Beranda blog Halaman 1840

Aceh Barat Kembali Jadi Juara Umum Banteng Cup 2022

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, kontingen bulu tangkis dari Kabupaten Aceh Barat kembali menjadi juara umum di Turnamen Badminton Banteng Cup II 2022.

Juara umum Banteng Cup 2019 ini mengambil 4 trofi juara dari 14 final yang dilaksanakan pada hari Sabtu malam (22/01/2022) di GOR KONI Aceh, Kuta Alam.

Turunnya jumlah trofi yang didapatkan PB Teuku Umar Aceh Barat dari sebelumnya 7 trofi, membuktikan bahwa kekuatan atlet badminton di Aceh sudah merata.

Dalam seremoni penutupan acara, Ketua PDI Perjuangan Provinsi Aceh Muslahuddin Daud mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh atlet dan legenda badminton yang ada di Aceh, yang telah memberikan dorongan agar turnamen ini bisa terlaksana dengan tujuan agar adanya regenerasi atlet bulutangkis.

Bang Mus juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh atlet yang sudah mendaftar dan bertanding dengan fair play di dalam banteng Cup II 2022.

“Ajang ini adalah merupakan ajang pencarian bakat, yang mudah-mudahan talenta-talenta yang dimiliki Aceh nantinya bisa berkiprah di kancah nasional bahkan internasional,” katanya dengan penuh semangat.

Muslahuddin menutup pidatonya dengan harapan kepada seluruh insan olaharaga terutama PBSI agar program-program pembinaan terhadap pebulutangkis dapat dilanjutkan sebaik-baiknya sehingga melahirkan atlet-atlet Aceh yang bisa membanggakan daerah.

Dia menyebut bahwa ajang ini merupakan ajang silaturahmi kita bersama untuk bergerak serempak memperjuangkan Indonesia Raya.

Dalam seremoni ini juga, atlet veteran bulu tangkis Aceh era 80-an, Rusfandi ikut memberikan testimoni. Rusfandi yang mewakili atlet dan penggemar bulutangkis dari seluruh Aceh memberikan apresiasi kepada Muslahuddin Daud dan PDI Perjuangan Aceh atas dilaksanakannya turnamen badminton Banteng Cup 2022 dan mengharapkan agar ke depan kejuaraan ini dapat dilaksanakan lagi.

Rusfandi mengakhiri testimoninya dengan memekikkan salam khas PDI Perjuangan “Merdeka!” sebanyak tiga kali.

Kejuaran Banteng Cup II 2022 merupakan agenda tahunan PDI Perjuangan Aceh yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun partai. Turnamen badminton terbesar di Aceh tersebut mempertandingkan 14 pertandingan final yang didominasi atlet-atlet yang berasal dari kota Banda Aceh, Pidie, Medan, Langsa, Tamiang, Meulaboh, Lhokseumawe dan Aceh Barat Daya, untuk memperebutkan hadiah total senilai 120 juta rupiah.

Berikut hasil final Turnamen Badminton Banteng Cup II 2022:

1. Tunggal Usia Dini Putra

Juara 1 : M. Ghaisan Althaf (PB Pratama Langsa)

Juara 2 : Dzidan Arkana (Angsapura Medan)

Juara 3 Bersama::

  • Muhammad Alfahri (Pratama Langsa)
  • Faiz Mubasyir (Meutuah Badminton Club Banda Aceh)

2. Tunggal Usia Dini Putri

Juara 1 : Erlis Nur Faizah (Perosa Junior Badminton Club Aceh Tamiang)

Juara 2 : Alya Yusravina (PB. Angsapura Medan)

Juara 3 Bersama:

  • Nafrisha Febrianti Sarif (PB. Juwita Tanjung Morawa Medan)
  • Maratul Maula (PB. SIMPAGA Aceh Utara)

3. Tunggal Anak-Anak Putra

Juara 1 : Shane Marco Raphael (PB. Teuku Umar Meulaboh)

Juara 2 : Diego Vorlan Louse ( PB. Teuku Umar Meulaboh)

Juara 3 Bersama:

  • Subhan Af Lubis (PB. Angsapura Medan)
  • Dzaki Zulkarnaen Nasution (PB. Angsapura Medan)

4. Tunggal Anak-Anak Putri

Juara 1 : Anggraeni Mareta LR (PB. Teuku Umar Meulaboh)

