Beranda blog Halaman 2218

4.371 Pekerja Media Divaksinasi Dosis II, Dewan Pers Apresiasi Komitmen Pemprov DKI Jakarta

0

Nukilan.id – Program vaksinasi bersama untuk pekerja media di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya telah memasuki tahap pemberian dosis II pada periode 21 April hingga 7 Mei 2021.

Bertempat di Aula Blok G Lantai Dasar, Balaikota Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan. No.8-9, Jakarta Pusat, program vaksinasi bersama ini merupakan hasil kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta, Dewan Pers, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama-sama dengan 11 asosiasi media dan asosiasi wartawan.

Sebanyak 4.371 wartawan dan pekerja media dijadwalkan akan mengikuti vaksinasi dosis II ini di tengah-tengah suasana Ramadhan.

Terkait dengan hal tersebut, Dewan Pers dan sejumlah perwakilan asosiasi media menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan vaksinasi bersama itu yang secara akumulatif membutuhkan waktu 25 hari.

Melalui kegiatan vaksinasi bersama ini, Dewan Pers berharap kekebalan tubuh rekan-rekan wartawan terhadap virus COVID-19 dapat segera terbentuk sehingga dapat melakukan aktivitas peliputan jurnalistik dengan lebih aman. Namun demikian, Dewan Pers mengimbau agar protokol kesehatan 3M tetap harus dilaksanakan dan menjadi budaya baru di masyarakat khususnya para pekerja media.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Anies Baswedan yang telah dengan sepenuh hati membantu rekan-rekan pers untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Terima kasih kepada para Nakes, panitia dan perwakilan asosiasi media dan wartawan yang ditengah-tengah suasana Ramadan, masih berkenan menyelenggarakan program vaksinasi bersama ini,” ujar Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers, Agus Sudibyo.

Sejalan dengan pernyataan Agus, Sekretaris Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) Arifin Asydhad menambahkan, bahwa di era pandemi, kegiatan jurnalisme masih terus dilakukan dan tak mungkin berhenti.

“Tidak ada alasan buat Forum Pemred untuk tidak mendukung kolaborasi Dewan Pers dengan Pemprov DKI dalam melakukan vaksinasi ini. Semoga kolaborasi ini bisa berlanjut pada gelombang berikutnya,” terangnya.

Di dalam keterangan tertulis yang sama, Ketua PWI Peduli Pusat Mohammad Nasir yang juga Direktur Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengharapkan semua peserta vaksin dosis 2, yang mendaftar melalui PWI bisa meluangkan waktu untuk hadir sesuai jadwal yang sudah diberikan.

“Ini kesempatan emas yang harus kita manfaatkan. Tunda semua kegiatan lain untuk menerima vaksinasi COVID-19 dosis dosis terakhir,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi dosis pertama dan kedua di Balai Kota DKI ini, Nasir menyampaikan terima kasih kepada para tenaga kesehatan, termasuk vaksinator, dan dokter yang tepat waktu memberi vaksin kedua sesuai jadwal.

“PWI juga menyampaikan terima kasih tak terhingga pada Dewan Pers yang telah mengkoordinasikan seluruh perserta vaksinasi, bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memfasilitasi vaksinasi untuk insan pers,” tutup Nasir.

Program vaksinasi untuk pekerja media di Balaikota Jakarta akan dilakukan terhadap 400-500 orang setiap hari, dari jam 08.00 hingga 14.00 WIB. Vaksinasi dosis II khusus diikuti oleh para wartawan dan pekerja media yang telah mendapatkan vaksinasi dosis I pada periode 24 Maret – 9 April 2021 di tempat yang sama.

Para peserta vaksinasi dosis II wajib hadir paling lambat 40 menit sebelum jam yang dijadwalkan untuk dirinya berakhir. Peserta vaksinasi dosis II wajib berdisiplin dalam menaati pengaturan jadwal dan melaksanakan protokol kesehatan selama kegiatan vaksinasi berlangsung.

Karena keterbatasan jumlah vaksin dan tenaga medis, serta pentingnya penerapan protokol kesehatan, maka kegiatan vaksinasi di Balaikota Jakarta pada 21 April-7 Mei 2021 tidak melayani pendaftaran baru.

Para pekerja media di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang belum memperoleh kesempatan mendapatkan vaksinasi COVID-19, dihimbau untuk segera mendaftarkan diri melalui 11 asosiasi dan organisasi media yang telah ditunjuk Dewan Pers: AJI, AMSI, ATVSI, ATVLI, Forum Pemred, IJTI, PFI, PRSSNI, PWI, SMSI dan SPS.

