Beranda blog Halaman 2247

Ombudsman Buka Gerai Pengaduan Di Aceh Jaya

0
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin Husin

Nukilan.id – Ombudsman RI Perwakilan Aceh kembali membuka gerai pengaduan di daerah, kali ini lokasi yang dituju yaitu Kabupaten Aceh Jaya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin Husin yang didampingi oleh Ilyas Isti Kepala Keasistenan Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL), Senin (5/4/2021) di Banda Aceh.

Taqwaddin menyampaikan bahwa, pihaknya besok (Selasa) akan membuka posko pengaduan di Kabupaten Aceh Jaya. Ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kepada masyarakat di daera.

“Jadi kami berharap, partisipasi masyarakat untuk melapor akan lebih tinggi dengan ada Tim Ombudsman yang jemput bola ke daerah,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat dapat melaporkan atau berkonsultasi secara gratis kepada Tim Ombudsman terkait dugaan maladministrasi pelayanan publik, baik oleh instansi daerah, instansi vertikal, maupun oleh BUMN yang ada di daerah.

Untuk lokasi pengaduan di Aceh Jaya, Ombudsman membuka posko di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Jaya pada Selasa (6/4/2021) saat jam kerja.

Taqwaddin berharap, kepada rekan-rekan media untuk menyampaikan berita ini kepada masyarakat, sehingga mereka tidak harus ke Banda Aceh untuk melapor ke Ombudsman. Karena ada Tim dari Ombudsman yang akan ke daerah.

“Jadi, dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat membantu proses pelaporan dari masyarakat kepada Ombudsman,” pungkasnya.[]

Jelang Meugang, Harga Daging Sapi di Pasar Lambaro Tembus 150.000/Kg

0

Nukilan.id – Harga daging sapi di Pasar Induk Lambaro, kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, menjelang meugang memasuki bulan suci Ramadhan bakal naik mencapai 150.000 rupiah per kilogram.

Hal itu disampaikan Riki, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Induk Lambaro saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (3/4/2021).

Riki mengatakan harga daging sapi saat ini berkisar 130.000 rupiah per kilogram dan diperkirakan menjelang meugang nanti harga berkisar 150.000 rupiah per kilogramnya.

“Harga daging sekarang 130.000/kg mungkin akan capai 150.000/kg dibulan puasa nanti,” kata Riki.

Baca juga: Harga Daging Ayam Potong di Pasar Rukoh Mulai Naik

Sementara itu,  meugang kali ini, para pedagang daging sapi di Pasar Induk Lambaro, juga menyiapkan beberapa ekor sapi.

“Ada beberapa ekor sapi yang disiapkan jelang meugang,” kata Agus, juga salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Induk Lambaro.

Agus menambahkan bahwa, stok sapi yang   disiapkan merupakan sapi lokal, dari peternak yang ada di Lambaro, bukan sapi dari luar daerah.

“Sapinya dari peternak Lambaro, tidak dari luar daerah,” kata Agus.[Yuli]

AHY ke Kaki Gunung Ungaran, Berbincang dengan Kader dan Awak Media

0

Nukilan.id – Di tengah sejuknya udara pegunungan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbincang-bincang dengan para awak media pada acara Media Gathering di kaki Gunung Ungaran, Mawar Camp Umbul Sidomukti, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/4/2021) sore. Acara ini digelar di sela-sela kunjungan kerja AHY di Jawa Tengah.

Kepada para awak media yang hadir, AHY menyampaikan rasa terima kasih atas dukungannya selama dua bulan terakhir.

“Saya berterima kasih pada teman-teman media, karena selama dua bulan ini sudah memberikan ruang dan kesempatan yang baik kepada Partai Demokrat untuk menjelaskan fakta-fakta yang terjadi, sekaligus juga untuk mengklarifikasi jika ada tuduhan, serta tudingan yang tidak berdasar dan bertanggung jawab,” kata AHY dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id.

