Beranda blog Halaman 2037

KKN Kebangsaan Tahun 2021 Ditutup, Dirjen Dikti Beri Apresiasi

0
(foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan dan KKN Bersama BKS PTN wilayah Barat tahun 2021 di Jambi selama sebulan resmi berakhir dengan ditutup secara langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng secara daring.

Prof Nizam dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Provinsi Jambi dan Universitas Jambi yang membantu melaksanakan serta memungkinkan seluruh kegiatan KKN Kebangsaan 2021 yang diikuti mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia bisa berlangsung dengan sangat baik, terima kasih juga buat keluarga keluarga yang ditempati mahasiswa KKN Kebangsaan yang telah membantu para mahasiswa melaksanakan kegiatannya, atas nama para Rektor saya memohon maaf atas segala kata yang salah tingkah yang berlebihan dari para mahasiswa kami.

Kegiatan seremoni closing KKN Kebangsaan berlangsung di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi kampus Mendalo, Selasa (24/8) yang diikuti oleh seluruh pimpinan Universitas baik secara luring maupun daring. Dari Universitas Teuku Umar dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Mursyidin, MA dan Sekretaris LPPM PMP UTU, Herdi Susanto, ST., MT.

KKN kebangsaan dan bersama yang seyogyanya dilaksanakan pada tahun 2020 itu dilaksanakan pada tahun 2021 ini. Penundaan tersebut dikarenakan pandemi COVID-19. Peserta KKN tersebut telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di 30 desa yang tersebar di enam kecamatan dalam dua kabupaten.

Lima Kecamatan di Kabupaten Tanjab Timur, yakni Kecamatan Mendahara Ulu, Muara Sabak Barat, Geragai, Dendang dan Kecamatan Kuala Jambi. Kemudian satu kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi yakni Kecamatan Maro Sebo.

KKN Kebangsaan dan bersama yang ke-9 tersebut mengangkat tema “membangkitkan nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis agroindustri,”.

Dr. Mursyidin mengatakan KKN kebangsaan dan bersama tersebut merupakan implementasi dari program Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).

“Melalui KKN kebangsaan dan bersama ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran dan pendidikan kepada mahasiswa dalam memecahkan masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat,” kata Mursyidin

Hasil monitoring dan evaluasi alhamdulillah para peserta telah melaksanakan berbagai program yang dirasakan oleh masyarakat di lokasi KKN, banyak konsep yang telah dihasilkan, besar harapan kami semoga pelaksanaan KKN Kebangsaan ini bermanfaat bagi Mahasiswa dan Masyarakat serta Pemerintah Daerah terutama dalam pembinaan dan pengembangan sumberdaya masyarakat secara kesinambungan dilokasi KKN Kebangsaan.

Menurut Mursyidin KKN kebangsaan dan bersama tersebut merupakan salah satu upaya yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi untuk mencetak dan menghasilkan mahasiswa yang berkualitas serta mahasiswa yang siap dan mampu terjun di tengah-tengah masyarakat.

“Apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kehadiran peserta KKN dapat menjadi pelopor disiplin protokol kesehatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa vaksin COVID-19 halal dan aman untuk masyarakat,” kata Mursyidin

KKN Kebangsaan dan KKN Bersama ini untuk memperkokoh semangat nasionalisme, rasa kebangsaan dan menjadi ajang persaudaraan antar mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia,selain itu untuk mengenal potensi wilayah, baik itu dibidang ekonomi, pertanian, dan dibidang lainnya, lanjutnya.

“Untuk  mahasiswa yang mengikuti KKN ini ada  390 mahasiswa dari 46 Peguruan Tinggi yang berpartisipasi, KKN Kebangsaan diikuti 203 mahasiswa, untuk KKN Bersama BKS wilayah Barat diikuti 81 mahasiswa,” pungkasnya.

Terpisah, sekretaris LPPM-MP Universitas Teuku Umar, Herdi Susanto mengatakan adanya kegiatan KKN Kebangsaan dan Bersama ini diharapkan mahasiswa meningkatkan potensinya. “Mahasiswa dapat mengasah soft skill kemitraan, kerjasama lintas kompetensi dengan masyarakat, serta menumbuhkan sikap leadership (kepemimpinan) bagi mahasiswa,” ujarnya.

