Beranda blog Halaman 1987

Kasus Covid Turun, PLA Apresiasi Kinerja Walikota dan Satgas Banda Aceh

0
Pemuda Lintas Agama (PLA), Khairul Tripa. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pemuda Lintas Agama (PLA), Khairul Tripa mengapresiasi Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman dan tim Satgas Covid-19 yang telah mampu menekan angka penyebaran Covid-19.

“Kita juga mengapresiasikan Walikota dan tim satgas Banda Aceh yang telah mampu menekan angka penyebaran Covid-19, ini adalah bentuk dari kerja yang nyata,” kata Khairul kepada Nukilan.id, Minggu (3/10/2021).

“Dan hari ini kita melihat semua tempat wisata sudah mulai ramai dikunjungi, karena setalah lama masyarakat terbelenggu dengan wabah Covid-19,” ujarnya.

Khairul berharap, semoga semua bisa bangkit dan perekonomian masyarakat bisa stabil kembali.

“Dengan berubahnya status zona ini, semoga roda perekonomian masyarakat Aceh, khususnya Banda Aceh bisa melakukan kegiatan yang seperti biasa, walaupun masih dengan prokes yang ketat agar ini benar-benar selesai,” harapnya.

“Sehingga kita bisa hidup sejalan walaupun di tengah wabah yang melanda. Harapan kita semua mudah-mudahan di tahun 2021 akhir, wabah ini dapat terselesaikan dan semua bisa hidup normal kembali, baik perkuliahan, usaha mikro kecil menengah, masyarakat dan lain-lain yang masih terhambat, dapat berjalan normal kembali,” sambungnya.

Khairul juga berharap, semoga di Aceh kasus Covid-19 segera selesai, dan dia berpesan kepada pemerintah Indonesia khusunsya Aceh, agar secepatnya diselesaikan dengan kerja yang lebih serius.

“Karena kita sangat merindukan hidup yang normal kembali, tanpa ada banyagan ketakutan yang melanda jiwa,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Pemuda Lintas Agama (PLA), Khairul Tripa. (Foto: Ist)

Dialog ICIS, SBY Ajak Masyarakat Aceh Rawat Perdamaian

0
SBY saat menjadi narasumber International Conference on Islamic Studies (ICIS). (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan agar rakyat Aceh haru terus menjaga perdamaian yang telah terbangun.

Hal itu disampaikan SBY pada  International Conference on Islamic Studies (ICIS) Tahun 2021 yang bertema “Islam and Sustainable Development” yang digelar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry secara virtual, Senin (4/10/2021).

“Mengapa kita harus menjadi perdamaian dan kedamaian di Aceh ini? Saya kira semua tahu bahwa jalan yang di tempuh dulu amat panjang dan tidak mudah, untuk mengakhiri konflik di Aceh dan mewujudkan perdamaian. 30 tahun kita berikhtiar dan tidak berhasil,” kata SBY.

Reporter: Irfan

BPIP dan Gubernur Sepakat Bumikan Pancasila di Aceh

0
Pemerintah Provinsi Aceh melaksanakan penandatanganan di ruang rapat utama BPIP yang dihadiri oleh Gubernur Provinsi Aceh dan Wakil Kepala BPIP, Senin (4/10/2021). Foto: Ist.

Nukilan.id – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sepakat membumikan Pancasila di Pemerintah Provinsi Aceh. Dimana, dalam pertemuan kali ini, Pemerintah Provinsi Aceh melaksanakan penandatanganan di ruang rapat utama BPIP yang dihadiri oleh Gubernur Provinsi Aceh dan Wakil Kepala BPIP, Senin (4/10/2021).

Dalam pertemuan Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono menjelaskan, banyak hal yang akan dilibatkan dalam pembumian Pancasila di Aceh. Dimana, Hariyono menilai Provinsi Aceh pada awal kemerdekaan melihat sejarah Aceh yang merupakan pelopor bagian dari Indonesia.

