Beranda blog Halaman 218

Gubernur Aceh Segera Balas Kunjungan Bobby Nasution ke Medan

0
Gubernur Mualem mengikuti kegiatan orientasi kepemimpinan atau retret Kepala Daerah di Akmil Magelang. (Foto : MC Aceh)

NUKILAN.ID | MEDAN Gubernur Aceh H Muzakir Manaf dijadwalkan akan mengunjungi Kota Medan, Sumatera Utara, dalam waktu dekat. Kunjungan ini menjadi bentuk balasan atas kedatangan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang telah lebih dulu menemui Muzakir Manaf di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/6/2025).

“Ya. Nanti Pak Muzakir segera ke Medan,” ungkap Bobby Nasution kepada wartawan usai pertemuan dengan Gubernur Aceh.

Pertemuan yang berlangsung singkat itu turut didampingi oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Meski sempat beredar kabar yang menyebutkan bahwa Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, bersikap dingin terhadap kunjungan Bobby, pertemuan tersebut justru membantah isu tersebut.

Kunjungan balasan ke Medan nantinya akan menjadi momen penting untuk membahas lanjutan kerja sama antarprovinsi, terutama terkait pengelolaan empat pulau di Kabupaten Tapanuli Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Singkil.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tentang pemutakhiran data wilayah administratif dan pulau. Dalam keputusan yang diteken pada 25 April 2025 itu, disebutkan bahwa Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Sumatera Utara.

Meski Keputusan Mendagri telah resmi ditetapkan, Bobby menegaskan bahwa dirinya bersama Muzakir Manaf sepakat mencari jalan tengah demi kepentingan masyarakat kedua provinsi.

“Aceh dan Sumatera Utara ini kan bagian yang tidak terpisahkan. Banyak orang Aceh di Sumut. Begitu juga sebaliknya,” kata Bobby.

Dalam suasana yang penuh keakraban itu, kedua pemimpin daerah sepakat untuk mengedepankan kolaborasi, bukan kompetisi, dalam mengelola potensi wilayah perbatasan. Bobby menekankan bahwa tidak ada intervensi apa pun terkait keputusan empat pulau masuk wilayah Sumut, melainkan hasil dari mekanisme resmi pemerintah pusat.

“Namun di luar itu, tadi kami (bersama Gubernur Aceh, red) bersepakat untuk kita kelola sama-sama. Kalaupun ada potensi sumber daya alam, ya itu bisa kita kelola sama-sama. Termasuk ada Migas (minyak dan gas bumi), juga bisa kita saling berbagi,” jelas Bobby.

Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Gubernur Aceh. “Terlebih lagi, Muzakir Manaf merupakan sosok orang tua yang punya kebijaksanaan dan diyakini membawa solusi baik bagi kedua pihak, khususnya masyarakat di wilayah tersebut.”

“Tadi beliau bilang mau datang ke Medan (Sumatera Utara). Jadi yang kita sampaikan adalah jalan tengah. Kita ingin ini lebih kolaboratif, untuk potensi yang ada disana,” tuturnya.

Bobby menegaskan bahwa pembicaraan mereka bukan semata soal batas kepemilikan, melainkan soal bagaimana kedua pihak bisa berbagi dan membangun bersama. “Makanya pembicaraan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf bukan ‘ini punya siapa’. Tetapi bagaimana kita bisa berbagi,” sebut Bobby.

Editor: Akil

Ribuan Warga Padati Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh untuk Salat Idul Adha

0
Ribuan Warga Padati Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh untuk Salat Idul Adha. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan warga memadati Masjid Oman Al-Makmur di Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 Hijriah pada Jumat (6/6/2025) pagi.

Pantauan Nukilan.id, sejak pukul 07.00 WIB warga sudah mulai berdatangan. Salat dimulai tepat pukul 07.30 WIB dan berlangsung khusyuk di bawah langit cerah yang menyinari kawasan masjid dengan suasana sejuk dan bersahabat.

Ustaz Muhammad Fayzil bertindak sebagai imam, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustaz Muhajir Syarifuddin. Dalam khutbahnya, sang khatib mengajak para jamaah untuk meneladani keteladanan Nabi Ibrahim A.S dalam hal ketaatan mutlak terhadap perintah Allah S.W.T.