Selanjutnya Dewan Pers juga telah mengagendakan untuk penyelenggaraan vaksinasi bersama untuk pekerja media gelombang ketiga dan keempat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Dewan Pers mempersilakan pekerja media yang belum terakomodir pada kegiatan sebelumnya untuk kepada 11 asosiasi yang telah disebutkan di atas selama bersedia menunggu dan antre, karena vaksinasi di wilayah DKI Jakarta masih diprioritaskan untuk warga Lansia.[]

Masa Kejayaan Kapal Selam dan Kekuatan Angkatan Laut RI Terbesar di Asia Tenggara

0

Nukilan.id – Indonesia tengah diselimuti duka atas hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402. Berdasarkan kabar terbaru, TNI Angkatan Laut (AL) menemukan serpihan milik kapal selam KRI Nanggala 402. Banyak pihak yang turut berduka dan mendoakan agar bangkai kapal dan jasad para awak segera ditemukan.

Namun tahu kah Anda, ternyata Angkatan Laut Republik Indonesia pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1960-an, bahkan terbesar di Asia Tenggara.

Berdasarkan buku ‘Kapal Selam Indonesia’ yang ditulis oleh Indroyono Seosilo dan Budiman pada tahun 2008 ini menceritakan sejarah keandalan Angkatan Laut Indonesia dalam beroperasi melumpuhkan musuh-musuhnya di lautan.

Ketika itu, Indonesia memiliki kapal selam jenis Whiskey Class buatan Uni Sovyet, dua kapal indah kapal selam (RJ Ratulangi dan RI Thamrin), dua kapal penangkap torpedo (KPT), dan satu kapal penyelamat.

Kehadiran armada perang tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan angkatan laut terbesar di Asia Tenggara. Sayangnya, predikat itu kian memudar seiring dengan menyusulnya jumlah kapal selam yang ada saat ini.

Bisa dibilang, keperkasaan Angkatan Laut RI itu tak terlepas dari lobi hebat yang dilakukan Presiden Pertama RI, Soekarno. Bayangkan, dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ditambah dengan hiruk-pikuknya suasana politik ketika itu, RI mampu meyakinkan Uni Sovyet untuk pengadaan kapal selam jenis Whiskey-Class yang tergolong memiliki teknologi canggih.

Di sisi lain, seluruh armada perang tersebut merupakan pinjaman lunak Uni Sovyet kepada Indonesia guna membantu operasi militer merebut Irian Barat. Bahkan untuk menunjang pengoperasian kapal selam, Uni Sovyet juga membangun Sionbankasel (Stasiun Bantu Kapal Selam) yang digunakan mengisi baterai-baterai kapal selam. Seluruh bantuan itu mencapai USD 1 miliar kala itu.

Tentunya, dengan kehadiran 12 kapal selam, dua kapal induk kapal selam, dua kapal penangkap torpedo, dan satu kapal penyelamat dalam komando jenis kapal selam itu, menjadikan Angkatan Laut RI kian berwibawa.

Berikut Kapal perang dalam komando jenis kapal selam yang pernah dimiliki Republik Indonesia, di antaranya kapal selan RI Tjakra (TJK) 401, RI Nanggala (NGL) 402, RI Nagabanda (NBD) 403, RI Trisula (TSL) 404, RI Tjandrasa (TNS) 405, RI Nagarangsang (NRS) 406, RI Hendradjala (HAD) 407, RI Alugoro (AGR) 408, RI Widjajadanu (WDU) 409, RI Pasopati (PST) 410, RI Tjudamani (TDN) 411, RI Bramastra (BMA) 412.

Lalu ada kapal indul kapal selam, yakni RI Ratulangi (RLI) 4101, RI Thamrin (THA) 4102, RI Buaja (BJA) 4103, RI Binjawak (BNK) 4104, RI Rantekambola (RKB) 4105.

Belanda Menyerah

Kemampuan Angkatan Laut RI membuat Belanda menyerah. Pada saat itulah Angkatan Laut RI menjadi angkatan laut terbesar di Asia Tenggara. Kehadiran kapal selam RI saat Operasi Trikora sukses mengepung Irian Barat, mengadakan operasi pengintaian dan menyusupkan pasukan komando ke daratan Irian. Strategi ini membuat Belanda mengurungkan niat berperang terbuka dengan Indonesia.

