Beranda blog Halaman 1934

Peparnas ke-17 Akan Digelar di Aceh dan Sumut

0

Nukilan.id – Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke -17 akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024 mendatang. Kepastian Aceh dan Sumut sebagai tuan rumah ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari tuan rumah Papua kepada Aceh dan Sumut.

Dalam siaran pers yang disiarkan Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Sabtu, 13 November 2021, disebutkan bahwa penyerahan pataka itu berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Sabtu, 13 November 2021. Dalam kegiatan itu Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Ir. Ardan Noor, MM menerima bendera pataka Peparnas ke 16 dari Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia), Senny Marbun pada acara penutupan Peparnas XVI di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Sabtu.

Sebelumnya, bendera pataka terlebih dahulu diserahkan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada Ketua NPC Senny Marbun. Kemudian pataka tersebut diserahkan kepada dua perwakilan Aceh dan Sumut, yang menandakan bahwa Aceh dan Sumut siap menggelar Papernas ke 17.

Gubernur Aceh mengatakan, setelah penyerahan pataka PON 2024 beberapa waktu lalu, kini Aceh juga menerima pataka Peparnas 2024. Artinya, kata Gubernur, Aceh harus segera mempersiapkan dan memperbaiki segala fasilitas olahraga demi menunjang dan meningkatkan kapabilitas olahraga di Aceh.

“Kita akan mulai memperhatikan berbagai fasilitas olahraga agar memadai dan membuat nyaman para atlet nantinya. Ini pekerjaan besar dan tentu semuanya perlu kerjasama yang solid, dan tak kenal lelah,” jelas Nova yang didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Dedy Yuswadi AP serta Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Almuniza Kamal, SSTP, MSi.

Nova juga mengatakan nanti dirinya akan memantau perkembangan fasilitas olahraga terutama titik-titik venue bersama dengan Dispora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, guna mempercepat pembangunan infrastruktur yang diperlukan.

Pada kesempatan itu, Nova juga mengucapkan selamat kepada Papua yang meraih prestasi luar biasa karena meraih juara umum. Tentu hal tersebut, kata dia menambah semangat pemerintah dan masyarakat Aceh beserta Sumut agar sukses pula menyelenggarakan dua kegiatan besar dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni PON 2024 dan Peparnas 2024.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Dedy Yuswadi AP mengatakan pada prinsipnya Pemerintah Aceh dalam hal ini Dispora akan bekerja extra untuk dua kegiatan besar ini.

Menurutnya, PON dan Papernas Aceh akan menjadi energi positif untuk meningkatkan kebangkitan ekonomi Aceh. Dengan PON dan Papernas 2024, diharapkan Aceh dapat mencetak atlet-atlet tangguh dan berjiwa besar demi mengharumkan bangsa dan negara.

“Hal tersebut terbukti dengan berbagai pencapaian atlet kita selama ini, dan ini akan terus kita kawal sehingga kita lebih banyak mendulang mendali pada saat pagelaran PON dan Papernas 2024 nantinya,” ujar Dedy.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersalaman dengan Presiden RI, Joko Widodo pada acara penutupan Peparnas XVI 2021 di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Sabtu, (13/11/2021).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang sudah menyukseskan PON Papua dan juga Peparnas 2021.

Menurut Presiden, Penyelenggaraan PON dan Peparnas di Papua sangat luar biasa lantaran mampu menyampaikan banyak pesan serta menjunjung tinggi sportivitas dan konsistensi sehingga meraih berbagai prestasi.

Selain itu, kata Jokowi, pekan olahraga ini juga menjadi kebangkitan olahraga nasional karena di dalamnya ada berbagai keberagaman, serta menghormati kesetaraan.

“Selamat pada para atlet menunjukkan prestasi. Kesimpulannya, bukan hanya torang bisa, Torang hebat!” ujar Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan. [

Ini Dia Harta Karun Indonesia yang Jadi Rebutan Dunia

0

Nukilan.id – Tak hanya kaya akan budayanya, Indonesia juga kaya akan harta karun. Bahkan dunia pun berlomba-lomba mencarinya.

