Beranda blog Halaman 1880

Final Piala AFF 2020: Shin Tae-yong Bongkar Alasan Indonesia Dibantai Thailand 0-4

0
Ekspresi Shin Tae-yong di laga Timnas Indonesia vs Singapura di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021) malam WIB. (c) AP Photo

Nukilan.id – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap beberapa alasan di balik kekalahan dari Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2020. Paling tidak, ada tiga alasan yang diucapkan Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia harus menyerah dari Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2020, Rabu (29/12/2021) malam WIB. Pada duel di National Stadium itu, Skuad Garuda kalah dengan skor sangat telak yakni 4-0 dari Thailand.

Gol-gol Thailand dicetak oleh Chanathip Songkrasin (2 gol), Supachok Sarachat, dan Bordin Phala. Indonesia, walau punya beberapa peluang, tetapi tidak cukup berbahaya di depan gawang Thailand.

Alasan Indonesia Kalah

Menurut Shin Tae-yong, alasan pertama Indonesia kalah dari Thailand adalah soal pengalaman. Indonesia dihuni banyak pemain muda. Mayoritas pemain belum pernah merasakan laga final dengan tekanan setinggi Piala AFF.

“Kami menyiapkan tim dengan baik hingga ke final. Tapi, bagaimana pun ada banyak pemain yang memainkan final pertamanya pada laga ini,” kata Shin Tae-yong.

Alasan kedua, Indonesia kebobolan gol cepat dari aksi Chanathip. Pemain berusia 28 tahun itu mencetak gol pada menit ke-2. Situasi itu membuat Indonesia kesulitan untuk bangkit dari tekanan.

“Kami kebobolan gol yang sangat cepat, begitu babak pertama baru dimulai langsung gol. Situasi itulah yang lantas mempersulit kami sendiri,” ucapnya.

Gagal Manfaat Peluang Mencetak Gol

Selanjutnya, Shin Tae-yong menyebut pemain Indonesia gagal memanfaatkan momen yang didapat. Pada menit ke-41, ada peluang emas yang didapat Alfeandra Dewangga. Tapi, momen ini gagal menjadi gol.

“Peluang Dewangga kami tidak bisa cetak gol dari momen itu sehingga kami sulit untuk bangkit,” tegasnya.

Selain peluang yang didapat Dewangga, praktis Indonesia lebih banyak berada dalam tekanan Thailand pada babak pertama. Lalu, pada babak kedua, saat tekanan Thailand mengendur, Indonesia sudah kehilangan ritme permainan dan fokus.

Jadwal Final Leg Kedua

[bolanet]

Polda Aceh Terima Surat Permohonan Penghentian Penyelidikan Kasus Tgk Ni

0
Kabid Humas Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si., (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah menerima surat yang dilayangkan oleh Jubir KPA Pusat Azhari Bin Ibrahim tentang permohonan penghentian penyelidikan kasus pengibaran bendera bintang bulan di Lhokseumawe pada tanggal 4 Desember lalu, yang berujung pemanggilan saudara Zulkarnaini Bin Hamzah atau Tgk Ni.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam keterangan persnya, Rabu (29/12/2021) di Mapolda Aceh.

Winardy menjelaskan, dalam surat permohonan tersebut, kata Winardy, mereka menyebutkan beberapa pertimbangan, yaitu:

1. Bahwa sesuai MOU Helsinki perdamaian Aceh adalah salah satu amanah yang harus kita pertahankan demi kemajuan masyarakat Aceh.

2. Permasalahan kontroversi masalah bendera dan lambang Aceh akan dicarikan solusi secara bersama-sama antara pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.

3. Bahwa sampai saat ini status bendera Aceh masih dalam ranah politik dan bersatu Quo, sehingga belum dapat dibawa ke ranah hukum.

4. Qanun Aceh nomor 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang masih tercatat dalam lembar daerah Aceh sehingga menurut pendapat kami masih sah secara hukum.

5. Juga siap membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Wilayah Aceh.

Setelah menerima surat permohonan tersebut, sebut Winardy, Polda Aceh akan melaksanakan gelar perkara untuk menerapkan restrorative justice dan penyelidikan kasus dihentikan.

