Beranda blog Halaman 2146

Kunjungi Warung Kopi Solong Ulee Kareng, Bamsoet Coba Profesi Barista Tradisional

0

Nukilan.id – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mencoba menjadi barista tradisional dengan mengolah dan menyuguhkan kopi Saring khas Aceh di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng, di kawasan pasar tradisional simpang tujuh Ulee Kareng, Aceh. Dirintis oleh Muhammad Saman alias Abu Solong sejak tahun 1974, Kedai Kopi Solong Ulee Kareng sudah menjadi ‘rumah kedua’ bagi masyarakat Aceh. Begitupun bagi para turis maupun tamu, tidak lengkap rasanya datang ke Aceh jika tidak menyempatkan diri mampir ke Kedai Kopi Solong Ulee Kareng. 

“Menyajikan kopi secara tradisional dengan teknik saring kain, memberikan sensasi yang unik. Setelah bubuk kopi diseduh dengan air mendidih, saringan kopi yang berada di dalam wadah diangkat tinggi-tinggi. Tangan kiri memegang wadah, sementara tangan kanan memainkan saringan dengan cara naik dan turun secara cekatan. Sari kopi pun mengucur dari ujung saringan. Menghasilkan aroma kopi yang menyerbak harum memenuhi seisi ruangan,” ujar Bamsoet usai menjadi barista tradisional, di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng,  Aceh, Kamis (10/6/21). 

Turut hadir Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Kapok Sahli Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Indrayanto, dan Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto. Dari Jakarta mendampingi Ketua MPR RI, Anggora DPR RI Fraksi PKS Nasir Jamil, pengurus pusat Ikatan Motor Indonesia Syamsul Bahri, Elvis Junaedi, Rio Castello, Erwin MP, Amriyati dan Andi Sinulingga.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengungkapkan, cita rasa kopi di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng sangat khas. Warna kopi terlihat tebal tetapi tidak pahit gosong. Bubuk kopinya pun murni, tidak bercampur tepung jagung atau beras.  Sehingga menjadikannya sebagai salah satu kopi robusta terbaik di Aceh, bahkan di Indonesia. 

“Menyesuaikan dengan perkembangan selera konsumen, selain menyediakan kopi robusta, di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng juga menyediakan kopi jenis arabika Gayo yang tidak kalah nikmatnya. Kedua jenis kopi tersebut bisa saling bersanding dalam satu meja, menjadi pemandang memikat yang senantiasa menghiasai kehidupan masyarakat Aceh,” ungkap Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, tidak hanya di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng, cara menyeduh kopi secara tradisional juga masih bertahan di berbagai kedai kopi di Aceh. Tidak tergantikan walaupun sudah banyak mesin canggih diciptakan. Justru dengan cara tradisional itulah, ada rasa khas yang dihasilkan dari setiap seruputan kopi. 

“Rasa humanisme dan rasa persaudaraan, yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Rasa tersebut lahir dari hati si barista. Rasa tersebutlah yang menjadi kekuatan bagi berbagai kedai kopi di Aceh. Tidak heran jika ratusan cangkir kopi bisa terjual setiap harinya,” pungkas Bamsoet. []

Global Social Justice Conference, Bahas Ketidakadilan Sosial

0

Nukilan.id – Ketua Panitia, I Kadek Swastika menjelaskan, Global Social Justice Conference 2021 merumuskan poin konkret upaya menciptakan asas keadilan sosial.

Poin-poin itu merangkum soal aksi nyata dalam pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan penegakan hukum.

“Kita memang merangkum beberapa hasil-hasil dari peserta yang nanti akan kita masukkan ke dalam sebuah prosiding, dan akan juga beberapa paper-paper yang bagus itu akan kita masukkan ke dalam jurnal kami sendiri. Dari sana akan keluar berupa, kita biasa bilang masukan-masukan yang mungkin saja kita bisa arahkan kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan,” katanya kepada wartawan di Sanur, Kamis (10/6/2021).