Terbukti, Indonesia ditakuti beberapa negara. Pasukan Belanda akhirnya menyerah dan memilih mengembalikan Irian Barat ke tangan Indonesia.

Bahkan, jika ada yang berani sembarangan melewati perairan Nusantara tanpa izin seperti kapal induk Inggris, HMS Victorious yang melewati Selat Lombok pada 1964, tetap saja bisa dicegat oleh kapal selam Indonesia. Mereka tak berani sembarangan karena dibayang-bayangi terus sampai meninggalkan perairan Nusantara.

Di lain kesempatan, kapal selam Indonesia dengan mudah bisa menyusup ke perairan pantai utara Australia. Lalu, berikutnya bisa masuk ke pelabuhan Singapura. Kapal-kapal selam itu bisa leluasa berkeliaran di perairan tersebut tanpa terdeteksi.

Kapal selam tersebut juga unjuk kebolehan di antara kapal-kapal niaga yang sedang sandar di sana untuk kemudian menghilang lagi ke dasar laut.

Tak terbayangkan pula, kapal selam Indonesia generasi 1960-an juga telah dilengkapi peluru kendali, mirip rudal Polaris, seperti yang dimiliki kapal-kapal selam modern Angkatan Laut Amerika Serikat. Kondisi seperti ini tentu membuat negara lain lebih berhati-hati jika harus berurusan dengan Indonesia.

Keandalan kapal selam Indonesia generasi Whiskey-Class itu lalu dilanjutkan generasi berikutnya, 209-Class buatan Jerman Barat. Kapal selam yang benar-benar baru ini lebih modern dan nyaman dari generasi sebelumnya. Ruang kabin sudah dipasangi penyejuk udara (AC) sehingga para awak kapal tidak lagi kepanasan seperti ketika mengoperasikan Whiskey-Class.

Lebih hebat lagi, senjata torpedo yang dipanggul kapal selam 209-Class adalah buatan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung (kini PT Dirgantara Indonesia) sebagai karya unggul putra-putri Indonesia. Hasil uji coba memperlihatkan bahwa tingkat akurasi torpedo SUT (Surface Underwater Target) buatan Indonesia mencapai 100 persen.

Penulis menyebut, tidak hanya di dunia militer, ternyata Indonesia juga merupakan sebagian kecil bangsa di dunia yang telah melaksanakan riset dasar laut dan riset laut dalam (deep sea) dengan menggunakan kapal selam riset Jepang, Shinkai 6500.

Terdapat enam ilmuwan Indonesia dan mitranya ilmuwan Jepang menyelam pada kedalaman lebih dari 2.000 meter di Palung Jawa pada Oktober 2002.

Para ilmuwan itu mencari jawaban ilmiah terhadap Patahan Sumatera, tentang endapan gas methana di dasar laut, serta keberadaan biota laut dalam yang hidup di wilayah tanpa cahaya sinar matahari itu. Merekalah ilmuwan pionir yang berhasil mendeteksi gempa Jawa Selatan (2006), dan pascatsunami Aceh (2004).

Demikian penulis mengatakan, keberadaan kapal selam diharapkan bisa menambah kewibawaan Indonesia. Lebih dari itu, kehadirannya sekaligus bisa menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menangkal ancaman dari luar.[merdeka]

Berbagi Kasih, Himadipa Gelar Gemerlap Ramadhan di Panti Asuhan Media Kasih Putra

0

Nukilan.id – Bulan Suci Ramadhan, bulan yang begitu dinanti-nantikan oleh umat islam. Dimana Ramadhan menjadi momentum untuk banyak orang belomba-lomba dalam kebaikan.

Salah satu kegiatan yang umum dilakukan adalah dengan mengadakan buka puasa bersama anak panti asuhan. Minggu (24/04).

Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Himadipa) Fakultas Ekonomi USK mengadakan kegiatan Gemerlap Ramadhan (Gema) di Panti Asuhan Media Kasih Putra dengan mengusung tema “Ramadhan Ceria, Membersihkan Hati Dengan Saling Berbagi”.

Adapun rangkaian kegiatan ini berdasar pada perlombaan bagi anak panti hingga ditutup dengan buka puasa bersama alumni dan seluruh perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan ekonomi.

