Beranda blog Halaman 2184

Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional, Berikut Tema Harkitnas 2021

0
Logo Harkitnas 2021. foto/https://web.kominfo.go.id/

Nukilan.id – Berikut ini sejarah Hari Kebangkitan Nasional beserta tema peringatan Harkitnas 2021. Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati pada 20 Mei setiap tahunnya.

Seluruh rakyat Indonesia akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-113 besok, Kamis 20 Mei 2021. Adapun tema Harkitnas tahun 2021 adalah “Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh”.

Tujuan peringatan 113 tahun Kebangkitan Nasional adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong-royong kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan. Serta selalu optimis menghadapi masa depan, untuk mempercepat pulihnya bangsa kita dari pandemi Covid-19.

Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional

Kebangkitan Nasional adalah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan republik Indonesia yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang.

Dikutip dari sumbarprov.go.id, Kebangkitan Nasional ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928).

Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli. Tokoh-tokoh yang mempolopori Kebangkitan Nasional, di antaranya:

  1. Sutomo
  2. Ir. Soekarno
  3. Dr. Tjipto Mangunkusumo
  4. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara)
  5. dr. Douwes Dekker, dan Lain-Lain

Asal Usul Kebangkitan Nasional

Pada tahun 1912 berdirilah Partai Politik pertama di Indonesia (Hindia Belanda), Indische Partij.

Pada tahun itu juga, Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (di Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (di Yogyakarta), Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang.

Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo.

Serikat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu.

Kemudian, berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

Pada tanggal 20 Juli 1913, Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis “Als ik eens Nederlander was” yang memiliki arti “Seandainya aku seorang Belanda”.

Ia memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda.

Karena tulisan tersebut, dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka.

Tetapi karena “boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda.

Di sana Suwandi justru belajar ilmu pendidikan.

Sementara itu, dr. Tjipto dipulangkan ke Hindia Belanda karena sakit.

Tanggal berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2021

Dikutip dari kominfo.go.id, berikut ini rangkaian kegiatan upacara dalam rangka memperingati Harkitnas ke-113:

Upacara bendera memperingati 113 tahun Kebangkitan Nasional yahun 2021 dilaksanakan secara virtual oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan disiarkan langsung secara streaming melalui tautan berikut —> LINK

Tata Cara Upacara Bendera:

  • Pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih
  • Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
  • Mengheningkan Cipta
  • Pembacaan Naskah Pancasila
  • Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945
  • Pembacaan Naskah Pidato Menteri Komunikasi dan Informatika RI
  • Pembacaan Doa

[Tribunnews.com]

Kenapa Kasus Anak Politisi Terlibat Asusila Jalan di Tempat?

0
Ilustrasi. (Foto: IDN Times)

Oleh: Uji Sukma Medianti

Nukilan.id – Kasus kejahatan luar biasa berupa dugaan pencabulan, penyekapan, kekerasan dan juga perdagangan orang yang melibatkan anak anggota DPRD Kota Bekasi berinisial AT (21), masih jalan di tempat. Polisi masih terus memeriksa saksi dan bukti-bukti dari kasus tersebut namun belum memeriksa AT.

Laporan dari pihak korban dilayangkan pada 12 April 2021 lalu dengan Nomor LP/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota. Kasus ini berkembang dari pencabulan disertai tindak kekerasan kepada anak di bawah umur, menjadi kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Pertama tindak kekerasan, lalu pemaksaan untuk bersetubuh karena anak saya awalnya menolak tidak mau diajak berhubungan intim dipaksa untuk melakukan,” terang LF, ibunda dari korban, belum lama ini.

Kerugian fisik dan psikis dialami oleh korban berinisial PU (15). Akibat perbuatan AT, PU harus menjalani operasi di bagian kelaminnya karena ada benjolan.

“Kata dokter hasil visum terjadi benjolan di dalam alat kelaminnya sehingga harus dioperasi,” kata Kasie Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Bekasi, Mini, kepada wartawan.

Penyakit kelamin yang diderita oleh korban, senada dengan temuan bukti bahwa pelaku menjual korbannya ke pria hidung belang. Korban dijual melalui aplikasi MiChat yang dipegang pelaku, kemudian AT operasikan aplikasi itu termasuk negosiasi. Berdasarkan pengakuan korban, dalam sekali melayani pelaku mendapatkan Rp 400 ribu.

“Berdasarkan pengakuan dari korban, korban mengaku dalam sehari bisa melayani 4 sampai 5 kali melayani orang (BO),” kata pendamping korban dari KPAD Kota Bekasi, Novrian.

