Beranda blog Halaman 226

Taruna AAU Terlibat Latsitardanus XLVI, Dukung Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang

0
Apel penerimaan Satgastar Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 tahun 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Instagram @aacauid)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Taruna Tingkat III Akademi Angkatan Udara (AAU) yang tergabung dalam Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 Tahun 2026 ikut ambil bagian dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Sebanyak 154 Taruna AAU diterjunkan dalam kegiatan ini di bawah komando Komandan Skadron Taruna Tingkat III Wing Taruna AAU, Letkol Pnb Adam Hadriman, yang menjabat sebagai Dansubsatgas Elang Latsitardanus XLVI.

Amatan Nukilan.id, penerangan AAU melalui unggahan Instagram @aauacid menyebutkan, “Melalui Latsitardanus ke-XLVI, Taruna AAU diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan, memperkuat kerja sama lintas matra dan institusi, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara.”

Latsitardanus XLVI/2026 merupakan kegiatan integratif sekaligus tahapan akhir pendidikan bagi para taruna dan kadet sebelum dilantik menjadi Perwira TNI-Polri oleh Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 17 Januari hingga 16 Februari 2026.

Selain Taruna AAU, Satgastar Latsitardanus XLVI juga melibatkan Taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian (Akpol), serta perwakilan dari Universitas Pertahanan RI (Unhan RI), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN).

Sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian, seluruh kontingen terlebih dahulu mengikuti Apel Penerimaan yang dipimpin oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Armia Pahmi, di Lapangan Bola Yonif 111/Karma Bhakti, Tualang Cut, Jumat (23/1).

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tamiang menekankan agar para taruna memprioritaskan pemulihan fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, serta perkantoran, dan juga melakukan pendekatan nonfisik kepada masyarakat melalui kegiatan trauma healing.

“Bangun sinergitas dan jadikan momentum ini untuk memantapkan kemanunggalan TNI, Polri, dan masyarakat. Selamat bertugas, jaga kesehatan, utamakan keamanan, dan semoga Allah SWT meridhoi pengabdian kita,” ujar Bupati. (XRQ)

Reporter: Akil

Ketua TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

0
Kunjungi Dusun Sunting, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang.(Foto: merdeka.com)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian, menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Posko Dusun Sunting, Gampong Tanjung, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (23/1/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada 203 kepala keluarga (KK) yang terdata. Jenis bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari, meliputi 203 paket perlengkapan ibadah, 156 paket perlengkapan sekolah, 203 unit kompor satu tungku, 45 dus minyak goreng, 173 set ember dan gayung, 15 dus sabun mandi, 15 dus sabun cuci pakaian, 173 kasur, 125 paket makanan anak-anak, 700 masker, serta 100 tumbler.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial warga pascabencana. Dalam kesempatan tersebut, Tri Tito menyampaikan bahwa bantuan yang dibawa merupakan kebutuhan yang memang dibutuhkan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah, kami hadir di sini membawa bantuan yang kami tahu memang dibutuhkan oleh ibu-ibu semua. Ada kasur, kompor meskipun satu tungku tetapi sangat bermanfaat, juga ember dan kebutuhan lainnya,” ujar Tri Tito.

Selain bantuan berupa barang, TP PKK Pusat juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada korban bencana yang telah terdata. Bantuan tersebut diberikan berdasarkan data penerima yang telah dihimpun sebelumnya.

“Dan sedikit sumbangan uang tunai untuk para korban yang sudah terdaftar, kami melihat namanya dari data yang sudah didaftarkan oleh Datuk. Mohon diterima dengan baik, dan alhamdulillah juga selain bantuan dari kami ini mungkin bantuan dari Mendagri selaku Ketua Satgas untuk rehabilitasi bencana Sumatera ini,” lanjutnya.

Dalam kunjungannya, Tri Tito turut memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat agar tetap tabah dan optimistis menjalani proses pemulihan pascabencana yang membutuhkan waktu.

“Kita harus sabar, karena apa yang sudah kita bangun bertahun-tahun tentu tidak bisa dibangun kembali hanya dalam beberapa hari. Namun, insyaallah, dengan bantuan yang telah diprogramkan pemerintah, Bapak dan Ibu bisa sedikit demi sedikit kembali memiliki kehidupan seperti sedia kala,” tuturnya.