“Semangat gotong royong saudara Aceh dari sisi materi seperti pesawat pertama Indonesia hasil gotong royong rakyat Aceh. Lalu, Teuku Muhammad yg mencetuskan sila pertama bisa disepakati menjadi sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan jasanya bung Hatta menugaskan Teuku Muhammad agar dapat menyesuaikan dengan masyarakat dari timur,” paparnya saat membuka pertemuan Nota Kesepahaman BPIP dan Pemerintah Provinsi Aceh di Kantor BPIP seperti dilansir republika.

Hariyono menyebut, Aceh memiliki komitmen yang sangat luar biasa, dalam membumikan Pancasila. Masyarakat yang senang dengan bergotong royong dalam membumikan Pancasila menjadi suatu kearifan lokal yang harus terus dijaga.

“Banyak sekali yang harus kita tiru dari Aceh. Dan nantinya setelah disepakati nota kesepahaman ini maka pelaksanaan sosialisasu, pembudayaan dan penggalian nilai luhur Pancasila pada kearifan lokal akan terus kita jaga nantinya dalam membumikan Pancasila,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Aceh Nova Iriansyah, mengatakan sepakat dengan nota kesepahaman dengan BPIP. Dimana, menurutnya sudah lama mengharapkan audiensi untuk bersinergi bersama BPIP dalam membumikan Pancasila di Provinsi Aceh.

“Saya sepakat dengan Prof Hariyono dengan Aceh bagian dari Indonesia dan Pancasila. Yang meneriakkan Indonesia masih ada adalah salah sastu di Aceh dengan radio. Bung Karno pernah tinggal adi Aceh, Jangan perbandingkan lagi syariah Islam dengan Pancasila karena sebenarnya di kami tidak ada masalah berarti,” jelasnya.

Seperti diketahui, kegiatan nota kesepahaman antara BPIP dan Pemprov Aceh turut diikuti Sekretaris Utama BPIP, dan jajarab kedeputian di BPIP.

Ruang lingkup yang sudah disepakati dalam nota kesepahaman diantaranya:

a.pelaksanaan sosialisasi, pembudayaan dan penggalian nilai luhur Pancasila pada kearifan lokal dalam rangka pembinaan ideologi Pancasila;

b.pengembangan kerja sama jejaring multi pihak dalam mendorong pengamalan nilai-nilai Pancasila;

c.pendampingan terhadap pembentukan regulasi dan kebijakan serta advokasi penanganan penyelesaian dan penanggulangan masalah dan kendala dalam pembinaan ideologi Pancasila;

d.penyediaan standar materi dan bahan ajar serta penelitian mengenai pembinaan ideologi Pancasila;

e.pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pembekalan, workshop pembinaan ideologi Pancasila di Aceh;

f.pengendalian dan evaluasi pembinaan ideologi Pancasila yang dilaksanakan oleh PARA PIHAK; dan
g.kegiatan lain sesuai kebutuhan yang disepakati PARA PIHAK. []

Wamenag buka Konferensi ICIS Tahun 2021 UIN Ar-Raniry

0
Wamenag Dr. Zainut Tauhid Sa’adi MSi, saat membuka kegiatan ICIS 2021 (Dok. istimewa)

Nukilan.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia (RI), Dr Zainut Tauhid Sa’adi MSi, membuka secara resmi Kegiatan International Conference on Islamic Studies (ICIS) Tahun 2021, yang digelar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (4/10/2021) secara virtual.

Acara ini menghadirkan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12, M. Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Indonesia K.H. Ma’ruf Amin sebagai pembicara utama, dengan mengusung tema “Islam and Sustainable Development”.

Dalam amanatnya, Wamenag RI Dr Zainut Tauhid Sa’adi, berharap melalui kegiatan konferensi tahunan yang diselenggarakan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan melahirkan suatu rekomendasi penting bagi pembangunan masyarakat Islam di Indonesia, apalagi Aceh merupakan daerah Serambi Mekkah, yang sejak dari dulu sangat terkenal dengan kebudayaan Islam nya.

Selain itu, juga menginginkan agar hasil-hasil diskusi selama pergelaran ICIS ini dapat memberikan manfaat bagi penguatan program-program di lingkungan Kementerian Agama sendiri.

