Beranda blog Halaman 2164

Asrizal H Asnawi: Mari Doakan Gubernur Nova Sehat Kembali

0
Anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi. [Foto: Facebook]

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Asrizal H Asnawi mengajak segenap kompenen masyarakat Aceh untuk mendoakan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang sedang berjuang melawan sakit usai terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sebagai masyarakat Aceh, mari kita berdoa agar pemimpin kita, Gubernur Nova segera pulih dan bisa melanjutkan pekerjaan membangun Aceh,” ujar politisi PAN Aceh ini.

Asrizal juga mengimbau semua masyarakat Aceh untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Tujuannya adalah untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat sekitar agar tidak terpapar virus yang hingga kini belum berakhir .

Dimasa pandemi ini, tambah Asrizal, hendaknya semua pihak saling bahu-membahu membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kiranya kita semua bermunajat kepada Allah, agar virus Corona segera hilang di permukaan bumi ini. Karena sesungguhnya Allah jualah maha penolong dan pemberi kesembuhan,” tandas Asrizal.[]

Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ini Sejarahnya

0
Monumen Pancasila Sakti, di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Nukilan.id – Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Hari Pancasila 2021 jatuh pada Selasa (1/6/2021) dan ditetapkan sebagai tanggal merah atau hari libur nasional.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengeluarkan surat edaran untuk segenap komponen bangsa dan masyarakat Indonesia agar berkomitmen memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni sebagai bagian dari pengarusutamaan Pancasila dalam seluruh bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Komitmen bersama segenap bangsa, negara dan masyarakat Indonesia dalam memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 dilaksanakan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi kedaruratan pandemi COVID-19.

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam mencegah, mengendalikan, dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia, maka peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 dilaksanakan Upacara Bendera secara virtual kombinasi.

Seluruh warga negara Indonesia bisa mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 melalui siaran langsung di kanal Youtube BPIP, laman Facebook BPIP, Instagram BPIP, dan siaran TVRI dari kantor/ruang kerja/rumah/tempat tinggal masing-masing dengan tetap mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Seluruh perkantoran dan seluruh komponen masyarakat Indonesia juga diminta untuk mengibarkan Bendera Merah Putih selama 1 (satu) hari pada tanggal 1 Juni 2021.

Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Sejarah Hari Lahir Pancasila berawal dari kekalahan Jepang pada Perang Asia Timur Raya. Jepang berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.

Jepang setidaknya menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia sambil menunggu situasi membaik. Pada 1 Maret 1945, Kumakichi Harada selaku Jenderal Dai Nippon yang membawahi Jawa, mengumumkan akan dibentuk suatu badan baru dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai.

Secara garis besar, BPUPKI dibentuk untuk “menyelidiki hal-hal yang penting sekaligus menyusun rencana mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia,” demikian seperti yang termaktub dalam Maklumat Gunseikan (Kepala Pemerintahan Militer merangkap Kepala Staf) Nomor 23.

BPUPKI dalam periode kinerjanya, yang hanya beberapa bulan, telah menggelar 2 kali sidang resmi: 29 Mei sampai 1 Juni, dan 10-17 Juli 1945. Ada satu sidang lagi yang dilakukan kendati tidak resmi dan hanya diikuti beberapa anggota pada masa reses, antara 2 Juni hingga 9 Juli 1945.

Pada sidang pertamanya tanggal 29 Mei 1945 yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.

Sidang berjalan sekitar hampir 5 hari, kemudian pada hari terakhir, tanggal 1 Juni 1945, Sukarno menyampaikan gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.

Hingga sidang usai, belum ada kesepakatan yang dicapai. Ada beda pendapat yang cukup tajam antara kubu nasionalis dan kubu agamis, salah satunya tentang bentuk negara, antara negara kebangsaan atau negara Islam, meskipun hal ini bukanlah persoalan yang baru (Bernhard Dahm, Sukarno dan Perjuangan Kemerdekaan, 1987:232).

Maka dibentuklah Panitia Sembilan untuk menemukan jalan tengah dalam perumusan dasar negara. Panitia ini terdiri dari Sukarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, M. Yamin, Wahid Hasjim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikusno Tjokrosoejoso, Haji Agus Salim, dan A.A. Maramis.

