Beranda blog Halaman 2102

Windows 11 Berhasil Diinstal di Smartphone, Begini Tampilannya

0

Nukilan.id – Bagaimana jadinya jika Windows 11 yang baru saja diperkenalkan Microsoft, diinstal ke dalam sebuah ponsel?

Itulah yang dilakukan seorang mahasiswa asal Prancis bernama Gustave Monce. Ia bersama rekannya, Bingxing Wang dan mahasiswa lainnya berhasil memasang Windows 11 di sebuah ponsel.

Ponsel yang digunakan adalah Lumia 950 XL, salah satu smartphone yang menggunakan sistem operasi Windows 10.

Dalam sebuah video di akun YouTube-nya, Monce memperlihatkan Windows 11 yang dapat berjalan dengna mulus di perangkat dengan layar 5,7 inci tersebut.

“Semuanya benar-benar dimulai sejak 5 tahun yang lalu, ketika Windows 10 Mobile hampir usang. Kami sekarang adalah tim yang terdiri dari sekitar 15 orang dan kami telah membuat banyak kemajuan,” kata Monce.

Menurut Monce, ia dan rekannya melakukan porting, merekayasa serta menulis ulang driver  mereka sendiri agar Windows 11 bisa berjalan di ponsel tersebut.

Sebagaimana dihimpun dari The Verge, Rabu (7/7/2021), Monce mengaku bahwa ini merupakan salah satu pencapaian terbaru sejak dirinya menekuni hobi mengotak-atik smartphone selama lima tahun terakhir.

Tampilan Windows 11 yang diinstal di ponsel itu pun terbilang mirip dengan versi desktop. Jendela aplikasi bisa dibuka dengan ukuran yang lebih kecil (resize) untuk memudahkan multitasking.

Monce juga memamerkan saat ia membagi tampilan layar dengan memuat dua jendela aplikasi sekaligus. Meski demikian, kecepatan animasi gambar atau transisi antar menu Windows 11 tersebut masih belum terlalu mulus.

Tampilan Windows 11 di perangkat smartphone(youtube/GustaveMonce)

Saat beralih ke mode landscape, taskbar dan menu Start terlihat berada di sisi tengah, serupa tampilan Windows 11 desktop. Item seperti jam, koneksi, atau baterai letaknya juga sama yaitu berada di sisi kanan taskbar.

Sementara, saat mengubah tampilan ponsel ke mode potrait, menu Start akan bergeser ke pojok kiri.

Sebelumnya, Monce mengklaim bahwa dirinya adalah salah satu orang pertama yang berhasil menjalankan sistem operasi Windows 10 di ponsel Lumia 950s pada 2016 lalu.

Proyek bernama Lumia WOA Project yang dilakukan oleh Monce dan tim-nya tersebut kini ditulis dalam sebuah situs yang ulasannya bisa dilihat di tautan berikut.[kompas.com]

Kanwil Kemenkumham Aceh Gelar Promosi dan Diseminasi Merek di Aceh Jaya

0

Nukilan.id – Dalam rangka menjamin perlindungan hukum terhadap Merek dan Indikasi Geografis bagi pelaku usaha dan para intelektual di Kabupaten Aceh Jaya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh menggelar kegiatan Promosi dan Diseminasi Merek di Kota Calang ibu kota Kabupaten Aceh Jaya, kamis (8/7/2021).

Kegiatan Promosi dan Diseminasi Merek dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Drs. Meurah Budiman. SH., MH dihadiri oleh Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Jaya, Ketua Dekranasda, para Kepala Dinas dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.

Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi pelaksanaan Promosi dan Diseminasi Merek Kekayaan Intelektual di Aceh Jaya karena selama ini banyak pelaku usaha belum memahami tata cara dan syarat mendaftarkan Merek di Kemenkumham.

“Karenanya, saya berharap Kanwil Kemenkumham Aceh dapat memberikan informasi tentang pendaftaran pada peserta kegiatan yang umumnya para pelaku usaha dari UMKM Aceh Jaya,” harap Bupati.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham, Aceh Meurah Budiman dalam sambutannya mengajak para pelaku usaha baik secara perorangan maupun badan usaha untuk mendaftarkan segala bentuk merek usaha seperti usaha dagang maupun jasa.

Menurutnya, merek mempunyai peran yang sangat srategis dalam menjalankan kehidupan perekonomian, pendaftaran merek bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap hak atas kepemilikan merek.

