Beranda blog Halaman 1989

Kadis ESDM: Perlu Dukungan Masyarakat untuk Pengelolaan Migas di Aceh

0
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir.Mahdinur,MM, (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdinur, Sabtu (02/10/2021) mengatakan, dalam mengembangkan potensi migas yang dimiliki Aceh, selain dibutuhkan pengelolaan secara optimal oleh pemerintah, dukungan dari seluruh kalangan terhadap pengelolaan migas juga sangat dibutuhkan. Sehingga peningkatan pendapatan daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat semakin dirasakan dan dapat berjalan lancar.

Hal itu ia sampaikan, dalam web seminar yang mengusung tema “Apa Manfaat BPMA Untuk Masyarakat Aceh” yang digelar oleh Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Sabtu hari ini. “Saya rasa tanpa dukungan dari masyarakat akan sulit kita jalankan. Pengelolaan migas harus bisa memberikan manfaat bagi negara, daerah serta akan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Mahdinur.

Ia menuturkan, pengelolaan potensi migas adalah hasil perdamaian Aceh yang melahirkan UU nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Dimana dalam pasal 160 ayat 1 dan 2 tercantum bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh mengelola bersama sumber daya alam minyak dan gas bumi, yang berada di darat dan laut pada wilayah kewenangan Aceh dengan membentuk suatu badan pelaksana yang ditetapkan bersama.

Menindak lanjuti hal itu, Gubernur Aceh mengeluarkan SK No. 542/323/2013, sehingga melahirnya Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Pendirian BPMA ini dibutuhkan guna mendorong keikutsertaan Pemerintah Aceh dalam pengelolaan migas supaya memberikan manfaat yang lebih besar untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh. “Tugas BPMA sendiri telah dicantumkan dalam UU nomor 11 tahun 2006 dan PP nomor 23 tahun 2015 yang menjelaskan bahwa, tugas utama BPMA adalah melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap kontrak kerja sama kegiatan usaha hulu, agar dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk kemakmuran rakyat,” jelas Mahdi.

Di kesempatan itu, ia menyebutkan, BPMA sebagai badan yang berkontribusi dalam pengelolaan migas dan peningkatan pendapatan Aceh mempunyai peranan penting, mulai dari mendukung dan meningkatkan pembinaan terhadap alih kelola Blok B yang sudah diperoleh, dan melakukan pengawasan yang ketat untuk peningkatan produksi dan pembukaan lapangan baru.

Kemudian, BPMA juga menjadi fasilitator dan pendukung Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) untuk memperoleh Partisipasi Interes (PI) yang maksimal, serta mendukung rencana BUMA untuk memperluas usahanya pada sektor Migas seperti pembangunan tangki kondensat pada KEK Arun.

Hal itu, kata Mahdi, sejalan dengan langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh dalam upaya meningkatkan pendapatan Aceh yaitu, mengambil alih pengelolaan potensi minyak dan gas bumi Blok B, meningkatkan produksi dan pembukaan lapangan baru, Partisipasi Interes pada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Produksi, dan meningkatkan peran BUMA dalam rangka meningkatkan kontribusi pendapatan Aceh.

Mahdi menyebutkan, saat ini terdapat 12 wilayah kerja migas aktif yang ada di Aceh, dimana 9 wilayah diantaranya menjadi kewenangan Pemerintah Aceh melalui BPMA berupa area yang berada di daratan dan di bawah 12 mil laut, sedangkan 3 wilayah lainnya menjadi kewenangan SKK Migas berupa area yang berada di atas 12 mil laut.

Dari 9 wilayah yang menjadi kewenangan BPMA, kata Mahdi, masih ada 1 wilayah yang sedang dalam proses alih kewenangan dari SKK Migas ke BPMA yaitu WK Pertamina Aset 1 (PT. Pertamina EP Rantau).