Setelah melalui pelbagai perdebatan sengit dalam perundingan alot pada sidang Panitia Sembilan tanggal 22 Juni 1945, lahirlah rumusan dasar negara RI yang dikenal sebagai Piagam Jakarta atau Jakarta Charter yang terdiri dari:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tema dan Logo Hari Lahir Pancasila 2021

Tema Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 adalah “Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh”. Logo peringatan Hari Lahir Pancasila 2021 bisa diunduh di laman BPIP melalui link berikut ini: Logo Hari Lahir Pancasila 2021.

BPIP meminta masyarakat untuk memeriahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 melalui berbagai media publikasi cetak, elektronik, serta media sosial dengan menggunakan tema, logo, dan latar belakang virtual Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Masyarakat dan lembaga negara diimbau tidak mengadakan kegiatan/aktivitas Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak atau massa pada suatu lokasi.

Aktivitas/kegiatan alternatif untuk memeriahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 dapat dilakukan secara kreatif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.[tirto.id]

Hari Anak Internasional 1 Juni 2021 & Bedanya dengan Children’s Day

0
Anaka-anak Palestina. (Foto: kasihpalestina.com)

Nukilan.id – 1 Juni 2021 memperingati Hari Anak Internasional. Hari Anak dirayakan di banyak negara di seluruh dunia untuk menghormati anak-anak dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak.

Hari Anak yang dirayakan pada 1 Juni dikenal juga Hari Perlindungan Anak Internasional (terkadang juga disebut sebagai Hari Anak Internasional) ditetapkan oleh Women’s International Democratic Federation selama kongres tahun 1949 yang diadakan di Moskow. Perayaan pertama berlangsung pada tanggal 1 Juni 1950.

Dilansir Any Day Guide, saat ini, Hari Anak Internasional dirayakan pada tanggal 1 Juni terutama di negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, serta beberapa negara Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Latin lainnya.

Hari Anak Internasional 1 Juni ini biasanya ditandai dengan berbagai kegiatan seperti kontes, pertunjukan, liburan bersama anak, dan lain-lain agar anak bersenang-senang.

Di beberapa negara, Hari Perlindungan Anak Internasional dirayakan sebagai hari libur, seperti di Cape Verde, Laos dan Mongolia. Di Cape Verde hari ini disebut sebagai Hari Pemuda, dan di Mongolia dikenal sebagai Hari Ibu dan Anak.

Laman Christian Adoption Services menyebtukan, si AS, peringatan untuk Hari Anak sebenarnya mendahului Hari Ibu dan Hari Ayah. Hari Anak dibuat untuk mempromosikan cita-cita dan keinginan dunia untuk kesejahteraan anak-anak kita.

Awal mula Hari Anak ini dimulai pada tahun 1856 ketika Pdt. Charles H. Leonard, DD, yang saat itu adalah pendeta dari First Universalist Church of Chelsea, Mass., ingin menciptakan hari dedikasi anak-anak pada kehidupan Kristiani.

Hari itu juga dibuat sebagai peringatan dedikasi ulang orang tua dan wali untuk membesarkan anak-anak mereka dalam pengasuhan Kristen. Dia menetapkan hari Anak setiap Minggu kedua di bulan Juni.

Selama sekitar seratus tahun berikutnya, konvensi lain mengesahkan penetapan dan resolusi untuk variasi pada Hari Anak selama bulan Juni.

Pada Desember 1954, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui resolusi dan merekomendasikan agar semua negara mengadakan Hari Anak Sedunia.

Hari itu harus dikhususkan untuk kegiatan yang merayakan anak-anak di dunia, dan untuk memulai tindakan guna memberi manfaat dan memajukan kesejahteraan semua anak.

Tanggal hari anak dapat berbeda di setiap negara, meskipun, umumnya tanggal 20 November sering kali merupakan tanggal yang dipilih karena ini adalah tanggal ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak pada 1959.