Salah satu sumber daya alam yang kaya di Indonesia yakni timah, sebarannya ada di beberapa wilayah. Logam timah sendiri terkandung mineral ikutan yang terkenal dengan rare earth atau logam tanah jarang. Nah rare earth ini yang jadi rebutan dunia.

Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, Agung Pratama pernah menyampaikan logam tanah jarang terdapat dalam timah, namun harus melalui proses yang panjang dan teknologi yang mumpuni untuk menghasilkan logam tanah jarang.

Pihaknya pun terus mengembangkan berbagai kajian terkait logam tanah jarang, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND tetap fokus melakukan eksplorasi untuk meningkatkan cadangan timah yang nantinya akan menjadi bahan baku logam tanah jarang.

“Logam tanah jarang yang kita bicarakan saat ini didapatkan dari sisa hasil penambangan timah dimana terdapat mineral ikutan di situ, nah untuk itu keberadaan pastinya yang harus kita pastikan dengan melakukan eksplorasi,” kata Agung kepada detikcom beberapa waktu lalu, dikutip Sabtu (12/11/2021).

Mengutip CNBC Indonesia, berdasarkan buku ‘Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia’ Badan Geologi Kementerian ESDM pada 2019, logam tanah jarang (LTJ) ini merupakan salah satu dari mineral strategis dan termasuk ‘critical mineral’ yang terdiri dari 17 unsur.

Unsur tersebut antara lain scandium (Sc), lanthanum (La), cerium (Ce), praseodymium (Pr), neodymium (Nd), promethium (Pm), samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (Gd), terbium (Tb), dysprosium (Dy), holmium (Ho), erbium (Er), thulium (Tm), ytterbium (Yb), lutetium (Lu) dan yttrium (Y).

Meski begitu, unsur tersebut sangat sulit untuk ditambang karena konsentrasinya yang cukup tinggi untuk ditambang secara ekonomis. Mineral yang mengandung LTJ utama adalah bastnaesit, monasit, xenotim, zirkon, dan apatit. Mineral tersebut merupakan mineral ikutan dari mineral utama seperti timah, emas, bauksit, laterit nikel, hingga batu bara.

Manfaat dari harta karun yang dicari ini sangat banyak. Agung mengatakan bisa menghasilkan belasan unsur. Salah satunya untuk industri baterai, nuklir, dari induknya yaitu monazite lalu beberapa unsur atau produk turunannya bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

“Disebut harta karun ya bisa dibilang begitu, karena memang potensi harganya luar biasa dan langka. Makanya mineral ini dapat dihargai sangat tinggi. Saat ini kita masih lakukan feasibility study, untuk pilot project sudah dilakukan dalam skala kecil, kita juga mengamankan sisa hasil penambangan kita,” imbuh Agung.

Agung menambahkan hingga saat ini belum ada data pasti terkait potensi sumber daya mineral ikutan, pasalnya ini merupakan mineral ikutan dari tambang timah.

“Kalau teknologi bisa dilakukan kerjasama, tapi yang terpenting adalah sumber daya yang harus kita pastikan secara pasti datanya. Dari PT TIMAH sudah memulai hal ini dari medio 2020. Dalam eksplorasi juga kita harus sangat hati-hati karena ini mineral radioaktif,” tutupnya. [detik]

Mahkamah Agung Cabut Izin Lahan PLTA Tampur-I Aceh, Ini Alasannya

0
Kejagung RI.

Nukilan.id – Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan PT Kamirzu. Atas hal itu, maka Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tampur-I dicabut dan dibatalkan.

Kasus bermula saat LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menggugat Gubernur Aceh atas izin PLTA itu. Di mana proyek itu dipegang oleh PT Kamirzu.

Pada Agustus 2019, PTUN Banda Aceh memutuskan batal dan/atau tidak sah keputusan Gubernur Aceh No. 522.51/DPMPTSP/1499/2017, tanggal 09 Juni 2017 tentang Pemberian IPPKH dalam Rangka Pembangunan Pembangkit Listrik tenaga air Tampur-I (443 MW) seluas -+ 4.407 Ha atas nama PT. Kamirzu di Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, beserta perubahannya.

