Beranda blog Halaman 228

Siswi SMA Fatih Aceh Raih Predikat Peserta Terbaik di Ajang International Volunteer and Student Exchange 2025

0
Pocut Khansa Ramadhan, siswi kelas XI SMA Fatih Bilingual School Aceh, berhasil meraih penghargaan sebagai peserta terbaik pada ajang International Volunteer and Student Exchange 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Aceh. Pocut Khansa Ramadhan, siswi kelas XI SMA Fatih Bilingual School Aceh, berhasil meraih penghargaan sebagai peserta terbaik pada ajang International Volunteer and Student Exchange 2025 yang berlangsung pada 14–24 September di tiga negara, yakni Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Dalam ajang internasional yang diikuti 115 peserta dari 38 provinsi di Indonesia itu, Pocut dinobatkan sebagai the most remarkable participant on the international stage. Capaian tersebut menjadi bukti nyata kiprah anak muda Aceh di kancah global.

Selama 10 hari, Pocut bersama peserta lainnya yang difasilitasi oleh Youth.id, menjalani rangkaian kegiatan sosial, pendidikan, serta pertukaran budaya. Mereka berkesempatan berkunjung ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS), berdiskusi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, hingga menyapa anak-anak imigran Indonesia di Sanggar Bimbingan Sentul.

Tak hanya itu, Pocut juga tampil dalam seni tari Saman, mengajar anak-anak imigran, melakukan audiensi bersama Konsulat RI di Hat Yai, Thailand, mengikuti International Youth Conference di Malaysia, serta mengunjungi sejumlah universitas ternama di ketiga negara tersebut.

Pocut merupakan putri dari pasangan dr. T. Yusriadi, Sp.BA, FIAPS, dan dr. Risna Handriani, Sp.DV. Ia berhasil lolos setelah melalui proses seleksi ketat meliputi tes TOEFL Bahasa Inggris, kemampuan akademik, pengetahuan umum, serta wawancara. Dari sekitar 30 peserta asal Aceh yang mengikuti seleksi, hanya Pocut dan Fathiya dari Universitas Syiah Kuala (USK) yang terpilih mewakili daerah tersebut.

“Saya merasa seperti benar-benar menjadi bagian dari global community. Belajar, berdiskusi, bahkan sharing ide dengan pemuda dari seluruh Indonesia dan lintas negara, itu priceless experience,” ungkap Pocut penuh semangat.

Momen paling berkesan baginya adalah saat tampil di panggung International Youth Conference di Kuala Lumpur bersama delegasi dari seluruh Indonesia. “Standing tall” di depan forum internasional itu, ia membuktikan bahwa anak Banda Aceh juga bisa bersinar di ajang dunia.

“Saya ingin berusaha menunjukkan bahwa Aceh is not left behind. Kita bisa, we deserve this stage,” tegasnya.

Rasa terima kasih Pocut ia sampaikan kepada keluarga besar, khususnya abi, ummi, nenek, om, tante, serta adik-adik yang selalu memberi doa dan dukungan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru-guru SMA Fatih Bilingual School Aceh atas bimbingan dan izin yang diberikan.

Ke depan, Pocut berkomitmen terus melangkah lebih jauh di bidang pendidikan internasional, religi, sosial kemanusiaan, hingga diplomasi pemuda.

“This is just the beginning. Akan ada banyak cerita lain dari anak muda Aceh yang siap go international,” tutupnya dengan penuh keyakinan.

Haji Uma dan GAB Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Timur dari Malaysia

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.ID | IDI – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, kembali memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh dari Malaysia akibat kondisi kesehatannya yang memburuk.

Warga tersebut adalah Muhammad Iqram (32), asal Dusun Lingkar Alam, Desa Rambong Lop, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Ia dipulangkan ke kampung halamannya pada Jumat (26/9/2025) dengan menggunakan mobil minibus Hiace yang juga difasilitasi langsung oleh Haji Uma.

Pemulangan ini berawal dari surat permohonan bantuan yang diajukan Keuchik Gampong Rambong Lop kepada Sudirman, agar dapat membantu proses kepulangan warganya yang sakit di Malaysia.

