Beranda blog Halaman 232

Banda Aceh dan Selandia Baru Jajaki Kerja Sama Ekonomi dan Pendidikan

0
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah menerima kunjungan Deputi Kepala Misi Selandia Baru untuk Indonesia, Dr Giselle Larcombe, pada Selasa (23/9/2025). (Foto: Pemko Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menerima kunjungan Deputi Kepala Misi Selandia Baru untuk Indonesia, Dr Giselle Larcombe, pada Selasa (23/9/2025). Kunjungan tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Dialihbahasakan oleh Nukilan.id dari AntaraNews English, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengatakan pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Banda Aceh itu turut membahas perkembangan politik, sosial, dan ekonomi Aceh pascaperdamaian Helsinki.

“Kami membahas perkembangan politik, sosial, dan ekonomi di Aceh 20 tahun setelah nota kesepahaman (MoU) perdamaian Helsinki, sekaligus melihat peluang kerja sama bilateral di berbagai bidang,” ujar Afdhal.

Pertemuan itu juga bertepatan dengan dua dekade perjalanan damai Aceh. “Ini adalah perjalanan panjang dari konflik menuju perdamaian yang kita nikmati hari ini. Banda Aceh juga menjadi simbol pemulihan setelah tsunami 2004,” kata Afdhal.

Ia menekankan, transformasi politik dan keamanan setelah MoU Helsinki 2005 telah menciptakan stabilitas yang menjadi landasan pembangunan, khususnya di Banda Aceh. Afdhal memaparkan, Banda Aceh saat ini dihuni sekitar 270 ribu penduduk, mayoritas berusia produktif, dengan capaian pertumbuhan ekonomi 6,08 persen tahun lalu.

“Pertumbuhan ini ditopang oleh lebih dari 34 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor ekonomi kreatif, serta lebih dari 77 destinasi wisata,” tambahnya.

Sementara itu, Larcombe menegaskan kunjungannya ke Banda Aceh bertujuan melihat langsung kemajuan provinsi ini setelah 20 tahun perdamaian. Ia menyebut Selandia Baru tertarik menjalin kemitraan dalam sejumlah sektor.

“Selandia Baru tertarik pada kemitraan di beberapa sektor, termasuk pemberdayaan ekonomi perempuan, energi terbarukan, pertanian, serta program beasiswa pascasarjana bagi masyarakat Aceh, termasuk untuk pengembangan aparatur sipil negara,” jelas Larcombe.

Selain itu, ia mengaku antusias untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Aceh. “Kami bersyukur bisa berada di sini dan sangat bersemangat mengunjungi situs-situs budaya. Kami ingin melihat bagaimana pembangunan sosial dan ekonomi berjalan langsung di lapangan,” ujar Larcombe. (XRQ)

Reporter: Akil

DJBC Aceh Sebut Pelayaran Aceh-Penang Jadi Peluang Ekonomi Baru

0
Pelabuhan Krueng Geukueh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rencana pembukaan pelayaran Aceh-Penang pada akhir Oktober 2025 dinilai membuka peluang besar bagi perekonomian Aceh, khususnya di sektor ekspor komoditas.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Aceh, Bier Budy Kismulyanto, mengatakan pelayaran yang akan berangkat dari Pelabuhan Kreung Geukeuh, Aceh Utara, ini bisa menjadi momentum penting bagi Aceh untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.

“Pelayaran Aceh-Penang ini menjadi peluang secara ekonomi bagi Aceh, terutama terhadap komoditas ekspor. Peluang ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Bier Budy Kismulyanto, dikutip dari news.republika.co.id, Selasa (23/9/2025).

Rute pelayaran yang menggunakan kapal roro tersebut memungkinkan pengangkutan penumpang sekaligus barang. Hal ini dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk asal Aceh menuju pasar Malaysia.

Bier Budy menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam memaksimalkan peluang tersebut. Ia mengingatkan agar Aceh tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri.

“Aceh harus menyiapkan produk-produk ekspor agar tidak menjadi pasar bagi produk luar negeri,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Asral Efendi, menilai pelayaran ini dapat meningkatkan konektivitas Aceh dengan luar negeri sekaligus menekan biaya distribusi.

“Dengan adanya koneksitas ini, maka akan ada efisien transportasi produk-produk dari Aceh, sehingga dapat bersaing di pasar internasional,” tuturnya.

Beberapa komoditas unggulan seperti kopi, cokelat, dan minyak sawit mentah disebut memiliki potensi besar untuk diekspor langsung melalui rute tersebut. Bier Budy optimistis peluang ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha di Aceh.

