Beranda blog Halaman 2039

RPJ APBA Ditolak, DPRA Diminta Lanjutkan Hak Angket

0
Koordinator Majelis Pemuda Aceh (MPA), Heri Mulyandi (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Penolakan Raqan Pertanggungjawaban Gubernur Aceh T.A. 2020 semakin menguatkan bahwa adanya persoalan serius dalam pengelolaan pemerintah Aceh.

Untuk itu, DPRA diharapkan untuk tidak berhenti sampai disitu saja, karena ada persoalan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi para wakil rakyat yakni tentang kepastian kelanjutan hak angket.

“Kendatipun penolakan Raqan pertanggung jawaban tidak berimplikasi langsung kepada pencopotan Gubernur dari jabatannya, namun hal ini dapat menjadi acuan bahwa adanya sejumlah persoalan serius dalam pengelolaan anggaran dan pemerintahan di Aceh, dan juga sebagai bukti bahwa kemungkinan besar bahwa poin-poin pelanggaran yang tertuang di dalam materi interpelasi yang rencananya dulu diangketkan sangat benar adanya,” ungkap koordinator Majelis Pemuda Aceh (MPA), Heri Mulyandi kepada media, Minggu (22/08/2021) malam.

“Sehingga kelanjutan hak angket menjadi sarana pembuktian lebih lanjut untuk melakukan penyelidikan atas sejumlah kesalahan yang dilakukan gubernur dalam mengelola pemerintahan Aceh,” sambungnya.

Menurut Heri, salah satu persoalan yang berulang kali menunjukkan ada masalah serius dan berpotensi melanggar aturan yakni penggunaan anggaran BTT Rp 116 Milyar dan dana refocusing Rp. 2,4 T yang diperuntukkan untuk penanganan covid-19 di Aceh.

“Persoalan itu pernah mencuat dalam materi interpelasi dan angket, ketika pembahasan Raqan pertanggung jawaban akhirnya terbongkar bahwa sampai 4 kali perubahan alokasi anggaran refokusing dilakukan pemerintah Aceh tanpa sepengetahuan DPRA dan bahkan mencuatnya penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang tidak sesuai dengan ketentuan. Ini salah satu bukti adanya pelanggaran serius yang dilakukan oleh Gubernur Aceh yang berpotensi pelanggaran hukum dan merugikan rakyat,” jelasnya.

Heri menegaskan, saat ini rakyat mempertanyakan kelanjutan penggunaan hak angket yang sempat ditunda oleh DPR Aceh pada Oktober 2020 silam, sehingga semua persoalan lebih terang benderang.

“Yang dilakukan DPRA pada Oktober 2020 lalu yakni menunda hak angket bukan menghentikan, sehingga sangat wajar jika kita bertanya apakah DPRA akan berani melanjutkan setelah ditemukannya fakta bahwa persoalan yang rencana diangkat dalam materi angket menunjukkan sisi kebenarannya,”ujarnya.

MPA menilai, tingkat serius atau tidaknya DPRA dalam melakukan fungsi pengawasan dapat diukur dari dilanjutkan atau tidaknya hak angket.

“Jika hak angket yang ditunda tidak dilanjutkan, ini akan menjadi penilaian buruk bagi publik terhadap kinerja dan marwah lembaga legislatif Aceh,”

Fraksi PAN dan PKS Diharapkan Kembali ke Jalan Yang Benar

Selain itu, MPA juga menilai sikap Fraksi PAN dan PKS di DPRA menerima Raqan Pertanggung Jawaban, secara tidak langsung melukai hati masyarakat Aceh. Namun demikian, kedua Partai juga menyampaikan pandangan kritis yang menunjukkan bahwa mereka mengakui ada pelanggaran dan persoalan serius di pemerintahan Aceh saat ini.

“Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, kita berharap untuk kedua fraksi kembali ke jalan yang benar dengan tetap membela persoalan rakyat ketimbang mengamankan diri di lingkaran penguasa, apalagi kondisi Aceh dari berbagai aspek termasuk ekonomi sangat memprihatinkan, ditandai dengan berulang kalinya Aceh menjadi juara termiskin di Sumatera. Kita yakin 2 fraksi yang menerima RPJ Gubernur tidak menjadi pecundang jika hak angket dilanjutkan, apalagi keduanya sangat vokal ketika interpelasi dan rencana angket pada 2020 silam,” ujar Heri.