Kegiatan ini dimulai sejak siang hari dimana terdapat berbagai perlombaan guna membina karakter yang bernuansa islami. Perlombaannya pun begitu variatif diantaranya, lomba adzan, tahfidz cilik, rangking 1, story telling hinga games dan pemutaran video motivasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menimbulkan rasa sosial yang lebih terhadap adik-adik kita di panti asuhan, dimana mereka yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang abang, kakak maupun keluarga. Inilah momentum yang tepat bagi kita sebagai mahasiswa untuk terjun ke lapangan demi meningkatkan kasih dan sayang kita terhadap adik-adik panti ini dan mereka merasa memiliki abang dan kakak dengan hadirnya kita di tengah-tengah mereka,” kata Misriadi selaku Ketua Panitia Gema Himadipa kepada Nukilan.id, Senin (26/4/2021).

Misriadi berharap, semoga dengan adanya diselenggarakan kegiatan ini, adik-adik hatinya terbuka untuk belajar lebih baik kedepan, serta mampu membangun kepercayaan diri.

“Karena, dapat kita lihat mereka dengan segala keterbatasannya juga ingin menjadi seperti kita,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Misriadi, dengan hadirnya kita disini juga dapat menjadi gambaran untuk mereka agar tidak putus asa kedepannya.

“Inilah yang menjadikan bulan Ramadhan kali ini begitu berkesan dimana dengan situasi saat ini, tidak menjadi penghalang bagi para mahasiswa untuk berduyun-duyun membantu dan merangkul orang-orang yang membutuhkan serta mereka yang memiliki segala keterbatasan di dalam hidup,” ungkapnya.

Semoga Ramadhan ini, kata Misriadi, mampu membentuk kita menjadi insan-insan yang bertakwa dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.[]

Tiba di Bumi Mangkurat, AHY Ziarah ke Makam Abah Anang Djazouly

0

Nukilan.id – Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berlanjut di Bumi Lambung Mangkurat. AHY tiba di Bandara Syamsuddinoor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (25/4) sore, setelah melakukan kunjungan di Aceh.

Baca juga: Silaturahmi Ulama Dayah Se-Aceh, AHY Dengar Aspirasi Ulama

AHY didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Wakil Sekretaris Jenderal Jovan Latuconsina, Direktur Eksekutif Sigit Raditya, Kepala Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron tiba di Bandara Syamsuddinoor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (25/4) sore

AHY yang tiba mengenakan baju koko putih, langsung disematkan selendang khas Banjarmasin Sasirangan bernuansa biru oleh Galuh Banjar. Beberapa kader Partai Demokrat juga tampak hadir secara terbatas dan mengedepankan protokol kesehatan untuk menjemput AHY.

AHY disematkan selendang khas Banjarmasin Sasirangan bernuansa biru oleh Galuh Banjar.

Dari Bandara Syamsuddinoor, AHY melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke makam Kyai H.M. Djazouly Fadhil bin H.M. Seaman atau yang akrab disapa Abah Anang Djazouly.

Setelah memanjatkan doa-doa untuk almarhum, AHY bersilaturahmi dengan putra ke-6 almarhum H.M Djazouly Fadhil, Pak Hilman atau yang akrab disapa Amang.

Almarhum Abah Anang Djazouly adalah ulama Banjar asal Martapura. Kyai H.M. Djazouly Fadhil bin H.M. Seman adalah cucu keturunan ke-5 ulama besar Kalimantan, K.H. Syeikh Muhammad Arsyad AL-Banjari, pengarang kitab Sabillal Muhtadin.

AHY berziarah ke makam Kyai H.M. Djazouly Fadhil bin H.M. Seaman atau yang akrab disapa Abah Anang Djazouly.

Di sela-sela kegiatannya, AHY juga menyempatkan melakukan silaturahmi dengan Radar Banjar, salah satu media anak grup Jawa Pos.

Pada kesempatan ini, AHY menceritakan bahwa kunjungan keduanya di Kalimantan Selatan kali ini, selain untuk silaturahmi dalam rangkaian Safari Ramadhan, adalah juga untuk melakukan konsolidasi kader.

“Rasanya sekarang adalah waktu yang paling baik, tentu setelah Partai Demokrat melewati fase-fase yang menjadi perhatian publik luas, ketika ada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah,” ujarnya.

AHY didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Wakil Sekretaris Jenderal Jovan Latuconsina, Direktur Eksekutif Sigit Raditya, Kepala Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron bersilaturrahmi dengan petinggi media Radar Banjar, salah satu media anak grup Jawa Pos.