Langkah tersebut diambil karena Polda Aceh sangat menghargai perdamaian yang selama ini berjalan sesuai Memorandum Of Understanding (MoU) Helsinki, yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 lalu.

Selain itu, kata Winardy, langkah tersebut dilakukan karena jaminan berbagai pihak, serta adanya surat permohonan penghentian penyelidikan yang diajukan oleh Jubir KPA Pusat Azhari Bin Ibrahim.

“Setelah adanya jaminan dan konsultasi dari beberapa tokoh Aceh serta adanya upaya dan surat permohonan penghentian penyelidikan, maka kita juga mempertimbangkan agar kasus itu bisa diselesaikan secara restorative justice,” kata Winardy, menepis isu bahwa Polda Aceh mendiskriminasikan pengibaran bendera bintang bulan.

Namun demikian, Winardy meminta agar hal serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari. Karena bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan perdamaian Aceh.

Winardy juga mengimbau agar masyarakat Aceh cerdas dalam menyikapi isu-isu yang berkembang agar kondusifitas keamanan bisa kita jaga dan untuk menghilangkan stigma negatif terhadap Aceh.

“Stigma negatif itu harus kita hilangkan dan menjadikan Aceh sebagai daerah yang sejuk dan damai bagi investor demi kemakmuran masyarakat di masa yang akan datang,” tutup Winardy. []

Reses DPR-RI, Rafli Sambangi Kantor BPKS Sabang

0
(Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Rafli sambangi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dalam rangka kunjungan Reses di Kota Paling Barat Indonesia itu.

Kedatangan anggota Komisi VI tersebut diterima langsung Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain diruang kerjanya di Jl. T. Panglima Polem, Desa Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (28/12/2021).

Dalam kesempatan itu, Rafli menyampaikan bahwa, Kota Sabang atau familiar dikenal dengan Pulau Weh ini pernah menjadi jalur maritim ekonomi dunia.

“Hal ini setidaknya menjadi motivasi awal kita bersinergi dalam upaya meraih kembali market dunia di jalur selat malaka,” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Senada dengan itu, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pihaknya akan berupaya maksimal, walaupun dengan anggaran yang sangat terbatas pada tahun 2021 ini. Menurutnya, membangun Kawasan Sabang butuh sinergi dan terintegrasi secara utuh.

“Sebagai mitra, kita sangat berterimakasih atas perhatian serius anggota Komisi VI DPR RI, Bapak Rafli,” ucap Iskandar.

Selain itu, dia menjelaskan, BPKS memiliki Pelabuhan CT-1 dan CT-3 dengan kedalaman alami mencapai 22 meter merupakan salah satu daya tarik utama bagi calon investor untuk dikembangkan sebagai pelabuhan hubungan internasional.

“Harapan kita pada masanya Pelabuhan tersebut mampu melayani kapal peti kemas berukuran 10.000 twenty-foot equivalent unit (TEUs) sehingga menjadi pintu masuk arus logistik ke wilayah Indonesia Barat,” ungkap Iskandar.

Hadir dalam pertemuan kemitraan itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Rafli didamping Tenaga Ahli DPR-RI, dan Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain dan bersama sejumlah Pejabat BPKS. []

DPMPTSP Aceh Pilih Pegawai Terbaik Tahun 2021

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marthunis, ST, DEA mengumumkan pegawai DPMPTSP Aceh terbaik tahun 2021 dalam rapat kerja Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) itu,  yang digelar di Alfa Momong Bach Resort, Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (28/12/2021).

“Kita melakukan evaluasi kinerja tahun 2021 dan rencana kinerja yang lebih baik pada tahun 2022, termasuk mengevaluasi kinerja seluruh pegawai DPMPTSP Aceh,” ungkap Marthunis seusai menyerahkan Piagam Penghargaan kepada 12 pegawai terbaiknya itu.

Ia menjelaskan, pemilihan dilakukan terhadap empat kategori; kategori pejabat eselon III, pejabat eselon IV, staf pegawai negeri (ASN), dan tenaga kontrak, terbaik. Pemilihan dilakukan bertahap. Tahap Pertama, penilaian kinerja dilakukan Kepala bidangnya masing-masing. Setiap bidang mengusulkan satu pegawai terbaiknya untuk setiap kategori yang ditetapkan.