Juara 2 : Nadia Anggraeni Sarif ( PB. Juwita Tanjung Morawa)

Juara 3 Bersama:

  • Alvira Thalita Lani (PB. Angsapura Medan)
  • Vezya Alisya (PB. Teuku Umar Meulaboh)

5. Tunggal Pemula Putra

Juara 1 : Farhan Abrar (PB. Pasha Jaya Banda Aceh)

Juara 2 : Rafli Al Bukhori ( PB. Angsapura Medan)

Juara 3 Bersama:

  • Yoga Gustisyah (PB. Teuku Umar Meulaboh)
  • Adli Al Habib Syarif Purba (PB. Juwita Tanjong Morawa)

6. Tunggal Pemula Putri

Juara 1 : Ayu Wulandari Zein (PB. Indocafe Medan)

Juara 2 : Nayyara Eflianda (PB. Pasha Jaya)

Juara 3 Bersama:

  • Nur Valent Febrianti (PB. Tapak Naga)
  • Syifa Rossa Chayara (PB. Indocafe Medan)

7. Tunggal Remaja Putra

Juara 1 : Zulfan Azhariva (PB. Indocafe Medan)

Juara 2 : Dhafa Rizki Ramadhan (PB. Angsapura Medan)

Juara 3 Bersama:

  • Taruna Kesuma AP (PB. Teuku Umar Meulaboh)
  • Enzo Marisca Liangga (PB. Teuku Umar Meulaboh)

8. Tunggal Remaja Putri

Juara 1 : Nazura Trisyah (PB. Teuku Umar Meulaboh)

Juara 2 : Fransiska Pray Adventri Sitopu ( PB. Angsapura Medan)

Juara 3 Bersama:

  • Maysarah Barus (PB. Angsapura Medan)
  • Della Ramadhani (PB. Teuku Umar Meulaboh)

9. Tunggal Taruna Putra

Juara 1 : Marsyahdid Nabil Mudzaffar (PB. Angsapura Medan)

Juara 2 : Aria Baihaqqi (PB. Indocafe Medan)

Juara 3 Bersama:

  • Ivan Aditya Gunawan Hsb (PB. Indocafe Medan)
  • Yosua Habonaron Hutagalung (PB. Indocafe Medan)

10. Ganda Dewasa Putri

Juara 1 : Adelia Safrita + Shanda Amaliza (PB. Jayapura Medan)

Juara 2 : Sekar Dyah Ayu + Syaibah Hani Chandra (Jayapura + Galaxy)

Juara 3 Bersama:

  • Sabila Yanis + Silvia Elda Murni ( PB. Teuku Umar Meulaboh)
  • Agustiani + Silvi Kartika (PB. Angsapura + Samudra)

11. Ganda Dewasa Putra

Juara 1 : Angga Oktavianis LR + Rijalur Akbar (PB. Teuku Umar Meulaboh)

Juara 2 : M Abbiyu Daffa + Rizki Nasution (PB. Pratama Langsa)

Juara 3 Bersama:

  • Ananda Kesuma AP + Muhammad Iqbal (RDK BC + Teuku Umar)
  • M Reza + Muhammad Renaldi (PB Juang Galaxy Bireun)

12. Ganda Veteran Putra 85

Juara 1 : Dedi Taprian + Agus Wandi (PB BANTENG Banda Aceh)

Juara 2 : Ade Hariady + Zulfadly (PB. Galak-galak Banda Aceh)

Juara 3 Bersama:

  • Rodi + Zulfan (RDK BC Abdiya)
  • Denny Tristiawan Eddwi Kurnianto (Polda Aceh, Banda Aceh)

13. Ganda Veteran Putra 95

Juara 1 : Muammar Qadavi + Surnanda (RDK BC Abdya)

Juara 2 : Fazli + Irwansyah Putra (PB. Bima Star Banda Aceh)

Juara 3 Bersama:

  • Iqbal + Nafis (PB Galak-Galak Banda Aceh)
  • Rizalsyah + Saiful Bahri (All Star Sigli)

14. Ganda Eksekutif 100+

Juara 1 : Hermawanto + Irwandi (Bank BSI Area Lhokseumawe)

Juara 2 : Irfan Syahputra + T Muhammad Khairul (PB. Mitra Jaya)

Juara 3 Bersama:

  • Samsul Kamar + Zulfriadi (Satria Meuredu, Pidie Jaya)
  • Ajisyah + Muhammadh (Perseorangan)

15. JUARA UMUM PB. Teuku Umar Meulaboh

Diduga Nyabu dan Berkhalwat, 5 Orang Diamankan Satpol PP-WH Banda Aceh

0
Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh mengamankan lima orang muda-mudi yang diduga memiliki dan menggunakan narkotika jenis sabu di Jalan Ulee Lheue arah menuju Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Ardiansyah, S.STP, M.Si dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (24/1/2022).

