Beranda blog Halaman 2017

Menko Polhukam Bersama Mendagri Pastikan PON Papua 2021 dan Peparnas Siap Dilaksanakan

0

Nukilan.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua. Hal itu dilakukan untuk memastikan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI siap dilaksanakan di Provinsi Papua.

Demikian disampaikan Menko Polhukam dalam keterangan persnya usai meninjau sejumlah venue di Lukas Enembe Stadium Jayapura, Jumat (10/9/2021).

“Saat ini PON dan Peparnas sudah siap dilaksanakan, ada sedikit kekurangan di satu atau dua venue, tapi saya sudah bicara tadi dengan Kadispora, dipastikan pada saat yang ditentukan akan selesai,” katanya.

Ia juga mengatakan, kunjungan ke Provinsi Papua itu, sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Dukungan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX dan Pekan Paralimpik Nasional XVI Tahun 2021 di Provinsi Papua. Secara khusus, dalam inpres tersebut, Presiden menginstruksikan kepada Menko Polhukam untuk melaksanakan tiga hal, yaitu: a) melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian atas pemetaan risiko gangguan politik dan keamanan pada penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua; b). mengoordinasikan percepatan penyelesaian masalah pertanahan di lokasi pembangunan venue penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI; dan c) melaporkan pelaksanaan Inpres kepada Presiden paling sedikit satu kali dalam satu bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

“Saya merasa bersyukur karena ternyata persiapan pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI ini semakin baik. Kalau bagi saya pribadi memberi keyakinan bahwa ini akan berjalan baik. Mudah-mudahan keyakinan saya ini terjaga sampai benar-benar terlaksana baik,” tuturnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga memastikan para atlet, kontingen dari berbagai provinsi dan daerah optimistis untuk penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Tahun 2021. Apalagi, para kontingen juga berkomitmen untuk berdisiplin terhadap aturan dan protokol kesehatan Covid-19.

“Pembicaraan saya tadi dengan KONI, semua daerah sudah siap, kontingen-kontingennya sudah siap, optimis, tidak takut, tetap akan datang ke sini, tetapi tetap akan berdisiplin dan berhati-hati,” ujarnya.

Ia menambahkan, PON dan Peparnas diselenggarakan di Papua karena pemerintah ingin ada pesta olahraga nasional yang menjadi tanda bahwa Papua bisa maju bersama dengan daerah lain di Indonesia, sehingga dicerminkan dengan semboyan ‘torang bisa’.

“PON dan Peparnas yang berjalan baik dan aman akan menjadi bukti bahwa negara ini benar-benar hadir secara efektif di Papua, karena hal-hal yang biasa dilakukan di daerah-daerah lain bisa juga dilaksanakan di sini, karena kita memang torang bisa,” tegasnya.

Karena itu, dalam situasi pandemi Covid-19, Presiden tetap meminta agar PON di Papua terlaksana dan berlangsung lancar, meriah, serta aman dari penularan Covid-19. Tak hanya itu, diharapkan penyelenggaraan pesta olahraga nasional itu juga memberikan kebahagian bagi para atlet dan masyarakat secara keseluruhan.

“Saya hadir ini dan ditemani, tidak tanggung-tanggung, oleh Bapak Mendagri, yang baru beberapa hari lalu ke sini, ke sini lagi, karena ingin memastikan agar PON dan Peparnas di Papua ini berlangsung lancar dan sukses, aman dan nyaman, baik dari sisi penyelenggara ataupun pertandingan, sekaligus pemenuhan protokol kesehatan dan dari sisi keamanannya,” pungkas Menko Polhukam. []

Pasukan Khusus Taliban Badri 313: Pakai Nama Perang Nabi Muhammad

0
Pasukan khusus Taliban Afghanistan yang diberi nama Pasukan Badri 313. Foto/via The Independent

Nukilan.id – Brigade “Badri 313” adalah nama pasukan khusus Taliban yang dibentuk dadakan setelah mengambil alih kekuasaan Afghanistan. Nama itu diambil dari nama “Perang Badar”, perang pasukan Nabi Muhammad melawan pasukan Quraisy.

Pasukan khusus Taliban itu sebagian berisi para personel yang tak pernah menjalani pelatihan militer dan markas mereka di bekas gedung taman kanak-kanak (TK) di Kabul.

Meski hanya bekas gedung TK, tapi itu bukan hanya rumah bagi para petempur keras yang paling sulit, yang berkeliaran di lapangan berpakaian kamuflase dan menggembar-gemborkan tentang gudang senjata buatan Amerika Serikat (AS). Markas itu juga tempat bagi mereka yang dilatih untuk menjadi pembom bunuh diri atau mati syahid versi mereka.

“Komando ini memiliki dua bagian,” kata salah satu tentara berpangkat tinggi dari pasukan khusus itu, yang namanya kemudian diketahui sebagai Hafiz Badry.

