Beranda blog Halaman 2125

Pemuda dan Mahasiswa Aceh di Perantauan Diajak Gelorakan Diskusi Publik

0
Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) mengajak Pemuda dan Mahasiswa Aceh di perantauan menggelorakan diskusi-diskusi publik, agar memperoleh informasi yang benar dan terhindar dari berita hoaks dalam pembangunan Aceh.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si yang mendukung salah satu diskusi yang akan digelar Forum Mahasiswa Aceh Nusantara (FORMA-NUS) tentang Kapal Aceh Hebat, pada Rabu, 23 Juni 2021 nanti.

Diskusi yang digelar secara virtual di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Indramayu, Menteng, Jakarta Pusat itu, mengusung tema “Kapal Aceh Hebat, Sejarah Baru Armada Laut Di Aceh”. Webinar tersebut akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Adapun yang menjadi narasumber diantaranya, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, Anggota DPRI Aceh Rafly Kande, Bupati Simeulue, Erli Hasim, Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB dan Kepala BPPA Almuniza Kamal S.STP, M.Si.

Kepala BPPA Almuniza Kamal mengatakan, Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta sangat terbuka memberikan informasi tentang pembangunan Aceh bagi siapa saja, termasuk pemuda Aceh dan mahasiswa Aceh di perantauan.

“Kita pun sekarang dengan teknologi, bisa mengakses informasi melalui media sosial maupun media online. Namun, jika memang ingin menanyakan hal spesifik tentang Pemerintahan Aceh di rantau, Badan Penghubung sangat terbuka,” katanya.

Ia menambahkan, gelora semangat diskusi publik merupakan semangat bersama, untuk mencerdaskan seluruh rakyat Aceh, serta memutuskan hal-hal negatif berupa fitnah isu yang menyesatkan.

“Ini semua adalah amanah Gubernur Aceh, bahwa generasi Aceh adalah generasi yang akan memperbaiki Aceh dikemudian hari. Dan mereka harus mendapatkan informasi yang benar, dan harus cerdas dari generasi sebelumnya,” jelas dia.

Almuniza juga menyampaikan agar mahasiswa Aceh yang ada di perantauan untuk selalu melihat hal yang baik dan positif dari segala sektor pembangunan Aceh.

“Diskusi ini merupakan salah satu sarana atau media untuk meredam isu hoaks dan mencerdaskan anak-anak muda Aceh terkait informasi pembangunan Aceh,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi mengatakan, pihaknya secara kelembagaan dan pribadi menyambut baik undangan Forma-Nus, inisiasi ini sebagai bentuk kepedulian generasi muda pada pembangunan aceh hari ini dan  di masa depan.

“Kita menyambut baik inisiasi kegiatan ini, semoga masyarakat paham akan pentingnya keberadaan Kapal Aceh Hebat ini,” jelas dia.

Sementara itu, Koordinator Pusat FORMA-NUS Agussalim mengatakan, kegiatan tersebut digelar bertujuan untuk melihat sisi keberadaan kapal Aceh Hebat sebagai bentuk peningkatan mobilitas jalur akses antar pulau yang ada di Aceh selama ini.

“Dimana kemudian itu benar-benar hebat dalam memperlancar mobilitas penumpang dan barang dari daratan ke kawasan kepulauan dan juga sebaliknya,” kata Agus, Senin, 21 Juni 2021.

Ia menambahkan, yang tak kalah pentingnya adalah kapal-kapal tersebut harus mampu menunjang kemajuan pariwisata di kawasan Sabang, Simeulue, dan Pulau Banyak.

“Kita berharap pelayarannya lancar dan benar-benar bermanfaat, terutama untuk konektivitas ekonomi, termasuk wisatawan,” ujarnya.[]

Bangun Integritas, LSP KPK Kembali Cetak Penyuluh Antikorupsi Kompeten

0
Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Lembaga Sertifikasi Profesi Komisi Pemberantasan Korupsi (LSP-KPK) kembali memperkuat upaya pembangunan integritas dengan menambah jumlah Penyuluh Antikorupsi tersertifikasi. Dengan metode asesmen jarak jauh (AJJ) LSP-KPK hari ini (22/62021) akan menambah lagi 19 Penyuluh Antikorupsi kompeten. Sehingga, dalam kurun satu semester terakhir LSP KPK mencetak total 188 Penyuluh Antikorupsi tersertifikasi.