Bahkan, kata Heri, alangkah bijaknya jika kedua fraksi partai tersebut berada di garda terdepan untuk melanjutkan hak angket.

“Jika Fraksi PAN dan PKS benar-benar menganggap diterima atau ditolaknya Raqan pertanggung jawaban tidak terlalu penting, namun kelanjutan hak angket tentunya sangat penting. Apalagi kedua partai tersebut dulunya juga merupakan inisiator interpelasi dan hak angket. Bahkan agar kelanjutan hak angket tidak menggantung dan kecurigaan publik tidak bertambah, alangkah eloknya kedua fraksi partai tersebut mengambil inisiatif mempelopori kelanjutan hak angket,” tegasnya.

Disamping itu, pihaknya juga berharap agar semua fraksi yang sebelumnya menolak pertanggung jawaban Gubernur untuk Istiqomah dalam bersikap dan tidak masuk angin.

“Jika PAN dan PKS berkenan kembali ke pangkuan rakyat dan fraksi beserta 54 anggota DPRA yang telah menolak pertanggung jawaban, maka harapan rakyat terkait kelanjutan hak angket akan terwujud dan Marwah DPRA di mata rakyat akan kembali menjadi baik. Ini penting untuk membuktikan DPRA tendang sedang memainkan sandiwara politik dalam membela persoalan Aceh dan rakyatnya,” pungkas Heri.[]

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Aceh

0
Ilustrasi Hujan Lebat dan Angin Kencang. (Foto: BNPB)

Nukilan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hujan es dan lainnya.

Akibat cuaca ekstrem diprediksi bisa menimbulkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin mengutip keterangan BMKG, Minggu (22/8).

Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada 22 Agustus dan 23 Agustus 2021 di sejumlah wilayah di Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Cuaca ekstrem juga potensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

BMKG menambahkan kondisi cuaca bervariasi juga terjadi mulai 20 Agustus hingga 26 Agustus 2021. Wilayah Bali hingga Nusa Tenggara akan cenderung cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan intensitas sedang dan lebat yang bersifat lokal akan terjadi di sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara untuk wilayah Sumatera, sebagian besar akan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Di wilayah Kalimantan akan dominan hujan ringan dengan potensi hujan sedang hingga lebat terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Potensi curah hujan yang cukup signifikan diperkirakan terdapat di sebagian besar wilayah Sulawesi bagian tengah, Maluku dan Papua.[cnnindonesia]

Presiden Jokowi Pamer Tol Trans Sumatera, dari Aceh Sampai Lampung

0
Jalan Tol Sumatera (Foto: Instagram Presiden Jokowi)

Nukilan.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan jalan tol Trans Sumatera yang membentang 1.884 kilometer dari Lampung sampai Aceh. Sepanjang 531 kilometer jalan tol ini telah dapat dilalui. 

“Wajah terkini jalan tol Trans Sumatera yang membentang 1.884 kilometer dari Lampung sampai Aceh. Sepanjang 531 kilometer jalan tol ini telah dapat dilalui. Selebihnya sedang dalam pembangunan konstruksi dan dalam perencanaan,” ujar Presiden Jokowi dalam Instagram resminya baru baru ini Minggu 15 Agustus 2021.

 Dia menjelaskan jalan tol Trans Sumatera akan memangkas waktu tempuh antardaerah, memperlancar arus barang, dan menghidupkan titik-titik perekonomian baru di sepanjang Pulau Sumatera. Pembangunan dan pengoperasiannya juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja.

“Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi yang memberikan daya ungkit bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menyatakan jalan Tol Banda Aceh-Sigli Seksi 3 ruas Jantho-Indrapuri sepanjang 16 kilometer telah rampung dan siap dioperasikan.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan bahwa Seksi 3 Jalan Tol Banda Aceh-Sigli tersebut telah selesai dibangun dan siap dioperasikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 197/KPTS/M/2021 tanggal 26 Februari 2021 tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 3 (Jantho-Indrapuri).[kabar14.net]

Jalan Tol Sumatera (Foto: Instagram Presiden Jokowi)

Walhi: Ancaman Bencana Ekologi di Aceh Meningkat

0

Nukilan.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menyatakan ancaman bencana ekologi, terutama akibat tambang emas ilegal di provinsi ujung barat Indonesia tersebut semakin meningkat.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh M Nur di Banda Aceh, Minggu, mengatakan praktik tambang emas ilegal masih menjadi permasalahan serius di Provinsi Aceh.

“Sejauh ini, persoalan tambang emas ilegal belum mampu diselesaikan secara total, baik pendekatan hukum maupun perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Aceh. Dan ini meningkatkan ancaman terhadap bencana ekologi,” kata M Nur.

Menurut M Nur, bencana ekologi tersebut seperti banjir bandang, rusaknya ekosistem sungai, air keruh, rusak fisik sungai, hingga pencemaran zat berbahaya diakibatkan oleh aktivitas pertambangan emas ilegal tersebut.

Berdasarkan catatan WALHI Aceh, kata M Nur, ada enam kabupaten yang sampai hari ini masih cukup aktif kegiatan pertambangan emas ilegal, yaitu Pidie, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Aceh Barat.

Di Kabupaten Aceh Barat, kata M Nur, pertambangan emas ilegal berada di kawasan Sungai Mas dan Woyla Timur. Pola pertambangan dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Berdasarkan informasi masyarakat, lokasi tambang emas ilegal tersebut berada dalam konsesi perusahaan tambang yang tidak beroperasi atau tidak aktif lagi, kata Nur menyebutkan.

“Keberadaan pertambangan emas ilegal di Aceh Barat telah menjadi ancaman serius terhadap ekologi dan kehidupan masyarakat. Dan ini hari antisipasi segera untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan hidup,” kata M Nur.

Tidak hanya untuk Pemerintah Aceh, kata M Nur, kondisi ini juga harus menjadi catatan penting bagi Kapolda Aceh yang baru terkait aspek penegakan hukum sektor pertambangan.

Selain itu, perlu juga dimintai pertanggungjawaban perusahaan pemegang konsesi, di mana dalam wilayah izinnya ada pertambangan ilegal yang tidak memberikan pendapatan bagi daerah.

“Walhi terus mendesak pemerintah segera menyikapi persoalan tambang emas ilegal tersebut. Tujuannya untuk mencegah bencana ekologi yang hanya merugikan masyarakat,” kata M Nur.[antara]

203 Brimob Polda Aceh Ditugaskan ke Papua

0

Nukilan.id – Brimob Polda Aceh di diberangkatkan ke Polda Papua untuk penugasan pengamanan dalam rangka Operasi Amole 2021. Mereka akan ditugaskan di bawahkendali operasi Polda Papua selama beberapa bulan.

“203 personel Satuan Brimob Polda Aceh itu akan ditugaskan bawah kendali operasi atau BKO di Polda Papua selama beberapa bulan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, Ahad (22/8/2021).

Winardy mengatakan, mereka akan melaksanakan tugas dalam rangka latihan pra Operasi dan Operasi Amole 2021, operasi pengamanan di Provinsi Papua. Dikatakannya, Kapolda Aceh menekan beberapa poin kepada personel Brimob yang ditugaskan ke Provinsi Papua.

Di antara, menyiapkan mental dan fisik dalam melaksanakan tugas. Kemudian, untuk tetap disiplin perorangan dan disiplin kesatuan, pelihara selalu kekompakan dan keutuhan dengan berpedoman kepada loyalitas dan kehormatan.

Berikutnya, kata Winardy, selalu mengedepankan tindakan preemtif dan preventif didukung kegiatan penegakan hukum secara adil dan transparan. Bekerja sama dengan TNI dan instansi terkait lainnya berdasarkan prinsip integratif, koordinatif dan proporsional.