“Dalam dunia bisnis persoalan merek persoalan merek merupakan hal yang sangat sensitif, bahkan bisa menimbulkan sengketa hingga ke pengadilan”, ujarnya.

Lebih lanjut, Meurah Budiman mengatakan bahwa, selama ini layanan permohonan untuk mendaftarkan merek sangat mudah dan dapat dilakukan secara online, berbagai informasi tentang merek terdaftar dapat diakses oleh publik melalui laman web pangkalan data Kekayaan Intelektual.

“Para pemohon juga dapat melakukan konsultasi langsung ke Kanwil Kemenkumham Aceh untuk memperoleh informasi yang lebih jelas dan akurat tentang pendaftaran merek ini,” jelas Meurah Budiman.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Aceh juga mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Jaya untuk melindungi Ekspresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional yang ada di Kabupaten Aceh Jaya untuk dicatat dan diajukan permohonan Hak Cipta ke Direktorat Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI untuk mencegah adanya pengakuan atau klaim dari daerah atau negara lain, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.[]

Tiga Peserta Wakili Aceh di Ajang Lomba Video Pendek Islami Nasional

0

Nukilan.id – Tiga peserta akan wakili Provinsi Aceh dalam perlombaan  Film Pendek Animasi Islam yang digelar Sub Direktorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Ditjen Bimas Islam. Jadwal pelaksanaan akan diumumkan kembali.

Mereka yang mewakili Aceh yaitu Cut Meviantra Nanda dengan judul film “Gara-gara Terbawa Nafsu,” Khansa Nadhila Az-Zahra dengan judul “Berhenti di Kamu,” dan Srikal dengan judul “Etika dalam Berteman.” Sebelumnya, para peserta telah mengikuti seleksi penilaian karya yang diadakan tingkat provinsi pada 8 Juni 2021 lalu di Hotel Grand Arabia Banda Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg, ketiga peserta yang akan mengikuti ajang nasional ini merupakan para juara Film Pendek Animasi Islam yang digelar Kanwil Kemenag Aceh beberapa waktu yang lalu.

“Kita melihat bakat dan minat pemuda  Aceh dalam mengikuti film animasi Islam ini begitu besar. Kita patut berbangga karena tujuannya adalah untuk syiar,” kata Iqbal, Rabu, 7 Juli 2021.

Penyerahan penghargaan bagi  para pemenang dilakukan pada  Senin 5 Juli 2021. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai, piala dan juga sertifikat.

Iqbal berharap para peserta yang akan mewakili Aceh untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

“Jangan cepat merasa puas, mari terus berbenah, apa yang kurang masih bisa diperbaiki. Semoga hasil yang memuaskan bisa kita raih,” katanya.[]

Mahdi Efendi: Kesbangpol di Aceh Harus Aktif Lakukan Deteksi dan Cegah Potensi Konflik

0
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Aceh Drs. Mahdi Efendi. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Aceh Drs. Mahdi Efendi meminta kepada seluruh Kesbangpol di Aceh berperan aktif dalam pencegahan konflik, karena dengan deteksi dan cegah dini, kita dapat meredam gangguan keamanan yang dapat mengancam stabilitas daerah.

“Saya berharap peran aktif saudara-saudara dalam melakukan deteksi dini dan cegah dini ini,” kata Mahdi Efendi apa Rapat Evaluasi Situasi dan Kondisi Daerah (Sikonda) Aceh yang digelar Badan Kesbangpol Aceh di Aula Empu Beru, Komplek Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Kamis (08/7/2021).

Kata Mahdi Efendi, dengan kerjasama yang dilakukan, dia berkeyakinan kesbangpol di Aceh telah berkonstribusi dalam menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, tentu untuk mewujudkan Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani.

“Situasi dan kondisi Aceh dengan potensi konflik dan gangguan keamanan harus kita pantau dan antisipasi secara bersama-sama,” ujarnya.

Untuk itu—kata Mahdi–momentum rapat evaluasi Sikonda dilakukan untuk memperkuat kemampuan dalam mendeteksi dini dan sensitifitas setiap permasalahan menonjol di daerah masing-masing.

“Tentu untuk menjaga stabilitas daerah dan mencegah konflik dan gangguan keamanan yang berpotensi mengganggu keberlanjutan perdamaian di Aceh,” kata Mahdi.