Tri Tito juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya maksimal membantu masyarakat keluar dari kondisi sulit. Ia menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan arahan agar proses pemulihan dilakukan secepat mungkin melalui berbagai program pemerintah.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pemulihan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga membutuhkan peran serta dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Jangan hanya mengeluhkan apa yang hilang, tetapi mari kita syukuri apa yang sudah kita terima. Musibah bukan kehendak kita, namun dengan saling menguatkan dan dukungan pemerintah, kita bisa bangkit bersama,” pungkasnya.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Beri Pembekalan Taruna dan Salurkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

0
Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D, memberikan arahan kepada Taruna Akmil dan Akpol, di Batalyon Raider 111 Tualang Cut, Kab. Aceh Tamiang, Jum'at (23/1/2mu026). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan diawali dengan arahan Menteri Dalam Negeri kepada para taruna Akademi Militer dan Akademi Kepolisian yang berlangsung di Batalion Raider 111 Tualang Cut. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, serta penguatan sinergi antarlembaga guna mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik, terutama di wilayah yang terdampak bencana.

Usai memberikan arahan, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan agenda penyerahan Bantuan Presiden kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang. Bantuan tersebut terdiri atas sembilan unit skid loader mini, 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, serta masing-masing 1.000 unit sekop dan cangkul. Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan pembersihan sisa lumpur pascabencana.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta pelayanan publik.

Kunjungan kerja ini menjadi penegasan komitmen pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam memperkuat sinergi dan mempercepat pemulihan daerah yang terdampak bencana di Aceh.

31 Januari, Persiraja Siap Hadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Lampineung

0
Persiraja Banda Aceh (Foto: @persiraja_official)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persaingan di papan tengah Liga Championship Pegadaian kian sengit seiring tipisnya selisih poin antartim. Persiraja Banda Aceh yang kini berada di posisi kelima klasemen hanya berjarak tiga poin dari PSPS Pekanbaru yang menempati peringkat kedelapan.

Kondisi tersebut membuat setiap laga menjadi krusial, termasuk pertandingan yang akan digelar Sabtu (31/1/2026) di Stadion H Dimurthala, Lampineung. Pada laga tersebut, Persiraja akan menjamu PSPS Pekanbaru dalam upaya memperbaiki posisi klasemen.

Tim berjuluk Lantak Laju itu dituntut meraih kemenangan, terlebih setelah pada pekan sebelumnya menelan kekalahan di kandang sendiri dari PSMS Medan yang memicu kekecewaan pendukung.

Pada pertemuan pertama dua bulan lalu di Stadion Rumbai, Persiraja harus mengakui keunggulan PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 0-1 melalui gol Reyhan Firdaus. Dalam laga tersebut, Persiraja juga kehilangan dua pemain akibat kartu merah.

Amatan Nukilan.id, saat ini Persiraja terpaut enam poin dari pemuncak klasemen Adhyaksa FC yang mengoleksi 30 poin. Namun, jarak dengan FC Bekasi City di posisi keempat hanya tiga poin, sehingga peluang untuk naik ke papan atas masih terbuka.

“Setiap pertandingan ke depan sangat menentukan. Konsistensi dan efisiensi perolehan poin menjadi kunci bagi tim untuk tetap berada di posisi strategis,” ujar salah seorang pengamat Liga Championship.

Memasuki fase penentuan kompetisi, Persiraja diharapkan mampu memaksimalkan laga kandang. Hasil positif berpeluang mendongkrak posisi, sementara kegagalan meraih poin dapat kembali menyeret tim ke ketatnya persaingan papan tengah. (XRQ)

Reporter: Akil

Mensos Salurkan Santunan Rp 4,05 Miliar bagi Korban Bencana di Aceh Utara

0
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan secara langsung santunan korban meninggal dunia akibat bencana banjir kepada 270 ahli waris di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Dok. Humas Kementerian Sosial)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyalurkan santunan duka senilai total Rp 4.050.000.000 kepada 270 ahli waris korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Penyerahan santunan dilakukan secara langsung di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026).

Santunan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai, masing-masing sebesar Rp 15 juta bagi korban meninggal dunia dan Rp 5 juta untuk korban luka berat. Gus Ipul menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai arahan Presiden, santunan bagi keluarga yang meninggal dunia akibat bencana beberapa waktu yang lalu,” kata Gus Ipul usai kegiatan, Sabtu.

Selain santunan duka, Kementerian Sosial juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. Di Aceh Utara, satu dapur umum mampu memproduksi hingga 6.000 porsi makanan siap saji setiap hari.