Kata dia, kronologi penangkapan tersebut berawal saat anggotanya melakukan patroli rutin di sejumlah kawasan objek wisata di Banda Aceh. Dan pada saat melintasi Jalan Ulee Lheue menuju ke arah Gampong Jawa itu terlihat satu unit mobil jenis Toyota Avanza dengan geliat yang mencurigakan sedang berhenti dipinggir jalan.

”Menurut keterangan anggota kita tadi di lapangan, bahwa dalam mobil itu di depan 2 orang berpasangan, 1 orang laki-laki di tengah dan 2 lagi berpasangan di belakang, dan yang sedang menggunakan sabu-sabu itu yang di tengah. Sedangkan satu orang pria lagi kabur,” sebut Ardansyah.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, dalam perkara itu pihaknya telah mengamankan lima orang terduga, yaitu berinisial HI (24) asal Pulau Aceh, HRS (37) asal Banda Aceh, AM (18) asal Lhokseumawe, PF (23) asal Langsa, dan S (19) asal Pidie.

Kelima muda-mudi itu, kata dia, kini telah kita serahkan ke pihak Satresnarkoba Polresta Banda Aceh untuk ditindaklanjuti.

“Karena selain diduga melakukan khalwat, mereka juga terindikasi menggunakan narkoba, makanya kita serahkan ke pihak kepolisian, jadi bukan wewenang kita untuk melakukan penyelidikan,” pungkas Ardiansyah.

Reporter: Hadiansyah

Rizki Alif Maulana Terpilih Sebagai Ketua HMI Banda Aceh

0
Foto Bersama Pengurus HMI Cabang Banda Aceh dan Komisariat usai Konfercab Ke-XXXVIII

Nukilan.id – Konferensi cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Banda Aceh Ke-XXXVIII resmi dinyatakan telah selesai pada senin dini hari pukul 02.47 WIB. Sebelumnya, forum sempat di tunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan dikarenakan forum sidang tidak lagi kondusif untuk dilanjutkan.

Namun, pada Minggu (23/1/2022) forum sidang resmi di buka kembali di Aula Insan Cita Kantor HMI Cabang Banda Aceh dengan dihadiri oleh peserta delegasi HMI komisariat se-kawasan Banda Aceh yang telah dinyatakan legal oleh panitia penyelenggara.

Youra Setyawan, selaku ketua panitia pelaksana KONFERCAB Ke-XXXVIII HMI Cabang Banda Aceh mengatakan bahwa kejadian sebelumnya yang membuat forum di tunda adalah bagian dari dinamika forum.

“Untuk itu, kami dari tim panitia menyurati kembali para delegasi utusan komisariat untuk melanjutkan agenda KONFERCAB Ke-XXXVIII secara resmi dan sah menurut aturan yang berlaku yang telah disepakati bersama sebelumnya,” kata Youra Setyawan dalam keterangannya kepada Nukilan.id Senin, (24/01/2022).

Selanjutnya, Shiddiq Mubarak selaku pimpinan sidang mengatakan ”Selamat dengan berakhirnya forum musyawarah ini, HMI Cabang Banda Aceh hari ini telah menemukan sosok yang baru dan siap memimpin 17 komisariat dikawasan Banda Aceh.

Ia berharap kepada ketua yang terpilih untuk segera melakukan rekonsiliasi internal ditubuh HMI Cabang Banda Aceh, karena HMI membutuhkan kebersamaan dalam menjalankan satu periode kedepan.” pungkas Shiddiq.

Afzalul Zikri selaku Ketua Steering Committee KONFERCAB Ke-XXXVIII HMI Cabang Banda Aceh menambahkan, Forum Konfercab telah terlaksana sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta sudah sesuai dengan tata tertib yang berlaku.

