Beranda blog Halaman 1882

Jumpai Wali Nanggroe, Tuan Guru Bajang Sampaikan Perkembangan Terkini BSI di Aceh

0
(Foto: Dok. ist)

Nukilan.id – Untuk menjelaskan perkembangan terkini operasional PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk di Aceh, pimpinan BSI Pusat mengadakan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar, Selasa 28 Desember 2021, di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeuneuret, Aceh Besar.

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe M. Nasir Syamaun, MPA menyampaikan, dari BSI Pusat hadir langsung Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A selaku Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BSI.

Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) datang menemui Wali Nanggroe antaralain didampingi oleh; DR. KH. Mohammad Hidayat, MBA, MH selaku Dewan Pengawas Syariah BSI. Kemudian Komisaris Independen BSI M. Arif Rosyid Hasan, dan COE BSI Regional Aceh Wisnu Sunandar. Hadir juga Anggota DDP RI asal Aceh HM Fadhil Rahmi Lc.

“Alhamdulillah pasca 1 November 2021 merger operasional BSI sudah tuntas dan siap berkontribusi maksimal pembangunan ekonomi khususnya melalui jalur perbankan syariah dan ekosistem ekonomi syariah di Aceh,” kata TGB usai pertemuan.

Selain untuk menyampaikan perkembangan terkini BSI di Aceh, menurut TGB, kedatangan diri menemui Wali Nanggroe juga untuk meminta dukungan agar BSI bisa maksimal beroperasional di Aceh. “Wali Nanggroe sebagai pengayom seluruh rakyat Aceh adalah orang yang paling pas untuk kami datang meminta dukungan, restu dan bimbingan,” tambah TGB.

Terkait adanya keluhan masyarakat terhadap operasional mesin ATM dan layanan BSI di Aceh, TGB menjelaskan, secara operasional BSI resmi menuntaskan merger pada 1 November 2021. “Dalam rentang waktu hampir dua bulan ini memang masih ada keluhan-keluhan terkait dengan perangkat BSI seperti ATM, dan beberapa pelayanan. Tetapi kami pastikan bahwa setiap komplain dari masyarakat Aceh itu segera direspon,” kata TGB.

Saat ini tambah TGB, BSI di Aceh telah melakukan pembenahan-pembenahan untuk memperlancar operasional. “In Sya Allah dalam waktu tidak terlalu lama layanan BSI akan sesuai ekspetasi masyarakat, untuk bisa memberikan pelayanan terbaik.”

Menanggapi kunjungan pimpinan PT. BSI, Tbk menemui dirinya, Wali Nanggroe menyampaikan terimakasih kepada BSI yang selama ini telah bekerja maksimal untuk perkembangan ekonomi Aceh, meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan ke depan BSI menjadi bank terbaik di Indonesia, dan menjadi barometer untuk dunia perbankan, untuk membangun perekonomian, khususnya di Aceh,” kata Wali Nanggroe.[]

Fraksi PA DPRA Terima 4 Raqan Jadi Qanun dan 1 Usulan Prolega 2022

0
Wakil Ketua Fraksi PA DPR Aceh, H. Khalili, SH, (Foto: Irfan/Nukilan)

Nukilan.id – Fraksi Partai Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menerima 4 Rancangan Qanun Aceh untuk ditetapkan menjadi Qanun Aceh dan 1 Qanun diusulkan untuk menjadi Pogram Legislasi Aceh (prolega) perioritas Tahun 2022.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Fraksi Partai Aceh Khalili, SH dalam Pendapat Akhir Fraksi Partai Aceh DPR Aceh di Rapat Paripurna ke 3 Masa Persidangan III, aula utama DPR Aceh Selasa, (28/12/2021).

Adapun Rancangan Qanun Aceh yang di tetapkan sebagai qanun ialah
1.Rancangan Qanun Aceh Tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Aceh
2.Rancangan Qanun Aceh Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
3.Rancangan Qanun Aceh Tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal
4.Rancangan Qanun Aceh Tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Rakyat Aceh

Sementara itu, Rancangan Qanun Aceh tentang hak-hak sipil dan politik untuk sementara ditunda dan disarankan untuk dimasukan pada prolega perioritas tahun 2022 nantinya.

