Beranda blog Halaman 1817

Nasir Djamil Minta Polisi Lindungi Warga Desa Wadas Jawa Tengah

0
Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menyikapi peristiwa penangkapan warga di Desa Wadas dan meminta kepada pihak Kepolisian untuk menjauhi tindakan-tindakan kekerasan yang tidak diperlukan dalam hal proses pengukuhan lahan warga untuk penambangan batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Ia menyesalkan adanya berita penangkapan terhadap sejumlah warga yang kemudian ditahan di Polsek Purworejo, hingga berita ini tersebar luas di berbagai media sosial.

“Saya perhatikan video yang tersebar adanya indikasi tindak represifitas aparat terhadap masyarakat di Wadas,” kata Nasir pada Rabu (9/02/2022) di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, beberapa orang yang ditahan terkonfirmasi diperiksa karena diduga melanggar Pasal 212 KUHP dengan alasan membunyikan kentongan dan berkumpul saat polisi atau petugas BPN yang datang. 3 orang status pemeriksaan naik ke penyidikan sebagai saksi dan disangkakan dengan Pasal 28 UU ITE jo. Pasal 14 UU 1 Tahun 1946. 2 ditangkap di rumah dan 1 ditangkap saat di jalan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat dari berbagai pihak dan kalangan untuk menahan diri, memastikan keadaan menjadi kondusif agar supaya bisa dibuka dialog penyelesaian dengan mengedepankan prinsip pemenuhan hak-hak asasi manusia,” ujar Nasir.

Sebagai masyarakat sipil Nasir bisa mengerti atas apa yang dirasakan penduduk Desa Wadas. Saat aparat Kepolisian lengkap dengan tameng dan pentungan masuk desa. Dari informasi yang ia terima ada 250 petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol mendampingi sejumlah 70 petugas BPN dan Dinas Pertanian dalam peristiwa tersebut. Pemandangan horor itu telah terjadi sejak 7 Februari lalu.

Banyak tagar yang bermunculan atas peristiwa ini #SaveWadas #WadasMelawan #WadasTolakTambang berbagai platform sosial media, Nasir mengkhawatirkan jangan sampai seolah-olah rakyat sedang dihadapkan dengan negara dalam hal ini Kepolisian yang harusnya melindungi dan menjaga mereka.

“Saya bersama masyarakat Wadas, kita pelajari lagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh warga dan menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tutup Nasir.

Sampaikan Pesan AHY, Muslim: Jadilah Seperti “Kuda Perang”

0
Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim bersama jajaran pengurus DPP melakukan pemukulan rapai tanda dibukanya acara Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Aceh di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (9/2/2022). (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh Muslim, SHI, MM, mengawali sambutan Musyawarah Cabang serentak Demokrat Aceh dengan meminta para kader untuk menjadikan momen ini sebagai upaya peningkatkan Soliditas dan menjaga kekompakan.

“Muscab harus menjadi titik awal kita berbenah meningkatkan kinerja dalam menyongsong kerja-kerja politik kedepan,” tegas Muslim pada Muscab 13 Kabupaten Kota Partai Demokrat Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Rabu (9/2/2022).

Pada sambutanya, Muslim menekankan kembali apa yang disampaikan Ketua Umum, AHY bahwa kader harus terus berbenah dan bersiap diri.

“Seperti pesan Ketum, jadilah kita seperti ‘Kuda Perang’; Kuda perang tidak berlari pada trek yang lurus. Namun kuda perang paham kapan ia harus maju, ia paham kapan harus berhenti, dan ia mengerti kapan harus mundur untuk maju kembali,” pungkas anggota DPR RI 3 periode ini.

Hadir pada acara Muscab 13 Kabupaten/Kota Partai Demokrat Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron beserta dua Deputi; Sri Made Rai Edi Astawa dan Harmusa Oktaviani, serta Pengurus DPP, Rian Syaf.

Acara dibuka langsung secara virtual oleh Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. []

Kinerja KPK Dinilai Menurun, Sebabkan Demo Anti Korupsi Marak di Aceh

0
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Belakangan ini maraknya aksi demonstrasi dari sejumlah publik di Aceh yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia untuk segera mengumumkan hasil penyelidikannya terkait dugaan korupsi yang melibatkan para penguasa.