Badry dengan suara pelan memberi tahu: “Ada yang berlatih menjadi petempur pasukan khusus dan ada yang berlatih menjadi pelaku bom bunuh diri khusus.”

Setelah beberapa saat bernegosiasi, pemimpin unit senior pasukan khusus Taliban itu setuju untuk membiarkan tim jurnalis New York Post masuk ke markas mereka.

Tim jurnalis itu melewati jalan beton retak tempat anak-anak biasa bermain dan masuk ke kantor dengan senapan M240 Amerika menunjuk ke pintu dan rantai amunisi siaga.

Batalion ini dilengkapi dengan peralatan Amerika yang canggih, termasuk seragam kamuflase, pelindung tubuh, Humvee, kacamata penglihatan malam, karabin M4, dan M16.

Untuk senjata sampingan mereka, para tentara pasukan khusus Taliban itu membawa Glock baru yang mengkilap dan pistol tangan 1911.

“Kami tidak memiliki pelatihan resmi ketika kami bergabung dengan Taliban,” kata Badry, 29, penduduk asli Provinsi Helmand, menjelaskan sambil tertawa.

“Kami baru saja mendapatkan senjata dan memulai,” katanya lagi.

“Seseorang harus telah melakukan tindakan khusus yang dirancang untuk perintah ini sebelum dipilih untuk pelatihan,” lanjut Badry.

Adapun pelaku bom bunuh diri, dia dan sesama tentara papan atas, Kari Omadi Abdullah, 26, sependapat bahwa mereka kewalahan dengan orang-orang yang ingin dipilih sebagai kader “terhormat” itu.

“Ini bukan tentang memilih dalam kasus ini. Ini tentang semangat,” kata Badry dengan antusias.

“Ada beberapa petempur yang bahkan datang kepada kami menangis dan memohon, bertanya mengapa kami tidak memilih mereka untuk regu bunuh diri.”

Para pria dari pasukan khusus itu mengatakan bahwa pelatihan berlangsung antara 40 hari hingga enam bulan, tergantung pada misi, dan melibatkan pekerjaan taktis intensif dan studi agama.

Para ahli mengatakan sebagian besar rekrutan berasal dari keluarga miskin dan sebagian besar tidak berpendidikan. Lainnya ditangkap oleh pasukan intelijen Afghanistan sebelum mereka dapat melakukan serangan.

Para rekrutan sebelumnya mengatakan bahwa program pelatihan mereka memerlukan penggunaan tangan yang panjang melalui lereng gunung, tetapi sebagian besar berasal dari persiapan spiritual dan komitmen yang tidak terkendali untuk tujuan tersebut.

Seorang pembom bunuh diri terlatih dari brigade “Badri 313” mengaku pernah diperintahkan untuk menyerang Kedutaan Besar Jerman di kota utara Mazar-e-Sharif pada akhir 2016 ketika usianya saat itu baru 17 tahun. Namun, dia saat itu pingsan dan tidak bisa melakukannya.

Ada juga personel di tim penyerang yang mengaku telah membunuh sekitar enam orang dan melukai lebih dari 100 orang. Dia mengatakan pernah dilatih di dekat perbatasan Pakistan. Minggu-minggu pertama melibatkan ajaran Islam yang berat, diikuti dengan senjata dan latihan fisik.

Nama pasukan khusus yang beroperasi dari bekas gedung TK di Kabul itu diambil dari nama Perang Badar sekitar 1.400 tahun yang lalu sebagai bentuk penghormatan. Menurut mereka, 313 orang tentara Nabi Muhammad mencatatkan kemenangan militer melawan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar dalam Perang Badar.

Pasukan khusus itu juga dilaporkan terkait erat dengan Jaringan Haqqani, yang bersekutu dengan al-Qaeda. Terlebih lagi, Jaringan Haqqani telah lama mendukung kemenangan “Tentara Badri”, menunjukkan bahwa semuanya sama.

Diperkirakan jumlah anggota pasukan khusus itu mencapai ratusan orang, dari milisi yang sangat terlatih hingga ahli dalam pertempuran.

Menurut Badry, ada sekitar 300 anggota berada di dalam dan sekitar Kabul. “Sekolah kami dipenuhi para petempur,” kata Abdul Latif Amari, komandan muda brigade “313 Badri”.

Orang-orang di pasukan khusus itu memberi tahu bahwa usia rata-rata tentara “Badri 313” adalah antara 25 hingga 30 tahun, dan para pelaku bom bunuh diri adalah biasanya berusia sekitar 20 tahun ke atas.

Memang, misi bunuh diri selama dekade terakhir menjadi inti dari strategi kelompok pemberontak Taliban saat itu untuk menanamkan rasa takut dan akhirnya menguasai negara. Meledakkan diri hingga berkeping-keping atas nama kemartiran dipandang sebagai tindakan yang dihormati. Bahkan putra Pemimpin Tertinggi Imarah Islam Afghanistan yang baru, Haibatullah Akhundzada, dilaporkan telah menjadi pelaku bom bunuh diri.