Setelah melihat dan mempelajari substansi isi, Lanjutnya, dari kelima rancangan Qanun Aceh yang hari ini diparipurnakan, Fraksi partai Aceh menyampaikan beberapa pandangan.

1.Rancangan Qanun Aceh tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Aceh, Fraksi Partai Aceh melihat dalam tata rancangan qanun pada arah misi pembangunan Pariwisata Aceh menyarankan agar dapat memuat materi, membangun Pariwisata Religius berbasis dakwah, ritual ibadah sulok, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ziarah Masjid Raya, peringatan satu Muharram, Kanduri Blang dan perayaan Upacara Adat lainnya.

Terhadap kealpaan tersebut Fraksi Partai Aceh meminta, kepada saudara Gubernur agar dapat menambahkan materi sebagaimana yang kami sebutkan di atas.

2.Terkait Rancangan Qanun Aceh Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Fraksi Partai Aceh sangat sependapat dengan isi materi dan substansi dalam rancangan Qanun ini sebagaimana yang telah disampaikan dalam laporan Komisi II DPRA.

Hal ini mengingat pertumbuhan penduduk Aceh yang kian meningkat memerlukan tanah untuk perumahan, pembangunan industri dan teknologi serta pembangunan infrastruktur. Kebutuhan-kebutuhan tersebut tentunya mengakibatkan ketersediaan tanah untuk lahan pangan yang semakin sempit.

Terhadap kondisi ini Fraksi Partai Aceh meminta kepada Saudara Gubernur Aceh untuk segera melakukan pemetaan lahan pertanian dan melakukan pengawasan terhadap pemberian izin pendirian bangunan. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang tidak terkendali pada lumbung pangan masyarakat Aceh.

Selanjutnya pada pasal 8 digambarkan bahwa penggunaan luas lahan pertanian pangan selama ini mengalami pengalihan fungsi yang signifikan. Oleh karenanya dalam rancangan qanun ini perlu diatur tentang penambahan luas lahan pertanian pangan pengganti yang terencana dan berkelanjutan dalam jangka panjang yaitu mulai tahun 2023 sampai 2040 sehingga kesediaan lahan pertanian pangan dapat seimbang dengan pertumbuhan penduduk.

3.Rancangan Qanun Aceh Tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal. Tentunya dengan perubahan qanun nomor 10 Tahun 2018 diharapkan dapat memberikan nuansa yang baru dalam hal perencanaan, perhimpunan, pendistribusian, pendayagunaan dan pengembangan harta agama dalam mewujudkan akuntabilitas dan tranparansi dalam penyelenggaraan Baitul Mal.

Akan tetapi Fraksi Partai Aceh perlu juga mengkritisi tentang keberadaan tenaga profesional dalam susunan organisasi Baitul Mal yang menurut hemat kami terlalu banyak dan dapat membebani keuangan Pemerintah Aceh, belum lagi pembiayaan untuk tenaga teknis operasional kantor maupun tenaga teknis lapangan lainnya. Seharusnya tenaga propfesional itu dapat dirampingkan sesuai dengan kebutuhan, akan tetapi tidak mengurangi profesionalitas dalam pengelolaan Baitu Mal.

4.Terkait dengan Rancangan Qanun Aceh Tentang hak-hak sipil dan Politik Fraksi Partai Aceh menyambut positif lahirnya qanun ini sebagai pedoman dasar bagi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangan untuk melakukan pemajuan, penegakan Hak-Hak Sipil dan Hak Politik Rakyat Aceh.

Hak sipil dan politik merupakan hak dasar bersifat fundamental melekat pada setiap individu atau masyarakat atau komunitas sebagai warganegara yang wajib dihormati dan dipernuhi oleh Pemerintah, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Fraksi Partai Aceh juga sependapat dengan Badan Legislasi DPRA terkhusus untuk qanun ini perlu dimasukkan ke dalam prolega perioritas tahun 2022 hal ini mengingat masih perlunya penyempurnaan redaksi dan materi serta isi qanun.