Dari masa pendaftaran sampai ditetapkannya calon oleh Steering Committee KONFERCAB terdapat 4 calon kandidat yang sah, yaitu saudara Rizki Alif Maulana, Refaldi Syahputra, Zuhal Rizki Maulana Fauzi, dan Arif Dwi Mulia. Jelasnya

Dari serangkaian dinamika didalam forum persidangan yang dilaksanakan di Aula Insan Cita kantor HMI Cabang Banda Aceh, diperoleh hasil konferensi yang menetapkan Rizki Alif Maulana sebagai Formatuer/ Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Banda Aceh periode 2022-2023, diikuti dengan terpilihnya Refaldi Syahputra sebagai Mide Formateur I dan Ariyanda Rustam sebagai Mide Formateur II,” tuturnya.[]

UIN Ar-Raniry Mulai Kuliah Tatap Muka Pada Semester Genap

0
DEMA dan Biro AAKK UIN Ar-Raniry, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry temui Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (AAKK) mendiskusikan kuliah tatap muka pada semester genap tahun 2021-2022.

“InsyAllah, UIN Ar-Raniry akan melakukan kuliah tatap muka 100%, dengan persyaratan harus mengupload sertifikat vaksin ke Portal UIN Ar-Raniry,” kata Jaden usai audiensi yang berlangsung di ruangan kepala Biro AAKK.

Presiden mahasiswa UIN Ar-Raniry Ahmad Jaden mengatakan, melihat banyak keresahan dan kebingungan mahasiswa terhadap perkuliahan semester genap tahun ajaran ini,  Dema UIN Ar-Raniry berinisiatif untuk menjumpai pimpinan UIN Ar-Raniry dan mendikusikan tentang hal tersebut.

“kami Dari Dema UIN merespon aspirasi mahasiswa tentang  keinginan mereka untuk  kuliah secara tatap muka,” kata Jaden dalam keterangannya kepada Nukilan.id Senin, (24/01/2022).

Hal ini dilakukan atas permintaan mahasiswa yang sangat ingin melakukan kuliah tatap muka dan merasakan pengalaman secara langsung.

Kami DEMA UIN Ar-Raniry akan terus berupaya memperjuangkan segala hal-hal yang diinginkan oleh seluruh mahasiswa UIN Ar-Raniry, ungkap Presiden Mahasiswa.

Selanjutnya, Kepala Biro AAKK Mirwan Fasta mengatakan, Kampus UIN Ar-Raniry juga menyediakan kuliah online bagi mahasiswa yang belum memiliki sertifikat vaksin dan bagi teman-teman mahasiswa yang di Luar Negeri untuk melakukan kuliah secara daring.

“Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk mahasiswa yang dari Luar Negeri, seperti harus ada masa karantina selama 15 hari, Swab Antigen. Dari itu, kami tetap menyediakan perkuliahan secara online,” tuturnya.

Terbaik Penurunan Angka Stunting di Aceh, Aminullah: Pemko Beri Perhatian Khusus

0
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Kota Banda Aceh yang dipimpin oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin, terus berupaya melakukan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Banda Aceh.

Komitmen meminimalisir stunting tersebut dibuktikan dengan turunnya angka stunting hingga 23,4 persen, dan terbaik di Aceh. Hal itu berdasarkan data yang dirilis oleh BKKBN Aceh, 20 Januari 2022 lalu.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan angka stunting itu berhasil diturunkan, salah satunya dengan sinergi antar lini pos gizi terpadu, baik Puskesmas, pemangku kebijakan (stakeholders), maupun jajaran Pemko terdepan, yakni pihak Gampong dan Kelurahan.

“Ini adalah keberhasilah dari usaha kita bersama. Kita harapkan ke depan, kasus stunting tidak ada lagi di Banda Aceh. Hal ini tentunya bisa kita capai dengan adanya kerja sama dari semua pihak, baik gampong, petugas kesehatan, yang sangat penting adalah masyarakat yang harus antusias memeriksa kesehatan anak-anaknya,” kata Aminullah, Senin (24/1/2022).

Aminullah menegaskan, Pemko memberi perhatian khusus dalam penanganan stunting di Kota Banda Aceh, karena sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Selain itu, program penanganan stunting termasuk dalam program prioritas yang selalu dipantau perkembangannya.