Atas dasar itu, masyarakat Aceh yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh kembali mendatangi kantor KPK RI (Gedung Merah Putih) yang beralamat Jl. Kuningan Persada pada Senin, 7 Februari 2022.

Sebelumnya pada Senin 1 Februari 2022 silam, massa yang sama juga mendatangi gedung merah putih tersebut guna meminta KPK mengusut tuntas dugaan korupsi di Aceh.

Kemarin, Selasa (8/2/2022) Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor BPKP Perwakilan Aceh juga menuntut hal yang sama.

Menanggapi hal itu, Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan kondisi terjadi menjadi salah satu keprihatinan publik kepada kinerja KPK yang menurun. Menurutnya, respon KPK saat ini dalam menangani perkara korupsi terkesan lamban, tidak segereget KPK pada zaman dahulu.

“Ini sepertinya waktu yang melatarbelakangi bahwa proses penyelidikan perkara sudah pemeriksaan beberapa kali, tetapi tidak pernah ditingkatkan statusnya dan bentuk seperti itu harus dipertanyakan oleh publik di Aceh,” ungkapnya kepada Nukilan di Banda Aceh, Rabu (09/02/2022).

Tak hanya itu, kata dia, terutama objek perkara yang melibatkan para pihak yang diduga memiliki akses kekuasaan cukup tinggi dalam hal itu, mulai dari
dugaan korupsi pada penggadaan tiga unit Kapal Aceh Hebat dan Proyek Multiyears yang keduanya dilaksanakan di tahun anggaran 2019 oleh Pemerintah Daerah Aceh.

“Jadi rentetan peristiwa pidana korupsi itu sebenarnya mengarah kepada orang-orang yang memiliki akses kekuasaan di Aceh bisa jadi Eksekutif maupun Legislatif. Inilah alasan publik menanyakan ke KPK,” ungkapnya lagi.

Disinggung soal alasan KPK belum kunjung mengumumkan hasil penyelidikannya karena masih membutuhkan waktu yang cukup, Askhalani mengakui karena itu penyelidikan terbuka terkadang membutuhkan waktu lebih panjang dibanding Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Itu kita akui sebenarnya dalam proses penegakkan hukum, jadi wajar jika belum diumumkan untuk lebih mendalami kasus penyelidikannya,” terangnya.

Tetapi, lanjutnya, yang menjadi kecurigaan publik jika dilihat dari rentetan peristiwa pidananya, pemeriksaan pada bulan Mei, Agustus, dilanjutkan pada bulan Oktober itu sudah lebih dari 8 bulan perjalanan penanganan perkara, tetapi tidak ditemukan ada unsur-unsur kuat.

“Biasanya dalam 2 alat bukti yang cukup yang sudah dipenuhi oleh KPK sudah ada sebenarnya, tinggal sekarang mau nggak KPK mempercepat proses penetapan tersangka,” tegasnya.

Ia juga menyakini, KPK pasti sudah menghitung kerugian pada saat melakukan supervisi untuk melihat secara langsung 3 unit Kapal Aceh Hebat. Kemudian menurunkan tim segera untuk melakukan verifikasi di beberapa tempat yang dicurigai adalah bagian dari siklus tersebut.

“Nah apalagi yang kurang, ini yang menjadi pertanyaan publik kenapa KPK di masa Firli Bahuri ini begitu lambat menangani perkara objek korupsi yang ada,” ucapnya.

Ia juga menilai, dari berbagai peristiwa pidana yang dilakukan pada proses penyelidikan di era Ketua KPK Firli Bahuri sekarang menunjukkan tidak seperti era dulu, saat ini kecenderungan publik untuk tidak percaya terhadap KPK cukup tinggi resistensinya. []

Gemuruh “AHY Presiden” Warnai Pembukaan Muscab Demokrat Aceh

0

Nukilan.id – Pelaksanaan Musyawarah 13 Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Aceh diwarnai gemuruh yel yel “AHY Presiden” pada pembukaan Muscab 13 DPC Partai Demokrat Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (9/2/2022).

“AHY…” pekik Ketua DPD Demokrat Aceh dan spontan teriakan “Presiden…!” dijawab antusias oleh ratusan kader yang menjadi peserta Muscab gelombang pertama.