5.Rancangan Qanun Aceh Tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Rakyat Aceh
Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya merupakan hak asasi manusia yang berkaitan dengan aspek sosioekonomi dan budaya, seperti hak pendidikan, hak atas perumahan, hak atas standar hidup yang layak, Hak atas kesempatan kerja, Hak atas jaminan sosial, hak kesehatan dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya, kehadiran ini qanun ini tentunya akan memberikan kepastian hukum bagi rakyat Aceh mengingat hak-hak tersebut dilindungi dan diakui oleh penyelenggaraan pemerintahan.

Pada prinsipnya Fraksi Partai Aceh sependapat dengan isi materi dalam rancangan qanun ini dan Fraksi Partai Aceh meminta kepada Saudara Gubenur Aceh agar dapat melaksanakan dan mensosialisasikan qanun ini kepada masyarakat Aceh.[Irfan]

Waspadai Omnicron, Kapolda Aceh Minta Masyarakat Tunda Liburan Tahun Baru

0
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kasus penyebaran Covid-19 varian baru omnicron, masyarakat diminta menahan diri untuk tidak melaksanakan liburan saat tahun baru.

Hal tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerumunan, yang tentunya akan sangat berpeluang untuk meningkatnya penyebaran Covid-19, terlebih varian baru omnicron.

“Mari tunda dahulu rencana liburan di tahun baru demi keselamatan bersama. Varian baru omnicron penyebaran sangat cepat bila prokes diabaikan,” kata Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. dalam keterangan persnya, Selasa (28/12/2021).

Mantan Kapuslabfor Polri itu juga tetap mengimbau agar masyarakat tidak lengah dan memperioritaskan Prokes serta tidak bepergian ke daerah lain bila bukan untuk keperluan mendesak.

“Kita harus menahan diri. Ini adalah bentuk ikhtiar kita dalam mewujudkan Aceh Sehat dan Ekonomi Pulih,” pungkasnya. []

Himpasay Minta Pusat Jadikan Otsus Dana Abadi Rakyat Aceh

0

Nukilan.id – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Aceh Yogyakarta (Himpasay) melaksanakan seminar online dengan tema “Outlook Ekonomi Aceh: Peluang dan Tantangan Ekonomi Aceh 2021-2022” pada hari Selasa, 28 Desember 2021.

Himpasay menghadirkan 4 narasumber yang luar biasa dibidang ekonomi yaitu Bapak Amal Hasan, S.E., M.Si. yang merupakan praktisi ekonomi, ada juga Bapak Dr. Nazamuddin, S.E., M.A. yang merupakan Akademisi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, juga menghadirkan Bapak Achris Sarwani, yang merupakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dan juga Bapak Mushlahuddin Daud, yang merupakan seorang Konsultan Manajement Pilot Project.

Acara ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh peserta yang terpencar dari berbagai daerah dan juga dari berbagai kalangan seperti stakeholder, praktisi ekonomi, akademisi, perwakilan Bank yang ada di Aceh dan juga berbagai mahasiswa dari universitas seluruh Indonesia. Via Zoom, Selasa, (28/12/2021)

Ketua Himpasay, Dede Adistra, S. Sos mengatakan acara ini diselenggarakan berdasarkan kepada perhatian dan kontribusi mahasiswa pascasarjana Aceh-Yogyakarta dalam partisipasi memikirkan ekonomi Aceh yang termasuk sebagai Provinsi termiskin di Sumatra, menjadi hal yang sangat disayangkan.

“Semoga kegiatan ini menjadi salah satu dari beribu jalan yang dapat ditempuh untuk kembali mendongkrak perekonomian Aceh dengan melihat peluang dan tantangan yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kata Dede, bahwa Aceh merupakan provinsi  yang memiliki kekhususan dalam menjalankan pemerintahannya. Jadi, dengan adanya kegiatan ini diinginkan untuk presentase pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan dengan memanfaatkan dana otonomi khusus sebagai suatu pendukung terhadap kemajuan ekonomi Aceh, baik dibidang infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia yang ada di Aceh.

Ia berharap kepada pemerintah pusat agar menjadikan dana otonomi khusus menjadi dana abadi kepada masyarakat Aceh tanpa adanya batas waktu tertentu karena hal ini sangat dibutuhkan dalam menunjang pertumbuhan perekonomian yang ada di Aceh..