Pada kesempatan itu, Mahdi juga menyampaikan berpesan pesan kepada Peserta Rapat Evaluasi Sikonda untuk menjadi masukan Kesbangpol di daerah, antara lain:

1. Tingkatkan sinergitas dan koordinasi terpadu antara aparatur pemerintah dan masyarakat dalam mendukung situasi kamtramtibmas di daerah.
2). Optimalkan penyelenggaraan kewaspadaan dini, deteksi dini, cegah dini, lapor cepat dan kerjasama antara aparatur pemerintah dengan masyarakat, kominda, dan forum-forum masyarakat lainnya yang ada didaerah.

Sementara Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Aceh, Suburhan, SH dalam laporan Kepanitiannya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan rapat evaluasi sikonda Aceh tahun 2021 untuk meningkatkan kemampuan serta mengevaluasi pelaporan Sikonda Aceh terkait perkembangan situasi dan kondisi daerah, guna menjaga stabilitas dan merawat keberlanjutan perdamaian di Aceh.

Hadir pada acara itu perwakilan Kesbangpol seluruh Aceh yang menjadi Satuan Tugas Monitoring Lapangan Sikonda.[red]

Lembaga Antikorupsi Jerman Surati Jokowi, Ini Isinya

0
Presiden Joko Widodo. (Foto: Gurindam.id)

Nukilan.id – Transparency International (TI) merasa prihatin dengan upaya-upaya pelemahan yang ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rasa prihatin tersebut ditulis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang antikorupsi yang bermarkas di Berlin, Jerman itu dalam sebuah surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat itu tertera tanggal 1 Juli 2021.

“Yang Mulia Presiden Widodo, Transparency International menulis untuk mengungkapkan keprihatinan serius kami atas pelemahan yang berkelanjutan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia,” kata Chief Executive Officer TI, Daniel Eriksson, dalam surat tersebut, sebagaimana dilansir dari VIVA, Rabu (7/7/2021).

Transparency International, lanjut Daniel, mengkhwatirkan perkembangan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia sejak revisi Undang-undang KPK 2019. Padahal, menurut Daniel, KPK sudah efektif sebagai sebagai organisasi antikorupsi sebelum adanya revisi tersebut.

“Selama dua tahun terakhir, kita telah melihat ancaman berkelanjutan terhadap independensi dan keberhasilannya,” kata Daniel.

Selain itu, ia juga menyoroti masalah asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK. Dia mengaku sangat prihatin dengan adanya langkah pemecatan terhadap sejumlah pegawai KPK yang berintegritas.

Pemecatan itu, kata Daniel, bertentangan dengan pernyataan Presiden Jokowi. Lebih jauh, hal itu juga bertentangan dengan komitmen antikorupsi yang sudah diteken Indonesia.

“Ini bertentangan dengan Jakarta Principles tentang Anti-Corruption Authorities, dan kami menyorot sebagai perhatian utama dalam evaluasi TI baru-baru ini tentang komitmen antikorupsi Indonesia,” ujarnya. Oleh karenanya, Transparency International meminta Presiden Jokowi menegur pimpinan KPK dan membatalkan pemecatan pegawai lembaga antirasuah.

“Meminta Presiden Jokowi menegur Komisioner dan membatalkan pemberhentian pegawai KPK. KPK yang kuat, efektif, dan independen sangat penting untuk pertumbuhan dan pemulihan Indonesia yang berkelanjutan dari pandemi Covid-19,” ungkapnya.

“Agar hal ini tercapai dan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap KPK dan Indonesia, KPK harus beroperasi sesuai dengan United National Convention Against Corruption dan Jakarta Principles,” tulis Daniel.

Lebih lanjut, Transparency International dalam surat itu mendesak Presiden Jokowi menggunakan kekuasaan eksekutifnya untuk memulai pembalikan reformasi yang dinilai makin rusak. “Ini untuk memastikan kapasitas KPK untuk menjalankan peran pentingnya dalam kepatuhan terhadap komitmen internasional Indonesia,” kata dia di akhir surat tersebut.

Merespons hal tersebut, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi nonaktif KPK, Giri Suprapdiono, melalui cuitan di Twitter-nya ikut menanggapi surat itu. Giri diketahui merupakan salah satu pegawai yang dinilai tak lulus TWK sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lembaga Internasional yg berpusat di Berlin bersurat ke Presiden Jokowi, tanda bahaya, alarm, pemberantasan korupsi di Indonesia. Pelemahan KPK, disempurnakan dgn upaya TWK u/ menyingkirkan pegawai simbol marwah KPK, membahayakan pemberantasan korupsi,” cuit Giri di akun @girisuprapdiono, Selasa, 6 Juli 2021.[wartaekonomi]

Penjelasan Pemerintah Aceh Soal KMP Aceh Hebat dan Proyek Multi Year

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Juru Bicaranya, Muhammad MTA, menjelaskan informasi seputaran Pemerintah Aceh yang dipertanyakan oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Diantara lain meliputi program pengadaan kapal Aceh Hebat, proyek jalan multi years hingga isolasi mandiri yang dijalani Gubernur Aceh.