“Ibadah kurban yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk pengabdian dan kepasrahan kepada Allah, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail,” ungkap Ustaz Muhajir dalam khutbahnya.

Masjid Oman Al-Makmur dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga Banda Aceh untuk menunaikan Salat Idul Adha. Selain karena lokasinya yang strategis di pusat kota, masjid ini juga dikenal memiliki lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.

Suasana kekhidmatan dan kebersamaan begitu terasa sejak pagi. Usai salat, sejumlah warga tampak bersalaman dan saling mengucapkan selamat Idul Adha sebelum meninggalkan kompleks masjid. (XRQ)

Reporter: AKil

Hanya 10 Grup Meriahkan Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh, Turun Drastis dari Tahun Sebelumnya

0
10 Grup Meriahkan Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh, Turun Drastis dari Tahun Sebelumnya. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pawai takbir Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi yang digelar di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada Kamis malam (5/6/2025) tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Nukilan.id, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tahunan ini mengalami penurunan signifikan. Tahun ini, hanya 10 grup dari berbagai gampong di Banda Aceh dan sekitarnya yang berpartisipasi dalam pawai takbir.

Jumlah tersebut jauh menurun dibanding tahun lalu, di mana lebih dari 50 grup meramaikan barisan pawai. Penurunan ini memunculkan tanda tanya tentang apa yang menyebabkan antusiasme masyarakat melemah terhadap tradisi yang biasanya penuh semarak ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak panitia penyelenggara. Namun sejumlah spekulasi berkembang di tengah masyarakat, mulai dari kurangnya promosi hingga kemungkinan faktor lain yang membuat minat masyarakat menurun.

Fenomena ini dinilai bukan sekadar soal jumlah, tetapi menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Pawai takbir bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan juga wujud syiar Islam dan semangat kebersamaan yang telah lama hidup dalam tradisi masyarakat Aceh.

Ke depan, diharapkan pihak penyelenggara dapat lebih aktif menggandeng masyarakat, menelusuri penyebab menurunnya partisipasi, serta menghidupkan kembali semangat pawai takbir yang menjadi bagian dari identitas Idul Adha di Serambi Mekkah. (XRQ)

Reporter: Akil

Warga Banda Aceh Padati Jalan Sambut Pawai Takbir Keliling Idul Adha 1446 H

0
Warga Banda Aceh Padati Jalan Sambut Pawai Takbir Keliling. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan warga memadati ruas jalan utama di Banda Aceh pada Kamis (5/6/2025) malam untuk menyaksikan kemeriahan pawai takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Pawai yang dimulai dari halaman Masjid Raya Baiturrahman ini menampilkan mobil-mobil hias serta peserta pejalan kaki dengan beragam dekorasi menarik dan kreatif. Lantunan takbir dan salawat menggema di sepanjang jalan, menambah semarak suasana malam takbiran di ibu kota Provinsi Aceh.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Banyak warga datang bersama keluarga, bahkan sejak sore hari, untuk menikmati momen kebersamaan menjelang hari raya.

“Saya bersama keluarga di sini dari jam 8 tadi, suasananya sangat meriah, banyak mobil hias dan dekorasi yang menarik, anak-anak saya pun senang sekali melihatnya,” ujar Rahmad, warga Banda Aceh, kepada Nukilan.

Hal senada disampaikan Rini, warga lainnya. Ia menyebut pawai takbir ini merupakan tradisi yang selalu dinantikan.

“Saya sangat antusias menonton pawai takbir keliling ini. Ini merupakan tradisi tahunan yang selalu saya tunggu-tunggu,” tuturnya.

Pawai takbir keliling ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut hari besar keagamaan, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di malam penuh syukur dan doa. (xrq)

Reporter: Akil

Asisten III Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh

0
Asisten III Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menggelar pawai takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi yang berlangsung meriah di Banda Aceh, Kamis (5/6/2025) malam. Acara tersebut secara resmi dilepas oleh Asisten III Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Diwarsyah, di halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Pantauan Nukilan.id, ratusan peserta dari berbagai gampong dan instansi ambil bagian dalam pawai takbiran yang menelusuri sejumlah ruas jalan utama Kota Banda Aceh. Iringan lantunan takbir, tabuhan bedug, serta atraksi kendaraan hias bertema islami menambah semarak suasana malam takbiran.