Ia juga mengimbau eksportir untuk segera mempersiapkan diri agar dapat beradaptasi dengan pola perdagangan baru.

“Saya mengimbau para eksportir di Aceh untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi peluang ekspor langsung,” ujarnya.

Pansus DPRD: Empat Perusahaan HGU di Aceh Utara Berkonflik dengan Petani

0
Panitia Khusus (Pansus) Hak Guna Usaha (HGU) DPRD Kabupaten Aceh Utara di area perkebunan sawit PT Satya Agung di Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (23/9/2025). (Foto: DPRD ACEH UTARA)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Panitia Khusus (Pansus) Hak Guna Usaha (HGU) DPRD Kabupaten Aceh Utara menemukan adanya konflik lahan antara empat perusahaan pemilik HGU dengan petani lokal di wilayah tersebut.

Empat perusahaan yang terlibat dalam konflik itu yakni PT Perkebunan Nusantara IV Regional 6 di Kecamatan Cot Girek, PT Bapco di Kecamatan Paya Bakong, PT Satya Agung di Kecamatan Geureudong Pase, serta PT Blang Kolam Company di Kecamatan Kuta Makmur.

“Konfliknya berbeda-beda, namun intinya lahan petani masuk kawasan HGU. Jadi, penyelesaian masalahnya tidak boleh kita seragamkan. Kami terus mendalami semua informasi dari petani dan perusahaan,” ujar Ketua Pansus DPRD Aceh Utara, Tajuddin, dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/9/2025).

Saat ini, tercatat ada 36 perusahaan pemegang HGU di Aceh Utara. Sebagian perusahaan tengah mengajukan perpanjangan HGU, sementara sebagian lainnya telah habis masa berlakunya. “Data finalnya terus kami kumpulkan,” tegas Tajuddin.

Ia juga menyampaikan dukungan Pansus terhadap langkah Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, yang berencana melakukan pengukuran ulang seluruh HGU perkebunan sawit di daerah itu.

“Kami dukung langkah bupati. Kami minta juga perusahaan komit atas kesepakatan dengan pemerintah daerah. Sehingga, perusahaan untung, rakyat juga untung,” kata Tajuddin.

Lebih lanjut, ia menegaskan Pansus masih terus bekerja dan hasil rekomendasi akan dipublikasikan setelah masa kerja berakhir.

“Pansus masih terus bekerja, kami pastikan transparan dan sampaikan ke publik apa temuan dan rekomendasi kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, konflik serupa juga terjadi antara petani dan PTPN IV Cot Girek. PTPN mengeklaim lahan petani termasuk dalam kawasan HGU mereka, sedangkan petani merasa dirugikan karena tidak bisa mengurus sertifikat tanah.

Editor: Akil

Kebakaran Lahan di Aceh Barat Meluas Jadi 12,8 Hektare

0
Kebakaran Landa Tiga Kecamatan di Aceh Barat, 8,8 Hektare Lahan Hangus. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Kebakaran lahan yang melanda Kabupaten Aceh Barat terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat hingga Selasa (23/9/2025), luas area terbakar telah mencapai 12,8 hektare.

Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan terjadi penambahan luas kebakaran sekitar empat hektare dibandingkan sehari sebelumnya.

“Ada penambahan luas kebakaran lahan sekitar empat hektare, upaya pemadaman masih terus kami lakukan,” ujar Teuku Ronal di Meulaboh.

Sehari sebelumnya, Senin (22/9/2025), kebakaran lahan tercatat seluas 8,8 hektare. Api kemudian meluas ke sejumlah titik di beberapa kecamatan.

BPBD merinci, kebakaran lahan terjadi di Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek seluas 7 hektare, Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat seluas 3 hektare, serta Desa Leuhan dan Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan seluas 2 hektare.

Selain itu, kebakaran juga melanda Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan seluas 0,5 hektare dan Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo seluas 0,3 hektare.

Untuk memudahkan proses pemadaman, BPBD mengerahkan sejumlah armada dan peralatan, di antaranya satu unit kendaraan Pos Damkar Meureubo, satu unit D-Max, satu unit Panther pick up, satu unit mesin Robin, satu unit mesin Kohler, serta satu unit drone.

“Ada pun unsur yang terlibat dalam upaya pemadaman api di antaranya BPBD Aceh Barat, Damkar Regu II Mako BPBD Aceh Barat, Pos Damkar Meureubo, personel Polsek Johan Pahlawan, Koramil Johan Pahlawan, Polsek Woyla Barat, Koramil Woyla Barat, relawan RAPI, serta masyarakat,” kata Teuku Ronal.