Ia juga menjelaskan bahwa kehadirannya di Jawa Tengah ini untuk kembali menyambung silaturahmi dan juga konsolidasi, khususnya tentunya setelah Partai Demokrat menghadapi dan melewati prahara GPK-PD (Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan-Partai Demokrat).

Ketika ditanya bagaimana tanggapan AHY terkait kubu KLB Ilegal yang akan mengajukan PTUN, AHY menjawab bahwa itu hak mereka.

“Setiap warga negara punya hak untuk menempuh jalur hukum. Tapi kita tidak takut, tidak gentar. Kita tegar menghadapi semua hal yang mereka perkarakan terhadap hasil atau pun keputusan Kementerian Hukum dan HAM kemarin. Kita siap juga untuk menjawab apa pun itu,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai berapa banyak kader yang sudah dipecat, AHY memilih untuk lebih fokus pada kader-kader yang setia dan solid.

“Saya lebih fokus pada berapa banyak kader yang setia dan solid, karena bagi saya yang lebih penting adalah para kader yang hadir di sini. Mereka adalah para pejuang yang solid luar biasa. Mereka adalah para petarung yang istimewa. Jadi saya lebih fokus menghitung jumlah yang setia dan bulat tekadnya,” jelasnya.

Ketum AHY pun menyampaikan, Partai Demokrat tidak pernah memberikan ruang terhadap perpecahan.

“Kita dibilang sudah bergeser ideologi kita. Marah nggak? Ideologi mana? Justru kita bertanya, Bapak ideologinya apa? Apakah ideologi yang merampas hak orang lain? Apakah ideologi yang mengadu domba? Atau yang menebar kebencian? Ideologi seperti itu jelas tidak ada tempatnya di Partai Demokrat. Kita tidak pernah memberikan ruang terhadap perpecahan. Kita menolak keras politik identitas, kita tidak memberi ruang terhadap radikalisme baik kiri maupun kanan,” terang AHY.

“Partai Demokrat adalah partai tengah, nasionalis religius. Moderat, spektrumnya luas, dari Aceh sampai dengan Papua. Semua itu konsituen kita, di atas semua golongan dan identitas,” sambungnya..

Terakhir AHY menyampaikan pesan kepada para kader untuk menjadikan momentum ini sebagai hikmah agar Partai Demokrat semakin solid.

“Saya juga menyampaikan pesan kepada teman-teman Partai Demokrat agar senantiasa menjadikan ini sebuah pelajaran berharga, hikmah sekaligus momentum untuk membuat Partai Demokrat semakin solid dan semakin kompak ke depan,” tutup AHY.

Usai acara bersama media, AHY melanjutkan pertemuannya dengan para jajaran DPD dan DPC Partai Demokrat Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut AHY turut didampingi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti, beberapa anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Jawa Tengah dan beberapa anggota DPRD Partai Demokrat Jawa Tengah, serta seluruh Ketua DPC se-Jawa Tengah.[]

Pengadaan Handuk di BRA, Mukhlis Mukhtar: Kesannya untuk Sejahterakan Pejabat

0
Mukhlis Mukhtar. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Praktisi hukum dan Advokad senior Mukhlis Mukhtar menilai, Pemerintah Aceh tidak konsisten dalam pengalokasian anggaran untuk kepentingan Aceh, bahkan harapan untuk itu semakin hari semakin jauh.

“Cara-cara pengalokasian anggarannya pun masih dilakukan secara gelondongan, dan itu sudah bisa di hentikan,” kata Muckhlis Mucktar kepada Nukilan.id, Sabtu (3/4/2021) lalu.

Mukhlis menyampaikan itu terkait “Program handuk” di lembaga kekhususan Aceh, Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang beberapa waktu lalu mencuat lantaran program anggaran untuk eks kombatan dan korban konflik, tertera pengadaan “handuk”.

“Seharusnya, pengalokasian anggaran itu teratur dan ada tahapan-tahapannya seperti yang di maksut dalam UUPA, sehingga pembangunan yang berkesinambungan dapat terlaksana. Dengan anggaran Rp 1,2 milyar, seharusnya pogram yang di buat lebih pro masyarakat dan peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Katanya lagi Pogram Handuk BRA itu membuat orang lain tertawa, pogram yang di ajukan asal-asalan dan lucu.