Selain meningkatkan skill, adanya kegiatan KKN ini antara lain memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang dimiliki, serta membantu mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Manfaat KKN bagi Perguruan Tinggi diantaranya  memberikan umpan balik tentang ilmu dan teknologi yang dibutuhkan masyarakat, membentuk jejaring atau mitra strategis dalam pembangunan desa, wujud sarana pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta menjadi sarana aktualisasi dosen dan mahasiswa dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

Adapun 10 mahasiswa dari Universitas Teuku Umar yang melaksanakan KKN Kebangsaan dan Bersama di Jambi adalah Umi Salmah (Fakultas Pertanian), Rahmad Halomoan Lubis dan Dian Saputra dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Nuraini Prabasari Napitupulu dan Mejita Sari dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Joni Saputra (Fakultas ekonomi), Miranda Amalia, Elsa Arjayanda, Miftahul Jannah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Fajrawi (Fakultas Teknik).

“Peserta KKN Kebangsaan dan Bersama di Jambi adalah hasil rekrutmen yang dilakukan oleh Pusat KKN dan Pemagangan UTU pada tanggal 24 Mei 2021 yang lalu dan melibatkan tim juri dari setiap fakultas,” pungkas Herdi Susanto. []

Arkeolog Temukan Sumber Harta Karun Raja Salomon di Lembah Timna

0

Nukilan.id – Para arkeolog menemukan sumber kekayaan yang dihimpun Raja Salomon selama memerintah sekitar 3.000 tahun yang lalu. Diketahui Raja Solomon berhasil memisahkan biji tembaga dari bebatuan yang ditambang dari situs arkeolog lembah Timna.

Para arkeolog mulai menggali situs kuno tersebut pada tahun 1964 di dalam gurun yang terletak di Lembah Timna. Sejak itu, para peneliti telah menemukan jaringan terowongan yang telah dikerjakan para budak di bawah Raja Salomo, yang dieksplorasi secara rahasia di Tambang Raja Salomon di Saluran Smithsonian.

Narator film dokumenter itu mencatat bahwa para arkeolog “mungkin telah menemukan” sumber kekayaan legendarisnya. Profesor Erez Ben-Yosef, dari Universitas Tel Aviv, telah menetapkan bahwa produksi di lokasi tersebut sedang booming pada masa pemerintahan Salomo 3.000 tahun yang lalu.

Tambang, itu tidak berisi emas atau perak, tetapi tembaga. Bukti tersebar di seluruh lokasi untuk produksi tembaga massal. “Semua bahan hitam adalah terak yang merupakan limbah dari tungku. Ini adalah bukti yang sangat penting untuk produksi tembaga kuno di Timna,” katanya seperti dikutip Express.co.uk, Senin (23/8/2021).

Saat itu tembaga menjadi komoditas umum di zaman kuno karena itu adalah salah satu logam yang paling dicari di Bumi. “Tembaga, pada waktu tertentu dalam sejarah, adalah sumber daya ekonomi yang paling penting. Ini adalah industri yang paling menguntungkan,” kata Prof Ben Yosef.

Dr Mohammad Najjar, dari Friends of Archaeology of Jordan, menjelaskan bahwa logam saat itu mirip dengan minyak mentah saat ini. “Karena Anda tidak dapat melakukannya tanpa minyak, dan pada saat itu Anda tidak dapat melakukannya tanpa tembaga.”

Tembaga adalah titik balik radikal dalam sejarah manusia. Untuk pertama kalinya, orang mengekstrak logam dari batu dan mengubahnya menjadi alat dan senjata.

Dr Najjar menggambarkan momen itu sebagai “lompatan kuantum” ketika manusia mulai memproduksi bahan mereka sendiri. Melalui proses peleburan, tembaga tersebut dipisahkan dari bijih alaminya di dalam batuan.