“Saya sering tegaskan kepada para pimpinan Kampus bahwa transformasi tersebut hendaknya tidak semata dipahami sebagai peningkatan anggaran atau penambahan jumlah prodi belaka. Tapi lebih dari itu adalah ‘hijrah’ perguruan tinggi Islam, dari penekanan awal sebagai lembaga dakwah ilmu-ilmu agama, menjadi institusi yang memiliki tradisi riset yang baik, menjadi kampus yang mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dengan sains dan teknologi, serta menjadi rumah yang nyaman bagi dosen dan peneliti untuk menghasilkan temuan-temuan berkualitas, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengetahuan dan keilmuan global,”kata Wamenag

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Dr H Gunawan Adnan MA PhD dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Indonesia K.H. Ma’ruf Amin, Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 M Jusuf Kalla yang telah berkenan menjadi pembicara utama pada konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Sebelumnya, ketua pelaksana ICIS 2021, Dr Phil Abdul Manan MSc MA menjelaskan bahwa melalui konferensi internasional ini diharapkan mampu memberi pencerahan kepada masyarakat, pemerintah Daerah, para akademisi, mahasiswa, birokrat dan para pakar untuk menggali ide dan gagasan tentang pembangunan yang bisa digunakan untuk Aceh ke depan guna menyongsong 2045 dan Visi Aceh Hebat untuk mengejar dari ketertinggalan.

“Kegiatan ICIS ini diikuti oleh seribu lebih peserta baik sebagai peserta aktif maupun pemakalah. Turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, para menteri era SBY, Forum Rektor PTN/PTKIN se Indonesia,” kata Abdul Manan dalam laporannya.

Selain menghadirkan tiga narasumber utama, konferensi tahunan ini juga menghadirkan pembicara lainnya seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional RI Sofyan Djalil, Menteri Agama RI periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Taman Iskandar Muda, Jakarta Surya Dharma serta akademisi dan peneliti dari Fatoni University Prof Sukree Lungputeh PhD, Prof Amin Abdul Aziz PhD dari Universiti Brunei Darussalam, Prof Ts Dr Mohd Sobhi bin Ishak dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof Wen Chin Ouyang PhD dari SOAS University of London dan Prof Adham Hamawiya PhD dari Al-Baath University of Suriah.[]

Reporter: Irfan

Tanpa Rambu Larangan, PT. Hutama Karya Denda Pengguna Tol Seulimum-Jantho

0
Pintu tol Jantho. (Foto: Beritasatu)

Nukilan.id – Sungguh sial nasip Husaini (38) tahun, awalnya ingin cepat sampai ditujuan, ujungnya harus berurusan dengan pihak PT. Hutama Karya (HK), pekerja Jalan Tol Sigli – Banda Aceh.

Husaini didenda Rp70.000 karena dituduh telah menerobos gerbang tol Seulimum-Jantho, padahal, Husaini memasuki tol lantaran petugas tidak menaruh rambu larangan, sehingga pengguna jalan tergiring menerobos melalui gerbang tol.

Husaini (38) kepada media menyampaikan, dirinya didenda karena memasuki jalan tol ruas Seulimum – Jantho sepanjang 6 KM pada Minggu (3/10) malam, padahal, jalan tersebut sama sekali tidak diawasi oleh petugas dan tidak ada rambu palang penutup yang menghalangi pengguna jalan masuk, seharusnya jalan ditutup.

Katanya, rambu-rambu jalan masuk ke Gerbang Tol Seulimum tertera dengan jelas di sepanjang Jalan Nasional Medan – Banda Aceh, seolah-seolah mengajak pengguna jalan untuk masuk kedalam tol.

“Asumsi saya jalan tol tersebut sudah bisa dilalui, karena rambu-rambu yang jelas terpampang mengundang pengguna jalan untuk masuk,” katanya Hsaini lewat rilis kepada Nukilan.id, Senin (4/10/2021)

Husaini mengaku kaget, setelah memasuki Gerbang Tol Seulimum, karena tidak terdapat petugas yang menjaga dan tidak memungkinkan untuk dilakukan putar balik arah, sehingga dirinya keluar di jalan tol berikutnya .

“Oleh karena sudah terlanjur masuk, maka kami mencari pintu keluar yang terdekat, yaitu di Pintu Gerbang Jantho. Namun setelah sampai di Pintu Gerbang Jantho kami dituduh melakukan penerobosan dan dipaksakan bayar denda kepada pihak HK,” jelas Husaini.

