Beranda blog Halaman 2190

BLT UMKM 2021 Cair untuk 9,8 Juta Orang, Berikut Cara Cek Data Penerima

0
Ilustrasi

Nukilan.id – Kementerian Koperasi dan UKM sudah mulai mencairkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM 2021 tahap kedua mulai dari 11 Mei 2021 kemarin. Pencairannya melalui bank penyalur, yaitu Bank BRI, BNI dan Bank Aceh Syariah.

Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengungkapkan, bantuan senilai Rp1,2 juta tersebut ditujukan kepada 9,8 juta penerima.

“InshaAllah hari ini tersalurkan semua ke bank penyalur sebanyak 9,8 juta penerima,” kata Eddy Satriya kepada Okezone, Selasa (11/5/2021).

Pelaku usaha bisa memastikan terlebih dahulu apakah termasuk penerima BLT UMKM atau tidak melalui bank penyalur. Dikutip dari Instagram @kemenkopukm, Selasa (11/5/2021), begini cara mengecek penerima BLT UMKM di Bank BNI:

Pertama, masuk ke laman https://banpresbpum.id. Selanjutnya, isi Nomor KTP dan pilih Cari. Dalam laman tersebut akan ada pemberitahuan jika Anda masuk atau tidak sebagai penerima BPUM atau BLT UMKM 2021.

Selanjutnya untuk daftar penerima di Bank BRI, masyarakat bisa mengecek melalui laman eform.bri.co.id/bpum. Setelah membuka laman tersebut, masukkan nomor KTP dan kode verifikasi dan selanjutnya mengklik proses inquiry. Jika muncul notifikasi “Nomor e-KTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM”, maka dipastikan Anda bukan termasuk penerima BLT UMKM. [okezone]

Kemenkumham: 121.026 Napi Terima Remisi Khusus Idulfitri

0

Nukilan.id – Sebanyak 121.026 narapidana (napi) di berbagai lembaga pemasyarakatan mendapatkan remisi khusus Idulfitri 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, dan 550 orang di antaranya langsung bebas.

“Remisi khusus diharapkan memotivasi warga binaan pemasyarakatan untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenkumham Reynhard Silitonga, Rabu (12/5/2021).

Reynhard mengatakan, pada 2021 jumlah penerima remisi khusus Idulfitri terbanyak berasal dari wilayah Sumatera Utara, yakni 14.906 orang, kemudian Jawa Timur 13.223 orang dan Jawa Barat sebanyak 11.776 orang.

Pemberian hak remisi dilakukan secara cepat dan transparan melalui sistem database pemasyarakatan (SDP) serta tanpa pungutan liar karena dilakukan secara dalam jaringan (daring).

“Pemberian remisi tahun ini juga menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp62,3 miliar dari rata-rata anggaran biaya makan sebesar Rp17 ribu per hari untuk satu orang,” katanya.

Remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam ketentuan perundang-undangan.

Besaran pengurangan masa pidana yang diberikan meliputi 15 hari, satu bulan, satu bulan 15 hari hingga dua bulan. Berdasarkan SDP, jumlah warga binaan pemasyarakatan di Indonesia per 5 Mei 2021 yakni 263.186 orang.

Perinciannya 210.647 narapidana dan 52.539 tahanan. Dari jumlah tersebut terdapat 197.801 orang yang beragama Islam.

Secara umum, di tengah kondisi lembaga pemasyarakatan yang penuh sesak dan pandemi COVID-19, pemerintah terus mengoptimalkan layanan dan pembinaan warga binaan serta berusaha mengubah paradigma layanan pemasyarakatan menjadi lebih cepat, akurat dan tepat sasaran dengan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi.

Tujuannya mencegah penyalahgunaan wewenang, mempermudah pemantauan, meningkatkan transparansi, dan kepastian hukum.

“Jangan pernah khawatir, hak-hak warga binaan pemasyarakatan pasti akan terpenuhi sepanjang memenuhi syarat yang telah ditentukan,” kata Reynhard.

Untuk itu, Dirjenpas mengajak seluruh warga binaan untuk terus berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum dan melanggar tata tertib di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara dan lembaga pembinaan khusus anak.[antara/jpnn]

Sambut Idul Fitri, DLH dan Mahasiswa Aceh Tamiang Bersihkan Sampah

0

Nukilan.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang bersama Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang (Pematang) membersihkan sampah di wilayah Kota Kuala Simpang pada Rabu (12/5/2021) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H yang jatuh pada Kamis (13/5/2021).