Editor: Akil

BMKG: Gempa M5,1 di Barat Simeulue Aceh Akibat Subduksi Lempeng

0
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Getty Images)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Pantai Barat Simeulue, Aceh, pada Selasa (23/9/2025) pagi kemarin. Dikutip dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa yang terjadi pukul 08.20 WIB itu termasuk lindu dangkal.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa tersebut dipicu oleh mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

“Terjadi karena adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Daryono dalam keterangannya yang diterima Nukilan.id.

Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 17 kilometer, tepatnya di koordinat 2,81 derajat Lintang Utara dan 95,23 derajat Bujur Timur. Titik lokasi berjarak sekitar 131 kilometer arah barat laut Sinabang.

Berdasarkan peta guncangan BMKG, masyarakat di sejumlah wilayah seperti Alapan, Simeulue, dan Salang merasakan getaran dengan intensitas III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala ini menandakan gempa dirasakan banyak orang di dalam rumah.

Meski guncangan terasa cukup kuat, hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono.

BMKG juga mencatat hingga pukul 08.40 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebelum kembali ke dalam rumah atau gedung, pastikan aman dan tidak membahayakan,” tutur Daryono. (XRQ)

Reporter: Akil

MPU Aceh Ajak Boikot Produk Zionis dan Galang Donasi untuk Palestina

0
Demo boikot produk Israel. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali atau Lem Faisal, mengajak masyarakat Aceh untuk terus menunjukkan kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza. Selain doa, ia mendorong umat Islam di Aceh agar aktif menyumbangkan sebagian hartanya untuk membantu warga Palestina yang hingga kini masih hidup dalam kondisi sulit.

“Kami mengajak masyarakat Aceh, selain berdoa juga terus berpartisipasi untuk menyisihkan sedikit harta yang kita miliki untuk disumbangkan ke saudara-saudara kita di Palestina,” kata Lem Faisal kepada Nukilan, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, penindasan yang dilakukan Israel masih terus berlangsung dengan tindakan yang ia sebut sebagai kebiadaban. Situasi tersebut menimbulkan ribuan korban jiwa dan membuat jutaan warga Palestina kehilangan tempat tinggal serta akses terhadap kebutuhan pokok.

Karena itu, Lem Faisal kembali menyerukan agar umat Islam di Aceh maupun di Indonesia tidak berhenti melakukan boikot terhadap produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan Israel. Ia menegaskan, sikap tersebut merupakan bagian dari upaya menekan sumber ekonomi yang digunakan Israel untuk melanjutkan agresinya.

“Seruan boikot produk zionis tetap berlaku, karena peran ekonomi dari jaringan yang berafiliasi ke Israel sangat membantu mereka dalam membunuh dan menyiksa saudara-saudara kita di Palestina. Seruan itu masih berlaku selama belum berhentinya genosida dan kebiadaban Israel di Gaza,” tegas Lem Faisal.

Lem Faisal menambahkan, solidaritas masyarakat Aceh terhadap Palestina bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga amanah keagamaan. Ia menekankan, kewajiban sesama umat Islam adalah saling membantu ketika ada saudara yang tertindas. “Ini bukan hanya persoalan politik, tetapi juga kemanusiaan. Aceh punya sejarah panjang solidaritas untuk Palestina, dan itu harus terus kita jaga,” ujarnya. []

Reporter: Sammy

Pemko Banda Aceh Gelar Bimtek Literasi Informasi untuk Pustakawan dan Guru

0
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diikuti puluhan pustakawan, guru, dan penggiat literasi pada Selasa, 23 September 2025. (Foto: Pemko Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diikuti puluhan pustakawan, guru, dan penggiat literasi pada Selasa, 23 September 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Iskandar, menekankan pentingnya transformasi perpustakaan sebagai pusat informasi yang menarik dan relevan.

“Salah satu sumber literasi utama adalah perpustakaan. Jika perpustakaannya nyaman, koleksi bukunya cukup dan mutakhir, maka masyarakat akan berbondong-bondong datang,” ujarnya.

Komitmen Pemko Banda Aceh dalam memperkuat literasi masyarakat tidak hanya berhenti pada pelaksanaan bimtek. Sebelumnya, Pemko bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Aceh juga meluncurkan program “AI Goes To School” dengan dukungan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN).

Selain itu, sebanyak 100 warga lanjut usia telah dilatih untuk mengenali hoaks dan penipuan digital, sebagai bukti bahwa literasi digital menjadi kebutuhan penting lintas generasi. Inisiatif lain yang telah dijalankan mencakup seminar literasi digital tentang keamanan online dari bahaya judi dan konten negatif, hingga penyelenggaraan Pekan Literasi.