Sementara, Branch Manager Branch Manajer Tol Sibanceh PT Hutama Karya Djarot Seno Wibawa ketika dihubungi membenarkan perihal tersebut.

Menurutnya, perihal tersebut terjadi karena minimnya pengawasan yang dilakukan oleh kontraktor.

“Seharusnya pintu keluar masuk tol itu dijaga oleh petugas pada setiap saat, namun karena itu pada waktu malam mungkin petugasnya lagi isitirahat, sehingga gerbang tol dibiarkan terbuka tanpa ada pengawasan,” tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut tidak seharusnya terjadi mengingat seksi jalan tol Seulimum itu masih dalam tahap pengerjaan.

“Ini akan menjadi tugas kami ke depan, untuk memastikan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin,” katanya.[ar]

Aceh Tambah Mendali Emas di Cabor Binaraga PON Papua

0
(Foto: KONI Aceh/Satria)
Nukilan.id – Prestasi yang membanggakan, Kontingen Aceh kembali menambah medali emas dari cabang olahraga binaraga melalui Andri Yanto dalam persaingan PON XX Papua tahun 2021, Senin (4/10/2021).
Cabor Binaraga ini berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen), Kota Jayapura.
Pada pementasan binaraga ini, Andri turun pada kelas 85 kilogram plus, menyisihkan binaragawan terbaik dari sejumlah provinsi termasuk utusan tuan rumah Papua.
Emas binaraga ini disambut rasa syukur seluruh anggota Kontingen Aceh. Dengan raihan itu, Aceh kini telah mengumpulkan 3 medali emas, 2 perak dan 2 medali perunggu.
Diketahui, dalam cabor Binaraga ini sebanyak tujuh kelas dipertandingkan, di antaranya 60 kilogram (kg), 65 kg, 70 kg, 75 kg, 80 kg, 85 kg dan +85 kg. Terdapat 43 atlet dari 17 provinsi bersaing untuk menjadi yang terbaik. Para atlet dari 17 Provinsi akan memperebutkan 21 keping medali dengan rincian 7 medali emas, 7 perak dan 7 perunggu.[]

Wushu Aceh Raih Mendali Perunggu di PON Papua

0
(Foto: Ist)

Nukilan.id – Setelah dua kali Pekan Olahraga Nasional (PON) tanpa medali, Cabang Olahraga (Cabor) Wushu Aceh sukses mencetak sejarah dengan meraih sekeping medali perunggu dalam PON XX Papua.

Medali perunggu diraih Aceh lewat perjuangan Rahmad Dwi Kurniawan, yang turun di nomor Sanda Putra kelas 70 kg. Di babak penyisihan, dia mengalahkan Daniel Emakpa, pewushu tuan rumah.

Namun sayang, langkah Rahmad digagalkan Roberto Manik, atlet asal  Sumatera Utara dalam pertandingan yang berlangsung di GOR KONI Merauke.

Rahmad, usai pengalungan medali mengatakan, dirinya minta maaf belum memberikan yang lebih baik untuk Kontingen Aceh.

“Tapi Alhamdulilah, ini hasil perjuangan keras kami. Ini pertama kali saya ikut PON,” ujar Rahmad yang didampingi Eko Juned, pelatih Wushu Aceh, Minggu (3/10/2021).

Kata Rahmad, dirinya sudah berjuang keras untuk memberikan yang terbaik termasuk berlatih dengan keras. Ia juga tak ingin hanya meraih perunggu di PON.

“Semua atlet yang main di PON sudah pasti ingin medali emas. Keinginan saya juga itu. Mungkin kali ini Allah memberikan saya perunggu saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Wushu Aceh Kennedi Husein menyebutkan, dirinya bersyukur atas raihan medali di PON.

“Alhamdulillah, sekeping perunggu ini cukup bersejarah. Ia jadi catatan manis bagi Wushu Aceh selama tiga kali ikut PON,” ujar dia.

Dia menyebutkan, pada PON XX Papua, Wushu Aceh hanya meloloskan dua atlet. Keduanya di nomor Sanda Putra.

