Beranda blog Halaman 1955

BMKG: Waspada, Aceh Berpotensi Hujan Lebat dan Banjir Bandang

0
Ilustrasi Hujan. (foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan cucaca ekstrim yang berpotensi banjir di beberapa daerah.

Dikutip dari BMKG, Minggu (31/10/2021), ada 22 daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang kemungkinan mengalami banjir bandang.

Daftar daerah yang berpotensi terkena banjir bandang ini dirilis BMKG sebelum otoritas menerbitkan peringatan dini terkait La Nina di Indonesia. Adapun informasi ini berlaku 31 Oktober 2021 sampai 1 November 2021.

Adapun 22 daerah yang berpotensi alami hujan lebat dan berpotensi terkena banjir bandang dalam kategori ‘Waspada’, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau (Waspada), Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Lampung, Jawa Timur, Yogyakarta dan Banten.

Selanjutnya, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah. Sedangkan, Jawa Barat dan Jawa Tengah masuk dalam kategori ‘Siaga’. []

Kadisdik Aceh: IGI Diharapkan Terus Berkolaborasi Dengan Pemerintah

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM berharap Ikatan Guru Indonesia (IGI) agar dapat terus berkolaborasi bersama pemerintah dan stakeholder lainnya dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Aceh.

“Semoga dengan kehadiran IGI Aceh dapat terus membantu para guru dalam mengupgrade pengetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran,” kata Alhudri dalam sambutannya pada kegiatan Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh Periode 2021-2026 di Aula Kantor Wali Kota Sabang, Sabtu (30/10/2021).

Alhudri menambahkan dengan berbagai program peningkatan kompetensi dan pelatihan yang IGI berikan selama ini, guru-guru di Aceh telah mampu melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi masa kini.

“Guru adalah komponen terpenting dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan formal. Maka diperlukan guru yang berkualitas dan profesional, serta bisa memotivasi peserta didik untuk membangun karakter positif,” ungkapnya.

Alhudri menuturkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan terus bersemangat untuk melaksanakan pengembangan dan pembangunan di sektor pendidikan, hal itu sesuai Qanun Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Dalam qanun tersebut diamanatkan bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta kepribadian yang bermartabat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai tradisi dan kearifan lokal.

“Kami mengerti bahwa tidak mudah mendidik dan mengajarkan peserta didik sehingga menjadi sukses di kemudian hari. Kami mengerti bahwa tidak mudah mengatur peserta didik untuk sekedar tenang dan duduk dengan rapi,” kata Alhudri.

Oleh karena itu, ia mengaku sangat berterimakasih atas lelah dan letih para guru dalam mendidik dan mendongkrak kualitas pendidikan Aceh walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Saya ucapkan terimakasih kepada IGI Aceh atas kerja kerasnya selama ini, melalui pelatihan peningkatan kompetensi guru, baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan Pemerintah Aceh khususnya Dinas Pendidikan. Semoga kerja sama yang sudah terjalin dengan harmonis selama ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di masa yang akan datang,” tutur Alhudri.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat struktural Dinas Pendidikan Aceh, ketua serta para pengurus IGI Aceh. []

IPPAT Ajak Paguyuban Se-Aceh Jaga Marwah FPMPA

0

Nukilan.id – Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh mendukung penuh kepengurusan Forum paguyuban Pemuda Mahasiswa Aceh (FPMPA) dibawah kepemimpinan saudara Muhammad Jasdy sebagai pelaksana tugas (PLT) yang Sah dan berlandaskan hukum dengan sisa jabatan 2020-2023, Sabtu (30/10/2021).

A’laiyah Mansurah, Wakil Ketua Umum IPPAT mengatakan, Keputusan bersama Badan Pengurus Harian (BPH) FPMPA serta dukungan 13 paguyuban kabupaten/kota se Aceh dalam menetapkan jasdy sebagai PlT ketua umum FPMPA adalah langkah hebat demi menciptakan iklim positif untuk kelancaran roda organisasi.

“Dengan diterbitkan surat keputusan (SK) nomor 180/1565/2021 oleh pemerintah Aceh sebagai landasan hukum kepengurusan dibawah kepemimpinan Muhammad jasdy kita menganggap dinamika yang selama ini terjadi dalam tubuh FPMPA sudah selasai,” tambahnya.