Mahdi mengungkapkan, terkait pendapatan pengelolaan migas Aceh sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 masih sangat fluktuatif. Di tahun 2017, total Dana Bagi Hasil (DBH) dan Tambahan Dana Bagi Hasil (TDBH) migas Aceh masih rendah yaitu sebesar 213 miliar per tahun. Rendahnya pendapatan DBH dan TDBH dikarenakan terjadinya penurunan produksi atau lifting secara alamiah karena produksi migas masih diharapkan pada lapangan-lapangan dan sumur-sumur lama yang ada di Aceh.

Kemudian, pada tahun 2018, terjadi peningkatan pendapatan DBH dan TDBH Aceh menjadi Rp 353 miliar per tahun. Hal ini dikarenakan kurang pembayaran di tahun-tahun sebelumnya yang dibayarkan di tahun 2018 dan juga disebabkan PT. Pertamina Hulu Energi NSB berada pada masa akhir kontrak, sehingga mereka meningkatkan produksi secara maksimal pada Blok B.

Seterusnya di tahun 2019, pendapatan Aceh masih tinggi yaitu sebesar 333 miliar per tahun, dikarenakan pada tahun itu PT. Medco E&P Malaka sudah mulai berproduksi sehingga menambah produksi dan pendapatan migas Aceh, dan pada tahun 2020 yang lalu terjadi penurunan secara alamiah menjadi 194 miliar per tahun.

Mahdi berharap, agar ada kesamaan persepsi serta kolaborasi dari semua kalangan, agar saling memahami peran dan tugas masing-masing sehingga, tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.”Kalau belum 1 persepsi maka akan sulit kita jalankan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA, Adi Yusfan, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat mendukung pemerintah Aceh, agar dapat memberikan yang terbaik dalam pengelolaan migas di Aceh l. “Ayo sama-sama kita bangkitkan Aceh, dengan mengatasi tantangan yang ada sehingga industri migas di Aceh kembali berjaya seperti masa Arun dahulu,” ujarnya.[]

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru dari Aceh Hingga Papua Barat

0
Ilsutrasi SPBU (Foto: Dok. Pertamina)

Nukilan.id – Pertamina mengumumkan daftar harga BBM pada 18 September 2021. Dan tepat pada 2 Oktober 2021, Pertamina kembali mengumumkan harga BBM dengan menyatakan Pertamax Turbo turun Rp 300.

Seperti dilansir situs resmi Pertamina, berikut harga BBM terkini di setiap daerah:

1. Aceh

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150
Solar Non-Subsidi Rp 11.150

2. Sumatera Utara

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

3. Sumatera Barat

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

4. Riau

Pertalite 7.650
Pertamax 9.400
Pertamax Turbo 12.400
Dexlite 9.900
Pertamina Dex 11.550

5. Kepulauan Riau

Pertalite 8.000
Pertamax 9.400
Pertamax Turbo 12.400
Dexlite 9.900
Pertamina Dex 11.550

6. Kodya Batam (FTZ)

Pertalite Rp 8.000
Pertamax Rp 9.400
Pertamax Turbo Rp 12.400
Dexlite Rp 9.900
Pertamina Dex Rp 11.550

7. Jambi

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

8. Bengkulu

Pertalite Rp 8.000
Pertamax Rp 9.400
Pertamax Turbo Rp 12.400
Dexlite Rp 9.900
Pertamina Dex Rp 11.550

9. Sumatera Selatan

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

10. Bangka Belitung

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

11. Lampung

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

12. DKI Jakarta

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150

13. Banten

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150

14. Jawa Barat

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150

15. Jawa Tengah

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150

16. DI Yogyakarta

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150

17. Jawa Timur

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150

18. Bali

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150

19. Kalimantan Barat

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

20. Kalimantan Tengah

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

21. Kalimantan Selatan

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

22. Kalimantan Timur

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

23. Kalimantan Utara

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

24. Sulawesi Utara

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

25. Gorontalo

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

26. Sulawesi Tengah

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

27. Sulawesi Tenggara

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

28. Sulawesi Selatan

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

29. Sulawesi Barat

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

30. Nusa Tenggara Barat

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150
Solar Non-Subsidi Rp 9.400