“Alhamdulilah sudah bisa kita lewati dan kita justru mengambil hikmah dari itu semua, membangun kembali semangat dan memperkokoh soliditas diantara kader Partai Demokrat,” tambahnya.

Di Radar Banjar, AHY diterima Direktur Utama Radar Banjarmasin Suriansyah Achmad, Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin Toto Fachrudin, Manajer Iklan Radar Banjarmasin M. Afifuddin, Manajer Sirkulasi & Pemasaran Radar Banjarmasin Tatas Dwi Utama.

AHY terima cenderamata dari media Radar Banjar yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Radar Banjarmasin Suriansyah Achmad

Sementara AHY didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Wakil Sekretaris Jenderal Jovan Latuconsina, Direktur Eksekutif Sigit Raditya, Kepala Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron, dan Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Selatan Russian. (bcr/csa)

Baca juga: Silaturahmi AHY dan Ulama Dayah, Tgk Mustafa Sarung: Jangan Jauhi Ulama

Buat Kerumunan, TMPA Desak Gubernur Aceh Tegur Walikota Subulussalam

0

Nukilan.id – Taruna Merah Putih Aceh (TMPA) mendesak Gubernur Aceh agar segera menegur Walikota Subulussalam untuk tidak membuat kerumunan massa yang dapat menyebabkan masyarakat terpaparnya dari Covid-19.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum TMPA, Hasbi Bancian saat dikonfirmasi media Nukilan.id, Minggu (25/4/2021)

“Seperti Ramadhan fair dan membuka Cafe pribadi, sehinggamembuat adanya dampak kerumunan massa,” kata Hasbi.

Hasbi mengatakan, sudah sepantasnya walikota Subulussalam ditegur, karena, dengan jumlah masyarakat yang terjangkit Covid-19 di Aceh semakin bertambah.

“Sekarang ini, dengan meningkatnya Covid-19 di Aceh, ada 91 yang terpapar virus Corona,” ujarnya.

Hasbi menambahkan, sebagai pimpinan tertinggi di Aceh, Nova Iriansyah semakin gencar mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat, disebabkan dengan maraknya kembali masyarakat yang terjangkit.

“Sebagai Gubernur Aceh, juga menegur pemerintah kabupaten/kota jika mengabaikan prtokol kesehatan dan makin menambah kerumunan massa terkhusus kota Subulussalam demi mengurangi resiko terkena virus Covid-19 di bumi serambi Mekah ini,” terangnya.

Selain itu, kata Hasbi, perlu tindakan yang tegas dari Gubernur Aceh kepada Walikota Subulussalam.

“Bila perlu panggil dan minta keterangan agar tidak adanya kerumunan lagi nantinya,” tambahnya.

Hasbi, sebagai masyarakat, sangat menyayangkan dengan kondisi Kota Subulussalam sekarang, tidak ada batasan dan kurang mematuhi protokol kesehatan.

“Seperti tidak ada kejadian apa-apa yang melanda Indonesia saat ini,” katanya.

Hasbi menyebutkan, seperti di Cafe-cafe tidak ada lagi yang menggunakan masker dengan keramaian yang ada. Ada juga dari oknum pejabat tertinggi di Kota Subulussalam melakukan hal yang sama dan sampai mengunggah ke media sosial.

“Tidak ada rasa bersalah, malah merasa bangga dengan sikap yang di lakukan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Hasbi memohon kepada Gubernur agar menegur pejabat di tingkat Kota Subulussalam serta melayangkan surat tertulis, agar korban dari wabah Covid-19 ini tidak bertambah.[]

Reporter: Irfan

Pasien Covid-19 Sembuh 111 Orang, Kasus Aktif Kurang Seribu Orang

0
Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)

Nukilan.id – Kasus sembuh harian pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh bertambah lagi sebanyak 111 orang, sehingga kasus aktif menjadi kurang dari seribu orang. Pasien dalam perawatan saat ini tinggal 940 orang. Sementara kasus baru bertambah lagi 24 orang, dan dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani melalui keterangan tertulisnya kepada awak media massa di Banda Aceh, Minggu (25/4/2021).

“Kasus aktif adalah kasus-kasus positif Covid-19 yang masih dalam perawatan, baik dirawat di rumah sakit maupun dalam isolasi mandiri,” jelas pria yang akrab disapa SAG itu.