Ini juga merupakan tanggal pada tahun 1989 ketika Sidang Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak. Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga menandai peringatan tanggal Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak.[tirto.id]

LPJ Tak Diserahkan, BEM USK 2020 Gagal Total

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) USK 2020, T Muhammad Shandoya

*T Muhammad Shandoya

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan wadah mahasiswa dalam mengeksekusi segala kepentingan Mahasiswa USK pada umumnya. BEM Universitas Syiah Kuala (USK) adalah suatu organisasi tinggi kemahasiswaan di Kampus Jantung dan Hatinya Rakyat Aceh.

BEM USK 2020 yang dinahkodai oleh M. Hafizh Al-Mukarram dan M Dzaki Naufal sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM USK beserta jajaran pengurusnya dianggap gagal. Tentunya hal ini disebabkan oleh miss orientasi arah kepengurusan dan buruknya internal, serta hubungan yang buruk dengan Legislatif, baik itu DPM maupun MPM USK.
 
Hal ini bermula dari tidak disahkannya Program kerja BEM USK sampai akhir masa kepengurusan, karna tidak menyerahkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepengurusan organisasi kepada Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) USK.
 
Setelah jeda waktu yang cukup lama sejak SK kepengurusan berakhir pada Januari lalu hingga bulan Maret ini, BEM USK tak kunjung memberikan LPJ organisasi selama kepengurusan. Hal ini sangat disayangkan oleh seluruh mahasiswa USK karena BEM yang semestinya dianggap sebagai wadah pembelajaran, ternyata kali ini sangat bobrok tanpa ada kejelasan.
 
Sebenarnya kekecewaan ini telah dimulai dari tidak adanya sidang pengesahan Program Kerja pada BEM USK 2020, namun hal itu tetap berjalan dengan sendirinya tanpa legitimasi dari House Of Representative dalam hal ini DPM USK.
 
Sesuai dengan TAP MPM USK Nomor I tentang Organisasi Kemahasiswaan USK, pasal 8 ayat 3 disebutkan “MPM USK menerima atau menolak LPJ BEM USK dalam sidang pertanggungjawaban BEM USK”. Akan tetapi sampai saat ini bagaimana caranya MPM USK menyelanggarakan sidang sementara BEM USK 2020 tidak menyerahkan LPJ nya kepada MPM USK selaku otoritas legitimasi penerima LPJ BEM USK.
 
Problematika yang besar ini tidak bisa dibiarkan, lantaran kebobrokan yang dipertontonkan kepada Mahasiswa dan publik sangat bernuansa buruk. LPJ Kepengurusan BEM USK 2020 tidak diberikan.
 
Di sisi lain Dana Bansos Covid-19 yang diterima oleh BEM USK 2020 sebanyak Rp. 42.000.000. Setelah mengonfirmasi kepada Rektorat, ternyata BEM USK tidak melalui prosedural yang seharusnya, dan tidak tercantum tanda tangan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni USK dalam proposalnya, oleh karena itu hal ini sudah di luar tanggung jawab USK.
 
Sampai dengan berita tidak diserahkannya LPJ Dana tersebut sampai saat ini telah mencoreng nama baik organisasi mahasiswa akibat bumerang yang mereka lempar sendiri. Jangan sampai bandit proposal bersembunyi dibalik wajah ke-Sok-Intelektualan. Dengan ini BEM USK 2020 dipertanyakan Integritasnya.
 
Langkah pelimpahan kepada Komisi Etik saya nilai sudah ideal, BEM USK harus mempertanggung jawabkan atas semua yang telah mereka lakukan. Mencuci tangan untuk menghindari Covid-19 memanglah baik, tapi mencuci tangan untuk menghindari LPJ Bansos Covid-19 sangatlah tidak berintegritas.
 
Panorama ini merefleksikan Kearogansian BEM USK terhadap stakeholder kampus, dengan tidak diberikannya LPJ Kepengurusan kepada MPM USK dan juga LPJ bansos covid-19 kepada otoritas yang berwenang, maka BEM USK harus mempertanggungjawabkannya dan harus menerima sanksi baik institusi maupun moral.[Iwan]
 
Penulis: Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) USK 2020

Viral, Sehari Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Gubernur Aceh Bersilaturahmi dengan Ketua Partai di Jantho

0
Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersilaturahmi dengan para ketua Partai di Jantho, Aceh Besar, Minggu (30/5/2021). (Foto WhatsApp)

Nukilan.id – Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersilaturahmi dengan para ketua Partai di Jantho, Aceh Besar, Minggu (30/5/2021).