31. Nusa Tenggara Timur

Pertalite Rp 7.650
Pertamax Rp 9.000
Pertamax Turbo Rp 12.000
Dexlite Rp 9.500
Pertamina Dex Rp 11.150
Solar Non-Subsidi Rp 9.400

32. Maluku

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Dexlite Rp 9.700

33. Maluku Utara

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Dexlite Rp 9.700

34. Papua

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Pertamax Turbo Rp 12.200
Dexlite Rp 9.700

35. Papua Barat

Pertalite Rp 7.850
Pertamax Rp 9.200
Dexlite Rp 9.700
Pertamina Dex Rp 11.350

Sebagai informasi, khusus untuk Premium dan Solar subsidi harganya ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 125.K/ HK.02/ MEM.M/ 2021 tentang Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan.

Harga solar dipatok Rp 5.150 per liter sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Sementara Premium harganya Rp 6.450 per liter sudah termasuk PPN dan PBBKB. [detik]

Ilsutrasi SPBU Foto: Dok. Pertamina

Dana Desa di Lhokseumawe Dibegal  Berdalih Bimtek, IMPKL Minta Kapolda Aceh Turun Tangan

0

Nukilan. id – Ketua Ikatan Mahasiswa Pemuda Kota Lhokseumawe (IMPKL) Muhammad Kalvin.SE meminta Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs .Ahmad Haydar, SH.,MM. Untuk memberikan perhatian kepada dugaan pembegalan Dana Desa (DD) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pelatihan yang telah dilaksanakan di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara pada, 28 September s/d 2 Oktober 2021 di hotel Radisson dan Hotel Santika Medan. Sabtu, (2/10/2021).

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia Bahkan Aceh, kondisi ekonomi rakyat Lhokseumawe hancur. Satu – satunya harapan masyarakat yaitu Dana Desa yang langsung dikucurkan oleh Pemerintah Pusat.

Hanya saja, begitu sampai di gampong- gampong, Anggaran Desa segera beralih ke rekening berbagai lembaga pelatihan (pihak ke 3) yang ditunjuk oleh sekelompok orang, yang memiliki otoritas untuk melaksanakan Bimtek.

Dalam satu Gampong Mengirimkan 2 orang peserta, yang terdiri dari Kaur Keuangan dan Sekretaris Desa, per orang mengirimkan biaya 6 juta ke lembaga pelatihan yg berbeda. total dalam sekali bimtek tahun 2021 ini sudah dibegal 800 juta lebih dan Itu baru tahun ini saja, belum tahun-tahun sebelumnya. “Ujar pemuda yang kerap disapa Kalvin”

Dan Ini jelas melanggar PPKM karena Pelatihan Bimtek dilaksanakan di kota Medan Sumatera Utara yang di ketahui dari media, bahwa medan termasuk daerah dengan kasus covid yang masih lumayan tinggi, karna Kota Medan masih menerapkan PPKM level 3 ,  dengan adanya kegiatan Bimtek bisa jadi positif covid-19 ketika sampai di lhokseumawe, karena mereka Satgas Covid-19 di gampong-gampong.

Acara seperti ini, seharusnya bisa di lakukan secara daring online atau setidaknya di laksanakan di Kota Lhoksemawe dengan mendatangkan pemateri-pemateri dari luar, ini malah Sekdes dan Bendahara bepergian keluar daerah di Kota Medan.

Kalvin meminta Kapolda Aceh agar mengusut tuntas dan memanggil Kepala DPMG kota lhokseumawe untuk mempertanggung jawabkan Bimtek Aparatur Gampong dan juga melakukan Pemeriksaan / Audit kepada Lembaga Pelatihan (pihak ke tiga) yang melaksanakan Bimtek, agar kegiatan pemborosan anggaran seperti ini tidak terulang kembali khususnya di ruang lingkup Kota Lhokseumawe dan berharap jika ada temuan indikasi korupsi agar diproses secara hukum.[ ]

Untuk Aceh, Pemerintah Kebut Dua Proyek Irigasi Seluas 21.570 Hektar

0

Nukilan.id – Dua jaringan irigasi berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Aceh tengah dikebut Kementerian PUPR, dan kini mulai masuk tahap penyelesaian.