“Berdasarkan hasil dari webinar ini bahwa warga Aceh sangat konsumtif namun tidak produktif sehingga banyak kebutuhan yang harus dihadirkan dari luar Aceh. Hal ini diharapkan dapat berubah sebagai upaya pertumbuhan ekonomi Aceh yang dapat di upayakan dari berbagai sector mulai dari pertanian, kehutanan, dan juga perikanan,” tutur Dede.

Selain itu, Dede juga menyebutkan bahwa tantangan dalam mendrongkrak perekonomian Aceh karenanya maraknya kemiskinan, investasi pada perusahaan swasta yang belum tumbuh dan juga pemerataan infrastruktur yang tidak merata.

“Semoga Aceh kedepannya tidak miskin wacana dalam merancang pertumbuhan ekonomi di Aceh,” tutupnya.

Reporter: Hadiansyah

Geuchik Se-Kecamatan Sungai Raya Dukung CDOB Kabupaten Bandar Khalifah

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Panitia pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Bandar Khalifah melakukan kunjungan ke kecamatan Sungai raya. Dalam pertemuan dengan keuchik,tuha peut dan tokoh masyarakat fattah fikri menjelaskan bahwa pemekaran adalah kebutuhan daerah.

Dalam arahannya Fattah fikri selaku ketua panitia CDOB Bandar Khalifah mengatakan bahwa tujuan pemekaran adalah untuk percepatan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kalau dulu berjuang mensejahterakan masyarakat dengan cara bergerilya, berperang u memisahkan diri dari NKRI kita tidak takut. Kenapa hari ini memisahkan diri dari kabupaten Induk Aceh Timur kita takut. Padahal undang-undang melimdunginya, gerakan ini legal sah secara konstitusional, maka sudah pantasnya gerakan ini mendapat dukungan dari semua pihak.

Fattah fikri yang juga ketua dprk Aceh tumur mengatakan Pemekaran adalah salah satu jalan untuk mensejahetrakan masyarakat. Setelah pertemuan hari ini di sungai raya,kami akan melakukan pertemuan dengan komisi A DPRK Aceh Timur.

Kemudian hadir Irwanda selaku sektaris komisi A DPRK Aceh Timur dalam pertemuan ini menjelaskan bahwa tidak akan berkurang kesejahteraan masyarakat aceh timur jika kabupaten bandar khalifah terwujud.

Pada dasarnya setiap daerah yang dimekarkan akan mendapat alokasi dana dari pemerintah tanpa mengganggu APBK Aceh Timur pungkas irwanda. []

Ibu Dyah: Perlindungan Anak Tugas Kita Semua

0
Ketua TP-PKK Aceh Dyah Erti Idawati menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi Perlindungan Hak Anak bersama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya di Aula Grand Nagan Hotel, Senin (27/12/2021). Foto: Humpro

Nukilan.id – Setiap elemen masyarakat harus memandang perlindungan dan pemenuhan hak anak, terutama hak anak korban kekerasan seksual, sebagai tugas bersama.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati, saat menyampaikan presentasinya yang berjudul Intervensi Integritas Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kabupaten Nagan Raya, pada acara Rapat Koordinasi Pemenuhan Hak Anak Korban Kekerasan Seksual, di Aula Grand Nagan Hotel, Senin (27/12/2021).

“Dengan kesatuan visi dan cara pandang, maka upaya pendampingan dan pemulihan trauma pada anak korban kekerasan seksual, bisa lebih luas dan mental anak bisa lebih cepat pulih, serta sang anak bisa percaya diri untuk kembali beraktivitas di tengah masyarakat,” ujar Dyah Erti.

Sementara itu, terkait program pemulihan korban, Dyah mengusulkan agar jika ada anak yang mengalami trauma berat, agar diungsikan ke tempat yang jauh dan lebih representatif untuk percepatan upaya pemulihannya.

“Jangan biarkan anak tenggelam dalam trauma, karena hal tersebut akan menimbulkan luka berkepanjangan. Oleh karena itu, kami sempat berkoordinasi dengan DP3A untuk membawa anak korban kekerasan seksual di daerah ke rumah aman yang ada di Banda Aceh. Karena dalam beberapa kasus, anak-anak korban kekerasan seksual ini membutuhkan tempat dan suasana baru untuk menghilangkan traumanya,” kata Dyah Erti.