“Laksanakan tugas dengan perasaan gembira dan sungguh-sungguh serta penuh rasa tanggung jawab, sehingga tugas diemban dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain itu, tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagai wahana kontrol pribadi dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari. Tumbuh dan kembangkan terus rasa kebersamaan, senasib dan sepenanggungan di tengah-tengah keluarga besar Brimob.

Selalu tanggap dan responsif dengan situasi yang terjadi. Tidak terlibat narkoba dan kejahatan lainnya yang akan merusak citra Polri khususnya Brimob. Dan tetap menjaga kesehatan serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Gelorakan terus semangat pada diri setiap bhayangkara Korps Brimob Polri melalui moto sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil dan motto pengabdian yaitu jiwa ragaku demi kemanusiaan,” kata Winardy.[republika]

7 Tempat Terdingin di Bumi, Ada yang Dihuni Manusia

0
Ilustrasi Antartika. (SHUTTERSTOCK/sirtravelalot)

Nukilan.id – Beberapa belahan Bumi memiliki suhu dingin yang sangat ekstrem. Tempat-tempat tersebut sangat dingin karena suhunya mencapai minus puluhan derajat celcius.

Meski tampak indah karena diselimuti salju putih yang berkilauan, tempat-tempat ini tentu bukan destinasi wisata yang banyak dikunjungi orang.

Dilansir dari New Scientist, berikut adalah 7 tempat terdingin di Bumi dengan suhu yang sangat ekstrem.

1. Dataran Tinggi Antartika Timur, Antartika (-94°C)

Dataran Tinggi Antartika Timur dinobatkan sebagai tempat terdingin di Bumi. Pada tahun 2004-2016, data satelit yang dihimpun oleh Dome Argus dan Dome Fuji, wilayah ini memiliki suhu mencapai -94°C.

Para peneliti menduga bahwa udara kering di sekitar Dataran Tinggi Antartika Timur menyebabkan suhu yang lebih dingin.

2. Stasiun Vostok, Antartika (-82,9°C)

Daerah di belahan Bumi selatan dengan suhu yang paling rendah adalah Stasiun Vostok yang dibuat oleh Uni Soviet pada tahun 1957.

Pada Juli 1983, suhu di Stasiun Vostok mencapai -82,9°C. Tempat ini juga termasuk salah satu tempat paling kering di Bumi yang hanya menerima sekitar 20 mm curah hujan dalam satu tahun.

3. Stasiun Amundsen-Scott, Antartika (-82,8°C)

Terletak di Kutub Selatan, Stasiun Amundsen-Scott yang didirikan pada tahun 1956 adalah tempat terdingin ketiga di Bumi.

Meski demikian, Stasiun Amundsen-Scott masih mendapatkan musim panas selama enam bulan. Suhu terdingin yang pernah tercatat di Stasiun Amundsen-Scott adalah -82,8°C pada Juni 1982.

4. Denali, Alaska, Amerika Serikat (-73°C)

Denali yang sebelumnya dikenal sebagai Gunung McKinley adalah puncak gunung tertinggi di Amerika Utara.

Dengan suhu rata-rata -10°C, jarang orang yang berhasil mencapai puncak Denali. Pada tahun 1950 dan 1969, stasiun cuaca di Denali mencatat suhu terdingin, yakni sekitar -73°C.

5. Stasiun Klinck, Greenland (-69,6°C)

Stasiun Klinck masuk dalam jajaran tempat terdingin di Bumi. Stasiun yang terletak di Greenland tengah ini mencatatkan suhu -69,6°C pada Desember 1991. Meski suhunya sangat dingin, sebagian besar es di Greenland mencair dengan cepat.

6. Oymyakon, Siberia (-67,7°C)

Oymyakon adalah tempat terdingin di Bumi yang dihuni secara permanen. Pada tahun 1933, suhu terendah di Oymyakon tercatat, yakni -67,7°C.

Dengan populasi di bawah 500, sekolah di Oymyakon hanya akan tutup jika suhunya lebih rendah dari -55°C, yang merupakan suhu minimum rata-rata selama musim dingin.

7. Yakutsk, Siberia (-64,4°C)

Yakutsk adalah tempat terdingin di Bumi yang masih mengalami musim panas yang hangat meski dalam waktu singkat.