Alumni IFP, Lilis Suryani pada kesempatan yang sama mengungkapkan, beberapa poin menarik yang dibahas dalam Global Social Justice Conference 2021.

Global Social Justice Conference 2021 dikatakan tak hanya fokus pada permasalahan, melainkan lebih menekankan upaya pemecahan problematika yang terjadi di lapangan.

“Jadi kemarin itu ada yang menarik soal ekonomi di Aceh. Ini soal isu kopi, banyak yang tidak bisa mengekspor kopinya. Ternyata teman-teman memikirkan dengan private sector, memperkenalkan beberapa teknologi dan pengetahuan tentang pengolahan kopi yang lebih advance kepada petani,” ungkapnya.

“Itu salah satu hal-hal yang bisa dilakukan di masa pandemi. Di Aceh teman-teman mengembangkan digital inovasi atau literasi digital untuk memperkenalkan kepada orang tua terkait isu-isu penanganan teman-teman dengan disabilitas dan sebagainya,” imbuh Lilis.

Sementara Dominggus Elcid Li yang juga alumni IFP merinci permasalahan lain dalam pemerataan asas keadilan sosial.

Dikatakan, ketidakadilan sosial banyak muncul selama pandemi Covid-19.

“Karena persoalannya ini bagaimana menghadapi, belum ada yang mengerti secara penuh. Karena belum ada yang mengerti, makanya kita semua warga negara juga harus turun untuk memberikan solusi. Dan bekerjasama serta memikirkan apa yang mungkin untuk dilakukan,” tegasnya.

“Sebagai akademisi kita bisa melakukan kerja interdisipliner. Karena tidak mungkin keilmuan saja yang bekerja menganalisa virus. Orang-orang ilmuwan sosial, seperti Jepang itu bekerja dan memikirkan bagaimana ini mengantisipasi,” sambungnya.

Event Global Social Justice Conference 2021 ini berlangsung di Sanur selama 2 hari (10 dan 11 Juni 2021).

Peserta yang berasal dari alumni IFP Global mengikuti kegiatan ini secara offline dan online.

Para alumni IFP Global itu berasal dari China, Brazil, Kenya, Afrika Selatan, Nigeria, Mexico, India, Guatemala, Chili, Vietnam, Bangladesh, Tanzania, dan Philipina. [rri.co.id]

BMKG: Waspada, Aceh Potensi Hujan Serta Petir dan Angin Kencang

0
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa daerah di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi BMKG, Jakarta, Jumat (11/6/2021), potensi cuaca tersebut terdapat di Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yakni Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi 2,5-4 meter di Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Utara Sabang, Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra.

Kemudian, Selat Sunda Bagian Barat Dan Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Perairan Selatan Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru bagian Barat dan Tengah.

BMKG mengimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni pada perahu nelayan, kapal tongkang, kapal Ferry, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, diimbau untuk selalu waspada.[sinar harapan]

Cegah Kerumunan, Polda Aceh Larang Nobar Euro 2020

0

Nukilan.id – Polda Aceh melarang warga menggelar nonton bareng (nobar) Euro 2020. Hal itu ditujukan untuk mencegah terjadinya kerumunan saat pandemi Corona atau COVID-19.

“Jika ada yang menonton di kafe atau pihak yang menyelenggarakan nobar, tim Satgas COVID akan membubarkan,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Winardy mengatakan Satgas COVID-19 juga bakal memberikan sanksi ke pihak penyelenggara nobar. Sanksi, katanya, bisa berupa pidana jika penyelenggara nobar dinilai melanggar UU Kekarantinaan dan UU Kesehatan.

“Polisi menegakkan hukum bahwa keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” jelas Winardy.

Satgas COVID-19 juga melarang warga menggelar nobar meski di bawah jam 23.00 WIB. Selama ini, warkop dan kafe di Banda Aceh diperbolehkan buka mulai pukul 05.30 hingga 23.00 WIB.

“Intinya semua yang membuat kerumunan akan ditindak,” jelas Winardy.