Dalam presentasinya, Dyah Erti juga menyayangkan beberapa kasus kekerasan seksual yang tidak sampai ke meja peradilan. Sehingga tidak memberikan efek jera bagi pelaku, para predator anak dan orang-orang yang memiliki niat jahat lainnya.

“Sering kali tindak kekerasan seksual terhadap anak dianggap sebagai masalah keluarga, dianggap sebagai aib dan berakhir dengan perdamaian antar keluarga. Ini tentu tidak akan memberikan efek jera pada para predator pelaku kekerasan dan kekerasan seksual pada anak-anak,” imbuh dosen Teknik Arsitektur Unsyiah itu.

Oleh karena itu, Dyah Erti berharap, Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Kajati Nagan Raya dan Wakapolres Nagan Raya ini, bisa merumuskan upaya hukum dan akibat hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku kekerasan seksual.

Ibu dari dua orang putra ini kembali menegaskan, bahwa pemenuhan hak anak termasuk hak kesehatan menjadi tugas pemerintah. Oleh karena itu, aparatur pemerintahan di semua tingkatan mulai dari gampong, kecamatan, kabupaten dan Pemerintah Aceh harus memandang upaya perlindungan pemulihan bagi anak-anak korban kekerasan seksual ini sebagai kewajiban bersama.

Bukan hanya terkait kekerasan anak, Dyah Erti juga mengajak aparatur pemerintahan gampong untuk lebih peka dengan pendidikan anak-anak di gampong.

“Kita tidak sanggup membayangkan, di era 4.0 dimana semua informasi dan pendidikan sudah mudah kita dapatkan, dan pendidikan sudah ditanggung negara tapi masih ada anak kita yang putus sekolah. Ini tentu menjadi PR kita semua untuk lebih mengasah kepekaan, jika ada anak putus sekolah segera tangani dan laporkan secara berjenjang,” imbau Dyah Erti.

“Yang kita inginkan adalah memberikan efek jera kepada para pelaku maupun orang yang memiliki niat melakukan kekerasan maupun kekerasan seksual pada anak, agar kejahatan ini tidak lagi menimpa anak-anak kita di masa mendatang. Kita harus segera beraksi. Jangan sampai selesai acara ini maka selesai pembahasan isu ini. Upaya membangun kesadaran publik terkait upaya perlindungan anak harus terus kita lakukan harus terus digaungkan,” pungkas Dyah Erti berpesan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya Dudi Mulyakusuma menjelaskan, sebagai institusi penegakan hukum sudah menyiapkan dan siap melaksanakan ketentuan hukum yang berlaku.

“Dengan dukungan, keseriusan dan upaya bersama, mudah-mudahan akan tercipta keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum, baik bagi korban maupun bagi pelaku,” ujar Dudi.

Komitmen dan dukungan senada juga disampaikan oleh Wakapolres Nagan Raya Kompol Sugeng Sugiarto. Kompol Sugeng menegaskan, bahwa institusinya siap bergerak bersama dan mendukung upaya perlindungan anak dari berbagai tindak kekerasan maupun kekerasan seksual.

Sementara itu, Ketua MPU Nagan Raya Tgk Hasbul Iman menegaskan, bahwa dalam Agama Islam telah mengingatkan, bahwa setiap orang dan setiap institusi memiliki tanggungjawab pada upaya perlindungan anak, bahkan sejak anak-anak itu belum terlahir ke muka bumi. Hal ini yang kemudian disadur oleh pemerintah terkait pencegahan stunting, yaitu memberikan perhatian serius pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Semoga forum ini menjadi sarana bagi kita untuk menyumbangkan saran dan masukan agar Aceh hadir menjadi contoh bagi dunia internasional dalam pelaksanaan hukum syariat dan hukum nasional,” ujar Tgk Hasbul Iman.

Ketua DPRK Nagan Raya Jonniadi, juga menegaskan komitmen dan dukungan lembaganya terkait upaya perlindungan terhadap anak-anak korban kekerasan dan kekerasan seksual.