Ke depan, setelah para korban menempati hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap), Kemensos akan kembali menyalurkan bantuan lanjutan. Bantuan tersebut mencakup perabotan rumah tangga senilai Rp 3 juta per keluarga serta bantuan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp 450.000 per orang per bulan selama tiga bulan.

“Dukungan berupa bantuan perabotan rumah senilai Rp 3 juta per keluarga, kemudian bantuan jaminan hidup (jadup) senilai Rp 450.000 per orang per bulan yang akan diberikan selama 3 bulan,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi bagi korban terdampak bencana sebesar Rp 5 juta per keluarga.

Gus Ipul menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk bersinergi dalam penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari masa kedaruratan dan evakuasi.

“Di mana yang melakukan evakuasi itu adalah orang-orang yang terlatih. Orang-orang yang memang memiliki kemampuan khusus untuk mengevakuasi korban-korban bencana,” jelasnya.

Khusus di Aceh Utara, bantuan logistik yang telah disalurkan meliputi ratusan paket makanan siap saji dan makanan anak, family kit, perlengkapan sandang dewasa dan anak, kasur, selimut, tenda keluarga dan tenda induk, alat penjernih air, sembako, peralatan ibadah, serta beras reguler sebanyak 2.000 kilogram.

Warga Kuala Simpang Haru Lepas Prajurit TNI AD Usai Tugas Kemanusiaan

0
Warga Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh menangis melepas kepulangan prajurit TNI AD. (Foto: Dok. Dispenad)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Suasana haru menyelimuti Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, saat warga melepas kepulangan prajurit TNI Angkatan Darat yang telah menuntaskan tugas kemanusiaan membantu penanganan banjir, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan keterangan Dispenad, warga tampak memeluk satu per satu prajurit sambil meneteskan air mata. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi prajurit TNI AD yang selama masa tanggap darurat tanpa kenal lelah membantu membersihkan lingkungan, fasilitas umum, sekolah, rumah ibadah, hingga membuka kembali akses jalan yang terdampak banjir.

“Kebersamaan yang terbangun selama penugasan membuat perpisahan terasa berat, baik bagi warga maupun prajurit,” tulis keterangan Dispenad.

Salah seorang guru SD Negeri 04 Kuala Simpang, Supaiah, mengungkapkan apresiasinya atas kepedulian prajurit TNI. Ia menilai, kehadiran prajurit tidak hanya membantu proses pembersihan sekolah, tetapi juga memberikan semangat serta rasa aman bagi para siswa.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan warga lainnya yang merasakan langsung dampak positif kehadiran TNI dalam mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas sehari-hari. Bantuan yang diberikan dinilai sangat berarti, dilakukan dengan tulus dan penuh kepedulian.

Selama menjalankan tugas kemanusiaan, prajurit TNI AD terjun langsung ke lokasi-lokasi terdampak banjir, bergelut dengan lumpur dan sisa material, serta menghadapi medan yang cukup berat. Kehadiran mereka tidak hanya mempercepat pemulihan fisik lingkungan, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang sempat dilanda kecemasan akibat bencana.

Resmikan Huntara Aceh Tamiang, AHY Tegaskan Rumah Fondasi Utama Pemulihan Warga

0
AHY Resmikan Huntara Aceh Tamiang. (Foto: Kemenko IPK)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang. Peresmian tersebut menandai komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar pulih.

Huntara yang diresmikan merupakan bagian dari total pembangunan 1.217 unit hunian bagi wilayah terdampak bencana. Hunian ini disiapkan agar warga tidak terus bertahan dalam kondisi darurat, melainkan dapat tinggal di tempat yang aman, layak, dan manusiawi sambil menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi mereka.

Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa rumah merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat, terutama setelah bencana menghilangkan rasa aman dan tempat tinggal warga.

“Rumah adalah segala-galanya bagi masyarakat. Ketika banjir besar dan longsor yang dahsyat menghantam saudara-saudara kita, banyak rumah yang rusak, hancur, bahkan hilang dan hanyut,” ujar AHY dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Peresmian Huntara tersebut dilakukan AHY saat kunjungan kerja di Aceh Tamiang pada Kamis (22/1). Ia menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Oleh karena itu, atas direktif dan kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah-khususnya Kementerian Pekerjaan Umum-berada di depan, di garis terdepan, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” lanjutnya.

Pada tahap awal pemulihan, pemerintah meresmikan 84 unit Huntara yang dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Huntara tersebut terdiri dari tujuh blok, dengan kapasitas 12 keluarga di setiap blok.