Serangan bom bunuh diri menjadi hal biasa setelah penarikan misi NATO yang pertama pada akhir tahun 2014. Pembantaian dengan cara seperti itu—yang terutama menargetkan pasukan keamanan Afghanistan—tidak henti-hentinya. Taliban telah mengeklaim bertanggung jawab atau dicurigai mendalangi serangan dalam beberapa tahun terakhir di mana-mana mulai dari kantor polisi hingga lingkungan Muslim Syiah pada jam-jam sibuk di Kabul, hingga di luar kantor pemilu Afghanistan dan yang terbaru di luar kediaman Menteri Pertahanan Bismillah Khan Mohammadi yang menewaskan delapan orang. Serangan itu hanya dua belas hari sebelum mereka mengambil alih ibu kota.

Setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban bulan lalu, Taliban sesumbar bahwa brigade “Badri 313” dengan cepat mengamankan istana presiden dan kemudian mengambil alih bandara Kabul di tengah hiruk pikuk evakuasi tentara dan warga AS.

Pasukan “Badri 313″ bahkan memparodikan AS dalam sebuah posting di media sosial, di mana mereka berpose mirip gambar ikonik tentara Amerika yang mengibarkan bendera nasional Amerika Serikat di pulau Iwo Jima pada tahun 1945. Para personel pasukan khusus Taliban itu berpose mirip dengan mengibarkan bendera putih-hitam bertuliskan syahadat untuk menandakan kemenangan Taliban Afghanistan.

Sejak kemenangan mereka dalam merebut Kabul, orang-orang dari pasukan khusus itu mengatakan bahwa mereka dibanjiri permintaan untuk bergabung.

“Kami memiliki rekrutan yang tidak terbatas. Jika kita menangkap satu pencuri, 40 orang kemudian datang untuk mengumpulkan jumlah kita untuk bergabung juga,” kata Amari sambil menambahkan bahwa mereka menerima orang asing juga.

Sementara para petempur sekarang menggemakan pesan “perdamaian” di negara yang ditaklukkan, tidak ada indikasi bahwa sekolah bunuh diri akan berhenti. Orang-orang itu juga menjelaskan bahwa persenjataan berat mereka dan membangun Angkatan Udara adalah fokus berikutnya dalam agenda item.

“Kami akan memusatkan pelatihan kami pada senjata besar, serta helikopter, jet, apa pun yang tersedia,” lanjut Amari. “Kami melatih ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kami bisa melakukannya.”[sindo]

Mantan Anggota Dewan yang Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar Akhirnya Ditangkap

0

Nukilan.id  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut akhirnya menangkap mantan Anggota DPRD Garut Miscbah Somantri.

Miscbah merupakan buronan terpidana kasus korupsi terkait penggunaan anggaran DPRD Garut dan Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2001 sampai 2003 sebesar Rp28,1 miliar.

Ia buron dalam perkara itu selama 13 tahun.

Ia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejari Garut lantaran tidak memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan Miscbah ditangkap di kediamannya pada Kamis (9/9/2021) pukul 05.00 WIB.

Leonard mengungkapkan, Miscbah telah merugikan keuangan negara sebesar Rp6.589.013.000 dalam kasus korupsi yang menjeratnya.

“Terpidana Miscbah Somantri berhasil diamankan dan dibawa langsung ke Kejaksaan Negeri Garut dan selanjutnya dieksekusi di Rutan II B Garut,” kata Leonard dalam keterangannya, Jumat (1/9/2021).

Leonard menambahkan sebelum dilaksanakan eksekusi terhadap Miscbah, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan test swab antigen.

Hasilnya, Miscbah dinyatakan sehat dan negatif COVID-19.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 178/Pan Pidsus/118.K/Pid.Sus/2008 tanggal 30 Juni 2008, Miscbah Somantri dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan kejahatan korupsi.

Miscbah dan kawan-kawan divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200.000.000 subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, majelis hakim juga memutuskan uang pengganti sebesar Rp114.694.600.

Apabila terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan sesudah keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk mengganti tersebut maka diganti penjara selama 1 bulan,” kata Leonard.

Leonard menambahkan saat ini tim Tabur Kejari Garut masih memburu buronan terpidana lainnya yang terlibat dalam kasus korupsi anggaran DPRD Garut.

Para DPO yang merupakan Anggota DPRD Garut periode 1999-2004 yakni terpidana H. Abdurragman, Ihat Kadar Solihat dan Dadan Slamet.

“Kami mengharapkan bantuan masyarakat yang mengetahui keberadaan ketiga DPO tersebut untuk dapat melaporkan dan menghubungi Kejaksaan Negeri Garut,” kata Leonard. [tribunews.com]

Hatta Rajasa: Tersambung Tol, Perjalanan Lampung-Aceh Hemat 60 Jam

0
Ruas jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh). (Foto: Dok. Resmi)

Nukilan.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian periode 2009-2014 Hatta Rajasa mengatakan, jika Jalan Tol-Trans Sumatera (JTTS) dapat tersambung dari Lampung hingga Banda Aceh ini dapat memangkas waktu tempuh 55-60 jam.