Ia menuturkan, penderita dengan gejala sedang dan berat dirawat di rumah sakit, yakni 150 orang. Rinciannya, 17 orang di ruang perawatan intesive care unit (ICU) dan 133 orang di ruang perawatan isolasi rumah sakit di seluruh Aceh. Kasus aktif paling banyak dirawat di rumah sakit rujukan utama di Aceh, RSUDZA Banda Aceh, mencapai 40 orang.

Sementara kasus aktif lainnya melakukan isolasi mandiri karena gejalanya ringan atau bahkan tanpa gejala, yang disebut OTG (Orang Tanpa Gejala). Meski mereka menjalani isolasi mandiri, namun berada dalam pengawasan petugas kesehatan. Apabila mengalami eskalasi gejala menjadi lebih berat dan disertai sesak nafas, mereka segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Keluarga yang memiliki OTG seyogyanya merawatnya sesuai protokol isolasi mandiri pasien Covid-19, untuk mencegah penularan bagi anggota keluarga yang lain. Anggota keluarga yang sakit ditempatkan di ruang terpisah dengan anggota keluarga yang lain, dengan  perlengkapan makan-minum dan peralatan sanitasi tersendiri, kata SAG mengingatkan

“kerja sama yang baik antara orang sakit, anggota keluarga, dan petugas kesehatan yang melakukan pengawasan, sangat menunjang percepatan pemulihan pasien Covid-19,” tambah SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal 25 April 2021. Kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.677 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.319 orang. Pasien dirawat sebanyak 940 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 427 orang.

Data akumulatif tersebut sudah termasuk penambahan 24 kasus konfirmasi baru dalam kurun waktu 24 jam terkahir, pasien sembuh bertambah 111 orang, dan kasus meninggal dunia yang bertambah dua orang.

Kasus-kasus positif baru meliputi warga Aceh Tamiang sebanyak 10 orang, dan warga Pidie lima orang. Selanjutnya warga Pidie Jaya, Aceh Besar, dan warga Banda Aceh, sama-sama dua orang. Selebihnya, satu warga Bireuen, dan dua lainnya warga dari luar daerah Aceh.

Selanjutnya SAG mengatakan, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah 111 orang, meliputi warga Banda Aceh 28 orang, Aceh Selatan empat orang, warga Lhokseumawe dan Aceh Besar, masing-masing tiga orang. Kemudian, warga Aceh Timur dua orang, warga Aceh Utara dan Aceh Barat, sama-sama satu orang. Sedangkan 69 orang merupakan warga dari luar Aceh.

“Sedangkan dua pasien Covid-19 dalam perawatan dilaporkan meninggal dunia, yakni warga Kabupaten Aceh Utara dan warga Kota Lhokseumawe,” tambah SAG.

Lebih lanjut, ia melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 709 orang, yang meliputi 621 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.147 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.062 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 53 orang, dan sebanyak 32 orang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.[]

Google News Initiative Gandeng AMSI Kembangkan Bisnis Digital

0

Nukilan.id – The Google News Initiative (GNI) bersama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama mengembangkan bisnis digital siber online skala kecil dan menengah. Kerja sama ini diwujudkan melalui program the Digital Growth Program (DGP).

“Kerja sama ini untuk meningkatkan kapasitas media online dari aspek optimalisasi teknologi digital yang mendukung bisnis media digital,” kata Wenseslaus Manggut, Minggu (25/4/2021) di Jakarta.

Secara khusus, Digital Growth Program membantu memecahkan masalah-masalah yang muncul ketika pemilik perusahaan media digital menjalankan bisnisnya. Bentuk kegiatan Digital Growth Program adalah 11 workshop online berseri yang terdiri dari lima tema yaitu pengembangan Audience, Advertising, Product, Data dan Reader Revenue. Workshop digelar sejak awal April hingga awal Agustus 2021.

Kerja sama serupa juga dilakukan GNI di Korea Selatan dan Jepang. Workshop di tiga negara Asia Pasific ini berlangsung secara paralel dengan melibatkan narasumber dan moderator dari pelaku-pelaku media online yang kompeten dari negara masing-masing.

Pada pelatihan pertama dengan tema Audience telah berlangsung pada 1 April 2021 mengangkat topik “Understanding Your Audience #1”. Para peserta workshop pun mendapat pengetahuan tentang memahami konsumen berita, dan alat ukur yang relevan untuk membangun strategi pengembangan pembaca lebih luas dan loyal.