“Oleh karena itu, Polda Aceh mengimbau masyarakat pencinta bola untuk menonton Piala Eropa di rumah saja, mereka akan terhindar bahaya COVID di mana Aceh sekarang sudah menjadi zona merah penularan pandemi ini,” lanjutnya.

Euro 2020 sendiri bakal dimulai pada Sabtu (12/6/2021) nanti. Ada Turki vs Italia yang akan menjadi pertandingan pembuka gelaran kali ini.

Banda Aceh Zona Merah COVID-19

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta para camat memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Camat diminta mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di tingkat dusun hingga desa.

“Banda Aceh saat ini sudah di zona merah, kasus terkonfirmasi positif dalam dua minggu ini naik signifikan. Ini perlu kewaspadaan kita semua. Karenanya pelaksanaan PPKM harus diperkuat,” tutur Aminullah dalam keterangannya.

Total kasus terkonfirmasi positif di Banda Aceh mencapai 3.634 orang per 9 Juni 2021. Sebanyak 3.055 orang dinyatakan sembuh, 454 orang masih dalam perawatan, dan 125 orang meninggal dunia.

Warga ibu kota Provinsi Aceh ini juga diminta tidak menggelar kegiatan kerumunan, termasuk pesta perkawinan. Aturan penundaan kegiatan kerumunan tertuang dalam surat yang dikeluarkan Satgas Penanganan COVID-19 Banda Aceh. Surat itu diteken Kalaksa BPBD Kota Banda Aceh Rizal Abdillah dan ditujukan ke para camat.

Dalam surat disebutkan, untuk mencegah penyebaran dan memutus mata rantai COVID-19, camat diminta menunda kegiatan kerumunan yang ada di wilayahnya. Kegiatan dimaksud seperti pesta perkawinan, sunatan, dan kenduri.

Terkait Program Kampus Merdeka, Dirjen Dikti Apresiasi Universitas Teuku Umar

0
[Dok. Humas UTU]

Nukilan.id – Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendibudristek), Prof. Ir. Nizam, M.Sc, Ph.D, ASEAN Eng meluncurkan secara resmi program kompetisi Kampus Merdeka antar Program Studi di Lingkup Universitas Teuku Umar, Rabu (9/6/2021).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gedung terintegrasi UTU tersebut diikuti oleh sekitar 2500 peserta secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube. Dirjen Dikti Kemendibudristek, Prof. Ir. Nizam, M.Sc, Ph.D, ASEAN Eng yang tersambung melalui Zoom dari Kantor Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi di Jakarta menyampaikan apresiasi atas keberhasilan UTU dalam memenangkan liga 2 kompetisi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diadakan oleh Kemendibudristek.

Pada kesempatan yang sama Ia juga menyampaikan bahwasanya kampus UTU adalah kampus yang sangat terlihat akan proses pengembangan dan kemajuan dalam segala aspek hal tersebut dibuktikan dengan beberapa prestasi yang telah dicapai oleh UTU baru-baru ini, salah satunya adalah lolos dalam pendanaan kompetisi MBKM.

“Saya sangat mengapresiasi Universitas Teuku Umar yang sangat progresif dalam menyambut program kampus merdeka ini dan mewujudkannya untuk mencapai 8 indikator kinerja utama yang menjadi indikator kinerja dari setiap PTN kita, Kemdikbudristek dalam hal ini Dikti tidak tinggal diam dan menginstruksi saja. Tetapi juga mendukung dengan pendaaan, pertama insentif pendanaa PTN berdasarkan 8 indikator kinerja utama, PTN yang berhasil mencapainya kita berikan insentif akan pelampuannya, kita siapkan sektiar 500 miliar untuk memberikan insentif pada setiap PTN yang lolos kompetisi ini,” jelasnya.

“Kemudian program Kadeireka dan Matching Fund, Universitas Teuku Umar yang fokus pada marine dan agro bisa melakukan pemberdayaan masyarakat dengan bekerja sama dengan industri setempat, industri lokal baik itu industri kalangan kapal dan industri perikanan, pertanian untuk pemberdayaan masyarakat atau pengembangan teknologi tepat guna yang dihasilkan dari kampus untuk digunakan oleh industri tadi,” sambung Prof. Nizam.

