Beranda blog Halaman 2246

KPK: Masih Ada 21.939 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan

0
Juru Bicara (Jubir) Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati.

Nukilan.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, hingga batas akhir penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik untuk tahun pelaporan 2020, yaitu 31 Maret 2021, masih terdapat 21.939 Wajib Lapor (WL) atau Penyelenggara Negara (PN) yang belum menyampaikan laporan kekayaannya. Dari total 378.072 WL secara nasional, KPK telah menerima 356.133 LHKPN atau 94,20 persen.

“Rinciannya adalah Bidang Eksekutif tercatat 94,22 persen dari total 306.217 WL yang telah melaporkan. Bidang Yudikatif tercatat 98,27 persen dari total 19.778 WL. Bidang Legislatif yaitu 84,84 persen dari total 20.094 WL. Dan dari BUMN/D tercatat 97,34 persen dari total 31.983 WL,” kata Juru Bicara (Jubir) Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, Selasa (6/4/2021).

Ipi mengatakan bahwa, KPK juga mencatat per 31 Maret 2021 terdapat 762 instansi dari total 1.404 instansi di Indonesia atau sekitar 54 persen yang telah 100 persen menyampaikan LHKPN. Sebanyak 37 instansi di antaranya tercatat telah melaporkan secara lengkap.

Pada bidang Eksekutif di tingkat pemerintah pusat, kata Ipi, dari 93 pejabat setingkat menteri, wakil menteri dan kepala badan atau lembaga tercatat 5 (lima) PN yang merupakan WL periodik belum memenuhi kewajiban LHKPN.

Selain itu, kata Ipi, Di tingkat pemerintah daerah, KPK mencatat dari total 515 kepala daerah meliputi gubernur, bupati dan walikota terdapat 33 kepala daerah yang belum menyampaikan laporan kekayaannya.

“KPK secara bertahap melakukan verifikasi atas laporan kekayaan yang disampaikan tersebut. Jika hasil verifikasi dinyatakan tidak lengkap, maka PN wajib menyampaikan kelengkapannya maksimal 30 hari sejak diterimanya pemberitahuan,” tambahnya.

Lanjutnya, jika hingga batas waktu kelengkapan tidak dipenuhi, maka KPK akan mengembalikan laporan tersebut dan PN dianggap tidak menyampaikan LHKPN. Laporan kekayaan yang tidak lengkap akan mempengaruhi tingkat kepatuhan baik pada instansinya maupun secara nasional.

Kendati demikian, kata Ipi, KPK tetap menerima LHKPN yang disampaikan setelah batas waktu, namun LHKPN tersebut tercatat dengan status pelaporan “Terlambat Lapor”.

“Kami mengimbau kepada PN baik di Bidang Eksekutif, Yudikatif, Legislatif maupun BUMN/D yang belum menyampaikan laporan kekayaannya agar tetap memenuhi kewajiban LHKPN. Sebagai salah satu instrumen penting dalam pencegahan korupsi, KPK meminta PN untuk mengisi LHKPN-nya secara jujur, benar dan lengkap,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa, melaporkan harta kekayaan merupakan kewajiban bagi setiap PN sesuai ketentuan pasal 5 ayat 2 dan 3 Undang-undang No 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme. Undang-Undang mewajibkan PN bersedia untuk diperiksa kekayaannya sebelum, selama, dan setelah menjabat. PN juga wajib melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum dan setelah menjabat.[]

MpU Uteun Tanam Jambu Biji untuk Makanan Monyet di Kaki Gunung Burni Telong

0
MpU Uteun (Penjaga Hutan), Ranger Perempuan yang tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK), Gampong Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. (Foto: Dok.LPHK)

Nukilan.id – MpU Uteun (Penjaga Hutan), Ranger Perempuan yang tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK), Gampong Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, menanam ribuan pohon jambu biji untuk makanan monyet di kaki Gunung Burni Telong.

Ketua LPHK Damaran, Sumini mengatakan bahwa, pohon jambu biji dipilih dalam program edukasi pohon, dikarenakan pertumbuhan pohon jambu biji lebih cepat dan mudah, serta buah yang dihasilkan juga banyak.

