Beranda blog Halaman 212

Aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong Level II (Waspada), Warga Diminta Tidak Mendekat ke Kawah

0
Aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong Level II (Waspada). (Foto: bpba.acehprov.go.id)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Gunung Api Bur Ni Telong yang terletak di Kabupaten Aceh Tengah masih berstatus Level II atau Waspada. Berdasarkan laporan terbaru dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Tengah dan PVMBG, aktivitas gunung api periode 9 Oktober 2025 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB terpantau relatif stabil meski masih menunjukkan beberapa aktivitas kegempaan.

Dalam laporan resmi yang diterima Jumat (10/10/2025) pukul 08.50 WIB, kondisi meteorologi di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 28 derajat Celsius.

Secara visual, Gunung Bur Ni Telong tampak jelas dengan tingkat kabut bervariasi dari 0-II hingga 0-III. Sementara itu, asap kawah dilaporkan nihil, menandakan tidak ada aktivitas erupsi di permukaan kawah gunung.

Dari hasil pengamatan kegempaan, terekam:

  • 1 gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 9 mm, S-P 3,2 detik, dan durasi 15 detik.

  • 2 gempa tektonik lokal dengan amplitudo 4–5 mm, S-P 4–6 detik, dan durasi 26–34 detik.

  • 2 gempa tektonik jauh dengan amplitudo 14–18 mm dan durasi 45–80 detik.

Tidak ada keterangan tambahan terkait aktivitas lain di sekitar kawasan gunung.

Pihak PVMBG dan BPBD Aceh Tengah menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong masih berada pada Level II (Waspada). Dengan status tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Bur Ni Telong.

“Masyarakat dan pengunjung tidak mendekati kawah Bur Ni Telong dalam radius 1,5 km dan tidak berada di daerah fumarola dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan,” demikian imbauan resmi dalam laporan tersebut.

Adapun kegiatan Pusdalops PB BPBA saat ini meliputi pemantauan rutin, administrasi dan pelaporan, serta pengendalian dan pengoperasian petugas piket di 23 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh.

Petugas piket yang bertugas hari ini adalah Khaira Sukma Junina, Burhanudin, Iis Meilia Wati, dan Miftahul Jannah.

Sumber informasi:

Pemkab Aceh Besar Ajukan Pemekaran Kecamatan Seulimuem

0
Bupati Aceh Besar Syech Muharram berdiskusi dengan Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, Dr Safrizal MSi, di gedung Kemendagri, Jakarta, Selasa (7/10/2025). (FOTO: PEMKAB ACEH BESAR)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar tengah mengusulkan pemekaran Kecamatan Seulimuem menjadi dua wilayah administratif. Adapun 13 gampong yang berada di Mukim Lamteuba dan Mukim Lampanah direncanakan akan menjadi bagian dari kecamatan baru bernama Kecamatan Seulawah Agam.

Usulan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Besar, Syech Muharram, kepada Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, M.Si, di Gedung Kemendagri, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025).

Menurut Syech Muharram, masyarakat di wilayah Lamteuba dan Lampanah selama ini mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan pemerintahan karena jaraknya yang jauh dari pusat Kecamatan Seulimuem.

“Usulan pemekaran ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dan ini yang selalu menjadi aspirasi masyarakat ketika saya mengunjungi daerah tersebut,” ujar Syech Muharram.

Ia menjelaskan, pemekaran kecamatan di Indonesia merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Wilayah.

“Alhamdulillah Pak Safrizal langsung memerintahkan pejabat di direktoratnya untuk melakukan kajian terhadap usulan kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, Bupati Syech Muharram juga membahas rencana pembangunan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kota Jantho.

“Kita ingin menjadikan Kota Jantho sebagai kota pendidikan, Insya Allah dengan bantuan semua pihak keinginan tersebut bisa terwujud,” ujar Syech Muharram.

Saiful Bahri Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KONI Aceh

0
Anggota DPRA, Saiful Bahri atau akrab disapa Pon Yaya. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh resmi menetapkan anggota DPR Aceh, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya, sebagai Ketua Umum KONI Aceh yang baru. Ia terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Musorprovlub yang digelar di Hotel Grand Aceh Syariah, Cot Masjid, Kamis (9/10/2025).

Musorprovlub ini digelar untuk memilih ketua baru setelah meninggalnya Ketua KONI Aceh sebelumnya, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, pada Maret 2025 lalu saat menunaikan ibadah umrah.

Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, yang membuka kegiatan tersebut, berharap kepemimpinan Pon Yaya dapat membawa KONI Aceh semakin maju. Ia menilai, prestasi olahraga Aceh selama ini sudah menunjukkan kemajuan pesat di bawah kepemimpinan terdahulu.

“KONI Aceh begitu kuat saat dipimpin Gubernur Muzakir Manaf selama dua periode dan hal itu masih berlanjut saat dipimpin almarhum Abu Razak, kita berharap Ketua yang baru mampu membawa KONI Aceh lebih maju,” kata Sekda Nasir.

Nasir menegaskan, Pemerintah Aceh berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap upaya KONI Aceh dalam memajukan olahraga daerah.

“Rekan-rekan KONI gak perlu khawatir dukungan Pemerintah Aceh, Gubernur Aceh saat ini adalah mantan Ketua KONI dua periode dan Sekda Aceh saat ini adalah mantan Sekum KONI Aceh dua periode,” ujarnya.

Nasir juga mengungkapkan kedekatannya dengan organisasi tersebut. Ia menyebut pengalamannya selama menjadi Sekretaris Umum KONI Aceh telah memberikan banyak pelajaran, termasuk jaringan dan pengalaman yang berharga. Ia menilai, keterlibatannya di KONI turut berperan dalam perjalanan kariernya hingga kini menjabat Sekda Aceh.

Menurutnya, Mualem menilai kinerjanya sebagai Sekum sangat baik sehingga menjadi salah satu pertimbangan penunjukan sebagai Sekda Aceh saat Mualem menjadi Gubernur.

Sementara itu, Caretaker Ketua Umum KONI Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, juga berharap Ketua KONI Aceh yang baru mampu memajukan organisasi dengan semangat kebersamaan.

“Pengurus KONI Aceh juga harus memberi dukungan sepenuhnya kepada ketua terpilih sehingga ketua bisa melaksanakan tata kelola organisasi yang baik, prestasi bisa diraih kalau tata kelola organisasi berjalan dengan baik,” kata Soedarmo.

Ia menambahkan, peran KONI tidak hanya berfokus pada capaian prestasi olahraga semata, tetapi juga pada pembinaan karakter dan semangat persatuan.

Sudarmo mengatakan, tujuan hadirnya organisasi KONI bukan hanya mewujudkan prestasi olahraga. Tapi KONI juga harus mampu membangun watak manusia, mempersatukan ketahanan nasional, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

WN Vietnam Terluka Akibat Pelemparan Batu ke Kapal Keruk Emas di Aceh Barat

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Aceh Barat, Jamaluddin. (Foto: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Seorang pekerja asing asal Vietnam dilaporkan terluka akibat aksi pelemparan batu oleh massa terhadap kapal keruk emas di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Insiden ini terjadi pada Sabtu (4/10).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Meulaboh, Jamaluddin, mengatakan korban bernama Vu Dhin Chu (46), warga negara Vietnam.

“Korban bernama Vu Dhin Chu, berusia 46 tahun, warga negara Vietnam. Pelemparan terjadi pada Sabtu (4/10),” kata Jamaluddin di Aceh Barat, Rabu.

Ia menjelaskan, Vu Dhin Chu mengalami luka akibat lemparan batu yang dilakukan warga di area PT Magellanic Garuda Kencana, perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sungai Mas. Berdasarkan informasi yang diterima, aksi tersebut terjadi saat masyarakat memprotes aktivitas penambangan emas di aliran Krueng Woyla.

“Berdasarkan hasil konfirmasi langsung kepada pihak perusahaan, dipastikan bahwa WNA asal Vietnam tersebut saat dalam keadaan baik dan stabil, serta masih berada di Aceh Barat,” ujar Jamaluddin.

Ia menambahkan, Vu Dhin Chu merupakan pemegang Visa C18, yaitu visa untuk uji coba kemampuan bekerja, yang masih berlaku hingga 12 Oktober 2025.

“Sesuai rencana, yang bersangkutan akan kembali ke negaranya pada 10 Oktober 2025,” kata Jamaluddin menambahkan.

Menurut Jamaluddin, secara keimigrasian, warga asing tersebut tidak memiliki masalah karena izin tinggalnya sah dan masih berlaku.