Sebagimana diberitakan sebelumnya, kampus UTU sangat mendorong peran aktif Program Studi mengimplementasikan kebijakan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar (KMMB), Universitas Teuku Umar akan meluncurkan kompetisi Kampus Merdeka atau competitive fund untuk prodi lingkup Universitas Teuku Umar. Insentif yang disediakan untuk 8 program studi terbaik mencapai Rp 1 miliar.

“Kompetisi ini merupakan bentuk dari akselerasi Kampus Merdeka, mendorong program studi melakukan inovasi agar terjadi pembelajaran 4.0 atau Kampus Merdeka sebagaimana yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA.

Menurutnya, kompetisi ini akan mendorong program studi untuk melakukan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan kompetensi serta menghasilkan lulusan yang relevan dengan perkembangan zaman serta siap memasuki dunia kerja.

Melalui program Kompetisi Kampus Merdeka, lanjut Prof Jasman, “program studi dapat mengakselerasi kualitas dan relevansinya. Rektor mendorong prodi melakukan kemitraan baik dengan pelbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, dunia industri dan lembaga pendidikan lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.[]

Kasus Covid-19 Tambah Lagi 247 Orang, Vaksinasi Meningkat

0
Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)

Nukilan.id – Kasus baru terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh bertambah lagi sebanyak 247 orang. Pasien Covid-19 yang sembuh bertambah 35 orang, dan delapan orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, progres vaksinasi Covid-19 petugas publik juga bertambah lebih 12 ribu orang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Kamis (10/6/2021).

“Kebijakan gebyar dan vaksinasi massal yang digelar di Banda Aceh Convention Hall dan kabupaten/kota menunjukkan peningkatan cakupan vaksinasi, khususnya petugas publik,” ujarnya.

Progres vaksinasi Covid-19 hingga 8 Juni 2021, lanjut Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu, petugas publik yang telah mendapatkan vaksinasi dosis I tercatat 110.092 orang,  atau 23 persen dari target 478.489 orang di Aceh. Petugas publik yang telah menuntaskan suntikan dosis II sebanyak  53.595 orang, atau 11,2 persen.

Sedangkan dalam laporan hari berikutnya, per 9 Juni 2021, sudah tercatat 122.683 petugas publik telah mendapatkan suntikan dosis  I, atau 25,6 persen. Sedangkan petugas publik yang telah mendapat dosisi II sebanyak 53.956 orang. Suntikan dosis II baru dapat dilakukan setelah 15 hari berselang dengan suntikan dosis I.

SAG mengatakan, meski sudah melakukan vaksinasi Covid-19 hingga dosis II, protokol kesehatan tidak boleh diabaikan. Tetap memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta berperilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, lanjutnya, vaksinasi dosis I bagi tenaga kesehatan (Nakes) sudah mencakup 55.683 orang, atau sekitar 98,6 persen dari target 56.470 orang. Nakes yang telah menuntaskan vaksinasi dosis II sebanyak 51.889 orang, atau sekitar 91,9 persen.

Selanjutnya SAG juga melaporkan perkembangan vaksinasi bagi kelompok usia lanjut di atas 60 tahun (Lansia). Lansia di Aceh yang telah divaksinasi dosis I sebanyak 9.870 orang, atau sekitar 2,3 persen dari sasaran yang berjumlah 435.651 orang. Lansia yang telah tuntas dengan dosis II sebanyak 3.187 orang, atau sekitar 0,7 persen.

“Progres vaksinasi Lansia tampak masih rendah dan diharapkan anggota keluarganya proaktif memotivasi dan memfasilitasinya, sehingga harapannya untuk divaksinasi Covid-19 terpenuhi,” tutur SAG.

Data akumulatif

Selanjutnya ia mengatakan, bila kita lihat secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  10 Juni 2021, telah mencapai 16.825 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas yang sudah sembuh dari Covid-19, sebanyak  12.645 orang. Penderita yang sedang dirawat 3.524 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah tercatat 656 orang.