Kasus ini juga menyita perhatian Komnas Perlindungan Anak. Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait, mengatakan, dari kronologi yang dijabarkan korban, kejahatan seksual yang dilakukan AT sistematis.

“Jadi semua alat bukti paling tidak dua alat bukti juga cukup dari keterangan-keterangan saksi juga tetangga juga, kemudian juga dari keluarga korban,” ujar dia.

D (43), yang merupakan ayah korban mempertanyakan keseriusan polisi dalam memproses laporannya, lantaran pelaku, AT (21), belum juga ditetapkan sebagai tersangka. D telah melaporkan perbuatan AT kepada anaknya yang masih berusia 15 tahun pada 12 April lalu.

“Dari awal pihak kepolisian sudah bilang ini cukup kuat dalam laporannya dan juga sudah lengkap,” kata D kepada wartawan, Selasa (18/5).

Menurut D, semua bukti dan saksi yang diminta oleh pihak kepolisian sudah diberikan. Namun, perkembangan kasus masih nihil.

“Saya sendiri bingung, apa yang kurang dari saya coba. Semuanya sudah saya berikan mulai dari surat laporan, keterangan korban, keterangan saksi-saksi, bukti visum, barang bukti pakaian sudah saya serahkan,” jelasnya.

“Saya sendiri (jadi) tanda tanya kinerja pihak kepolisian,” kata dia menambahkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Polisi Erna Ruswing Andari, mengatakan, pelaku belum ditetapkan tersangka karena belum diperiksa.

“(Belum tersangka) karena belum di-BAP. Nanti kita cek dulu sekarang sudah BAP apa belum,” kata Kompol Erna kepada wartawan, Selasa (18/5).

Erna menjelaskan, pelaku sudah dipanggil satu kali oleh pihak kepolisian namun mangkir. Selanjutnya, pihak polisi melakukan pemanggilan kedua kepada AT.

“Ya yang pertama sudah kita panggil dan sekarang sudah panggilan kedua kita cek dulu,” jelas dia.

Kuasa hukum keluarga AT (21), menyebut keluarga merasa dirugikan atas tindakan anak kandung dari anggota DPRD Kota Bekasi itu.

“Karena ini sudah jadi konsumsi publik. Dan ini merugikan pihak keluarga. Sangat merugikan pihak IHT (ayah pelaku),” kata kuasa hukum keluarga AT, Bambang Sunaryo, saat dihubungi, Rabu (19/5).

Dia menuturkan, meski anak kandung dari politisi IHT, sejatinya AT sudah cakap hukum lantaran berusia di atas 18 tahun. Dengan begitu, tindakan AT tidak ada lagi kaitannya dengan kliennya yakni IHT.

“Betul anak kandung, tapi kan sudah bukan tanggung jawab ortu lagi. Usia di atas 18 tahun sudah cakap hukum,” terangnya.

Pihak keluarga pun, kata Bambang, akan bekerja sama dengan penyidik mana kala AT sudah diketemukan, supaya proses hukum berjalan dengan lancar. Saat ini, keluarga juga tengah mencari AT yang sudah tidak pulang ke rumah orang tuanya sejak Januari 2021.

“Jadi AT sudah dipanggil, cuma keberadaannya kita enggak tahu. Kita akan kooperatif. Dan akan kita dampingi,” terangnya.[]

Republika

Bos Man City Tanggung Ongkos Suporter ke Final Liga Champions

0
Pemilik Manchester City Sheikh Mansour tanggung biaya transportasi fan ke final Liga Champions. (AFP/ANDREW YATES)

Nukilan.id – Pemilik Manchester City Sheikh Mansour akan menanggung biaya perjalanan suporter ke final Liga Champions di Porto pada 30 Mei mendatang.

Sebanyak 6000 fan Man City dan Chelsea diperbolehkan menghadiri laga final Liga Champions di Porto. Beruntung bagi fan City, pemilik klub berjanji untuk membayar biaya transportasi mereka.

Laga puncak kompetisi Eropa itu dipindah ke Porto, Portugal, setelah Istanbul, Turki, dinyatakan masuk ‘zona merah’ pemerintah Inggris.

Sejauh ini Porto menjadi pilihan meski ada wacana UEFA akan memindahkan pertandingan final tersebut ke Stadion Wembley, Inggris.

Namun, rencana pemindahan venue ke Wembley berpotensi menyalahi aturan Covid-19 pemerintah Inggris. Sebab, mereka harus mengabaikan regulasi karantina wajib kepada 2.000 staf, sponsor, VIP, dan media asing.