Bijih harus dipanaskan sampai 2.000 F°, dan untuk mencapai suhu seperti itu, pekerja harus terus menerus meniup api melalui pipa. Butuh berjam-jam untuk mendapatkan tembaga dalam bentuknya yang murni.[sindonews]

Polri Resmi Terbitkan Izin Pelaksanaan Liga 1 2021

0

Nukilan.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menerbitkan izin pelaksanaan  Liga 1 dan Liga 2 2021/2022 yang akan berlangsung pada 27 Agustus mendatang.

Listyo menuturkan izin ini berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan PPKM.

“Maka kami sepakat untuk memberikan persetujuan terkait dengan perizinan untuk dilaksanakan penyelenggaraan Liga 1 maupun Liga 2,” kata Listyo dalam konferensi pers, Senin (23/8/2021).

Disampaikan Listyo, penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 ini harus melaksanakan aturan protokol kesehatan yang ketat.

Ini, kata Listyo, telah disetujui oleh PSSI dan para pemilik klub, baik di Liga 1 maupun Liga 2.

“Kami juga minta disepakati juga dengan rekan-rekan suporter bola untuk penyelenggaraan kali ini kita kawal dilaksanakan dengan tanpa penonton,” ujarnya.

Kesepakatan lainnya yakni para pemain dan ofisial yang akan berlaga juga harus sudah dua kali melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Lalu, satu hari sebelum pertandingan para pemain dan ofisial juga harus menjalani pemeriksaan atau tes PCR. Tujuannya, untuk memastikan seluruhnya dalam kondisi negatif Covid-19.

“Dan di lokasi penyelenggaraan kita pasang aplikasi Pedulilindungi sehingga aplikasi ini bisa digunakan untuk double check terkait aturan protokol kesehatan,” ucap Listyo.

“Ini sudah menjadi kesepakatan, ini wajib dipatuhi,” imbuhnya. [cnnindonesia.com]

Menparekraf: UEA Gelontorkan Uang Rp10 Triliun untuk Wisata Halal di Aceh

0
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto/Dok Kemenparekraf

Nukilan.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan Uni Emirat Arab (UEA) tengah menjajaki investasi wisata halal di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Ia menyebut UEA telah memberikan sinyal akan menggelontorkan dana US$750 juta atau setara Rp10,8 triliun (kurs Rp14.406 per dolar AS) guna membangun tempat wisata ramah Muslim yang berkelanjutan. Sayangnya, Sandiaga enggan merinci lebih jauh soal proyek tersebut.

“Pulau Banyak di Aceh US$750 juta yang sudah diindikasikan akan diinvestasikan,” kata Sandiaga pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Investasi, Senin (23/8/2021).

Pada kesempatan sama, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengamini hal tersebut, kendati belum 100 persen pasti. Untuk itulah agar niat itu berbuah, ia akan ke UEA untuk membahas rencana investasi itu pada November mendatang.

Menurut Bahlil, ada beberapa hal yang masih perlu dibahas, yakni terkait izin investasi dan insentif yang diminta oleh EUA.

“Sekarang kami sedang susun langkah-langkah rincinya untuk beberapa insentif dan izin yang mereka minta,” ujar Bahlil.

Terpisah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil Muzni menyebut pihaknya tengah membahas kesiapan transportasi pengembangan pariwisata di kawasan Pulau Banyak melalui investasi UEA.

“Pihak kami akan mempersiapkan satu desk dengan Pemerintah Aceh untuk membahas khusus tindak lanjut investasi UEA sektor pariwisata di kawasan Pulau Banyak,” ujar Muzni dikutip dari keterangan resmi, Senin (23/8/2021).

Ia menyebut Pulau Banyak menyimpan potensi yang besar hingga menarik perhatian UEA untuk dikembangkan. Untuk memaksimalkan potensi pariwisatanya, dibutuhkan pengembangan infrastruktur transportasi udara yang kini tengah diusulkan ke Kementerian Perhubungan.

Kawasan Pulau Banyak sendiri ditetapkan dalam tata ruang wilayah sebagai kawasan konservasi. Karena itulah, pengembangan membutuhkan proteksi kelestarian alam dan dibangun dengan kajian lingkungan yang komprehensif. [cnnindonesia.com]

Ini Sejarah Suku Gayo, Suku Terbesar Kedua di Aceh

0

Nukilan.id  – Daratan Tinggi Gayo merupakan daerah di sekitar Danau Laut Tawar,  Provinsi  Aceh. Dataran tinggi itu berada di ketinggian 600 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dikutip dari Suku-suku Bangsa di Sumatera Karya Giyanto, Dataran Tinggi Gayo menjadi permukiman dari Suku Gayo. Suku ini merupakan suku asli yang mendiami Provinsi Aceh.