Dalam sambutannya mewakili Pj Gubernur Aceh, Diwarsyah menyampaikan bahwa malam takbiran bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

“Takbir yang dikumandangkan malam ini adalah ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah. Ini juga menjadi bentuk syiar Islam yang harus terus kita jaga,” kata Diwarsyah.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan malam takbiran sebagai momentum mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Aceh, lanjutnya, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Diwarsyah turut mengajak masyarakat Aceh untuk memaknai Hari Raya Idul Adha dengan semangat keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Pawai takbir tahun ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Idul Adha yang turut memperkuat tradisi islami di Aceh, sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya lokal dalam bingkai nilai-nilai religius.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1446 H di Banda Aceh

0
Asisten III Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Asisten III Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Diwarsyah, melepas peserta pawai takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi. Pelepasan berlangsung di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis malam, 5 Juni 2025.

Amatan Nukilan.id di lokasi, pawai yang berlangsung meriah ini diikuti ratusan peserta dari berbagai gampong dan instansi. Mereka menelusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Banda Aceh, sambil mengumandangkan takbir, menabuh bedug, dan menampilkan kendaraan hias bertema Islami.

Pemerintah Aceh mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti pawai dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukan malam takbiran.

Diwarsyah menyebutkan, malam takbiran merupakan momen yang sarat makna spiritual sekaligus bentuk syiar Islam yang harus terus dijaga.

“Takbir yang dikumandangkan malam ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah. Melalui pawai takbiran ini, kita juga mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam masyarakat,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur Aceh.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memaknai Hari Raya Idul Adha dengan semangat keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. (XRQ)

Reporter: Akil

Shalat Idul Adha 1446 H Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

0
Jemaah Shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh memusatkan pelaksanaan shalat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, pada Jum’at (6/6/2025) pagi. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur saat dihubungi media ini. Ia menyebutkan pelaksanaan shalat akan dimulai tepat pukul 07.00 WIB.

Menurutnya, yang akan bertindak sebagai imam shalat Idul Adha adalah Ustadz Ivan Aulia, yang merupakan imam rawatib Masjid Raya Baiturrahman dan khutbah Idul Adha disampaikan oleh Prof Damanhuri Basyir. 

“Salat Idul Adha tahun ini mengusung tema Momentum Hari Raya Idul Adha, Mari Perkuat Ukhuwah dalam Membangun Aceh yang Islam dan Sejahtera,” ujar Saifan kepada Nukilan.

Saifan juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan shalat untuk mengambil wudhu dari rumah masing-masing dan membawa perlengkapan salat seperti sajadah demi kenyamanan dan kelancaran ibadah.

Pusat pelaksanaan shalat di masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini diperkirakan akan diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota.

Reproter: Rezi

704 CPNS Kemenag Aceh Terima SK: Momentum Bersyukur di Hari Arafah

0
704 CPNS Kemenag Aceh Terima SK. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 704 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di lingkungan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Kamis, 5 Juni 2025. Penyerahan SK berlangsung di Aula Jeddah, Asrama Haji Banda Aceh, bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1446 H, saat jemaah haji sedang menjalani wukuf di Arafah.

Doa Bersama dan Ajak Syukur

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh CPNS. Ia juga mengajak hadirin mendoakan para jemaah haji agar mendapatkan kelancaran ibadah dan meraih haji mabrur.

Ia memandu pembacaan Ummul Quran, sebagai wujud doa bersama menyukseskan ibadah haji tahun ini.

“Selamat bergabung di rumah besar Kemenag, dan mari bersyukur,” ajak Azhari.

Jaga Integritas dan Amanah Jabatan

Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan agar para CPNS menjaga integritas dan menjalankan amanah dengan baik. Ia menegaskan bahwa proses penerimaan berlangsung transparan.

“Penyerahan SK hari ini tidak ada embel-embel apa pun, tidak ada kutipan biaya apa pun. Semua lulus karena kemampuan saudara-saudari,” tegasnya.

Penempatan, kata Azhari, dilakukan sesuai dengan formasi yang tersedia. Ia juga memberikan pesan khusus kepada CPNS guru agar memahami satuan kerja dan bersabar bila belum mendapatkan jam mengajar secara langsung.

