Beranda blog Halaman 2045

Presma UIN Ar-Raniry: Kita Akan Kembali Melakukan Aksi

0
Presiden Mahsiswa UIN Ar-Raniry, Ahmad Jaden. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Ahmad Jaden mengatakan bahwa, pihaknya akan kembali melakukan aksi demontrasi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh.

“Kita dari Mahasiswa UIN Ar-Raniry kedepan kita akan kembali melakukan aksi dan kita tetap akan berada di garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat,” tegas Ahmad Jaden setelah dilepaskan dari Polresta Banda Aceh, karena ditangkap polisi saat melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRA, Rabu (18/8/2021).

Menurutnya, aksi demontrasi yang dilakukan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) hari ini merupakan aksi damai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Terus terang kami melakukan aksi ini dengan aksi damai dan tentunya kita mahasiswa tahu hukum dan taat hukum, teman-teman juga sudah melakukan protokol kesehatan,”

Namun, kata dia, kejadian hari ini menjadi sebuah pelajaran dan semangat kita untuk tetap terus siap dalam keadaan apapun, karena mahasiswa merupakan lambang dan hati masyarakat.

Selain itu, Presma UIN Ar-Raniry ini juga mengatakan bahwa, pihaknya melakukan aksi tersebut real, pastinya hanya untuk menyuarakan hak-hak mahasiswa dan masyarakat Aceh.

“Yang pasti kami dari mahasiswa UIN akan terus-menerus menyuarakan kebenaran. Covid-19 adalah wabah yang berbahaya, namun Aceh hari ini miskin, pendidikan dibungkam, dan ekonomi kita juga anjlok,” terangnya.

Oleh karena itu, kata Ahmad Jaden, harapan kami mahasiswa, normalisasikan kehidupan rakyat Aceh, guna membendung terpuruknya pendidikan dan kemiskinan di bumi Aceh ini yang kian hari semakin menurun.[]

Reporter: Hadiansyah

Rusak Parah, Jalan Lintas Medan-Banda Aceh Ditanami Pohon Pisang di Aceh Tamiang

0
Warga saat menanam pohon di jalan rusak. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Puluhan Warga Desa Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang menanam pohon pisang tepat diatas jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh pada Rabu (18/8/2021).

Penanaman pohon pisang tersebut disebabkan oleh jalan yang rusak parah dan berlubang, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengguna sepeda motor.

Reaksi warga menanam pohon pisang sangat beralasan, pasalnya dalam kurun waktu satu bulan terakhir sudah sering terjadi kecelakaan, dan korbannya para pengguna sepeda motor, karena terperosok kedalam lobang.

Selain itu, Penamanam pohon pisang ini juga sebagai bentuk protes warga Kebun Tiga, Desa Semadam kepada Pemerintah Aceh khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang atas jalan yang rusak namun tak kunjung diperbaiki.

Agusnar, seorang warga Kecamatan Kejuruan Muda mengatakan, rusaknya jalan lintas nasional tersebut sudah sangat lama terjadi. Dan sepertinya memang sengaja dibiarkan. Sehingga rawan dengan terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas).

“Jalan yang rusak itu mulai dari Langkat Tamiang yang merupakan perbatasan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Aceh. Bahkan yang kondisi kerusakannya paling berat adalah disekitar kawasan Simpang Desa Karang Jadi hingga mendekati Simpang Semadam,” jelasnya.

Agusnar menceritakan, saat dirinya dan seorang rekannya yang bernama Dedek Safwan Anwar melintasi jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan tersebut. Seketika itu juga kedua orang ini malakukan aksi tanam pohon pisang bersama sejumlah warga sekitar jalan yang rusak berat tersebut.

Dia menduga, kalau aksi yang dilakukan warga merupakan bentuk dan wujud dari rasa kekecewaan rakyat terhadap pemangku kebijakan, dalam hal ini Pemerintah dari tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat yang telah membiarkan jalan nasional dengan kondisi yang sangat parah.