Usulan dari sembilan bidang kerja yang ada di DPMPTSP Aceh itu menjadi kandidat pegawai terbaik dalam list google form untuk kemudian dipilih secara online. Pada pemilihan tahap kedua ini berlaku ketentuan: kepala bidang dan pegawai tidak dibenarkan memilih pejabat, staf, dan tenaga kontrak, yang diusulkan bidang mereka sendiri, jelas Marthunis.

Hasil pemilihan tahap kedua tersebut, lanjutnya, jumlah kandidat dalam list google form menciut menjadi tiga terbaik atau tiga besar untuk setiap kategori, yakni tiga pejabat eselon III, tiga pejabat eselon IV, tiga staf pegawai, dan tiga tenaga kontrak terbaik. Pada tahap kedua ini semua pegawai dan tenaga kontrak sudah ikut memilih, one man one vote.

Selanjutnya, tiga terbaik itu dipilih lagi oleh semua pegawai dan tenaga kontrak DPMPTSP Aceh untuk mendapatkan ranking terbaik pertama, kedua, dan terbaik ketiga. Proses pemilihan tiga tahap tersebut, menurut Marthunis, dapat mecegah bias atau subjektifitas personal. Yang terpilih merupakan hasil penilaian semua pegawai, tegasnya.

“Mereka yang terpilih itu, hasil penilaian atasannya, bawahannya, teman kerja bidangnya dan teman kerja antarbidang. Ia dinilai memiliki leadership yang baik, komunikasinya baik, interaksi sosialnya baik, dan tentu saja memiliki kinerja yang baik pula,” tutur Marthunis lagi.

Selanjutnya Marthunis mengatakan, pejabat, pegawai, maupun tenaga kontrak, terbaik atau terfavorit itu memiliki tangung jawab besar untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. Sementara yang belum berkesempatan terpilih diminta tetap bekerja dengan baik dan melakukan yang lebih baik pada tahun 2022.

“Kita akan melakukan pemilihan pejabat, pegawai negeri, dan juga tenaga kontrak, terbaik di DMPTSPA Aceh setiap tahun. Bila tahun ini belum terpilih, kesempatan terpilih masih terbuka lebar pada tahun berikutnya,” tambah Marthunis.

Berikut nama-nama pegawai DPMPTSP Aceh terbaik atau terfavorit tahun 2021 untuk masing-masing kategori. Kategori Pejabat Esselon III : terbaik I, Marzuki, SH; terbaik II, Saifullah (Abdulgani), S.ST, M. Kes; dan terbaik III, Rahmadhani, S.Pd, M.Bus.

Kategori Pejabat Esselon IV: terbaik I, Aridansyah Putra, SE ; terbaik II, Ayu Sri Rezeki, S.STP, MM; dan terbaik III, Riadi Husaini, MA. Sementara kategori Staf Pegawai Negeri Sipil: terbaik I, Nurul Afriani, SE ; terbaik II, Julpansyah, S.Sos ; dan terbaik III, Nora Feri, S.Sos. Sedangkan Kategori Staf Tenaga Kontrak: terbaik I, Zulfahmi, A.Md, ; terbaik II, Cut Eliza Mutia, SE, M.Si, ; terbaik III, Elfian Hendri.

Hadir dalam rapat evaluasi kinerja tersebut, selain Marthunis sendiri selaku Kepala DPMPTSP Aceh, juiga semua pejabat eselon III, pejabat eselon IV, Kuasa Pengguna Anggaran tahun 2021, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Bendahara, dan sejumlah staf teknis pendukung rapat evaluasi yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB itu. []

Tok, 9 Fraksi DPR Aceh Terima 4 Raqan Jadi Qanun Aceh

0
Sidang Paripurna DPRA. (Nukulan.id)

Nukilan.id – Hasil akhir penyampaian pandangan 9 Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam sidang paripurna dapat menerima Rancangan Qanun Aceh untuk dijadikan sebagai Qanun Aceh.