Meski demikian, Sheikh Mansour tak mempermasalahkan pertandingan digelar di Porto. Ia bahkan berjanji untuk menanggung biaya transportasi suporter resmi mereka yang ingin datang ke Porto.

“Pep dan tim telah menjalani musim yang luar biasa dan mencapai final Liga Champions setelah tahun yang sangat menantang dan merupakan momen yang benar-benar bersejarah bagi klub kami,” kata Mansour dikutip Sky Sports.

“Karena itu, sangat penting bagi fan untuk memiliki kesempatan menghadiri pertandingan spesial ini. Terutama mereka yang telah mendukung Manchester City melalui masa-masa baik dan buruk selama bertahun-tahun.”

Presiden Man City Khaldoon Al Mubarak menegaskan Sheikh Mansour bakal mengurangi beban biaya suporter yang ingin menghadiri partai final.

“Semoga inisiatif Yang Mulia memungkinkan mayoritas suporter kami yang hadir untuk fokus menikmati pertandingan daripada mengkhawatirkan beban biaya perjalanan yang jadi semakin berat karena efek pandemi,” ujarnya. [cnn]

Pemerintah Aceh Usul 155 Ribu Usaha Mikro Dapat Bantuan Kementerian Koperasi

0
ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Helvizar Ibrahim. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah (UKM)A ceh, mengusulkan 155.132 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Aceh yang telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) 2021 ke Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Seluruh Aceh ada 155 ribu lebih pelaku usaha yang kita usulkan kepada Kementerian Koperasi untuk mendapatkan bantuan BPUM sebesar Rp1,2 juta per pelaku usaha,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Helvizar Ibrahim, di kantornya, Banda Aceh, Rabu, (19/5).

Helvizar menjelaskan, bantuan BPUM itu merupakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa Pandemi Covid-19 yang digodok oleh Pemerintah Pusat. Ia mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung program tersebut dan terus berupaya berbagai bantuan dari pusat bisa ikut dirasakan oleh masyarakat Aceh.

“Pencairan BLT UMKM ini untuk Aceh nantinya akan dicairkan melalui Bank Aceh Syariah,” kata Helvizar.

Helvizar menjelaskan, seluruh pelaku usaha yang diusulkan Pemerintah Aceh itu nantinya akan diverifikasi kembali oleh pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Pihak Kementerian akan menetapkan siapa yang layak dan tidak untuk menerima bantuan tersebut.

Helvizar menambahkan, nantinya ketika bantuan tersebut sudah diterima, pihaknya berharap pelaku usaha dapat lebih giat dalam menjalankan usahanya. Ia juga berharap bantuan tersebut dapat membantu segala kebutuhan pelaku usaha di tengah krisis pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pada 6 April 2021 lalu, Helvizar mengabarkan kepada seluruh pelaku UMKM untuk mendaftarkan dirinya sebagai penerima bantuan BPUM melalui Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di kabupaten/kotanya masing-masing.

Pendaftaran bantuan UMKM tersebut hanya bisa dilakukan secara luring alias offline di kantor dinas koperasi dan UKM masing-masing kabupaten/kota. [rls]

Novel Ungkap Korupsi Bansos Covid Rp100 Triliun

0

Nukilan.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali buka suara. Ia bercerita kasus korupsi korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 nilainya mencapai Rp100 triliun.

Namun ia belum bisa memastikan lantaran perlu penelitian kasus ini lebih lanjut.

Novel mengatakan kasus bansos Covid-19 di mana KPK melakukan operasi tangkap tangan hanya untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kasus ini sudah masuk ke sidang.

Namun, kata Novel, kasus serupa juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia dengan pola yang sama sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut.

“Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh. Kasus ini nilainya puluhan triliun. Bahkan saya rasa seratus triliun nilai proyeknya dan ini korupsi terbesar yang saya pernah perhatikan,” kata Novel kepada CNN Indonesia, Senin (17/5/2021).

Novel melihat ada kesamaan pola-pola korupsi bansos di daerah yang sama dengan DKI Jakarta dan sekitarnya. Ia menilai kasus bansos harus terus ditindaklanjuti.

“Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh,” ucap dia.[]

Empat Pegawai Dinkes Aceh Positif Covid-19

0
Dinas Kesehatan Aceh (foto: Inews)

Nukilan.id – Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh ditutup sementara dan dilanjutkan bekerja di rumah setelah empat pegawai Dinkes Aceh dinyatakan positif Covid-19.

“Tetap bekerja, namun dari rumah,” kata Muzakir, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Aceh ketika dihubungi, Rabu (19/5/2021).