“Wajar saja mereka beraksi seperti itu, karena gak ada terlihat yang melakukan pelanggaran hukum atau aturan,” ungkap Agusnar.

Menurutnya, yang dilakukan beberapa warga dengan menanam pohon pisang dilubang aspal itu juga baik, karena sebagai tanda bahwa ada lubang yang mengangah di tengah jalan.

“Saat dilakukan tanam batang pisang itu memang sedang dalam keadaan hujan pada pertengahan hari, Selasa, 17 Agustus 2021 siang, jadi lubang-lubang diaspal itu dipenuhi air. Dengan adanya pohon pisang, maka para pengguna jasa jalan bisa mengetahui kalau didepannya ada lubang yang mengangah,” ujar Agus.

Oleh karena itu, Agusnar berharap, agar pemerintah maupun pemangku kepentingan dapat segera memperbaiki jalan aspal yang kondisinya sudah kupak kapik dan banyak ditemukan lubang besar yang mengangah sebelum korban lakalantas jatuh bergelimpangan dengan menelan korban jiwa. []

Reporter: Poris

GeRAK Berikan Penghargaan kepada Kajati Aceh atas Penanganan Korupsi

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh memberikan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Dr Muhammad Yusuf atas dedikasinya dalam menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi di Aceh.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan bahwa pemberian reward kepada Kajati Aceh tersebut sebagai bentuk apresiasi pihaknya karena kinerja baik kejaksaan dalam mengungkapkan beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tahun ini.

“Dalam tahun ini sudah ada lima perkara dugaan korupsi yang ditangani Kejati Aceh, ini kinerja yang cukup baik di tengah pandemi COVID-19,” kata Askhalani kepada wartawan, di Banda Aceh, Rabu (18/8/2021).

Adapun lima perkara tersebut, kata Askhalani, seperti tiga kasus dugaan korupsi replanting peremajaan sawit rakyat di tiga daerah (Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Barat), kasus sertifikat tanah masyarakat miskin, dan pemecah ombak di Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya.

Askhalani menyampaikan, selain lima kasus yang ditangani Kejati Aceh saat ini, indikator lain dalam pemberian penghargaan tersebut juga berjalan penanganan perkara oleh Kejari kabupaten/kota di Aceh.

“Berdasarkan catatan GeRAK Aceh, juga 18 perkara besar yang sedang ditangani Kejari kabupaten/kota. Karena itu dalam momentum hari kemerdekaan ke 76 ini kita mengapresiasi kejaksaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Askhalani, indikator lain dalam pemberian penghargaan tersebut juga karena Kejati Aceh telah menindaklanjuti beberapa kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh GeRAK Aceh.

GeRAK Aceh juga meminta kepada bapak Kajati Aceh mengungkapkan tuntas kasus yang sedang ditangani, dan membukanya ke masyarakat luas.

“Apalagi kasus-kasus yang berhubungan sektor publik, ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari Kejati Aceh,” kata Askhalani.

Sementara itu, Kajati Aceh Dr Muhammad Yusuf mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan, dan ini menjadi sebuah tantangan bagi lembaganya untuk terus bekerja maksimal memberantas korupsi di tanah rencong.

“Terima kasih atas apresiasinya, dan saya tidak berhenti atau berakhir dari lima kasus ini saja,” kata Muhammad Yusuf.

M Yusuf menuturkan, sebenarnya ini tantangan yang berikan GeRAK Aceh kepada kejaksaan. Namun, semua ini tidak bisa dikerjakan sendiri karena semua memiliki keterbatasan, maka butuh support seperti dukungan data dan pengawasan.