Adapun total biaya pemulangan mencapai Rp6.890.000, yang meliputi pengurusan dokumen perjalanan, pembayaran denda, hingga tiket pesawat sebesar Rp6.640.000, serta biaya transportasi ke Aceh Rp250.000. Biaya tersebut ditanggung bersama oleh berbagai pihak, yakni keluarga sebesar Rp5.080.000, bantuan Sudirman Rp780.000, dan kontribusi dari Group Aceh Bersatu (GAB) Rp780.000.

Selain itu, Haji Uma juga menanggung biaya transportasi dari Bandara Kuala Namu menuju kampung halaman Muhammad Iqram di Aceh Timur.

Dalam keterangannya, Sudirman menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat Aceh, baik di tanah air maupun di luar negeri.

“Ini bagian dari tanggung jawab moral saya sebagai wakil daerah Aceh. Ketika ada warga Aceh yang mengalami kesulitan di perantauan kita harus bergandeng tangan untuk mencari solusi. Alhamdulillah, berkat kerja sama banyak pihak, terutama dukungan GAB di Malaysia, proses pemulangan ini bisa terlaksana,” ujar Haji Uma.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kepedulian masyarakat Aceh di Malaysia yang turut mendukung proses pemulangan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Aceh di Malaysia yang diketuai Saudara Junaidi, serta dukungan dari Aceh Meutuah, dan masyarakat yang ikut membantu. Tanpa kerja sama tentu akan lebih sulit merealisasikan kepulangan saudara kita yang sedang sakit,” tambahnya.

Editor: Akil

Dinas Perkim Aceh Gelar Gotong Royong Peringati World Clean Up Day

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP., M.Si., bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan gotong royong bersama dalam rangka memperingati World Clean Up Day.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) di area sungai dan bantaran sungai sekitar Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Para pegawai terlihat membersihkan sampah, memotong rumput, hingga mengumpulkan berbagai jenis limbah ke dalam karung yang telah disediakan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung gerakan global menjaga bumi.

Gotong royong ini juga menjadi bagian dari upaya Dinas Perkim Aceh untuk mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan kawasan sungai dan ruang publik di Banda Aceh.

Penyegaran Birokrasi, Pemerintah Aceh Lantik 290 Pejabat Eselon III dan IV

0
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, saat melantik Pejabat Struktural Eselon III dan IV pada Lingkungan Pemerintah Aceh, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jum'at (26/9/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh melalui Sekretaris Daerah, Muhammad Nasir, melantik 290 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh. Pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (26/9/2025).

Dari informasi yang dihimpun Nukilan.id, jumlah pejabat yang dilantik terdiri dari 113 pejabat eselon III dan 177 pejabat eselon IV.

Nasir menegaskan bahwa rotasi dan pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemerintah Aceh merupakan hal lumrah sebagai upaya penyegaran kinerja. Ia berharap langkah tersebut membawa berkah bagi pemerintah maupun masyarakat Aceh.

Menurut Nasir, para pejabat yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Aceh, mulai dari kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga stunting.

“Aceh hari ini masih berada pada posisi termiskin, kemiskinan Aceh 12,33 persen atau 740 ribu orang dari 5,5 juta masyarakat Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi pertumbuhan ekonomi Aceh juga belum menggembirakan. “Sementara pertumbuhan ekonomi berada pada angka 4,5 persen, masih jauh dari rata rata nasional. Begitu pun kondisi stunting juga masih bermasalah,” tambahnya.

Nasir menekankan, saat ini Pemerintah Aceh juga sedang berpacu merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025 agar sesuai dengan target. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat mendorong percepatan realisasi anggaran di instansi masing-masing.

“Realisasi anggaran sampai hari ini ada di angka 58,1 persen dari target kita 61 persen, masih deviasi sebesar 3 persen,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar penyegaran jabatan yang dilakukan tidak berujung pada stagnasi. “Jangan sampai setelah dilantik realisasinya malah stagnan,” katanya.

Lebih lanjut, Nasir menegaskan bahwa realisasi belanja pemerintah memiliki kaitan erat dengan upaya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Jika serapan anggaran tersendat, maka program penurunan kemiskinan pun ikut terhambat.