Dia mengapresiasi pembangunan JTTS yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai kontraktor yang membangun infrastruktur konektivitas itu.

Hal ini disampaikan Hatta dalam webinar HK Academy: Accelerating Indonesia’s Economic Growth Through Infrastructure Development, Kamis (9/9/2021).

“Bayangkan, bila seluruh jalan tol tersambung dari Lampung sampai ke Banda Aceh, saya perkirakan, maka kita dapat menghemat waktu 55 sampai 60 jam,” jelas Hatta.

Hatta mengungkapkan, masyarakat di Pulau Sumatera saat ini telah menikmati sebagian ruas JTTS.

Dia sendiri sebagai putra daerah Sumatera Selatan (Sumsel) kini dapat melakukan perjalanan dari Jakarta ke Palembang dengan waktu hanya 7-8 jam.

Ini tergantung dengan penyeberangan yang dilakukan. Misalnya, jika penyeberangan membutuhkan waktu 1 jam, maka dia sampai di Palembang 7,5 jam.

Sementara jika waktu tempuh penyeberangan 1,5 jam-2 jam, dia bisa sampai ke Palembang hanya dengan waktu kurang lebih 8,5 jam.

“Kalau dahulu, sebelum ada jalan tol, perjalanan dari Jakarta menuju rumah saya di Palembang lebih kurang 15 jam dengan catatan dua kali stop,” tutur dia.

Pulau Sumatera diketahui sebagai penyumbang perekonomian nasional sebesar 20 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sumatera juga memiliki lokasi geografis yang strategis yang dilalui oleh jalur perdagangan laut.

Sehingga, pulau ini menjadi pintu gerbang untuk jalur perdagangan internasional bagi Indonesia.

Oleh karena itu, JTTS dicanangkan sebagai salah satu prioritas Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan konektivitas di pulau itu. [kompas.com]

Melayu Aceh Kirim Bantuan Korban Banjir di Kedah Malaysia

0

Nukilan.id – Persatuan Melayu Berketurunan Aceh Malaysia (Permebam) bekerjasama dengan Organisasi Pembangunan Komunitas Malaysia (Perintis) menggerakkan misi kemanusiaan ke dua ke Pusat Operasi Bencana Kampung Aceh di Daerah Yan, Negara Bagian Kedah, Malaysia.

“Misi tersebut melibatkan sebanyak 53 kendaraan yang terdiri dari hampir 100 relawan yang telah mendapat izin dari kepolisian setempat,” ujar Ketua Permebam, Datuk Mansyur Usman usai pelepasan jelajah bantuan di Padang Perbandaran Ampang Jaya, Kuala Lumpur, Jumat (10/9/2021).

Menurut pengusaha alat-alat kecantikan dan kesehatan ini, atas dasar tanggungjawab pihaknya segera menjalankan donasi bantuan dan menerima sumbangan lebih dari RM100,000 untuk disalurkan kepada penduduk Kampung Aceh yang terdampak musibah banjir tersebut.

Dia mengatakan bantuan tersebut berbentuk uang tunai, makanan pokok dan barang-barang keperluan lain hasil sumbangan dari semua lapisan masyarakat Aceh di Malaysia terutama para pengusaha bahkan terdapat juga bantuan dari komunitas Aceh yang berada di Indonesia.

Selain distribusi bahan-bahan pokok misi ini juga akan diteruskan dengan bakti sosial membersihkan sisa-sisa banjir lumpur di Kampung Aceh Management Centre (KAMC) pada Sabtu.

Pelepasan misi juga dihadiri Penasihat Permebam, Akhramsyah Muammar Ubaidah dan Presiden Perintis, Datuk Wan Mohd Shahrir Wan Abd Jalil.

Wan Mohd Shahrir mengatakan jalinan kerjasama bersama Permebam dalam kerja sosial itu sebagai tanda prihatin atas musibah serta mengambil peranan meringankan beban para korban banjir.

Selain bahan makanan bantuan kali ini mengutamakan barang-barang kebutuhan pokok seperti matras, selimut, bantal dan uang tunai sebanyak RM20,000 untuk kegunaan pembangunan di lokasi terdampak.

Shahrir mengatakan pihaknya sudah diberitahu kalau bantuan makanan di sana sudah terlalu banyak sedangkan mereka memerlukan keperluan lain seperti popok, selimut, matras dan keperluan anak-anak.[Antara]

DPMG Aceh Latih Operator Gampong Tentang Sipades dan Epdeskel di Pijay

0

Nukilan.id – Tim DPMG Aceh melakukan pelatihan Sistem Aplikasi Pengelolan Aset Desa (Sipades) dan Aplikasi Evaluasi Pengembangan Desa dan Kelurahan (Epdeskel) terhadap 60 orang operator gampong dari Kecamatan Pante Raja, Meureudu dan Ulim, serta dari DPMG Pidie Jaya (Pijay). Pelatihan itu berlangsung selama satu hari, Jumat (10/09/2021) hari ini.