“Kembali lagi ke tujuan bernegara, untuk kejahteraan rakyat. Kesan program handuk BRA ingin mensejahterakan pejabat yang lagi menjabat,” ucap Mukhlis.

Untuk itu–mukhlis berharap kepada pemerintah dan pejabat agar meinggalkan kepentingan pribadi dengan mengkedepankan kepentingan masyarakat, sebab, kondisi saat ini masyarakat sangat krusial dan sangat butuh perhatian dari pemerintah.[]

Reporter: Irfan

Tiga Hari Terakhir, Kasus Harian Covid-19 Kurang 10 Orang di Aceh

0
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

Nukilan.id – Kasus harian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kurang 10 orang dalam tiga hari terakhir, dan pasien yang dinyatakan sembuh bertambah dua orang. Sementara itu, tidak ada laporan penambahan kasus meninggal dunia akibat menderita infeksi virus corona di Aceh, dalam 24 jam terakhir.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media massa di Banda Aceh, Minggu (4/4/2021). Kasus-kasus harian yang terus ada menunjukkan penularan virus corona dalam masyarakat masih berlangsung.

“Meski hanya empat kasus positif baru namun kita tak boleh lengah. Penularan virus corona masih terjadi dalam masyarakat,” tutur pria yang disapa SAG itu, dan rutin mengirim informasi ke media massa sejak pandemi Covid-19 melanda Aceh.

Ia menjelaskan, sejak tiga hari lalu kasus konfirmasi positif di Aceh sudah di bawah 10 orang. Pada 2 April 2021 dilaporkan sembilan kasus baru positif Covid-19. Sehari kemudian bertambah enam kasus, dan hari ini bertambah 4 kasus baru positif. Sementara pasien yang sembuh dalam kurun waktu yang sama sebanyak 14 orang dan tak ada kasus meninggal.

SAG mengatakan, empat kasus baru dalam 24 jam terakhir meliputi warga Kota Banda Aceh sebanyak dua orang dan dua lainnya merupakan warga Kabupaten Aceh Besar.

Sementara kasus sembuh yang bertambah sebanyak dua orang, keduanya warga Kota Banda Aceh yang selama ini menjalani perawatan di rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri.

SAG menghimbau masyarakat tidak mengabaikan Protokol Kesehatan selama pandemi belum dinyatakan berakhir oleh Pemerintah. Selalu memakai masker setiap keluar dari rumah, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan di pasar atau di tempat-tempat umum lainnya.

“Selain memakai masker dan menjaga jarak, juga rajin mencuci tangan memakai sabun di bawah air yang mengalir,” imbuhnya.

Kasus kumulatif

Selanjutnya SAG mengabarkan kondisi terakhir penanganan Pandemi Covid-19 di Aceh, per tanggal 4 April 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 9.922 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.072 orang. Penderita dalam perawatan sebanyak 1.455 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 395 orang.

Sementara kasus-kasus probable secara akumulatif sebanyak 672 orang, yang meliputi 602 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.110 orang. Suspek yang telah selesai melakukan isolasi sebanyak 6.994 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 78 orang, dan sebanyak 38 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.[]

AHY Ziarah ke Makam Sang Kakek Sarwo Edhie Wibowo

0

Nukilan.id – Dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyempatkan diri untuk berziarah ke makam sang kakek tercintanya, Letnan Jenderal TNI Purn. Sarwo Edhie Wibowo, di Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (4/4/2021) siang.

Baca juga: Pasca KLB, Teuku Riefky: AHY akan Konsolidasi ke Daerah

“Alhamdulillah saya bersama dengan rombongan dari Jakarta tiba di Purwerejo setelah melakukan rangkaian perjalanan. Hari ini di Purworejo untuk melakukan ziarah karena baru mendapatkan waktu yang baik sekarang. Tentu sebetulnya saya sudah berencana sejak lama untuk bisa ziarah ke Eyang Sarwo Edhie Wibowo, eyang kami tercinta dan juga para leluhur yang dimakamkan di Purwerejo ini,” kata AHY dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id.