Baca juga: GASS Nyatakan Dukung Proyek IPAL di Gampong Pande

Ia menjelaskan, selama ini warga sering diresahkan oleh kawanan monyet yang turun ke permukiman. Oleh karena itu, untuk mencegah pihaknya menyediakan tanaman pohon jambu biji sebagai makanan monyet.

“Daripada dia buka tudung saji kami di rumah, lebih baik kami sediakan pohon buah untuk dia berpesta di hutan,” kata Sumini kepada Nukilan.id, Selasa (6/4/2021).

Sumini mengatakan, Program edukasi pohon besutan LPHK mendidik anggotanya dan masyarakat umum agar memahami jenis pohon yang memiliki nilai ekonomi. Khususnya yang bernilai ekologis berkelanjutan.

“Mereka mempelajari dimana pohon-pohon tertentu biasa tumbuh. Kemudian diusahakan untuk membuat sendiri bibitnya. Bibit ini kemudian kami tanam di habitatnya yang tepat,” ujarnya.

Perempuan asal Gampong Damaran Baru ini menambahkan bahwa, pihaknya sudah menanam kurang lebih 2500 batang pohon jambu biji.

“Kami sudah menanam sekitar 2500 batang pohon,” kata Sumini.

Baca juga: Keadaan 9 Burung Langka dari Rumdis Wagub Aceh, BKSDA: Kondisinya Baik-Baik Saja

Selain jambu biji (Psidium guajava), kata Sumini, program edukasi pohon tengah difokuskan pada tanaman aren dan bambu. Jenis pohon ini dipilih karena tumbuhnya cepat dan sifat akarnya yang mencengkeram tanah.

“Aren dan bambu kami tanam di bantaran sungai Wih Gile. Akibat pembalakan yang cukup parah di Burni Telong, Wih Gile sangat berpotensi banjir bandang,” terangnya.

Sumini mengingatkan, bila bencana banjir sampai terjadi, yang paling dirugikan adalah kaum perempuan. Sebab perempuan secara tradisional bertanggung jawab terhadap kesehatan dan kebersihan keluarga.

“Karena itu wajar bila perempuan ada di garda depan usaha pelestarian hutan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, sebagian besar perempuan di desa Damaran Baru berprofesi sebagai petani.

“Jadi, apa yang kami lakukan ini selaras dengan hidup kami sehari-hari,” kata Sumini.

Baca juga: BMKG: Waspada, Aceh Dilanda Angin Kencang

Sementara itu, Sumini menyampaikan bahwa, LPHK Mpu Uteun sudah mengantongi izin untuk mengelola hutan seluas 251 hektar di kaki Burni Telong. Izin itu turun pada 2019 silam berupa Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonsia Nomor: SK.9343/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/11/2019. Kawasan kelolanya meliputi Desa Fajar Harapan, Kenine dan Damaran Baru.

“Istilah kami untuk tanam pohon ini ‘jual angin’. Karena pohon yang kami tanam kelak akan menghasilkan oksigen. Meski mungkin bukan kami sendiri yang menikmati, namun anak cucu kami kelak akan menuai hasilnya,” Pungkasnya.[DG]

Baca Juga: HHI 2021, MenLHK: Hutan Indonesia Berkontribusi Sebagai Sumber Pangan 48,8 Juta Orang

Dosen UIN Ar-Raniry Diminta Perkuat Penulisan Responsif Gender dan Anak

0

Nukilan.id – Para dosen diminta agar lebih termotivasi dalam menghasilkan karya-karya ilmiahnya, supaya keterampilan yang dimiliki dapat secara maksimal mengubah hasil penelitian menjadi artikel layak untuk dipublikasikan di jurnal yang terakreditasi.

Harapan itu disampaikan Kepala Pusat Studi Gender Anak (PSGA) dan Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry, Dr. Nashriyah saat membuka pelatihan pendampingan penulisan artikel responsif gender di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, (5-6/4/2021).

“Hasil lainnya, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dosen mengenai perspektif gender, sekaligus meningkatkan jumlah jurnal gender dan anak yang berkualitas,” kata Nashriyah.

Selain itu, kata Nashriyah, kegiatan publikasi ilmiah juga sangat relevan dengan misi perguruan tinggi untuk terus memperkaya pengetahuan dan pendidikan melalui hasil-hasil penelitian yang dilakukan.