“Saya tidak bisa kerja tanpa bantuan teman-teman, membangun pekerjaan korupsi itu tidak mudah, yang penting niat kita untuk menyelamatkan uang negara. Tekat kita menangani kasus, maka saya mohon bantuan dan dukungannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, M Yusuf juga menegaskan bahwa dirinya akan terus bekerja maksimal dalam upaya pemberantasan korupsi, dan tidak akan berhenti pada lima kasus yang sedang ditangani saat ini saja.[]

Bulan Bakti Sosial, DPC Demokrat Kota Banda Aceh Bagi-Bagi Sembako

0
Pembagian sembako di Kantor DPC Partai Demokrat Banda Aceh. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Banda Aceh membagikan sembako kepada pengurus dan masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat covid-19.
Kegiatan ini adalah rangkaian Bakti Sosial Partai Demokrat menyambut Hari Uang Tahun Republik Indonesia ke-76 dan Dua Dekade Partai Demokrat yang dilaksanakan di kantor DPC Partai Demokrat Kota Banda Aceh, Jambo Tape, Rabu (18/8/2021).

Ketua DPC Partai Demokrat menyampaikan, pembagian sembako untuk kader dan pengurus partai dilakukan langsung oleh DPC, dan kepada anggota DPRK Fraksi Demokrat diarahkan membagikan langsung kepada masyarakat sebagai bagian penting kader Demokrat yang memiliki kepedulian pada rakyat.

“Teman-teman yang duduk di DPRK agar membagikan langsung sembako kepada masyarakat yang sedang dalam kondisi isolasi mandiri. Bantu mereka,” Kata Arif Fadillah.

Menurut Arif, Demokrat Kota Banda Aceh selain membagi sembako, pada Bulan Bakti Sosial Demokrat juga akan menggelar sejumlah kegiatan bakti sosial lainnya, termasuk melakukan Touring Kemerdekaan bersama kader partai, Anggota DPRK, dan masyarakat, Sabtu (21/8/2021) mendatang. [ji]

Hari Ini, Vaksinasi Massal di Banda Aceh Convention Hall Kembali Dimulai

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat umum di Gedung Banda Aceh Convention Hall kembali dimulai sejak hari ini, Rabu 18 Agustus 2021. Sebelumnya vaksinasi untuk umum di gedung tersebut ditunda sementara lantaran para petugas yang melakukan vaksinasi (vaksinator) harus menjalani vaksinasi khusus tahap tiga.

“Sesuai arahan pimpinan, pelaksanaan vaksinasi massal untuk umum akan dilaksanakan kembali mulai Rabu tanggal 18 Agustus 2021,” ujar Ketua Bidang Komunikasi Satgas Covid-19 Pemerintah Aceh, Muhammad Iswanto, Selasa malam 17 Agustus 2021.

Sementara untuk pelayanan vaksinasi khusus booster (suntikan ke 3) bagi tenaga kesehatan dapat tetap dilaksanakan di masing-masing Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tim RS Kesdam, RS Bhayangkara, RSIA, RSUDZA dan RSJ.

Sebelumnya, vaksinasi covid-19 khusus booster atau suntikan ke 3 bagi tenaga kesehatan dimulai pada Senin 9 Agustus lalu. Para vaksinator yang bertugas di Banda Aceh Convention Hall termasuk di antara mereka yang mendapatkan prioritas mengikuti suntik dosis tiga vaksin covid-19, sehingga vaksinasi untuk umum ditunda sementara. []

ACSTF Bedah Buku “Kronik Damai Aceh”, Begini Respon Para Tokoh

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Achehnese Civil Society Task Force (ACSTF) menyelenggarakan peluncuran dan bedah buku “Kronik Damai Aceh Vol 1-5” di gedung serbaguna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu, (18/8/2021).

Dalam acara tersebut, menghadirkan Dr. Otto Syamsuddin Ishak yang merupakan penulis buku “Kronik Damai Aceh” serta sejumlah tokoh Aceh yaitu, Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, Wakil Ketua II DPRA, Hendra Budian, dan Sekjen ACSTF Juanda Djamal yang merupakan inisiator acara tersebut.