Tak hanya itu, Azhari menyinggung pentingnya ekoteologi. Ia mengimbau kepada CPNS yang telah melakukan penanaman pohon namun belum tumbuh, agar menanam kembali sepulang dari acara.

Formasi Guru Terbanyak

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, Ahmad Yani SPdI, menyebut bahwa formasi terbanyak tahun ini adalah untuk posisi guru, yaitu sebanyak 472 orang dari total 704 CPNS.

Selain itu, formasi lainnya meliputi Analisis Hukum (7), Analis Pengelolaan Keuangan APBN (5), Analis SDM Aparatur (4), Asesor SDM Aparatur (1), Pengawas Jaminan Produk Halal (29), Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (24), Penghulu (36), Penyuluh Agama Islam (74), Perencana (7), Pranata Hubungan Masyarakat (10), Pranata Komputer (30), Pustakawan (4), dan Statistisi (1).

“Selamat bagi adik-adik yang hari ini diserahkan SK CPNS. Jangan sia-siakan kesempatan baik ini,” pesan Ahmad Yani.

Ia juga menjelaskan adanya penandatanganan Pakta Integritas sebagai bagian dari komitmen moral para CPNS yang baru diangkat.

Rekor Nasional: 17.224 SK Diserahkan

Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian Kemenag RI, Dr H Wawan Djunaedi MA, dalam laporannya menyampaikan bahwa secara nasional, sebanyak 17.224 SK CPNS dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) telah selesai diproses oleh panitia pusat dan daerah.

“Selamat pada calon pengganti kita. Terima kasih pada panitia pusat dan daerah yang berdedikasi untuk selesaikan ribuan SK dalam waktu terbatas,” ucap Wawan.

Sebelumnya, panitia juga telah menyelesaikan 71.442 SK PPPK (P3K) beserta SPMT-nya. Ia menambahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, terdapat 97 CPNS dari alumni Ma’had Aly yang lulus, sesuai afirmasi dari Presiden.

“Ini sejarah pertama dalam sejarah CPNS,” apresiasinya.

Wawan juga mengungkapkan, sebanyak 17 putra-putri asal Kalimantan akan bertugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia merinci bahwa 51,31 persen CPNS 2024 adalah perempuan, sementara 48,69 persen laki-laki. Formasi terbesar berasal dari guru, disusul penyuluh agama dan dosen.

Ia mengingatkan bahwa lulusnya CPNS menjadi PNS masih bergantung pada hasil pelatihan dasar (latsar) serta evaluasi terhadap hasil kerja dan perilaku kerja.

“Kinerja selama sejak terima SK CPNS juga harus bagus. Sebab yang diukur ada dua: dengan hasil kerja dan prilaku kerja,” ujarnya.

“Setiap prilaku dinilai dan dipantau,” tambahnya.

Motivasi dari Sekjen: Memantapkan dan Memantaskan Diri

Plh Sekjen Kemenag RI, Prof Dr Suyitno MAg, menutup dengan pesan reflektif. Ia menyampaikan bahwa seorang CPNS harus melalui dua proses penting: memantapkan dan memantaskan diri.

Momentum hari Arafah ini, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa dan memperkuat niat dalam mengabdi.

Ia juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjaga hubungan dengan alam.

Salah satu bentuk nyata yang disarankannya adalah menanam pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan semangat pengabdian dan ketulusan, para CPNS baru diharapkan mampu menjadi bagian dari perubahan positif dalam tubuh Kementerian Agama RI.

Editor: Akil

Harga Daging Meugang Idul Adha di Banda Aceh Rp 170 Ribu per Kilogram

0
Penjual daging di pasar Gampong Ateuk, Banda Aceh, pada Kamis 5 Juni 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Banda Aceh mengalami kenaikan signifikan mencapai Rp160.000 hingga Rp170.000 per kilogram pada hari meugang menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijrah.

Berdasarkan pantauan Nukilan, harga daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin mencapai Rp160.000 per kilogram. Sementara itu, di Pasar Gampong Ateuk, harga daging sapi bahkan lebih tinggi yakni Rp170.000 per kilogram. Harga ini naik dari kondisi normal Rp150.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Gampong Ateuk, Beni menyebutkan kenaikan harga mulai terasa sejak hari ini dan diperkirakan akan terus meningkat jika banyak permintaan.