“Ada pun insiden pelemparan yang dialami merupakan ranah aparat penegak hukum lainnya, bukan kewenangan Imigrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kantor Imigrasi Meulaboh hanya berwenang dalam pengawasan izin tinggal dan dokumen keimigrasian warga negara asing di wilayah kerjanya.

“Kami juga mendukung penuh iklim investasi yang sehat dan aman, serta berharap insiden ini tidak mengurangi minat para pelaku usaha dan investor untuk datang maupun berinvestasi di Aceh, khususnya di wilayah Aceh Barat,” demikian Jamaluddin.

Perkuat Arah Kebijakan, Gubernur Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh

0
Gubernur Mualem Lantik Dewan Ekonomi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.IDBANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf secara resmi melantik Dewan Ekonomi Aceh (DEA) dalam sebuah prosesi yang digelar di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis malam (9/10/2025).

Amatan Nukilan.id, pelantikan tersebut turut dihadiri oleh anggota DPR RI asal Aceh, unsur Forkopimda, para penasihat dan anggota Dewan Ekonomi Aceh, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perusahaan, BUMN dan BUMD, lembaga ekonomi dan keuangan, serta Kepala SKPA terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa pembentukan Dewan Ekonomi Aceh merupakan langkah penting untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi daerah yang lebih berbasis pengetahuan, kolaboratif lintas sektor, serta responsif terhadap perubahan global.

“Dewan ini menjadi mitra Pemerintah Aceh dalam merumuskan dan mengawal kebijakan ekonomi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran para pakar di dalamnya menunjukkan semangat baru yang akan menjadi modal dalam memajukan Aceh,” ujar Gubernur.

Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi besar Aceh di berbagai sektor, terutama perkebunan dan pertanian, untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Ini tanggung jawab kita bersama agar Aceh menjadi maju sebagaimana yang kita harapkan, sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan di seluruh daerah di Indonesia,” kata Gubernur.

Dewan Ekonomi Aceh diharapkan berperan aktif dalam penyusunan analisis ekonomi berbasis data guna pengentasan kemiskinan dan pengangguran, memberikan rekomendasi kebijakan fiskal dan investasi, menentukan arah sektor unggulan daerah, serta mendorong transformasi menuju ekonomi hijau dan digital. Selain itu, DEA juga diharapkan menjadi mitra pengendali kebijakan agar pelaksanaannya tetap efektif dan berkelanjutan. [XRQ]

Reporter: AKil

Bupati Aceh Barat Lepas Peserta “Raja Desa”: Semangat Baru Membangun Gampong dari Tangan Sarjana Muda

0
Bupati Aceh Barat Lepas Peserta “Raja Desa”. (Foto: Humas Aceh Barat)

NUKILAN.IDMEULABOH – Semangat membangun desa semakin menggelora di Aceh Barat. Pada Kamis (9/10/2025), Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM secara resmi melepas peserta program Sarjana Membangun Gampong (RajaDesa) di Aula Cut Nyak Dhien, Kantor Bappeda setempat.

Program RajaDesa merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Universitas Teuku Umar (UTU). Inisiatif ini dihadirkan untuk menyalurkan energi muda dan ide-ide segar dari kalangan akademisi guna memperkuat pembangunan di tingkat gampong.

Bupati Tarmizi menegaskan, kehadiran para sarjana di tengah masyarakat desa bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa ilmu, inovasi, dan semangat baru bagi kemajuan gampong.

“Kami berharap para sarjana ini bukan hanya datang untuk mengabdi, tapi juga belajar dari masyarakat. Bangun komunikasi, dengarkan suara rakyat, dan jadikan ilmu kalian solusi nyata di lapangan,” pesan Bupati.

Melalui program ini, pemerintah daerah bersama kampus berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan. Para peserta akan ditempatkan di berbagai gampong untuk membantu pemerintah desa dalam bidang perencanaan, pengembangan ekonomi kreatif, hingga digitalisasi pelayanan publik.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian UTU, Khairunisa, turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Sinergi seperti ini adalah bentuk nyata kampus hadir untuk negeri. Para sarjana bukan hanya berpikir dari ruang kelas, tapi langsung berkontribusi di lapangan,” ujarnya.