Hal ini disampaikan oleh masing-masing Juru bicara Fraksi DPR Aceh pada pendapat Akhir Fraksi Rapat Paripurna ke 3 Masa Persidangan III di aula utama DPR Aceh Rabu, (29/12/2021).

Adapun 9 Fraksi DPRA yang menerima Rancangan Qanun Aceh tentang Program Legislasi Aceh Prioritas Tahun 2021 yaitu, Partai Aceh (PA), Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nanggroe Aceh (PNA), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)-Partai Daerah Aceh (PDA) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Rancangan Qanun Aceh yang diterima dan disetujui untuk ditetapkan sebagai qanun Aceh, diantaranya.

  1. Qanun Aceh Tentang Induk Pembangunan Pariwisata Aceh
  2. Qanun Aceh Tentang Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan
  3. Qanun Aceh Tentang Perubahan Atas Qanun No 10 Tahun 2021 tentang Baitul Mal
  4. Qanun Aceh Tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Rakyat Aceh.

Sementara Terkait dengan 2 (dua) Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanahan, dan Rancangan Qanun Aceh tentang Tentang Hak-hak Sipil dan Politik, berpandangan perlu dan pentingnya qanun tersebut untuk dapat ditetapkan menjadi Qanun Aceh pada tahun 2022.[irfan]

BSI Komit Kembangkan UMKM Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional

0
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi saat mengunjungi pelaku UMKM di Aceh. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Komitmen nyata perseroan mengembangkan pelaku UMKM melalui BSI UMKM Center pun seiring program pemerintah pusat dalam upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. Di mana stimulus ekonomi di antaranya difokuskan pada segmen usaha tersebut.

Bagi BSI sendiri, telah menyalurkan pembiayaan untuk segmen UMKM mencapai Rp38,3 triliun secara nasional dengan kualitas pembiayaan yang sangat baik. Nilai tersebut sekitar 23% dari total portofolio pembiayaan BSI.

Adapun khusus untuk provinsi Aceh, penyaluran pembiayaan BSI ke sektor UMKM sudah mencapai Rp6,9 triliun. Jumlah itu sekitar 46% dari total portofolio pembiayaan yang disalurkan BSI di Aceh. Hal ini menandakan keseriusan perseroan dalam mendorong kemajuan usaha kerakyatan.

Terkait hal itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pihaknya memang ingin berperan aktif sebagai salah satu katalisator pemulihan ekonomi nasional. BSI berupaya hadir mendorong perekonomian di berbagai sektor tak terkecuali segmen UMKM.

“Alhamdulillah ini menjadi bukti nyata kehadiran BSI dapat membawa kemaslahatan di berbagai sektor. Karena memang salah satu tujuan kami adalah memperkuat ketahanan ekonomi secara syariah tak terkecuali dengan mendorong pertumbuhan segmen UMKM sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya menekankan.

Ke depan, perseroan berkomitmen terus memperkuat pembiayaan ke sektor UMKM sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo agar BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, dapat mendukung pengembangan UMKM di Tanah Air. Tentunya agar perekonomian masyarakat meningkat.

Hery pun menambahkan, untuk meningkatkan pengembangan UMKM, BSI nantinya akan kembali membangun UMKM Center di beberapa wilayah lain di Tanah Air. BSI UMKM Center juga memberikan pelatihan kepada UMKM untuk memodernisasi bisnis dengan memanfaatkan sosial media sebagai wadah pemasaran.

Selain itu, BSI juga membuat portal khusus untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM binaan BSI UMKM Center. Portal tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar pelaku UMKM agar mampu mendukung pengembangan bisnisnya yang pada akhirnya dapat pula menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ke depan, kami pun akan lebih mengaktifkan peran BSI UMKM Center dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada UMKM. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai co-working space bagi pelaku usaha dan sarana inkubasi para pelaku UMKM,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (“Bank Syariah Indonesia”) adalah bank hasil penggabungan dari tiga bank Syariah  milik BUMN yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk. yang mulai  beroperasi pada 1 Februari 2021. Penggabungan ini menyatukan kekuatan ketiga bank syariah tersebut dan  bertujuan untuk mengoptimalkan potensi keuangan dan ekonomi syariah Indonesia yang besar.

Didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui Kementerian  BUMN, Bank Syariah Indonesia memiliki visi untuk menjadi salah satu dari 10 bank Syariah terbesar di dunia dari  sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.

Bank Syariah Indonesia berstatus sebagai perusahaan terbuka yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek  Indonesia (ticker code: BRIS). Pasca merger, Bank Syariah Indonesia adalah bank syariah terbesar di Indonesia. Per Juni 2021, Bank Syariah Indonesia memiliki total aset mencapai sekitar Rp247,3 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 216 triliun, serta total pembiayaan Rp161 triliun.

Dengan kinerja finansial tersebut, Bank Syariah Indonesia masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia  dari sisi aset. Dari sisi jaringan, Bank Syariah Indonesia didukung oleh lebih dari 1.500 outlet dan lebih dari 2.400  jaringan ATM yang tersebar di seluruh Nusantara.

Seluruh aset dan kekuatan ini akan dioptimalkan Bank Syariah Indonesia untuk memberikan layanan dan produk  finansial syariah yang lengkap dalam satu atap untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan nasabah dari  berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale, dan korporasi baik dalam maupun luar negeri.

Sehubungan dengan telah dilakukannya migrasi sistem terhadap ke 3 (tiga) Bank Syariah milik Himbara yaitu Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk maka kode bank tujuan transfer bagi ke-2 (dua) Bank ex-Legacy BNIS (427) & BRIS (422) telah ditutup dan penamaan kode bank ex legacy BSM/BRIS/BNIS berubah menjadi BSI dengan kode bank 451. Nasabah dapat menghubungi call centre Bank Syariah Indonesia 14040 apabila terdapat keluhan transaksi.

Reporter: Hadiansyah

BSI Luncurkan UMKM Center di Aceh

0
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (tengah) bersama Wali Nanggore Aceh Paduka Yang Mulia Tengku Malik Mahmud Al Haythar (kanan) dan Staff Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan Iskandar Syukri (kiri) saat meresmikan UMKM Centre di Banda Aceh, Kamis (29/12). Foto: Ist

Nukilan.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI UMKM Center di Provinsi Aceh sebagai dukungan nyata bank syariah terbesar di Tanah Air tersebut dalam mengembangkan usaha rakyat yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam kunjungannya ke Provinsi Aceh yang salah satu agendanya meresmikan UMKM Center ini mengatakan, fasilitas dan layanan tersebut akan menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam mendapatkan pelatihan, pembinaan, pembiayaan hingga membantu proses pemasaran produk.

Dengan demikian diharapkan pelaku UMKM yang memanfaatkan program tersebut dapat meningkatkan skala usahanya. Di antaranya melalui optimalisasi potensi bisnis hingga dukungan proses digitalisasi usaha.

“Kami berharap UMKM Center di Aceh ini dapat memperkuat kehadiran BSI sekaligus bermanfaat untuk meningkatkan kelas bagi UMKM di Aceh melalui berbagai program pembinaan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnisnya secara modern, terdigitalisasi bahkan mampu memasuki pasar global,” kata Hery optimistis.

Hery pun menegaskan kehadiran UMKM Center di Aceh merupakan bagian dari upaya BSI meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha di segmen tersebut. Sehingga terbentuk suatu ekosistem UMKM Indonesia yang unggul dan berkualitas.

Visi besar BSI untuk mendukung pengembangan pelaku UMKM beralasan kuat. Hery menjabarkan bahwa UMKM menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Kontribusi segmen UMKM mencapai 61,07% atau senilai Rp8.573,89 triliun. Segmen UMKM mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi di Indonesia.

Secara nasional, jumlah pelaku UMKM pun mencapai 99% dari total usaha di Indonesia. Di Banda Aceh sendiri terdapat kurang lebih 16.950 unit UMKM.

“Bayangkan jumlah UMKM yang ada di seluruh Aceh, digabung dengan potensi bantuan pengembangan dari BSI dan impact-nya untuk kemaslahatan masyarakat Aceh. Karena itulah hari ini kita berkumpul disini meresmikan UMKM Center sebagai salah satu bentuk dukungan BSI untuk pengembangan UMKM di Aceh. BSI dan UMKM tidak bisa dipisahkan, BSI dan UMKM itu senafas dan seirama,” pungkasnya. []

Reporter: Hadiansyah

Warga Meuraxa Banda Aceh Temukan Bayi Dalam Kardus, Diduga Dibuang Orangtuanya

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Warga Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh digegerkan dengan penemuan bayi perempuan berumur 3 bulan pada Rabu (29/12/2021) sekitar pukul 05.30 WIB pagi.