“DPRK siap mendukung berbagai program pemerintah terkait upaya perlindungan anak. Saya sebagai pribadi, sebagai pimpinan DPRK dan Ketua Karang Taruna Nagan Raya, siap mendukung program pemerintah terkait upaya perlindungan anak,” ujar Jonniadi tegas.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Sekretaris Daerah Nagan Raya Ardhimarta ini, diakhiri dengan kunjungan ke rumah salah seorang anak korban kekerasan seksual di Nagan Raya. []

Pemerintah Aceh Canangkan Penghijauan di Dayah Perbatasan

0
Kegiatan menanam pohon di Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Humas Dinas Dayah)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, melakukan kegiatan menanam pohon dalam rangka Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Dayah Tahun 2021 di 4 Dayah Perbatasan Aceh yang dipusatkan di Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang.

Sekretaris DLHK Aceh Ir Anizar MP dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini terlaksana atas arahan dan dukungan dari Bapak Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT dan Bapak Sekda Aceh dr Taqwallah M.Kes, agar dapat melakukan penanaman pohon sebagai usaha penghijauan dalam lingkungan dayah, ujarnya.

Acara ini sendiri diikuti secara serentak melalui zoom meeting oleh Dayah Perbatasan lainnya seperti Dayah Darul Amin Aceh Tenggara, Dayah Minhajussalam Subulussalam dan Dayah Safinatussalamah Aceh Singkil, ujar Anizar yang berada di Dayah Manarul Islam Aceh Tamiang.

Anizar juga menjelaskan bahwa bibit tanaman yang diberikan diantaranya bibit sukun, sirsak, jengkol, pete dan mangga. Dengan maksud selain pohon-pohon tersebut memberikan penghijauan namun juga dapat dimanfaatkan hasilnya suatu saat nanti, karena buah-buah yang dihasilkan bernilai ekonomis.

Masing-masing Dayah mendapatkan ribuan bibit tanaman, seperti Dayah Darul Amin Aceh Tenggara mendapatkan 1500 batang, Dayah Minhajussalam Subulussalam mendapatkan 1000 batang, Dayah Safinatussalamah Aceh Singkil mendapatkan 1500 batang dan Dayah Manarul Islam Aceh Tamiang mendapatkan 490 batang bibit, imbuh Anizar.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH menyampaikan salam dari Bapak Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT dan Bapak Sekda Aceh dr Taqwallah M.Kes, seyogyanya mereka akan hadir dalam kegiatan yang mulia ini, namun karena ada sesuatu hal yang mendesak lainnya, maka beliau tidak dapat berhadir.

Namun dukungan dan motivasi terus diberikan kepada kita semua untuk melakukan hal-hal positif seperti sekarang ini yaitu kegiatan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Dayah.

Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terimakasih, Khususnya kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Kepala BPDASHL Krueng Aceh dan Kepala KPH Wilayah III Aceh atas perhatiannya terhadap penghijauan di Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang serta 3 dayah perbatasan lainnya, pungkas Zahrol.

Penanaman pohon yang akan kita laksanakan hari ini memiliki banyak fungsi, diantaranya fungsi perlindungan, estetika, dan manfaat ekonomi. Banyak sekali yang bisa diberikan oleh tanaman-tanaman mulia ini, maka kami sangat mengharapkan kepada warga dayah untuk dapat merawat dan menjaganya dengan sepenuh hati.

“Saya berpesan kepada warga dayah agar tanaman yang akan ditanam ini dapat dipelihara dan dijaga, agar nanti semuanya tumbuh dengan baik, dan memberikan dampak ekonomi kepada dayah dan seluruh masyarakat yang berada di sekitar kawasan ini,” harapnya.

Selanjutnya, Zahrol juga mengatakan menanam pohon juga bagian dari menjaga lingkungan, agar tidak terjadi longsor dan banjir. Lahan-lahan kita sudah sangat kritis, maka kini saatnya memperbaikinya kembali.

Di sini kita juga ingin menegaskan bahwa warga dayah tidak hanya ikut andil dalam program mencerdaskan anak bangsa, namun juga menjadi bagian dari menjaga lingkungan sekitar agar tetap hijau penuh dengan pohon-pohon yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, tegasnya.