Tercatat 448 peserta dari Indonesia telah mendaftar untuk pelatihan ini. Dimoderatori oleh Adek Media Roza (Editor dan Researcher Katadata) dan pembicara tamu Suwarjono (Editor in Chief Suara.com), kegiatan pertama tersebut pun sukses dihadiri 148 peserta secara live, yang terdiri dari pelaku bisnis media dan stakeholder media online.

Yudie Thirzano (Vice General Manager Tribunnews.com) telah mengisi workshop “Understanding Your Audience #2” yang berlangsung 15 April lalu. Sedangkan Iin Yumiyati (Editor in Chief News and Deputy Director Haibunda.com and Detik.com) akan mengisi “Understanding Your Audience #3” pada 29 April.

Sejumlah pimpinan media seperti, Irfan Junaidi (Editor in Chief Republika.co.id), Wenseslaus Manggut (CCO Kapan Lagi Youniverse/KLY), dan Wahyu Dhyatmika (Editor in Chief Majalah Tempo) akan mengisi materi workshop sesi selanjutnya.

Selain workshop, Digital Growth Program juga akan melaksanakan kegiatan pendampingan khusus (mentoring) melibatkan trainer-trainer Google dalam Lab 1:1. Pendampingan intensif diberikan kepada 10 publisher terpilih dari Asia Pasific untuk pendalaman lima materi dan sekaligus praktik selama sekitar 15 minggu.

Khusus peserta Indonesia, AMSI dan Google akan melakukan seleksi bersama. Sekitar 2-3 publisher lokal yang aktif mengikuti workshop akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Labs 1:1.

Layani Adminduk Tanpa Diskriminasi, Dukcapil Bantu Transgender Buatkan KTP-el

0

Nukilan.id – Setiap penduduk Warga Negara Indonesia berhak atas semua pelayanan publik dasar tanpa diskriminasi. Hal ini juga berlaku bagi kaum transgender yang kerap dipandang sebagai warga marginal dan terpinggirkan dari pergaulan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun terus mendorong jajaran Ditjen Dukcapil di mana pun untuk selalu proaktif memaksimalkan pemberian pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk para transgender.

Itu sebabnya, Ditjen Dukcapil Kemendagri berkomitmen membantu memudahkan para transgender untuk mendapatkan mendapat dokumen kependudukan terutama KTP-el, kartu keluarga dan akta kelahiran. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi virtual antara Perkumpulan Suara Kita dengan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh melalui aplikasi zoom di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

“Dukcapil seluruh Indonesia akan membantu teman-teman transgender untuk mendapatkan dokumen kependudukan.
Bagi yang sudah merekam data caranya: harus diverifikasi dengan nama asli dulu. Pendataannya tidak harus semua ke Jakarta. Di daerah masing-masing juga bisa dibantu oleh Dinas Dukcapil setempat. Termasuk untuk dibuatkan KTP-el sesuai dengan alamat asalnya,” kata Dirjen Zudan.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Suara Kita, Hartoyo, banyak transgender tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KTP-el, KK dan akta kelahiran. Kondisi ini mempersulit mereka mengakses layanan publik lain, seperti bidang kesehatan untuk mengurus BPJS Kesehatan, mendapat bantuan sosial dan lainnya

“Kawan-kawan transgender ini masih kerap menemui hambatan ketika mengurus layanan publik terutama terkait administrasi kependudukan. Mungkin karena miskin dan minder, malu, atau hambatan lainnya. Akibatnya mereka sulit mengurus pelayanan publik lain, seperti BPJS-Kes, atau sulit mendapat akses bansos. Padahal banyak di antaranya yang hidup miskin sebagai pengamen dan profesi lainnya,” kata Hartoyo menjelaskan.

Sebagai tahap awal pihaknya sudah mengumpulkan data 112 transgender di Jabodetabek yang sama sekali belum memiliki dokumen kependudukan untuk dibantu pengurusannya. Data tersebut mencakup nama asli (bukan nama panggilan), tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, nama ibu, dan nama bapak.

Bagi transgender yang pernah terdata dan punya KTP lama, kata Dirjen Zudan, Dukcapil akan melakukan verifikasikan data tersebut di database. Buat yang datanya cocok Dukcapil akan mencetakkan KTP-el terbaru untuk mereka.

Dirjen Zudan sendiri sudah menunjuk pejabat pelaksana yang akan membantu sepenuhnya mengkoordinasikan para transgender mengurus dokumen kependudukannya dengan mudah.