“Pesan penting yang kami tangkap adalah bahwa minat baca masyarakat yang datang langsung ke perpustakaan masih perlu ditingkatkan. Tugas kita bersama adalah menjadikan perpustakaan dan kegiatan literasi lebih menarik dan bermanfaat,” tambah Iskandar.

Dalam paparannya, ia juga menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia.

“Perpustakaan, sekolah, dan gerakan literasi adalah pusat lahirnya gagasan dan kreativitas. Karena itulah, RPJM Kota menempatkan pendidikan dan literasi sebagai program prioritas,” ucapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Banda Aceh Alimsyah, anggota DPRK Banda Aceh Zidan Al Hafidh, serta para narasumber dan peserta lainnya.

Lem Faisal Ajak Umat Islam Aceh Perkuat Dukungan Doa untuk Palestina

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali. (Foto: Dok MPU)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal, menyerukan agar umat Islam di Aceh terus memperkuat dukungan moral bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi penjajahan Israel. Menurutnya, dukungan doa menjadi bagian penting dalam perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaan.

“Bagi kita yang jauh, umat Islam di Aceh khususnya, tentu dukungan doa itu memang harus terus dipanjatkan. Dukungan yang tampak nyata harus diperkuat dengan dukungan doa kepada mereka,” kata Lem Faisal kepada Nukilan, Selasa (23/9/2025).

Ia menilai, dukungan global terhadap Palestina, termasuk dari sejumlah negara Barat, merupakan langkah maju. Namun, untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina secara nyata, Lem Faisal menegaskan umat Islam tetap harus memainkan peran dengan memberikan dukungan moral, spiritual, serta kepedulian kemanusiaan.

“Sebagai umat Islam, kita harus merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Gaza. Maka, mari kita panjatkan doa terbaik bagi keselamatan dan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.

Pernyataan itu hadir bersamaan dengan meningkatnya dukungan dunia internasional terhadap kemerdekaan Palestina. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, hingga saat ini sebanyak 145 dari 193 negara anggotanya telah memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina, termasuk Indonesia.

Gelombang pengakuan tersebut semakin menguat setelah konflik di Gaza memasuki tahun kedua. Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal menjadi deretan negara terbaru yang menyatakan pengakuan, sementara Prancis dan Belgia dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah serupa.

Isu Palestina juga kembali menjadi sorotan utama dalam agenda internasional. Pada 22 September 2025, PBB menggelar Konferensi Internasional Tingkat Tinggi yang khusus membahas upaya penyelesaian damai dan implementasi solusi dua negara. Forum ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kedaulatan penuh bagi Palestina di tengah tekanan yang masih terus berlangsung. []

Reporter: Sammy

Dinas Pengairan Aceh Gelar Sidang Pertama TKPSDA Wilayah Sungai Baru–Kluet

0
Dinas Pengairan Aceh Gelar Sidang Pertama TKPSDA Wilayah Sungai Baru–Kluet. (Foto: Dinas Pengairan Aceh)

NUKILAN.ID | Blangpidie – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ichsan Iswandy, S.STP., MM, selaku Ketua Harian Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA), membuka kegiatan Sidang Pertama TKPSDA Wilayah Sungai Baru–Kluet di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada Selasa, 23 September 2025.

Sidang tersebut mengangkat tema “Pembahasan Draft Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) pada Wilayah Sungai Baru–Kluet Musim Tanam 2025/2026.” Dalam sambutannya, Ichsan Iswandy menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara terencana dan terpadu agar mampu mendukung kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pengairan Aceh berharap dapat memperkuat koordinasi lintas sektor demi mewujudkan tata kelola air yang berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Wagub Aceh Hadiri Rakor Pemda se-Sumatera, Bahas Kamtibmas dan Isu Strategis 2025

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Daerah se-Sumatera yang berlangsung di Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu (21/9/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BATAM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Daerah se-Sumatera yang berlangsung di Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu (21/9/2025).

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan diikuti oleh para kepala daerah dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, baik secara tatap muka maupun daring.

Dalam arahannya, Tito menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya menjelang tahun politik dan anggaran 2025.

“Rakor ini bertujuan untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkini, serta mengantisipasi berbagai problematika strategis di tahun anggaran 2025,” ujar Tito.

Selain Mendagri, Rakor juga menghadirkan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamu Karyasayuda dan Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, sebagai narasumber.

Keduanya memaparkan strategi nasional yang mencakup penguatan stabilitas politik, reformasi birokrasi, hingga peningkatan daya tahan ekonomi daerah.