Suku Gayo merupakan suku terbesar kedua yang ada di Aceh setelah Suku Aceh yang mendiami wilayah pesisir.

Sejarah Suku Gayo

Menurut masyarakat setempat, nama Gayo berasal dari kata pegayon yang berarti sumber air jernih tempat ikan suci dan kepiting.

“Sampai saat ini, sejarah suku bangsa Gayo belum terungkap secara pasti. Belum ditemukan sumber sejarah yang bisa menjadi rujukan asal mula suku bangsa Gayo,” tulis Giyanto dalam bukunya.

Akan tetapi, keberadaan suku ini kerap kali dihubungkan dengan Kerajaan Linge. Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 416 Hijriyah (H) atau 1025 Masehi (M).

Dilansir dari Resam Perkawinan Masyarakat Gayo karya Ista Tantawi, sebelum kemerdekaan Indonesia, salah satu subsuku Gayo, yakni Gayo Lues merupakan wilayah kekuasaan kerajaan. Kerajaan yang oleh masayarakat setempat disebut reje itu memiliki beberapa raja.

Reje Gele memimpin 12 kampung dan berkedudukan di bagian barat Blangkejeren. Ada pula Reje Rema yang memimpin 11 kampung dan berkedudukan di Kute Panyang.

Reje Bukit merupakan raja yang memimpin 7 kampung dan berkedudukan di bagian timur Blangkejeren. Yang terakhir ada Reje Kemala yang memimpin 13 kampung dan berkedudukan di Rikit Gaib.

Keempat wilayah yang dipimpin oleh para raja tersebut dipercayai menjadi cikal bakal lahirnya Suku Gayo Lues.

Dilansir dari Islam dan Budaya Masyarakat Gayo Provinsi Aceh: Kajian Sejarah dan Sosial karya Arfiansyah, Gayo pertama kali muncul dalam literatur Melayu “Hikayat Raja-raja Pasai”.

Hikayat itu berisi cerita tentang para raja Aceh yang berkuasa sejak tahun 1280 sampai 1400. Sejarah suku Gayo dalam versi literatur melayu tersebut berkaitan erat dengan penolakan masyarakat setempat untuk masuk Islam.

Menurut Hikayat ini, masyarakat tersebut melarikan diri dengan mengikuti arah Sungai Peusangan ke hulu. Kelompok yang melarikan diri inilah yang kemudian disebut sebagai orang Gayo.

“Kata Gayo diyakini sebagai modifikasi kata dari etnis Aceh yang berasal dari kata ka yo yang berarti takut,” jelas Arfiansyah.

Setelah berhasil melarikan diri ke wilayah dataran tinggi di hulu sungai, kelompok ini masuk Islam dengan keinginannya sendiri. Kelompok inilah yang diyakini menjadi cikal bakal dari Suku Gayo.

Subsuku Gayo dan wilayah persebarannya

Suku Gayo terdiri dari tiga subsuku, yaitu Gayo Laut, Gayo Lues, dan Gayo Blang. Ada lima wilayah kabupaten yang menjadi persebaran ketiga subsuku tersebut.

Gayo Laut mendiami wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Subsuku ini bermukim di daerah Takengon, Linge, Bebesan, Pegasing, dan Bintang di Kabupaten Aceh Tengah.

Sementara wilayah Kabupaten Bener Meriah yang menjadi tempat bermukimnya Gayo Laut meliputi daerah Redelong, Pondok Baru, Wih Pesam, dan Timang Gajah.

Gayo Lues mendiami daerah Kabupaten Gayo Lues yang meiputi wilayah Blangkejeren, Rikit, Tenrangun, dan Kuta Panjang. Subsuku ini juga mendiami sebagian wilayah dari Kabupaten Aceh Tenggara.