A’laiyah juga menegaskan, FPMPA sebagai representasi dari paguyuban pemuda dan mahasiswa se Aceh wajib mengutamakan kemaslahatan umum seta memberikan energi positif dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi atau sekelompok orang.

“IPPAT akan selalu berada di garda terdepan untuk menjaga marwah dan keberlangsungan roda organisasi serta mengajak seluruh kawan-kawan paguyuban untuk melakukan hal yang sama,” tegasnya.

IPPAT sangat berharap agar kepengurusan FPMPA yang baru mampu merangkul serta merawat persatuan dan melahirkan ide-ide baru dalam mewujudkan cita-cita bersama.

BSI Cetak Laba Rp2,26 Triliun, Ini Pendorongnya

0
Gedung BSI. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.

Nukilan.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp2,26 triliun hingga kuartal III/2021, atau naik sebesar 37,01 persen year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Meskipun BSI baru saja melakukan merger 8 bulan yang lalu, tepatnya 1 Februari 2021, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan bahwa BSI terus berupaya untuk melakukan transformasi dengan fokus pada value creation.

Alhasil, BRIS mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 37,01 persen dari Rp1,65 triliun September 2020 menjadi Rp2,26 triliun pada periode yang sama di tahun ini.

“Ini sudah lebih besar daripada pencapaian bank legacy di akhir tahun kemarin,” kata Cahyo dalam konferensi pers virtual BSI Kinerja Triwulan III 2021, Kamis (28/10/2021).

Cahyo melanjutkan, pencapaian laba tersebut disumbang dari neraca, baik dari sisi aset maupun lialibilitas yang bukan hanya menunjukkan pertumbuhan yang baik, melainkan juga menunjukkan kualitas yang semakin baik.

Adapun dari sisi aset, secara total BSI tumbuh 10,15 persen yoy mencapai 251,05 triliun pada September 2021 yang sebelumnya mencapai Rp227,92 triliun pada periode yang sama.

Pembiayaan juga tumbuh sebesar 7,38 persen year on year, dari Rp152,09 triliun menjadi Rp163,32 triliun.

“Ini rasanya jauh di atas rata-rata industri perbankan,” sambungnya.

Sementara, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,32 persen yoy mencapai Rp219,19 triliun yang sebelumnya Rp200,50 triliun.

“Ini menggambarkan bahwa bank ini bukan hanya ingin tumbuh, tapi juga melahirkan pertumbuhan yang sehat dan sustain,” ujarnya.

Menurut Cahyo, pertumbuhan tersebut memungkinkan BSI bukan hanya mencetak laba bersih yang baik, melainkan juga meningkatkan cadangan.

“[Ini] menggambarkan bahwa pertumbuhan profit tetap diiringi dengan sikap konservatif untuk membentuk cadangan untuk mengantisipasi potensi-potensi yang mungkin masih akan terjadi di masa yang akan datang, termasuk situasi pandemi yang memang meskipun mengalami perbaikan tapi kita tetap harus waspada,” ujarnya

Dari sisi profitability, BRIS mencatatkan return on equity (ROE) yang tumbuh mencapai 13,82 persen yoy atau meningkat 240 basis point (bp) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sama halnya dengan return on asset (ROA) yang tumbuh 1,70 persen atau 28 bp pada September 2021. Sementara dari sisi capital adequacy ratio (CAR) juga mengalami pertumbuhan mencapai 22,75 persen.

Cahyo mengungkapkan, pertumbuhan tersebut disokong dengan hasil merger yang menghasilkan efisiensi bank yang lebih baik.

“Kami sangat optimis. Insya Allah, hingga akhir tahun 2021 kita akan terus berupaya mentransformasi bank agar terus melakukan perbaikan penyempurnaan konsolidasi, sehingga kinerja BSI dapat terus tumbuh dengan sehat dan sustain seiring menyatunya internal, khususnya di Bank Syariah Indonesia,” tutupnya. [bisnis]

Peneliti TDMRC USK Perkenalkan Serious Game Kebencanaan di 13th AIWEST DR 2021

0

Nukilan.id – Peneliti Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan serious game bertema kebencanaan pada salah satu sesi di 13th Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Tsunami Disaster Recovery 2021 (13th AIWEST DR 2021), yang dilaksanakan secara daring pada 26–27 Oktober 2021.

Konferensi internasional yang diketuai oleh Dr. Alfi Rahman itu diselenggarakan oleh UPT Mitigasi Bencana USK atau lebih dikenal dengan TDMRC USK dan bekerja sama dengan IRIDeS Tohoku University, Jepang.