Dalam komentarnya, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin menyebutkan, Otto Syamsuddin Ishak telah berhasil mencatat setiap detail proses yang dilupakan dan masih terus berjalan, sehingga secara kasat mata sejak penandatangan MOU Helsinki, belum mampu menjadi platform bersama untuk menjadikan keindonesiaan

“Tidak semuanya konsen untuk merawat kesadaran sejarah sosok pak Otto Syamsuddin Ishak sedikit orang yang konsen mencatat perjalanan damai,” ujar Dahlan dalam acara kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku ‘Kronik Damai Aceh Vol 1-5, di ruang serbaguna DPRA, Rabu (18/8/2021).

Dahlan menambahkan, berdasarkan riset para ahli didapatkan bahwa, penyelenggaran pemerintahan di Aceh belum berbijak kepada semangat merawat damai berkelanjutan. Tidak secara tegas menjelaskan penyelenggaran praktek penyelenggaran pemerintah, maupun kebijakan yang dihasilkan tidak berpedoman pada MOU dan UUPA.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRA, Hendra Budian mengatakan, buku yang berjudul Kronik Damai Aceh, berfungsi menyampaikan frekuensi ingatan sejarah dari konflik hingga diraih damai di Aceh.

“Hari ini dijadikan sejarah awal bicara konten tentang UUPA ke depan karena pintu untuk revisi UUPA sedang berjalan, kita harus siap beberapa subtansi harus diperkuat cara mempelajari referensi dari buku yang dibuat pak Otto,” tutur Hendra Budian.

Tambahnya, pelurusan sejarah maupun mempelajari fakta dalam perumusan revisi UUPA, sangat terbantu sekali dari buku yang ditulis oleh Otto Syamsuddin Ishak, sehingga tetap berada on the track semangat MOU dan keinginan pada proses UUPA.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekjen ACSTF Juanda Djamal menyebutkan, beberapa isu menarik yang perlu kita kupas tentang situasi keamanan, walaupun kendali terutama menjelang pilkada 2006 hingga pemilu 2009 tarik menarik situasi politik.

“Pengaruh daripada anggaran yang masuk ke Aceh, ikut mempengaruhi perkembangan situasi beralih dari situasi keamanan ke narkoba sampai hari ini. Jalur masuk narkoba dan senjata illegal,” katanya.[dialeksis]

Dr. Wira: Radikalisme Juga Menyusup Lewat Hoax Tentang Covid

0
Dr. Wiratmadinata, S.H, M.H, (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ditengah beratnya tugas negara memerangi virus Covid-19, selama dua tahun terakhir, pada saat yang sama kelompok-kelompok radikal dan gerakan anti-pemerintah juga memanfaatkan situasi ini dengan menyebarkan hoax, fake news & disinformasi yang tujuannya, mendiskreditkan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan, Dr. Wiratmadinata, S.H., M.H, Dekan Fakultas Hukum Universitas Abulyatama Aceh, yang juga pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, di Banda Aceh, Senin (18/8/2021).

Berbicara di depan tokoh masyarakat dan para perwira di lingkungan Kodim 0101/Aceh Besar, dalam kegiatan Komsos (Komunikasi Sosial), DR., Wiratmadinata, S.H., M.H, memaparkan tentang pentingnya menjaga dan memupuk Wawasan Kebangsaan sebagai alat untuk Cegah-Tangkal radikalisme dan terorisme di Aceh.

“Seperti halnya virus, penyebaran faham-faham radikal saat ini terus-menerus dikembangkan dan direproduksi via media sosial, untuk membangkitkan amarah serta kebencian kepada negara dan pemerintah yang sah. Motivasinya adalah kepentingan politik tertentu,” kata Dr. Wiratmadinata, yang juga Ketua Bidang Hukum, Humas & Media massa FKPT Aceh.

Oleh karena itu, kata Dr. Wira, sapaan akrabnya, kita tak boleh lelah menjaga spirit dan wawasan kebangsaan kita, agar terhindar dari paparan faham radikal.

