Beranda blog Halaman 202

USK Perkuat Peran Guru Biologi dalam Edukasi Lingkungan Lewat Workshop di Banda Aceh

0
USK Perkuat Peran Guru Biologi dalam Edukasi Lingkungan Lewat Workshop di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar workshop bertajuk “Peran Guru Biologi dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Hidup bagi Siswa dan Masyarakat” yang diikuti sekitar 60 guru biologi dari Kota Banda Aceh dan wilayah sekitarnya. Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 11 Banda Aceh pada Kamis (6/2/2026).

Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Aceh, Samsuar, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru biologi memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik, terutama di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di Aceh.

Pada kegiatan ini, Abdullah hadir sebagai narasumber utama dan memaparkan berbagai strategi inovatif yang dapat diterapkan guru biologi untuk mengintegrasikan isu lingkungan hidup ke dalam kurikulum maupun proses pembelajaran di sekolah. Ia menekankan bahwa pendidikan biologi tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep ilmiah, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Workshop tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Alumni Biologi FKIP USK, Pusat Riset Konservasi USK, dan MGMP Biologi Aceh. Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi serta berbagi pengalaman mengenai praktik pembelajaran berbasis lingkungan yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.

Salah satu peserta, Rina, guru biologi dari salah satu SMA di Banda Aceh, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru sekaligus inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran biologi yang lebih kontekstual dan relevan dengan persoalan lingkungan di sekitar siswa. Ia berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan serta disebarluaskan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui workshop ini, USK berharap kesadaran lingkungan dapat ditanamkan sejak dini melalui peran aktif guru di sekolah. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan pendidikan lingkungan yang berkelanjutan di Aceh, sejalan dengan upaya mitigasi dan pencegahan risiko bencana.

Warga Antusias Serbu Pembukaan Pasar Murah Serentak di Takengon

0

NUKILAN.ID | TAKENGON – Suasana di Pasar Paya Ilang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, tampak jauh lebih ramai dari biasanya pada Sabtu (14/2/2026). Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai penjuru daerah tersebut berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menghadiri pembukaan Pasar Murah Serentak yang digelar di 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Kegiatan pasar murah ini merupakan langkah Pemerintah Aceh dalam menindaklanjuti instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), guna memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pembukaan kegiatan tersebut diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

“Sesuai instruksi Bapak Gubernur Muzakir Manaf, pasar murah ini harus merata di 23 kabupaten/kota. Tujuannya jelas, agar masyarakat kita tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan puasa,” ujar Muhammad Diwarsyah saat meninjau stok sembako di lokasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si., yang mewakili pemerintah kabupaten/kota, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir di lokasi pasar murah.

Menurutnya, pemilihan Pasar Paya Ilang sebagai salah satu titik pelaksanaan kegiatan dinilai sangat tepat karena berada di lokasi strategis dan mudah dijangkau masyarakat.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kehadiran pasar murah ini benar-benar dinantikan karena selisih harganya yang cukup signifikan dengan harga pasar reguler. Ini bantuan yang sangat terasa bagi warga kami,” tutur Mursyid.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, yang turut memantau langsung proses transaksi di lapangan, berharap program ini dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat bisa terbantu dan tenang dalam menghadapi Ramadan tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga sebagaimana yang diharapkan oleh Bapak Gubernur dan Bapak Sekda kita. Dengan adanya pasar murah di seluruh Aceh ini, kita berupaya maksimal menekan inflasi daerah dan menjaga daya beli warga tetap stabil,” ungkap T. Adi Darma.

Pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Februari 2026. Dalam kegiatan itu, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur dijual dengan harga subsidi di sejumlah titik yang telah ditentukan di masing-masing kabupaten/kota di Aceh.