“Ada 10 Ketua Partai yang bersilaturahmi dengan Pak Gubernur,” kata Ketua DPW PAN Aceh, Mawardi Ali, ketika dihubungi Senin (31/5/2021).

Mawardi Ali sendiri menyebutkan dirinya saat ini dalam kondisi sehat dan baru menjalankan pemeriksaan kesehatan Rabu mendatang.

” Alhamdulillah saya sehat,” katanya.

Pada foto pertemuan yang beredar luas di media sosial dan WhatsApp Group terlihat pertemuan itu hadir Ketua DPW PAN Mawardi Ali, Ketua DPW Nasdem Zaini Djalil, Ketua DPD I Hanura Aceh Ibnu Rusdi, Ketua PDI Perjuangan Provinsi Aceh Muslahuddin, dan sejumlah penguru Partai.

Seperti yang diberitakan, Gubernur Aceh yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Aceh dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala berdasar hasil tes PCR. Saat ini Nova isolasi Mandiri di Banda Aceh.[Ji]

PB Himabir Gelar Kegiatan “SAWEU GAMPONG” Season 2 di Pante Peusangan Bireuen

0
Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Seperti yang dilakukan sebelumnya pada 8 Mei 2021 Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Bireuen (Himabir) “SAWEU GAMPONG” Season 1 tepatnya di Juli Km 7. Dan Kali ini, pada season ke-2 PB Himabir hadir ke daerah perbatasan antara Bireuen dan Bener Meriah, Program ini adalah salah satu program yang mengambarkan pengabdian terhadap masyarakat, kepedulian mahasiswa tentang wilayah-wilayah terpencil dan terisolir. Kegiatan seseon 2 ini di laksanakan pada Senin, (31/5/2021) di Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Dalam kegiatan tersebut, Himabir melakukan masak dan makan siang bersama warga gampong, pengabdian masyarakat berupa pembagian sembako dan santunan serta ditutup dengan acara sharing session bersama masyarakat.

Ketua Panitia Acara, Putri Kilan Cahaya mengatakan kegiatan ini akan menjadi kegiatan wajib dan akan terus berjalanan sebagai rutinitas dari PB HIMABIR.

Putri mengatakan akan memfokuskan untuk terus berbuat bersama masyarakat dan melebur bersama masyarakat, itu adalah sangat indah. Kali ini kegiatan “SAWEU GAMPONG” mengambil tempat yang masih tergolong 3T (Tertinggal, Termiskin dan Terbelakang) yang dinilai masih memerlukan banyak sekali bantuan dari berbagai sector.

Maka dari itu, Himabir hadir untuk melihat langsung dan mendegarkan langsung keluh kesah masyarakat pedalaman wilayah Bireuen.

Dalam sambutananya, Putri mengucapkan terimaksih kepada seluruh masyarakat gampong Pante Peusangan yang telah menerima PB HIMABIR untuk datang bersilaturrahim serta melakukan kegiatan bersama warga. Semoga sampai kapan pun PB HIMABIR akan menjadi sahabat masyarakat dalam melakukan aktivitas nya dan terus menebar kebaikan .

Sekretaris Panitia, Muhammad Shaffri mengatakan, kegiatan ini adalah program dari Departemen Agama PB HIMABIR yang bekerjasama dengan Humas kita berharap HIMABIR selalu mengerikan Aura positif di tengah tengah masyarakat.

“Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik, saya juga mengucapkan terimaksih kepada seluruh Tim kepanitiaan yang telah bekerja dan menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Shaffri juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak H. Mukhlis, A.md pimpinan PT. TAKABEYA sebagai tokoh masyarakat yang telah berkerjasama dan mensuport dalam kegiatan PB HIMABIR Saweu Gampong Season 2 sebagai pemateri pada kegiatan sharing season dan juga prangkat gampong dan masyarakat.