Menanam dan merawat pohon adalah bentuk cinta kita terhadap bumi ini. Telah banyak yang sudah kita ambil dari alam. Sumber daya alam sangat melimpah untuk menyangga kehidupan kita. Bumi tentu tak meminta imbalan materi, namun sepantasnya lah kita merawat dan menjaganya agar tetap lestari.

Terakhir saya kembali mengajak semua kita untuk menanam dan merawat sebanyak-banyaknya pohon di lingkungan sekitar kita. Peroleh manfaatnya, lestarikan alamnya ya, tutupnya. []

Kapolda Aceh Undi Peserta Vaksinasi yang Dapatkan Hadiah Umrah

0
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S. H., M. M. yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM., MH. serta Irdam IM Brigjen TNI Niko Fahrizal, M. Tr. (Han). mengundi langsung peserta vaksinasi yang mendapatkan hadiah paket umrah gratis, Selasa (28/12/2021) saat peninjauan vaksinasi di Halaman Meunasah Desa Tungkop, Darussalam, Aceh Besar.

Dalam arahannya, Kapolda mengatakan, vaksinasi di Aceh sudah mulai meningkat, bahkan secara nasional sudah naik 2 peringkat, di mana sekarang berada di posisi 30 dari 34 Polda. Namun, peringkat tersebut masih berpeluang naik, mengingat masih ada Polres jajaran yang masih menggelar vaksinasi.

Kapolda juga mengutarakan kekhawatirannya perihal munculnya varian baru omnicron. Varian ini memang sama dengan Delta, namun penyebarannya lebih cepat.

Oleh karena itu, mantan Kapuslabfor Polri itu berharap, masyarakat yang belum vaksin agar segera melaksanakannya. Karena vaksin merupakan salah satu ikhtiar kita untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, tentunya juga dibarengi dengan pola hidup sehat.

Kemudian, ia juga menyebutkan, kalau Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang melakdnakan vaksinasi dunia akhirat, di mana selain mendapatkan nikmat sehat juga berkesempatan ke tanah suci lewat program “Vaksinasi Berhadiah Umrah.”

“Ini adalah inisiasi dari kami menyediakan 80 paket umrah, di mana 10 paket sudah dibagikan pada bulan Oktober, 30 paket pada November, dan hari ini di bulan Desember akan dibagikan sebanyak 40 paket,” sebutnya.

“Polda Aceh dan Kodam IM sudah bertekat untuk menyukseskan vaksinasi, sehingga pada akhir desember nanti target 70 persen bisa terpenuhi,” sebutnya lagi.

Selanjutnya, Kapolda yang didampingi Wakapolda, Irdam IM, Bupati Aceh Besar, dan PJU menyerahkan bantuan sosial berupa semabako secara simbolis, yang kemudian melaksanakan peninjauan vaksinasi dan pengundian penerima hadiah umrah gratis.

Adapun rincian penerima 40 paket umrah periode ke-3 ini adalah:

Katagori Babinsa, yaitu Sertu Lukman Hakim (Banda Aceh), Sertu Makmurtala (Aceh Utara), Serda Tri Susilo (Aceh Tamiang), Serda Darmawan (Gayo Lues), dan Koptu Selamat Romadani (Aceh Singkil).

Kemudian katagori Bhabinkamtibmas, yaitu Brigadir Husni Murya (Aceh Jaya), Bripka Hery Yanto (Lhokseumawe), Bripka Sugeng Purwanto (Lhokseumawe), Briptu Reni Fionita (Aceh Tenggara), dan Bripka Rizki Pahlawan (Aceh Timur).

Lalu untuk katagori wartawan adalah Subur Dani (Serambi), Mustajab (Kompas TV), dan M. Rizki Sitompul (Beritakini).

Selanjutnya, dari tenaga kesehatan (Nakes) berbagai instansi, yaitu Hendra Syahputraga (Bener Meriah), Aiptu Karsianto (Aceh Selatan), Sugiawan (Sabang), Juli Yana Wati, dan Bripda Tri Alif Rahmansyah (Subulussalam).