Acara ini juga didukung oleh EPICentre, University College London, Universitas Mataram, Universitas Tadulako, National Defense University of Malaysia, the Higher Education Forum for Disaster Risk Reduction, and the Indonesian Association of Disaster Experts (IABI).

Serious game yang diperkenalkan adalah SG EvaNami – Promoting Tsunami Evacuation Route. Aplikasi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan rute evakuasi tsunami. Saat ini, kawasan yang sudah diadaptasikan ke dalam game adalah Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Serious Game Kebencanaan

Menurut Dr. Yunita Idris, selaku koordinator project pengembangan SG EvaNami, Kawasan Baitussalam itu dipilih menjadi case area dikarenakan beberapa alasan, diantaranya kawasan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar belum memiliki bangunan evakuasi tsunami, sehingga mitigasi bencana tsunami hanya bergantung pada rute evakuasi.

Selain itu, lanjutnya, kawasan yang diterjang oleh bencana tsunami tahun 2004 kini telah dijadikan lokasi perumahan.

“Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan itu akan banyak dihuni oleh warga pendatang, yang kemungkinan sebagian besar masyarakat yang tinggal disana tidak terlalu familiar dengan rute evakuasi di kawasan tersebut,” kata Dr. Yunita Idris.

Peserta konferensi yang hadir pada Special Session SG EvaNami: Disaster Education Video Games, diajak untuk bermain SG EvaNami bersama-sama yang dipandu oleh Juliana Fisaini, yang merupakan anggota peneliti project SG EvaNami di TDMRC USK.

Dalam sesi itu juga menghadirkan Jannicke Baalsrud Hauge, PhD, seorang asosiate professor dari KTH Royal Institute of Technology, Swedia sekaligus research scientist di BIBA – Bremer Institut für Produktion und Logistik GmbH, Universitas Bremen, Jerman.

Dan juga hadir sebagai pembicara Aslan Saputra, Direktur PT. Gumugu Teknologi Kreatif, yang juga ikut dalam proses pengembangan SG EvaNami. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta, baik dari Aceh maupun peserta internasional.

SG EvaNami telah terdaftar sebagai sebuah hak cipta (HKI) di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan dapat didownload secara gratis di Google Play. [red]

Tehnik Sipil USK Sukses Gelar Simposium Internasional

0

Nukilan.id – Jurusan Teknik Sipil USK sukses menggelar simposium internasional bertajuk Aceh International Symposium for Civil Engineering (AISCE) ke 3 telah diselenggarakan selama 2 hari, mulai dari 28-29 Oktober 2021 secara daring.

Symposium internasional ini menyajikan 4 pembicara utama serta 54 pembicara lainnya yang membahasa berbagai topik di bidang teknik sipil. Simposium internasional AISCE dibuka oleh Wakil Rektor USK Bapak Prof. Dr. Ir. Marwan pada Kamis (28/10/2021) pagi.

Pembicara utama pada sesi pagi yaitu Prof. Ir. Widjojo A. Prakoso, M.Sc., PhD., G. Eng dari Universitas Indonesia membahas pentingnya mengambil pelajaran dari Gempa Palu. Terutama pada proses desain bangunan sipil di wilayah gempa seperti Aceh.

Pembicara utama kedua sesi pagi, Prof. Bonaventura H. W. Hadikusumo dari AIT Bangkok, Thailand, memaparkan tentang pentingnya penggunaan teknologi dalam manajemen proyek konstruksi saat ini.

Penggunaan gambar 2D dan 3D serta Building Information Model (BIM) dapat membantu pelaksana pekerjaan konstruksi untuk melihat simulasi dari aktifitas kontruksi dan dapat memproyeksikan resiko proyek konstruksi.

“Sudah saatnya dunia kerja ketekniksipilan menerapkan BIM pada proses perencanaan dan pelaksanaan bangunan,” kata Prof Bonaventura.

Pembicara Utama Sesi Siang, kesempatan pertama diisi oleh Prof. Ir. Dr. Ahmad Kamil Arshad, membahas tentang Green Pavements, yaitu salah satu alternatif trotoar yang lebih ramah lingkungan untuk jalan raya.

“Kita memiliki kewajiban untuk mempertahankan infrastruktur jalan raya untuk memenuhi kebutuhan pengguna di masa yang akan datang, oleh karena itu dibutuhkan adanya material yang ramah lingkungan,” kata Prof Ahmad Kamil.