Sertifikasi yang diselenggarakan hari ini diikuti oleh 12 peserta dengan menggunakan jalur pendidikan dan pelatihan (diklat). Sedangkan, sisanya 7 peserta melalui jalur pengalaman dengan beragam latar belakang profesi. Proses sertifikasi dibagi ke dalam dua sesi, pagi pukul 08.00 – 12.00 WIB dan siang pukul 13.00 – 17.00 WIB.

Jika peserta mengikuti jalur diklat, maka setelah menyelesaikan diklat peserta diwajibkan untuk melakukan penyuluhan antikorupsi. Bukti-bukti bahwa peserta telah melakukan penyuluhan tersebut akan menjadi portofolio sebagai syarat mengikuti tahapan sertifikasi. Ke-12 peserta yang kali ini mengikuti sertifikasi, sebelumnya telah menyelesaikan diklat di tahun 2020. Mayoritas mereka adalah Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pengakuan kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Penyuluh Antikorupsi.

Selama tiga tahun penyelenggaraan sertifikasi oleh LSP-KPK, saat ini KPK telah memiliki 1.499 Penyuluh Antikorupsi.

Guna melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan penyuluhan oleh para penyuluh yang sudah tersertifikasi, KPK membangun aplikasi AKSESKU INTERAKSI. Melalui aplikasi tersebut, para Penyuluh Antikorupsi di seluruh Indonesia mendokumentasikan kegiatan penyuluhan antikorupsi yang telah dilakukan dan dipantau oleh LSP-KPK.

Sertifikasi penyuluh antikorupsi yang diselenggarakan oleh LSP-KPK atau di instansi yang bekerja sama dengan LSP-KPK tidak dipungut biaya apapun. KPK mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi.[]

TPGA Minta Hasil Tes PCR Gubernur Aceh Diumumkan

0
Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Nova Iriansyah. (Foto:js/nukilan.id)

Nukilan.id – Sudah sehari pak Gubernur Aceh yakni Nova Iriansyah melakukan tes PCR, yakni hari Selasa 21 juni 2021. Akan tetapi hasil tes pcr tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pihak yang berwenang.

Menyikapi hal tersebut, kami dari Tim Penyelamat Gubernur Aceh meragukan alat tes tersebut sehingga terjadi hambatan dalam pengumuman hasil tes pcr yang dijalani pak gubernur kemarin. Ungkap Muttaqin Jubir Tim.

Muttaqin menambahkan, Kemungkinan alat tes pcr nya rusak sehingga kemungkinan “error medis” tinggi. Tapi kita tetap berdoa agar pak gubernur kita baik-baik saja.

Selain itu, kata dia, opsi lain untuk mengetahui kondisi medis pak gubernur bisa melakukan tes pcr nya di Unsyiah, karena kampus adalah lembaga yang kredibel dan jamin alat-alat medisnya bagus.

“Terlepas dari kemungkinan tersebut, untuk mengetahui hasil tes pcr gubernur apakah masih positif atau negatif, kita tunggu saja pengumuman resminya dari Jubir Pemerintah Aceh yakni abang MTA,” tutup muttaqin.[]

Sukseskan Bulan Mutu Karantina, H Irmawan Bagikan 1,2 Ton Ikan untuk Santri

0
Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkomsumsi ikan anggota DPR RI asal Aceh membagikan ikan segar kepada santri di sejumlah pondok pesantren yang ada di kabupaten Gayo Lues Selasa, (22/6/2021).

Kegiatan ini dalam rangka menyukseskan Program Bulan Mutu Karantina 2021 yang bertujuan untuk mengedukasi publik tentang pentingnya mengonsumsi ikan bergizi sekaligus mengajak pelaku usaha perikanan untuk menjaga mutu produknya.

“Saya berharap konsumsi ikan masyarakat bisa terus meningkat dibarengi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan saya memastikan akan terus mendorong pemerintah agar memperhatikan kebutuhan petani ikan terutama dalam rangka meningkatkan produktivitas dan pendapatan sektor budidaya ikan”Ujar Irmawan Anggota Komisi IV ini

Lebih lanjut Irmawan mengajak masyarakat untuk memprioritaskan ikan sebagai menu utama.