“Penelitian dilakukan para akademisi untuk membantu perguruan tinggi, dan terus mengikuti dinamika perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang,” katanya.

Ia menyebut, peserta berjumlah 40 orang, terdiri dari 28 dosen dan mahasiswa di Lingkungan UIN Ar-Raniry, 8 orang para tutor pendamping dan 4 orang undangan dari luar UIN Ar-Raniry. Workshop bersifat deep discussion yang mana pemateri akan memberikan bimbingan secara personal dengan metode teknis dan praktis.[]

Rilis/Yuli Asmiati

Dari 6.497 Desa, ada 149 Desa di Aceh yang Belum Terakses Internet

0
Foto:Antara

Nukilan.id – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominsa) Provinsi Aceh Marwan Nusuf mengatakan sampai hari ini masih terdapat 149 desa di daerah yang belum memiliki sinyal atau jaringan internet.

“Menurut data sama kami, dari 6.497 desa di Aceh, masih ada 149 desa yang memang benar-benar tidak ada sinyal sama sekali,” kata Marwan Nusuf di Banda Aceh, Selasa.

Marwan menyampaikan, persoalan akses jaringan tersebut menjadi persoalan yang selama ini dipikirkan Pemerintah Aceh. Apalagi di masa pemerintahan ini banyak program terkait digitalisasi.

Artinya, kata Marwan, kebutuhan teknologi harus ditopang oleh kemampuan manusia dengan memperhatikan kearifan lokal dan nilai-nilai yang ada, karena pastinya berbeda di setiap daerah.

“Kami pikir ini menjadi kesempatan bagi Telkom Indonesia untuk turun tangan membantu masyarakat agar dapat memberikan konektivitas internet di seluruh Aceh,” ujarnya.

Marwan mengatakan, selama pandemi COVID-19 banyak kegiatan yang memerlukan jaringan internet, terutama pertemuan-pertemuan di pemerintahan yang banyak dilakukan secara daring.

Dirinya berharap Telkom dapat terus membantu Pemerintah Aceh dan mendukung pertemuan melalui daring dengan konektivitas internet yang memadai. Namun, juga untuk kebutuhan masyarakat lainnya.

“Mudah-mudahan tidak bosan membantu Pemerintah Aceh untuk menyambungkan konektivitas internet di seluruh Aceh. Kalau hal ini tidak bisa kita lakukan maka berdampak pada hal yang bisa mengganggu sebaran informasi kepada masyarakat,” kata Marwan.

Sumber: antara

RKPD Jambi 2022, Kemendagri Minta Pedomani Target Makro

0

Nukilan.id – Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan suatu proses yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pembangunan daerah merupakan perwujudan dari pelaksanaan urusan pemerintahan yang telah diserahkan ke daerah, dan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.

Berkaitan dengan hal itu, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jambi Tahun 2022, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar Target Makro dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dipedomani.

“Penentuan target dalam RKPD Tahun 2022 Provinsi Jambi harus berpedoman pada target makro, yang nantinya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Muhammad Hudori, Selasa (6/4/2021).

Adapun target makro untuk Provinsi Jambi yang termuat dam Rancangan Awal RKPD antara lain; Laju pertumbuhan ekonomi 4,21%-4,90%, tingkat kemiskinan 7,10%-7,05%, dan pengangguran terbuka 4,12-5,11%.

Sementara itu, sasaran pembangunan yang direncanakan dalam rancangan awal RKP Tahun 2022 yaitu Pertumbuhan Ekonomi (5,4%-6,0%); Tingkat Pengangguran Terbuka (5,5%-6,2%); Rasio Gini (0,376-0,378); Indeks Pembangunan Manusia (73,44-73,48); Penurunan emisi gas rumah kaca (26,8%-27,1%); Nilai tukar petani (102-104), nilai tukar nelayan (102-105); dan Tingkat kemiskinan (8,5%-9,0%).

Pemerintah Provinsi Jambi juga telah mengusulkan proyek pembangunan atau Major Project kepada Pemerintah Pusat melalui Rakortekrenbang Tahun 2021. “Total usulan provinsi yang diakomodir adalah sebanyak 8 usulan, sementara total usulan provinsi yang dibahas lebih lanjut adalah 19 usulan,” tutur Hudori.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan arah kebijakan Perencanaan dan Keuangan Daerah selama Pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, pembiayaan alternatif, kerja sama antardaerah, evaluasi hibah dan bansos, reorientasi belanja modal, dukungan pemulihan ekonomi sektor riil, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan penguatan perlindungan sosial.