Pembicara kedua adalah Prof. Dr.-Ing Frank Dehn dari Karlsruhe Institute of Technology, Jerman membahas tentang alternatif perekat beton yang berkelanjutan dan tahan lama untuk struktur beton.

Pada simposium ini juga terdapat 4 sesi paralel dimana praktisi dan akademisi bertemu untuk mempresentasikan hasil kajian yang sedang dilaksanakan.

Beberapa makalah menarik antara lain evaluasi keamanan bangunan di Kota Banda Aceh, pengujian ketahanan bangunan terhadap bencana, studi kavitasi pada Spillway Bendungan Krueng Kluet, evaluasi kinerja lalu lintas di Kota Banda Aceh selama masa pandemi dan beberapa makalah lainnya terkait Teknik sipil dan kebencanaan.

Pada akhir sesi simposium di hari kedua, Jumat (29/10/2021), Dr. Teuku Budi Aulia, ST., Dipl. Ing selaku ketua panitia mengumumkan 5 presenter makalah terbaik yaitu:

  1. Sarah Nadia (Univeristas Syiah Kuala);
  2. Hayul Wardani (Univeristas Syiah Kuala);
  3. Raisha Athqa (Univeristas Syiah Kuala);
  4. Nursyafiqah Abdul Kahar (Universiti Teknologi Petronas, Malaysia);
  5. Isyaka Abdulkadir (Bayero University Kano, Nigeria)

Kegiatan ini ditutup oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil USK, Dr. Renni Anggraini, ST, M.Eng mewakili Dekan Fakultas Teknik USK.

“Terimakasih atas keterlibatan semua pihak atas sukses terselenggaranya acara AISCE 2021 ini,” ucapnya.

Lanjut Dr. Renni, terima kasih kepada para pendukung dari dunia kerja Hutama Karya dan Adhi Karya, dari para alumni dan praktisi PUPR, Pengairan, Perkim, Perhubungan, IKATSI, dan tentunya dukungan dari LPPM USK dan Fakuktas Teknik Universitas Syiah Kuala.

“Sampai bertemu lagi pada kegiatan 2 tahunan mendatang, AISCE ke 4 pada 2023,” pungkasnya. []

MaTA Pridiksi SiLPA APBA 2021 Tidak Dibawah Rp 5 Triliun

0
Koordinator MaTA, Alfian. (Foto: dialeksi.com)

Nukilan.id – Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian memperkirakan penyerapan anggaran tahun 2021 yang sangat rendah akan menyebabkan SiLPA APBA TA 2021 ini paling tinggi, itu terlihat dari pembatalan 52 paket Proyek pembangunan Aceh.

Alfian menyebut, penyebab utama dari itu semua karena eksekutif tarik menarik kepentingan di sektor Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ), sehingga waktu untuk pengerjaan proyek tidak mencukupi lagi.

“Akibat tarik menarik kepentingan, waktu berjalan memasuki bulan Oktober, tidak mungkin lagi untuk dilaksanakan proyek-proyek APBA,” kata Alfian kepada nukilan.id di Banda Aceh, Jumat (29/10/2021) kemarin.

Padahal–katanya–APBA tahun 2020 Aceh SiLPA Rp 3,9 triliun karena banyak pembatalan pembangunan di Aceh, dan tahun 2021 bisa mencapai 5 triliun lebih.

“Kalau kurang dari Rp 5 triliun tidak mungkin,” kata Alfian.

Menurut Alfian, persolaan tarik menarik kepentingan ini yang sangat besar, bahkan klim mengklim juga bisa terjadi antara Eksekutif dan Legislatif yang ingin “mengatur” sektor Pengadaan Barang dan Jasa.

Secara waktu–kata Alfian–evaluasi dari Sekretaris Daerah selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), juga tidak mungkin lagi.

“Seharusnya dimulai dari target realisasi anggaran, dan bisa dilihat dari tabel yang di keluarkan oleh Pemerintah Aceh tiap bulannya,” ujarnya.

Dijelaskan, seharusnya dari awal dievaluasi, jika ada salah satu SKPA yang tidak sesuai realisasi anggaran, ada konsekuensinya. Sekda maupun Gubernur harus mengatur sedemikian rupa, dan ada sanksi yang diberikan jika tidak mencapai target kinerja.