Terkait surat pindah dan akta kelahiran, Dirjen Zudan menyarankan dapat diurus secara online atau via Whatsapp di Dinas Dukcapil setempat.

“Yang penting kita koordinasi agar diberikan kemudahan, data 112 orang sudah terkumpul bisa di WA ke saya,” kata Dirjen Zudan.

[Puspen Kemendagri]

IPMAT Jualan Takjil Selama Ramadhan untuk Donasi Anak Yatim

0

Nuklian.id – Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) menjual takjil selama bulan Ramadhan dan hasilnya akan didonasikan kepada anak yatim di Aceh Tenggara.

Sesuai pantauan Nukilan.id, IPMAT berjualan di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh.

Ketua IPMAT, Irsal Hadi mengatakan bahwa, yang membedakan kami berjualan takjil dengan pemuda dan masyarakat yang lain, lebih ke hasil dari penjualan takjil akan di donasikan kepada anak yatim yang ada di kuta cene Aceh Tenggara.

“Dengan berjualan takjil bisa membawa manfaat serta keberkahan bagi kita semua, khususnya bagi mahasiswa Aceh Tenggara, serta dapat membantu anak-anak yatim yang ada di Aceh Tenggara,” tuturnya.

Irsal menyampaikan, pihaknya sudah membuka donasi atau sumbangan untuk anak yatim mulai dari 17 April 2021 dan penjualan takjil tersebut

“Sudah beberapa hari berjalan mulai dari  22 April 2021 sampai dengan hari ini,” sebutnya.

Irsal berharap kepada seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa di Banda Aceh, agar bisa membeli takjil dan mensisihkan sedikit rezeki untuk beramal di bulan suci Ramadhan dan untuk saling berbagi dengan sesama.

“Semoga adek-adek kita yang lebih membutuhkan di Aceh Tenggara bisa ikut terbantu,” tambahnya.

Untuk diketahui, kata Irsal, menu takjil yang dijual yaitu, mie goreng, risol, bakwan dan banyak makanan khas Kutacane juga di pasarkan dengan harga yang sangat murah .

“Dengan banyaknya penjual takjil dan pembeli, sepanjang Jalan tersebut dipadati warga, sehingga membuat arus lalu lintas dikawasan darusaalam menjadi padat,” tutupnya.

Reporter: Irfan

AHY Janjikan Musda Demokrat Aceh Demokratis

0

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, DPP PD saat ini sedang menyusun Peraturan Organiisasi (PO) yang spasifik antara satu daerah dengan daerah lainnya, karena ada kebijaksanaan tersendiri yang perlu dilakukan, sehingga PO disesuaikan dengan keadaan daerah masing-masing.

Baca juga: Silaturahmi AHY dan Ulama Dayah, Tgk Mustafa Sarung: Jangan Jauhi Ulama

Hal itu disampaikan AHY pada pertemuan dengan kader Demokrat dan Wartawan sesuai Prokes Covid di Cafee Kontana, Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (24/4/2021) malam.

AHY menjelaskan itu menjawab pertanyaan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh yang Sudah habis masanya.

“Jadi masih kami sempurnakan, Karena ada beberapa penyesuaian yang termaktub dalam AD/ART terbaru,” kata AHY.

Baca juga: Penjelasan AHY Bila Pilkada Tidak Digelar 2022 dan 2023

AHY menyebutkan, setelah selesai pihaknya akan sagera mensosialisasikan PO tersebut kepada jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat melalui Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK).

“Tapi yakinlah, kalau semua sudah Sudan selesai, Sekjend Partai Demokrat Teuku Riefki Harsya akan menangani langsung juga, pasti akan kita selenggarakan (Musda DPD PD Aceh) dan mudah-mudahan itu nanti dapat berjalan dengan baik, lancar dan demokratis,” ujar AHY.

Baca juga: Silaturahmi AHY dan Ulama Dayah, Tgk Mustafa Sarung: Jangan Jauhi Ulama

Dijelaskan, pasca prahara KLB ilegal di Deliserdang, bukan berarti Partai Demokrat tidak fokus, namun justru lebih fokus melakukan konsolidasi dengan internal partai, termasuk melalui forum-forum Musda.

Partai Demokrat sampai dengan hari ini masih menyempurnakan (PO) yang menjabarkan secara teknis, mekanisme tentang tata cara penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab).

“Nanti setelah selesai, setelah saya tanda tangani, baru ada tahapan sosialisasi,” jelas AHY.

Reporter: AW