Penyesuaian Alokasi APBD dapat dilakukan dengan penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengamanan sosial atau social safety net, seperti pemberian bantuan sosial kepada masyarakat miskin atau kurang mampu.

“Pemerintah Daerah juga harus mendorong kepada Kabupaten/Kota untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial dan jaring pengaman sosial,” tandasnya.

Selain itu, permasalahan stunting menjadi permasalahan yang tidak bisa diabaikan selama pemulihan kondisi pasca pandemi. Kemendagri juga mendorong bagi Pemerintah Daerah untuk mendukung penurunan angka stunting di Indonesia melalui Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang pada Tahun 2022 akan dilaksanakan di 460 Kabupaten/Kota.

Kemendagri menekankan bahwa dalam menyusun RKP Tahun 2022, Pemerintah Provinsi Jambi agar memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: Pertama, menyusun substansi perencanaan dengan mempertimbangkan penanganan dampak pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Provinsi Jambi.

Kedua, hasil pengendalian dan evaluasi dalam 2 tahun terakhir, harus menjadi salah satu acuan dalam menyusun kebijakan perencanaan pembangunan dalam RKPD Provinsi Jambi Tahun 2022.

Ketiga, memperhatikan berbagai regulasi terbaru, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Permendagri Nomor 70 Tahun 2019, Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan yang hadir, hendaknya memberi saran dan masukan agar RKPD Provinsi Jambi Tahun 2022 betul-betul dapat menyerap aspirasi masyarakat, hanya dengan komitmen yang tinggi dan kerja sama yang melibatkan seluruh kelompok dan lapisan masyarakat, diharapkan tujuan pembangunan dapat tercapai dan bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Jambi,” tutup Hudori.[]

SMK Aceh Tengah dan Bener Meriah Teken MoU dengan Jissho Jepang

0
Penandatangan nota kesepahaman atau MoU antara Kepala SMK Aceh Tengah dengan Direktur Yayasan Jissho Jepang. (Foto: Dok.Humas Disdik)

Nukilan.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah secara resmi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Jissho Jepang, pada Selasa 5 April 2021.

Penandatanganan MoU antara Direktur Yayasan Jissho Jepang, Rismaja Putra, MM dengan Kepala SMK se-Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, disaksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM. Kerjasama tersebut meliputi bidang pembangunan sumberdaya manusia lulusan SMK yang akan dikirim magang dan bekerja ke Jepang.

Sebagaimana diketahui, Jissho Foundation adalah lembaga pendidikan, pelatihan nonformal yang mendidik, melatih dan menempatkan para siswa dan alumni dari SMK untuk menjadi tenaga kerja yang berkarakter, terampil di bidangnya dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Dalam arahannya, Alhudri menegaskan penyelenggaraan pendidikan kejuruan di Aceh saat ini penuh tantangan, seperti belum maksimalnya jumlah dan kompetensi guru kejuruan hingga sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

“Begitu juga, jumlah industri di Aceh masih terbatas dan kurangnya penempatan kerja alumni SMK di Aceh ke industri-industri di tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.

Namun, katanya lagi, dari semua tantangan itu, buktinya siswa SMK di Aceh mampu mengukir prestasi di berbagai bidang keahlian.

“Suatu kebanggaan bagi kita, lulusan SMK kita bisa berkarya di industri-industri nasional bahkan internasional. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci penting kesuksesan ini,” terang Alhudri.

Sebelumnya, kata Alhudri – penandatanganan MoU antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Yayasan Jissho Jepang ini, menjadi upaya nyata Pemerintah Aceh serius untuk memastikan lulusan SMK dapat bekerja di dunia industri.