Muslim juga menyampaikan pesan-pesan AHY agar kader terus mempersiapkan diri untuk menyambut pemilu 2024.

“Tak ada kata menunda untuk mulai bekerja. Jangan pernah berpuas diri. Ingat pesan Ketum AHY, jadilah seperti ‘Kuda Perang’. ‘Kuda perang’ tidak berlari pada trek yang lurus. Namun ‘kuda perang’ paham kapan ia harus maju, ia paham kapan harus berhenti, dan ia mengerti kapan harus mundur untuk maju kembali,” kata Muslim.

Sementara Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron juga menyampaikan hal serupa yang membangkitkan semangat AHY Presiden.

Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron meminta Kader Demokrat Aceh untuk mendoakan Ketua Umum DPP PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin dan mengawal partai Demokrat.

“Dan kita semua agar mendoakan dan memenangkan AHY untuk berkontestasi baik sebagai presiden maupun wakil presiden,” ujar Herman Khaeron.

Acara Muscab tahap pertama diikuti DPC Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil.

Hadir Deputi Bli Sri Made Rai Edi Astawa dan Mba Harmusa Oktaviani dan Pengurus DPP, Rian Syaf. []

Pengelolaan Limbah B3 yang Ramah Lingkungan

0
Ilustrasi Limbah B3 (Foto: laundry.drop.id)

Nukilan.id – Produksi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terus bertambah besar tidak hanya di negara maju namun juga di negara berkembang termasuk di Indonesia. Untuk menyikapi hal tersebut pemerintah mengeluarkan beberapa regulasi, salah satunya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.

Dalam kenyataannya, pelanggaran akan peraturan tersebut masih banyak terjadi. Pelanggaran terjadi di setiap jenis aktivitas pengelolaan limbah B3. Pemerintah berwenang dalam memberikan sanksi administratif. Namun pengelola limbah B3 tidak secara langsung mendapatkan sanksi administratif. Prinsip yang dipegang oleh pemerintah yakni pengawasan dilakukan dengan mengutamakan aspek pembinaan. Minimnya pengetahuan masyarakat serta banyaknya pengelola limbah B3 yang tidak berizin, dan jenis instrumen kebijakan Command and Control masih memiliki kelemahan-kelemahan.

Nah, bagaimana pengelolaan limbah B3 yang tepat dan ramah lingkungan? berikut perbincangan Agro Indonesia dengan Eddy Soentjahjo, pakar pencemaran limbah industri dan limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kerusakan lingkungan salah satunya disebabkan oleh limbah industri dan limbah B3, menurut anda bagaimana mengatasi hal tersebut?

Ada dua istilah popular dalam kaitan turunnya kualitas lingkungan, yakni kerusakan dan pencemaran lingkungan. Kerusakan lingkungan diukur menggunakan Kriteria baku Kerusakan Lingkungan Hidup (KBKLH). Setidaknya ada 7 KBKLH.

Sedangkan pencemaran lingkungan hidup setidaknya ada 47 baku mutu industri. Apabila membahas tentang dampak kegiatan industri misalnya limbah pabrik, biasanya kita membahas kasus pencemaran. Meskipun bisa saja pencemaran tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan atau sebaliknya.

Untuk mengatasinya, pertama, pada tahap kemajuan teknologi dan informasi saat ini, potensi adanya pencemaran oleh industri atau pabrik-pabrik jenis tertentu sesungguhnya sudah bisa diprediksi sejak awal. Sehingga, upaya paling awal adalah menggunakan tool AMDAL atau UKL-UPL. AMDAL atau UKL-UPL seharusnya sudah bisa menjawab jenis-jenis limbah apa saja yang akan dikeluarkan oleh pabrik tertentu (padat, cair, gas) termasuk limbah B3 atau non B3, seberapa besar jumlah atau volumenya semestinya bisa diprediksi dan dikalkulasi.

Sehingga, jenis teknologi untuk pengelolaan limbah-limbah tersebut pun bisa dipilih, dimensi alat pemroses pun bisa dihitung. Karena itu, bila terjadi ketidaksesuaian antara teknologi dan dimensi berbagai instalasi pengolah yang terbangun dengan data atau informasi awal pada AMDAL/UKL-UP, misalnya dimensi alat proses pengolah limbah ternyata kekecilan, maka terjadi peristiwa pencemaran hanya soal menunggu waktu.