“Mari jadikan ikan yang kaya gizi jadi menu utama, murah dan mudah diolah. Gizi dalam ikan juga bisa mencegah stunting”

Untuk kabupaten gayo lues selain untuk masyarakat kita juga membagikan 600 paket ikan yang masing-masing paket terdiri dari 3 kg kepada para santri-santri kita yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Gayo Lues ini.

“Saya meyakini bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita memotivasi semangat memajukan sektor kelautan dan perikanan lebih maju lagi,  terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung” ujar ketua DPW PKB Aceh ini

Kita berharap kepada kementerian kelautan dan perikanan RI agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di kabupaten/kota lainnya di Aceh

Kepala Pusat Karantina Ikan, Dr. Riza Priyatna, MP didampingi Diky Agung Setiawan S.St Pi Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh mengatakan, Ikan merupakan komoditas yang mudah didapatkan, murah serta bergizi tinggi Gerakan bulan mutu karantina ikan ini sudah dilaksanakan selama 10 tahun

“Hanya ini yang dapat berikan semoga tahun depat paket kegiatan dan volume nya bisa bertambah untuk bisa membantu semua kabupatenkota di aceh dan dapat membantu mengurangi angka stunting,” ungkapnya.

Harapan kami, kata Riza, kegiatan ini bisa menjadikan dorongan positif agar masyarakat kita meningkatkan komsumsi ikan.[]

Kelulusan SBMPTN dan SNMPTN Tinggi, Alhudri: Bukti Pendidikan Aceh Berkualitas

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Keberhasilan siswa/i Aceh lulus pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021 merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah. Peran kepala sekolah sangat penting dalam menjalankan fungsi manajerial di sekolah.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM dihadapan para kepala sekolah se-Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar di Aula Kantor Cabang Disdik Wilayah Kabupaten setempat, Selasa (22/6/2021).

“Bapak Gubernur Aceh menyampaikan selamat dan terimakasih kepada bapak/ibu guru semua. Beliau mengapresiasi atas prestasi yang telah kita raih pada tahun ini. Semoga kedepan dapat lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya

Dari sisi jumlah, lanjutnya kelulusan siswa/i Aceh melalui jalur SBMPTN memang menduduki peringkat 8 nasional, namun jika dibandingkan antara jumlah peserta yang mendaftar dengan yang diterima, maka rasionya mencapai 41 persen. Sedangkan pada jalur SNMPTN, rasio kelulusan Aceh mencapai 36.80 persen. Ini merupakan rasio tertinggi secara nasional.

“Dari besaran rasio ini, seharusnya menjadi salah satu dasar tolak ukur keberhasilan pendidikan di suatu daerah, akan tetapi dibatasi keterbatasan data provinsi lain, sehingga tidak dapat membandingkan rasio jumlah yang mendaftar dan yang diterima melalui jalur SBMPTN dengan provinsi lainnya,” jelasnya.

Alhudri mengatakan pihaknya akan terus melakukan kerjasama dengan semua pihak termasuk perguruan tinggi dan industry serta dunia kerja untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas para guru dan siswa/i yang sedang menempuh pendidikan di Aceh.

“Beberapa waktu lalu kita telah bekerjasama dengan salah satu Perguruan Tinggi yaitu UIN Ar-Raniry dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas guru yang ada di seluruh Aceh,” ujarnya.

Kedua belah pihak, lanjutnya memiliki komitmen dan cita-cita yang sama untuk mewujudkan sumber daya manusia pengajar dan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.

“Dengan adanya kerjasama tersebut, para guru yang ada di seluruh Aceh, khususnya Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan SDM dalam rangka mewujudkan Program Unggulan Aceh Carong,” terangnya.

Kadisdik Aceh meminta kepada para kacabdin se-Aceh untuk dapat mendata secara rinci para siswa/i yang lulus pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2021. Pihaknya akan memberi penghargaan terhadap satuan pendidikan jenjang SMA/SMK dan SLB yang paling banyak meluluskan siswa/i ke perguruan tinggi negeri.

“Kami akan memberikan piagam penghargaan kepada satuan pendidikan yang terbanyak meluluskan siswa/i nya ke Perguruan Tinggi Negeri. Setiap kabupaten/kota akan dipilih tiga sekolah terbanyak dan kepala sekolahnya akan diundang ke provinsi,” katanya penuh semangat.

Meski demikian, Alhudri melanjutkan untuk meraih prestasi tersebut bukanlah hal mudah, perlu ketekunan dan kerja keras dari semua pihak. Namun, menurutnya, mempertahankan prestasi tersebut jauh lebih sulit jika tidak dilakukan dengan keikhlasan dan kekompakan.