Pemko Banda Aceh sendiri, sudah membangun rumah penyuluh KB di setiap Gampong di Kota Banda Aceh, dan diperkuat dengan program-program lainnya untuk pencegahan dan penurunan stunting di Kota Banda Aceh.

“Kemarin sudah kita resmikan lagi dua Balai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Kutaraja dan Baiturrahman Desa Peulanggahan Kota Banda Aceh, yang sebelumnya telah terbangun tujuh unit di kecamatan lainnya,” ungkapnya.

Dengan adanya balai penyuluh KB, diharapkan para penyuluh kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, dapat lebih maksimal dalam membina warga untuk mengetahui secara detail pentingnya program KB guna menjalankan pembangunan serta mewujudkan keluarga sejahtera.

Selain itu, menurut Aminullah Usman, fungsi balai KB juga untuk meningkatkan gizi dan kesehatan bagi warga Kota Banda Aceh, karena membatasi kelahiran anak menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesehatan, baik anak maupun ibu.

“Dengan pendampingan dan kontrol yang diberikan oleh petugas KB untuk warga dalam membatasi angka kelahiran menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesehatan warga Banda Aceh, karena jarak kelahiran yang dekat dapat menyebabkan stunting,” sebutnya.

Aminullah juga berharap, kehadiran balai KB dapat memberikan pemahaman bagi warga terkait ASI dan asuh bagi anak-anak.

“Kita berharap kehadiran balai KB ini dapat membantu warga Kota Banda Aceh dalam penyediaan ASI bagi anak dan hak asuh bagi anak, sehingga kesehatan bagi anak-anak terjamin, termasuk hak pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Aminullah juga menegaskan, pentingnya berencana bagi pasangan muda menjadi kunci kesuksesan penyelenggaraan hidup sehat, dimana banyak kasus stunting terjadi akibat rencana keluarga yang tidak matang dari pasangan.

“Pasangan muda harus konsen pada penyelenggaraan kehidupan yang sehat bagi anak-anak, salah satunya menyiapkan gizi yang cukup bagi anak serta memiliki program kelahiran anak yang matang, dengan demikian angka stunting dapat ditekan hingga angka terendah,” harap Mantan Dirut Bank Aceh Syariah itu. []

Prof Marwan Terpilih Sebagai Rektor USK Periode 2022-2026

0
Prof. Dr. Ir. Marwan. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Wakil Rektor I USK, Prof. Dr. Ir. Marwan berhasil terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala untuk periode 2022 – 2026. Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Senat Tertutup dalam rangka pemilihan Rektor USK yang dilasanakan pada Senin (24/01/2022) siang di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh.

Dari hasil rekapitulasi suara yang dilansir situs Unsyiah.ac.id, Prof. Marwan berhasil meraih suara terbanyak yaitu 118 suara. Sedangkan calon lainnya yaitu Dr. Ir. Mirza Irwansyah, MBA meraih 18 suara dan Dr. Ir. Iskandar A. Gani, SH., M.Hum sebanyak 10 suara.

Ketua Senat USK Prof. Dr. Ir. Abubakar, M.S mengatakan dalam proses pemilihan Rektor ini, suara Senat USK adalah 65% dan 35% lainnya adalah suara menteri. Seluruh anggota Senat yang jumlahnya 95 orang hadir dalam pemilihan Rektor ini.

Sedangkan Menteri Nadiem Makarim tidak dapat hadir, sehingga suaranya disampaikan kepada penerima kuasa yaitu Direktur Sumber Daya Manusia Ditjen Diktiristek Dr. Muhammad Sofwan Efendi.

Pada kesempatan ini, Abubakar juga mengucapkan terima kasih kepada anggota Senat USK yang telah bersedia hadir, dan menggunakan hak suaranya dengan penuh integritas.

“Alhamdulillah, seluruh proses pemilihan Rektor ini telah berjalan lancar. Hasilnya, Prof. Marwan terpilih sebagai Rektor USK selanjutnya,” ucap Abubakar seusai menutup Rapat Senat Tertutup tersebut.

Selanjutnya, hasil pemilihan ini akan disampaikan kepada pihak Kementerian untuk dapat persetujuan dan pengangkatan sebagai Rektor terpilih.

Rektor USK Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU.,ASEAN.,Eng yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan selamat kepada Prof. Marwan, yang telah dipercaya untuk melanjutkan estafet kepemimpinnya. Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Senat USK, yang telah melaksanakan proses pemilihan Rektor ini dengan baik dalam lima bulan terakhir ini.