Dengan mengutip beberapa sumber, termasuk sari pidato Menkopolkam saat silaturahmi dengan para dosen Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia baru-baru ini, DR. Wiratmadinata menjelaskan, bahwa selama berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia, telah teridentifikasi setidaknya 870 berita hoax yang menyerang pemerintah. Berita-berita hoax ini umumnya menyerang pemerintah, seakan-akan pemerintah tidak bekerja, bahkan menipu rakyat sendiri.

“Nada dan sentimen berita-berita hoax ini narasinya, umumnya mencoba membenturkan semua kebijakan negara. Misalnya membenturkan, Pancasila, Konstitusi dan kebangsan dengan isu agama tertentu,” ujar akademisi ini.

Selain itu disebutkan setidaknya ada 278 hoax mengenai vaksin Covid-19, seakan-akan vaksin membahayakan, dan mengajak orang untuk menolak vaksin dan sejenisnya. Dan dilaporkan, ada 4.800 akun “bodong”, yang sengaja dibuat untuk menyebarkan hoax, terutama lewat Medsos.

“Ini adalah kondisinyang sangat memprihatinkan,” Kata Dr. Wira.

Salahsatu solusi untuk menangkal radikalisme, terorisme dan separatisme, papar Dr. Wiratmadinata, adalah dengan meningkatkan Wawasan Kebangsaan sebagai upaya memperkuat Ketahanan Nasional. Selain itu wajib melakukan literasi media sosial dan internet, terutama untuk generasi muda.

“Ranah pertarungan konsep dan mindset semua bangsa sekarang ini adalah melalui internet dan medsos. Hal ini juga sama dengan upaya memerangi virus Covid-19, dimana untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadan bangsa, maka kita harus perangi “hoax” di Medsos,” terang Dr. Wira.

Kegiatan Komsos Kodim 0101/A. Besar, dibuka dan ditutup oleh Dandim Aceh Besar yang diwakili Kasdim Aceh Besar (Staf Kodim (Kasdim) 0101/Aceh Besar Letnan Kolonel Inf M. Fahdi, SH.[]

Gubernur Nova Sambut Baik Rakor PON Aceh-Sumut 2024

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 yang akan digelar di Kota Sabang pada 24-25 Agustus 2021 mendatang. Ia berharap Rakor tersebut dapat merumuskan kebijakan pelaksanaan PON Aceh-Sumut ke arah yang lebih baik.

“Terkait acara, Saya akan menyesuaikan saja, dan Saya harap acara Rakor itu akan berjalan sukses. Mohon protokol kesehatan diterapkan dengan baik,” kata Nova Iriansyah saat menerima audiensi Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar, beserta pengurus dalam rangka membahas persiapan Rapat Koordinasi PON Aceh-Sumut 2024, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Rabu, 18/8/2021.

Gubernur Nova berharap, acara tersebut dapat berjalan sesuai protokol kesehatan. Ia meminta panitia juga menyediakan rapid antigen untuk mendeteksi dini jika ada yang terpapar Covid-19. Dengan demikian pelaksanaan kegiatan tersebut tidak menimbulkan klaster baru.

Sebelumnya, Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar, menyampaikan, pihaknya akan menggelar Rakor PON Aceh-Sumut 2024 di Kota Sabang pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2021. Rakor tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI dan Ketua Umum KONI Pusat.

“Pemerintah Sumatera Utara juga menjadi peserta Rakor ini, direncanakan gubernurnya ikut hadir,” kata pria yang akrab disapa Abu Razak itu.

Abu Razak menyebut, peserta rakor berjumlah sebanyak 30 orang. Jumlah tersebut terdiri dari unsur Pemerintah Aceh, Koni Aceh, Pemerintah Sumatera Utara, Koni Sumatera Utara, Kemenpora dan Koni Pusat.