Dalam kegiatan itu, DLH dan Pematang mengerahkan puluhan personilnya untuk memungut sampah yang berserakan di seluruh penjuru Kota Kuala Simpang.

Baca juga: Gelar Aksi Pungut Sampah, Bupati dan DLH Apresiasi Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang

Plt Kadis Lingkungan Hidup, Surya Luthfi, S. STP mengatakan bahwa, selama bulan Ramadhan sampah di Aceh Tamiang khususnya di pusat Kota Kuala Simpang semakin meningkat. Maka dari itu, pihaknya mengerahkan personil dan dibantu oleh puluhan mahasiswa untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

“Selama bulan puasa, sampah semakin banyak, maka malam ini kita bersama adek-adek mahasiswa sama-sama memungut sampah untuk menjaga kebersihan kota dalam menyambut Idul Fitri,” ujarnya.

Ia juga sangat berterima kasih dan mengapresiasi para mahasiswa yang sudah sangat membantu pemerintah dalam menciptakan Aceh Tamiang yang Bersih dan Nyaman.

“Semoga apa yang dilakukan oleh adek-adek mahasiswa ini, bisa menjadi contoh dan semangat bagi masyarakat untuk jaga kebersihan,” tambahnya.

Baca juga: Malam Takbiran, Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang Gelar Aksi Pungut Sampah

Oleh karena itu, Surya berharap kepada seluruh masyarakat terutama pedagang untuk meningkatkan kesadaran dan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan.

“Kita berharap masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan rumahnya, terutama bagi para pedagang untuk menjaga sampahnya masing-masing dengan membuang sampah pada tempatnya,” kata Surya.

Surya juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Aceh untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan Aceh Tamiang yang bersih dan nyaman.

“Mari kita bersama-sama membangun Aceh Tamiang, karena salah satu program pak Bupati adalah ingin menciptakan Aceh Tamiang bersih dari sampah,” pungkasnya.

Sementara itu, Surya menyampaikan bahwa, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang dalam hal ini DLH, akan menciptakan program ojek sampah untuk memungut semua sampah yang ada di masyarakat.

Baca juga: Jalan Tikus Pemudik Ditutup Satlantas Polres Aceh Tamiang

“Kita akan buat program ojek sampah untuk mengatasi sampah yang ada di Aceh Tamiang, makanya kita butuh dukungan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sebelum kegiatan seluruh pesonil melakukan apel bersama dengan Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, S.H., M.Kn. Dan diikuti oleh Plt Kadis LHK Aceh Tamiang, Surya Luthfi, S. STP, Kadis Dishub Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, Puluhan Personil Kebersihan, Puluhan Mahasiswa Aceh Tamiang dan Awak media.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi Komunitas Pematang yang telah melakukan aksi sosial dengan memungut sampah-sampai di wilayah Kota Kuala Simpang.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan adek-adek mahasiswa yang sudah membantu pemerintah dalam membersihkan kota Kuala Simpang malam ini,” kata Mursil.

Mursil mengucapkan terimakasih dan memberi apresiasi yang sangat luar biasa kepada mahasiswa dari komunitas Pematang, karena telah ikut berpartisipasi dalam menciptakan kota Kuala Simpang bersih dan nyaman dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

“Berkat bantuan mahasiswa kemudian keseriusan rekan kita dari DLH. Alhamdulillah malam ini mereka bertekat untuk membersihkan kota kuala simpang. Karena kita ingin menciptakan kota kuala simpang yang bersih dan nyaman,” tambahnya.[AW]

Gelar Aksi Pungut Sampah, Bupati dan DLH Apresiasi Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang

0

Nukilan.id – Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang (Pematang) melakukan kegiatan aksi sosial dengan memungut sampah di Kota Kuala Simpang, Rabu (12/5/2021) malam pukul 00:00 WIB.

Kegiatan tersebut berkerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang. Dan dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, S.H., M.Kn.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi Komunitas Pematang yang telah melakukan aksi sosial dengan memungut sampah-sampai di wilayah Kota Kuala Simpang.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan adek-adek mahasiswa yang sudah membantu pemerintah dalam membersihkan kota Kuala Simpang malam ini,” kata Mursil.