Meskipun teknologi yang dipilih beserta dimensi-dimensi alatnya sudah benar sesuai AMDAL/UKL UPL, pada awal uji coba bahkan sudah terbukti hasilnya bagus , seharusnya tetap diawasi dengan rutin, berkala dan benar, karena peralatan itu suatu saat bisa mengalami kerusakan. Banyak sekali contoh IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) yang semula kinerjanya baik, setelah sekian lama jadi memburuk, sehingga hasil olahannya buruk dan mencemari lingkungan.

Sejauh ini masih banyak industri tidak melakukan penangan limbah dengan tepat, bagaimana pengamatan anda?

Oh ya, banyak dijumpai pengusaha nakal yang melakukan by-pass pipa air limbah atau sengaja tidak mengaktifkan IPAL yang dimilikinya, sehingga mencemari lingkungan. Sejauh ini cukup banyak pabrik penghasil limbah sengaja tidak menangkap konsentrat limbah berupa sludge IPAL atau ash emisi, dan/atau mengelola lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan.

Mereka hanya fokus pada kualitas effluent atau emisi udara. Pada malam hari atau saat hujan padatan konsentrat limbah tersebut dibuang di sungai yang sama. Celakanya, masih banyak petugas pengawas lingkungan di daerah tidak memahami itu.

Bagaimana cara mengatasi pencemaran?

Ya harus memahami hal-hal tersebut diatas dan konsisten dalam menegakkan hukum.

Sebagai pakar di bidang kimia, apa yang sudah anda lakukan dalam mengurai limbah industri agar ramah lingkungan?

Perlu diingat, limbah industri bermacam-macam, tergantung antara lain jenis industri, jenis teknologi proses yang dipakai, jenis bahan baku dan penunjang dan sebagainya. Tentu segala sesuatunya dimulai dari Identifikasi Limbah yang akan diolah atau dikelola.

Pada prinsipnya berbagai jenis limbah baik yang Non-B3 maupun B3 bisa dikelola sesuai aturan. Namun, secara pribadi saya ingin mengatakan bahwa berbagai limbah yang sudah diolah serta memenuhi Baku Mutu (BM) pun sesungguhnya belum memberi jaminan aman bagi lingkungan hidup. Karena faktanya, sering dijumpai adanya akumulasi tepatnya bioakumulasi berbagai zat pencemar pada media lingkungan hidup. BM adalah salah satu upaya sadar untuk mengendalikan DAMPAK, yang di beberapa negara maju parameter BM tertentu sering ditinjau ulang dan semakin diperketat.

Saat ini kira-kira ada berapa persen pabrik yang nakal?

Setiap kali mendatangi pabrik yang dilaporkan masyarakat karena diduga mencemari saya mendapatkan angka secara rule of thumb berdasar pengalaman, probabilitas laporan itu 90% benar. Seandainya saya mendapat tugas dari negara untuk mendatangi pabrik-pabrik yang tidak dilaporkan masyarakat, maka saya (tetap secara prediktif), bisa mengatakan 90% kemungkinan pabrik-pabrik di Indonesia tidak mengelola limbah dengan baik dan benar.

Dampak apa yang ditimbulkan dan sangat merugikan masyarakat dari limbah industri yang tidak dikelola dengan baik dan ramah lingkungan?

Dampak jangka pendek bila limbah-limbah tersebut dijumpai dalam kondisi konsentrasi tinggi, akan berakibat fatal pada lingkungan hidup. Mulai dari berkurangnya populasi dan kematian sejumlah makhluk hidup, pusing, mual, pingsan akibat keracunan akut, sehingga menimbulkan kematian pada manusia.

Sementara akibat jangka panjang, juga sangat berbahaya, karena memunculkan berbagai penyakit degeneratif, akibat bioakumulasi kronis berbagai zat pencemar dalam tubuh makhluk hidup dalam jangka panjang karena bersifat, antara lain, carcinogenic, terratogenic, mutagenic.

Bagaimana orang awam bisa mengenali limbah B3?

