah tersebut.

BMKG Prakirakan Cuaca Aceh 11 Januari 2026 Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun

0
Ilustrasi Cuaca berawan (Foto: detikSumut)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Minggu, 11 Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di Aceh diperkirakan cerah berawan dengan peluang hujan ringan di sejumlah daerah.

Prakiraan cuaca ini menjadi acuan penting bagi masyarakat, terutama untuk merencanakan aktivitas luar ruangan agar tetap aman dan nyaman.

Dalam laporan harian BMKG yang diterima Nukilan.id, sebagian besar wilayah Aceh diprediksi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Kondisi cuaca relatif stabil dengan suhu udara yang tergolong nyaman serta tingkat kelembapan yang masih dalam batas normal untuk aktivitas harian.

Meski demikian, BMKG mencatat adanya potensi hujan ringan atau gerimis yang dapat terjadi pada siang hingga sore hari di beberapa wilayah Aceh. Hujan diperkirakan tidak berlangsung lama dan tidak bersifat ekstrem.

Secara rinci, pada siang hingga sore hari, cuaca di Aceh umumnya berawan hingga cerah berawan. Angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan ringan hingga sedang, disertai kelembapan udara yang cukup tinggi.

Sebelumnya, BMKG juga mengingatkan bahwa dinamika cuaca musim hujan di Sumatra masih berpotensi memicu cuaca ekstrem hingga pertengahan Januari 2026. Oleh karena itu, meskipun prakiraan menunjukkan hujan ringan, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.

BMKG menempatkan Aceh sebagai salah satu wilayah yang berpeluang mengalami hujan ringan pada 11 Januari 2026, sejalan dengan prakiraan cuaca nasional untuk periode 11–12 Januari 2026.

Masyarakat diimbau tetap menyiapkan perlengkapan antisipasi hujan saat beraktivitas di luar ruangan dan rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh data yang akurat dan terbaru. (XRQ)

Reporter: Akil

Menuju Satu Tahun Pemerintahan MANIS, Tokoh Masyarakat Sampaikan Catatan dan Harapan untuk Aceh Selatan

0
Tokoh masyarakat Aceh Selatan, H. Bachtiar AR atau Abu Saka. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Tapaktuan — Menjelang satu tahun masa kepemimpinan pasangan H. Mirwan MS, SE, M.Sos dan H. Baital Mukadis, SE sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, berbagai kalangan mulai menyampaikan evaluasi serta harapan terhadap arah pembangunan daerah.

Pasangan yang dikenal dengan akronim MANIS tersebut dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam Rapat Paripurna DPRK Aceh Selatan pada 17 Februari 2025, untuk periode jabatan 2025–2030.

Tokoh masyarakat Aceh Selatan, H. Bachtiar AR atau Abu Saka, kepada Nukilan.id menilai tahun pertama kepemimpinan MANIS merupakan fase krusial dalam menentukan arah pembangunan daerah. Abu Saka dikenal sebagai figur yang pernah memimpin Tim SAKA dalam Pilkada Aceh Selatan 2013–2018 dan sukses mengantarkan pasangan H. Teuku Sama Indra SH – Kamarsyah, S.Sos, MM menjadi Bupati dan Wakil Bupati kala itu.

“Satu tahun pertama ini adalah masa penyesuaian dan peletakan fondasi. Tidak adil jika seluruh capaian diukur hanya dari hasil fisik semata, karena banyak proses internal yang harus dibenahi terlebih dahulu,” ujar Abu Saka, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemerintahan MANIS mengusung visi “Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani”, yang diterjemahkan melalui sejumlah misi strategis, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi rakyat, perbaikan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur berkeadilan, serta penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.

Menurutnya, sebagian program mulai menunjukkan progres, khususnya dalam penataan birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perhatian terhadap sektor sosial dan keagamaan.

“Kita melihat adanya upaya penataan pemerintahan dan dorongan agar pelayanan publik lebih terbuka dan melayani. Sektor UMKM, petani, dan nelayan juga mulai mendapat perhatian, walaupun masih membutuhkan penguatan lebih lanjut,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa sejumlah agenda penting belum berjalan optimal, di antaranya percepatan pembangunan infrastruktur strategis, optimalisasi pendapatan asli daerah, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh keterbatasan fiskal, masa transisi pemerintahan, serta akumulasi persoalan lama yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

“Ada beberapa faktor penyebab, mulai dari keterbatasan fiskal daerah, masa transisi pemerintahan, hingga beban persoalan lama yang tidak bisa diselesaikan secara instan. Selain itu, konsolidasi internal birokrasi juga masih terus berjalan,” jelas Abu Saka.

Ke depan, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk memperkuat perencanaan berbasis prioritas, meningkatkan inovasi di seluruh organisasi perangkat daerah, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, unsur Forkopimda, stakeholder daerah, dan sektor swasta.

Selain itu, ia menilai komunikasi publik yang terbuka serta evaluasi kinerja berkala menjadi faktor penting agar masyarakat memahami arah dan tantangan pembangunan.

Abu Saka juga menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan MANIS sangat ditentukan oleh kekompakan internal jajaran pemerintah daerah.