Baca juga: AHY: Tidak Ada Dualisme Demokrat

Dalam suasana tenang dan khusuk, AHY melantunkan do’a dan menaburkan bunga di batu nisan kakeknya di pendopo makam.

“Tentu kehadiran kami untuk memberikan do’a, dan juga tepat rasanya menjelang Bulan Suci Ramadhan untuk melakukan ziarah seperti ini. Saya mewakili keluarga besar Yudhoyono yang tidak bisa hadir secara langsung,” lanjut AHY.

Baca juga: Demokrat: Kubu Moeldoko Harus Minta Maaf ke Rakyat dan Presiden

Sebelum ziarah ke makam sang kakek, AHY juga menyempatkan silaturahmi ke rumah Eyang Murdiyah. Eyang Murdiah adalah kakak dari Almarhum Sarwo Edhie Wibowo yang saat ini berusia 96 tahun.

Selain itu, kepada rekan-rekan media yang hadir AHY menyampaikan keinginannya untuk terus bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di Jawa Tengah.

“Kami ingin bisa lebih sering lagi bersilaturahim dengan keluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat yang ada di Purwerejo dan juga Jawa Tengah secara keseluruhan, namun memang situasinya belum memungkinkan. Kita masih harus menjaga-jaga jangan sampai kembali memperburuk situasi pandemi Covid-19. Mudah-mudahan kita semua juga senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT,” tutupnya.

Baca juga: Peneliti JSI: Teuku Riefky Punya Peran Penting Halau Gangguan KLB Moeldoko

Dalam ziarahnya, AHY turut didampingi, Bupati Purworejo Agus Bastian, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Bramantyo Suwondo, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti, dan Ketua DPC Purworejo Yophi Prabowo.[]

Final Piala Liga Inggris Boleh Dihadiri Penonton

0

Nukilan.id – Pertandingan final Piala Liga Inggris 2020/2021 antara Manchester City melawan Tottenham Hotspur yang akan berlangsung pada 25 April mendatang boleh dihadiri langsung oleh penggemar dari masing-masing klub.

Partai final yang rencananya bakal diselenggarakan di Wembley itu dipastikan menjadi salah satu acara percobaan untuk menguji keselamatan para penonton di tengah pandemi COVID-19.

Menurut laporan Standard, sebagai bagian dari Program Acara Riset yang dilakukan pemerintah Inggris, pertandingan final Piala Liga antara ManCity versus Spurs boleh dihadiri penonton sebanyak 8.000 orang.

Nantinya, pembagian tiket akan dialokasikan masing-masing 2.000 tiket bagi kedua klub, yakni ManCity dan Spurs. Sedangkan, sisanya akan didistribusikan ke penduduk lokal Brent dan staf National Health Service (NHS).

Dalam pernyataan resminya pada Minggu 4 April 2021, Tottenham menyampaikan: “Kami menyadari pertandingan ini hanya tinggal tiga pekan lagi dan kami segera memberikan informasi lebih lanjut kepada Anda setelah kami mendapatkan kabar terkininya.”

Sebelumnya, pemerintah Inggris telah menetapkan skenario untuk menyambut kembali kehadiran para penonton di stadion berdasarkan tiga faktor.

Tiga faktor tersebut adalah, apakah individu tersebut sudah divaksin, atau telah dites negatif dari virus, atau telah memiliki kekebalan alami setelah dites positif dalam 6 bulan sebelumnya.

Sumber: Viva.co.id

IPPAT Gelar Latihan Kepemimpinan Dasar untuk Mahasiswa Baru

0
Nukilan.id - Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT), melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dasar bagi mahasiswa baru angkatan 2019 dan 2020, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Minggu, (3/4/2020).

Nukilan.id – Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT), menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dasar untuk mahasiswa baru angkatan 2019 dan 2020, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Minggu, (3/4/2020).