Tempat ini memiliki musim dingin yang panjang dan sangat dingin. Suhu terendah di Yakutsk tercatat pada tahun 1891, yakni -64,4°C.[kompas.com]

Ilustrasi Antartika. (SHUTTERSTOCK/sirtravelalot)

WaliKota Sabang Minta Desa Kembangkan Ekonomi Kreatif

0
Pelabuhan Balohan, Sabang, Aceh (Foto: Dok. Dishub Aceh)

Nukilan.id – Wali Kota Sabang Nazaruddin meminta setiap gampong atau desa di wilayah paling barat Indonesia itu untuk mengembangkan segala potensi ekonomi kreatif (ekraf) desa dalam upaya memajukan sektor ekonomi di wilayah tujuan wisata nasional tersebut.

“Kita berharap masyarakat terus memanfaatkan potensi yang ada di desanya, agar bermanfaat dan bernilai ekonomi untuk kemajuan daerah,” kata Nazaruddin.

Dengan adanya pengembangan potensi ekonomi kreatif dari setiap desa secara berkelanjutan, maka akan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, yang berpengaruh bagi kesejahteraan warga Pulau Weh itu.

“Sehingga kehadiran desa wisata dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Sabang,” katanya.

Nazaruddin sangat mengapreasiasi Desa Wisata Aneuk Laot, Kota Sabang yang berhasil menjadi finalis 100 besar nasional pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Ini suatu pencapaian yang membanggakan. Artinya Kota Sabang, khususnya Desa Wisata Aneuk Laot sudah semakin dikenal hingga tingkat nasional. Ini bisa menjadi semangat kita semua untuk lebih meningkatkan dan memajukan sektor pariwisata Sabang,” katanya.

Menurut dia, di Aceh hanya ada tiga daerah yang meraih anugerah itu, yakni Desa Wisata Aneuk Laot, Kota Sabang, Desa Wisata Gampong Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh dan Desa Wisata Nusa, Kabupaten Aceh Besar.

“Kami mengajak semua pemangku sektor wisata, baik pengelola desa wisata maupun masyarakat untuk berkontribusi bersama dalam mempersiapkan Desa Wisata Aneuk Laot maupun desa lainnya untuk meningkatkan daya tarik desa wisatanya dalam memberikan pelayanan pariwisata yang baik,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Aneuk Laot, Fatwa Amri mengatakan pihaknya akan terus berupaya dan bekerjasama dengan pemangku sektor wisata untuk meningkatkan berbagai sektor wisata di Desa Wisata Aneuk Laot, terutama terkait pelestarian budaya.

“Desa Wisata Aneuk Laot punya satu keunikan terkait budaya yang memang harus dilestarikan hingga tetap terjaga sampai ke anak cucu nanti. Tentunya kita akan terus berupaya meningkatkan potensi ini,” katanya.

Untuk diketahui, ADWI merupakan kegiatan yang diikuti oleh 1.831 Desa Wisata dari seluruh Indonesia, dengan tujuan menjadikan Desa Wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata bertaraf dunia dan berdaya saing tinggi.

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 memiliki tujuh kategori penilaian yaitu penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), Desa Digital, Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay, dan Toilet.[republika]

Pelabuhan Balohan, Sabang, Aceh (dok. Istimewa)

Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas di Aceh Besar, YARA Minta Perhatian Khusus Bupati

0

Nukilan.id – Puskesmas di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang di nilai kurang baik dan maksimal dalam melayani, terutama pada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Keluhan tersebut disampaikan Juraini Agung, salah seorang pasien Covid -19 yang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab antigen di Puskesmas tersebut beberapa waktu lalu.

“berdasarkan hasil sweb antigen di Puskesmas Sare, Lembah Seulawah beberapa waktu lalu.

Menurut Juraini, dirinya tidak diberikan pelayanan layaknya pelayanan pada pasien Covid -19.