Untuk itulah, dalam kesempatan ini Rektor mengajak seluruh anggota Senat serta tiga calon Rektor USK untuk kembali mengeratkan semangat kebersamaan untuk kemajuan USK selanjutnya.

“Kita patut bersyukur seluruh proses pemilihan ini berjalan lancar dan tidak ada gesekan. Walaupun pilihan kita berbeda namun, kita masih dalam satu semangat bersama,” ucap Rektor.

Untuk diketahui, saat ini Prof. Marwan menjabat sebagai Wakil Rektor I USK. Dosen Teknik Kimia USK ini menyelesaikan program sarjananya di Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada tahun 1990. Ia kemudian mendapatkan beasiswa dan berhasil meraih gelar doktor (Ph.D)-nya untuk bidang Teknik Kimia di University of Birmingham, pada tahun 1998 Inggris.

Selain itu, Prof. Marwan juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik USK untuk periode tahun 2009–2013. Di tingkat nasional Marwan pernah menjadi Anggota Majelis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada tahun 2006–2012. Sementara di daerah, Ia pernah menjadi Ketua Komisi Pendidikan Tinggi Majelis Pendidikan Daerah Aceh pada tahun 2013–2016. []

Amin Rais: Sosok Presiden Kedepan Harus Paham Sejarah Bangsa

0
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amin Rais (tengah). (Foto: Nukilan/Hadiansyah).

Nukilan.id – Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amin Rais menyebutkan, sosok Presiden Republik Indonesia ke depan harus benar-benar paham sejarah bangsa.

“Dan juga harus paham, bahwa kalau bangsa kita ini adalah bangsa yang majemuk jangan pernah dipecah belah,” ungkap Amin Rais kepada Nukilan.id di sela acara pelantikan 87 pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Ummat Provinsi Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Minggu (23/01/2022).

Selain itu, kata dia, sosok Presiden ke depan diharapkan mampu menjaga kerukunan antar umat beragama dan tidak pobia terhadap agama apapun di Indonesia.

“Karena selama ini, saya orang Islam merasa kadang-kadang Islam itu dijahili,  sedikit-dikit ditangkap dan dijebloskan ke penjara, sementara yang non muslim mendapatkan perlindungan hukum yang luar biasa,” ujar Amin Rais.

Oleh karena itu, pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang pihaknya akan mengawal ketat proses perhitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi agar hasil pemilu itu tidak dirubah, bahkan sampai ke sistem IT nya kita kawal, agar sesuai dengan hasil yang sebenarnya,” tegas Amin Rais.

“Dan nantinya Partai Ummat akan menghimbau kepada seluruh partai politik yang masuk ke Pemilu harus mengumpulkan ahli-ahli IT nya, jangan sampai KPU seenakanya saja, karena yang mendapatkan dampak buruk itu partai politik yang ikut serta di Pemilu,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Ulama Abu Kuta Krueng Bershalawat Bersama Rombongan Demokrat Aceh di Haul IX Abu Panton

0

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh Muslim, SHi, MM diwakili Wakil Ketua I H.T. Ibrahim dan Sekretaris DPD PD Aceh Arif Fadillah bersyalawat bersama yang dipimpin Ulama Kharismatik Abu Kuta Krueng di Dayah Malikulsaleh, Panton Labu, Senin (24/1/2022)

Dalam sambutannya, Tengku Baihaki atau dikenal dengan Tengku Boy menyampaikan, kehadiran H. T. Ibrahim dan Arif Fadillah sekaligus mewakili Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, yakni mewakili AHY, Tauku RIEFKI Harsya dan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh H. Muslim.

“Abu Panton adalah Sahabat SBY, yang pasti beliau juga ingin hadir bersama kita disini,” kata Tengku Baihaki.

Kepada media Wakil DPD Partai Demokrat HT. Ibrahim menyampaikan permohonan maaf lantaran Ketua DPD Demokrat Aceh masih dalam tugas, sehingga tidak dapat hadir pada Haul Abu Panton kali ini.

Hadir pada syalawat bersama Abu Kuta Krueng, Anggota DPR Aceh Dapil Aceh Utara Tantawi, Tu Bulqaini, Waled Husaini, Ketua DPC Aceh Tamiang Mirnawati, dan sejumlah anggota DPRK Aceh Utara.