“Kenapa tidak diberikan sangksi? bisa jadi atasan-atasan dari SKPA itu sendiri juga terlibat dalam pertarungan paket pekerjaan,” jelasnya

Unit Layanan Pengadaan (ULP) sepenuhnya berada dibawah Kepala Daerah dan di SK kan, kalau kepala daerah main dengan paket-paket tersebut, potensi intervensi terhadap kepala ULP sangat besar.

Untuk itu–lanjut Alfian–kita berharap tahun 2022, Pemerintah Aceh harus punya sistem atau mekanisme ketat dan konkrit, sehinga tidak terjadi kegagalan seperti ini yang secara tidak langsung berimplikasi pada pemenuhan hak-hak masyarakat. Apalagi Pemabngunan Aceh sangat bergantung dari sumber yang ada di Provinsi.

“DPR Aceh juga jangan tidur, harus terus mengawasi, dan bisa minta semacam kalender target realisasi pembangunan Aceh, bisa per bulan, agar bisa mereka kritisi atau memanggil SKPA,” kata Alfian.

Alfian menyebut pembangunan dermaga, jalan, jembatan dan gedung, dengan kondisi geografis di Aceh bulan Oktober sampai Desember, sudah memasuki musim hujan, serta secara material juga terkendala. Jadi tidak mungkin dilaksanakan lagi.

“Seharusnya penerima manfaat tahun 2021 sudah bisa menikmati, ternyata tidak bisa, karena pembangunan gagal dilaksanakan,” demikian Alfian. []

Reorter: Irfan

 

Rakorpusda TPID Diharapkan Jadi Wadah Berbagi Ide dan Pengalaman Kendalikan Inflasi

0

Nukilan.id – Rapat Koordinasi Pusat-Daerah (Rakorpusda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2021 diharapkan bukan hanya sebagai forum koordinasi, tetapi juga menjadi wadah berbagi ide, gagasan, dan pengalaman dalam upaya mengendalikan inflasi di daerah.

Hal itu diungkapkan Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugeng Hariyono pada Rakorpusda TPID bertajuk “Pengendalian Inflasi dan Pemulihan Ekonomi Melalui Optimalisasi Digitalisasi UMKM Tahun 2021”.

Dalam kesempatan itu, Sugeng menceritakan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tentunya sangat berdampak terhadap kinerja perekonomian, terutama sektor UMKM.

“Selama PPKM Darurat Level 4 di Pulau Jawa Bali telah terjadi pengurangan aktivitas masyarakat dan usaha, sehingga menyebabkan penurunan pendapatan,” bebernya.

Berkaca dari pengalaman itu, kata Sugeng, perlu dilakukan penguatan implementasi digitalisasi melalui keberadaan e-commerce. Pemerintah, kata dia, perlu melanjutkan fokus pengembangan infrastruktur, integrasi data, dan literasi.

“Terutama untuk mendukung peningkatan teknologi pada UMKM, hal tersebut meningkatkan pula kelancaran distribusi perluasan pemasaran UMKM melalui platform digital,” tandasnya.

Sebagai informasi, Rakorpusda TPID ini merupakan forum dikskusi antarpemangku kepentingan terkait sinkronisasi kebijakan Pusat-Daerah dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi, serta pengendalian inflasi yang rendah dan stabil.

“Rakorpusda ini juga merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional TPID 25 Agustus 2021 beberapa waktu lalu yang dipimpin dan ditutup langsung oleh Presiden Jokowi,” ungkap Sugeng di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Untuk itu, Sugeng pun mengingatkan kembali amanat Presiden Joko Widodo pada Rakornas TPID, 25 Agustus 2021 lalu. Sesuai arahan Presiden itu, kata Sugeng, ada 3 hal yang perlu ditindaklanjuti pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi, serta mendukung pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

Pertama, pemerintah bersama pemerintah daerah wajib menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, terutama barang kebutuhan pokok, dengan mengatasi kendala produksi dan distribusi yang ada di daerah.

“Kedua, melanjutkan upaya pengendalian inflasi yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tetapi juga proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produktif dengan mendorong peningkatan produktivitas petani dan nelayan, serta memperkuat sektor UMKM untuk bertahan dan naik kelas,” imbuh Sugeng.