Penjelasan yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh itu berlangsung dalam diskusi yang digelar secara virtual oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala, Rabu, 7/7/2021.

Muhammad mengatakan, pelaksanaan 14 ruas jalan tembus di beberapa wilayah di Aceh dengan menggunakan skema anggaran multi years pada dasarnya telah melalui kesepakatan antara Pemerintah Aceh dan DPR Aceh periode 2014-2019. Namun pada periode selanjutnya, seiring pergantian anggota dewan, pihak DPRA meminta pelaksanaan proyek tersebut dibahas kembali. Hal inilah yang menimbulkan polemik.

Muhammad mengatakan, pelaksanaan proyek jalan tembus tersebut sesuai dengan visi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah. Yaitu membuka akses yang lebih baik untuk wilayah yang selama ini terisolasir.

“Dalam melaksanakan proyek jalan multi years ini, sejak perencanaan, tender, sampai dengan MC-O proyek dijalankan, Pemerintah Aceh menggandeng BPKP. Guna melakukan Probity Audit. Sehingga pelaksanaan berjalan transparan dan tidak terjadi kecurangan,” kata Muhammad MTA.

Muhammad menegaskan, BPKP melakukan probity audit dalam mengawal pelaksanaan proyek jalan multi years itu. Artinya, penilaian dan pengawasan yang dilakukan itu benar-benar ketat agar proses pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan prinsip penegakan integritas, kebenaran, dan kejujuran dan memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Muhammad juga menjawab pertanyaan mahasiswa terkait Kapal Aceh Hebat. Juru Bicara Pemerintah Aceh itu menegaskan jika komponen kapal tersebut bukan barang bekas.

“Proses pengadaan kapal tidak seperti membeli mobil di showroom, tapi dilakukan perakitan mulai dari nol hingga menjadi sebuah kapal sesuai spesifikasi yang dipesan,” kata Muhammad.

Muhammad menjelaskan, biaya pengadaan sebuah kapal berdasarkan ukuran dan spesifikasi sudah ditentukan sesuai standar harga yang ditetapkan oleh Kementerian terkait. Jadi baik Pemerintah Aceh maupun kontraktor pelaksana tidak bisa menentukan maupun melakukan mark up harga sesuka hati.

“Namun demikian kami tetap terbuka saran dan kritik dari mahasiswa. Hal tersebut menjadi stimulan bagi pejabat dan aparatur Pemerintah Aceh agar pelayanan dan pekerjaan bisa lebih baik lagi,” kata Muhammad.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad juga meluruskan isu bertebaran jika pihaknya menyatakan gubernur harus menjalani isolasi mandiri selama tiga bulan. Ia mengatakan, pihaknya tidak pernah sama sekali menyatakan hal demikian.

Gubernur, kata dia, menjalani isolasi mandiri karena memang sesuai anjuran tim medis. Pasca dinyatakan positif pada 31 Mei lalu, gubernur menjalani isolasi selama 14 hari, lalu melakukan swab ulang dan masih dinyatakan positif. Saat swab tes kali ketiga pun gubernur masih dinyatakan positif.

“Roda pemerintahan tetap berjalan dengan lancar selama gubernur isolasi, pak gubernur mengkoordinasi jajarannya secara virtual. Isolasi dilakukan gubernur agar tidak terjadi penularan, bukan menghindar dari KPK sebagaimana kabar yang beredar di medsos. Sebab gubernur sendiri tidak pernah dipanggil KPK seperti yang dituduhkan itu,” kata MTA.

Muhammad menegaskan, jika memang benar gubernur dipanggil KPK sebagaimana yang dituduhkan itu, maka sudah pasti KPK akan mengumumkan secara resmi atau kepada media bahwa gubernur telah dipanggil dan tidak bisa berhadir karena terpapar Covid-19. “Tapi hal itu tidak ada, artinya tuduhan itu tidak benar.”