Kata Muzakir, sebagai langkah antisipasi pihaknya menyemprot disinfektan di seluruh Kantor dan ruangan Dinkes Aceh.

“Pegawai laki-laki masuk untuk membersihkan kantor. Sedangkan pegawai yang positif menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” Kata Muzakir.

Namun begitu, pegawai Dinkes Aceh tetap bekerja sesuai tupoksi masing-masing.

“Kita tidak libur. Kalau ada yang memberitakan libur, maka itu salah. Kita tetap bekerja, tidak ada libur,” ujarnya.[inews/red]

Banjir Setinggi 2 Meter Merendam 9 Kecamatan di Simeulue

0
Banjir merendam sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Simeulue, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBA

Nukilan.id – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh mengakibatkan sembilan kecamatan terendam banjir sejak 17 Mei 2021. Ketinggian air yang menggenangi permukiman penduduk mencapai dua meter.

“Akibat cuaca ekstrem serta hujan lebat yang terjadi di Kabupaten Simeulue, sehingga mengakibatkan sembilan kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter dan juga tanah longsor yang merusak sebuah jembatan,” kata Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, Rabu, 19 Mei 2021.

Ilyas memerinci, sembilan kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Simeulue Timur, Desa Air Pinang, Ganting, Sefoyan; Kecamatan Teupah Tengah, Desa Labuah, Abail, Desa Nancawa; Kecamatan Teupah Barat, Desa Leubang Hulu, Leubang Hilir dan Desa Inor.

“Kemudian, Kecamatan Teupah Selatan, Desa Suak Lamaran, Kecamatan Simeulue Tengah, Desa Latitik, Lamayang, Lakubang, Sebbe, Kampung air, dan Desa Ladang,” ujarnya.

Selanjutnya, Kecamatan Simeulue Cut, Desa Bubuhan, Kuta Inang, Kuta Padang, dan Desa Sibuluh, Amarabu; Kecamatan Salang, Desa Nasreuhe, meunafa, Panton Laweh; Kecamatan Teluk Dalam, Bulu Hadek, Lugu Sekbahak; Kecamatan Alafan, Lewak dan Desa Lamerem.

“Selain banjir juga terjadi longsor di dua kecamatan yakni, Kecamatan Teluk Dalam, Desa Bulu Hadek, Lugu Sekbahak dan Kecamatan Alafan, Desa Lewak dan Desa Lamerem,” ucap Ilyas.

Ilyas melanjutkan, dari laporan terakhir yang diperoleh BPBA, jumlah korban terdampak, pengungsi, dan dampak material yang diakibatkan banjir masih dalam pendataan.

“Telah dipastikan tidak adanya korban jiwa dalam kejadian ini, BPBD Kabupaten Simeulue telah melakukan evakuasi warga, serta terus melakukan pendataan,” jelasnya.[medcom]

Hujan Lebat Masih Landa Aceh, BMKG Imbau Masyarakat Siaga Banjir

0
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih melanda wilayah Aceh hingga beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Prakiraan cuaca ini terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Peringatan dini pada kategori dua ini masyarakat diminta agar selalu siaga bila terjadi bencana hidrometeorologi,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Banjir di Aceh Selatan Meluas ke 8 Kecamatan

Ia menjelaskan keadaan ini disebabkan karena adanya belokan angin di wilayah Aceh dan anomali suhu muka laut di laut Andaman. Kondisi itu dapat meningkatkan penguapan serta penambahan massa uap air laut yang memicu pertumbuhan awan konvektif dan berpotensi terjadinya hujan ringan, sedang bahkan cuaca buruk di Aceh.

Dalam kondisi ini, dampak yang berpotensi ditumbulkan seperti jalan licin, jarak pandang berkurang, gangguan skala kecil pada layanan air bersih, layanan sekolah dan rumah sakit, longsor atau guguran bebatuan dalam skala kecil serta terjadi genangan air di daerah pesisir.

“Dan juga banjir menggenangi sebagian jalanan dan pemukiman serta banjir mengganggu aktivitas masyarakat dalam skala kecil,” ujarnya.

Baca juga: Aceh Singkil Diguyur Hujan Lebat, 17 Desa Terendam Banjir Setinggi 3 Meter

Beberapa daerah yang masih diguyur hujan sedang hingga deras seperti Aceh Jaya, Aceh Besar, Aceh Utara, Bireuen, Kota Lhokseumawe, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Kota Subulussalam dan Aceh Singkil.

“Masyarakat kami minta agar selalu siaga, terutama untuk selalu wasapada terhadap potensi banjir, begitu juga bahaya angin kencang, sambaran petir juga masih sangat berpotensi pada cuaca seperti ini,” tuturnya.