Ketiga, Sugeng melanjutkan, pemerintah bersama pemerintah daerah perlu bahu-membahu meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian, sehingga memiliki kontribusi yang semakin besar dalam menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi. Upaya ini dapat ditempuh melalui penguatan kelembagaan petani, memperluas akses pemasaran dengan pemanfaatan teknologi, termasuk platform digital. Upaya berikutnya yaitu dengan melakukan optimalisasi penyaluran KUR Pertanian, termasuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha pertanian, serta melakukan pendampingan yang intensif kepada pelaku usaha pertanian.

Pada Rakorpusda ini, Sugeng juga sempat menguraikan soal peran dari TPID. Pertama, kata dia, TPID berperan dalam merumuskan kebijakan yang akan ditempuh terkait dengan pengendalian inflasi. Kedua, memantau dan mengevaluasi atas efektivitas kebijakan yang diambil terkait dengan pengendalian inflasi di daerah.

“Ketiga, menjaga keterjangkauan barang dan jasa di daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” kata Sugeng.

Lebih lanjut, keempat, TPID berperan dalam mengantisipasi gejolak harga pangan pada saat hari raya besar. “Kelima, melakukan analisis perekonomian daerah yang dapat menganggu kestabilan harga dan keterjangkauan barang dan jasa,” urai Sugeng.

Rakorpusda Tahun 2021 ini dihadiri oleh TPID dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Adapun narasumber yang hadir berasal dari berbagai instansi, di antaranya: Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Bangda Kemendagri; Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian; Direktorat Keuangan Negara dan Analisis Moneter Kementerian PPN/Bappenas; Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia; Guru Besar Universitas Lampung; serta perwakilan Perwiratama Group. []

Kakankemenag Pidie: Diklat Pengelolaan Perpustakaan Madrasah

0
Melatih dan membekali para peserta diklat pengelolaan perpustakaan madrasah di Pidie (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Pidie Drs Abdullah MAg membuka kegiatan diklat pengelolaan perpustakaan madrasah bagi tenaga perpustakaan tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kabupaten Pidie, bertempat di Aula Kantor Kankemenag Pidie, Aceh Kamis (28/10/2021).

Dalam sambutannya Drs Abdullah MAg mengatakan, keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran di madrasah. Oleh karena itu harus didukung dengan tersedianya sarana prasarana yang cukup memadai dan dikelola secara profesional serta mampu beradaptasi dengan kemajuan di era digital.

Kondisi perpustakaan sekolah dulu adalah sebuah tempat yang sepi dengan koleksi buku dan waktu akses yang terbatas, sebagai tempat menghabiskan waktu kosong dan guru sebagai penjaga, sedangkan keberadaan sekarang adalah sebagai tempat aktivitas dan jantungnya madrasah dengan waktu akses tidak terbatas, tempat untuk meng-eksplor ide dan mendapatkan informasi serta guru dan pustakawan terlatih sebagai fasilitator. Jelasnya

“Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan terkait pengelolaan perpustakaan madrasah diantaranya adalah komitmen, perhatian dan keberpihakan pimpinan sekolah, kuantitas, kualitas dan kualifikasi SDM pengelola dan tentunya ada dukungan pendanaan dan kesinambungan anggaran yang memadai, serta guru dan pustakawan terlatih sebagai fasilitator,”kata Abdullah.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Nurhayati Ali Hasan MLIS dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) sebagai pengelola perpustakaan merupakan salah satu unsur penting dalam suatu kelembagaan baik intansi pemerintah maupun swasta sebagi motor penggerak literasi dalam melayani kebutuhan pemustaka.

“Idealnya sebuah perpustakaan adalah memiliki gedung yang nyaman dan letaknya strategis serta didukung teknologi informasi yang up to date, administrasi perpustakaan yang dikelola sesuai dengan standar nasional pengelolaan perpustakaan, sumber dana yang memadai dan yang tidak boleh dilupakan adalah memiliki SDM yang berkompeten di bidang perpustakaan,”kata Nurhayati Ali Hasan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bagi sebagian masyarakat awam profesi pustakawan merupakan pekerjaan yang tidak menyenangkan dan sering dipandang sebelah mata, tetapi tidak semua orang tahu bahwa sebenarnya pekerjaan pustakawan sangatlah komplek, bergensi dan memerlukan keahlian khusus.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Yansahriddin, M.Pd dalam laporannya mengatakan bahwa Diklat Pengelolaan Perpustakaan bagi Tenaga Perpustakaan tingkat MI se Kabupaten Pidie merupakan bagian dari pada realisasi kerjasama antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie melalui Kelompok Kerja Madrasah (K2M) Madrasah Ibtidaiyah Kankemenag Pidie dengan Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh.

