Beranda blog Halaman 2378

Rampung 2018, Proyek Rehab Bangungan Rp 2 Miliar Belum Dibayar

0
PT Peugot Konstruksi menyegel RS PMI Aceh Utara.]

Nukilan.id – Manajemen Rumah Sakit PMI Aceh Utara belum membayar biaya pengerjaan proyek rehab bangunan dan instalasi pengolahan air limbah rumah sakit senilai Rp 2 miliar.

Kontraktor memutuskan menyegel seluruh bangunan rumah sakit itu di Jalan Sultanah Nahrisyah, Kota Lhokseumawe, Selasa (2/2/2021).

Direktur PT Peugot Konstruksi, Abdullah di Lhokseumawe, menyebutkan penyegelan bangunan dilakukan di bagian pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena berbagai upaya agar dana tersebut dicairkan menemui jalan buntu. “Kami sudah bertemu dengan Ketua PMI Aceh Utara Muhammad Thaib. Janjinya akan dibayar. Sudah lama kami tunggu tak dibayar-bayar,” kata Abdullah.

Padahal proyek itu selesai dikerjakan 2018 lalu. “Sudah berkali-kali kami tagih. Tapi tidak digubris. Terakhir itu bulan Juni 2020. Janjinya setelah dibayar tagihan rumah sakit oleh BPJS Kesehatan maka akan dibayarkan ke kami. Sampai hari ini tidak ada,” katanya.

Dia berharap utang itu segera dilunasi. Kontraktor bahkan menggembok seluruh pintu rumah sakit itu. Sehingga tidak ada aktivitas karyawan di sana.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit PMI, M Ifani Syarkawi, menyebutkan dirinya belum berani memberi keterangan. “Saya rapat internal dulu. Sekarang saya tidak ada konfirmasi apa pun ya,” pungkasnya. (kompas.com)

Bansos Tidak Tepat Sasaran, Anak SD Beraksi

0
Foto: INDOPOLITIKA.com

Nukilan.id – Menungkapkan keluh kesah karena bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran, 2 (dua) siswa SD melakukan aksi dengan menyanyikan lagu sindiran terhadap pemerintahan Jokowi.

Video itu viral di melalui akun Twitter Politisi PKB, Muhaimin Iskandar, @cakimiNOW pada senin, (1/2).

Dalam video itu, dua anak SD berdiri di ruangan terbuka. Satu berperan sebagai penyanyi, sementara satu lainnya memetik gitar untuk mengiringi.

Lirik lagu mereka sarat makna. Anak SD itu seolah meluapkan keluh kesahnya tentang sekolah daring dan bantuan yang kurang tepat sasaran.

Anak SD tersebut mengawali lagunya dengan menyinggung sosok Presiden. Mereka bertanya sampai kapan kondisi harus seperti sekarang ini.

Berikut ini lirik lagu berisi sindiran terhadap pemerintah sebagaimana didendangkan dua anak SD itu:

Pak presiden yang kami hormati, sampai kapan harus begini, belajar online ini. Handphone kami harus beli. Ini (menunjuk uang) juga susah dicari.

Kok jadi begini. Kita tanya, kaya dapat bantuan, tetapi kami gak kedapatan. Apa emang pilih-pilih.

Kekinian, video anak SD bernyanyi lagu yang seolah menyindir pemerintah itu telah diputar puluhan ribu kali. Selain itu, video tersebut pun mengundang pro kontra dari warganet yang turut menyumbangkan komentarnya.

Beberapa dari mereka berharap Presiden Jokowi dan Mendikbud Nadiem Makarim menindaklanjuti keluhan dua bocah viral ini.

“Pak Jokowi, Presiden RI. Mas Nadiem Makarim Mendikbud. Tolong diajak ke Istana adik-adik kecil yang lucu ini. Coba cari tahu, apa sih sebenarnya yang ingin mereka sampaikan,” harap @ye****.

“Lagunya enak didengarkan sebelum tidur Pak,” balas @man***** mencolek akun Twitter Jokowi.

“Tolong Nadiem Makarim perhatikan aspirasi anak-anak ini, generasi penerus bangsa,” timpal @eric*****.