Bayi tersebut ditemukan dalam kotak kardus di pinggir jalan yang berdekatan dengan rumah seorang warga di Gampong Lampaseh.

Saat dikonfirmasi Nukilan.id, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Ryan Citra Yudha membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.

“Iya benar, kami dapat informasi tadi pagi, ditemukan oleh warga setempat,” kata AKP Ryan.

Kata dia, menurut saksi mata yang pertama kali menemukan, bahwa bayi itu dimasukkan ke dalam kardus lengkap dengan perlengkapannya, kemudian ditinggalkan oleh pelaku.

Saat ini bayi tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya. Polisi juga akan berkoordinasi dengan dinas sosial terkait penanganan bayi tersebut.

“Kita dari kepolisian juga masih melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi malang itu. Dan kita menduga bayi itu sengaja dibuang oleh orangtuanya,” ungkap AKP Ryan.

Reporter: Hadiansyah

Beredar Kabar 5 Kadis Lingkungan Setda Aceh di Non-Jobkan

0
Kantor Gubernur Aceh. (Foto: DOk.ist)

Nukilan.id – Beredar kabar miring tentang 5 kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang dinonjobkan. Kabar itu, sekaligus menyebut akan ada pergantian kepala Dinas sebelum tanggal 5 Januari 2022.

Kelima kepala SKPA yang disebut-sebut adalah Kepala Dinas Pangan Aceh, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Kepala Badan Kebangsaan dan Politik Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga.

Hingga berita ini di Tayang, Kepala Biro Humas Iswanto belum dapat dihubungi, begitu juga Juru Bicara Pemerintah Muhammad MTA tidak mengangkat telepon dan belum membalas Whatshap saat dikonfirmasi.

Namun, Kepala Disperindag Aceh Tanwier Mahdi saat dihubungi belum mendengar ada kabar nonjob tersebut.

“Kapan infonya berkembang?, saya belum tahu,” tanya Tanwir atau biasa disapa Baong, Rabu 29 Desember 2021.

Kajati Aceh Beri Penghargaan Kepada Satuan Kerja Terbaik

0
(Foto: Penkum Kejati Aceh)

Nukilan.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Dr Muhammad Yusuf, SH, MH resmi menutup kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kejati Aceh tahun 2021, Rabu (29/12/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual (zoom meeting) selama 2 hari dipusatkan di aula Kejaksaan Tinggi Aceh ini diikuti oleh para Asisten, Kabag TU, para Koordinator, 23 Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) dan 2 Kepala Cabang Kejaksaan Negeri serta para Pejabat Eselon IV.

Dalam arahannya sebelum menutup Rakerda tahun 2021, Kajati Aceh meminta kepada para masing masing Satuan Kerja (Satker) agar segera menyusun capaian kinerja tahun berjalan serta menyusun dan menentukan kebutuhan Riil tahun 2023.

“Dan juga segera menyiapkan TOR dan RAB dari masing-masing usulan kebutuhan tahun 2023,” pinta Kajati Aceh.

Di akhir kegiatan, Kajati juga mengumumkan satuan kerja terbaik dan memberikan penghargaan khusus publikasi tahun 2021, yaitu:

  1. Penghargaan Satuan Kerja terbaik diberikan kepada:
  1. Kejari Aceh Utara
  2. Kejari Aceh Besar
  3. Kejari Aceh Barat Daya

B. Penghargaan publikasi melalui media cetak/online:

  1. Kejari Sabang
  2. Kejari Bireuen
  3. Kejari Lhokseumawe

C. Penghargaan publikasi melalui media sosial:

  1. Kejari Bireuen
  2. Kejari Aceh Barat Daya
  3. Kejari Lhoksemawe

D. Penghargaan konten kreati terbaik:

  1. Kejari Aceh Barat