Putusan itu dikuatkan di tingkat banding pada 7 Januari 2020 dan juga dikuatkan di tingkat kasasi pada 20 Juli 2020. PT Kamirzu tidak terima dan mengajukan PK. Apa kata MA?

“Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali PT Kamirzu,” demikian bunyi PK yang dilansir website MA, Jumat (12/11/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Supandi dengan anggota Yosran dan Yulius. Apa alasan majelis PK? Berikut pertimbangannya:

Bahwa Termohon Peninjauan Kembali II/Tergugat (Gubernur Aceh-red) telah melampaui batas kewenangan dalam menerbitkan keputusan tata usaha negara objek sengketa, karena batas maksimal luas areal izin pinjam pakai yang dilimpahkan menjadi kewenangan Termohon Peninjauan Kembali II/Tergugat adalah 5 (lima) ha.

Sedangkan luas area objek sengketa kurang-lebih 4.407 ha, sehingga seharusnya objek sengketa dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, bukan oleh Termohon Peninjauan Kembali II/Tergugat sebagaimana diatur pada Pasal 5 ayat (1) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.27/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2018 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

Bahwa secara substansi areal izin pada keputusan tata usaha negara objek sengketa terletak dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), sedangkan waduk atau area genangan sebagian masuk dalam Hutan Lindung Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), dan sebagian lagi akan menggenangi Desa Lesten yang merupakan Areal Penggunaan Lain (APL), sehingga penerbitan keputusan tata usaha negara objek sengketa bertentangan dengan Pasal 150 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang mengamanatkan kepada Pemerintah, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk tidak mengeluarkan izin pengusahaan hutan dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), di mana dalam sengketa a quo pembangunan bendungan dan area genangan serta pembangunan jalan baru sebagian berada dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Pemohon Peninjauan Kembali juga telah mengajukan novum tapi bukti-bukti tersebut tidak bersifat menentukan karena tidak memiliki relevansi dengan fakta yuridis dalam sengketa ini. [detik]

Kader Perempuan Demokrat Kota Banda Aceh Ikut Pelatihan Membuat Kue

0
Pengurus DPP Demokrat Rian Syah bersama Ketua DPC Banda Aceh sedang memberi pencerahan pada Kader Perempuan Partai Demokrat Banda Aceh yang mengikuti pelatihan pembuatan kue. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Puluhan Kader perempuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan membuat kue dengan instruktur pembuat dan pebisnis kue online Cici Ernawati di kantor DPC Demokrat Banda Aceh, Sabtu (13//11/2021).

ketua DPC Partai Demokrat Arif Fadillah pada sambutan saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan keterampilan yang dilakukan merupakan langkah yang diingini Partai Demokrat yang ingini kadernya memiliki keahlian.

“Keahlian sangat penting di jaman sekarang ini, karena dapat menjadi peluang usaha, dan keahlian juga diperlukan ditengah masyarakat,” ujar Arif Fadillah.

Pada kesempatan itu, pengurus Dewan Pimpinan Pusat Rian Syaf yang hadir mensupport peserta pelatihan menyampaikan terima kasih kepada kader perempuan yang telah mengisi aktifitas pelatihan untuk pemberdayaan, kegiatan begini salah satu yang digemakan Partai Demokrat.

“Pelatihan keahlian ini tentu sangat mendukung cita-cita Partai Demokrat, sebab kader memang seharusnya punya keahlian agar keinginan berkoalisi dengan rakyat bisa berjalan,” ujarnya.

Untuk itu, Rian Syaf meminta kader kompak karena Demokrat Bersama Kita Bangkit, Bersatu Kita Kuat.

Sementara ketua panitia pelatihan Siti Hawa IBR Panghab, SH, MH mengatakan, pelatihan dilakukan untuk mendukung keahlian kader perempuan Demokrat sebagai bekal usaha dan mendukung ekonomi keluarga.

“Kedepan sudah menjadi agenda DPC Partai Demokrat untuk dilakukan pelatihan sesuai minat, baik membuat kue maupun profesi lainnya,” kata Siti Hawa IBR Panghab yang juga Bendahara DPC Partai Demokrat Kota Banda Aceh.