“Kegiatan ini diberi nama pendidikan dan pelatihan ikatan pemuda pelajar Aceh Timur tahun 2021 (Pendapat 2021),” kata Ketua Umum IPPAT, Suryadi, S.Pd.

Ia mengatakan, Pendapat 2021 dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 3-4 April 2021, yang diikuti 30 mahasiswa(i) asal Kabupaten Aceh Timur yang berdomisili di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Suryadi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru khusus tentang IPPAT beserta seluruh dinamika dan juga memberikan materi-materi lainnya yang berkaitan dengan kepemimpinan.

“Kita sangat berharap kedepan IPPAT memiliki kader yang siap menjalankan organisasi dengan baik serta dibekali ilmu-ilmu pengetahuan yang mampuni, siap dari segi teori maupun praktik, dalam pengambilan keputusan dan berintegritas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IPPAT A’laiyah Mansurah, mengatakan, kegiatan Pendapat 2021 ini dilaksanakan dengan membatasi jumlah peserta karena mengingat penerapan protokol kesehatan.

“Kita sangat berharap agenda ini menjadi agenda tahunan kepengurusan selanjutnya agar menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal dan mempelajari, khususnya organisasi tanah kelahiran.” lanjutnya.

A’laiyah menambahkan, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tidak terlepas dari pelatihan kepemimpinan tingkat dasar, agar mereka paham arti seorang pemimpin dan karakteristiknya.

IPPATT turut mengundang tokoh masyarakat Aceh Timur, Dr. Ismail Ansari, MA., Pemateri; Dr. rer. Nat. Ilham Maulana, M. Si; Samsul Fata, Dr. TM. Jamil. M. Si; dan Shafwan Has. M.H;

Terakhir, ia mengatakan bahwa, kegiatan Pendapat 2021 akan ditutup pada tanggal 4 April 2021 diobjek wisata sejarah banteng Indra Patra, Kabupaten Aceh besar dengan mengundang seluruh alumni, mahasiswa dan pemuda Aceh Timur.[]

Terkait Anggaran Pilkada, Himapas Tuding Nova Khianati UUPA

0
Sekretaris Himapas, Hendri

Nukilan.id – Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil (Himapas) mengatakan, tidak tersedia alokasi anggaran Pilkada Aceh pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2022 merupakan bukti nyata bahwa pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah secara terang benderang telah mengkhianati Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

“Surat nomor 270/6849 tanggal 31 Maret 2021 perihal pembahasan anggaran untuk Pilkada Aceh tahun 2022, taqwallah selaku Sekda Aceh, meminta KIP tidak menjalankan tahapan apapun, terkait pemilihan sampai ada putusan sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020. Ini bukti bahwa dalam hal pelaksanaan Pilkada Aceh yang semestinya berpedoman pada UUPA sebagai kekhususan Aceh telah dikangkangi dan dikhianati oleh Pemerintah Aceh sendiri,” kata Sekretaris Himapas Hendri kepada Nukilan.id, Sabtu (3/4/2021).

Menurut Hendri, Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui Sekda Aceh seakan-akan sengaja mengkambing hitamkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 untuk tidak mengalokasi anggaran dalam tahun 2021, untuk pelaksanaan Pilkada tahun 2022.

“Sejak awal memang terlihat tidak ada i’tiqad baik Gubernur Aceh untuk melaksanakan Pilkada 2022 sesuai UUPA. Meskipun DPRA telah konsultasi berkali-kali ke Pusat termasuk telah mengantongi dukungan dari Komisi II DPR RI, namun semua juga dikhianati dengan tidak mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Aceh pada tahun 2022 tersebut,” ujarnya.

Hendri menegaskan, masyarakat Aceh berjuang untuk merawat perdamaian dan menjadikan MoU Helsinki dan UUPA sebagai buah manis perdamaian dan harapan untuk Bangsa Aceh.

“Pemerintah Aceh sendiri telah menunjukkan pengkhianatan terhadap butir-butir UUPA,” sebutnya.