Mursil mengucapkan terimakasih dan memberi apresiasi yang sangat luar biasa kepada mahasiswa dari komunitas Pematang, karena telah ikut berpartisipasi dalam menciptakan kota Kuala Simpang bersih dan nyaman dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada adek-adek mahasiswa komunitas Pematang, atas partisipasinya yang sangat luar biasa malam ini, untuk mewujudkan kota kuala simpang yang bersih dalam menyambut Idulfitri,” kata Mursil.

“Berkat bantuan mahasiswa kemudian keseriusan rekan kita dari DLH. Alhamdulillah malam ini mereka bertekat untuk membersihkan kota kuala simpang. Karena kita ingin menciptakan kota kuala simpang yang bersih dan nyaman,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menghimbau kepada masyarakat Aceh Tamiang, terutama pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan mengumpulkan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Himbauan kepada masyarakat, terutama yang berjualan, agar sampah tersebut dikumpulkan dan ditumpukkan jangan diserakan, supaya memudahkan petugas saat membersihkan dan beban kerjanya menjadi ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Tamiang, Surya Luthfi, S. STP mengatakan, pihaknya juga sangat mengapresiasi kepedulian komunitas Pematang terhadap keberaihan.

“Peran mahasiswa dalam kepedulian terhadap kebersihan sangat kami apresiasi, karena apa, mungkin inilah jiwa muda mulai bangkit,” ungkapnya.

Surya berharap, dengan adanya kegiatan ini, sehingga kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan ikut bangkit.

“Kalau pemuda sudah sangat peduli terhadap sampah. Maka kedepan akan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah,”  ujarnya.

Selain itu, Surya juga mengatakan bahwa, gebrakan mahasiswa komunitas Pematang dalam membantu petugas-petugas kebersihan ini adalah sejarah, karena kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan mahasiswa di Kota Kuala Simpang.

“Ini adalah sejarah, kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam membantu petugas-petugas kebersihan baru pertama dilakukan,” ujarnya.

Maka dari itu, ia berharap kegiatan positif dari mahasiswa ini dapat menjadi kegiatan rutinitas tahunan.

“Semoga kegiatan para mahasiswa ini bisa menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya,” harpanya.

Surya juga mengingat masyarakat Aceh Tamiang untuk dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan Aceh Tamiang Bersih dan nyaman.

Ketua Umum Pematang, Fathria Ath Thahiry berharap, kegiatan aksi sosial ini dapat meningkatkan semangat masyarakat di Aceh Tamiang untuk selalu menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Dengan adanya kegiatan ini, kedepannya dapat menjadi pecutan semangat bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk peduli akan kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” harapnya.

Oleh karena itu, Fathria mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut bekerjasama dalam menjaga lingkungan.

“Kami juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut berkerjasama untuk peduli dengan lingkungan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, Seluruh petugas kebersihan Aceh Tamiang, Puluhan Mahasiswa Pematang dan awak media.[AW]

Izin Sesuai Prosedur, Gugatan Walhi Ditolak PTUN

0
Kuasa Hukum Tergugat Mohd. Jully Fuady

NUKILAN.ID: Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh menolak Gugatan Yayasan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang diwakili oleh Nurhidayati dan Cholisoh pada hari Selasa 11 Mei 2021 melalui sistem e-court Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh dalam Amar Putusannya memutus menyatakan Eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi tidak diterima, dan dalam Pokok Perkara menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya dan menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sejumlah Rp. 21.883.000,- (dua puluh satu juta delapan ratus delapan puluh tiga ribu rupiah).

Gugatan dengan nomor perkara 35/G/LH/2020/PTUN-BNA dengan Tergugat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh dan Tergugat II Intervensi Koperasi Serba Usaha (KSU) Tiega Manggis dengan objek Gugatan Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor: 540/DPMPPTSP/1687/IUP-OPI-/2020.tanggal 11 Juni 2020 Tentang Persetujuan Perpanjangan Pertama Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Komoditas Bijih Besi DMP KSU Teiga Manggis di kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan seluas 200 ha.