Ia menceritakan, pada saat itu, ketika dirinya sedang menjalani isolasi mandiri, tiba-tiba ia mengalamai demam tinggi, sesak napas. Dan akhirnya datang kembali ke puskesmas untuk meminta pertolongan pertama ke Puskesmas, namun dia diarahkan oleh pihak Puskesmas untuk pulang tanpa ada penanganan yang serius oleh tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut.

Sementara itu, lanjutnya, pasien sangat butuh penanganan khusus pada saat itu, mengiggat kondisinya sangat lemah dan mengalamai sesak dan demam tinggi.

“Akhirnya, pihak keluarga mengambil inisiatif melarikan pasien ke dokter praktek terdekat di Daerah Laweung Kabupaten Pidie, tanpa difasilitasi apapun oleh pihak Puskesmas Lembah Seulawah tersebut,” jelasnya.

Padahal seharusnya, sambung Juraini, ada tindakan awal yang dilakukan terhadap pasien, karena pada saat itu pasien mengalami sesak napas, namun pertolongan pertama tidak diberikan, seperti pemberian oksigen.

“Jika memang tenaga kesehatan mengkhawatirkan tertular dari pasien Covid-19, bukankan setiap Puskesmas memiliki pakaian APD lengkap yang telah diberikan oleh pemerintah untuk digunakan oleh setiap tenaga kesehatan dimasa pandemi seperti saat ini pada saat tenaga kesehatasn tersebut bertugas,” ujarnya.

Ditambah lagi, pada Puskesmas tersebut ada dua unit fasilitas Ambulans yang sangat memadai seharusnya digunakan maksimal untuk pelayanan kesehatan, namun sangat jarang digunakan untuk kepentingan fasilitas kesehatan masyarakat setempat.

Menanggapi perihal tersebut, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA) Perwakilan Aceh Besar, Mila Kesuma, SH melalui Sektaris YARA Aceh Besar, M. Nur meminta kepada pihak Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali untuk meningkatkan pelayanan mutu kesehatan selama perpanjangan PPKM, khususnya di daerah- daerah dalam lingkup wilayah Aceh Besar.

Menurutnya, atas kejadian ini, memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat, bagaimana sebenarnya kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Lembah Seulawah tersebut terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dalam melayani masyarakat yang terkomfirmasi positif Covid19 di Aceh Besar.

Tidak hanya itu, tambah M. Nur, dirinya juga mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang semestinya diterapkan pada pasien Covid 19.

“Jadi, kita minta kepada Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, untuk memberikan perhatian khusus terhadap layanan dan fasilitas kesehatan di Aceh Besar,” tegasnya

Terakhir, M.Nur menyebutkan bahwa, Negara Indonesia telah memberikan jaminan kepada setiap warganya untuk mendapatkan hak layanan kesehatan yang baik.[]

Jokowi Terbitkan PP Perlindungan Anak

0
Presiden RI, Joko Widodo

Nukilan.id – Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak. Dalam aturan tersebut juga tercantum mengenai perlindungan bagi anak yang menjadi korban bencana nonalam berupa epidemi seperti virus corona (Covid-19).

Aturan yang diteken Jokowi pada 10 Agustus 2021 itu berisi 95 pasal. Dalam bagian penjelasan, peraturan ini merupakan kebijakan yang bertujuan memberi rasa aman kepada anak.

“Peraturan pemerintah ini merupakan affirmative action yang bertujuan untuk menjamin rasa aman melalui pemberian layanan yang dibutuhkan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus, dengan harapan akan meminimalisasi jumlah anak yang memerlukan perlindungan khusus,” demikian bunyi penjelasan tersebut, sebagaimana dikutip Jumat (20/8/2021).

Dalam Pasal 3 aturan tersebut tercantum bahwa pemerintah, baik di level pusat, daerah, maupun lembaga negara lainnya bertanggung jawab memberikan perlindungan khusus kepada 15 kategori anak. Di antaranya; anak dalam situasi darurat; anak yang berhadapan dengan hukum; anak dari kelompok minoritas dan terisolasi; anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual.

Kemudian, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba; anak yang menjadi korban pornografi; anak dengan HIV dan AIds; anak korban penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan; anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis.