“Kesolidan dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Jika semua bergerak dalam satu visi dan satu irama, maka target kinerja yang telah ditetapkan akan lebih mudah dicapai,” tegasnya.

Ia berharap memasuki tahun kedua pemerintahan, pasangan MANIS mampu melakukan akselerasi pembangunan dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Masyarakat tentu berharap Aceh Selatan benar-benar bergerak menuju daerah yang maju, produktif, dan madani. Dengan kepemimpinan yang kuat dan birokrasi yang solid, harapan itu sangat mungkin untuk diwujudkan,” tutup H. Bachtiar AR. (XRQ)

Reporter: Akil

Prabowo Turun Tangan, TKD Aceh Dipastikan Tidak Dipotong Tahun Ini

0
Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan Pemerintah, yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR, Minggu (11/1/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | Jakarta — Pemerintah memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Aceh tidak akan mengalami pemotongan pada tahun 2026, menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Kepastian itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah menerima telepon langsung dari Presiden Prabowo Subianto di sela Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan Pemerintah, yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR, Minggu (11/1/2026).

Momen tersebut terjadi tidak lama setelah Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan permintaan diskresi terkait kebijakan TKD kepada Purbaya. Dalam rapat itu, telepon milik Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berdering, yang kemudian diketahui merupakan panggilan dari Presiden Prabowo.

Usai komunikasi tersebut, Purbaya langsung menetapkan bahwa TKD Aceh tahun ini diberikan penuh seperti tahun 2025, bahkan akan memperoleh tambahan anggaran.

“Untuk tahun ini, anggaran Anda akan penuh seperti tahun lalu, enggak dipotong. Jadi dapat (tambahan) Rp1,6 triliun, Rp1,7 triliun kalau enggak salah,” tegas Purbaya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Dasco yang telah menghubungi Presiden Prabowo sehingga diskresi dapat diperoleh dengan cepat.

“Kalau saya kan enggak bisa telepon, beliau (Dasco) yang bisa telepon. Pak Ketua, saya nanya tadi ke Presiden, bapak (Dasco) minta persetujuan (presiden), apa memerintah? Hahaha, minta persetujuan, jadi clear,” ujar Purbaya dengan nada bercanda kepada Dasco.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa hingga awal Januari, Kementerian Keuangan telah menyalurkan dana sebesar Rp1,279 triliun kepada Pemerintah Provinsi Aceh untuk membantu penanganan dampak bencana.

“Kita sudah kirim di bulan Januari untuk Aceh saja itu Rp1,279 triliun. Jadi mereka cukup cash untuk gerak, kalau mau,” tegas Purbaya.

Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh serta menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah situasi darurat.

Bupati Aceh Timur Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Susulan

0
Bupati Aceh Timur Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Susulan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Banjir dan angin puting beliung kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur menyusul hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Kamis, 8 Januari 2026. Bencana tersebut menyebabkan luapan dan genangan air di berbagai kecamatan.

Berdasarkan data kondisi bencana yang diperbarui pada Jumat, 9 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 11 kecamatan dan 60 desa terdampak. Sebanyak 2.818 unit rumah dilaporkan terendam banjir. Sementara itu, jumlah masyarakat terdampak mencapai 2.818 kepala keluarga atau sekitar 11.488 jiwa. Adapun 104 kepala keluarga dengan 324 jiwa sempat mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.

Di Kecamatan Indra Makmu, banjir menyebabkan 66 unit rumah di Gampong Alue Ie Mirah mengalami kerusakan ringan. Warga sempat mengungsi di Meunasah Dusun Alue Jaloh serta Masjid Blang Nisam.

Angin puting beliung juga menerjang Kecamatan Julok. Satu unit rumah guru Dayah Nurul Muarif mengalami kerusakan berat, bersama dua unit balai pengajian di Gampong Buket Seuraja. Selain itu, dua unit rumah di Gampong Blang Pauh Sa dilaporkan rusak ringan.

Sementara itu, di Kecamatan Banda Alam, banjir berdampak pada warga Gampong Jambo Rehat dan Gampong Panton Rayeuk. Ratusan jiwa sempat mengungsi di beberapa lokasi, di antaranya di Dayah Bustanul Huda dan kawasan Bukit Belakang Keude.

Kerusakan akibat angin puting beliung juga terjadi di Kecamatan Darul Falah, tepatnya di Gampong Keudundong. Kondisi serupa turut dialami warga Gampong Matang Pudeng, Kecamatan Pante Bidari, yang sempat mengungsi di balai pengajian dan rumah keluarga.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.Hi, M.Si dalam keterangannya kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa secara umum banjir yang terjadi pada 8 Januari 2026 telah berangsur surut dan sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, pendataan lanjutan, serta pemantauan kondisi lapangan guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.

Sebagai respons cepat, Bupati Aceh Timur juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak, salah satunya di Gampong Jambo Rehat, Kecamatan Banda Alam, pada Jumat sore, 9 Januari 2026. Bantuan tersebut disalurkan melalui tim bupati dan camat setempat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang sempat mengungsi.

“Alhamdulillah, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk siaga dan segera mencari tempat yang aman apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi,” kata Al-Farlaky. (XRQ)

Reporter: Akil