Kuasa Hukum Tergugat Mohd. Jully Fuady ketika dihubungi memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Majelis Hakim Pemeriksa terhadap Putusan ini, “ kami ucapan terima kasih atas persidangan yang berjalan dengan baik dan apresiasi terhadap Putusan ini, kemenangan ini kami dedikasikan kepada Almarhum Imam Saragih atas totalitas dan integritas beliau selama ini dalam Tim Pengacara Pemerintah Aceh”.

Lebih lanjut Koordinator Tim Kuasa Hukum Pemerintah Aceh ini memaparkan,” dalam Gugatan ini yang dipersoalkan oleh Penggugat adalah Prosedur penerbitan Izin, Kewenangan dan Substansi termasuk mempersoalkan lokasi Izin yang masuk dalam areal Kawasan Ekosistem Leuser, Alhamdulillah dalam persidangan sudah clear terbukti tidak ada yang melanggar ketentuan baik Standar Operasional Prosedur (SOP) Perizinan dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku saat Izin ini diterbitkan”, namun kami belum mendapatkan Salinan Putusannya, ujar Jully Fuady.

Sebagaimana diketahui, KSU Tiega Manggis mendapatkan konsesi perizinan IUP melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu [DPMPTSP] Aceh telah mengeluarkan persetujuan perpanjangan pertama izin usaha pertambangan [IUP] operasi produksi bijih besi dan mineral pengikutnya untuk Koperasi Serba Usaha [KSU] Tiega Manggis.

Koperasi ini berada di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Persetujuan tersebut ditandatangani Kepala DPMPTSP Aceh pada tanggal 11 Juni 2020.

Kunjungi Pertamina Rayon 2 Aceh, BPH Migas Minta ATG Segera Berfungsi dengan Baik

0

Nukilan.id – Hari ketujuh 7 BPH Migas Goes to Sumatera, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa bersama team melakukan kunjungan ke Pertamina Rayon 2 Aceh. Dalam kunjungan tersebut Tim BPH Migas juga didampingi SBM Pertamina Rayon 2 Aceh Salman Al Farisy ke TBBM Meulaboh, diterima Kepala TBBM Meulaboh Dadang Mulyana, Senin (10/5/2021).

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menyampaikan bahwa BPH Migas tidak memiliki cabang atau perwakilan di daerah, karena itu jika tidak rajin turun ke lapangan, tidak akan mungkin untuk bisa tahu kondisi riil di bawah.

“Hari ini, berhari-hari, puluhan jam, ribuan kilometer dilalui untuk salah satunya agar mengerti kondisi lapangan yang sesungguhnya,” ujarnya seperti dilansir merdeka.com, Selasa (11/5/2021).

Lanjutnya, selain beberapa hal secara interaktif sudah diperbincangkan, masukan yang diberikan intinya terkait safety dan quality, keselamatan dan kualitas pekerjaan. “BPH Migas telah membuat peraturan cadangan operasional dengan ketentuan 11 hari namun saat ini masih mentoleransi. Ada 150 lebih Badan Usaha tetapi karena Pertamina BUMN dan terbesar, maka penting hal ini disampaikan kepada Pertamina,” ujar Fanshurullah Asa.

Fanshurullah juga meminta agar sertifikasi ditambah iso 37000 anti suap, sebab patut diduga berdasarkan informasi lapangan terkait penyimpangan-penyimpangan yang indikasi masih ada terjadi. Selain itu, perlu tambah kendaraan tanki untuk pelayanan Pertashop, seiring dengan target 80 Pertashop maka tentu asumsi harus target tercapai sebagaimana iso 9000 untuk antisipasi, sehingga pendukung operasional transportir mesti dipersiapkan.

Satu hal yang tak kalah pentingnya, lanjutnya, instrumen pengukur level otomatis atau yang sering disebut dengan Automatic Tank Gauge (ATG) mesti terintegrasi dengan IT Nozzle SPBU, sebab sesungguhnya itu bagian inti dari pelayanan kesiapan suplay BBM. “Sampai dengan hari ini, yang saya tahu belum terintegrasi, padahal investasinya mahal,” ujarnya.

MPU Aceh: Takbiran dan Sholat Idul Fitri Harus Prokes Ketat

0

Nukilan.id – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan pelaksanaan takbiran dan sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah harus dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Aceh melaksanakan takbiran dan shalat Idul Fitri di masjid-masjid, meunasah, mushala, maupun lapangan terbuka dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat,” kata Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Alydi Banda Aceh, Selasa (11/5/2021) malam.