Keduanya adalah jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat dan di Jambo Aye Kanan turut di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur.

Kedua jaringan irigasi itu akan mengairi area persawahan seluas 21.570 hektar. Di Lhok Guci seluas 18.542 hektar dan DI Jambo Aye Kanan 3.028 hektar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR telah membangun banyak bendungan dan bendung di berbagai daerah.

Selanjutnya akan diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian.

“Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” katanya dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jumat (01/10/2021).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Djaya Sukarno menuturkan, wilayah sungai di Provinsi Aceh dipisahkan oleh bukit barisan.

Sisi pantai barat curah hujannya tinggi mencapai 4.000 mm, sedangkan sisi pantai timur curah hujannya rendah mencapai 1.300 mm.

Adapun untuk dapat melayani daerah irigasi di sisi pantai timur secara optimal dibutuhkan bendungan. Saat ini sedang dibangun bendungan Keureuto di Aceh Timur dan bendungan Rukoh di Pidie.

“Sebaliknya di sisi pantai barat potensi air berlimpah sehingga tidak diperlukan bendungan, sebagaimana halnya dgn DI Lhok Guci di Aceh Barat,” ujar Djaya.

Menurut Djaya, untuk pembangunan DI Lhok Guci diawali dengan dibangunnya Bendung Lhok Guci pada 2004-2008 dan dilanjutkan pembangunan salurannya pada tahun 2008-2015.

“Kemudian dilanjutkan menjadi salah satu PSN dikerjakan tahap I nya pada 2015-2017. Setelah itu masuk tahap II 2018-2020, namun pada 2020 ada pandemi Covid-19 dan terkena refocusing anggaran, sehingga target penyelesaian mundur ke tahun 2023,” terangnya.

Pembangunan tahap II untuk saluran primer sepanjang 10 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 812 meter. Dilaksanakan oleh PT. Hutama Karya-Jaya Konstruksi, KSO dengan nilai kontrak Rp 255,5 miliar.

Berdasarkan data hingga saat ini progres konstruksinya 83,46 persen.

Djaya menambahkan, pada 2020 saluran irigasi Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat, telah difungsikan secara bertahap mulai musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 untuk mengairi sawah seluas 400 hektar.

Kemudian tahun-tahun berikutnya akan ditingkatkan lagi fungsionalnya sehingga nantinya petani di Kabupaten Aceh Barat bisa mendapatkan suplai air dengan baik untuk mendukung Gerakan Aceh Mandiri Pangan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

Selanjutnya untuk pembangunan jaringan DI Jambo Aye Kanan telah dimulai sejak akhir 2016. Mencakup pekerjaan saluran primer sepanjang 10 kilometer dan saluran jaringan sekunder 32 kilometer.

Pekerjaannya dilakukan oleh kontraktor KSO PT Selaras Mandiri Sejahtera-PT Nakhla Sampurna dengan anggaran senilai Rp 225 miliar.

“Progresnya saat ini sudah sekitar 80,23 persen dengan target rampung pada tahun 2022,” tandasnya. [kompas.com]

Ketua PMI Banda Aceh Qamaruzzaman: Sekarang Saatnya Saya Istirahat

0
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqny, (Foto: Facebook)

Nukilan.id – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh Qamaruzzaman Hagny meminta kepada seluruh calon ketua PMI Banda Aceh peiode 2021-2026 berikut tim suksesnya agar terus menjaga etika yang sesuai dengan prinsip Gerakan International Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menjelang pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar 7 Oktober 2021 mendatang.

“Saya sebagai ketua PMI saat ini berpesan jelang Musda harus terus menjaga etika sesuai prinsip PMI internasional,” kata Qamaruzzaman Hagny ketika dihubungi Nukilan.id melalui WhatsApp, Sabtu (2/10/2021).

Qamaruzzaman juga menyampaikan apabila dirinya kedepan lebih memilih istirahat bersama keluarga, dan dirinya berharap ketua PMI Banda Aceh kedepan adalah Tokoh yang mampu memperbaiki berbagai kelemahan dimasa Periode dirinya.