Limbah B3 tidak dapat begitu saja ditimbun, dibakar atau dibuang ke lingkungan, karena mengandung bahan yang dapat membahayakan manusia dan makhluk hidup lain. Limbah ini memerlukan cara penanganan yang lebih khusus dibanding limbah yang bukan B3.

Limbah B3 perlu diolah, baik secara fisik, biologi, maupun kimia.sehingga menjadi tidak berbahaya atau berkurang daya racunnya. Setelah diolah limbah B3 masih memerlukan metode pembuangan yang khusus untuk mencegah resiko terjadi pencemaran. Orang awam yang bisa baca tulis, pasti bisa mengenali dengan mudah Limbah B3 tersebut, karena daftar limbah B3 sudah tercantum dalam PP 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 atau penggantinya PP 22 tahun 2021.

Sumber: agroindonesia

Indonesia Akan Miliki Indoor Multifunction Stadium Baru

0
Desain Indoor Multifunction Stadium (IMS) © Kementerian PUPR

Nukilan.id – Masyarakat Indonesia yang memiliki ketertarikan di bidang olahraga sedang dibuat antusias dengan progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), yang berdasarkan informasi terakhir tahap perampungannya sudah mencapai angka 94,6 persen.

Betapa tidak, fasilitas olahraga dengan sejumlah kecanggihan dan standar kelas dunia tersebut akan menjadi infrastruktur termewah yang bisa dibanggakan, setidaknya saat sejumlah gelaran berstandar internasional akan digelar di tanah air kelak.

Berpaling dari JIS sejenak, mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa setelah proyek tersebut rampung, fasilitas tak kalah mewah lainnya untuk bidang olahraga di tanah air juga akan kembali bertambah, yakni dalam bentuk Indoor Multifunction Stadium (IMS), atau stadium multifungsi dalam ruangan.

Berlokasi di area kompleks Gelora Bung Karno (GBK), pembangunannya bahkan sudah dimulai sejak akhir tahun 2021 lalu, dan sejauh ini dilaporkan memiliki progres awal yang melampaui target.

Telan Anggaran Rp640 miliar

Desain IMS | Kementerian PUPR

Menurut publikasi resmi pengembang, diketahui bahwa pembangunan fasilitas olahraga berupa IMS ini dilaksanakan secara kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) dalam jangka waktu tahun 2021-2023, dan menyerap anggaran mencapai Rp640,45 miliar.

IMS dibangun pada lahan seluas 30.720 meter persegi dengan luas tapak bangunan 20.852,79 meter. Bangunan yang secara detail terletak di sebelah barat laut GBK atau di sebelah timur Gedung Hall A Basket ini akan menggunakan lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai helipad. Menilik luasnya, IMS ditaksir dapat menampung penonton dalam kapasitas penuh mencapai 17.148 orang.

Lain itu, IMS sendiri akan memiliki fungsi utama sebagai lapangan basket yang memiliki satu field of play (FOP) dan dua lapangan latihan. Sesuai namanya, bangunan ini juga bisa dialihfungsikan menjadi lapangan voli, badminton, tinju, mixed martial arts (MMA), tenis, atletik, serta ragam fungsi non-olahraga seperti konser, seminar, dan pertunjukan khusus lainnya.

Pembangunannya sudah dimulai sejak tanggal 15 Desember 2021 lalu, disebutkan bahwa progres konstruksi yang telah berjalan hingga akhir Januari 2022 ternyata telah melampaui target atau lebih tepatnya mencapai 4 persen, lebih cepat dari rencana sebesar 0,8 persen pada kurun waktu tersebut.

Tidak hanya berupa fasilitas utama seperti pembangunan lapangan, peralatan pertandingan, dan lapangan latihan, nantinya bangunan ini juga akan memiliki sejumlah fasilitas seperti ruang berganti, fitur sistem pencahayaan, sistem visual dan suara, sistem proteksi kebakaran, sistem transportasi dalam gedung, dan yang paling penting konsep fasilitas dengan pemenuhan kriteria bangunan gedung hijau.

Sementara itu jika membahas secara keseluruhan, bangunan IMS ditargetkan rampung dan bisa beroperasi secara penuh mulai bulan Juni tahun 2023 mendatang.

Untuk apa sebenarnya fasilitas IMS ini dibangun?