Aceh Barat Siapkan Puluhan Ekor Ternak Bantuan Presiden untuk Warga Terdampak Banjir Jelang Meugang

0
Ilustrasi sapi aceh. (Foto: sapibagus.com)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan membeli puluhan ekor ternak kerbau dan sapi untuk disalurkan sebagai daging segar kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang. Bantuan tersebut bersumber dari dana Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp1 miliar yang telah diterima pemerintah daerah.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil di Meulaboh, Kamis, mengatakan bantuan daging tersebut akan dibagikan kepada masyarakat di 52 desa prioritas yang terdampak bencana alam, bertepatan dengan tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Ada 52 desa prioritas terdampak bencana alam yang akan mendapatkan bantuan daging segar di tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini,” kata Tarmizi.

Menurutnya, berdasarkan estimasi harga ternak di Aceh Barat, satu ekor kerbau diperkirakan seharga Rp20 juta dan mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 120 kilogram daging yang nantinya dibagikan kepada masyarakat korban bencana.

Setelah dilakukan perhitungan kebutuhan untuk seluruh desa penerima, pemerintah daerah masih mengalami kekurangan tiga ekor ternak. Kekurangan tersebut, kata Tarmizi, akan ditutupi oleh pemerintah daerah melalui bantuan yang telah dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

“Nanti kekurangan ini kami yang tutupi,” sebutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan pembelian sapi untuk tradisi meugang bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dengan total nilai lebih dari Rp72,7 miliar.

Bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer dana dari Presiden melalui Sekretariat Presiden langsung kepada 19 pemerintah kabupaten/kota pada Selasa (10/2/2026) dengan total anggaran Rp72.750.000.000.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan penyaluran bantuan kepada masyarakat akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota setelah dana diterima oleh daerah yang terdampak bencana banjir bandang.

Reki Safari Kembali Pimpin PBFI Banda Aceh Periode Baru

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perkumpulan Bina Raga Fitness Indonesia (PBFI) Kota Banda Aceh menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) di Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banda Aceh, Kamis (12/2/2026). 

Dalam musyawarah tersebut, Reki Safari, S.T. terpilih kembali sebagai Ketua Umum secara aklamasi. Reki Safari yang merupakan petahana kembali memperoleh kepercayaan dari seluruh peserta musyawarah untuk memimpin PBFI Banda Aceh periode mendatang. 

Muscablub yang berlangsung tertib dan lancar ini dihadiri oleh pengurus dan stakeholder cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Kota Banda Aceh tersebut.

Setelah terpilih, Reki memaparkan tiga agenda prioritas yang akan menjadi fokus kepemimpinannya. Pertama, melakukan penertiban dan pendataan seluruh pusat kebugaran (gym) yang beroperasi di wilayah Kota Banda Aceh.

Kedua, memperkuat pembinaan atlet bina raga dan fitness secara terstruktur dan berkelanjutan. Ketiga, meningkatkan kualitas serta profesionalisme pelatih pribadi (private trainer) dengan mewajibkan kepemilikan lisensi resmi dari PBFI Kota Banda Aceh.

“Program-program ini disusun dengan mempertimbangkan posisi Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi yang menerapkan Syariat Islam, sehingga pengelolaan dan pembinaan olahraga kebugaran tetap selaras dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku,” ujar Reki kepada Nukilan.

Terpilihnya kembali Reki Safari diharapkan dapat memperkuat eksistensi PBFI Banda Aceh dalam membina atlet dan mengembangkan olahraga kebugaran di ibu kota Provinsi Aceh.

Reporter: Rezi

Pemkab Aceh Besar Gelar Aksi Gotong Royong Massal Sambut Ramadhan 1447 Hijriah

0
Pemkab Aceh Besar Gelar Aksi Gotong Royong Massal Sambut Ramadhan 1447 Hijriah. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO — Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melaksanakan kegiatan gotong royong massal yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai PPPK di lingkungan pemerintah daerah, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut turut melibatkan unsur TNI dan Polri. Aksi bersih-bersih difokuskan pada area perkantoran pemerintah, tempat ibadah, ruas jalan utama, serta lingkungan permukiman masyarakat di wilayah Aceh Besar.

Gotong royong massal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman menjelang bulan penuh berkah.

Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna strategis, tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan keteladanan ASN di tengah masyarakat.