“Ini menunjukkan bahwa yang menghancurkan cita-cita perjuangan bangsa Aceh adalah Pemerintah Aceh, karena dia adalah bawahan dari Pemerintah pusat, takut kena karma, Gubernur Aceh diam diam saja,” lanjutnya.

Hendri menyebutkan, jika sikap Gubernur Aceh hanya menjadi duri dalam daging dalam memperjuangkan kekhususan Aceh, maka kami minta Gubernur Aceh untuk mundur saja daripada menjadi catatan sejarah suram kepemimpinan Aceh yang akan menjadi catatan hitam bagi generasi berikutnya.

“Apapun skenario yang kini tengah dimainkan oleh Nova Iriansyah, guna melumpuhkan kekhususan Aceh. perlu dicatat, bahwa rakyat mengawasi dan akan mencatat setiap pengkhianatan pemerintah Aceh terhadap kekhususan Aceh. Konflik yang berkepanjangan menimpa Aceh, dengan darah oleh para pejuang dan syuhada Aceh,” pungkasnya.[]

Stop Dramatisir IPAL Gampong Pande, Selesaikan dengan Objektif dan Ilmiah

0

Minta DMDI jangan dengar sepihak tanpa adakan penelitian

Nukilan.id – Persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berkembang sejauh ini sangat bertolak belakang dengan fakta sesungguhnya. Bahkan, terkesan diada-adakan untuk mendramatisir persoalan dan jelas-jelas jauh panggang dari api.

“Sejauh ini banyak beredar khabar yang tidak objektif terkait pembangunan IPAL Gampong Pande. Untuk itu, kita minta The Malay and Islamic World Organization/Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang telah menyurati Pemko Banda Aceh agar jangan mendengar penjelasan sepihak tanpa menunjukkan hasil penelitian yang ilmiah,” kata koordinator Gerakan Tangan Rakyat, Thahyatul Sofida kepada media, Sabtu (3/4/2021).

Padahal disisi lain, sambung Thayatul Sofida, Pemko Banda Aceh sudah sangat peduli dan komit terkait pemugaran situs sejarah, faktanya pada tahun anggaran 2021 dan 2022 Pemko sudah merencanakan alokasi untuk upaya menangani pemugaran situs sejarah itu sendiri.

Namun tentu, lanjutnya, tidak mungkin pemko segera memperhatikan situs sejarah secara menyeluruh karena anggaran yang dibutuhkan juga tidak sedikit.

Ia menyebutkan, pihaknya melihat adanya itikad baik dari Pemerintah Kota untuk melestarikan peninggalan sejarah yang ada di Kota Banda Aceh. Apalagi, sejak kepemimpinan Aminullah, pada pertengahan 2017 lalu, pertama kalinya beliau telah menghentikan sementara proyek pengolahan limbah tersebut, dan meminta untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penemuan benda bersejarah di kawasan Gampong Pande.

“Perlu dicatat bahwa dari 2017 sejak dihentikan Aminullah, hingga saat ini belum ada pembangunan sama sekali. Bahkan yang jangan dilupakan bahwa ini projek kementerian PUPR yang bersumber dari APBN bukan APBK,” ujarnya.

“Sehingga sangatlah jelas bahwa polemik yang akhir-akhir ini seakan sengaja didramatisir tanpa memperhatikan duduk persoalan sebenarnya. Bahkan terkesan ada oknum yang sengaja berkoar-koar, sementara setiap diskusi persoalan IPAL pihaknya tak pernah menghadiri. Katakan saja salah satunya pimpinan Darud Donya Aceh Cut Putri yang selama ini berkoar-koar persoalan IPAL, semestinya lebih bijaksana tentunya jika yang bersangkutan datang ke DPRK membawa dokumen penilitian lengkap sebagai data pembanding sehingga persoalan IPAL ini tidak sebatas koar-koar namun ada solusinya,” sambungnya.

Thahyatul menyebutkan, pihaknya telah mendengar langsung bahwa Pemko Banda Aceh telah meneken surat minat penyelamatan situs sejarah dengan pihak pusat, melalui Dinas PUPR, bahkan juga sudah ada master plan, hingga syarat-syarat yang diajukan apabila kementerian PUPR RI tetap melanjutkan proyek ini.