“Pendidikan Aceh pada tahun 2018 pada posisi 34 nasional, tahun 2019 berada pada posisi 27 nasional, tahun 2020 pada posisi 23 nasional. Lalu pada tahun 2021 ini Provinsi Aceh berada pada posisi 8 secara nasional. Alhamdulillah pendidikan Aceh semakin membaik dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya penuh haru yang disambut tepuk tangan para kepala sekolah.

Alhudri mengajak para kepala sekolah untuk terus berinovasi dan berkarya dalam menjalankan program belajar mengajar di satuan pendidikannya. Terlebih dengan kondisi saat ini yang mengharuskan pembelajaran berlangsung secara daring dan sift tatap muka.[]

Disdik Aceh Ciptakan Aplikasi “SiJEMPOL” untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

0
Kepala UPTD Balai Tekkomdik Disdik Aceh, T. Fariyal, MM. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM menyampaikan bahwa, Dinas Pendidikan Aceh telah menciptakan Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online (SiJEMPOL) untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh.

“Kita dari Dinas pendidikan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu dan motivasi belajar siswa. Kita telah membuat aplikasi yang namanya SiJEMPOL Aceh, dan akan segera kita launching,” kata Fariyal kepada Nukilan.id, Selasa (22/6/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa, aplikasi SiJEMPOL merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antara siswa dan guru di Aceh.

“SiJEMPOL Aceh hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran baru yang nantinya dapat dimanfaatkan siswa dan guru di Aceh,” terangnya.

Selain itu, Fariyal berharap, seluruh sekolah yang ada di Aceh kedepannya akan diterapkan sistem pembelajaran dengan menggunakan komputerisasi dengan menggunakan laptop dan infokus dalam berdiskusi dan membahas soal-soal untuk melatih kemampuan berfikir tingkat tinggi para siswa atau Higher Order of Thinking Skill (HOTS).

“Harapan kita kedepan, seluruh sekolah di Aceh bisa belajar melalui laptop dan infokus, jadi kita akan melakukan sistem komputerisasi dalam pembelajaran dengan berdiskusi dan membahas soal-soal. Dan itu merupakan sistem untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa,” ujarnya.

Kemampuan tersebut, kata Fariyal, merupakan suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir kreatif, logis dan kritis.[Mirzu]

KPK Diminta Gandeng USK Lakukan Swab PCR Gubernur Aceh

0
Sekretaris Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Delky Nofrizal Qutni.

Nukilan.id – Gerak cepat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aceh kini sedang menuai pujian dan apresiasi di tengah masyarakat. Namun demikian berhasil atau tidaknya KPK mengungkap indikasi Mega Korupsi di Aceh akan berdampak langsung marwah dan integritas KPK di mata masyarakat Aceh.

“Sebagai masyarakat sipil, kita meminta agar indikasi Mega Korupsi di Aceh dapat dibongkar dan diusut secara tuntas hingga ke akar-akarnya. Dan masyarakat Aceh tentunya akan sangat kecewa jika pengusutan indikasi Mega Korupsi tersebut masuk angin dan terhenti setengah jalan nantinya. Disini, Marwah dan Integritas KPK dipertaruhkan di bumi serambi Mekkah,” ungkap Sekretaris Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Delky Nofrizal Qutni kepada media, Selasa (22/6/2021).

Menurut Delky, masyarakat Aceh sangat berharap agar KPK sebagai tumpuan harapan masyarakat Aceh dapat membongkar dan menindaklanjuti sederet indikasi Mega Korupsi yang telah mencoreng nama baik provinsi berlabel syari’at Islam tersebut.

“Sederet indikasi Mega korupsi mulai dari skandal skema alih fungsi blok B, skandal pengadaan Kapal Aceh Hebat yang menyerap anggaran hingga 178 Milyar, indikasi Gurita Korupsi Proyek MYC pembangunan 14 ruas jalan dengan anggaran mencapai 2,4 triliun rupiah, pembangunan gedung Oncology RSZA, dan pembangunan jembatan Kilangan Aceh Singkil yang mencapai puluhan milyar rupiah hingga penggunaan dana BTT Covid-19 sebanyak 118 M dan dana refokusing Covid-19 dengan anggaran triliunan rupiah yang terus menjadi misteri sekaligus tanda tanya bagi masyarakat Aceh. Kehadiran KPK yang sudah lama dirindukan sangat diharapkan dapat menjadi cahaya ditengah kegelapan, menegak hukum secara adil tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) itu juga mengaku heran, dari sejumlah pejabat mulai dari sekda, kadis, salah satu pengusaha yang disebut-sebut berkaitan, hingga PPTK yang telah dipanggil KPK, sampai detik ini KPK seakan belum berani untuk memanggil langsung Gubernur Aceh yang khabarnya tengah positif covid-19.