“Gotong royong massal ini merupakan bentuk kesiapan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kenyamanan dalam beribadah sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum menjelang Ramadhan perlu dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari nilai keimanan dan tanggung jawab sosial.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi budaya yang berkelanjutan, baik di lingkungan ASN maupun masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, insya Allah ibadah Ramadhan dapat dijalankan dengan lebih khusyuk,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat semangat kebersamaan dan nilai gotong royong di kalangan ASN.

“Gotong royong massal ini menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, khususnya dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Aceh Besar secara khusus menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH), Dinas Lingkungan Hidup, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengerahkan masing-masing 10 ASN guna melakukan pembersihan terpusat di kawasan Masjid Al-Munawwarah, yang menjadi salah satu pusat aktivitas ibadah masyarakat di ibu kota kabupaten.

“Masjid Al-Munawwarah merupakan salah satu pusat aktivitas ibadah masyarakat di ibu kota kabupaten. Karena itu, kami menurunkan personel secara khusus agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid benar-benar terjaga menjelang Ramadhan,” ujarnya.

Keterlibatan lintas perangkat daerah tersebut mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung program kebersihan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi budaya kerja dan kebiasaan positif yang terus dilaksanakan,” pungkas Sekda Aceh Besar. (XRQ)

Dinas Perdagangan Aceh Tengah Gelar Pasar Murah di Tiga Titik Jelang Ramadan

0
Daftar Harga Pasar Murah Dinas Perdagangan Aceh Tengah. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tengah akan menggelar kegiatan pasar murah selama tiga hari berturut-turut, mulai 14 hingga 16 Februari 2026. Program ini dilaksanakan sebagai upaya menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

Kegiatan pasar murah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Aceh Tengah serta Bulog. Pelaksanaannya dilakukan serentak di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Tengah.

Pasar murah akan dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bebesen dan Kecamatan Lut Tawar, dengan jadwal sebagai berikut:

  • Sabtu, 14 Februari 2026, di Halaman UPTD Pasar Tanoh Gayo Paya Ilang, Kecamatan Bebesen, mulai pukul 09.00 WIB.

  • Minggu, 15 Februari 2026, di Terminal Lama Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, mulai pukul 09.00 WIB.

  • Senin, 16 Februari 2026, di Lapangan Sanggamara Kampung Takengon Timur, Kecamatan Lut Tawar, mulai pukul 09.00 WIB.

Kepala Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Zulkarnain, SE., MM., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah provinsi yang dilaksanakan secara serentak di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan paket sembako bersubsidi dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Satu paket kebutuhan pokok dijual seharga Rp208.500, dengan rincian sebagai berikut:

  • Beras premium 10 kilogram: Rp110.000

  • Gula 2 kilogram: Rp27.000

  • Minyak goreng 2 liter: Rp33.000

  • Telur 1 papan: Rp38.500

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Selain itu, warga diharapkan dapat memanfaatkan pasar murah ini sebagai kesempatan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ekonomis menjelang Ramadhan. (XRQ)

Komunitas Pariwisata Gotong Royong Renovasi Masjid Terdampak Bencana di Aceh Tengah

0
Relawan dari kalangan pelaku pariwisata menyalurkan bantuan bencana di Aceh Tengah, Sabtu (31/1/2026). (FOTO: ANTARA/HO-Dok ASPPI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Komunitas pelaku pariwisata yang tergabung dari berbagai organisasi melakukan aksi sosial dengan membersihkan sekaligus merenovasi masjid yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan pemulihan rumah ibadah menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Koordinator komunitas pelaku pariwisata lintas organisasi, Apri Al Amin, mengatakan masjid yang menjadi sasaran kegiatan berada di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

“Ada sebanyak 50-an relawan dari komunitas pelaku pariwisata ikut membersihkan dan renovasi Masjid Arafah di Desa Kala Segi Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini untuk mendukung pemulihan keagamaan pascabencana,” katanya.