Dengan semangat muda dan tekad untuk mengabdi, para peserta RajaDesa berangkat membawa harapan baru—menjadikan gampong bukan sekadar tempat tinggal, tetapi pusat kemajuan dan kemandirian masyarakat.

Editor: Akil

GP Ansor Desak Polda Aceh Usut Tuntas Kasus Penghinaan Simbol Islam di TikTok

0
Ketua GP Ansor Banda Aceh, Saiful Amri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Banda Aceh mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku penistaan agama yang tengah viral di media sosial.

Desakan tersebut muncul setelah maraknya unggahan di TikTok dan Instagram yang dinilai menghina ajaran Islam. Salah satu akun yang paling menyita perhatian publik adalah @tersadarkan5758 milik Putra Muslem Mahmud, warga Aceh yang diduga membuat konten berisi hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan Ka’bah.

Akun dengan nama TERSADARKAN itu menampilkan sejumlah video pendek bernada provokatif yang menyindir ajaran Islam dengan bahasa kasar dan cenderung melecehkan. Dalam salah satu unggahan yang kini tersebar luas, pria tersebut dengan terang-terangan mengucapkan kata-kata yang menghina Nabi Muhammad SAW serta menyebut Ka’bah dengan sebutan merendahkan.

Tindakan itu pun menuai kecaman luas dari masyarakat Aceh yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Ketua GP Ansor Banda Aceh, Saiful Amri, saat diwawancarai Nukilan.id mengecam keras tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum bertindak cepat.

“Fenomena ini sangat memprihatinkan. Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, tapi justru dari sini muncul konten yang menistakan agama dan mempermainkan simbol-simbol keislaman. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga cermin krisis moral dan pemahaman agama yang serius,” ujar Saiful Amri.

Ia menilai, tindakan pelaku tidak hanya melanggar norma sosial dan nilai keislaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan kegaduhan serta perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kebebasan berekspresi di ruang digital tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerang keyakinan agama orang lain.

“Kami mendukung kebebasan berpendapat, tapi bukan kebebasan untuk menghina agama. Jika dibiarkan, hal seperti ini akan menciptakan efek domino generasi muda bisa menganggap wajar untuk memperolok hal-hal sakral,” tegasnya.

Saiful juga mendorong Polda Aceh, melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus, segera menindaklanjuti kasus tersebut. Ia mengingatkan bahwa penistaan agama merupakan tindak pidana serius sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP.

“Kami minta aparat bertindak cepat. Jangan sampai keresahan masyarakat semakin meluas. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pembelajaran dan efek jera bagi siapa pun yang mencoba menistakan agama,” katanya.

Di sisi lain, GP Ansor Banda Aceh mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat berwenang.

Sebagai organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor juga mengajak generasi muda memperkuat literasi digital serta menanamkan kembali nilai-nilai akhlakul karimah dalam penggunaan media sosial.

“Kita harus introspeksi. Mengapa dari Aceh, yang dikenal dengan Syariat Islam-nya, bisa muncul konten seperti ini? Ini sinyal bahwa kita perlu memperkuat pendidikan agama dan karakter, terutama di kalangan anak muda,” tutur Saiful.

Ia menegaskan bahwa media sosial seharusnya menjadi ruang untuk menyebarkan pesan positif dan mendidik, bukan untuk menebar kebencian atau menghina keyakinan orang lain.

“Mari jadikan media sosial sebagai sarana dakwah, edukasi, dan kebaikan. Jangan sampai dunia maya kita justru menjadi ruang penyebar kebencian,” pungkasnya. (xrq)

Reporter: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Sentuh Rp 6,9 Juta per Mayam

0
Perhiasan di Toko Emas Italy di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh hari ini, Jum’at (9/10) mencapai Rp6.900.000 per mayam. 

Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan yang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per mayam tergantung model perhiasan.

Daffa, pedagang emas di Toko Italy, menjelaskan bahwa harga tersebut mengalami kenaikan dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp6.850.000 per mayam.

“Harga emas hari ini Rp6.900.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan,” ujar Daffa kepada Nukilan, Rabu (9/10/2025).

Menurut Daffa, kenaikan harga emas ini dipicu oleh tingginya permintaan dari negara China yang tengah memborong emas dalam jumlah besar.

“Penyebab kenaikan emas dikarenakan negara China banyak memborong emas, maka dari itu harga emas naik,” jelasnya.

Sementara itu, harga emas batangan Antam hari ini tercatat mencapai Rp2.830.000 per gram.