Dia menjelaskan pelaksanaan takbiran dan shalat Idul Fitri dengan menerapkan protokol kesehatan ketat tertuang dalam tausiah MPU Aceh tentang pelaksanaan ibadah Idul Fitri dan kegiatan keagamaan lainnya tahun 1442 Hijriyah.

Menurut Tgk H Faisal Alypandemi Covid-19 masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Pandemi Covid-19 juga berdampak pada pelaksanaan hari raya Idul Fitri dan kegiatan lainnya.

Oleh karena itu, MPU Aceh mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap dan terus meningkatkan kewaspadaan diri terhadap ancaman pandemi Covid-19.

“Patuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, selalu menjaga jarak, serta menghindari kerumunan,” kata Tgk H Faisal Ali yang akrab disapa “Lem Faisal”itu.

Dia mengatakan MPU Aceh juga mengajak masyarakat yang baru kembali dari luar daerah untuk membatasi diri dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Tujuannya, untuk mencegah penularan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini pemerintah terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Provinsi Aceh.

“Kami juga mengajak seluruh Aceh merayakan Idul Fitri dengan senantiasa berdoa untuk keselamatan, mengedepankan perilaku terpuji, keamanan dan kenyamanan, tidak berperilaku tabzir, serta mempererat silaturahim,” demikian Tgk H Faisal Aly.[republika]

Komisaris BSI Kunjungi Aceh Pantau Langsung Proses Migrasi Sistem IT

0

Nukilan.id – Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk M. Arief Rosyid Hasan menyatakan kehadirannya ke Aceh untuk melihat langsung dan juga menyerap informasi dari berbagai pihak terkait layanan bank tersebut.

“Saya  datang ke Aceh dan ingin mendengar langsung berbagai informasi dari berbagai pihak yang ada di Aceh,” kata Arief di sela-sela bersilaturrahmi dengan Ombudsman RI Perwakilan Aceh, di Aceh Besar, Selasa (11/5/2021).

Ia menjelaskan kehadirannya juga untuk melihat langsung berbagai upaya yang terus dilakukan oleh manajemen BSI guna memberikan layanan prima kepada nasabah.

“Saat ini tim BSI  terus bekerja maksimal dalam melaksanakan proses migrasi yang melibatkan 31 tenaga teknologi informasi (IT) dan mereka akan berlebaran disini,” kata Arief.

CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh, Nana Hendriana Nana menyatakan sebanyak 31 tenaga teknologi informasi sudah disebar ke seluruh Aceh untuk memaksimalkan migrasi anjungan tunai mandiri (ATM) yang ada di Aceh.

BSI memiliki hampir 900 unit ATM di Aceh. Sekitar 450 unit ATM yang berasal dari BRIS belum berfungsi optimal. BSI menargetkan sebanyak 110 unit ATM dari 450 unit tersebut bisa melayani kebutuhan masyarakat sebelum lebaran.

“Saat ini proses migrasi sedang berjalan dan untuk memaksimalkan proses migrasi ini Direksi BSI juga menugaskan pejabat setingkat kepala divisi untuk mengoptimalkan layanan kepada seluruh nasabah di Aceh,” katanya.

Menurut dia seluruh perangkat untuk memaksimalkan layanan di ATM BSI sudah dikirim ke Aceh.

“Insya Allah proses penyatuan ini akan berlangsung pada Juni dan untuk memaksimalkan program tersebut akan banyak tim yang akan datang ke Aceh,” katanya.

Head of Corporate Communication PT BSI Tbk Eko Nopiansyah mengatakan pihaknya terus berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di provinsi ujung palig. Barat Indonesia itu.

“Kita akan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nasabah dan proses migrasi akan dilaksanakan secepatnya,” katanya.

Kepala Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, Rudi Ismawan memberikan apresiasi terhadap langkah dan upaya yang telah dilakukan oleh BSI guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Langkah cepat yang dilakukan BSI ini patut kita apresiasi dan kita juga terus memastikan terhadap komitmen mereka untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Aceh, Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk M. Arief Rosyid Hasan turut bersilaturrahmi dengan Kapolda Aceh, Kepala OJK Perwakilan Aceh dan Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh.[Antara]

310 Kg Sabu Milik Sindikat Iran-Nigeria Masuk via Aceh

0

Nukilan.id – Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat (Polres Jakpus) menangkap pengedar jaringan sindikat Iran-Nigeria dengan barang bukti 310 kg sabu. Barang haram itu masuk ke Indonesia melalui jalur laut di Aceh. 