“Saya harap bapak ibu dapat mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan kepala SKPA masing-masing dalam rangka melaksanakan percepatan realisasi anggaran dan pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Pencarian WNA China yang Jatuh ke Laut Aceh Terkendala Cuaca Buruk

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Upaya pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal China yang dilaporkan jatuh ke laut Aceh masih terus dilakukan oleh Tim SAR Basarnas. Namun, hingga Jumat (26/9/2025), korban bernama Duan Tie Lie (50) belum juga ditemukan.

Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa Duan merupakan anak buah kapal (ABK) MV CL Diyin He, kapal kargo berbendera Liberia yang saat itu tengah berlayar di perairan barat Kepulauan Pulo Aceh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

“Pencarian korban sudah memasuki hari kedua. Pencarian korban di Samudera Hindia, sekitar perairan sebelah barat Kepulauan Pulo Aceh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan puluhan personel gabungan, di antaranya 20 orang dari Kantor SAR Banda Aceh, tiga personel Pangkalan Angkatan Laut Sabang, empat petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) Sabang dan Ulee Lheue, serta lima personel dari Pos SAR Sabang.

Basarnas mengerahkan Kapal SAR KN Kresna dari Pelabuhan Ulee Lheue, perahu RIB dari Pos SAR Sabang, serta menggunakan kapal MV CL Diyin He sebagai acuan lokasi pencarian.

“Cuaca saat pencarian dengan ketinggian gelombang berkisar 2,5 hingga tiga meter dan angin dengan kecepatan 16 knot arah barat daya. Jarak pencarian hingga 68 nautika mil dari pantai,” kata Ibnu Harris.

Kondisi laut yang tidak bersahabat membuat tim SAR kesulitan menentukan titik pasti lokasi jatuhnya korban. Gelombang tinggi, angin kencang, serta arus laut yang memanjang memperbesar tantangan operasi di lapangan.

Hingga saat ini, Basarnas menyebut pencarian masih akan terus dilakukan selama kondisi memungkinkan, dengan harapan bisa menemukan korban di sekitar titik koordinat terakhir yang sudah dipetakan.

Komisi III DPRA Apresiasi Pemaparan Kinerja PT PEMA

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memberikan apresiasi atas pemaparan kinerja yang disampaikan manajemen PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) dalam rapat yang digelar di ruang Komisi III DPRA, Banda Aceh.

Ketua Komisi III DPRA, Hj. Aisyah Ismail atau yang akrab disapa Kak Iin, menyebut pertemuan tersebut penting untuk meluruskan berbagai opini publik yang berkembang terkait kinerja PEMA. Menurutnya, setelah mendengar langsung paparan dari manajemen, pihaknya semakin optimistis terhadap arah perusahaan di bawah kepemimpinan baru.

“Selama ini memang banyak opini yang berkembang seolah-olah PEMA tidak memiliki performa yang baik. Namun, setelah mendengar langsung penjelasan manajemen, kami melihat arah yang lebih jelas. Kami yakin kepemimpinan baru mampu membawa perubahan serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh,” ujar Ketua Komisi III DPRA.

Ia juga menyoroti komposisi manajemen PEMA yang kini diisi oleh generasi muda. Menurutnya, energi, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki jajaran manajemen baru dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kinerja perusahaan.

“Kami percaya anak-anak muda yang memimpin PEMA saat ini memiliki semangat dan keberanian untuk berinovasi. Harapan kami, PEMA dapat memperluas jaringan bisnis, memperkuat investasi, dan berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRA, Armiyadi, SP, menegaskan pihaknya akan terus membangun sinergi secara konstruktif dengan PT PEMA.

“Komisi III berkomitmen untuk mendukung dan mengawasi PEMA agar terus tumbuh sebagai BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang ditempuh manajemen benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Aceh. Harapan kami, PEMA dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah dan memberi kontribusi maksimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Armiyadi.

EDITOR: Akil

Di Acara Seabad Hasan Tiro, Salmawati Tekankan Implementasi Nilai Perjuangan di Aceh

0
Salmawati atau Bunda Salma, pengganti calon anggota DPRA terpilih atas nama Ismail A. Jalil alias Ayahwa dari Dapil Aceh 5. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPRA dari Komisi III, Salmawati menghadiri diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Aceh Bergerak, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025), dengan dihadiri sekitar seratusan masyarakat.