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru yang dilaporkan hari ini sebanyak 247 orang. Penderita baru Covid-19 itu meliputi warga Banda Aceh 34 orang, warga Aceh Tengah dan Aceh Besar sama-sama 30 orang.

Kemudian warga Pidie 20 orang, Aceh Barat Daya 17 orang, Gayo Lues 15 orang, warga Aceh Tenggara, Lhokseumawe, dan Aceh Selatan, masing-masing sembilan orang. Selanjutnya warga Aceh Tamiang, Bireuen, dan Aceh Jaya, sama-sama delapan orang.

Selanjutnya warga Sabang dan Aceh Barat sama-sama tujuh orang. Berikutnya warga Aceh Timur enam orang, warga Aceh Utara dan Simeulue masing-masing lima orang. Lebih lanjut warga Langsa, Bener Meriah, dan Pidie Jaya, sama-sama tiga orang. Warga Nagan Raya hanya satu orang positif baru, dan 10 orang lagi warga luar daerah.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah 35 orang, yakni warga Banda Aceh 22 orang, warga Aceh Tamiang delapan orang, Sabang tiga orang, warga Aceh Selatan dan Aceh Singkil, masing-masing satu orang.

“Korban yang meninggal dunia dilaporkan bertambah lagi delapan orang,” katanya.

Delapan penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal itu, lanjut SAG, meliputi warga Banda Aceh dan Aceh Selatan, sama-sama tiga orang. Sedangkan dua lagi masing-masing satu warga Pidie Jaya dan satu lagi warga Nagan Raya.

Lebih lanjut SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 833 orang, meliputi 732 orang selesai isolasi, 21 orang isolasi di rumah sakit, dan 80 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya. 

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.512 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.241 orang, sedang isolasi di rumah 199 orang, dan 72 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.[]

Kuliner Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Banda Aceh

0
Ilustrasi Peunayong Culinary. (Foto. Dok. Ist)

Nukilan.id – Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman mengungkapkan kehadiran wisata kuliner di kawasan Peunayong akan mejadi Multiplayer efek bagi masyarakat Kota Banda Aceh.

Begitu disampaikan Aminullah saat menjadi narasumber dalam dialog Lintas Kutaraja Pagi bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh yang di siarkan secara langsung, Kamis (10 Juni 2021).

Acara bertema “Perindah Kota Pemko Banda Aceh Relokasi Pasar Peunayong”. Dalam dialog tersebut juga dihadirkan narasumber lainnya seperti Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh M. Nurdin.

“Hadirnya kawasan wisata kuliner di Banda Aceh, masyarakat bukan hanya dapat menikmati makanan saja, tetapi adanya manfaat lain yang sangat besar seperti lahirnya lapangan kerja baru,” jelas Aminullah.

Belum lagi multiplayer efek lain yakni berkembangnya kota, sentra pariwisata, keindahan kota yang dapat dinikmati, serta meningkatnya perekonomian masyarakat kota Banda Aceh. .

Lebih lanjut Wali Kota mengungkapkan kawasan Peunayong akan ditata kembali, mulai dari pinggir sungai yang akan menjadi Waterfront City, dan penataan seluruh kawasan baik indoor dan outdoor.

“Selain itu, rencananya pinggiran Jalan A Yani juga akan diatapi, karena banyak para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Saat hujan para pedagang tidak berjualan, maka inilah konsen kita untuk membuka lapangan kerja baru,

“Dengan kita atapi nanti, kita harapkan para pedagang ini terus bisa berjualan, sehingga mereka tidak kehilangan pendapatan walau hujan,” ungkapnya.

Terkait pemindahan pasar di kawasan Peunayong, kata Aminullah, selama ini pasar Peunayong sudah sangat macet. Kondisi pasar juga semerawut dengan lokasi penjualan tidak terkoneksi menjadi satu pasar, sehingga pembeli kewalahan saat berbelanja. “Misal antara penjual ikan, sayur, buah, itu masih terpisah-pisah pasarnya,” ungkapnya.