“Saya harapkan, semua yang terlibat dalam kerjasama ini untuk benar-benar serius menindaklanjuti isi dari perjanjian ini. Kami akan lihat bukti nyatanya dan akan menjadi bahan evaluasi dari kami kedepan, agar pendidikan di Aceh semakin maju dan berkembang,” demikian Alhudri.[]

Kepala BPKP Aceh: Pemerintah itu Tempat Berharap

0
Kepala Badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) Indra Khaira Jaya

Nukilan.id – Kepala Badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) Indra Khaira Jaya mengatakan, sebagai mitra strategis pemerintah BPKP harus membantu sebaik mungkin dan apa yang dibutuhkan pemerintah.

“Pemerintah adalah pemegang amanat setiap orang, pemerintah tempat berharap atau pihak yang kita beri amanah,” kata Indra Khaira Jaya kepada Nukilan.id. Senin, (4/5/2021) di Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Indra Khaira terkait pembangunan di Aceh yang sangat tergantung pada politik dan penempatan pemimpinya.

Menurut Indra Khaira masyarakat Aceh harus paham masalah, jangan sampai mendorong politik tidak adil, politik tidak cerdas, politik tidak berkualitas atau politik yang kurang senonoh, karena hanya akan memproduksi pemimpin yang tidak berkualitas.

“Masih banyak yang melakukan politik-politik tidak cerdas, sehingga produknya kurang bagus,” katanya.

Katanya hasil produk politik lemah akan berismbas pada pembangunan, seperti misalnya saat ingin membangun industri, membuka lapangan pekerjaan, dan aktivitas yang prodktif lainnya, semua ikut terimbas jelek apabila kualitas pemimpinnya rendah.

Katanya lagi, kita harus percayakan kepada pemimpin yang sudah dipilih, dan sebaiknya sama-sama kita bantu.

“Mengapa uang Aceh begitu banyak tapi barangnya tidak terlihat, anggaran begitu besar tapi tidak bisa di rasakan. Itu akibat politik tidak berkualitas,” ujarnya.

Untuk itu–dia meminta masyarakat Aceh untuk menaruh cara pandang yang luas, melihat persoalan dari segala perspektif, kalau di urutkan dari segi teknis macam macam perspektifnya. Kalau tidak paham bisa tidak berujung.

“Jadi, kalau ingin menjadi pengontrol kebijakan, mengerti soal pemerintahan,” pintanya. “Makanya kita perlu pemimpin cerdas, pemimpin berkualitas dan mengerti tugas pokok dan fungsinya,” demikian lanjutnya.[]

Reporter: Irfan

Bappeda Aceh: RKPA 2022 Fokus Tangani Kemiskinan, UMKM, Infrastruktur dan Covid-19

0
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, T. Ahmad Dadek

Nukilan.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, T. Ahmad Dadek mengatakan, Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2022 lebih fokus kepada kemiskinan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Infrastruktur dan Penanggulangan Covid-19.

“Untuk tahun ini kita fokus ke kemiskinan, UMKM, Infrastruktur, dan untuk penanggulangan covid-19 pada tahun 2022,” kata Ahmad Dadek usai pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2021 di Hermes Pelace Hotel, Banda Aceh, Senin (5/4/2021).

Ahmad Dadek mengatakan, Dampak Covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhir, oleh karena itu pada tahun 2022 pemerintah Aceh masih tetap fokus terhadap penanggulangan Covid-19.

Selain itu, Ia meminta kepada seluruh kepala daerah untuk dapat menyelesaikan semua proyek dalam bentuk fungsional di akhir tahun 2022.

“Kita minta supaya seluruh kepala daerah, agar ditahun terakhir 2022 semuanya tidak ada lagi proyek yang bertahap dan semuanya harus selesai dalam bentuk fungsional,” tekannya.

Ahmad Dadek mengatakan, Bappeda Aceh melakukan beberapa tahapan Musrenbang agar searah dengan perioritas nasional. Pertama, hari ini tanggal 5 April 2021, pembukaan Musrenbang RKPA 2022 dan Desk tentang Kemiskinan. Sedangkan, Rapat Kerja (Raker) kemiskinan sendiri akan dilangsungkan besok, Selasa 6 April 2021.

Kedua, pada tanggal 7-8 April 2021, Bappeda Aceh akan menggelar forum pembahasan Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) tahun 2022.

Dan ketiga, pada tanggal 19-22 April 2021, pembahasan desk usulan program/kegiatan sumber Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (TDBH Migas) dan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2022.