Pada kesempatan itu, Rombongan DPD Partai Demokrat Aceh juga melakukan Ziarah kubur di Komplek Dayah Malikulsaleh, Panton Labu.[]

Tutup Muzakarah Ulama Se-Aceh, Ini Pesan Wali Nanggroe

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar secara resmi menutup kegiatan Muzakarah Ulama Se-Aceh yang berlangsung di Lhokseumawe dari tanggal 22-23 Januari 2022.

Wali Nanggroe mengatakan, Muzakarah Ulama seperti yang telah dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan penting untuk diselenggarakan secara rutin, sebagai salahsatu upaya mengembalikan kegemilangan peradaban Aceh seperti yang pernah diraih pada masa-masa kerajaan dahulu.

“Aceh yang dijuluki sebagai daerah Serambi Makkah yang dalam kesehariannya kental dengan nuasa Islami, hingga hari ini masih terus berjuang agar Syariat Islam dapat diterapkan secara kaffah dalam bingkai ahlussunaah wal jamaah dalam segala lini kehidupan,” kata Wali Nanggroe.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mencurahkan tenaga dan pikiran demi membangun peradaban Aceh yang gemilang, yang berlandaskan Dinul Islam.

Pada kesempatan tersebut, Wali Nanggroe juga menyampaikan kilas balik kekhususan Aceh yang salah satunya adalah kekhususan untuk menerapkan Syariat Islam yang telah diakui secara legal formal oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui aturan perundang-undangan.

“Kekhususan tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang selama puluhan tahun, dan dinamika politik antara Aceh dengan Pemerintah Republik Indonesia. Kekhususan yang telah kita raih dengan susah payah ini haruslah dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam segala dimensi kehidupan orang Aceh,” kata Wali Nanggroe mengingatkan.

Bagi orang Aceh, tambah Wali Nanggroe, ulama merupakan suluh, penerang, pemberi petunjuk yang dihormati dan ditaati. Karena itu sangat dibutuhkan peran aktif ulama dalam membangun Aceh di segala bidang, termasuk dalam bidang politik dan pemerintahan.

Forum Muzakarah Ulama diharapkan dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi dalan upaya pembangunan dan penguatan perdamaian Aceh pasca MoU Helsinki tahun 2005 silam.

“Sangat diperlukan dukungan dari para alim ulama dalam upaya memperjuangkan implementasi MoU Helsinki oleh Pemerintah Pusat yang hingga hari ini masih terus kita perjuangkan hingga ke masa di masa-masa yang akan datang.”

Dalam forum tersebut, Wali Nanggroe juga menceritakan alasan mengapa Aceh bersedia berdamai setelah perang panjang selama puluhan tahun lamanya. Salahsatunya, karena adanya keterlibatan pihak-pihak internasional yang setuju dengan apa yang diminta oleh Aceh. Begitu juga dengan Pemerintah Republik Indonesia.

“Namun, sampai sekarang MoU Helsinki tersebut masih belum selesai diimplementasikan, ada banyak sekali yang belum selesai. MoU Helsinki adalah hak bangsa Aceh yang harus dipenuhi. Dan apa yang belum dipenuhi harus dipenuhi, harus kita perjuangkan sampai kapanpun. Jangan sampai timbul masalah-masalah akibat belum diselesaikannya implementasi MoU Helsinki tersebut,” tegas Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe juga kembali mengingatkan, bahwa dahulu Aceh pernah menjadi salahsatu dari lima Kerajaan Islam terbesar di dunia. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperjuangkan kembali kejayaan Aceh tersebut, oleh semua pihak, ulama bersama umara.

“Hari ini kita telah sampai pada masa dimana teknologi telah merambah segala lini kehidupan. Sebagai bagian dari bangsa-bangsa di dunia tentunya kita tidak boleh tertinggal dalam peyesuaian kehidupan di tengah persaingan dan tantangan era globalisasi yang begitu ketat,” sebut Wali Nanggroe.