Mari kita perhatikan walau sejenak. Generasi anak bangsa. Bansos banyak yang tidak tepat sasaran atau tidak sesuai dengan peruntukannya,” komentar @asma*****. (BeritaHits.id)

Ketum PMI Aceh Utara Upayakan Solusi Penyegelan RS PMI

0

Nukilan.id – RS PMI Aceh Utara berlokasi di Kota Lhokseumawe, persisnya di kawasan di Jalan Sultanah Nahrisyah (Jalan Samudera Lama), Kecamatan Banda Sakti disegel pihak rekanan, PT Peugot Konstruksi pada Selasa (2/2/2021), dengan cara pemasangan spanduk di bagian pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara kini sedang berupaya mencari solusi terhadap persoalan penyegelan.

Pada spanduk warna putih tersebut bertuliskan; “‘Selesaikan Hak Kami’ Rumah Sakit ini disegel untuk sementara waktu sehubungan dengan pihak Rumah Sakit Aceh Utara belum melunasi hutang (biaya renovasi gedung dan infrastruktur tahun 2018)”.

Menyikapi persoalan tersebut, pengurus PMI Aceh Utara sudah mengadakan pertemuan sesama pengurus inti untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum PMI Aceh Utara, H Muhammad Thaib yang juga Bupati Aceh Utara.

“Saya tidak mengetahui persis persoalan penyegelan RS tersebut. Namun, saya sudah memanggil Ketua Harian PMI Aceh Utara, Iskandar Nasri untuk menanyakan persoalan penyegelan RS tersebut,” ujar Cek Mad–sapaan akrab H Muhammad Thaib.

Disebutkan dia, pihak PMI Aceh juga sudah turun ke Aceh Utara untuk mempelajari persoalan penyegelan tersebut.

“Kami kemarin sudah mengadakan pertemuan dengan Ketua PMI Aceh dan Ketua Harian, guna mempelajari persoalan tersebut dan kemudian mencari solusinya,” ujar Cek Mad.

Namun begitu, Cek Mad enggan menjelaskan langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut karena sedang dalam proses pembahasan.

Sementara itu, Direktur RS PMI Aceh Utara, M Ifani Syarkawi kepada Serambinews.com, Rabu (3/2/2021), menyebutkan, dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

“Nanti akan kami sampaikan, karena sedang kami selesaikan,” ucap Direktur RS PMI Aceh Utara, M Ifani Syarkawi mengelak. (Serambinews.com)

Lama tak Terlihat, Seniman “Presiden Rex” Hasbi Burman Sakit

0

Bagi pelanggan warung kopi Check Yukee di Jalan Tepi Kali, Kota Banda Aceh, melihat seniman Hasbi Burman duduk di situ adalah hal biasa. Pria yang dijuluki “Presiden Rex” itu sering hadir dan bercakap-cakap dengan orang-orang yang dikenal dan menghormatinya.

Kalau baru datang atau hendak meninggalkan warung kopi, anak-anak muda pecinta seni yang sedang ngopi akan menyapanya. “Ho neu jak, Pak Presiden (Mau kemana, Pak Presiden?),” tanya seorang seniman muda yang bekerja di sebuah LSM pada suatu waktu.

Belakangan Hasbi Burman tak terlihat lagi. Termasuk di warung-warung kopi lain yang juga biasa didatanginya. Maka, kabar penyebab dia tak lagi terlihat “wira-wiri” pun mulai tersiar: Presiden Rex jatuh sakit.

Kabar ini beredar luas dengan cepat. Hasbi mendapat simpati yang berlimpah. Ia dijenguk anak-anak muda penggemarnya. Para pejabat pun ikut membesuk. Januari lalu M. Nasir Djamil datang ke rumahnya di Gampong Karieng, Blang Bintang, Aceh Besar.

Hari ini (2/2), giliran Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh Jamaluddin yang datang.

Dalam kunjungan tersebut ia didampingi para kabid dan kepala UPTD di lingkungan Disbudpar Aceh.

“Kunjungan ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap seniman. Terlebih seniman sastra yang ini sudah lama dalam keadaan sakit,” kata Jamaluddin.