Arena untuk Piala Dunia FIBA 2023

Bicara mengenai kegunaannya, pembangunan gedung olahraga ini memiliki tujuan untuk melengkapi sarana dan prasarana demi meningkatkan prestasi jajaran atlet tanah air. Hal tersebut dibeberkan oleh Basuki Hadimuljono, selaku Menteri PUPR yang menjabarkan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan agar para atlet dapat semakin berprestasi di berbagai kejuaraan olahraga tingkat internasional, lewat pembinaan di fasilitas olahraga tersebut.

“InsyaAllah dengan prasarana yang baik dan semangat berlatih yang tinggi akan memberikan hasil seperti yang kita harapkan,” ujarnya.

Namun selain itu, sejatinya ada satu hal lain yang juga melatarbelakangi pembangunan fasilitas olahraga satu ini, yaitu mengenai terpilihnya Indonesia menjadi co-host dari ajang Piala Dunia Basket FIBA 2023, bersama dengan dua negara Asia lainnya yakni Jepang dan Filipina.

Pembangunan IMS ini diperlukan karena nyatanya Indonesia memang belum memiliki venue indoor basket berstandar internasional yang sesuai dengan ketentuan FIBA. Dengan kapasitas, fasilitas, dan standar yang ada, IMS otomatis akan menggantikan Istora sebagai stadium indoor terbesar yang saat ini ada di tanah air.

Harus diakui jika pada beberapa gelaran olahraga sebelumnya, kapasitas yang dimiliki Istora memang sering tidak mampu menampung antusias masyarakat Indonesia ketika menyaksikan berbagai ajang olahraga favorit, baik yang terselenggara sebagai tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya fasilitas olahraga ini, Indonesia akan memiliki stadium indoor baru dengan standar yang tidak kalah unggul dibandingkan stadium indoor yang dimiliki oleh negara-negara Asia lainnya. [goodnewsfromindonesia]

Hymne “Aceh Mulia” Bergema di Pembukaan Muscab Demokrat Aceh

0

Nukilan.id – Lagu Hymne “Aceh Mulia” bergema pada pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu (9/2/2022).

“ini kali kedua lagu Hymne dinyanyikan pada acara resmi Partai Demokrat Aceh, sebelumnya hymne juga berkumandang pada acara pelantikan pengurus beberapa waktu lalu,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPD Demokrat Aceh, Firdaus Noezula kepada media.

Lagu ciptaan Mahrisal Rubi ini resmi ditetapkan sebagai ‘Hymne Aceh’ berdasarkan Qanun Nomor 2 Tahun 2018 tentang Hymne Aceh.

“Wujud komitmen kita dalam menjaga dan mengawal kekhususan Aceh, Hymne ini akan menjadi lagu wajib setiap acara Demokrat Aceh,” kata Firdaus.
Pada acara pembukaan Muscab 13 DPC Demokrat Aceh turut dihadiri Para Deputi Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat dan rombongan, Ketua DPD Partai Demokrat Muslim, SHI, MM, dan seluruh DPC Partai Demokrat Aceh.

Acara Muscab yang digelar dengan penerapan ketat protokol kesehatan itu, dibuka langsung secara virtual oleh Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.[]

Kisah Gadis Penyandang Down Syndrom yang Sukses Jadi Model

0
Beth Matthews, gadis penyandang down syndrom yang sukses jadi model. (Instagram/@bethmatthews_zebedee)

Nukilan.id – Keterbatasan tidak selalu membuat orang putus asa untuk menggapai impian dan cita-cita. Bahkan beberapa orang justru semakin bersemangat untuk menggapai impian mereka untuk membuktikan bahwa mereka mampu.

Seperti halnya wanita asal Swansea, Beth Matthews, yang sukses berkarir sebagai model meski memiliki kekurangan pada dirinya.

Beth Matthews, gadis penyandang down syndrom memutuskan untuk berkarir sebagai model setelah terinspirasi dari Ellie Goldstein model pertama dengan down syndrome yang tampil di majalah Vogue, yang juga sepupu Beth Matthews.

Kini Beth bahkan telah menandatangani kontrak dengan agensi model inklusif yang sama dengan Goldstein, Zebedee.