T Aznal Zahri SSTP MSi selaku narasumber dalam kegiatan itu mengatakan, pelatihan itu dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, kemampuan dan keterampilan Aparatur Gampong, dalam melakukan Penataan Barang Milik Gampong atau Aset Gampong, sehingga tertib dan tertata sebagaimana mestinya.

Menurutnya, pelatihan itu menjadi penting dan mendesak mengingat permasalahan Aset adalah masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan solusi atau upaya agar permasalahan aset di Gampong dapat diminimalisir.

Kondisi itu karena belum tertibnya administrasinya Penataan Aset Gampong, hingga dapat menimbulkan dampak penyalahgunaan aset bahkan penghilangan aset oleh pihak-pihak tertentu yang dapat merugikan Pemerintah Gampong yang bersangkutan.

Ditambahkan, sebagaimana amanah Pasal 26 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, salah satu Kewenangan Keuchik adalah sebagai pemegang kekuasaan dan penanggung jawab pengelolaan aset desa. Hal tersebut bermakna bahwa Keuchik bertanggung jawab penuh terhadap penataan dan pengelolaan aset gampong, dimulai dari Perencanaan, Pengadaan, Pengelolaan dan Pengawasan Barang Milik Gampong.

Selain itu, salah satu Indikator keberhasilan penyelenggaraan administrasi pemerintahan gampong sangat tergantung pada Penataan dan Pengelolaan Aset yang tertib, valid, transparan dan akuntabel. “Untuk tahun depan aparat pengawasan akan memeriksa laporan keuangan gampong, namun juga akan melakukan pemeriksaan terhadap laporan asset desa/gampong,” tandas Aznal.

Turut memberi sambutan pada kegiatan pelatihan tersebut, Kabid KSPP DPMG Kabupaten Pidie Jaya (Said Sufyan, S.Sos.I). Katanya Pelatihan Sipades dan Epdeskel itu diikuti 60 orang yang terdiri dari, 10 orang Operator Gampong dari Kecamatan Pante Raja, 30 orang Operator Gampong dari Kecamatan Meureudu, 15 orang Operator Gampong dari Kecamatan Ulim dan 5 orang Operator dari DPMG Kabupaten Pidie Jaya.

Peserta dari 3 (tiga) kecamatan adalah mereka yang mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan didukung penuh oleh para keuchiknya. Sedangkan 5 orang peserta dari DPMG Kabupaten Pidie Jaya diikutsertakan dalam pelatihan ini untuk mengawal pengelolaan Aset di Gampong serta dapat menjadi Pelatih Penerapan Aplikasi Sipades dan Epkesdel di gampong-gampong lainnya dalam Wilayah Kabupaten Pidie Jaya.[]

Kasus Covid-19 Tambah 250 Orang, Vaksinasi Efektif Tekan Risiko Kematian

0
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh, Saifullah Abdulgani.

Nukilan.id – Kasus baru harian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh bertambah 250 orang, pasien terinfeksi virus corona yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 217 orang, dan data meninggal dunia bertambah 21 orang. Sementara itu, vaksinasi dengan vaksin Sinovac terbukti efektif menekan risiko kematian penderita Covid-19.

“Ada hasil penelitian yang menunjukkan vaksin Sinovac dua dosis efektif menekan risiko kematian pasien Covid-19,“ tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Jumat (10/9/2021).

Ia menjelaskan, hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan terhadap 128 ribu orang pada 13 Januari – 18 Maret 2021 menunjukkan pemberian vaksin Sinovac dua dosis dapat mencegah risiko perawatan sekitar 96 persen, dan risiko kematian akibat Covid-19 sekitar 98 persen.

Hasil penelitian yang juga dirilis pada laman covid19.go.id, 18 Juni 2021 itu merupakan bukti sentifik dari riset terpercaya bahwa vaksinasi dapat memberi perlindungan optimal terhadap serangan virus corona dan risiko kematian. Karena itu, semua pihak perlu lebih aktif mendorong percepatan progres vaksinasi Covid-19 di seluruh Aceh, katanya.

Kemudian, Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menjelaskan,  masyarakat yang telah medapat suntikan dosis I vaksin Sinovac di Aceh sebanyak 817.123 orang, atau 20,3 persen dari semua kelompok sasaran yang mencapai 4.028.891 orang. Sedangkan yang sudah vaksinasi dosis II dengan vaksin yang sama sebanyak 451.310 orang atau 11,2 persen.