“Kita heran, koq KPK terkesan tidak berani memanggil dan menyelidiki pimpinan tunggal di Aceh yakni Gubernur Aceh, padahal kebijakan tertinggi di Pemerintah Aceh ada di tangan beliau, dan beliau yang memimpin Aceh secara tunggal tentu lebih memahami persoalan ini secara lebih rinci. Sayangnya KPK belum berani memanggil orang nomor satu di Aceh itu dikarenakan adanya keterangan positif covid-19,” ujarnya.

Saat ini, menurut Delky, masyarakat justru bertanya, apakah KPK sudah memiliki bukti hasil swab PCR yang bersangkutan, atau apakah KPK tidak punya cara lain untuk untuk terus bergerak maksimal di tengah pendemi.

“Semua hal tersebut menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat Aceh di warung kopi atau di media sosial. Alangkah eloknya demi menjaga Marwah dan Integritas KPK di mata masyarakat Aceh serta demi menghindari menghindari isu-isu miring, maka kami menyarankan dilakukan swab PCR ulang dengan melibatkan Laboratorium kampus Unsyiah Syiah Kuala (USK) sebagai pihak yang dianggap kredibel, independen dan masih sangat dipercaya publik,” pintanya.

Menurut Delky, peran serta kampus jantong hatee rakyat Aceh dalam melakukan tes swab PCR itu sangat penting untuk membuktikan kepada publik bahwa Gubernur Aceh tidak sedang bersembunyi dengan dalih covid-19 untuk menghindari KPK.

“Kita sangat yakin dan percaya bahwa saja faktanya berbeda dari apa yang berkembang di masyarakat. Apalagi sejak awal kita melihat Gubernur Aceh sebagai sosok yang menjunjung tinggi penegakan hukum. Hanya saja, masyarakat kita di Aceh ini perlu diberi bukti terpercaya,”jelasnya.

Dia juga menyatakan, pihaknya menjunjung tinggi dan juga mengapresiasi langkah KPK untuk pemberantasan korupsi di Aceh demi penyelamatan uang rakyat Aceh agar benar-benar dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat Aceh.

“Aceh itu anggarannya nomor 2 terbesar di Indonesia, dan kemiskinannya no 1 di Sumatera, sungguh menyedihkan. Oleh karena itu, kehadiran KPK ke Aceh ibarat istilah pucuk dicinta ulampun tiba. Jadi, lagi-lagi kami tekankan jangan sampai KPK kecewakan rakyat Aceh, kami yakin KPK akan menuntaskan gurita mega korupsi di Aceh dengan tuntas tanpa pandang bulu. Mari kita berdo’a agar KPK mampu menjawab harapan masyarakat Aceh tersebut,” pungkasnya.[]

KPK Minta Bustami dan Azhari Bawa Notulensi Hasil Rapat Penganggaran KMP Aceh Hebat dan PMY

0
Suasana kantor BPKP Aceh tempat pemeriksaan pejabat Aceh oleh KPK. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Tim penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada Bustami dan Azhari membawa SK pengangkatan masing-masing. SK Azhari terkait posisinya sebagai Kepala Bappeda Aceh tahun 2017-2019 dan Bustami Hamzah sebagai Kepala BPKA tahun 2018-2021.

KPK juga meminta mereka berdua membawa hasil notulensi rapat pembahasan penganggaran pengadaan dan dokumen pembiayaan kapal Aceh Hebat 1,2, dan 3, Termasuk dokumen daftar Proyek Multiyears di Provinsi Aceh tahun 2019-2021.

Mantan Kapala BPKA Bustami Hamzah tiba di BPKP sekitar pukul 09.24 WIB pagi, didampingi oleh dua ajudannya yang terlihat membawa sejumlah dokumen.