“Sayapun tidak mempersiapkan Putra Mahkota, karena di PMI untuk menjadi Ketua diperbolehkan dari kalangan apa saja dengan latar belakang yang berbeda, dan tidak boleh diskriminatif,” katanya. “Sekali lagi saya mohon diri seraya mohon maaf kepada segenap pihak atas kerjasama selama ini, semoga Allah SWT meridhai kita semua,” lajut Dia.

Ditanya apakah dirinya sudah mundur dari bursa pencalonan ketua, Qamaruzzaman mengatakan, dirinya belum pernah melakukan deklarasi sehingga bagaimana mundur karena menyampaikan maju saja tidak pernah.

“Bagaimana mundur apabila tidak pernah menyampaikan maju. Saya juga heran tidak ada satupun yang mengkonfirmasi langsung ke saya soal maju atau tidak.
Sudah cukup saya pimpin PMI, sekarang saatnya saya istirahat dan urus keluarga serta usaha saya,” ujar Qamaruzzaman Hagny.[js]

ASABRI Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Anggota Brimob Aceh yang Gugur di Papua

0

Nukilan.id – Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio Brimob pleton 5 Kompi 3 Batalyon C Resimen II Pas Pelopor Korps Brimob Polri asal Aceh Tamiang yang gugur di Papua saat bertugas dalam Operasi Menangkawi Papua Tahun 2021 mendapat santunan resiko kematian khusus (SRKK).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy kepada Dialeksis.com menyebutkan, santunan SRKK itu diserahkan pihak PT. ASABRI dan PT. Mandiri Taspen kepada ahli waris di Aula Vidcon Mapolres Aceh Tamiang, Jum’at (1/10/21).

“Santunan itu diterima ahli waris Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio yang berupa dana SRKK, dana Nilai Tunai Tabungan Asuransi (NTTA) dan dana tali asih dari Mandiri Taspen dengan total semuanya sebesar Rp 461.303.000 (Empat ratus enam puluh satu juta tiga ratus tiga ribu rupiah,” terang Kabid Humas.

(Foto: Ist)

Penyerahan santunan di Mapolres Aceh Tamiang itu digelar juga secara virtual turut disaksikan Pangdam IV/Diponegoro, Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S. H., M. M, Danrem 072/Pamungkas, Dandim 1201/Mempawah dan Danyon Mekanis 403/Wirasada Prastista, sambung Kabid Humas.

Sementara yang hadir di Aula Vidcon Mapolres Aceh Tamiang, masing-masing Kapolres Aceh Tamiang, Wakapolres Aceh Tamiang, Kepala Kantor Cabang PT. ASABRI (Persero) Cabang Lhokseumawe, orang tua dan pihak keluarga Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio.

Ahli waris menerima manfaat sesuai dengan ketentuan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2020 di antaranya dana SRKK, NTTA dan Beasiswa bagi yang memiliki anak.

Selanjutnya, manfaat yang diterima oleh Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio diserahkan kepada ayah almarhum Zakirsyah berupa SRKK sebesar Rp450 juta dan NTTA sebesar Rp1,3 juta yang diserahkan oleh Kepala Kantor Cabang Asabri Loksumawe Hari.

Komisaris independen Asabri Komjen Pol (Purn) Aridono Sukmanto menabahkan, Asabri berkomitmen untuk terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dalam melaksanakan seluruh kewajibannya kepada peserta. []

Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam di Aceh, Kemenag: Terus Tebarkan Informasi Positif

0
(Foto: Kemenag Aceh)

Nukilan.id – Sebanyak 66 penyiar radio di Provinsi Aceh telah mengikuti Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI  di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh mulai 29 September-1 Oktober 2021.

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali materi tentang public speaking, content creator, wawasan keilmuan, teknologi informasi, dan materi lainnya. Pemateri yang dihadirkan merupakan para praktisi media, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, dan juga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Acara ini pertama kali dilaksanakan di Jakarta, kemudian Aceh. Selanjutnya akan dilaksanakan di Gorontalo dan Jawa Tengah.

Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam (SBSKI)  Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Sayid Alwi Fahmi mengatakan, penyiar memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.

“Penyiar punya skill yang tidak dimiliki oleh teman profesi lain dengan suaranya bisa memberikan pengaruh kepada para pendengar,” kata Sayid.

Dalam kaitannya dengan  negara, Sayid menyampaikan, penyiar juga mengambil peran penting, tanpa penyiar program-program pemerintah tidak akan tersampaikan kepada masyarakat luas.

“Penyiar adalah bagian penting berdirinya sebuah negara, kalau tidak didukung oleh penyiar, program apapun tidak akan tersampaikan kepada para pendengar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyiar juga memiliki tugas mulia dalam menyampaikan informasi yang baik yang dapat menciptakan kedamaian dan ketenangan di tengah masyarakat.

“Ada satu hal penting juga bawalah setiap langkah, ucapan, lantuan kata- kata yang anda keluarkan tolong selipkan yang baik-baik yang memberikan kesejukan, kedamaian bagi para pendengar karena agama itu nasihat,” katanya.

“Sampaikan yang baik, kalau masuk berita yang memperkeruh suasana, merusak masyarakat segera dicari, segera  koordinasi cari informasinya yang bagus seperti apa. Karena dimana ada hak di situ ada kewajiban,” ungkapnya lagi.

Ia berharap kegiatan ini menambah wawasan para penyiar serta  terus menebarkan kebajikan melalui profesinya.

“Harapan  besar kami apa yang anda pahami semua sebarkan kepada yang lain, ajarkan kepada yang lain, yakin pahalanya tidak bakal kemana-mana,” ujar Sayid. []

MPD Aceh: APBA-P Perlu Dilakukan untuk Meminimalisir SiLPA 2021

0
Mantan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT), Abdul Muthalib.,S.T. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Juru bicara Masyarakat Pro Demokrasi (MPD) Aceh, Abdul Muthalib, S.T mengatakan bahwa, perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA-P) perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) di tahun 2021.

Hal itu disampaikannya menanggapi informasi yang beredar dalam beberapa hari belakangan ini terkait tidak adanya APBA-P tahun 2021.

Seharusnya, kata Abdul, Eksekutif dan Legislatif lebih memikirkan kepentingan rakyat.

“Bagusnya para eksekutif dan legislatif lebih memihak kepada rakyat,” kata Mantan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh itu kepada Nukilan.id, Sabtu (2/10/2021).

Selain itu, Abdul juga mengatakan, saat ini masih banyak sekali program pro rakyat yang tersandra.

“Sebenarnya, kita harus melihat kebutuhan rakyat secara luas, kalau ada yg berasumsi kepentingan para elit itu sangat keliru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemuda kelahiran Aceh Timur ini menegaskan, jika nanti terdapat adanya kepentingan elit yang terbungkus disitu, tentu ada pihak penegak hukum yang akan bertindak. []

Rektor UNIKI Lantik Tiga Dekan

0
Rektor Uniki Lantik Tiga Dekan, (Foto: Ist)

Nukilan.id – Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Prof Dr Apridar SE M Si, Sabtu 2 Oktober 2021 melantik Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Dr Yusuf Asamad, SE M Si, Dekan Fakultas Hukum Dr Rasyidin SH MHum dan Dekan Fakultas Komputer Muntasar S Kom, M Kom di Ruang Multimedia Kampus Utama Uniki Bireuen.

Acara berlangsung khitmat dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan Uniki, Pembina, Yayasan Kebangsaan serta perwakilan ormawa. Prof Apridar berpesan kepada yang dilantik untuk dapat bekerja lebih maksimal lagi, terutama dalam rangka menghadapi reakreditasi untuk prodi dan isntitusi yang menggunakan Sembilan borang baik dari BAN-PT maupun Masing-masing profesi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) dilingkungan Kementri Pendidikan Nasional Dikti.

