Beranda blog Halaman 225

Pemerintah Aceh Targetkan Realisasi Belanja 97,6 Persen pada 2025

0
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir dalam Rapat Paripurna DPRA Tahun 2025 yang membahas jawaban gubernur atas pendapat Badan Anggaran DPRA terkait APBA Perubahan 2025 di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (29/9/2025). (Foto: Dok DPRA)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menargetkan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2025 mencapai 97,6 persen hingga akhir Desember mendatang. Hal ini disampaikan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf melalui Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, dalam Rapat Paripurna DPRA Tahun 2025 di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (29/9/2025).

“Sampai saat ini, realisasi belanja APBA sudah mencapai 59 persen dari target 61 persen dan terus bergerak menuju target yang diharapkan,” kata M. Nasir, dikutip Nukilan dari akun YouTube DPR Aceh, Senin (29/9/2025).

Ia menambahkan, pemerintah juga menanggapi catatan Badan Anggaran DPRA terkait aset-aset pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

“Kami sependapat agar aset tersebut dihibahkan kepada Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, KONI Aceh, atau pengurus provinsi cabang olahraga di Aceh,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah memastikan akan menyelesaikan persoalan hutang pihak ketiga yang melampaui tahun anggaran. Hal ini akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 51 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penganggaran dan Pelaksanaan Belanja yang melampaui tahun anggaran. []

Reporter: Sammy

Bank Aceh Syariah Bayar Zakat Rp3,25 Miliar untuk Kesejahteraan Umat

0
Bank Aceh Syariah Bayar Zakat Rp3,25 Miliar untuk Kesejahteraan Umat. (Foto: BMA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan zakat dengan menunaikan zakat perusahaan tahun buku 2024. Penyetoran dilakukan langsung ke rekening resmi Baitul Mal Aceh pada Senin (29/9/2025).

Jumlah zakat yang disalurkan mencapai Rp3,25 miliar, yang berasal dari laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2024.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa pembayaran zakat ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi umat.

“Zakat perusahaan adalah kewajiban yang kami penuhi sekaligus bentuk kepedulian Bank Aceh Syariah untuk memberdayakan masyarakat. Kami berharap dana ini dapat bermanfaat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pihak Baitul Mal Aceh memberikan apresiasi atas konsistensi Bank Aceh Syariah yang setiap tahun rutin menyalurkan zakat perusahaan. Dana zakat ini nantinya akan dikelola untuk mendukung program-program pemberdayaan di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan pembayaran zakat tersebut, Bank Aceh Syariah menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga hadir memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat.

Plh. Kadis Pengairan Aceh Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Sinergi ASN

0
Plh. Kadis Pengairan Aceh Pimpin Apel Pagi Senin. (Foto: Dinas Pengairan Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ichsan Iswandy, S.STP., MM, memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman kantor Dinas Pengairan Aceh, Senin, 29 September 2025. Apel rutin tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kontrak di lingkungan dinas tersebut.

Dalam arahannya, Ichsan menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Ia juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga kekompakan dan meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam pengelolaan sumber daya air yang menjadi tanggung jawab utama instansi tersebut.

“Kedisiplinan dan kerja sama tim adalah kunci untuk menjaga ritme pelayanan publik tetap optimal. Mari kita jadikan apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum memperkuat semangat pengabdian,” ujar Ichsan dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Plh. Kadis Pengairan Aceh juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat eselon III dan eselon IV yang baru saja dilantik pada Jumat sebelumnya. Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaik di unit kerja masing-masing.

Apel pagi yang berlangsung tertib dan penuh khidmat itu juga menjadi ajang silaturahmi antarpegawai setelah serangkaian kegiatan pelantikan pejabat dan pengukuhan PPPK pekan lalu. Di akhir kegiatan, seluruh peserta apel mengikuti doa bersama untuk memohon kelancaran tugas dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian.

Pelaksanaan apel rutin ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pengairan Aceh dalam menumbuhkan budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan publik sesuai semangat “BerAKHLAK” — nilai dasar ASN yang terus ditekankan oleh Pemerintah Aceh.