Subsuku terakhir adalah Gayo Blang yang mendiami sebagian wilayah kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Masyarakat suku bangsa Gayo hidup berkelompok dalam komunitas kecil yang disebut kampong dan dikepalai oleh seorang gecik,” jelas Giyanto.

Dalam rujukan lain yang ditulis oleh Ista Tantawi, disebutkan bahwa Suku Gayo juga mendiami sebagian wilayah Kabupaten Aceh Timur. Wilayah tersebut ditinggali oleh Subsuku Gayo Lues.

Bahasa dan mata pencaharaian masyarakat Gayo

Masayarakat Suku Gayo menggunakan bahasa Gayo daam percakapan sehari-hari. Masing-masing wilayah memiliki dialek berbeda dalam mengucapkan bahasa Gayo.

Gayo Laut memiliki dua subdialek, yaitu Lut dan Deret. Gayo Lues memiliki tiga subdialek yaitu Lues, Kalul, dan Lokop.

Dikutip dari Pola Komunikasi dan Stratifikasi dalam Budaya Tutur Masyarakat Gayo karya Marhamah, Bahasa Gayo yang digunakan suku ini berbeda dengan bahasa Aceh yang digunakan Suku Aceh.

“Mata pencaharian utama masyarakat Gayo adalah bertani. Mayoritas masyarakat lGayo sebagai petani kopi,” terang Giyanto.

Dataran Tinggi Gayo terkenal dengan produk kopi. Hampir seluruh wilayah dataran tinggi ini menjadi perkebunan kopi yang sentra utamanya berada di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

“Selain bertani, masyarakat Gayo juga mengembangkan kerajinan membuat keramik, menganyam, dan menenun,” imbuh Giyanto.

Agama Suku Gayo

Mayoritas Suku Gayo beragama Islam seperti kebanyakan masyarakat Aceh. Menurut Giyanto, sekitar 95 persen anggota Suku Gayo merupakan penganut Islam.

Setiap kampung di Dataran Tinggi gayo memiliki meunasah, surau, atau masjid yang menjadi pusat aktivitas beragama.

“Masyarakat Gayo sangat fanatik terhadap Agama Islam, sehingga adat, budaya, dan sistem pendidikan semua berlandaskan Agama Islam,” tulis Sofyan Abdi dalam jurnalnya berjudul Konsep Nilai Islam dalam Nilai Mukemel dalam Sistem Budaya Suku Gayo.

Dilansir dari tulisan Arfiansyah, menurut seorag peneliti bernama John R Bowen Masyarakat menyatakan bahwa Gayo telah mengadaptasi ajaran Islam ke dalam budaya asli mereka.

Islam telah dielaborasi lebih jauh ke dalam tradisi-tradidi lokal, seperti pengobatan dan perdukunan. Mereka juga membentuk konsep pengetahuan metafisika dengan mengambil sumber dari ajaran Islam.

Masuknya Islam ke Suku Gayo diyakini berdekatan dengan masa kepemimpinan Sulatan Iskandar Muda pada abad ke-17.

Hikayat Raja-raja Pasai menyebutkan bahwa masayarakat Gayo telah mengenal sultan dan menjadi muslim sebelum kedatangan Iskandar Muda ke daerah tersebut.

Rumah adat Suku Gayo 

Dikutip dari “Tipologi Arsitektur Tradisional Gayo” karha Salwin, Suku Gayo memiliki rumah adat yang biasa disebut Umah Gayo.

Masyarakat asli Gayo menyebut rumah tempat tinggal mereka dengan sebutan yang berbeda, tergantung pada bentuk bangunan, jumlah ruang, dan bentuk atapnya.

“Rumah bagi masyarakat Gayo dahulu tidak memiliki perbedaan yang khusus antara rumah raja dan keturungan bangsawan dengan rumah masyarakat biasa, baik dari bentuk, ukuran maupun ornamen-ornamennya,” jelas Salwin.

Rumah tradisional Suku Gayo yang ditemukan umumnya memiliki 5 sampai 9 ruang. Jumlah ruangan ini kemungkinan menujukka jumlah keluarga di rumah itu.