Siti Hawa juga menyampaikan apabila kedepan Ketua DPC Arif Fadillah juga sudah menginstruksikan pelaksanaan pelatihan kader supaya punya keahlian ditengah masyarakat dan dapat menopang ekonomi keluarga, sehingga ditempuh upaya kerjasama dengan balai pelatihan yang ada di Banda Aceh.

“Sudah masuk menjadi agenda rutin, sudah terjadwal untuk pelatihan-pelatihan kepada kader Demokrat,” ujar Siti Hawa.[]

BMKG Catat 41 Gempa di Aceh-Sumut pada Pekan Kedua November 2021

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Pusat Gempa Regional (PGR) I, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan mencatat ada 41 gempa bumi yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara selama pekan kedua November 2021.

“Aktivitas kegempaan bersumber dari aktivitas sesar Sumatera dan sebagian lagi akibat aktivitas subduksi barat Sumatera,” kata Fungsional BBMKG Wilayah I Medan, Marzuki Sinambela, Sabtu, di Medan.

Ia menjelaskan gempa yang terjadi pada pekan kedua atau periode 3 hingga 9 November 2021 itu, 40 terjadi dengan magnitudo (M) di bawah 4.0 dan 1 kejadian dengan magnitudo antara 4.0 sampai dengan 5.0.

Berdasarkan lokasi, kejadian gempa bumi dominan di darat sebanyak 32 kejadian dan 9 kejadian di laut.

Sementara, analisis Pusat Gempa Regional (PGR) I Medan, Triya Fachriyeni,, mengatakan, berdasarkan kedalamannya, dari 41 kejadian gempa yang terjadi di pekan kedua November ini, gempa dangkal (dibawah 60 Km) terjadi sebanyak 34 kejadian dan menengah (kedalaman antara 60 km sampai dengan 300 km) sebanyak 7 kejadian.

“Tidak terdapat gempa bumi yang signifikan dan dirasakan pada pekan kedua di bulan November ini, ” katanya.

Masyarakat di imbau tetap waspada dan tidak perlu panik jika terjadi gempa.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda ,pwd pemda-bmkg) atau infobmkg. [okezone]

Aminullah Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilihan Keuchik Serentak di Banda Aceh

0
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE, Ak, MM. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengajak masyarakat untuk menyukseskan pemilihan keuchik secara serentak pada Minggu 14 November 2021. Warga kota yang sudah terdaftar sebagai pemilih juga diimbau untuk memberikan suara sesuai pilihan hati.

“Mari kita sukseskan pemilihan keuchik pada hari Minggu nanti, tetap jaga kedamaian di gampong, terapkan prokes, dan berikan suara sesuai pilihan hati masing-masing,” kata Wali Kota Aminullah, Sabtu 13 November 2021.

Sebagaimana informasi, besok Banda Aceh akan menyelenggarakan pemilihan keuchik secara serentak. “Ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di kota ini, sesuai dengan amanat Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 tahun 2021 Tentang Pemilihan Keuchik Serentak. “Alhamdulillah kita juga sudah mengantongi surat rekomendasi tindak lanjut pelaksanaan.”

Pemilihan Keuchik Serentak dari Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI tertanggal 9 November lalu. Pesta demokrasi ini mesti disambut dengan suka cita oleh kita semua.”

Disebutkannya, pada gelombang pertama ini, ada 24 gampong yang akan menyelenggarakan pemilihan keuchik. “Dan pada tahap selanjutnya akan menyusul 66 gampong lagi yang juga akan melaksanakan pemilihan secara serentak.”

Mengingat, bahwa pemilihan keuchik secara serentak ini akan berlangsung di masa pandemi wabah Covid-19, “Maka mekanisme pemilihan sedikit berbeda yaitu dengan pemberlakuan protokol kesehatan Covid-19. Maksimal 500 pemilih per TPS guna menghindari kerumunan,” kata Aminullah.