Anggota DPRA Kritik Gubernur Sumut Bobby Nasution Soal Razia Plat BL

0
Zamzami Desak Pemerintahan Muallem-Dek Fadh Prioritaskan Pembangunan Barsela. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Anggota DPR Aceh, Zamzami, ST. MAP., menanggapi kebijakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait razia kendaraan berplat BL asal Aceh di perbatasan. Dalam razia tersebut, kendaraan dari Aceh diminta mengganti plat BL menjadi plat BK Sumut.

Zamzami menilai tindakan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan berpotensi menimbulkan gesekan sosial antarwilayah. Ia menegaskan bahwa plat BL merupakan identitas resmi kendaraan bermotor Aceh yang diatur dalam perundang-undangan nasional.

“Plat BL bukan sekadar nomor polisi, tapi identitas kedaerahan yang diakui negara. Tidak ada satu pun aturan yang bisa memaksa pemilik kendaraan Aceh mengganti ke plat BK ketika melintas di Sumatera Utara,” tegas Zamzami, Sabtu (28/9/2025).

Ia mengingatkan, Indonesia menganut sistem kesatuan, sehingga mobilitas orang maupun barang antarprovinsi tidak boleh dihambat dengan aturan sepihak.

Menurutnya, jika benar-benar dilakukan, razia semacam itu justru dapat merusak hubungan baik antara Aceh dan Sumut yang selama ini saling bergantung dalam sektor perdagangan dan ekonomi.

“Aceh dan Sumut punya hubungan dagang yang erat. Jangan sampai razia seperti ini memicu keresahan masyarakat. Justru yang harus diperkuat adalah sinergi antarprovinsi, bukan diskriminasi di jalan raya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Zamzami meminta Gubernur Sumut meninjau kembali pernyataannya. Ia menilai, seharusnya kepala daerah lebih fokus pada solusi pembangunan ekonomi kawasan perbatasan, bukan menambah beban psikologis warga dengan kebijakan yang tidak tepat sasaran.

“Kalau masalahnya adalah pajak kendaraan, seharusnya ditangani dengan kebijakan fiskal dan koordinasi antardaerah, bukan dengan cara razia plat. Negara ini punya hukum, bukan aturan lisan,” tutup Zamzami.

Kadis Minta Pejabat Baru Disdik Aceh Langsung Tancap Gas

0
Kadis Minta Pejabat Baru Disdik Aceh Langsung Tancap Gas. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Marthunis ST, DEA meminta para pejabat baru di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh segera bekerja optimal dan melanjutkan program yang sudah berjalan.

“Tancap gas terus. Kita learning by doing, kerja dan berbuat sambil belajar,” ujar Marthunis dalam sambutannya pada acara lepas sambut dan serah terima jabatan (sertijab) pejabat eselon III dan IV di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Senin (29/9/2025) pagi.

Sebanyak 28 pejabat struktural melakukan sertijab, baik yang masuk ke lingkungan Disdik Aceh maupun yang dipindahkan ke instansi lain.

Dalam arahannya, Marthunis menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, keikhlasan, serta semangat berinovasi demi kemajuan pendidikan Aceh.

“Saya juga pernah mengalami hal yang sama, keluar dari lingkungan yang sudah lama saya tempati, yakni di Bappeda Aceh. Tapi, percayalah, jabatan itu adalah amanah dari Allah. Bisa jadi apa yang kita dapatkan di luar justru membawa kebaikan yang lebih besar,” ucapnya.

Ia menambahkan, tidak ada waktu untuk berlama-lama dalam masa transisi, mengingat akhir tahun semakin dekat. Karena itu, para pejabat baru diminta segera “tancap gas” untuk memastikan program pendidikan berjalan dengan baik dan target akhir tahun tercapai.

Tiga Pesan Utama

Dalam kesempatan itu, Kadisdik Aceh menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, jabatan adalah amanah. Jabatan merupakan titipan Allah Swt yang harus dijaga dan digunakan untuk kemuliaan, bukan untuk kesombongan atau penyalahgunaan.

“Allah yang akan memuliakan seseorang dan Allah juga yang menghinakan. Jabatan itu adalah titipan Allah. Jagalah amanah supaya menjadi sebab Allah memuliakan kita,” katanya. Ia menambahkan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk amanah dan adil.