Saffri berharap, dengan hadirnya HIMABIR ke wilayah tersebut maka akan memberikan impact desa Juli Pante Peusangan menjadi lebih di perhatikan dan di kenal banyak orang dan harapan kepada pemerintah untuk daerah tertinggal adalah melakukan percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan meningkatkan pengembangan perekonomian daerah serta kualitas sumber daya manusia yang didukung oleh kelembagaan dan ketersediaan infrastruktur dan perekonomian bahkan kesehatan dan pendidikan, sehingga daerah tertinggal dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat guna dapat mengatasi ketertinggalan pembangunannya dari daerah lain.

Sementara itu, Pimpinana PT. TAKABEYA, H. Mukhlis mengucapkan terimakasih banyak untuk pemerintah dalam Kegiatan sharing season tersebut karena telah membangun jembatan di daerah tersebut sehingga membuka ranah dan harapan baru untuk masyarakat.

“Namun ada satu lagi dengan harapan sangat besar masyarakat agar gampong tersebetu untuk dilakukan pembangunan Jalan sebagai media utama agar masyarakat keluar dari jalur isolasi agar dapat beraktifitas, seperti sekolah dan ingra suktur lainnya ucap masyarakat sambil mengeluarkan air mata,” tambahnya.[Iwan]

Kemiskinan Sebabkan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi di Aceh

0
Pakar Ekonomi dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Dr Amri, SE, MSi. (Foto. Dok. Ist)

Nukilan.id – Pakar Ekonomi dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Dr Amri, SE MSi mengatakan, meningkatnya angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh disebabkan oleh faktor ekonomi atau kemiskinan.

“Kemiskinan itu menyebabkan kerawanan sosial, salah satu contohnya adalah kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan juga banyak kejahatan-kejahatan yang lainnya,” kata Dr Amri yang juga Mantan Sekretaris Magister Manajemen Sarjana USK itu saat dihubungi Nukilan.id, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Dr Amri: Aceh Seperti Auto Pilot Kemiskinan Walau APBA Besar

Oleh karena itu, Dr Amri meminta pemerintah Aceh untuk segera selesaikan kasus kemiskinan dengan memfokuskan anggaran untuk kesejahteraan rakyat. Termasuk Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) agar dapat disentuh langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Aceh, khususnya masyarakat kalangan bawah, sehingga kesejahteraan merata di Aceh.

“Selesaikan pengentasan kemiskinan, anggaran itu difokus untuk kesejahteraan rakyat. Idealnya itu APBA tersebut sampai ke rakyat, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat paling bawah, sehingga kesejahteraan bagi mereka ada. Rakyat sejahtera itu bukan kaya, tetapi kehidupannya tercukupi” terangnya.

Jadi intinya, kata Dr Amri, APBA harus mengalir ke rakyat, kalau rakyat sejahtera, maka kejahatan itu berkurang secara otomatis, salah satunya kekerasan seksual tersebut.

Baca juga: Aceh Miskin, Dr. Amri: Ada Kesalahan Managemen Anggaran Sejak Lama

Bukan itu saja, lanjutnya, Kemiskinan juga menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, bukan hanya kekerasan seksual. Jadi pemerintah Aceh harus serius memperhatikan masalah ekonomi, sosial, budaya dan hukum yang terjadi di masyarakat.

Maka dari itu, Dr Amri berharap, Pemerintah Aceh dapat melindungi seluruh masyarakat dengan mengeliminir dan berupaya untuk menghilangkan segala bentuk kekerasan. Sehingga, keamanan dan ketentraman masyarakat terjamin.

“Harapan saya, segela bentuk kejahatan harus dieliminir, kalau bisa dihilangkan, jangan ada lagi. Jadi intinya tetap menjaga Aceh sehingga keamanan ini terjamin, termasuk kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.[AW]

Baca juga: Hasil PCR, Gubernur Aceh Positif Covid-19
Baca juga:
PKS Usul Nasir Djamil Jadi Gubernur Aceh

Hasil PCR, Gubernur Aceh Positif Covid-19

0
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, (Foto: Dok. Pemprov Aceh).

Nukilan.id – Gubernur Aceh Nova Iriansyah dinyatakan positif Covid-19, usai melakukan tes usap atau swab PCR (polymerase chain reaction) pada Senin 31/05/2021, pagi. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan Gubernur Nova positif Covid-19 tanpa gejala.