Untuk kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh berpotensi dengan cuaca berawan hingga hujan ringan atau sedang dan tidak merata, demikian Zakaria Ahmad. [suara]

Kementerian LHK Siap Gunakan Teknologi Nuklir untuk Atasi Sampah Plastik

0
Menteri LHK Siti Nurbaya

Nukilan.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan mengimplementasikan Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastic) dalam pengelolaan dan daur ulang limbah plastik. Tujuannya untuk mengurangi timbulan sampah plastik di Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menyiapkan dokumen rencana implementasi proyek NUTEC Plastic.

“Melalui program ini diharapkan penggunaan iradiasi (polimerasi) dalam daur ulang limbah plastik dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sektor industri pada skala ekonomi,” kata Siti dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5) malam.

Siti mengungkapkan, BATAN tengah mengkaji dan melakukan penelitian terlebih dahulu terkait pengembangan komposit plastik yang terbuat dari komposit serat selulosa dan mikroplastik radio-trace serta radioekologi akuatik.

Pengkajian ini dimulai tahun 2020 hingga 2024. Adapun jenis komposit plastik yang dikaji dan diteliti BATAN menggunakan serat berbasis kelapa sawit.

Siti berharap, integrasi program NUTEC Plastic ke dalam program pengendalian limbah plastik nasional akan meningkatkan inovasi teknologi dan membantu mencapai target pengurangan limbah plastik dalam jangka panjang.

Melalui inovasi teknologi tersebut, sampah plastik dapat diubah menjadi produk antara yang selanjutnya dapat digunakan untuk bahan industri. Sehingga tercipta inovasi baru untuk industri plastik yang ramah lingkungan.

Hal lain, Siti Nurbaya juga menyampaikan terkait pengurangan timbulan sampah plastik di laut Indonesia. Siti mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun, sampah plastik laut telah berkurang dari 615 ribu ton pada tahun 2018 menjadi sekitar 521 ribu ton pada Desember 2020.

“Artinya, total sampah plastik laut di Indonesia berkurang sebesar 15,3%. Kami akan terus meningkatkan upaya untuk mengurangi jumlah timbulan sampah sebesar 25,9% pada akhir tahun 2021 dan sebesar 38,5% pada akhir tahun 2022,” ujar Siti. (rls)

Banjir di Aceh Selatan Meluas ke 8 Kecamatan

0
Banjir melanda Kabupaten Aceh Selatan. Foto: Dokumentasi BPBA.

Nukilan.id – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan, mengakibatkan banjir meluas hingga delapan kecamatan. Jumlah korban terdampak mencapai ribuan jiwa.

“Banjir yang terjadi sejak Senin, 17 Mei 2021, pukul 15.11 WIB, korban terdmpak sebanyak 2.564 KK dengan 9.532 jiwa,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, Rabu, (19/5/2021).

Ilyas memerinci, delapan kecamatan yang terendam banjir yakni, di Kecamatan Kecamatan Kluet Tengah, Kecamatan Pasie Raja, Kecamatan Tapaktuan, Kecamatan Kota Bahagia, Kecamatan Kluet Utara, Kecamatan Kluet Selatan, Kecamatan Bakongan, Kecamatan Kluet Timur.

Baca juga: 5.620 Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Selatan

“Selain banjir juga terjadi longsor yang melanda dua kecamatan yakni, Kecamatan Tapaktuan, Gampong (Desa) Batu Itam, Panjupian, Lhokbengkuang dan Kecamatan Kluet Timur, Gampong Lawe Buluh Didi,” ujarnya.

Ilyas mengungkapkan, ketinggian air yang menggenangi di setiap kecamatan bervariasi. Ketinggian air rata-rata 10 sentimeter hingga 70 sentimeter di area permukiman warga.

“Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, dampak material, dan pengungsi masih dalam pendataan,” ungkap Ilyas.

Baca juga: Aceh Singkil Diguyur Hujan Lebat, 17 Desa Terendam Banjir Setinggi 3 Meter

Ilyas menjelaskan, longsor yang terjadi di Kecamatan Tapaktuan, Gampong Batu Itam, Panjupian dan Lhokbengkuang mengalami tumpukan material longsor di atas badan jalan Nasional lintas Tapaktuan-Medan dan di Kecamatan Kluet Timur, Gampong Lawe Buluh Didi mengalami tumpukan material longsor di atas badan jalan lintas Gampong.

“Kondisi terakhir yang kita terima material longsor sudah dibersihkan dan jalan sudah bisa di lalui. Kemudian air juga sudah mulai surut,” jelasnya.[medcom]