Pesan kedua, pejabat diminta menjalankan tugas dengan adil, baik dalam melayani masyarakat, memajukan sekolah, maupun membina guru dan tenaga kependidikan. Semua pegawai juga diingatkan agar memperlakukan bawahan serta stakeholder secara adil, tanpa pilih kasih.

Ketiga, lakukan kolaborasi dalam kebaikan. Menurut Marthunis, kolaborasi adalah kunci keberhasilan pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa kolaborasi hanya boleh dilakukan dalam hal-hal yang baik, bukan untuk kepentingan pribadi atau keburukan.

Ia mengajak semua pihak membangun sinergi demi meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi yang beriman, kreatif, serta bertanggung jawab sesuai visi pendidikan Aceh.

Di akhir sambutannya, Marthunis menyampaikan visi besar Disdik Aceh untuk membentuk “generasi abjad”, yakni generasi berakhlak mulia, beriman, jujur, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan kecakapan abad ke-21.

“Mari kita kuatkan niat, perkuat tim, dan jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga kita semua menjadi bagian dari lahirnya generasi Aceh yang mulia, menuju Aceh yang makmur,” tutupnya.

Meski ada 28 pejabat baru, sertijab hanya dilakukan secara simbolis, diwakili dua orang, yakni Dr Asbaruddin STP, MEng yang menyerahkan jabatan Kabid Pembinaan SMK Disdik Aceh kepada Murthalamuddin SPd, MSP. Asbaruddin kini menempati jabatan baru sebagai kabid di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Asbaruddin dan Murthalamuddin, serta diakhiri dengan santap lontong bersama yang dihadiri sekitar 200 orang.

DPRA dan Pemerintah Aceh Setujui Raqan Perubahan APBA Tahun Anggaran 2025

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) bersama Pemerintah Aceh resmi menyetujui Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2025 menjadi Qanun Aceh melalui Rapat Paripurna yang digelar pada Senin, 29 September 2025 di Ruang Serba Guna DPRA.

Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi, pendapat akhir Gubernur Aceh, serta penandatanganan berita acara persetujuan bersama tersebut dipimpin langsung oleh Pimpinan DPRA dan dihadiri oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, unsur Forkopimda, pimpinan lembaga keistimewaan dan kekhususan Aceh, serta jajaran SKPA dan instansi vertikal terkait. Rapat Paripurna ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh tahapan penyusunan Raqan yang dimulai sejak hari Kamis (25/9) kemarin.

Dalam rapat tersebut, seluruh Fraksi DPRA menyampaikan pendapat akhir masing-masing dan secara bulat memberikan persetujuan atas Raqan Perubahan APBA Tahun Anggaran 2025 menjadi Qanun Aceh. Selanjutnya, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam pendapat akhirnya menyampaikan apresiasi kepada DPRA atas dinamika pembahasan yang berjalan dengan baik dan penuh kebersamaan.

“Alhamdulillah, atas kerjasama yang baik, kita telah menyelesaikan pembahasan Raqan Perubahan APBA Tahun Anggaran 2025 dengan penuh dinamika dalam keharmonisan,” ujar Gubernur Aceh. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memaksimalkan realisasi APBA hingga 97,6%, memperkuat pelayanan publik, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan Pendapatan Asli Aceh.

Rapat Paripurna kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara persetujuan bersama oleh Pimpinan DPRA dan Gubernur Aceh, yang menandai resmi disahkannya Raqan Perubahan APBA Tahun Anggaran 2025.

Pimpinan DPRA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembahasan, serta berharap agar hasil yang telah dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Meskipun penetapan Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Tahun Anggaran 2025 telah disetujui Eksekutif dan Legislatif, tahapan Rancangan Qanun bisa ditetapkan menjadi Qanun Aceh, dilaksanakan setelah dilakukan penyesuaian dengan hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri, yang ditetapkan dengan Keputusan Pimpinan DPRA tentang Penyempurnaan Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Tahun Anggaran 2025.