“Di atas lahan kurang lebih lima ribu meter persegi ini dibangun tujuh blok. Setiap blok dapat dihuni oleh 12 keluarga, sehingga total ada 84 keluarga yang dapat menempati Huntara ini,” jelas Menko AHY.

AHY menegaskan bahwa Huntara bukan tujuan akhir, melainkan langkah awal menuju pemulihan menyeluruh sambil pemerintah menyiapkan hunian tetap. Pembangunan Huntara dilakukan dengan prinsip build back better yang mengutamakan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan.

“Saya bersyukur karena Huntara ini bukan hanya menyediakan tempat tidur yang lebih layak, melainkan dilengkapi fasilitas pendukung utama, seperti kamar mandi atau toilet, dapur bersama, serta ruang terbuka atau common area untuk warga,” tambahnya.

Selain Aceh Tamiang, pemerintah juga mengoordinasikan pembangunan 163 unit hunian modular di Lubuk Sidup. Pemerintah memastikan standar kualitas hunian di seluruh lokasi setara, tanpa pembedaan, karena seluruh warga terdampak memiliki hak yang sama atas hunian layak.

Pembangunan hunian tersebut juga dilakukan secara paralel dengan penyediaan infrastruktur pendukung, seperti air bersih, sanitasi, drainase, listrik, jalan lingkungan, serta akses terhadap layanan dasar, termasuk sekolah, puskesmas, pasar, dan sumber penghidupan.

Menutup sambutannya, AHY menegaskan bahwa Huntara bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kehadiran negara dan harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana.

“Yang terpenting, kita ingin masyarakat bangkit kembali, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental dan moral. Ini adalah pesan bahwa negara hadir setiap saat untuk rakyatnya,” tutup AHY.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menko AHY, Bapak Menteri Pekerjaan Umum, beserta seluruh jajaran yang telah banyak membantu kami,” ujar Armia.

Armia menyebutkan Huntara tersebut akan dihuni oleh 84 kepala keluarga dari wilayah terdampak banjir di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang dengan total sekitar 305 jiwa. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan verifikasi rumah rusak sebagai dasar pembangunan hunian tetap ke depan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, AHY turut didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo beserta jajaran Kementerian PU, Bupati Aceh Tamiang, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Perkuat Pemulihan Pascabencana lewat Latsitardus 2026

0
Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Perkuat Pemulihan Pascabencana lewat Latsitardus 2026. (Foto: TB News)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Polri mengerahkan 169 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dalam kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) Tahun 2026 guna membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan Aman Nusa 2 sekaligus wujud kehadiran negara di tengah masyarakat pascabencana.

Pembukaan Latsitardus 2026 digelar di Yonif Raider Khusus 111/Karma Bhakti. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda, serta dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang selaku Inspektur Upacara.

Latsitardus 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI dan diikuti secara terpadu oleh Taruna Akpol, Taruna TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Kegiatan ini bertujuan memperkuat integrasi, soliditas, dan sinergitas lintas matra pertahanan dan keamanan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Para taruna diterjunkan langsung ke empat kecamatan terdampak bencana, yakni Karang Baru, Rantau, Kuala Simpang, dan Sekerak. Mereka melaksanakan berbagai misi kemanusiaan, pemulihan infrastruktur, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa Latsitardus bukan sekadar agenda latihan rutin, melainkan sarana pembentukan karakter pengabdian bagi para taruna.

“Latsitardus ini bukan hanya membangun keterampilan teknis, tetapi membentuk empati, kepekaan sosial, dan jiwa pengabdian. Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan berorientasi pada pelayanan,” tegas Kapolda Aceh.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati kearifan lokal serta penerapan Qanun di Aceh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan selaras dengan nilai adat, budaya, dan norma setempat.

Dalam pelaksanaannya, 169 Taruna Akpol dibagi ke dalam empat sub-satgas yang menjalankan program fisik dan nonfisik secara terpadu. Program fisik meliputi normalisasi jalan dari material banjir dan longsor, perbaikan akses desa dan jembatan antar-kampung, pembersihan permukiman warga, serta bantuan rekonstruksi rumah, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum yang terdampak.

Sementara itu, program nonfisik difokuskan pada trauma healing dan dukungan psikososial bagi korban bencana, pengelolaan dapur umum disertai edukasi gizi, pelayanan kesehatan dan penyuluhan sanitasi, serta kegiatan edukasi bagi anak-anak guna menjaga semangat belajar dan pemulihan psikologis.