“Kemudian kita juga sedang bahas dengan Dewan tentang pokir-pokir mereka supaya berhasil guna dan berdaya guna,” kata Ahmad Daek.[AW]

Disainer Shella Saukia Kenalkan Karya Busana “Tiga Model Syar’i” di Hotel Hermes

0

Nukilan.id – Disainer Aceh Shella Saukia menggelar Fashion Show tunggal bertajuk “Islami tiga Model Supermewah, Syar’i casual” di Hotel Hermes Palace, Minggu (4/4/2021).

Kehadiran show tunggal Shella merupakan niat lama shela ingin mengenalkan karya-karya miliknya.

“Selain niat lama, fashion ini untuk menyambut industri fashion busana syar’i di kota Banda Aceh,” kata Shella Saukia kepada media disela acara fashion show.

Menurut Shella, saat ini fashion di Kota Banda Aceh mengalami perubahan luar biasa, terutama soal busana yang punya modis Syar’i.

Sedangkan Shella mengakui apabila Brand Shella selama ini lebih banyak dikenal di daerah timur Indonesia, sehingga saat ini ingin mengembangkannya di Aceh, Khususnya Banda Aceh.

“Saya sudah berkali-kali berkunjung ke daerah lain dan memperhatikan penampilan yang unik dan keren dari disainer Indonesia. karakter mereka itu stylish saat berpenampilan, sehingga saya terinspirasi dan menampilkan karya di Banda Aceh” kata Shella.

Dari pantauan, fashion show karya Disainer Shella Saukia dengan melibatkan puluhan model itu, menampakan kesan fashion Show ala Dubai Modest Fashion Week.

“Islami dengan tiga model super mewah banget, Syar’i casual,” ujar Shella.

Shella sendiri sudah berkiprah di dunia model sejak 2012, dan di baru kali pertama melakukan Fashion Show tunggal di Banda Aceh. “Alhamdulillah sukses,” ujarnya

Shella juga menyebut alasan memilih Aceh menjadi target pertama fashion show tunggalnya miliknya, lantaran banyak reseler dan pelanggannya berada di Aceh.

Shella juga menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan dress premium edisi Idulfitri yang mengangkat tema “aura”. Aura dipilih shella, karena apa yang diapakai akan menjadi cantik dan berkharisma, sehingga busana menttembulkan kesan kemewahan.[]

Reporter: Yuli Asmiati

Pemerintah Aceh Gelar Musrenbang RKPA 2022

0
Pemerintah Aceh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Aceh tahun 2021, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2022 (Musrenbang RKPA 2022), di Hotel Hermes Pelace Banda Aceh, Senin (5/4/2021).

Nukilan.id – Pemerintah Aceh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Aceh tahun 2021, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2022 (Musrenbang RKPA 2022).

Musrenbang RKPA 2022 ini dibuka langsung secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes di Hotel Hermes Pelace Banda Aceh, Senin (5/4/2021).

RKPA merupakan dokumen perencanaan Pemerintah Aceh untuk tahun 2022, dengan mengacu pada Dokumen RPJM Aceh Tahun 2017-2022. Serta memperhatikan Prioritas Pembangunan Nasional. Di mana, 2022 menjadi tahun terakhir dalam pencapaian target RPJM Aceh.

RKPA Tahun 2022 mengangkat tema “Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya Saing Untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi yang Inklusif”.

Sekda mengatakan, Rencana Kerja Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota tahun 2022 harus mampu menjawab tantangan sesuai dengan amanat Presiden Jokowi, yaitu penanganan sisi kesehatan dan ekonomi harus diselesaikan dalam waktu bersamaan dalam tindakan melawan covid-19.

“Covid-19 menjadi masalah dan berpengaruh kepada sendi-sendi ekonomi dan kehidupan sosial. Pandemi juga telah memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Aceh hingga menyentuh level minus,” kata Sekda.

Karena itu, RKPA 2022 harus mampu menjawab tantangan penumbuhan ekonomi nasional dan Aceh di tengah pandemi covid-19.