Selanjutnya, anak korban kejahatan seksual; anak korban jaringan terorisme; anak penyandang disabilitas; anak korban perlakuan salah dan penelantaran; anak dengan perilaku sosial menyimpang; serta anak yang menjadi korban stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tuanya.

Sementara itu, dalam Pasal 5 dijelaskan bahwa perlindungan khusus kepada anak dalam situasi darurat itu termasuk anak korban bencana nonalam seperti pandemi Covid-19.

Perlindungan khusus itu dilakukan melalui pencegahan agar anak tidak menjadi korban dalam situasi darurat dengan berbagai cara, di antaranya dengan mendata jumlah anak yang memerlukan perlindungan khusus hingga membebaskan biaya pendidikan, baik yang dilakukan di lembaga pendidikan formal maupun nonformal selama masa darurat.

“Perlindungan khusus anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sudah dapat diterima anak dalam situasi darurat sesegera mungkin,” demikian kutipan Pasal 6 ayat (2).

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani sempat menyoroti anak-anak yang kehilangan orang tua mereka akibat pandemi Covid. Puan mengkritik bahwa belum ada data khusus terkait hal tersebut.

Padahal, menurut Puan, hal itu perlu sebagai langkah memberikan perlindungan kepada anak yatim piatu.

Percepat Penurunan Stunting

Dalam waktu yang berdekatan, Presiden Jokowi juga menekan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Aturan ini diteken Jokowi pada 5 Agustus 2021.

“Percepatan penurunan stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, daerah, dan desa,” demikian bunyi Pasal 1 poin 4.

Pelaksanaan percepatan penurunan stunting ini menyasar kelompok remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak anak usia 0 hingga 59 bulan.

Untuk mempercepat kebijakan ini, Perpres menetapkan strategi nasional percepatan penurunan stunting. Strategi nasional ini dilaksanakan untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030.

Dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi stunting, ditetapkan target antara yang harus dicapai sebesar 14 persen pada 2024.

Untuk melaksanakan kebijakan tersebut, disusun keanggotaan tim percepatan penurunan stunting yang terdiri dari pengarah dan pelaksana.

Untuk tim pengarah akan diketuai oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang beranggotakan Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Agama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Sekretaris Negara, dan Kepala Staf Kepresidenan.

Sementara, tim pelaksana akan diketuai oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).[cnnindonesia.com]

Kalahkan 3 Negara Besar, Afghanistan Disebut Bangsa yang Kuat dan Hebat

0
Ilustrasi Pasukan khusus Afghanistan.(AP Photo via The Sun)

Nukilan.id – Mantan Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) mengatakan jika melihat sejarah Afghanistan merupakan bangsa yang kuat dan hebat. Pasalnya tiga negara kuat di dunia pernah dikalahkan.

“Sebenarnya kalau kita lihat sejarah bangsa Afganistan itu bangsa yang kuat dan hebat. Karena tidak ada bangsa ataupun negara yang bisa melawan tiga negara besar. Dan semua dikalahkan,” ujarnya dalam diskusi publik yang bertema Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Peran Indonesia, Sabtu (21/8/2021).

JK menyebut negara pertama yang dikalahkan Afghanistan adalah Inggris. Dimana pada awal abad 20-an Inggris mencoba menaklukkan Afghanistan.

“Tapi mereka juga akhirnya kalah dan mundur. Dan terjadilah kemerdekaan Afghanistan sejak awal abad 20 tahun 1918,” katanya.

Lalu pada tahun 1980-an, Rusia juga mencoba masuk ke Afghanistan. Namun juga mundur dan kalah dari Mujahidin.

Selanjutnya Amerika Serikat (AS) dengan alasan mencari Osama bin Laden karena dianggap dalang pengeboman World Trade Center (WTC) di New York 2001.

”Akhirnya terkalahkan. Mundur dengan teratur dari Afghanistan. Karena itu yang kita bicarakan hari ini suatu bangsa yang kuat, suatu bangsa yang mempunyai kemampuan untuk melawan negara-negara besar,” paparnya.[sindonews.com]

Ilustrasi Pasukan khusus Afghanistan.(AP Photo via The Sun)