“Sebanyak 53 peserta yang berasal dari pengelola dan guru pustakawan dilatih dengan berbagai keterampilan teknis tentang pengelolaan perpustakaan, dan nantinya dihari terakhir mereka akan dibekali dengan pelatihan sistem otomasi perpustakaan oleh para dosen dan alumni Prodi Ilmu Perpustakaan yang bergabung di Pengurus IPI dan ALC”,kata Yansahriddin, Kamis (28/10).

Kegiatan diklat yang dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 28-31 Oktober 2021 tersebut menghadirkan narasumber dan instruktur masing-masing, Kankakemenag Pidie Drs H Abdullah MAg, Nurhayati Ali Hasan MLIS, Zubaidah, M.Ed, Mukhtaruddin MLIS, Drs Saifuddin A Rasyid MLIS, Yusrawati M.IPI, Nazaruddin MLIS, Arkin SIP serta instruktur dari PD IPI Aceh dan Aceh Library Consultant (ALC). []

Yayasan Aceh Kreatif Berikan Penghargaan ke DPPKP Peduli Kreativitas Pemuda

0

Nukilan.id – Ketua Yayasan Aceh Kreatif Delky Nofrizal Qutni memberikan piagam penghargaan kepada Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh Dr. Samsul Bahri M.Si yang dinilai begitu peduli dengan kreativitas pemuda di bidang agro terutama perikanan budidaya.

Penghargaan tersebut diserahkan pada pembukaan Pelatihan Perikanan Budidaya Yayasan Aceh Kreatif yang dilaksanakan di aula kantor Camat Ulee Kareng, Jum’at (29/10/2021).

Ketua Yayasan Aceh Kreatif, Delky Nofrizal mengatakan, sejauh ini kita dapat melihat bagaimana walikota Banda Aceh selalu memberikan perhatian kepada kalangan pemuda. Semangat ini juga ditunjukkan oleh Kepala DPPKP Banda Aceh yang terus berupaya memberikan ruang bagi pemuda untuk berkreasi dan berinovasi di bidang agro, khususnya sektor perikanan.

“Harus kita akui, bahwa keterbatasan lahan di ibukota seperti Banda Aceh menjadi kendala utama untuk pengembangan sektor perikanan budidaya. Namun, dengan menggunakan sistem dan teknologi terkini perikanan budidaya juga dapat dilakukan di lahan sempit bahkan di perkarangan rumah. Disini dibutuhkan kreasi dan inovasi kalangan pemuda,”katanya.

Delky menambahkan, di dalam pelatihan ini tentunya tidak sebatas berorientasi pada teori dan ceramah, namun kita memprioritaskan kunjungan lapangan (praktek) sehingga peserta dapat melihat bagaimana teknik dan teknologi yang dapat dilakukan untuk pengembangan sektor perikanan budidaya di lahan seadanya. “Melalui momentum sumpah pemuda ini, kita berharap ke depan pemuda menjadi pelopor penggerak di bidang agro terutama sektor perikanan budidaya di Banda Aceh,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPPKP Banda Aceh, Dr Drs Samsul Bahri M.Si menjelaskan bahwa secara Geografis Kota Banda Aceh secara tidak langsung memang selama ini tingkat produksi perikanan tangkap lebih tinggi daripada perikanan budidaya. Namun, demikian kita dapat mengembangkan perikanan budidaya dengan yakni dengan teknologi.

“Norwegia yang tidak ada laut yang ada cuma danau dan sungai, namun menjadi negara tertinggi ikan eksportir di Eropa,” kata Samsul Bahri.

Dia juga apresiasi pelatihan ini karena seluruh pesertanya pemuda yang diharapkan nanti dapat menjadi penggerak di Banda Aceh. “Kita berharap pelatihan seperti ini diikuti dengan serius oleh peserta. Apalagi di dalam pelatihan ini juga adanya praktek langsung ke lapangan yang sangat bermanfaat bagi peserta,”pungkasnya.

Pelatihan yang mengangkat tema “Gemilang Berwirausaha ini dilaksanakan selama 3(tiga) hari dengan menyajikan materi kunjungan lapangan. Peserta pelatihan merupakan perwakilan pemuda Gampong di tiap-tiap kecamatan dengan menghadirkan pemateri mulai dari pemerintah, akademisi hingga praktisi perikanan. []