Seluruh rangkaian kegiatan Latsitardus 2026 diarahkan untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Polri sebagai institusi yang adaptif, responsif, dan humanis dalam situasi kebencanaan.

Dinas Kehutanan Aceh Distribusikan 2.000 Bibit Tanaman Bernilai Ekonomi ke Aceh Barat

0
Dinas Kehutanan Aceh kembali menyalurkan bantuan bibit tanaman produktif kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Dinas Kehutanan Aceh)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Dinas Kehutanan Aceh menyalurkan bantuan sebanyak 2.000 bibit tanaman produktif kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (24/1/2026). Penyaluran bibit tersebut dilakukan melalui sejumlah keuchik di Kecamatan Samatiga.

Bantuan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Aceh yang bertujuan mendorong peningkatan produktivitas ekonomi gampong melalui pemanfaatan lahan secara optimal.

Proses penyaluran bibit difasilitasi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Meulaboh. Perwakilan KPH IV Meulaboh, Samsul Bahri, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat desa, terutama untuk pengembangan kebun rakyat dan peningkatan pendapatan keluarga.

“Bantuan bibit ini merupakan dukungan Pemerintah Aceh agar masyarakat gampong lebih produktif, memanfaatkan lahan yang ada dengan tanaman bernilai ekonomi, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” kata Samsul Bahri.

Adapun jenis bibit yang disalurkan merupakan tanaman produktif untuk jangka menengah dan panjang, yakni mentoa, jamaika, dan durian. Seluruh bibit tersebut dibagikan ke beberapa gampong di Kecamatan Samatiga melalui para kepala desa.

Salah seorang penerima bantuan, Keuchik Gampong Krueng Tingai, Kamaruzzaman, mengapresiasi perhatian Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Kehutanan Aceh dan KPH IV Meulaboh, terhadap masyarakat desanya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit ini. Insya Allah akan kami salurkan dan bagikan kepada masyarakat sesuai peruntukannya, agar benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik,” ujar Kamaruzzaman.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil kebun warga, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memanfaatkan lahan secara berkelanjutan.

Program penyaluran bibit tanaman produktif ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Aceh dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis gampong, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan di wilayah Aceh Barat.

HMI FKIP USK Kecam Rencana Pengadaan Mobil Dinas BRA Rp20 Miliar di Tengah Bencana Aceh

0
HMI FKIP USK Kecam Rencana Pengadaan Mobil Dinas BRA Rp20 Miliar di Tengah Bencana Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Umum HMI FKIP Universitas Syiah Kuala (USK), Rivaldi, mengecam keras rencana pengadaan mobil dinas Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dengan anggaran mencapai Rp20 miliar.

Kepada Nukilan.id, Rivaldi mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak sensitif terhadap kondisi Aceh yang masih dilanda bencana dan duka mendalam.

Menurut Rivaldi, rencana pengadaan itu mencederai nurani publik karena dilakukan saat banyak warga Aceh kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan anggota keluarga. Ia menilai kebijakan tersebut bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut moral dan keberpihakan pemerintah kepada rakyat.

“Ketika rakyat Aceh bertahan hidup dari bantuan seadanya, pejabat justru merancang pengadaan mobil dinas bernilai puluhan miliar. Ini adalah potret telanjang ketidakpekaan pemerintah terhadap penderitaan rakyatnya sendiri,” tegas Rivaldi.

Ia menilai, anggaran Rp20 miliar tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk penanganan bencana, rehabilitasi rumah warga, bantuan ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, di mana rakyat diminta bersabar sementara fasilitas elite tetap diprioritaskan.

Rivaldi juga menyoroti momentum kebijakan tersebut yang muncul menjelang bulan suci Ramadan, ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan para korban bencana seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Jika pengadaan ini tetap dipaksakan, maka jelas pemerintah telah kehilangan rasa malu. Negara gagal hadir di saat rakyat paling membutuhkan. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan amanat keadilan sosial,” lanjutnya.

Atas dasar itu, HMI FKIP USK mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mengevaluasi dan membatalkan rencana pengadaan mobil dinas BRA tersebut. Mereka juga meminta agar anggaran dialihkan secara transparan dan bertanggung jawab untuk kepentingan masyarakat terdampak bencana, agar pemerintah benar-benar hadir sebagai pelindung dan penolong rakyat. (xrq)

Reporter: Akil