Instrumen utama pada roda perekonomian di Aceh, masih didominasi oleh APBA, karena itu, Sekda berpesan agar perencanaan dan penyusunannya dilakukan secara berkualitas. Apalagi, kinerja pembangunan Aceh merupakan akumulasi dari kinerja pembangunan kabupaten dan kota. Kinerja pembangunan Aceh pun akan berkontribusi pada pencapaian target kinerja pembangunan nasional. Karena itu, sinkronisasi dan kolaborasi menjadi keharusan, jika menginginkan kinerja pembangunan Aceh terwujud sebagaimana diharapkan.

“Untuk itu pendekatan tematik, holistik, integratif dan berbasis spasial menjadi relevan dan substantif dalam perencanaan pembangunan,” kata Sekda.

Kepala Bappeda Aceh, T. Ahmad Dadek mengatakan, Musrenbang RKPA 2021 diikuti langsung berbagai stakeholder kunci yang berasal dari berbagai pemangku kepentingan. Mereka berasal dari unsur pemerintah, legislatif, akademisi, tokoh masyarakat, swasta, LSM dan komunitas pembangunan lainnya.

Secara langsung, ada 150 peserta yang hadir di antaranya adalah Pimpinan Forkopimda Aceh, Ketua dan Wakil DPRA, Bupati/Wali Kota, Sekretaris Daerah Kabupaten dan Kota, Kepala SKPA, Kepala Bappeda Kabupaten dan Kota, tokoh masyarakat, akademisi, perwakilan LSM dan media massa.

“Sedangkan peserta lainnya mengikuti melalui video conference (vidcon) dengan menggunakan aplikasi zoom meeting,” kata Dadek

Untuk menyelaraskan dengan prioritas nasional, kata Dadek, pihaknya melakukan beberapa tahapan Musrembang. Selain pembukaan pada Senin hari ini, Bappeda Aceh juga akan membuat beberapa tahapan yaitu desk kemiskinan pada Senin siang nanti. Raker kemiskinan sendiri akan dilangsungkan pada Selasa (6/4) besok. Sementara pada tanggal 7-8 April akan digelar Forum Pembahasan Renja SKPA tahun 2022. Agenda akhir adalah pembahasan desk usulan program/kegiatan sumber TDBH Migas dan DOKA tahun 2022 yaitu pada 19-22 April 2021.

“Desk kemiskinan akan dipaparkan Sekda kabupaten dan kota di depan kementerian/lembaga. Sementara bupati dan wali kota bisa segera menyampaikan draft usulan program/kegiatan sumber TDBH Migas dan DOKA tahun 2022,” kata Dadek.

Pada bagian lain, Sekda Aceh menyebutkan sedikitnya ada empat prioritas pembangunan Aceh pada tahun 2022.

Empat prioritas itu adalah menumbuhkan ekonomi yang produktif dan kompetitif, peningkatan sumber daya manusia berkualitas, pembangunan infrastruktur terintegrasi dan lingkungan dan penguatan tata kelola pemerintahan dan keistimewaan Aceh.

Sekda mengatakan, tema dan prioritas tersebut bukan sekadar semboyan Musrenbang, tetapi harus menjadi dasar penyusunan anggaran melalui pembahasan yang komprehensif, intensif dan terpadu dengan menggunakan pendekatan Evidence Based Planning dan Money Follow Program.

“Melalui kedua pendekatan ini diharapkan Forum Musrenbang ini mampu menghasilkan usulan kegiatan/proyek yang memiliki korelasi yang kuat dan pendanaan yang cukup untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Aceh,” ujar Taqwallah.

Prioritas lain, lanjutnya adalah bagaimana agar pembangunan infrastruktur memiliki fungsi konektivitas antar wilayah dan antar sentra produksi dengan pasar, sehingga tidak ada lagi wilayah di Aceh yang terisolir dan tertinggal akibat tidak adanya akses infrastruktur transportasi yang lancar.

Karena itu, atas nama pimpinan pemerintah Aceh, Taqwallah mengajak pimpinan dan anggota DPRA, para bupati dan wali kota, serta DPRK se-Aceh untuk seiring sejalan dengan Pemerintah Aceh dalam memberikan porsi anggaran yang cukup pada kegiatan yang monumental dan memiliki daya ungkit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Dengan demikian pada tahun-tahun mendatang tidak ada lagi kegiatan yang terbengkalai dan tidak fungsional akibat dukungan anggaran yang tidak mencukupi,” pungkasnya.[]