Kemudian, Jubir MTA juga menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa terkait sejumlah pejabat Pemerintah Aceh yang diperiksa KPK menyangkut sejumlah proyek yang dikerjakan Pemerintah Aceh, termasuk gedung Oncology RSUDZA. Menurutnya, penyelidikan tersebut merupakan hal wajar dalam penegakan hukum, apalagi karena ada laporan dari masyarakat.

Oleh sebab itu, Muhammad MTA berharap, ketika proses penyelidikan masih berjalan, maka semua pihak sepatutnya mengedepankan praduga tak bersalah selama keputusan hukum belum ditetapkan.

“Kita tidak boleh melakukan penghakiman terhadap proses hukum yang belum diputuskan dan ditetapkan oleh pengadilan.

Kita sama-sama menunggu hasil kerja KPK. Kita hindari pernyataan-pernyataan yang menghakimi terhadap semua pihak yang sedang dimintai keterangan oleh KPK dalam hal penyelidikan ini. Karena ini juga terkait dengan nama baik dan kehormatan seseorang, mereka ada keluarga, anak, istri dan kerabat,” kata Muhammad.

Pada kesempatan yang sama, Jubir MTA mengapresiasi atensi mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang peduli terhadap roda pemerintah Aceh. Kepedulian mahasiswa begitu penting sebagai kontrol sosial agar pemerintahan berjalan lebih baik lagi. []

Soal Pilkada Aceh, Mualem Sebut Tetap 2022 Sesuai UUPA

0
Ketum DP-Partai Aceh, H. Muzakir Manaf, alias Mualem, (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh H. Muzakir Manaf menegaskan bahwa, pelaksanaan Pilkada Aceh harus tetap sesuai dengan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) yaitu di tahun 2022.

“Pilkada Aceh tetap berpendirian dan sesuai dengan Lex specialis Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA). Pilkada dilaksanakan lima tahun sekali yang berarti di tahun 2022,” kata Muzakir Manaf yang akrap disapa Mualem itu kepada Nukilan.id disela acara milad Partai Aceh ke 14 di kantor DPP Partai Aceh, Batoh, Banda Aceh, Rabu (7/7/2021).

Menurutnya, itu sesuai dengan amanat Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati di Helsinki pada tahun 2005 silam.

“Dengan surat yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh, dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Pilkada di Aceh, harus diserentakan di tahun 2024, biarkan yang berkewenangan untuk menjawab surat tersebut,” ujarnya.

Namun, kata dia, jika surat tersebut dialamatkan ke Partai Aceh, kita tetap akan menjawab sesuai dengan komitmen UUPA.[]

Reporter: Irfan

1400 Ton Benih Padi Aceh Sudah Bersertifikat dan Berbarcode

0
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun) Aceh, Habiburrahman, S.TP, M.Sc, (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun) Aceh, Habiburrahman, S.TP, M.Sc menyampaikan bahwa, benih padi yang bersertifikat dan berbarcode sampai bulan Juli sudah mencapai 1400 ton di Aceh.

“Sertifikasi dan Barcode benih itu bertujuan, agar tidak adanya pemalsuan benih padi. Dan kita juga mengedukasi petani Aceh, agar semua padi yang sudah berbarcode bisa dibaca dan dicek langsung melalui android. Saat ini benih yang memiliki label barcode sudah tersebar di beberapa kabupaten di Aceh,” kata Habiburrahman kepada Nukilan.id, Jum’at (2/7/2021).

Kemudian, kata dia, ketika semua benih diberikan barcode, maka dapat memudahkan petani saat mengecek bernih padi tersebut dengan cara scan barcode benih dengan kode QR di handphone android. Sehingga, petani bisa langsung melihat benih tersebut asli atau palsu.

“Ini kita upayakan disaat petani kita menerima manfaat benih berbarcode langsung bisa melihat benar atau tidaknya benih ini asli atau palsu,” ujarnya.

Selain itu, Habiburrahman mengatakan, saat ini benih besertifikat dan berbarcode sudah mulai digemari oleh petani Aceh. Menurut petani sitem tersebut bermanfaat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama masalah pada sektor produksi. Karena benih untuk produksi itu mencapai 35%.

Habiburrahman berharap, kedepan semua benih padi yang dipasarkan oleh masyarakat sudah memiliki label barcode dan besertifikat.

Distanbun Aceh, kata dia, menargetkan pada tahun 2021 akan menhasilkan lebih kurang 3500 sampai 4000 ton benih padi yang bersertifikat. Khususnya untuk padi dan kedelai.