Bila kita rinci menurut kabupaten/kota, cakupan vaksinasi dosis I peling tinggi per 9 September 2021, yakni Banda Aceh sekitar 60 persen. Kemudian disusul Langsa 31,4 persen, Lhokseumawe 29,4 persen, Bener Meriah 29 persen, Aceh Barat Daya 27,6 persen, Gayo Lues 27,4 persen, Sabang 26,1 persen, Aceh Tengah 25,4 persen, dan Aceh Singkil 23,4 persen.

Selanjutnya Nagan Raya 22,2 persen, Aceh Tenggara 19,4 persen, Aceh Tamiang 18,6 persen, Aceh Barat 17,9 persen, Aceh Timur 17,5 persen, Subulussalam 17,4 persen, Aceh Selatan 16,1 persen, Pidie Jaya 15,9 persen, Bireuen 15,8 persen, Aceh Jaya 15,4 persen, Simeulue 13,6 persen, Pidie 12,5 persen, Aceh Utara dan Aceh Besar sama-sama 12,1 persen.

Sementara vaksinasi dosis II, lanjut SAG, terikat dengan waktu vaksinasi dosis I dilakukan. Jika cakupan vaksinasi dosis I masih rendah maka rendah juga progres vaksinasi dosis II meski ada  variasi tingkat cakupan dosis II di kabupaten/kota, katanya. Kota Banda Aceh yang paling tinggi cakupan dosis I, juga berada pada rangking I untuk cakupan dosis II, mencapai 40 persen.

“Masyarakat yang telah mendapat dosis I segera melakukan vaksinasi dosis II untuk mendapat perlindungan maksimal dari virus corona dan menekan risiko meninggal dunia,” tutur SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya SAG melaporkan kasus akumulatif Covid-19 Aceh telah mencapai 35.577 orang, hingga 10 September 2021. Pasien Covid-19 yang sedang dirawat sebanyak 6.316 orang. Para penyintas Covid-19, (yang sudah sembuh) sebanyak  27.604 orang. Sedangkan meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 1.657 orang.

Data kasus akumulatif tersebut termasuk kasus positif baru harian yang bertambah  hari ini sebanyak 250 orang. Pasien yang sembuh bertambah 217 orang, dan penderita Covid-19 yang meninggal dunia bertambah sebanyak 21 orang, tuturnya.

Penderita baru Covid-19 bertambah 250 orang tersebut, meliputi warga Banda Aceh sebanyak 61 orang, Pidie 27 orang, Aceh Tamiang 20 orang, Lhokseumawe 16 orang, Aceh Selatan 15 orang, Aceh Tengah dan Aceh Besar sama-sama 14 orang. Kemudian warga Sabang 11 orang, Pidie Jaya 10 orang,  warga Aceh Utara dan Bireuen masing-masing sembilan orang.

Selanjutnya warga Subulussalam delapan orang, Langsa tujuh orang, warga Aceh Tenggara dan Bener Meriah sama-sama lima orang. Sementara warga Simeulue empat orang, warga Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Singkil masing-masing tiga orang. Sedangkan warga Aceh Timur, Gayo Lues dan Nagan Raya sama-sama dua orang.

Sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 217 orang meliputi warga Aceh Besar mencapai 91 orang, Banda Aceh 32 orang, Lhokseumawe 25 orang, Gayo Lues 22 orang, Bireuen 15 orang, Sabang 14 orang, dan warga Aceh Tenggara sebanyak 13 orang. Kemudian warga Pidie Jaya sebanyak tiga orang, Pidie satu orang, dan satu lagi warga luar daerah Aceh.

Sementara itu, pasien yang dilaporkan meninggal dunia 21 orang terdiri dari warga Langsa dan Gayo Lues sama-sama empat orang, warga Bener Meriah tiga orang, dan warga Bireuen dan Nagan Raya masing-masing dua orang. Kemudian warga Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Besar, dan warga Sabang sama-sama satu orang.

“Semua kasus meninggal dunia tersebut kasus lama, bukan kejadian dalam 24 jam terakhir,” jelas SAG.

Lebih lanjut ia memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 888 orang, meliputi 785 orang selesai isolasi, 26 orang isolasi di rumah sakit, dan 77 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni pasien yang secara klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19 dan dalam proses pemeriksaan swab-nya.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.926 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.751 orang, sedang isolasi di rumah 151 orang, dan 24 orang sedang diisolasi di rumah sakit, tutupnya.[]

Kader Demokrat Banten Bubarkan Acara Ilegal Gerombolan KSP Moeldoko 

0

Nukilan.id – Beredar undangan Pelaksanaan HUT Partai Demokrat dengan kop surat Pendiri Partai, yang salah satu rangkaian acaranya tertera nama Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang akan memberikan sambutan, dan menerima Penitipan Partai dengan mencatut nama salah seorang pendiri Partai Demokrat.

Kegiatan illegal ini direncanakan berlangsung di sebuah hotel kawasan Tangerang, Banten, pada Jumat malam, 10 September 2021, pukul 19.00 WIB.