Penyesuaian tersebut tambahnya, tentu harus sesuai dengan landasan Syariat Islam yang telah dipegang secara teguh oleh orang Aceh sebagai pedoman kehidupan. []

Sejarah Tjihampelas Kolam Renang Pertama di Indonesia

0
©2022 NIMH Collectie via YouTube Bagus Darmadi / Merdeka.com

Nukilan.id – Kolam renang bisa menjadi sarana liburan yang mengasyikkan bagi keluarga. Banyak fasilitas yang bisa dinikmati, seperti pelampung, ban air hingga permainan luncur favorit anak-anak. Namun tahukah di mana kolam renang pertama yang dibangun di Indonesia? Jawabannya ada di Kota Bandung, Jawa Barat. Kolam renang ini bernama Pemandian Tjihampelas (sekarang Cihampelas).

Di masa lalu, lokasi tersebut menjadi tempat favorit bagi warga Eropa yang singgah maupun tinggal di Kota Kembang. Pemandian Tjihampelas didirikan tahun 1902, dan dikomersilkan untuk penduduk pribumi di masa penjajahan Jepang.

Sayangnya, kejayaan kolam renang dan pemandian Tjihampelas tidak bertahan lama dan beralih fungsi menjadi bangunan hotel sejak tahun 2010 lalu. Berikut rangkuman kisahnya:

Mulanya Sebagai Kolam Ikan

Melansir laman komunitasaleut, Pemandian Tjihampelas didirikan oleh seorang istri pemilik hotel kenamaan di Bandung bernama Nyonya Homann.

Nyonya Homann sadar banyak turis Eropa dan warga Belanda yang rindu kampung halaman dengan kolam renang mewah, yang saat itu belum ada di Hindia Belanda. Akhirnya ia membuat tempat berendam dengan mengalihfungsikan kolam ikan hias yang terletak di sekitar hotel.

Warga pribumi sebetulnya telah lama memanfaatkan empang-empang di persimpangan kampung untuk berenang. Namun lokasi tersebut sangat tidak disukai orang Belanda.

Dikhususkan bagi Warga Belanda dan Eropa

Keberadaannya cukup dikagumi pada masa itu, ditambah dengan desain arsitektur yang berpadu antara gaya klasik abad ke-19. Dari segi fasilitas, Pemandian Tjihampelas sangat lengkap.

Dulu, terdapat 3 buah kolam berstandar internasional, dengan ukuran 25×50 meter dan kedalaman 1,2 sampai 2 meter. Lalu, kolam kedua berukuran 12×12 meter dan memiliki kedalaman 1,1 meter. Kolam ketiga memiliki ukuran 8×3 meter, dengan dalam 80 senti khusus untuk anak-anak.

Selain itu, pihak hotel juga menyediakan fasilitas antar jemput menggunakan pedati khusus guna menambah antusias turis luar untuk berkunjung ke Bandung.

Berjasa Mencetak Atlet Belanda dan Nasional

Pemandian Tjihampelas di masa jayanya juga memiliki jasa yang besar bagi Hindia Belanda, dan Republik Indonesia pasca kemerdekaan. Salah satu atlet Belanda bernama Pet Stam pernah berlatih di kolam Tjihampelas untuk mengikuti Olimpiade Berlin tahun 1936. Stam berhasil mencatat rekor 0:59.9 untuk renang 100 meter gaya bebas dan, berhasil mengangkat nama negeri Belanda.

Di tahun 1950-an, dua atlet renang Jawa Barat bernama Susanti Wangsawiguna dan Wijaya Aulia juga lahir dari Pemandian Tjihampelas. Keduanya berhasil menjadi andalan Indonesia mewakili kejuaraan nasional maupun internasional. Sejumlah klub renang juga pernah lahir dari lokasi tersebut seperti Bandoengse Zwem Bond, Osvia, Mulo, Kweekschool dan Aquarius

Terbengkalai di Akhir Tahun 1950

Menyadur dari artikel Merdeka.com edisi 22 Oktober 2015, keberadaan kolam tersebut berakhir di tahun 2010, yang sebelumnya terbengkalai dari tahun 1950an. Kini sisa Pemandian Tjihampelas sudah tidak ada dan berganti bangunan hotel yang menjulang tinggi di Jalan Cihampelas Belakang, No 10.

Walau kini tinggal cerita, Pemandian Tjihampelas masih bisa dikenang melalui jejak nama yang kini dijadikan kawasan Jalan Cihampelas. Konon, nama tersebut berasal dari pohon Hampelas yang merupakan sejenis pohon dedaunan kasar dan bisa digunakan sebagai penggosok. Sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam juga berasal dari pohon yang tumbuh di sekitar lokasi. [Merdekacom]