Dalam kunjungan ini Jamaluddin memberi semangat kepada Hasbi Burman dalam menghadapi kondisi kesehatannya yang sedang menurun. Hasbi juga disemangati agar terus berkarya.

Hasbi Burman adalah seniman yang cukup sering menulis dan tampil membacakan puisi. Puisinya sering diterbitkan di koran lokal. Dia juga pernah beberapa kali membaca puisi di atas panggung Pekan Kebudayaan Aceh.

Demokrat Aceh Siap Menjaga Partai dan Ketum AHY

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh memastikan tetap solid mendukung Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan siap melawan pihak-pihak yang menganggu ketenteraman partai.

“Partai Demokrat Aceh tetap setia pada komitmen menjalankan amanah Kongres di bawah kepemimpinan AHY,” kata Sekretaris DPD PD Aceh Iqbal Farabi kepada media di Banda Aceh, Selasa (2/2/).

Untuk itu, Iqbal memastikan seluruh pengurus hingga ke pimpinan Cabang dan seluruh kader siap menjaga AHY dan Partai Demokrat dari gangguan orang-orang yang haus kekuasaan.

“Kami tak mau Demokrat diganggu. Demokrat Aceh pastikan setia menjaga dan medukung AHY,” ujar Iqbal.

Iqbal Farabi juga meminta kepada kelompok yang ingin mendongkel Ketua Umum Demokrat untuk segera berhenti menganggu soliditas Partai Demokrat yang sedang gencar membantu korban bencana dan membantu pencegahan covid-19 yang melanda Indonesia.

Wakil Bupati Nagan Raya: Saya Disuruh Diam Seperti Patung

0
Wakil Bupati Nagan Raya, Aceh, Chalidin Oesman (Dok gesuri.id)

Nukilan.id – Wakil Bupati terpilih Nagan Raya tahun 2017, Provinsi Aceh, Chalidin Oesman membenarkan bahwa ia tidak masuk kantor selama berbulan-bulan.

“Tugas saya yang tersirat saat ini adalah saya disuruh menonton dan diam oleh Bupati. Jadi saya sedang melaksanakan tugas itu sekarang,” kata Chalidin Oesman dikutip dari Antara.

 “Jadi ya yang namanya pembantu bupati diminta bantu untuk diam, ya kita diam saja hehehehehehehe,” tulis Chalidin.

Tak diberi ruang gerak Chalidin mengaku selama menjabat sebagai Wakil Bupati Nagan Raya, ia tak diberi ruang gerak untuk berbuat pada masyarakat.

Sehingga ia tak bisa berbuat banyak kepada masyarakat Kabupaten Nagan Raya yang telah memilihnya.

Selain itu sejak tahun 2017, Cholidin mengatakan ia tak pernah mendapatkan laporan terhadap fungsi pengawasan.

Dengan kondisi seperti ini, Chalidin Oesman meminta kepada masyarakat agar bersabar, karena semua perangkat pemerintah daerah bekerja untuk rakyat.

Selain itu Cholidin mengatakan lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta untuk berobat.

Bahkan ia mengatakan tidak adanya wabup tidak ada pengaruh sama sekali dengan kegiatan pemerintahan di Nagan Raya.

 “Maaf saya saat ini banyak di Jakarta karena sedang berobat, jangan risau karena Wabup sering tidak ada di tempat,” jelasnya.

 “Karena ada atau tidak adanya Wabup di tempat itu tidak ada pengaruh sama sekali terhadap kegiatan pemerintahan, semua kegiatan pemerintah tetap berjalan,” kata Chalidin.

Sekda benarkan wakil bupati tak ngantor Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya Ardi Martha membenarkan bahwa Wabup Chalidin sudah lama tidak masuk kantor untuk berdinas.

“Benar, Pak Wabup sudah lama tidak berada di daerah,” ujar Ardi Martha Namun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Chalidin Oesman tidak masuk kantor selama berbulan-bulan.