Menyikapi hal tersebut, beberapa saat sebelum acara dimulai, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, Iti Jayabaya, yang didampingi ratusan kader, yang mendatangi lokasi tempat diselenggarakannya peringatan HUT Partai Demokrat “abal-abal” itu.

“Ini Banten, Bung! Jangan coba-coba ganggu kedaulatan dan kehormatan Partai kami dengan acara illegal yang provokatif seperti ini. Pemerintah telah nyata-nyata menolak mengesahkan KLB illegal Deli Serdang, lantas mengapa masih ada pihak yang terang-terangan melawan Pemerintah?” tegas Iti, yang juga Bupati Lebak, Banten ini.

Setelah difasilitasi oleh pihak kepolisian dan manajemen hotel, akhirnya spanduk dan backdrop acara berhasil diturunkan sebelum acara dimulai.

“Pada hari ini, seharian kita berkumpul, mencoba menegosiasikan apa yang kita inginkan terhadap marwah partai kita, yang kita cintai dan Alhamdulillah tadi mereka sudah melakukan kesepakatan untuk membubarkan dan mencopot atribut Demokrat yang berada di lokasi acara,” ungkap Iti, melalui pengeras suara di hadapan kader dan simpatisan Partai Demokrat, di pelataran parkir hotel tersebut.

Selain dibantu para kader, pencopotan atribut Partai Demokrat di lokasi acara juga dibantu oleh Polres Tangerang Selatan. Apresiasi juga disampaikan kepada pihak kepolisian yang turun tangan dengan sigap mentertibkan atribut tersebut karena pihak penyelenggara tidak bisa menunjukkan surat pemberitahuan.

Iti mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para kader atas kesigapan dan loyalitas dalam menjaga kedaulatan dan kehormatan Partai Demokrat. “Saya mengucapkan terima kasih atas soliditas, komitmen yang ditunjukkan oleh saudara-saudara semua, keluarga besar Partai Demokrat. Saya yakin kita punya niat yang sama untuk membangun demokrasi yang lebih baik, terutama dalam membangun kejayaan Partai Demokrat di Provinsi Banten,” tutupnya.

Selain jajaran Partai Demokrat Banten, tampak pengurus teras DPP Partai Demokrat yang hadir di lokasi acara, diantaranya Wasekjen DPP Partai Demokrat Irwan (DPR RI) Kepala BPJK Zulfikar Hamongan (DPR RI), dua Deputi Bakomstra, Ricky Kurniawan dan Cipta Panca Laksana, serta jajaran pengurus Demokrat lainnya yang tinggal di seputaran lokasi.

Hingga pukul 22.00 WIB malam, (10/9), Iti dan para kader masih berada di sekitar lokasi untuk memantau perkembangan.

BPSDM Kemendagri Gelar Webinar Manajemen Kebakaran Lahan Gambut Berbasis Teknologi

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Guna meningkatkan pengetahuan serta ketangguhan ancaman bencana kebakaran hutan gambut di Indonesia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri bekerjasama dengan Balai Pengembangan Kompetensi Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kemendagri mengadakan Webinar Manajemen Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut Berbasis Teknologi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengapresiasi kegiatan webinar yang diselenggarakan Balai PK Satpol PP dan Damkar.

Di bawah tanggung jawab BPSDM Kemendagri, Teguh berharap kegiatan ini bisa mewujudkan ASN yang lebih baik.

“Pemadam kebakaran mempunyai misi operasi keselamatan, baik jiwa maupun harta benda,” kata Teguh.

Menurut Teguh, petugas pemadam kebakaran sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh sebab itu, melakukan pengembangan kompetensi skill dinilai sangat penting.

“Kalau bukan kita siapa lagi. Jadi harus bangga dengan profesi Damkar,” ucap Kepala BPSDM Kemendagri dalam acara Webinar Manajemen Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut Berbasis Teknologi dalam Implementasi Tugas Pemadam Kebakaran, Kamis, (9/92021).

Menariknya, webinar ini diikuti hampir 1500 peserta yang tergabung dari petugas Damkar dan Satpol PP di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, lahan gambut merupakan tempat cadangan karbon yang besar. Terbentuk dari tumpukan serpihan kayu yang terendam air sekitar tahun 9.600 sebelum Masehi.

Dalam webinar itu, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Prof. Ir, Yulianto S Nuggroho memaparkan, Negara berlambang Merah Putih ini mempunyai ribuan kepulauan yang elok dan indah. Sumatera dan Kalimantan adalah salah satu pulau besar yang terdapat lahan gambut.

“Namun yang terjadi, lahan gambut menimbulkan bencana. Kebakaran melanda wilayah setempat,” kata Yulianto.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia seolah-olah telah menjadi agenda tahunan yang kerap terjadi di musim kemarau.