Ia pun berharap agar semua calon keuchik dapat mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku baik pada masa kampanye, masa tenang maupun saat pemungutan suara dilakukan. “Kita wajib mengedepankan etika serta moralitas selama pelaksanaan pemilihan keuchik serentak sehingga terciptanya suasana damai dan situasi kondusif,” ujarnya. []

Catatan Walhi: 2000 Hektar Hutan di Aceh Rusak Akibat Tambang Ilegal

0
Ilustrasi Aktivitas tambang emas ilegal. (Foto: iNews TV/Afsah)

Nukilan.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mencatat jelang akhir 2021 ini kegiatan pertambangan emas ilegal belum mampu diberhentikan secara permanen.

Walhi mencatat setidaknya sekitar 2000 hektare hutan di Aceh rusak akibat aktivitas tersebut.

Direktur Walhi Aceh M Nur mengatakan, saat ini ekspansi kegiatan ilegal tersebut semakin luas dengan terbentuk lubang dan lokasi baru.

Sebaran pertambangan emas ilegal itu tersebar di wilayah Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Selatan.

Walhi mencatat pertambangan emas ilegal dilakukan dengan dua pola: lokasi tambang yang berada di pegunungan dilakukan melalui membuat lubang secara vertikal dan horizontal; pertambangan yang berada dalam kawasan sungai dilakukan dengan pola mengeruk pasir dan batuan menggunakan alat berat dan mesin sedot.

Kehadiran pertambangan emas ilegal ini, juga dinilai berdampak terhadap kelangsungan lingkungan hidup dan kerusakan kawasan hutan.

“Dalam kurun 5 tahun terakhir, 2.000 hektare kawasan hutan rusak akibat aktivitas ilegal tersebut, dan tidak mustahil angka ini terus meningkat seiring dengan lemahnya penegakan hukum untuk menghentikan laju kerusakan,” kata M Nur seperti dilansir cnnindonesia, Jumat (12/11/2021).

Meluasnya aktivitas pertambangan ilegal ini, menjadi faktor terjadinya bencana ekologis di Aceh seperti banjir bandang, longsor, krisis kualitas air bersih, rusak badan sungai, dan konflik satwa-manusia.

Ia menegaskan harus ada upaya serius dari lembaga penegakan hukum untuk menyelesaikan persoalan pertambangan emas ilegal di Aceh.

“Penegakan hukum dan perbaikan tata kelola harus dilakukan sinergi, sehingga tidak terjadi persoalan baru di lapangan. Karena juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat, sosial budaya, dan kepentingan ekologi,” ucapnya. []

Hingga Oktober, 34.355 Pasangan di Aceh Melangsungkan Pernikahan

0
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Ayosemarang.com)

Nukilan.id – Sebanyak 34.355 pasangan di Aceh melangsungkan pernikahan sepanjang tahun 2021. Angka ini terhitung mulai Januari-Oktober 2021.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh Marzuki menjelaskan, dari total angka pernikahan, 13, 446 pasangan melangsungkan pernikahan di luar kantor (bedolan), sedangkan 20.909 pasangan melaksanakannya di KUA.

“Tentunya terus kita informasikan bahwa pernikahan di kantor itu 0 Rupiah. Namun jika dilakukan di luar kantor seperti di rumah, masjid atau tempat lainnya akan dikenakan biaya sebesar Rp 600 ribu, ini aturannya. Namun kita melihat antusiasme masyarakat melangsungkan akad nikah di kantor lebih tinggi,” katanya.

Marzuki menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun Kemenag Aceh, 3.679 peristiwa nikah berlangsung pada bulan Januari 2021, 3.651 peristiwa nikah pada bulan Februari,  4.269 peristiwa nikah pada bulan Maret, 1.537 peristiwa nikah pada bulan April,  3.137 peristiwa nikah pada bulan Mei, 3.777 peristiwa nikah pada bulan Juni, 4.203 peristiwa nikah pada bulan Juli, 3.657 peristiwa nikah pada bulan Agustus, dan  3.107 peristiwa pada bulan September, dan 3.388 pada bulan Oktober.

Marzuki menjelaskan, angka pernikahan akan terus meningkat hingga memasuki akhir tahun.