“Kami juga yakin oknum yang selama ini menggiring opini negatif terlalu banyak omong kosong, tidak punya data penelitian bahkan tak pernah melihat master plannya. Kondisi ini tentunya sangat disayangkan, karena hanya bisa memancing di air keruh,” ujarnya.

“Kalau kita mau lebih jujur, sejak pembangunan IPAL dihentikan oleh Walikota Aminullah pada 2017 silam, kemana para pihak yang katanya peduli sejarah seperti Darut Donya, apakah ada menyurati atau mendaftarkan situs sejarah yang ditemukan ke BPCB untuk dilakukan penelitian dan ditetapkan sebagai cagar budaya. Tidak adakan? Jadi bisa dikatakan bahkan kepedulian pemerintah terhadap situs sejarah ini lebih tinggi daripada pihak yang berkoar-koar itu sendiri. Tentu ini menyedihkan,” ucapnya.

Menurut Gerakan Tangan Rakyat, Jika ada pihak yang mengatakan di Gampong Pande itu di bangun proyek pembuangan tinja, itu tentunya salah besar, karena IPAL itu mengolah limbah jadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan lagi. Yang keluar nanti air bersih.

“IPAL adalah sistem pengolahan air limbah. Masuk berupa tinja, ada sekat bakteri dan berupa air kotor, dan di kompartemen ke tiga itu berupa air kotor, dan ke empat itu sudah jadi air bersih yang bisa kita cuci muka malahan. IPAL bukan septic tank. Jadi ayo kita bahas dengan data secara sehat, bukan provokatif dan hanya mendramatisir keadaan,”tambahnya.

Masih kata Thahyatul, IPAL di kawasan Gampong Pande lingkungannya hanya 3 hektar, bangunannya 3000 m. Dan penemuan enam nisan ‘bersejarah’ juga telah dipindahkan sesuai dengan syariat Islam.

“Ayo kita lihat lebih jernih, luas Gampong Pande itu puluhan hektar dan tidak semua lokasi IPAL itu hanya 3 (tiga) Ha dan bangunannya hanya 3000 meter. Inikan seperti segelas kopi diatas sebuah meja, kita tidak bisa katakan semua meja itu isinya kopi. Apalagi, sudah ada pemetaan dan penelitian oleh ahli di bidangnya yang bertujuan agar kalaupun pembangunannya dilanjutkan situs sejarah tetap terselamatkan,” terangnya.

“Untuk menggali data arkeologi ada beberapa sistem yang diterapkan. Pertama itu Survey lapangan, kemudian survey bawah tanah, dan ada juga survey bawah air. Tentunya juga menggunakan alat sederhana hingga modern. Jadi, jika ada pihak lain yang punya hasil penelitian ilmiah silahkan bawa ke lembaga legislatif yakni DPRK Banda Aceh, sampaikan aspirasinya, itu lebih ideal dan bijaksana,” imbuhnya.

Yang jelas, kata Thahyatul, menurut  kacamata pihaknya sebagai civil society, bahwa mendatangkan uang dari pusat ke Banda Aceh ini tidak mudah. Mempercantik Banda Aceh ini tidak mudah dan memerlukan dana yang besar.

“Kita harus dewasa menyikapi polemik ini. Stop upaya mendramatisir dan mempolitisir persoalan IPAL Gampong Pande, selesaikan dengan objektif dan ilmiah, ” tegasnya.

Gerakan tangan rakyat juga menghimbau pihak-pihak tertentu untuk tidak memaksakan kehendak.

“Jangan sampai tanpa adanya data penelitian sebagai pembanding, tanpa pernah melihat master plan, tanpa pernah mau menghadiri diskusi malah memaksakan kehendak agar suatu pembangunan tidak dilaksanakan. Sikap arogan dan memaksakan seperti ini tentunya akan merugikan masyarakat,” pungkasnya.[]