Ardi mengatakan, pihaknya sedang berupaya komunikasi dengan Wabup Nagan Raya Chalidin Oesman yang diduga lebih sering berada di Jakarta dari pada di Nagan Raya. (Kompas.com)

Partai di Aceh Dukung Pilkada Aceh 2022

0
Partai PDIP dan PKS Mendukung Pelaksanaan Pilkada di Aceh (Nukilan.id)

Nukilan.id – Pilkada Aceh yang direncanakan akan tetap dilaksanakan tahun 2022 mendatang mendapat dukungan dari beberapa partai di Aceh.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh, Muslahuddin Daud, mengungkapkan dukungannya terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai untuk menjalankan Pilkada tahun 2022 karena secara keorganisasian harus dijalankan sesuai jenjang.

Menurutnya, dengan begitu tidak akan adanya kekosongan jabatan definitif kepala daerah.

“Tidak akan ada kekurangan kalau semua kebijakan dan keputusan politik sudah bersama, Komisi 2 DPP Republik Indonesia (RI), Kementrian Dalam Negeri (Mendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Independen Pemilihan (KIP), Gubernur, Bupati Walikota, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” ujar Muslahuddin untuk Nukilan.id (1/2).

Muslahuddin juga menambahkan “Saya kira yang harus menjadi titik fokus adalah para pihak harus ada satu konsensus tentang ini. Selama ini kita amati bahwa ada agenda pemilu serentak di tahun 2024. Namun, di tahun 2022 ada 101 daerah yang akan Pilkada dan 170 daerah di tahun 2023, jadi bukan hanya Aceh, jadi kita tunggu saja keputusan final pengambil kebijakan.”

Makhyar selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh juga mendukung pelaksanaan Pilkada Aceh apabila dilakukan di tahun 2022. Menurutnya iklim demokrasi akan berjalan stabil dan sehat dan hak-hak rakyat harus dipenuhi.

Belum adanya koordinasi antara Komisi Pemilihan Umum (KIP) wilayah Aceh dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, Mahkhyar mengungkapkan bahwa sudah seharusnya KIP berkoordinasi terlebih dahulu dengan KPU pusat untuk menjalankan pilkada agar dapat terlaksana dengan baik.

“PKS sudah siap apabila Pilkada dijalankan di tahun 2022 mendatang,” ungkap Mahkyar kepada Nukilan.id (1/2). Ia berharap masyarakat bisa menghadirkan Pilkada yang bersih dan sehat. (RJ)

Dr. Kiani: Komunitas Muslim Inggris Harus Mengabaikan Teori Konspirasi Covid-19

0
Dr. Sharjeel Zafar Kiani (dok metro.co.uk)

Nukilan.id – Dr. Sharjeel Zafar Kiani, seorang dokter Islam yang bekerja di garis terdepan Inggris memperingatkan kepada komunitas Muslim di negaranya untuk mengabaikan teori konspirasi Covid-19.

Ia juga mengatakan telah menyaksikan secara langsung tekanan yang dialami rumah sakit Inggris. Dr. Kiani menambahkan beberapa kesalahan itu terletak pada kesalahan informasi dan teori konspirasi yang telah berkembang sejak virus corona pertama kali muncul.

“Sangat membuat frustasi melihat berapa banyak teori konspirasi di media sosial. Teori konspirasi tampaknya telah menyebar seperti api,” kata Dr. Kiani, seperti dikutip dari Arab News, Selasa, (2/2).

Masalah penting dalam komunitas Muslim Inggris adalah mitos yang berkali-kali dibantah oleh berbagai sumber bahwa vaksin Pfizer/BioNTech mengandung produk hewani yang membuatnya tidak diperbolehkan secara agama.

Dr. Kiani mengatakan oknum tersebut terus mengulangi klaim ini dan mempermainkan kecemasan dan ketakutan orang-orang, serta ketidakpercayaan orang-orang terhadap industri farmasi dan ilmu kedokteran.

“Teori konspirasi, bersama dengan informasi hoaks, menyebabkan kerugian karena ada anggota masyarakat yang sangat rentan yang membutuhkan vaksin ini. Dalam hal komunitas Muslim, saya akan meminta orang untuk mendengarkan para ahli di bidangnya,” kata dia.

Menurut data British Islamic Medical Society, Covid-19 telah mempengaruhi komunitas Muslim Inggris secara tidak proporsional.

Dikatakan ada alasan yang kompleks untuk ini, di antaranya fakta bahwa Muslim Inggris cenderung lebih ‘ragu-ragu terhadap vaksin’ daripada populasi yang lebih luas.