“Berdasarkan hasil swab PCR yang bapak gubernur lakukan pada hari Senin pagi tadi, gubernur dipastikan terpapar covid. Beliau positif covid tanpa gejala,” kata Iswanto dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Senin (31/5/2021).

Iswanto mengatakan, dipastikan selama ini gubernur Nova mengikuti semua kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua kegiatan, baik kegiatan formal maupun non-formal seperti penerimaan tamu dilakukan dengan prokes yang ketat.

Gubernur Nova sendiri rutin melakukan tes PCR pada setiap Senin pagi. Hal itu untuk memastikan gubernur yang melakukan aktivitas dan berjumpa orang banyak dan beragam tidak terpapar. Artinya, gubernur telah menjaga dirinya dan lingkungannya dengan baik agar tidak terpapar covid.

Iswanto menegaskan, meski terpapar covid, gubernur tetap akan melakukan aktifitas harian seperti memimpin rapat dan memberikan arahan kepada pimpinan SKPA melalui daring.

“Semua kegiatan pemerintahan insya Allah akan berlangsung seperti biasa. Pak Gubernur tetap akan memimpin rapat, melalui daring tentunya,” kata Iswanto.

Iswanto mengatakan, gubernur menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat agar terus menjaga kebersihan dan kesehatan. Dengan demikian masyarakat bisa terhindar dari paparan covid-19.

Sementara itu, gubernur juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/9772 tentang Pembatasan Pertemuan Tatap Muka di Lingkungan Pemerintah Aceh Dalam Upaya Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Aceh.

Surat yang dikeluarkan Kamis 27 Mei 2021 itu ditujukan kepada Sekretaris Daerah Aceh, para Asisten Sekda Aceh, para Staf Ahli Gubernur Aceh, para Kepala SKPA, dan para Kepala Biro Setda Aceh.

Dalam surat edaran tersebut Gubernur Aceh menyebutkan, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh tanggal 26 Mei 2021, terjadi penambahan jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 267 orang dan merupakan kasus harian tertinggi selama Pandemi Covid-19 di Aceh.

“Dalam upaya pengendalian jumlah kasus COVID-19, di Aceh, kami sampaikan kepada saudara agar aktifitas pertemuan/rapat dalam ruangan tertutup dilaksanakan dengan
pembatasan jumlah peserta disesuaikan kapasitas ruangan dengan ketentuan sebagai berikut,” demikian salah satu poin dari Surat Edaran itu.

Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa akan ada sanksi para para pihak yang melanggar.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto kembali mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk disiplin prokes. Hal itu sangat penting agar tidak terpapar covid. Apalagi dalam pekan ini angka positif terus bertambah.

“Dengan kesadaran kita bersama, insya Allah kita bisa terhindar dari paparan covid. Mohon kita semua bisa disiplin prokes,” kata Iswanto. []

ANiF Minta Nova Tuntaskan Janji Sebelum Jabatan Berakhir

0

Nukilan.id – Akhir Masa Jabatan (AMJ) Gubernur Aceh Ir.H.Nova Iriansyah,MT adalah awal Juli tahun 2022 – lebih kurang setahun kedepan. Dengan demikian, waktu yang terbatas tersebut agar dapat digunakan secara maksimal oleh Gubernur Nova untuk menuntaskan agenda program sesuai dengan Visi-Misi yang dulu dijanjikan kepada Rakyat Aceh diawal pemerintahan Irwandi-Nova secara paripurna.

Kegiatan Pemerintah Aceh yang sedang dan yang akan berjalan,diharapkan tuntas dengan sempurna diakhir tahun Pemerintahan Nova tahun depan. Ketika Masa Jabatan Gubernur Nova habis, diakhiri dengan baik dalam ingatan Rakyat Aceh. Jangan lagi terjadi jabatan Gubernur Aceh berakhir dengan cerca,serapah dan tanpa kenangan yang baik.

Kesempatan dan dukungan dari semua pihak sejatinya terus diberikan kepada Gubernur Nova secara penuh sebagai energi dan legitimasi politik untuk menuntaskan agenda Pemerintah Aceh yang masih tersisa hingga tahun depan dalam periode kepemimpinannya. Rajut perbedaan politik dengan saling menghargai, bangun iklim sosial yang kondusif dan sehat, serta tumbuhkan saling percaya beragam komponen untuk Aceh yang lebih baik.