Apri Al Amin yang juga Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh menjelaskan, kegiatan yang dilakukan para relawan meliputi pembersihan fasilitas masjid, seperti kamar mandi, tempat wudhu, hingga ruang shalat. Selain itu, relawan turut melakukan pengecatan pada sejumlah bagian bangunan, terutama area kamar mandi.

“Masjid Arafah tersebut ikut terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025. Kehadiran komunitas pelaku pariwisata di lokasi bencana sebagai bentuk dukungan pemulihan Kabupaten Aceh Tengah,” kata Apri Al Amin.

Ia menambahkan, Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan di Aceh yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan sebelum bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Selain kegiatan renovasi, para relawan juga menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah kepada masyarakat setempat, seperti sajadah dan kitab suci Al Quran. Bantuan sosial lainnya juga diberikan kepada anak-anak berupa paket donasi alat tulis.

“Selain membersihkan dan merenovasi masjid, kami juga menyalurkan perlengkapan shalat seperti sajadah dan kitab suci Al Quran kepada masyarakat setempat. Termasuk menyalurkan paket donasi kepada anak-anak berupaya alat tulis,” kata Apri Al Amin.

Sebelumnya, komunitas pelaku pariwisata lintas organisasi tersebut juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah.

“Kami berharap bantuan logistik tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah. Kami juga terus mendukung upaya percepatan pemulihan bencana di Provinsi Aceh,” kata Apri Al Amin.

Bank Aceh dan Pemkab Aceh Jaya Dorong Digitalisasi, Transaksi Keuangan Gampong Mulai Beralih Non Tunai

0
ank Aceh dan Pemkab Aceh Jaya Dorong Digitalisasi, Transaksi Keuangan Gampong Mulai Beralih Non Tunai. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | CALANG Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama Bank Aceh terus mendorong digitalisasi tata kelola keuangan desa melalui penerapan sistem transaksi non tunai. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan sosialisasi dan pelatihan aplikasi Internet Banking Corporate (IBC) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Aceh Jaya.

Kegiatan ini bertujuan mempermudah transaksi keuangan gampong sekaligus meningkatkan edukasi dan inklusi produk perbankan syariah bagi aparatur desa. Pelatihan diikuti para keuchik dan kaur keuangan gampong se-Kabupaten Aceh Jaya, serta dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK), Kepala DPMPKB, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa), serta pimpinan Bank Aceh Cabang Calang. Kegiatan berlangsung di Aula DPMPKB Aceh Jaya, Kamis (12/2/2026).

Kepala DPMPKB Aceh Jaya, Dahrial, S.IP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pertemuan kedua bersama para keuchik setelah dilakukan evaluasi di sembilan kecamatan pada pertengahan bulan lalu.

“Dari hasil evaluasi itu, ada beberapa catatan yang harus kita tindak lanjuti bersama, salah satunya melalui kegiatan hari ini,” kata Dahrial.

Ia menegaskan, penerapan transaksi non tunai dalam pengelolaan dana gampong bukan kebijakan sepihak pemerintah daerah maupun kepentingan perbankan, melainkan amanat regulasi nasional. Kebijakan tersebut merujuk pada edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.3.1.3/4910/SJ tertanggal 8 September 2025 tentang Implementasi Transaksi Non Tunai dalam Pengelolaan Keuangan Desa.

Menurutnya, aturan serupa sebenarnya telah didorong sejak 2022 melalui edaran sebelumnya.

“Mulai triwulan I tahun ini, seluruh gaji perangkat gampong harus dibayarkan secara non tunai. Ini bukan misi pribadi kami atau pimpinan, dan bukan juga misi Bank Aceh, tapi tuntutan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.

Selain mengikuti regulasi, sistem pembayaran digital dinilai mampu meningkatkan transparansi serta keamanan pengelolaan keuangan desa. Dahrial menekankan bahwa penggunaan transaksi elektronik diharapkan dapat mengurangi risiko tindak kriminal yang kerap terjadi saat aparatur desa membawa uang tunai dalam jumlah besar.