Sementara, sebagian lainnya karena penyebaran informasi yang salah seputar dibolehkannya vaksin dalam Islam.

Masalah ini tidak luput dari perhatian di antara para pemimpin komunitas Muslim di Inggris.

Pekan lalu, kepala di salah satu masjid terbesar di Birmingham, Masjid Green Lane, mengatakan kepada Arab News bahwa pihaknya mendorong jemaahnya untuk mengambil vaksin dan mendengarkan nasihat dari para profesional medis.

Sebelumnya pada bulan Januari 2021, para imam di seluruh Inggris menyampaikan khotbah Jumat yang membahas teori konspirasi, dan menjelaskan bahwa melindungi kehidupan dengan menerima vaksin adalah yang paling penting dalam Islam. (PikiranRakyat.com)

Jalan Penghubung Aceh Selatan-Singkil Segera Direalisasikan

0

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama tanda akan dimulai pengerjaan sejumlah proyek pembangunan jalan dengan skema kontrak Multiyears atau tahun jamak di Aceh tahun 2021 ini.

Dari 14 ruas jalan di pedalaman Aceh yang bernilai mencapai Rp2,4 triliun, termasuk diantaranya dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan dengan nilai proyek mencapai Rp300 Milyar lebih.

Adapun paket proyek terdiri dari Peningkatan Jalan Batas Aceh Selatan – Kuala Baru – Singkil – Telaga Bakti, peningkatan Jalan Trumon – Batas Singkil (Segmen I), peningkatan Jalan Trumon – Batas Singkil (Segmen II), dengan masing-masing nilai kontrak Rp.68.950.601.256,87, Rp.129.405.081.000,00, dan Rp 120.974.249.495,00, yang akan dikerjakan oleh tiga perusahaan Kontraktor yaitu PT. Pirimbilo Permai, PT. Wirataco Mitra Mulia, dan PT. Sapta Unggul.

“Masyarakat Aceh Selatan menyambut baik program pembangunan yang sempat menjadi polemik dan terancam urung beberapa waktu lalu itu. Jika proyek tersebut dilaksanakan tahun 2021 ini keterisoliran dan akses jalan penghubung antara Kabupaten Aceh Selatan dengan Aceh singkil tersebut segera terwujud dan dapat mengatasi persoalan akses ekonomi,” ujar Ali Zamzami melalui pesan rilis yang diterima Nukilan.id, Selasa,(2/2).

Masyarakat harus bersyukur atas terealisasinya pembangunan ruas jalan tersebut. Tak hanya itu, selaku warga masyarakat dan semua pihak juga patut memberi atensi (perhatian) dan berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang tergolong “Mega Proyek” terutama dalam hal Pengawasan. 

Meski sebenarnya pemerintah sudah punya sistem dan instrument pengawasan melalui rekanan konsultan pengawas dalam tiga paket proyek tersebut hingga menelan biaya pengawasan mencapai Rp10 Milyar, yang masing-masing dilaksanakan oleh PT. Tacita Prima Utama, PT. Seecons, dan PT. Parama Karya Mandiri, dengan masing-masing Nilai Kontrak Rp2.003.663.200,00, Rp3.951.860.000,00 dan Rp3.900.464.205,00.

Menurut Zamzami, peran serta masyakat menjadi suatu keniscayaan, apalagi jika dilihat dari segi pelaksana dan pengawas yang berkontrak dalam proyek-proyek tidak ada satupun  oleh perusahaan (pengusaha) lokal baik sebagai pelaksana maupun pengawas, semuanya perusahaan dari luar bahkan ada yang dari wilayah Indonesia timur (Sulawesi).

Perlunya pengawasan publik yang maksimal dalam pengerjaan proyek pembangunan ini mengingat pengalaman sebelumnya dalam pengerjaan proyek peningkatan jalan trumon-buluh sema tahun lalu banyak masalah baik dalam hal kondusifitas maupun kualitas pengerjaan yang hingga menjadi persoalan yang menghebohkan.