Selain Rahmad, turun di nomor 70 kg, dan Kahawitan Fitriadi kelas 75 kg.  Keduanya didampingi dua pelatih, Eko Juned dan Hanafiah Usman.

“Terima kasih atas kerja keras para atlet dan pelatih. Mereka sudah bekerja keras. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak atlet dan pelatih,” ungkap Kennedi.

Atas torehan sejarah dan prestasi itu, Kennedi langsung memberikan bonus Rp20 juta kepada Rahmad.

“Bonus Rp20 juta langsung kita serahkan usai pertandingan kemaren,” sebut Kennedi yang termasuk sukses membina Wushu di tanah Rencong. [rri]

Kalahkan Kaltim 3-2, Sepak Bola Putra Aceh Lolos ke 6 Besar PON Papua

0
Pesepak bola Aceh Muzakir (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Sulawesi Utara Alpian Larenaung (kiri) pada babak penyisihan Sepak Bola Putra PON Papua di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Papua, Selasa (28/9/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww.

Nukilan.id – Tim sepak bola putra Aceh memastikan diri melaju ke babak 6 besar PON Papua setelah mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor 3-2 di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (4/10/2021).

Meskipun kalah, Kalimantan Timur juga berhak lolos ke babak 6 besar dengan status runner-up Grup C berkat unggul produktivitas gol dari Sulawesi Utara.

Gol Aceh dicetak oleh gelandang Riza Rizki, Akhirul Wadhan dan gol bunuh diri dari bek Kaltim Muhammad Rizky Ramadhan. Gol Kaltim dicetak oleh Agus Santoso dan Muhammad Rifaldi.

Babak pertama dimulai dengan Aceh yang mengambil inisiatif menyerang karena mereka membutuhkan kemenangan untuk bisa memastikan lolos ke fase selanjutnya.

Inisiatif menyerang dari Aceh ternyata membuahkan gol cepat yang dicetak oleh gelandang Riza Rizki di menit 6 yang membuat skor menjadi 1-0 untuk Aceh.

Kaltim berhasil menyamakan kedudukan ketika gelandang Muhammad Rifaldi di menit 25 ketika berhasil melesakkan bola ke gawang Aceh setelah menerima umpan dari sayap kiri.

Kalimantan Timur berhasil membalikkan keadaan melalui penyerang Agus Santoso yang melakukan tendangan ke gawang Aceh yang dijaga Kautsar Ramadhan menjadikan skor 2-1 pada menit ke-33.

Aceh mencoba menyamakan kedudukan melalui pergerakan gelandang Alvin Abdul Hakim Nasuy namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Kaltim.

Aceh terus melakukan upaya untuk menyamakan kedudukan dengan melancarkan serangan namun hingga babak pertama usai, skor 2-1 untuk Kaltim tetap bertahan.

Di babak kedua, Aceh mengamankan inisiatif menyerang terlebih dahulu dan penyerang mereka Akhirul Wadhan berhasil melepaskan tendangan keras namun masih melambung di atas mistar Kaltim.

Usaha Aceh akhirnya membuahkan hasil setelah penyerang Akhirul Wadhan pada menit 50 setelah memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Kaltim dan merubah skor menjadi 2-2.

Di sisi lain, Kaltim harus mengganti penjaga gawang mereka yaitu Andry Fathur Robby karena cedera yang digantikan oleh Agus Susanto.

Selanjutnya Aceh kembali unggul berkat gol bunuh diri dari bek Kaltim Muhammad Rizky Ramadhan yang salah mengantisipasi umpan dari penyerang Aceh Perda Rahman di menit 70.

Hingga pertandingan usai, Aceh bisa mempertahankan keunggulannya dan membuat mereka berhak lolos ke babak 6 besar PON Papua dengan status juara grup C.

Di sisi lain, Kalimantan Timur juga berhak lolos ke babak 6 besar dengan status runner-up Grup C berkat produktivitas gol yang dicetak lebih baik dari Sulawesi Utara.