“Pihak desa harus berkoordinasi dengan bank. Tidak ada alasan lagi kepala desa dirampok ketika pulang setelah menarik dana desa atau tidak sempat menarik dana desa,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital bagi aparatur desa, terutama kaur keuangan, agar mampu mengoperasikan sistem transaksi berbasis elektronik.

“Kalau ada kaur keuangan yang tidak melek internet, tidak bisa menggunakan laptop atau smartphone, dengan segala hormat berarti tidak cocok di posisi tersebut dan sebaiknya ditempatkan di posisi lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menargetkan sistem penggajian perangkat gampong dapat dilakukan setiap bulan mulai 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah meminta komitmen serta kesiapan aparatur desa dalam mengadopsi sistem keuangan digital secara penuh.

Ketabahan Warga Pidie Jaya Bangkit dari Banjir, Bersiap Sambut Ramadhan di Tengah Keterbatasan

0
Mendekati bulan suci Ramadhan, para penyintas banjir Aceh di Pidie Jaya menunjukkan ketabahan luar biasa, berjuang membangun kembali kehidupan di tengah sisa lumpur bencana. (FOTO: AntaraNews)

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, para penyintas banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus berjuang menata kembali kehidupan mereka di tengah sisa lumpur bencana yang belum sepenuhnya pulih. Ketabahan warga terlihat dari upaya mandiri membangun kembali tempat tinggal, sekaligus mempersiapkan ibadah di bulan penuh berkah.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan kerusakan luas di 18 kabupaten dan kota. Hingga kini, deru alat berat masih terdengar di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, membersihkan endapan lumpur yang mengering di kawasan permukiman warga.

Salah seorang penyintas, Mariati (51), menjadi saksi beratnya dampak bencana tersebut. Rumahnya tertimbun lumpur setinggi sekitar 2,5 meter hingga tidak lagi layak dihuni. Meski lebih dari dua bulan telah berlalu, proses pemulihan di wilayah daerah aliran Sungai Meureudu masih berlangsung perlahan.

Kerinduan memiliki rumah yang layak sekaligus keinginan menyambut Ramadhan menjadi dorongan kuat bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan.

Membangun Rumah di Atas Sisa Lumpur

Setelah sempat mengungsi di gedung serbaguna Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Mariati bersama suaminya, Teuku Muzafar Syah, memutuskan kembali ke lahan rumah mereka di Desa Manyang Cut.

Dengan memanfaatkan material bekas yang masih tersisa, keduanya membangun rumah semipermanen di bagian loteng rumah lama yang tertimbun lumpur. Pembangunan dilakukan secara swadaya tanpa bantuan pemerintah, dengan mengandalkan kayu dan seng bekas.

Rumah panggung sederhana itu diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu melalui gotong royong keluarga. Meski jauh dari kata ideal, bangunan tersebut kini menjadi tempat berlindung mereka menjelang Ramadhan.

Rumah darurat itu telah dilengkapi kasur, peralatan memasak, serta kulkas yang kembali berfungsi setelah aliran listrik PLN pulih. Namun, Mariati masih berharap adanya bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah yang lebih layak karena tempat tinggal sementara tersebut belum memiliki toilet maupun akses air bersih.

Ancaman Banjir Susulan Masih Menghantui

Kondisi Sungai Meureudu yang kini lebih lebar tetapi dangkal membuat kawasan permukiman di sekitarnya tetap rentan terhadap banjir susulan. Permukaan sungai yang hampir sejajar dengan permukiman menyebabkan air mudah meluap saat hujan turun.

Ketua posko pengungsian darurat Desa Manyang Cut, Teuku Nazarudin, menghadapi persoalan serupa. Rumahnya masih terhimpit lumpur dan sulit dibersihkan, sehingga ia menilai satu-satunya solusi adalah membongkar bangunan lama dan meninggikan rumah di atas endapan lumpur yang telah mengeras.

Trauma akibat banjir bandang pada malam 25 November 2025 juga masih membekas di benak warga. Mariati mengaku kerap terbangun dari tidur karena teringat peristiwa banjir besar yang terjadi malam itu.