“kedepan diharapkan tidak terjadi lagi hal yang sama dan pelaksanaan pembangunan tersebut dapat berjalan lancar, aman dan tepat waktu serta berkualitas tentunya,” tutup Zamzami. (Rls/Rj)

KBGO Berpotensi Melonjak Tajam saat Pandemi

0
Dewan Pengurus Flower Aceh, Abdullah Abdul Muthaleb. (Dok.Pribadi)

Nukilan.id –  Pandemi menyebabkan sebagian besar kegiatan beralih secara online, dibarengi dengan lonjakan terjadinya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Orang-orang terbatasi ruang gerak sosialnya yang dapat memicu stress dan sebagainya, yang pada akhirnya disalurkan dengan media sosial.

KBGO tidak berbeda dengan kekerasan secara konvensional, jika ditelusuri maka akarnya adalah budaya patriarki dan kemudian membentuk relasi kuasa yang timpang.

Budaya patriarki yang diperkuat dengan tafsiran agama yang mendiskriminasi perempuan khususnya menjadi faktor kunci mengapa kekerasan terhadap perempuan, termasuk KBGO ini makin tinggi eskalasinya.

KGBO ini tidak berdiri sendiri melainkan dapat disebut sebagai bentuk eksistensi lain bahkan perpanjangan dari kekerasan berbasis gender yang terjadi secara konvensional.

“Hampir semua orang, apalagi anak muda baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki media sosial misalnya. Akses internet bisa di mana saja. Dengan demikian, yang perlu dilakukan bukan menghindari tetapi bagaimana mempergunakannya secara bijak. Sebab, apa pun itu, termasuk teknologi gital tetap memiliki hal positif dan sekaligus dampak negatifnya,” jelas Dewan Pengurus Flower Aceh, Abdullah Abdul Muthaleb untuk Nukilan.id (2/2).

Sebagai pengguna media sosial aktif, sudah seharusnya masyarakat menggunakan secara bijak dan hati-hati, upaya ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya KBGO.

“Masyarakat khususnya generasi muda juga harus memahami betul bahwa teknologi digital atau secara khusus media sosial menjadi  salah satu media yang menjadi perantara terjadi KBGO. Banyak kasus terjadi mulai dari penyebaran konten pornografi dengan segala motifnya, hingga ragam bentuk lainnya seperti pelecehan melalui pesan dan kontak yang tidak diinginkan, ujaran kebencian dan postingan di media sosial dengan target pada gender atau seksualitas tertentu. Bahkan  melakukan penggunaan gambar atan konten online yang tidak senonoh untuk merendahkan perempuan atau gender lainnya juga bagian dari KBGO,” tuturnya.

Sosialisasi menjadi peran penting bagi pemerintah untuk membangun pengetahuan dan kesadaran masyarakat terutama generasi muda.

Abdullah juga menyatakan bahwa begitu banyak motif dalam melakukan KBGO, seperti karena adanya dendam. “Kita sering dengar bagaimana foto mantan pacar dalam posisi tertentu misalnya, yang awalnya disetujui korban hanya khusus untuk pacarnya itu tetapi karena bermasalah lalu kemudian foto tersebut disebarluaskan. Di sini bisa jadi bukan dengan motif keuntungan finansial atau keuntungan seksual tetapi bagaimana pelaku membalas rasa sakit hati dan dengan membuat mantan pacarnya  tidak nyaman bahkan berdampak pada kejiwaannya selaku korban,” paparnya.

Jika dalam penggunanan media online sudah ada tanda-tanda atau mengarah pada KBGO, masyarakat dihimbau untuk melaporkan ke aparat penegak hukum atau kepada lembaga pengadu layanan seperti Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Secara kasus yang dilaporkan mungkin tidak banyak ya, tetapi bukan tidak ada kasusnya. Kasusnya ada. Secara angka pasti, bisa dicek ke aparat penegak hukum atau P2TP2A sebagai unit layanan resmi yang dibentuk Pemerintah,” jelasnya terkait kasus KBGO di Aceh.

Abdullah juga menambahkan, apabila masyarakat kita terutama generasi muda misalnya, belum paham betul dengan KBGO dan belum bersikap secara bijak dalam mempergunakan media sosial, maka akan semakin terbuka ruang terjadinya KBGO tersebut. (Elma)