Sedangkan Pasar Al-Mahirah memiliki lokasi yang luas yang dapat menampung banyak pedagang. “Di Pasar Al-Mahirah sekali belanja sudah ada semua disitu, dan juga halaman dan parkir sangat luas,” pungkasnya.[]

Walikota Banda Aceh Cabut Surat Sekda Tentang Mekanisme Pembayaran Gaji Pegawai Non PNS

0
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE, Ak, MM. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mencabut Surat Edaran (SE) Nomor: 814.1/1351 perihal Mekanisme Pembayaran Jasa Pegawai Non PNS yang ditandatangani Sekdakota.

Kebijakan ini diambil mengingat poin yang menyebutkan pegawai Non PNS (tenaga kontrak) yang cuti sakit dan melahirkan dilakukan pemotongan pembayaran gaji sebesar 25 persen dinilai tidak tepat diberlakukan.

“Jika tidak bertugas (Hadir ke kantor) karena sakit dan melahirkan, kita pastikan tidak ada pemotongan gaji. SE itu dicabut,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kamis (10/6/2021) di pendopo saat melakukan pertemuan dengan Kepala BKPSDM, Arie Maula Kafka.

Wali Kota Aminullah secara khusus memanggil Arie Maula Kafka ke pendopo membahas kebijakan tersebut. Ia meminta Kepala BKPSDM dan jajaran lebih cermat dan teliti mengonsep draft kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kemaslahatan pegawai agar memenuhi prinsip-prinsip kemanusiaan dan prinsip keadilan.

Kata Wali Kota, kebijakan pemotongan SE perihal Mekanisme Pembayaran Jasa Pegawai Non PNS memang belum diberlakukan, karena seyogyanya berjalan mulai bulan Juni.

Untuk ke depan, para tenaga kontrak Non PNS hanya akan dipotong penghasilannya jika terbukti tidak masuk kantor tanpa alasan yang jelas, yakni terbukti alpa.

Keputusan itu akan tertuang di Surat Edaran (SE) baru yang akan segera dikeluarkan. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas kinerja aparatur untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Karenanya tenaga non PNS dan juga PNS dituntut dapat lebih meningkatkan disiplin dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.[]

4 Kriteria Penyebab Anindya Bakrie Mengalir Dukungan Jadi Ketum Kadin

0
Anindya Novyan Bakrie, (Foto: Instagram)

Nukilan.id – Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir kepada Anindya Bakrie untuk menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026. Pemilihan Ketua Umum tersebut akan diselenggarakan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin Indonesia di Kediri, Jawa Timur, pada 30 Juni 2021 mendatang.

Dukungan tersebut disebabkan 4 kriteria dimiliki Anindya Bakrie mulai dari Pengalaman, Komitmen, Kemampuan dan Program yang sangat baik untuk membawa Kadin semakin maju dan naik kelas bersama.

Berikut pernyataan langsung para pendukungnya terkait 4 kriteria dimiliki Anindya Bakrie:

  1. Pengalaman

Menurut Ketum Kadin Jawa Barat, Cucu Sutara bahwa, sosok Anindya Bakrie baginya merupakan seorang pemimpin yang memiliki sifat rendah hati. Dirinya sudah lama mengenal sosok Anin, apalagi Anin sudah lebih 15 tahun memimpin Kadin Indonesia.

“Mas Anin ini bagi saya adalah seorang pemimpin yang memang cukup humble. Saya sudah kenal lama, apalagi beliau sudah di Kadin lebih dari 15 tahun,” kata Cucu Sutara.

Sehingga, kata Ketua Umum Kadin Papua Barat, Imanuel Yenu, pengalaman Anin dalam memimpin Kadin sudah tidak diragukan lagi. Oleh Karena itu, Anindya Bakrie sangat pantas untuk menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia kedepan.

“Pengalaman beliau tidak diragukan lagi,” ungkap Imanuel Yenu.