Disusul Azhari juga tiba dengan membawa tas berwarna hitam dan didampingi oleh supirnya yang juga membawa sejumlah dokumen. Saat ini, Azhari juga menjabat sebagai Pj BPKA menggantikan Bustami.

Selanjutnya, beberapa menit kemudian, dua staf Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh juga tiba di lokasi pemeriksaan KPK tersebut.

Pantauan Nukilan.id di lokasi bahwa, saat tiba di lokasi, mereka langsung menuju ruang pemeriksaan KPK di lantai tiga Gedung BPKP Aceh. [Irfan]

Hari ini KPK Periksa Bustami, Azhari, dan Staf Dishub Aceh

0
Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Bustami Hamzah, saat tiba di kantor BPKP Aceh, Selasa (22/6/2021). Foto: Dok. Nukilan/Irfan.

Nukilan.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan pemeriksaan terhadap Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Bustami Hamzah dan Mantan Kepala Bappeda Aceh sekaligus Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Azhari, di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, hari ini Selasa (22/6/2021).

Menurut sejumlah saksi, Bustami mantan orang nomor satu di BPKA itu tiba di BPKP sekitar pukul 09.24 WIB dengan didampingi oleh dua ajudannya yang membawa sejumlah dokumen.

Selang 4 menit kemudian, tiba Azhari dengan membawa tas berwarna hitam yang didampingi oleh supirnya dengan membawa sejumlah dokumen.
Diketahui bahwa, saat ini, Azhari juga menjabat sebagai Pj BPKA menggantikan Bustami.

Selain Bustami dan Azhari, dua staf Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh juga tiba di lokasi pemeriksaan KPK dengan selang waktu beberapa menit saja.

Bustami, Azhari dan dua staf Dishub Aceh, saat tiba di lokasi, mereka langsung menuju ruang pemeriksaan KPK di lantai tiga Gedung BPKP Aceh.

Pantauan Nukilan.id di lokasi bahwa, sampai saat ini, pihak KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat tersebut.[Irfan]

Steven N. Kaligis, Vokalis Steven and Coconuttreez Meninggal Saat Isoman

0

Nukilan.id – Musisi, Steven N. Kaligis, vokalis grup Steven & Coconuttreez meninggal pada Selasa 22 Juni 2021 pukul 07.30 WIB. Kabar duka ini disampaikan di halaman Instagram Steven & Coconuttreez.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Telah berpulang saudara kami Steven N. Kaligis pada hari Selasa, 22 Juni 2021. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dilapangkan dan diterangi kuburnya serta segala kekhilafan almarhum diampuni Allah SWT,” tulis SCT.

Postingan dari akun resmi SCT ini mendapat balasan dari rekan-rekan selebritasnya. “Selamat jalan Peng, “ tulis penyiar Ari Dagienk. “RIP Kawan, salam buat Teddy,” tulis fotografer Agan Harahap

Tidak diketahui Steven yang akrab dipanggil Tepeng ini meninggal karena apa. Namun Sandy Andarusman atau Sandy Pas Band dalam kolom komentarnya menuliskan balasan kepada akun @lulu.kodusa. “Beliau isoman.”

Keterangan isolasi mandiri yang biasa dilakukan oleh pasien positif Covid-19 ini diulangi Sandy Pas Band di akun Instagrammya saat mengabarkan kematian sahabatnya ini.”Selamat jalan Bro Tepeng….Baru beberapa hari lalu dengar lo lagi isoman. Dan sekarang sudah dipanggil Allah, semoga Allah bahagiakan elo di sisinya, diampuni segala kesalahannya, anak dan istri bisa tabah,” tulisnya.

Dalam postingan dua hari yang lalu, akun Instagram milik Dons Donalddonny Siahainenia sempat mengunggah video Steven mengucapkan selamat atas rilisnya lagu baru Dons. “Lekas sembuh dan sehat sempurna kembali ya bangbro. Doa terbaik dan terspesil gue buat lau bangbro, agar bisa slalu langsam jaya,” tulis Dons.

Steven and Coconuttreez merupakan sebuah grup musik bergenre Reggae asal Indonesia yang berdomisili di Jakarta. Grup musik ini dibentuk oleh Steven N. Kaligis pada tahun 2005 dan salah satu karya yang terkenal adalah lagu Welcome to My Paradise. Steven dikenal dengan tampilannya yang berambut gimbal.

[tempo]