Gotong Royong Bangun Meunasah Darurat

Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan warga tetap terjaga. Mereka bergotong royong membangun meunasah darurat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah selama Ramadhan.

Pembangunan fasilitas ibadah ini difasilitasi Kementerian Agama bersama Baznas setelah warga mengajukan permintaan karena bangunan meunasah lama sulit diselamatkan dari timbunan lumpur.

Meunasah berukuran 14 x 10 meter tersebut dibangun dengan rangka baja, lantai panggung, serta dinding semipermanen setinggi 1,2 meter. Lokasinya berada di atas endapan lumpur setebal sekitar 2,5 meter di kawasan sebelum Jembatan Meureudu, di tepi jalan lintas nasional Banda Aceh–Medan.

Selain rumah ibadah, pemerintah juga membangun sumur bor melalui Kementerian ESDM serta fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang disediakan oleh perusahaan konstruksi BUMN. Fasilitas tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk relawan dan warga nonmuslim yang datang membawa bantuan.

Meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, meunasah darurat itu telah digunakan warga untuk beribadah pada malam nifsu syaban awal Februari lalu. Warga berharap fasilitas tersebut sudah dapat dimanfaatkan secara penuh ketika Ramadhan tiba.

Di tengah keterbatasan dan trauma bencana, semangat untuk bangkit tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Pidie Jaya dalam menyongsong Ramadhan dengan harapan baru.

Bupati Aceh Barat Ultimatum 50 Keuchik: Kembalikan Dana Desa atau Diberhentikan per April 2026

0
Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengultimatum sebanyak 50 kepala desa (keuchik) agar segera mengembalikan dana desa berdasarkan temuan audit sejak 2022 hingga 2025. Jika tidak dipenuhi, para kepala desa tersebut akan diberhentikan mulai 1 April 2026.

Dilansir Nukilan.id, ultimatum tersebut disampaikan Tarmizi saat memimpin rapat koordinasi kabupaten (rakorkab) di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kamis sore. Ia mengatakan pihak kepolisian telah memberikan tenggat waktu pengembalian hingga Maret 2026.

“Pak Kapolres Aceh Barat sudah memberi waktu sampai bulan tiga,” katanya.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas hasil audit Inspektorat Aceh Barat terkait pengelolaan kas desa. Pemerintah daerah menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap indikasi tindak pidana korupsi dana desa.

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, total temuan dana desa yang hingga kini belum ditindaklanjuti atau belum dikembalikan oleh sejumlah aparatur desa mencapai lebih dari Rp40,9 miliar.

Tarmizi menegaskan, apabila para kepala desa tidak mengembalikan dana sesuai hasil audit, maka pemerintah daerah akan mengambil tindakan administratif berupa pemberhentian.

Ia menyatakan, terhitung mulai 1 April 2026, sebanyak 50 kepala desa yang terindikasi melakukan pelanggaran akan diberhentikan apabila kewajiban pengembalian dana tidak dipenuhi.

Selain sanksi administratif, para kepala desa juga diingatkan akan menghadapi konsekuensi hukum jika tetap tidak mengembalikan dana desa tersebut.

Menurut Tarmizi, selama ini dirinya kerap menerima keluhan masyarakat dan tokoh desa terkait dugaan pengelolaan dana desa yang tidak transparan. Namun, ia menegaskan tidak serta-merta mempercayai laporan tanpa dasar audit resmi.

“Jangan jelekkan kepala desa ke saya, saya lebih percaya ke inspektorat (hasil auditnya),” kata Tarmizi.

Ia juga menyinggung adanya kabar mengenai pejabat Inspektorat Aceh Barat yang menilai pemerintah daerah belum bersikap tegas dalam menindaklanjuti temuan audit.

“Mungkin ini sikap inspektur, bek tantang kee (jangan tantang saya),” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi dengan bahasa Aceh.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan langkah tersebut diambil untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan dana desa sekaligus memastikan uang negara dikembalikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (xrq)