Diketahui, untuk mencegah pemalsuan benih padi, Kementerian pertanian (Kementan) melalui Direktorat Perbenihan, Ditjen tanaman pangan meluncurkan fitur barcode atau QR Code pada produk benih sehingga dapat memberikan informasi peredaran benih secara cepat dan tepat. Fitur barcode ini dapat mencegah potensi pemalsuan benih yang kerap terjadi.

Direktur Perbenihan kementan Takdir Mulyadi mengatakan jika QR Code dipindai, akan menampilkan informasi jumlah, mutu, varietas, waktu, tempat serta status benih terkini yang beredar di Indonesia. Informasi ini akan mencegah potensi pemalsuan benih yang merugikan produsen dan petani.[]

Reporter: Irfan

Kemenag Aceh Umumkan Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2021

0
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg

Nukilan.id – Kementerian Agama kembali membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) untuk seluruh wilayah Indonesia. Pendaftaran dimulai sejak 7 Juli-21 Juli 2021 melalui website SSCN BKN.

Kanwil Kemenag Aceh mendapatkan alokasi 840 formasi yang terdiri dari 44 formasi CPNS dan 796 formasi  CPPPK.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg mengatakan, pengumuman penerimaan CPNS dan PPPK telah diumumkan melalui website resmi dan media sosial Kanwil Kemenag Aceh.

“Silahkan dicek apakah ada formasi untuk saudara pada tahun ini. Jika berminat maka silahkan ikuti tahapan yang disebutkan dalam pengumuman tersebut,” katanya.

Iqbal menyampaikan, ada tiga tahapan seleksi yang akan dilalui oleh para peserta dalam seleksi CPNS dan PPPK tahun ini, di antaranya, seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar dengan sistem Computer Asisted Test (CAT) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Nah sebelum melangkah ke tahapan-tahapan tersebut persiapkan diri terlebih dahulu dengan sebaik-sebaiknya, kemudian dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, ijazah dan lain sebagainya juga harus disiapkan,” katanya.

Pria yang pernah menjabat Kakankemenag Aceh Barat Daya ini menuturkan, seleksi CPNS dan CPPPK dilaksanakan dengan transparan, bersih, dan akuntabel. Ia mengingatkan, jika ada oknum yang mengaku sebagai calo maka silahkan dilapor kepada Kanwil Kemenag Aceh atau kepada pihak yang berwajib.

“Jangan lupa kunci sukses adalah usaha dan doa, jika ada yang mengaku bisa memuluskan langkah anda dalam tes ini, maka itu sepenuhnya bohong. Tidak ada yang bisa meluluskan karena tesnya dilakukan dengan menggunakan sistem komputer. Saya harap ini diingat dengan sebaik-baiknya agar para peserta tidak dikelabui oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Iqbal.[]

Mualem: Saya Sudah Sangat Siap Jadi Gubernur Aceh

0
Ketum DP-Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh H. Muzakir Manaf menyatakan bahwa, sudah sangat siap untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh tahun 2022 maupun tahun 2024.

“Saya sudah sangat siap menjadi Calon Gubernur Aceh, jika pilkada dilaksanakan di tahun 2022, dan apabila pilkada dilaksanakan di tahun 2024 juga siap, dan itu semua sudah menjadi keputusan partai, ditetapkan sebagai calon Gubernur Aceh dari Partai Aceh,” kata Muzakir Manaf yang akrap disapa Mualem itu kepada Nukilan.id disela acara milad Partai Aceh ke 14 di kantor DPP Partai Aceh, Batoh, Banda Aceh, Rabu (7/7/2021).

Mualem juga mengatakan, dirinya akan menjajaki dan mengevaluasi kembali seluruhnya, agar Partai Aceh lebih meningkat lagi di Pilkada yang akan datang.

“InsyAllah, kami yakin dengan sistem yang dibuat Partai Aceh saat ini, akan mendapatkan kursi secara maksimal, seperti pilkada pertama di Aceh,” ujarnya.

Selain itu, Mualem menyampaikan bahwa, target kursi untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) di Provinsi Aceh harus mencapai 50% lebih.

“Begitu juga dengan Kepala Daerah Bupati dan Walikota,” ujarnya.

Untuk koalisi dan calon wakil Gubernur Aceh, kata Mualem, nanti akan dilihat kembali siapa pasangan yang tepat.

“Untuk koalisi, semua partai memungkinkan untuk menjadi koalisi,” sebutnya.[]

Reporter: Irfan