“Pernikahan tidak dapat ditunda, sehingga kita melihat angkanya normal-normal saja, meskipun pandemi. Tidak naik dan turun dengan begitu signifikan. Kita juga tidak bisa prediksi berapa angka pernikahan di bulan depan, yang jelas ini akan terus meningkat,” katanya. []

Kantor EOA Center Banda Aceh Diresmikan

0
Pengurus All Entitas di bawah naungan EOA Center Banda Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kordinator Wilayah (Korwil) I Provinsi Aceh Peradaban Employee of Allah (EOA), Ustadz dr. Ramadhanus, CHt, CI, NNLP, CEt meresmikan Kantor EOA Center Banda Aceh, beralamat di Jalan Wedana Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jum’at (12/11/2021).

Korwil I EOA Provinsi Aceh, Ustadz dr. Ramadhanus menyerahkan nasi tumpeng kepada Ketua EOA Center Banda Aceh, Ustadz Saiful Rias dalam agenda peresmian Kantor EOA Center Banda Aceh di Jl. Wedana, Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jum’at (12/11/2021). Foto: Ist

EOA Center Banda Aceh yang diketuai, Ustadz Saiful Rias, Sekretaris, Bunda Melly Dayanti, Bendahara, Bunda Maya Syafrina ini menaungi 4 entitas yaitu PPA Learning Center, Yayasan Abulyatama Indonesia, EOA Gold dan EOA Club Cabang Banda Aceh.

Ketua EOA Center Banda Aceh, Ustadz Saiful Rias mengatakan, sebelum peresmian tersebut, EOA terlebih dahulu melaksanaan agenda rutin Gerakan Jum’at Berkah (GJB) berbagi sarapan pagi berkah on the road, dan sore ba’da ashar GJB mengambil tema GADAY (Galeri Doa Anak Yatim) dengan menghadirkan 35 anak yatim yang berada di Gampong Mibo untuk menggelar doa bersama dan berbagi kebahagiaan.

Galeri Doa Anak Yatim (GADAY) dalam Gerakan Jum’at Berkah EOA BandaAceh, Jum’at (12/11/2021). Foto: Ist

“Agenda GJB terlaksana atas niat baik dan kemurahan hati para donatur yang istiqomah setiap Jum’at menyisihkan hartanya untuk bersedekah, sahabat-sahabat pengurus EOA dan para alumni PPA yang nantinya akan turun membagikan sesuai tema berbeda yang sudah dikonsep setiap pekannya,” jelas Ustadz Saiful dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Sabtu (13/11/2021).

Berbagi sarapan pagi berkah On The Road “Gerakan Jum’at Berkah (GJB)” EOA Banda Aceh, Jum’at (12/11/2021). Foto: Ist

Ia menyebutkan, EOA Center Banda Aceh menaungi 4 Entitas, berikut nama Ketua beserta tugasnya:

  1. PPALC Banda Aceh
    Ketua: Bapak Ihsan Bakhtiar – Bergerak dalam pelaksanaan training-training PPA sebagai wasilah ikhtiar membumikan tauhid.
  2. Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Banda Aceh
    Ketua: Bapak Syahrizal – Bergerak dalam program-program filantrofi dan sosial dengan melibatkan seluruh alumni PPA dan banyak pihak yang ingin terlibat dalam pergerakan amal-amal shalih seperti: Gerakan Jum’at Berkah, Duta SAHAJA (Sahabat Jajan Amal), Rumah Qur’an PPA, The Yatim Village, PPA Siaga.
  3. EOA Gold Cabang Banda Aceh
    Ketua: Bapak Harmedi Yushar – Wadah untuk para alumni PPA maupun masyarakat luas dalam ranah bisnis dan ekonomi yang dikonsep secara syariah.
  4. EOA Club Cabang Banda Aceh
    Ketua: Ibu Sri Rohaya – merupakan wadah koperasi syariah umat, baik untuk para alumni PPA, mitra EOA Gold, maupun masyarakat umum.