Meskipun pemerintah telah berupaya melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelaku pembakaran, karhutla selalu hampir setiap tahun khususnya beberapa daerah di pulau Sumatra dan Kalimantan. Oleh sebab itu, petugas pemadam kebakaran yang mempunyai misi sosial kemanusiaan, harus lebih aware dalam menyikapi bencana kebakaran lahan gambut tersebut. Petugas dapat bereksperimen mencari tahu penyebab kebakaran di lapangan.

Penyebab Lahan Gambut Mudah Terbakar?

Yulianto menjelaskan, secara alamiah, kebakaran lahan gambut di hutan tropis jarang terjadi. Bencana tersebut muncul disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Perubahan iklim misalnya, lanjut dia, telah menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang. Sehingga air di ekosistem gambut mudah surut dan lama-kelamaan menjadi kering.

Selain itu, pengeringan lahan gambut sering dilakukan secara sengaja untuk mengubah gambut menjadi lahan industri pertanian dan perkebunan.

“Pembukaan pertanian, perkebunan dapat mengubah kelembaban udara atau tanah. Akibatnya tanah akan terekspos langsung dengan cahaya matahari,” ujarnya.

Menyikapi ini, petugas Damkar bisa memanfaatkan Informasi teknologi, guna mencegah risiko tersebut. Petugas bisa memantau kondisi iklim melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Hotspots (titik api) muncul meningkat saat kemarau. Biasanya kemarau itu terjadi pada Maret, April, Juli sampai September,” ucapnya.

Berdasarkan karakternya, panas kebakaran gambut seperti menyalakan batang rokok. Kecepatannya tergantung dengan kondisi lahan. Jika relatif kering, gambut akan cepat terbakar. “Api akan terlihat setelah ada pohon kering yang terbakar,” katanya.

Untuk mencegah kekeringan lahan gambut, petugas perlu melakukan operasi keselamatan lebih dini. Misalnya memperbanyak kegiatan penghijauan. Hal itu berguna agar air yang ada di dalam dump atau rawa tidak cepat hilang. []

Bupati Aceh Besar Sambut Baik Pelatihan Paralayang 2021

0

Nukilan.id – Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali menyambut baik pelaksanaan pelatihan paralayang angkatan ke-1 Kabupaten Aceh Besar tahun 2021 yang digelar di Shelter Galaxy Lanud Sultan Iskandar Muda, Kecamatan Blangbintang, Aceh Besar, Jumat (10/9/2021).

Hadir dalam kesempatan itu, Danlanud SIM Kol Pnb Henri Ahmad Badawi, pengurus KONI Provinsi Aceh HT Rayuan Sukma, Ketua KONI Aceh Besar Muhibbudin Ibrahim, dan pejabat terkait lainnya.

Menurut Bupati Aceh Besar, pengembangan paralayang di kabupaten tersebut sangat potensial, apalagi Aceh Besar memiliki struktur dan pesona alam yang sangat mendukung. Bahkan, Pemkab Aceh Besar sudah pernah mendiskusikan potensi ini dengan pejabat Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Dengan demikian, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mengembangkan potensi paralayang, sekaligus mendukung destinasi wisata paralayang seperti yang ada bukit Ladong, Kecamatan Mesjid Raya.

“Pelatihan paralayang ini sangat bermanfaat, karena mengingat Aceh Besar memiliki alam yang sangat mendukung dan indah. Ini merupakan peluang untuk pengembangan pariwisata di Aceh Besar.

“Karena itu, saya mengharapkan para peserta dapat mengikuti pelatihan secara baik dan serius karena sangat berguna untuk menjadi calon atlet yang handal,” ungkap Ir Mawardi Ali.

Kepada para peserta, Bupati Aceh Besar juga berpesan agar dapat memperhatikan faktor safety pada diri masing-masing, sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Diharapkan pelatihan tersebut dapat meningkatkan SDM berkualitas dan hubungan yang harmonis antarpeserta pelatihan, panitia, dan TNI Angkatan Udara sebagai penyelenggara, sehingga dapat terjalin kerjasama yang harmonis demi tercapainya hasil maksimal.

Pada bagian lain, Bupati Mawardi Ali mengemukakan, wilayah tersebut memiliki berbagai tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, mulai dari destinasi wisata alam, budaya, hingga kuliner yang sangat terkenal di nusantara sampai ke manca negara. Hal ini menjadi potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi industri wisata yang bakal mampu mendongkrak peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Pemkab Aceh Besar juga terus serius mengembangkan potensi wisata alam paralayang di kawasan perbukitan Ladong, Kecamatan Mesjid Raya. Potensi wisata ini sangat potensial untuk dikembangkan, bahkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 dimana Aceh dan Sumut ditunjuk sebagai tuan rumah bersama.

Sementara itu Danlanud SIM Kol Pnb Henri Ahmad Badawi juga mengharapkan agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan disiplin, serius, dan nantinya akan memperoleh hasil yang maksimal untuk mendukung pengembangan paralayang di daerah ini.

“Potensi alam Kabupaten Aceh Besar sangat indah dan tepat untuk pengembangan paralayang,” ujarnya.