Satu ruangan dalam rumah tersebut biasanya ditempati satu keluar inti terdiri dari ayah, ibu, dan anaka. Ruangan ini disebut dengan Umah Rinung.

Umah Time Ruang merupakan sebutan untuk salah satu tipe rumah di Suku Gayo. Rumah ini memiliki pembagian ruangan yang simetris atau seimbang. Tipe rumah ini memiliki tangga masuk di sisi samping bangunan yang menjadi jalur masuk tunggal ke dalam rumah.

Dua deret Umah Rinung dibangun tepat di tengah bangunan. Ruangan tersebut dibangun bertolak belakang dengan setip kamar menghadap serambi yang juga difungsikan sebagai dapur.

Selain Umah Time Ruang, ada juga Umah Belah Rang atau Umah Belah Bubung. Jenis rumah ini hanya memiliki satu deret umah rinung dengan pintu yang menghadapp ke serambi.

Umah Pitu Ruang adalah rumah Gayo yang memiliki 7 buah ruangan di dalamnya. Rumah ini memiliki 6 buah umah rinung dan satu serambi.

Secara umum, rumah adat Suku Gaya berbentuk rumah panggung. Rumah-rumah ini dibangun memanjang dari arah timur ke barat.[kompas.com]

Asisten Administrasi Umum Lantik 8 Pejabat Eselon 3 & 4 di Lingkungan Pemerintah Aceh

0

Nukilan.id – Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, Senin (23/0/2021), melantik delapan orang pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemerintah Aceh, di Aula Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh (DLHK). Para pejabat eselon yang dilantik hari ini adalah mereka yang berhalangan mengikuti pelantikan yang berlangsung di Lobi Kantor Gubernur Aceh, Jumat pekan lalu.

Enam orang dari delapan pejabat yang dilantik ini akan bertugas di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh (DLHK). Sedangkan dua lainnya masing-masing akan bertugas di Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh.

Para pejabat ini dilantik untuk mengisi sejumlah jabatan yang lowong dan jabatan yang ditinggalkan oleh mereka yang sudah memasuki masa pensiun, dimana pelantikan mereka telah sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor Peg. 821.22/077/2021 tanggal 20 Agustus 2021.

Dalam sambutannya usai pelantikan, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar mengatakan, pelantikan para pejabat itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengejar target kerja, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu para pejabat diminta meningkatkan semangat dan prestasi dalam bekerja.

Prosesi pelantikan yang berlangsung pukul 17.30 itu turut disaksikan Kepala DLHK Aceh, Abdul Hanan, dan berlangsung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.[]

Kala Sekda Bernyanyi Bersama Areola di SLB Al-Fansury Aceh Singkil

0
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, meninjau aktivitas pembelajaran di SLB Negeri Al-fansury Pulo Sarok, Aceh Singkil, Senin (23/8/2021).

Nukilan.id – Matahari belum sepenggalah naik, saat Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah tiba di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Al-Fansury, yang berada di Desa Pulo Sarok, Singkil. Karena sedang melakukan kunjungan kerja di Singkil, hari ini Taqwallah dan rombongan mengikuti dzikir dan do’a rutin Aparatur Sipil Negara jajaran Pemerintah Aceh, di sekolah tersebut, Senin (23/8/2021).

Usai dzikir dan do’a serta berdialog dengan para peserta , Sekda Aceh meninjau suasana belajar mengajar di sekolah yang mendidik sebanyak 48 siswa berkebutuhan khusus itu.

Taqwallah bahkan sempat bernyanyi bersama Areola, salah seorang bocah berkebutuhan khusus berusia 10 tahun, salah seorang siswa di SLB N Al-Fansury.

“Siapa namanya? Berapa usianya?” tanya Taqwallah ramah, sembari menghampiri Areola, yang tampak tersipu malu.

“Bisa nyanyi?” tanya Sekda lagi. Areola sempat menggeleng, namun sejurus kemudian, lagu Satu-Satu Aku Sayang Ibu , ia dendangkan sembari menggoyang-goyangkan kakinya. Dan, Sekda pun turut bernyanyi bersama Areola. Tepuk tangan para dewan guru dan rombongan Sekda, membuat Areola semakin kikuk dan rikuh. Sekda benar-benar menghadirkan situasi yang humanis dalam kesempatan itu.