Nasir Djamil Desak Polisi Tindak Kebijakan Razia Plat Aceh oleh Bobby Nasution

0
Anggota Komisi III Dewan Perwailan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), M. Nasir Djamil. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mendesak aparat kepolisian segera bertindak terkait kebijakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang merazia kendaraan berplat Aceh. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan semangat menjaga keharmonisan antardaerah di Indonesia.

“Cabut kebijakan itu segera. Sebab kebijakan itu adalah produk yang mengingkari keharmonisan antardaerah. Tanya sama Bobby, STNK bermotor itu produk nasional atau daerah? Tanyakan ke Bobby, apa dia masih mengakui bendera Merah Putih sebagai bendera Indonesia?” tegas Nasir.

Menurut Nasir, STNK merupakan produk nasional yang didelegasikan kepada instansi di daerah, sehingga berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini kebijakan kontra harmoni yang dilakukan oleh seorang yang punya posisi sebagai gubernur,” tambahnya.

Politisi asal Aceh itu juga menekankan bahwa pembangunan jalan dibiayai oleh APBN dan APBD dari uang rakyat. Karena itu, tidak boleh ada perlakuan diskriminatif dalam penggunaannya.

“Ada uang rakyat di semua ruas jalan di Indonesia. Karena itu, Komisi III mendesak Kapolda Sumut dan jajarannya menindak tegas warga yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Nasir menilai razia plat Aceh berpotensi memecah belah masyarakat. Ia pun meminta aparat bertindak tegas terhadap kebijakan tersebut.

“Komisi III DPR RI minta polisi tangkap Bobby karena telah mengeluarkan kebijakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Gubernur itu harus melihat semua masalah secara jernih dan komprehensif, bukan parsial. Kalau ada yang salah dari pengangkutan itu maka ada pihak yang berwenang yang menindak, bukan menerbitkan kebijakan yang justru membenturkan warga antardaerah,” pungkasnya.

Aceh Jadi Tuan Rumah Kejurnas Anggar 2025, Sekda Tekankan Sportivitas

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, yang hadir mewakili Gubernur Aceh menyampaikan kata sambutan. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2025 di Hall Anggar, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (28/10). Ajang tingkat nasional ini diikuti atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, yang hadir mewakili Gubernur Aceh. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Aceh untuk menjadi tuan rumah.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, karena Aceh kembali dipercaya menjadi tuan rumah sebuah ajang nasional. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan wajah Aceh yang ramah, sportif, dan penuh semangat persaudaraan,” ujarnya.

Sekda menegaskan, olahraga tidak hanya soal perebutan medali, melainkan juga sarana memperkuat persatuan bangsa. Nilai kerja keras, kedisiplinan, sportivitas, serta penghargaan terhadap usaha orang lain diharapkan dapat membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.

Kejurnas Anggar 2025 diharapkan mampu melahirkan atlet berbakat yang kelak mengharumkan nama Indonesia di tingkat regional maupun dunia. Bagi Aceh sendiri, penyelenggaraan ajang ini penting karena dapat memacu semangat atlet daerah untuk berprestasi sekaligus memperluas popularitas olahraga anggar di tengah masyarakat.

Pemerintah Aceh, lanjut Sekda, berkomitmen mendukung pengembangan olahraga melalui pembinaan atlet muda, penyediaan fasilitas, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit.

Ia juga berpesan agar para atlet menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play. Sementara itu, wasit dan juri diminta melaksanakan tugas dengan profesional, adil, dan tidak memihak. []

Editor: Akil

Abu Meukek: Syariat Harus Jadi Nilai Hidup, Bukan Sekadar Simbol

0
Abuna Tgk. H. Muhammad Ja'far Amja, Ketua TASTAFI Aceh Selatan 2025–2030. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pimpinan Dayah Sirajul ‘Ibad Meukek, Tgk. H. Mohd. Ja’far Amja, S.Hi (Abu Meukek), menyoroti perjalanan dua dekade Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dalam konteks penegakan syariat Islam.

Menurutnya, masih banyak kendala yang dihadapi, mulai dari lemahnya koordinasi antar-lembaga, keterbatasan regulasi turunan, hingga kualitas sumber daya manusia aparat penegak syariat.