Reporter: Rezi

1.000 Pemancing Akan Ramaikan Banda Aceh Fishing Tournament 2025, Promosikan Wisata Bahari Ibu Kota Serambi Mekkah

0
Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dispar Kota Banda Aceh Triansyah Putra. (Foto: Humas TRB)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 1.000 pemancing dari berbagai daerah di Aceh ambil bagian dalam ajang Banda Aceh Fishing Tournament 2025, yang digelar di kawasan Kilometer Nol, Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, pada 12 Oktober 2025.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh bersama Komunitas Tim Rencana Besar (TRB) Fishing Aceh ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pehobi mancing sekaligus upaya mempromosikan potensi wisata bahari di ibu kota Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Triansyah Putra, mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari strategi promosi wisata yang melibatkan komunitas.

“Turnamen memancing ini merupakan bagian dari strategi mempromosikan wisata bahari Kota Banda Aceh melalui kolaborasi dengan komunitas pemancing,” kata Triansyah Putra kepada Nukilan.id Kamis (09/10/2025).

Selain sebagai ajang promosi wisata, kata Triansyah, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk beraktivitas positif yang dapat berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.

“Melalui lomba memancing ini, Pemerintah Kota Banda Aceh juga memperkenalkan kekayaan laut, keindahan pantai, dan keramahan masyarakat ibu kota Provinsi Aceh kepada wisatawan domestik, nusantara, maupun mancanegara,” ujarnya.

Turnamen yang mengusung tema kolaborasi dalam hobi dan kreativitas guna memajukan pariwisata Kota Banda Aceh ini juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Selama ini, di lokasi lomba memancing tersebut merupakan destinasi wisata dan titik memancing masyarakat. Namun kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih minim, maka banyak sampah di tempat tersebut,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, peserta juga diajak melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar area memancing agar kawasan tetap indah dan bebas dari sampah plastik.

“Kami berharap kegiatan ini ke depan menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memajukan pariwisata. Tentu untuk kesuksesan visi ini tidak lepas dari dukungan para komunitas memancing,” tutur Triansyah.

Sementara itu, Ketua TRB Fishing Aceh, Amru, mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi. Awalnya panitia hanya menargetkan 800 peserta, namun karena minat masyarakat meningkat, jumlahnya ditambah menjadi 1.000 orang.

“Hingga hari penutupan pendaftaran, dari 1.000 pendaftar tercatat 200 peserta lebih berasal dari 15 kabupaten kota di luar Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Dari jumlah tersebut yang paling banyak dari wilayah barat selatan,” kata Amru.

Ia menambahkan, pemenang lomba dibagi dalam dua kategori, yakni tradisional dan casting, dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah serta berbagai doorprize menarik.

“Selain uang tunai untuk para juara, juga ada menarik lainnya berupa satu unit sepeda motor, dua unit sepeda listrik, dan alat pancing premium, serta ratusan hadiah menarik lainnya,” ujar Amru.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pemancing, tetapi juga momentum memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota wisata bahari yang bersih, ramah, dan terbuka bagi para pencinta alam serta wisatawan dari berbagai daerah. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Naik Lagi, Sentuh Rp 2,16 Juta per Gram

0
Ilustrasi untung rugi jual emas di toko perhiasan (Photo by Pixabay)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh kembali menunjukkan kenaikan pada Rabu (9/10/2025). Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari toko perhiasan Bina Nusa, harga emas logam mulia (LM) kini berada di kisaran Rp 2.160.000 hingga Rp 2.140.000 per gram, naik dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu, harga emas lokal tercatat Rp 2.132.000 hingga Rp 2.115.000 per gram. Adapun harga emas per mayam mencapai Rp 6.910.000, belum termasuk ongkos pembuatan.

Kenaikan harga ini melanjutkan tren penguatan emas yang terjadi sejak awal Oktober 2025. Peningkatan harga global dan ketidakpastian ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya minat masyarakat terhadap logam mulia sebagai instrumen investasi yang relatif aman.

Informasi harga emas harian dapat diakses melalui akun media sosial resmi @bina.nusa di Instagram dan Bina Nusa di Facebook, atau melalui nomor WhatsApp 0811-6810-030 untuk mendapatkan pembaruan langsung setiap hari. (XRQ)

Reporter: Akil