Pembicaraan diatas menjadi salah satu materi perbincangan yang mengemuka dalam silaturrahmi syawal terbatas Aceh Nusantara Inisitif Forum (A.N.i.F.) yang berlangsung disalah satu Café di Kawasan jalan T.Panglima Nyak Makam Banda Aceh,Minggu (30/5/2021). Silaturrahmi terbatas tersebut turut dihadiri diantaranya Tgk.Nasruddinsyah (Ketua Dewan Penasehat), Ermiadi Abdurrahman (Ketua Dewan Presidium), Fajran Zain (Ketua Dewan Pakar), Teuku Kemal Fasya (Kehumasan & Kerjasama), T.Heriyadi (Anggota Dewan Presidium), T.Banta Nuzulullah (Kesekretariatan) dan Masri Amin. Beberaapa peserta forum antara lain Azmi Abubakar, Ibrahim, Hamdani dan beberapa lainnya hadir secara virtual karena tidak sempat berhadir dilokasi.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa gagasan dan issu lain yang menjadi topik bahasan, didominasi kondisi iklim politik di Aceh, antara lain terkait Kinerja Pemerintah dan DPR Aceh, Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di Aceh, hubungan Aceh-Jakarta, partai Politik Lokal serta keberlangsungan masa depan Otonomi khusus Aceh.

Diakhir silaturrahmi, anggota A.N.i.F. bersepakat untuk kembali merajut komunikasi bersama dengan seluruh pihak terkait yang pernah punya peran penting dalam menciptakan kondisi Aceh seperti saat ini. Para pihak baik perseorangan atau lembaga yang pernah berjasa dalam mewujudkan Aceh Damai menjadi simpul penting untuk kembali diajak duduk dan berpartisipasi aktif secara bersama-sama untuk Aceh kedepan yang lebih baik. Aceh hari ini menurut forum – cenderung mengabaikan peran penting para pihak yang dulu berjasa berjuang untuk Aceh Damai.

Aceh Nusantara Inisiatif Forum diisi para mantan aktifis Aceh yang dulu turut berperan aktif dalam mengurai konflik dan meretas jalan lahirnya perdamaian di Aceh. Pasca Aceh Damai, mereka beraktifitas diberagam bidang. Forum ini berusaha kembali menggagas pertemuan serta berkomunikasi dengan beragam elemen rakyat Aceh dan pemangku kepentingan diluar Aceh yang mempunyai legitimasi sejarah-kultural untuk mengevaluasi,mengawal, mengkritisi serta memberikan gagasan terkait substansi dari cita-cita Damai Aceh yang sesungguhnya dalam rajutan ke-Indonesiaan.[]

PKS Usul Nasir Djamil Jadi Gubernur Aceh

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Aceh, mengajukan Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil sebagai Calon Gubernur Aceh.

Ketua DPW PKS Aceh, Tgk H Makhyaruddin Yusuf mengatakn, saat sekarang ini pihaknya sedang menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, tentang persoalan pencalonan Gubernur Aceh tersebut.

“Nasir Djamil merupakan sebagai putra terbaik Aceh dan telah banyak memiliki prestasi ditingkat nasional, sehingga sangat layak untuk dicalonkan sebagai Gubernur Aceh,” ujar Makhyaruddin kepada media, Senin (31/5/2021).

Makhyaruddin menambahkan, untuk mengenai calon Wakil Gubernur Aceh, maka pihaknya akan berkomunikasi lanjutan dengan sejumlah partai politik yang ada di Aceh dan PKS tidak main-main terhadap hal tersebut.

Pihaknya akan berkoaliasi dengan sejumlah partai yaitu, Partai Aceh, PPP, Partai Nasional Aceh, Partai Demokrat dan semua menjalin komunikasi dengan baik, bahkan banyak perencanaan yang telah disusun.

“Dengan Partai Aceh, PPP, Partai Nasional Aceh, Partai Demokrat, sudah mulai ada titik terang untuk berkoalisi. Kita meilihat Nasir Djamil kader yang berprestasi ditingkat daerah dan nasional,” tutur Makhyaruddin.[]