Direncanakan fase babak 6 besar PON Papua cabang sepak bola putra akan digelar pada 6-10 Oktober di Stadion Mandala, Kota Jayapura dan Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura. [republika]

Ikhtiar Terpilih Jadi Keuchik Ulee Kareung Indrapuri Aceh Besar

0
Keuchik (kepala Desa) Ulee Kareung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Ikhtiar, S.Pd.I (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ikhtiar, S.Pd.I terpilih sebagai Keuchik (Kepala Desa) Ulee Kareung, Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar periode 2021-2027 di Gedung Serba Guna di Desa Ulee Kareung, Senin (4/10/2021).

Ia terpilih setelah memperoleh suara terbanyak mengalahkan rivalnya Muazzir nomor urut 2 dalam pemilihan kepala desa serentak yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar.

“Ini merupakan sebuah amanah yang berat bagi saya, dikarenakan umur masih muda. Dan pastinya ini sangat membutuhkan kerja sama dan bimbingan dari para pendahulu sebelumnya untuk bisa bersama-sama membangun desa Ulee kareung,” ucap Ikhtiar saat dihubungi Nukilan.id.

Baca juga: Hari Ini, Pemkab Aceh Besar Gelar Pemilihan 224 Kepala Desa 

“Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat yang telah memberinya kepercayaan untuk memimpin Gampong Ulee Kareung enam tahun kedepan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mantan Sekretaris Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (PB-HIMAB) ini juga berjanji akan bekerja dengan maksimal dalam merealisasi program-program sesuai visi-misi dan selalu berkoordinasi dengan perangkat gampong, masyarakat serta Muspika Indrapuri.

“Semoga kami bisa membawa Desa Ulee Kareung kedepan lebih baik lagi, dan tentunya saya mengharapkan dukungan seluruh masyarakat, bersatu dalam membangun gampong kedepan,” harap Ikhtiar.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar hari ini menggelar pemilihan Keuchik (Kepala Desa) secara langsung pada 224 desa yang tersebar di 23 Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyebutkan bahwa, dari total 604 desa di Aceh Besar, yang menggelar pemilihan kepala desa secara serentak sebanyak 224 desa, tersebar di 23 kecamatan.

Masing-masing kecamatan tersebut, tutur Mawardi, antara lain Kecamatan Peukan Bada, Seulimeum, Montasik, Kuta Malaka, Simpang Tiga, Blang Bintang, Darussalam, Pulo Aceh, Lhoknga. Kemudian, Kecamatan Lembah Seulawah, Sukamakmur, Mesjid Raya, Darul Imarah, Kuta Baro, Lhoong, Baitussalam, Kota Jantho, Darul Kamal, Kuta Cot Glie, Indrapuri, Krueng Barona Jaya, Ingin Jaya, dan Leupung.[red]

4 Orang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Bebek Rp12,9 Miliar di Aceh Tenggara

0
Kabid Humas Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si., (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dua pejabat di Dinas Pertanian Aceh Tenggara, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan bebek dengan anggaran Rp 12,9 miliar. Perbuatan mereka diduga merugikan negara sekitar Rp 4,2 miliar.

“Kita sudah gelar perkara terkait kasus Tipikor pengadaan bebek di Aceh Tenggara. Hasilnya, empat orang kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi, Senin (4/10/2021).

Dua pejabat yang jadi tersangka berinisial MR selaku PPK dan AB selaku pengguna anggaran (PA) pengadaan bebek. Sementara dua tersangka lainnya adalah KHS alias AS selaku pelaksana kegiatan pengadaan bebek yang juga sebagai Direktur CV BD dan YP sebagai pelaksana lapangan CV BD.

Penetapan tersangka dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan gelar perkara. Penyidik disebut telah menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

“Semuanya telah memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka dalam kasus yang sangat merugikan negara itu,” sebut Winardy.

Kasus pengadaan bebek di Dinas Pertanian Aceh Tenggara itu menggunakan anggaran Rp 12,9 miliar dari APBK 2018 dan 2019. Dana itu ditujukan untuk pengadaan 84.459 ekor bebek dan rencananya dibagikan ke 194 kelompok.

Masing-masing kelompok mendapatkan jatah sebanyak 500 ekor. Polisi menduga ada penggelembungan harga dalam proses pengadaan bebek itu. Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh, ada potensi kerugian negara Rp 4,2 miliar dalam kasus ini. [detik]