“Harga daging berkisar antara Rp160 ribu sampai Rp170 ribu tergantung kualitas. Daging berlemak harganya sekitar Rp120 ribu per kilogram,” kata Beni kepada Nukilan, Kamis (5/6/2025).

Ia menambahkan, harga tulang saat ini berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram dan diperkirakan bisa naik menjadi Rp80 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jenisnya. Pada hari biasa, harga tulang hanya Rp50.000 per kilogram.

“Jumlah pembeli tahun ini justru sangat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Mungkin karena kondisi ekonomi masyarakat yang sedang melemah,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Gaduh Kepemilikan Empat Pulau di Aceh Singkil, PWI dan Ulama Bersuara Lantang

0
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Polemik seputar status kepemilikan empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil—Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek—memasuki babak serius. Tak hanya memicu aksi massa, persoalan ini juga menyita perhatian kalangan wartawan dari berbagai asosiasi pers, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

PWI Aceh Desak Pemerintah Pusat Bertindak

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menilai situasi yang berkembang di lapangan berpotensi menimbulkan konflik antarprovinsi. Karena itu, ia mendesak pemerintah pusat untuk segera merespons.

“Kondisi di lapangan sudah sangat serius bahkan berpotensi menyulut konflik antar-provinsi. Pusat harus secepatnya merespons persoalan ini,” kata Nasir Nurdin dalam siaran pers, Rabu (4/6/2025).

Lebih lanjut, Nasir mengungkapkan munculnya beragam spekulasi di kalangan wartawan. Ia menyebutkan bahwa kegaduhan terkait status keempat pulau tersebut diduga berkaitan dengan sejumlah agenda besar lain yang tengah berjalan.

“Juga ada yang menghubung-hubungkan perubahan status administratif empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil itu untuk pengalihan investasi gas dan minyak bumi lepas pantai dari wilayah Aceh ke Sumut,” kata Nasir mengutip berbagai spekulasi terkait status keempat pulau tersebut.

Nasir juga menyoroti kecenderungan sejumlah politisi yang dianggap memanfaatkan polemik ini demi kepentingan pencitraan.

“Kecenderungan yang terlihat adalah para politisi berlomba menunjukkan kepedulian dan membangun pencitraan di atas persoalan itu. Kita hargai itu, tetapi masih ada jalur lain sebagai pintu masuk, misalnya membuka ruang diskusi dan perdebatan dengan pihak Pusat menggunakan basis data berupa dokumen atau jejak sejarah,” ujar Nasir Nurdin.

Penolakan Ulama dan Aksi Warga

Sikap tegas juga datang dari para ulama di Kabupaten Aceh Singkil. Mereka menolak Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 yang mengalihkan kepemilikan empat pulau ke wilayah administratif Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

Penolakan ini tidak hanya dilontarkan lewat pernyataan. Pada Selasa, 3 Juni 2025, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Aceh Menggugat Mendagri (AGAMM) menggelar aksi protes di Pulau Panjang.

Koordinator aksi, Muhammad Ishak, menyebut keputusan Mendagri tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang nyata.

“Tidak ada satu pun celah yang menunjukkan bahwa keempat pulau ini milik Sumatera Utara. Ini bentuk kezaliman sistematis dan penuh rekayasa,” tegas Muhammad Ishak.

AGAMM tak hanya mengecam keputusan itu, tetapi juga menuntut pemerintah daerah untuk bertindak tegas. Mereka mendesak agar Pemkab Aceh Singkil dan Pemerintah Aceh tidak tinggal diam.

“Kalau tuntutan ini tidak digubris, kami siap turun dengan kekuatan yang lebih besar,” ujar Ishak, sebagaimana dikutip Ketua PWI Aceh.

Perlu Pendekatan Diplomatik dan Data Historis

Situasi yang berkembang saat ini dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih cermat. Selain tekanan politik dan aksi massa, dibutuhkan pula kekuatan data serta diplomasi yang elegan.

Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat. Namun, desakan dari berbagai pihak agar status empat pulau tersebut dikaji ulang terus menguat.

Editor: Akil