Sejenak usai berdendang dengan Areola, Kepada kepala dan dewan guru di SLB Negeri Al-Fansury, Sekda berpesan untuk tetap sabar dalam mengajar serta memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mendidik para siswa.

“Tetap semangat bu, tetap sabar. Kami tahu bagaimana tantangan kerja yang Ibu dan para dewan guru hadapi setiap hari. Apresiasi dari kami atas dedikasi bapak dan ibu dewan guru di sini,” ujar Sekda.

Terus Sosialisasikan Vaksinasi

Saat berdialog dengan para peserta dzikir dan do’a, Sekda kembali mengingatkan ASN Pemerintah Aceh untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan serta ikut mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat.

“Berdasarkan data kemarin (Minggu, 20/8) sudah 172 tempat tidur di Pinere RSUDZA terisi. Ini tentu kondisi yang tidak baik-baik saja. Jadi, mari kita bantu meringankan beban para Nakes dengan tetap patuh dan terus menyosialiskan protokol kesehatan dan menyosialisasikan vaksinasi,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala SKB Negeri Al-Fansury Yossi Novianti, mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada Sekda Aceh yang telah bergabung bersama para dewan guru untuk mengikuti dzikir dan do’a bersama di sekolah tersebut.

“Terima kasih atas kunjungannya Pak. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mendidik anak-anak. Semua saran dan pesan bapak akan kami ingat dan terapkan. Bagi kami dzikir dan do’a ini sangat luar biasa. Kita bisa bersilaturrahmi dengan rekan-rekan di seluruh Aceh. Insya Allah, semua usaha kita dilihat dan do’a-do’a kita diijabah Allah,” kata Yossi.

Kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini diikuti oleh 612 partisipan, masing-masing partisipan diikuti oleh 10 hingga 20 orang peserta. Sekda Aceh turut didampingi oleh Komisaris Independen BAS Mirza Tabrani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh di Singkil.

Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, meninjau aktivitas pembelajaran di SLB Negeri Al-fansury Pulo Sarok, Aceh Singkil, Senin (23/8/2021).

Peserta Seleksi CPNS Wajib Tes PCR atau Rapid Antigen Covid

0
Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)

Nukilan.id – Peserta seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) wajib melakukan tes PCR atau rapid test  antigen  Covid-19 untuk mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Aturan itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Dalam surat dengan nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 itu, dinyatakan bahwa peserta wajib melakukan swab test RT PCR dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam dengan hasil negatif sebelum mengikuti SKD. Pilihan lainnya, peserta harus menjalani rapid test antigen dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif sebelum mengikuti tes SKD.

Menurut BKN, Persyaratan tersebut sesuai dengan Surat Rekomendasi Ketua Satgas (Satuan Tugas) Covid-19 Nomor: B-115/KA SATGAS/PD.01.02/8/2021 tanggal 21 Agustus 2021. Selain melakukan tes usap, khusus bagi peserta seleksi CPNS di Jawa, Madura, dan Bali, diwajibkan untuk sudah melakukan vaksinasi, dan minimal memperoleh dosis pertama.

Seluruh peserta juga diwajibkan untuk menerapkan 3M ketika mengikuti tes, yaitu menggunakan masker tiga lapis dan ditambah masker kain di bagian terluar (double mask), menjaga jarak minimal satu meter, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Peserta seleksi CPNS juga wajib mengisi formulir deklarasi sehat yang terdapat di laman sscasn.bkn.go.id dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sebelum mengikuti ujian seleksi dan paling lambat pada H-1 sebelum ujian. Formulir yang telah diisi wajib dibawa pada saat pelaksanaan seleksi dan ditunjukkan kepada petugas sebelum dilakukan pemberian PIN registrasi.

Sebagai implementasi protokol kesehatan, ruang kegiatan maksimal diisi dengan persentase sebesar 30 persen dari kapasitas normal ruangan tempat pelaksanaan seleksi CPNS 2021, dan akan dilakukan penyemprotan desinfektan secara berkala, khususnya setiap pergantian sesi.