Uniki yang telah membuka Pesantren Mahasiswa Uniki dengan menggunakan gedung megah Rusunawa dipesankan kepada seluruh Dekan di lingkungan Uniki, untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh agar menghasilkan lulusan yang cakap dan mampu mengimplementasi ajaran Al Quran dan Sunnah. Program mulia tersebut juga untuk dapat menampung lepasan dari berbagai pesantren dalam melanjutkan pada pendidika tinggi (Pesantren Manyang).

Sejalan dengan Program Pemerintah Daerah yang telah menetapkan Bireuen sebagai kota santri, maka kampus uniki berusaha menjadi lembaga terdepan dalam  mengimplementasikan  program mulia tersebut. Moga lulusan kampus tercinta masyarakat Bireuen mampu menggapai kesuksesan dunia akhirat.

Kepada dekan yang telah menyelesaikan kepengurusannya serta telah meletakkan pondasi yang baik bagi almamater kita kami ucapkan terimakasih, dengan harapan dapat dilanjutkan oleh Dekan yang baru kami lantik.

Sementara Pembina Yayasan  Kebangsaan Indonesia Dr Amiruddin Idris MSi berpesan kepada seluruh sivitas akademikan Uniki untuk dapat meningkatkan kekompakan serta kinerja yang lebih baik lagi kedepan. Berbagai prestasi yang telah diukir sehingga membuat perkembangan kampus yang begitu luar bisa, hendaknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Berbagai ketentuan serta regulasi yang dkeluarkan oleh kementerian hendaknya direspon dengan cepat dan bijaksana, agar kita mampu membangun kampus merdeka sejalan dengan aturan main yang berlaku.

“Selamat kepada Dekan yang baru dilantik, moga pelantikan baru ini memberikan semangat baru untuk dapat berkompetisi secara objektif sehingga dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi,” pungkas Prof Apridar. []

Sumur Ilegal Drilling di Aceh Tamiang Ditutup

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kegiatan illegal drilling atau pengeboran sumur tanpa izin marak terjadi di wilayah Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu dan di Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. PT Pertamina EP Rantau Field bersama Polres Aceh Tamiang dan tokoh masyarakat setempat melakukan penutupan sumur ilegal pada Selasa, 21 September 2021 untuk mencegah terjadinya insiden yang membahayakan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Field Manager PT. Pertamina Rantau, Totok Parafianto dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Jum’at (1/10/2021).

“Sebanyak 15 sumur minyak yang dikelola oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang mana tidak memiliki izin berhasil ditutup. Terdiri dari 10 sumur di Desa Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, dan 5 sumur di Dusun Karya, Desa Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang,” sebut Totok.

(Foto: Ist)

Ia menyampaikan, penutupan sumur dengan cara penyemenan permanen, sedangkan pada permukaannya dilakukan clearing menggunakan alat berat. Melalui mekanisme penyemenan permanen bertujuan agar tidak dapat dibuka kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab..

“Kegiatan penutupan sumur tersebut bisa berjalan lancar dan aman berkat dukungan dari Polres Aceh Tamiang, kami akan terus melakukan pengawalan bersama-sama terhadap aktivitas illegal drilling, agar tidak merugikan pihak manapun,” tegas Totok.

Selanjutnya, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali, SIK., mengatakan bahwa, pihaknya menyambut baik sinergi antara beberapa pihak yang mendukung upaya penutupan sumur ilegal.

“Kami berharap penyelesaian permasalahan illegal drilling tersebut, tidak hanya dari sisi teknis penutupan saja, namun juga dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat akan bahayanya,” ungkap Kapolres.

Kesempatan yang sama, Rikky Rahmat Firdaus, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan pihak Polres yang meminta Pertamina EP Field Rantau untuk mengeksekusi penutupan sumur ilegal tersebut.

Rikky menambahkan, proses inisiatif dari penegak hukum Polres Aceh Tamiang dan dukungan teknis dari KKKS Pertamina EP Field Rantau adalah contoh kolaborasi dan sinergi nyata yang bisa menjadi role model bagi pencegahan potensi kebakaran lahan hutan, fatality akibat kegiatan illegal Drilling yang mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Reporter: Poris