“Secara struktur kepengurusan EOA Center, ketua-ketua entitas tersebut menjadi wakil ketua I, II, III, dan IV EOA Center Banda Aceh,” sebutnya.

Lebih lanjut Ustadz Saiful menyampaikan, EOA Center bukan hanya ada di Banda Aceh saja, namun sudah ada di seluruh Indonesia dari bagian Timur hingga ujung Barat.

“Untuk Aceh sendiri EOA Center ini sudah ada di Banda Aceh, Meulaboh, Aceh Tamiang, dan akan menyusul di beberapa daerah lainnya seperti Lhokseumawe, Langsa, Bireun, serta tidak menutup kemungkinan untuk daerah lain di bumi Aceh tercinta ini,” imbuhnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk Korwil I Provinsi Aceh, Ustadz dr. Ramadhanus merupakan dewan pembina, yang secara kontinyu melakukan pembinaan rutin melalui Zoom Meeting, ataupun diskusi WhatsApp Grup kepada para Ketua EOA Center dan jajarannya di daerah.

“Jadi, bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sahabat-sahabat Employee of Allah di bawah naungan EOA Center Banda Aceh dengan segala program-programnya, boleh bersilaturahmi ke kantor EOA Center Banda Aceh. Atau menghubungi sekretaris EOA Center Banda Aceh Bunda Melly Dayanti untuk mendapatkan info-info yang ingin ditanyakan langsung hubungi nomor +62852-6012-3133. Salam ukhuwah,” ucap Ustadz Saiful Rias. [red]

Bantah Pernah Marah, Ducati: Malah Kami Gak Sabar Ingin ke Indonesia

0

Nukilan.id – Jelang ajang balap WBSK di Sirkuit Mandalika, 19-21 November mendatang, Indonesia tengah dihebohkan oleh sebuah kabar tidak mengenakkan dari media yang bermarkas di Swiss, Speedweek.com.

Dalam pemberitaan media balap tersebut mengatakan, pada hari Rabu waktu makan siang, seorang koresponden Indonesia membocorkan video dan gambar yang mengganggu ke Speedweek.com tentang seorang karyawan trek balap dari penyelenggara lokal MGPA membuka kotak kargo Ducati dan mengutak-atik sepeda motor pembalap pabrik Michael Rinaldi. Peti barang hanya boleh dibuka oleh bea cukai dan tim untuk mencegah spionase dan manipulasi industri.

Lebih lanjut, Speedweek.com memberitakan bahwa Bos Ducati, Paolo Ciabatti marah atas kejadian itu.

“Paolo Ciabatti bereaksi dengan tidak mengerti dan marah atas kejadian yang tak tertahankan ini, seperti yang kita ketahui di motorsport hanya dari negara-negara dunia ketiga dan dari 40 tahun yang lalu. Kami tidak tahu apakah mantan pegawai MGPA itu membuka kotak lagi. Ini tidak dapat dikesampingkan dan sedang diselidiki,” tulis Speedweek.com, Rabu, 10 November 2021.

Namun, menyikapi viralnya pernyataan yang mengatasnamakan pabrikan asal Italia tersebut, Ducati membantah pernah marah bahkan sebaliknya tidak sabar ingin segera datang ke Indonesia.

“Terkait apa yang terjadi di Sirkuit Mandalika, Aruba.it Racing – Tim Ducati ingin mengklarifikasi bahwa pihaknya belum membuat pernyataan apapun. Satu-satunya hal yang ingin kami katakan adalah: “Kami tidak sabar untuk berada di Indonesia.”,” tulis Ducati di laman Twitternya, Kamis (11/11) kemarin.

Hal senada juga di ungkapkan secara pribadi oleh Bos Ducati, Paolo Ciabatti lewat akun Instagramnya, Jumat (12/11).

“Kami mencintai Indonesia, kami menantikan untuk balap di Sirkuit Internasional Mandalika,” tulisnya.

“Sangat keliru! Saya tidak pernah membuat komentar apapun terkait masalah itu. Indonesia adalah sebuah negara yang sangat saya cintai,” lanjut Paolo menjawab sebuah pertanyaan di kolom komentar. [lombokinsider.com]