Berdasarkan pembagian sesi seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Seleksi Kompetensi Non-Guru Formasi Tahun 2021, pelaksanaan tes SKD CPNS akan berlangsung dengan durasi selama 100 menit per sesi, dan dalam satu hari akan dilangsungkan dua hingga empat sesi, tergantung pada lokasi dan waktu pelaksanaan SKD CPNS.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru Tahun 2021 Instansi Pusat dan Instansi Daerah di lokasi BKN Pusat, Kantor Regional, dan UPT BKN akan dimulai pada tanggal 2 September 2021.

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Satya Pratama mengatakan, informasi lebih lanjut akan diberikan saat konferensi pers terkait pelaksanaan SKD. [iNews]

Pemerintah Aceh Ucapkan Selamat Kepada Gampong Nusa

0
Tangkapan layar Video 50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2021 (Sumber: Youtube Jaringan Desa Wisata).

Nukilan.id – Pemerintah Aceh mengucapkan selamat kepada Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar yang telah terpilih sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik di Indonesia tahun 2021.

“Selamat kepada Gampong Nusa Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar atas prestasi tersebut. Harapan kami serta kita semua, agar Gampong Nusa bisa menjadi yang terbaik nasional, dan menginspirasi gampong-gampong lain di Aceh,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin (23/08/2021).

Menurut Iswanto, Gampong Nusa menjadi satu-satunya desa di Aceh yang akan dinilai langsung oleh tim juri dari Kemenparekraf, dan akan bersaing dengan 49 desa lain dari seluruh Indonesia.

“Sebagai Desa Wisata, Gampong Nusa telah memberikan kebanggaan bagi kita semua. Terima kasih telah menjadi yang terbaik di Aceh serta terus bersaing di level nasional. Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada Gampong Nusa,” ujar Iswanto.

Diketahui, Pengumuman 50 besar desa terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 diumumkan dalam laman video yang diberikan sambutan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Salahuddin Sandiaga Uno.

Gampong Nusa menjadi satu dari 1831 Desa Wisata di Indonesia yang melewati proses kurasi oleh dewan curator, hingga menembus babak 300 besar, dan tersaring menjadi 100 nominator. Kini Gampong Nusa tercatat menjadi satu satunya wakil Aceh yang masuk daftar 50 nominator Desa Wisata terbaik Indonesia 2021. []

Gampong Nusa Masuk Nominasi 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia 2021

0
(Foto: acehtourism.travel)

Nukilan.id – Gampong Nusa Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar berhasil masuk nominasi 50 besar Desa Wisata Terbaik Indonesia tahun 2021.

Gampong Nusa menjadi satu dari 1831 Desa Wisata di Indonesia yang melewati proses kurasi oleh dewan curator, hingga menembus babak 300 besar, dan tersaring menjadi 100 nominator.

Kini Gampong Nusa tercatat menjadi satu satunya wakil Aceh yang masuk daftar 50 nominator Desa Wisata terbaik Indonesia 2021.

Pengumuman 50 besar desa terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 diumumkan dalam laman video yang diberikan sambutan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Salahuddin Sandiaga Uno.

Sandi dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada 50 desa wisata terbaik.

“Jadikan pencapaian ini motivasi untuk mengembangkan desa wisata yang berkualitas, berkelanjutan untuk Indonesia bangkit,” kata Sandiaga. Ia mengatakan pihaknya akan meninjau dan menilai secara langsung bersama dewan juri ke 50 desa wisata terbaik tersebut.

Kepada desa yang belum lolos, Sandi berpesan untuk terus meningkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi dalam pengembangan Desa Wisata. Melalui data Desa Wisata di platform jadesa.com, kata Sandi, akan menjadi wadah dan arah, dalam penyusunan rencana pengembangan desa-desa wisata di seluruh Indonesia oleh Kemenparekraf sebagai simbol kebangkitan ekonomi nasional.

“Semua demi kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia, untuk Indonesia bangkit,” kata Sandiaga Uno.[]

Perkemahan di Gampong Nusa (Foto: youtube Awi Nyak)
(Foto: acehtourism.travel)
Sungai dan perahu yang terdapat di Gampong Nusa. (Foto: furqanstatham)