Amatan Nukilan.id, dalam forum bertema “Hasan Tiro: Identitas, Perjuangan, Warisan Bagi Generasi Muda Aceh” tersebut, Salmawati mengajak masyarakat Aceh agar tidak berhenti pada proses mengenang semata.

Anggota DPRA dari Komisi III, Salmawati menghadiri diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro.

“Kalau mengenang, mungkin tidak ada di antara kita yang bisa menyamai perjuangan beliau. Tapi kita bisa mengambil sisi-sisi perjuangan itu untuk kita jalankan hari ini. Di DPRA sendiri, kami terus memperjuangkan kepentingan Aceh,” ujar Salmawati.

Ia menilai semangat perjuangan Hasan Tiro perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, generasi saat ini bisa melanjutkan cita-cita Hasan Tiro melalui berbagai bidang, baik politik, pendidikan, ekonomi, maupun sosial.

Acara refleksi tersebut dihadiri tokoh masyarakat, aktivis, akademisi, politisi, hingga perwakilan organisasi masyarakat sipil. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan khanduri thon sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Hasan Tiro yang genap seabad sejak kelahirannya. (XRQ)

Reporter: Akil

Refleksi Seabad Hasan Tiro: Dua Tokoh GAM Kenang Warisan Disiplin dan Kecerdasan

0
Wali Neugara Aceh. Hasan Tiro. (Foto: Dialeksis)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Refleksi seabad Hasan Tiro yang digelar Aceh Bergerak di Banda Aceh, Jumat (26/9/2025), tidak hanya menjadi ajang mengenang Wali Nanggroe Aceh, tetapi juga ruang menghidupkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan. Dua tokoh yang pernah berada dalam lingkaran perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan peran penting Hasan Tiro bagi generasi hari ini.

Mantan juru runding GAM, Munawar Liza Zainal, menekankan bahwa Hasan Tiro dikenal disiplin dan konsisten dalam perjuangan. Menurutnya, jejak pemikiran Hasan Tiro tidak terbatas pada Aceh, melainkan juga ikut memberi warna bagi gerakan kemerdekaan di berbagai belahan dunia.

“Banyak bangsa di Afrika yang dibantu wali ketika berjuang melawan kolonialisme Prancis. Hari ini, semangat melawan imperialisme itu harus tetap diwariskan,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Zakaria, mengingatkan publik tentang perjalanan pendidikan Hasan Tiro. Ia menuturkan bagaimana sang Wali pernah menimba ilmu di Yogyakarta, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Columbia, Amerika Serikat, hingga sempat bekerja di PBB.

“Beliau adalah salah satu putra Aceh yang cerdas, pernah bekerja di PBB, namun akhirnya lebih memilih membela bangsa Aceh meski harus meninggalkan posisinya di dunia internasional,” ungkap Zakaria.

Menurut keduanya, Hasan Tiro tidak hanya meninggalkan catatan sejarah, tetapi juga sebuah warisan nilai yang patut dijadikan pegangan. Bagi Munawar Liza dan Zakaria, semangat melawan ketidakadilan dan kecerdasan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat adalah warisan paling berharga untuk generasi Aceh saat ini.

Amatan Nukilan.id, refleksi ini sendiri dihadiri ratusan masyarakat, tokoh publik, akademisi, politisi, hingga perwakilan DPRA, dan ditutup dengan doa bersama serta khanduri thon untuk mengenang 100 tahun kelahiran Hasan Tiro. [xrq]

Reporter: Akil

Kemenhut Perkuat Peran Penyuluh Hutan untuk Konservasi Gajah di Aceh

0
Untuk memperkuat peran tersebut, BP2SDM menggelar Temu Penyuluh Kehutanan di Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan, Bener Meriah, Aceh, Kamis (24/9/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat peran penyuluh kehutanan dalam mendukung Inisiatif Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative/PECI) di Aceh.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kemenhut, Indra Exploitasia Semiawan, mengatakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah menetapkan sebagian kawasan hutan tanaman industri seluas 98.000 hektare di Takengon, Aceh Tengah, sebagai wilayah konservasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis).

“Peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat. Penyuluh berperan sebagai fasilitator, edukator, sekaligus pendamping yang harus bekerja sama lintas pihak. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” kata Indra di Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Untuk memperkuat peran tersebut, BP2SDM menggelar Temu Penyuluh Kehutanan di Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan, Bener Meriah, Aceh, Kamis (24/9). Kegiatan ini diikuti 50 penyuluh dari berbagai instansi sebagai bentuk dukungan terhadap program PECI.

Indra menjelaskan, program konservasi ini tidak hanya fokus pada perlindungan gajah, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi lokal. Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui skema perhutanan sosial menjadi bagian penting dari strategi. Dengan cara itu, konservasi gajah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Dengan visi Hutan Lestari, Gajah Terlindungi, Masyarakat Sejahtera, Program PECI diharapkan menjadi model kolaborasi konservasi yang memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang serius menjaga hutan tropis dan satwa endemik, khususnya gajah Sumatera,” ujar Indra.

100 Tahun Hasan Tiro, Aktivis dan Tokoh Aceh Gelar Diskusi Publik

0
Diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Aceh Bergerak, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sejumlah tokoh, aktivis, akademisi, hingga perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menghadiri diskusi publik dan doa khanduri thon untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang Wali Nanggroe Aceh, Hasan Tiro. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Aceh Bergerak, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025), dengan dihadiri sekitar seratusan masyarakat.

Diskusi bertajuk “Hasan Tiro: Identitas, Perjuangan, Warisan Bagi Generasi Muda Aceh” dipandu langsung Ketua Aceh Bergerak, Eva Hazmaini.

Amatan Nukilan.id di lokasi, ia menegaskan bahwa Hasan Tiro bukan hanya sekadar tokoh sejarah yang tercatat dalam buku, tetapi simbol identitas dan manifestasi keberanian rakyat Aceh.

“Perjuangannya bukan sekadar senjata, tapi juga membangun kesadaran tentang hak dan identitas kita,” kata Eva.

Dalam forum itu, Teuku Miswar yang hadir sebagai pemantik diskusi menyebut Hasan Tiro menjalani “jalan sunyi” dalam perjuangannya. Menurutnya, generasi muda perlu mewarisi semangat dan keteguhan Hasan Tiro dalam memanfaatkan sumber daya Aceh demi kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal, menyoroti disiplin dan konsistensi Hasan Tiro dalam setiap langkah perjuangan. Ia menyebut Hasan Tiro bahkan turut berperan dalam gerakan kemerdekaan di berbagai belahan dunia.

“Banyak bangsa di Afrika yang dibantu wali ketika berjuang melawan kolonialisme Prancis. Hari ini, semangat melawan imperialisme itu harus tetap diwariskan,” ujarnya.

Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Zakaria, dalam kesempatan itu menuturkan perjalanan pendidikan Hasan Tiro. Ia mengingatkan bahwa Hasan Tiro sempat menempuh pendidikan di Yogyakarta, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Columbia, Amerika Serikat.

“Beliau adalah salah satu putra Aceh yang cerdas, pernah bekerja di PBB, namun akhirnya lebih memilih membela bangsa Aceh meski harus meninggalkan posisinya di dunia internasional,” ungkap Zakaria.

Anggota DPRA dari Komisi III, Salmawati, juga turut menyampaikan pandangannya. Ia mengajak masyarakat agar tidak hanya mengenang, tetapi juga mengimplementasikan nilai perjuangan Hasan Tiro dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau mengenang, mungkin tidak ada di antara kita yang bisa menyamai perjuangan beliau. Tapi kita bisa mengambil sisi-sisi perjuangan itu untuk kita jalankan hari ini. Di DPRA sendiri, kami terus memperjuangkan kepentingan Aceh,” ujar Salmawati.

Acara refleksi ini ditutup dengan doa bersama serta khanduri thon sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Hasan Tiro yang genap 100 tahun sejak kelahirannya. Hadir pula Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, bersama sejumlah pelaku sejarah, seniman, organisasi masyarakat sipil, politisi, dan pemuda. (XRQ)

Reporter: Akil