Untuk peserta vaksinasi dari masyarakat, nantinya akan diundi oleh 23 Polres/ta yang ada di jajaran Polda Aceh. []

Persiraja Banda Aceh Umumkan 6 Pemain Baru Jebolan PON Aceh

0
6 pemain baru yang akan mengisi kekosongan di tubuh Persiraja Banda Aceh. (Official site/Persiraja).

Nukilan.id – Persiraja Banda Aceh mulai mengenalkan pemain baru mereka sebagai tambahan amunisi menghadapi putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022.

Sebanyak enam pemain baru langsung diperkenalkan ke publik Aceh untuk mengarungi Liga 1 musim ini.

Keenam pemain tersebut merupakan jebolan tim PON Aceh yang berhasil meraih medali perak di PON XX Papua 2021 lalu.

Mereka adalah Yasvani (bek kanan), Rizky Yusuf (gelandang/bek kiri), Ridha Umami (gelandang), Khairil Anwar (gelandang), Alvin Halim (gelandang), dan Akhirul Wadhan (penyerang).

Keenam pemain itu dinilai sebagai pemain kunci Aceh di PON Papua 2021.

Sebelumnya, Persiraja Banda Aceh sudah melepas 10 pemain dan mendatangkan pemain baru untuk mengisi kekosongan tersebut.

Saat ini tim Persiraja masih berada di Banda Aceh, mereka sedang fokus melakukan persiapan.

Defri Riski dan kawan-kawan saat ini berlatih di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh.

Asisten pelatih, Akhyar Ilyas dan Pelatih fisik, Irwansyah memimpin latihan tim.

“Saya sangat senang bergabung dengan Persiraja, semua anak Aceh ingin bermain untuk tim ini. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik,” kata Yasvani Yusri, asal Kota Lhokseumawe seperti dikutip ponorogo terkini, Selasa (28/12/2021).

Hal senada disampaikan Akhirul Wadhan, Ia mendapatkan kesempatan mengawali debut tampil di Liga 1.

“Mohon doa dan dukungan semua, semoga kita bisa memberikan prestasi terbaik untuk Persiraja,” kata Akhirul. []

Soal Pj Gubernur Aceh, Akademisi: Indra Iskandar Lebih Cocok ke Provinsi Lain

0
Akademisi FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Firman. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Akademisi FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Firman menanggapi wacana agar Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Indra Iskandar dapat dipertimbangkan menjadi Penjabat Gubernur Aceh jelang Perhelatan Pemilu 2024 mendatang.

Dibandingkan di Aceh, menurut Firman Indra lebih cocok ke provinsi lain. Selain itu faktor kesukuan, meski Indra orang Aceh namun sosoknya kurang mengakar di masyarakat Aceh.

“Ini berbicara penerimaan masyarakat Aceh dan kemampuan dalam berkomunikasi lintas stakeholder di Aceh. Seperti diketahui Aceh berbeda dengan wilayah lain di Indonesia dimana Aceh merupakan wilayah post konflik dengan skala intensitas kerawanan yang lumayan tinggi disaat jelang pemilu. Sehingga dibutuhkan sosok lain yang lebih memiliki kapabilitas dan paham dalam manajemen wilayah post konfilk” tutur Firman kepada media, Selasa (28/12/2021).

Kemudian yang paling krusial, menurut Firman, melihat posisi Indra saat ini seharusnya yang bersangkutan tetap diarahkan utuk fokus mengurus sekretariat DPR RI. Bila diarahkan menjadi penjabat Gubernur yang bertugas mengelola daerah sekaligus mengkoordinasikan kepala daerah ditingkat kabupaten/kota, hal ini menurutnya tidak cocok.

“Analoginya bayangkan sekretaris dewan tiba tiba mendadak harus menjadi kepala bupati/walikota. Padahal yang bersangkutan terbiasa melayani kebutuhan partai politik,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, dikhawatirkan nantinya tata kelola pemerintahan jadi amburadul.

“Jadi secara kebutuhan untuk saat ini Indra lebih baik fokus urusi kesekertariatan di Sekjen DPR RI. Karena beban kerja Sekjen itu besar untuk mengurusi anggota dewan dari parpol saat ini,” pungkas Firman. []