“Barang ini masuk via laut di Aceh. Dari ujung Sumatra sana kemudian dibawa lewat darat ke Jakarta. Kalau ditanya disebarkan di mana, ya termasuk di Jakarta sini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Hotel N1, Tanah Abang, Jakpus, Selasa (11/5/2021). 

Selanjutnya, kata dia, 310 kg sabu itu ditempatkan di Hotel N1. Setelah itu barulah dua pengedar berinisial NR dan HA membawanya menggunakan mobil Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi B 9418 CCD. 

Setelah diselidiki dan dibuntuti aparat, kedua pelaku berserta barang bukti diamankan di Desa Rawa Kalong, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/5) pukul 22.00 WIB. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, mengatakan, dua pengedar itu merupakan bagian dari jaringan sindikat narkotika Iran-Nigeria. “Diduga jaringan ini dikendalikan antar negara. Diduga pabriknya di timur tengah, diduga di Iran. Pengendalinya sindikat narkotika Nigeria untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” kata Fadil pada kesempatan sama.

Fadil menambahkan, selain dikemas dalam tabung yang sulit dideteksi, sabu itu juga dikemas dalam tupperware. “(Tulisan) besaran jumlah kilogramnya (di tupperware) menggunakan abjad arabic dan patut diduga dari Timur Tengah,” kata dia. 

Adapun informasi masuknya barang haram itu ke Indonesia, ujar Fadil, merupakan buah kerja sama kepolisian Indonesia dengan Drug Enforcement Administration (DEA), sebuah lembaga penegak hukum federal Amerika Serikat. Pengejaran tersangka lainnya dalam kasus ini ke depan juga akan melibatkan DEA dan lembaga luar negeri lainnya. 

Fadil menambahkan, 310 kg sabu itu nilainya setara Rp 400 miliar. Jika sempat beredar, maka bisa dipakai oleh 1,2 juta pencandu. “Ini adalah tangkapan terbesar yang dilakukan satuan Reskrim Polres sampai dengan saat ini,” kata Fadil. 

Kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Jakpus. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 115 agar 2 subsider Pasal 114 ayat 2 Subsider lebih Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

“Ancamannya paling singkat enam tahun penjara, paling lama 20 tahun penjara atau hukuman mati,” kata Yusri pada kesempatan sama.[republika]

Aminullah Ajak Semua Lembaga dan Instansi di Banda Aceh Peduli Lingkungan

0

Nukilan.id – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengajak seluruh lembaga, instansi, dan organisasi untuk peduli akan lingkungan sekitar, terutama peduli kepada anak yatim piatu.

“Santuni anak yatim piatu, dan fakir miskin di sekitar kita. Allah berikan kita kelebihan, ada hak mereka dalam setiap rezeki yang kita dapat,” kata Aminullah bakda shalat tawarih, Senin (10/5/2021) malam, di Aminullah House Lampaseh Aceh.

Aminullah mengungkapkan, hal tersebut seiring dengan visi dan misi Kota Banda Aceh saat ini, yaitu membangun Banda Aceh dalam tiga pilar: ekonomi, agama dan pendidikan, yang gemilang dalam bingkai syariah.

“Bulan ramadhan sudah di penghujung. Walau demikian, bukan berarti kita berhenti berbagi. Mari kita terus mensejahterakan mereka (anak yatim dan piatu), dengan begitu sama halnya dengan mensejahterakan diri, dan juga keluarga kita,” tuturnya.

Wali Kota Aminullah bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin dalam setiap peringatan hari jadi Banda Aceh selalu menanamkan perilaku berbagi dalam basis pemerintahan.

Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkannya untuk mengasihi yatim piatu dan fakir miskin. Hal tersebut, baginya merupakan bumbu kesuksesannya selama menahkodai pemerintahan.

“Saya tanamkan hal demikian kepada seluruh OPD, dan saya minta mereka melakukan hal yang sama di dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Berkah amal inilah yang menjaga kita semua, menjaga Banda Aceh jauh dari marabahaya, dan juga bencana,” pungkasnya.[bandaaceh.go.id]