“Syariat jangan berhenti pada teks qanun, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dalam birokrasi, pemerintahan, sekolah, dan masyarakat,” katanya kepada Nukilan.id pada Minggu (28/9/2025).

Abu Meukek melihat momentum dua dekade UUPA seharusnya menjadi titik balik perbaikan. Ia menekankan sejumlah langkah penting, antara lain reorientasi syariat dari simbol menuju substansi, yang menekankan keadilan, amanah, anti-korupsi, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Kemudian, penguatan lembaga seperti Wilayatul Hisbah, Mahkamah Syar’iyah, dan Baitul Mal dengan SDM yang profesional dan berintegritas serta evaluasi qanun agar sesuai kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keadilan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pejabat dan elit politik. Menurutnya, internalisasi nilai syariat perlu ditanamkan dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari keluarga, sekolah, kampus, hingga ruang publik.

“Jika refleksi ini tidak dilakukan dengan jujur, Syariat Islam berpotensi terjebak hanya sebagai simbol dan warisan formalitas. Padahal, ruh syariat adalah menghadirkan rahmat, keadilan, dan kesejahteraan bagi umat,” tutup Abu Meukek. (XRQ)

Reporter: AKil

Putra Aceh Raih Juara 1 AI Talent Hub Indonesia 2025 Lewat Inovasi FOID AI

0
Putra Aceh Raih Juara 1 AI Talent Hub Indonesia 2025 Lewat Inovasi FOID AI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fauzul Azkia, putra asal Aceh, berhasil meraih juara pertama dalam ajang AI Talent Hub Indonesia 2025 yang digelar Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (DIRBT) bersama PT Pertamina (Persero). Acara puncak berlangsung di Gedung Science Techno Park Universitas Indonesia, Depok, pada 26 September 2025.

Kompetisi ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga Australia. Dari jumlah tersebut, 100 peserta terpilih mengikuti bootcamp intensif selama empat minggu, sebelum akhirnya menyisakan 20 finalis terbaik yang tampil di babak final pitching.

Fauzul keluar sebagai pemenang berkat inovasi FOID AI, sebuah platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu UMKM Aceh menghadapi tantangan digital. Aplikasi ini memungkinkan pelaku usaha menciptakan asisten virtual terhubung langsung ke WhatsApp untuk melayani pelanggan 24 jam sehari.

Menurut Fauzul, FOID AI hadir untuk memudahkan pelaku usaha dalam membangun asisten virtual mereka sendiri, yang mampu menjawab pertanyaan pelanggan sekaligus membantu memahami pasar.

“Bagi saya, ini bukan sekadar teknologi, tapi jembatan agar UMKM tumbuh percaya diri dan membawa nama Aceh bersaing di tingkat nasional hingga global,” ungkapnya kepada Nukilan.id pada Minggu (28/9/2025).

Selain FOID AI, sejumlah inovasi lain juga bersaing ketat, di antaranya DOSIAN: Dosimetry AI for Nuclear Medicine dari Depok, Inovasi MBG dari Jakarta, serta Smart CCTV Marine Safety AI.

Meski berhalangan hadir saat penerimaan penghargaan, Fauzul tetap menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan proyek ini agar mampu mendukung UMKM Aceh menjadi lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Harapannya FOID AI hadir sebagai partner strategis yang membantu mengotomasi komunikasi dengan pelanggan sehingga pemilik usaha dapat fokus berinovasi dan mengembangkan kualitas produknya,” katanya.

Rangkaian acara juga menghadirkan seminar panel bertajuk “Activating the AI Ecosystem: A Quadruple Helix Approach for Indonesian Innovators” yang dibuka oleh Chairul Hudaya, Ph.D., Direktur DIRBT UI. Seminar ini melibatkan perwakilan dari akademisi, industri, hingga pemerintah, termasuk PT Pertamina, PT Indosat Ooredoo Hutchison, dan Kemenparekraf.

Dengan tema Delivering Future Innovators for Indonesia AI Ecosystem, AI Talent Hub Indonesia 2025 dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong pendidikan sekaligus memperkuat industri nasional menuju transformasi berbasis teknologi. (XRQ)

Reporter: Akil