Dilansir Daily Mail, ibu Beth, Fiona Matthews mengatakan bahwa anaknya berkembang sejak mulai menjadi model. Bahkan setengah jam setelah menemukan stylist dan fotografer untuk melakukan pemotretan.

Fiona memberitahu bahwa ketika Beth lahir, itu adalah pengalaman negatif karena keluarga tersebut diberi tahu bahwa hidup mereka akan cukup sulit, tetapi dia mengatakan yang terjadi adalah sebaliknya.

Sejak bergabung dengan Zebedee, Beth telah terlibat dalam sejumlah pemotretan. Termasuk di antaranya menjadi model untuk perusahaan pengantin.

Wanita 22 tahun itu mengaku bersemangat untuk melakukan lebih banyak pemotretan. Beth ingin lebih percaya diri dan berkeinginan ke Hollywood.

Zebedee sendiri adalah agensi aktor, model, dan influencer penyandang disabilitas dan penampilan alternatif. Agensi ini telah dimulai sejak lima tahun lalu dengan tujuan meningkatkan keterwakilan penyandang disabilitas serta mereka yang memiliki perbedaan fisik, orang trans dan non-biner. [Indozone]

Cegah Omicron, Polda Aceh Tekankan Disiplin Prokes dan Segera Vaksinasi

0
Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 varian baru omicron, masyarakat diminta Tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera melaksanakan vaksinasi baik dosis I, dosis II, maupun dosis III atau boosteer.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam temu pers update capaian vaksinasi harian, Rabu (9/2/2022) di Mapolda Aceh.

Winardy menjelaskan, varian baru omicron tersebut lebih cepat penularannya dibandingkan varian delta, bahkan bisa mencapai empat kali lebih cepat. Maka, upaya terbaik untuk mengurangi resiko terpapar adalah dengan disiplin prokes dan melakukan vaksin.

“Omicron, penyebarannya empat kali lebih cepat. Salah satu upaya kita untuk mencegahnya adalah dengan prokes dan vaksin,” kata Perwira menengah Polri itu.

Dalam kesempatan itu, Winardy juga menyampaikan capian vaksinasi harian Polda Aceh dan Jajaran, di mana per tanggal 8 Februari 2022 berjumlah 32.692 orang.

Jumlah tersebut, sambungnya, terdiri dari dosis I sebanyak 15.952 orang, dosis II 21.801 orang, dan dosis III atau booster 1.581 orang.

Kemudian, Winardy juga merincikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, di mana sejauh ini capaian dosis I sebanyak 252.124 orang, dosis II 2297, dan booster belum ada yang divaksin karena masalah tenggang waktu.

Untuk vaksinasi lansia, rincinya lagi, untuk dosis I sebanyak 269.485 orang, dosis II 96.108 orang, dan booster 750 orang.

“Untuk dosis III atau booster secara keseluruhan baru mencapai 66.522 orang,” pungkasnya.[]

Kominfo Targetkan Jaringan 5G di Indonesia Akan Merata di 2025

0
Ilustrasi Jaringan 5G (Foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan pemerataan jaringan 5G di Indonesia terjadi pada 2025 mendatang.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengatakan, prediksi ini berkaca dari pengalaman impementasi 4G yang butuh waktu sekitar enam sampai tujuh tahun.

“Pemerintah menelaah pengalaman dari implementasi 4G membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh tahun yang terus berkembang di Indonesia hingga saat ini. Maka 5G tentu kita harapkan akan bisa lebih cepat dari itu, waktunya sejak diimplementasikan tahun 2021,” ujar Ismail.

Ismail mengatakan, tepat waktu dan tepat sasaran jadi dua kunci penting dalam mewujudkan pemerataan jaringan 5G di Indonesia.

“Kata kuncinya adalah in time, tepat waktu dan tepat sasaran yang selalu menjadi isu dan pembahasan, baik dari kementerian atau pemerintah dan regulator dengan para operator,” ucapnya.

Lebih lanjut katanya, apabila lamban dalam penerapan jaringan 5G, maka Indonesia hanya akan jadi pasar dan tidak menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Implementasi 5G ini adalah keniscayaan, tapi, harus diatur ritme dan timing0nya agar implementasinya benar-benar produktif untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Ismail. [Indozone]