Ia mengatakan, dalam rakor tersebut nantinya akan dibahas beberapa hal. Diantaranya adalah penyampaian kesiapan dan penentuan cabang olahraga.[]

Sempat Ditangkap, Presma UIN Ar-Raniry dan Koorlap Demo DPRA Dilepaskan Kembali

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Ahmad Jaden dan Koordinator Lapangan, Ikhsan yang sebelumnya sempat ditangkap dan ditahan di Polresta Banda Aceh, kini sudah dilepas kembali.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry, Anjas Rioga Novalta, yang juga salah satu peserta aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang dibubarkan petugas Kepolisian.

Menurutnya, pembubaran dan penangkapan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa merupakan hal biasa, namun penangkapannya tersebut jangan dilakukan seperti menangkap seorang penjahat.

Baca Juga: Polisi Bubarkan Paksa Aksi Demo di DPRA, Tiga Mahasiswa Ditangkap

“Sebenarnya penangkapan sah-sah saja, cuma harusnya tidak dengan cara seperti itu yang mengangap kami seolah seperti penjahat, padahal tujuan kami cuma ingin menyampaikan aspirasi,” ungkap Anjas kepada Nukilan.id saat berada di Polresta Banda Aceh.

Selain itu, dia menyampaikan, pihaknya sudah pernah mencoba untuk meminta audiensi dengan pihak DPRA dari 2 bulan yang lalu melalui surat yang dikeluarkan oleh Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry. Namun, mereka mengabaikan surat permintaan audiensi  tersebut.

“Karena merasa tidak dipedulikan oleh DPRA, makanya kami melakukan aksi hari ini. Padahal, kami hanya menuntut dan menanyakan terkait perkembangan pendidikan dan perekonomian di Aceh saat ini yang dinilai telah melanggar hak-hak masyarakat Aceh. Sebab, sampai hari ini dunia pendidikan telah suram,” pungkasnya.[]

Reporter: Hadiansyah

Polisi Bubarkan Paksa Aksi Demo di DPRA, Tiga Mahasiswa Ditangkap

0

Nukilan.id – Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Rabu (18/8/2021) dibubarkan paksa oleh pihak Kepolisian yang ada di lokasi aksi.

Aksi unjuk rasa tersebut dalam rangka menyikapi terkait perkembangan pendidikan dan perekonomian di Aceh saat ini yang dinilai telah melanggar hak-hak masyarakat Aceh.

Diketahui, kegiatan aksi itu tidak ada Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak Kepolisian maupun rekomendasi Satgas Penangan Covid-19 Banda Aceh. Selain itu, Banda Aceh juga saat ini masuk dalam zona merah Covid-19 atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Msyarakat (PPKM) Level 4.

Kejadian itu berawal saat pengunjuk rasa meminta untuk beraudiensi dengan Pimpinan DPRA. Namun, petugas Kepolisian menawarkan mereka agar mengirimkan 5 perwakilan saja untuk masuk ke Gedung DPRA, supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Para pengunjuk rasa bersikeras untuk tetap meminta semua masuk ke Gedung DPRA. Dan karena tidak diberi masuk, akhirnya mereka tetap menggelar orasi tersebut di depan pintu gerbang DPRA.

Kemudian, pihak kepolisian meminta para pengunjuk rasa untuk membubarkan diri, dikarenakan sangat berisiko terhadap penularan Covid-19. Namun, mereka tak mengindahkan permintaan tersebut.

Akhirnya, pihak Kepolisian dalam hal ini, Kabag Ops Polresta banda Aceh, Kompol Juli Effendi memerintahkan anggotanya untuk segera membubarkan aksi itu dengan dimulai sampai hitungan ke 10.

Dalam pembubaran aksi tersebut, pihak kepolisian yang menggunakan pakaian preman langsung mengejar dan menangkap para pengunjuk rasa. Dan dikabarkan tiga orang berhasil ditangkap polisi dan dibawa langsung ke Polresta Banda Aceh. Ketiga orang mahasiswa tersebut yaitu, Koordinator aksi, Presiden Mahasiswa, dan Satu orang peserta aksi lainnya.[]