Selain itu, menurut Thomas Jusman, Ketum Kadin Bangka Belitung, kalau dilihat dari segi pengalaman yang dimiliki Anindya Bakrie, ia menilai bahwa, sosok Anin siap mengorbankan tenaga, waktu, pikiran dan materi untuk kemajuan Kadin Indonesia.

2 Komitmen

Ketum Kadin Jawa Tengah, Kukrit S Wicaksono menilai bahwa, : Anindya Bakrie merupakan sosok yang selalu konsisten dan berkomitmen dalam membantu memajukan kadin-kadin di daerah.

“Beliau selalu konsisten, berkomitmen untuk membantu kami semua teman-teman Kadin di daerah,” ungkap Kukrit.

Selain itu, Ketum Kadin Nusa Tenggara Barat, H. Faurani mengungkapkan bahwa, Anindya Bakrie orang yang sangat mengetahui kondisi yang dialami kadin-kadin di daerah. Karena menurutnya, selama 15 tahun lebih memimpin Kadin Indonesia, Anin yang paling sering berkunjung ke daerah.

  1. Kemampuan

Ketum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Nita Yudi mengatakan, Anindya Bakrie merupakan sosok milenial yang smart dan low profile. Dan itu yang peling penting.

Menurut Ketum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, kemampuan memimpin suatu perusahaan yang pegawainya banyak banget 120 ribu orang, disitu bagi saya cukup luar biasa atas prestasi beliau.

  1. Program

Muhalim Litty, Ketum Kadin Gorontalo : Visi beliau saya lihat ingin merangkul semua daerah itu sangat luar biasa. Karena menurutnya, Kadin itu harus dibangun mulai dari daerah.

Ketum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengungkapkan bahwa, Anindya Bakrie mempunyai konsep yang konkrit untuk memperbaiki dan meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia.

“Salah satu yang perlu diperbaiki di Indonesia adalah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia. Mas Anin punya konsep itu dan konsep ini konkrit,” kata Adik Dwi Putranto.

Diketahui, Kadin Indonesia akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VIII di Kediri, Jawa Timur pada 30 Juni 2021 mendatang. Padahal, sebelumnya Munas direncanakan pada 2-4 Juni 2021 di Provinsi Bali. Namun, dengan beberapa pertimbangan termasuk salah satunya disebabkan oleh Covid-19, sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pelaksanaan Munas VIII Kadin Indonesia diselenggarakan di Kediri, Jawa Timur.[]

Panitia Musda ke-V Demokrat Aceh Bantah akan Laksanakan Musda “Diam-Diam”

0
Demokrat Aceh. (Foto:demokrat.or.id)

Nukilan.id – Ketua Stering Commite Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD-PD) Provinsi Aceh Adnan Yacob Oden atau biasa disapa AYO membantah pengunduran pelaksanaan Musda sebagai langkah politik untuk menjalankan Musda secara diam-diam.

“No,” katanya Singkat ketika dihubungi Nukilan.id, Kamis (10/6/2021).

Penjelasan singkat Oden tersebut menjawab desas desus dikalangan internal apabila Musda akan dilaksanakan secara diam-diam.

“Hoax,” lanjut Oden.

Sebelumnya kabar yang beredar di kalangan kader partai berlambang mercy tersebut apabila ada upaya DPD Demokrat melakukan Musda secara diam-diam untuk memastikan Nova Iriansyah menang dan mendapat dukungan penuh dari DPC Partai Demokrat.

Sementara Ketua Panita Demokrat Robby Syahputra saat dihubungi juga mengatakan tidak ada pelaksanaan Musda diam-diam, karena pelaksanaan Musda diundur karena Banda Aceh sedang zona merah Covid-19 dan Ketua DPD Nova Iriansyah sedang isolasi mandiri.

“Kita tunggu sampai kondisi aman, dan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi terkakit Musda Partai Demokrat, terus yang dihadirkan 23 Kabupaten Kota, tidak mungkin itu diam-diam,” katanya. [red]