Beranda blog Halaman 1802

Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh Kembali Datangi Gedung Merah Putih Minta KPK RI Lebih Tegas

0
Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh Kembali Datangi Gedung Merah Putih, Senin (21/2/2022).

Nukilan.id – Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh kembali datangi kantor KPK RI (Gedung Merah Putih) yang beralamat di jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Senin (21/2/2022) pagi.

Adapun kedatangan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh ke gedung merah putih yang ketiga kalinya ini guna menuntut KPK RI lebih tegas terkait dugaan korupsi yang tengah di tangani di provinsi Aceh sejak pertengahan tahun 2021.

Barmawi selaku koordinator aksi menilai bahwa respon KPK RI sebelumnya masih belum tegas dalam menjawab harapan tinggi serta komitmen Rakyat Aceh agar Provinsi Aceh terbebas dari jeratan Korupsi yang telah masuk kedalam sendi-sendi Pemerintahan Aceh yang mengakibatkan Aceh menjadi salah satu provinsi termiskin Indonesia dan termiskin di Pulau Sumatera.

Baca Juga: Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh Desak KPK Umumkan Hasil Penyelidikan di Aceh

Selain itu, Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh menilai bahwa belum adanya niatan serius dari KPK RI terhadap komitmen lembaga tersebut untuk menindak secara tegas kejahatan anggaran yang selama ini dan saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Aceh.

Padahal Aceh memiliki anggaran pembangunan yang besar, pada tahun anggaran 2022 saja Pemda bersama DPRD Aceh mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp16,17 Triliun.

Anggaran yang besar tersebut seharusnya mau dan mampu dimaksimalkan oleh Pemda guna membangun ekonomi rakyat agar rakyat aceh bisa mendapat nilai tambah yang lebih sehingga bisa menekan angka
kemiskinan di Aceh yang saat ini berada pada 15,53%, tambah Barmawi.

Akan tetapi harapan tersebut ibarat istilah “Jauh Panggang dari Api”, dimana anggaran yang besar tersebut diperuntukkan pada persoalan yang tidak subtansial yang tengah dialami masyarakat Aceh.

Sebagai contoh, Dinas Pendidikan Aceh pada tahun ini mengelontorkan anggaran sebesar Rp12,776 Milyar rupiah untuk membeli mobil dinas baru, bus operasional dinas serta motor-motor mewah, padahal kalau kita nilai program tersebut tidak ada korelasinya terhadap peningkatan mutu pendidikan maupun peningkatan ekonomi rakyat, apalagi pada tahun anggaran sebelumnya dinas pendidikan telah membelanjakan barang tersebut, tutup Barmawi. []

Komisi IV DPR Ancam Tuntut KLHK Jika Masih Ditemukan Penebangan Hutan Bakau dan Mangrove

0
Hutan Bakau dan Mangrove (Foto: Strateginews)

Nukilan.id – Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, menegaskan akan menuntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) jika masih menemukan penebangan pohon di Hutan Tanaman Industri (HTI) seperti hutan bakau atau mangrove. Sudin masih mendengar aktivitas penebangan hutan bakau di sebagian wilayah Sumatera. Ia juga mempertanyakan terkait izin penebangan hutan bakau apakah saat ini dikeluarkan atau tidak oleh KLHK.

Menurutnya, ada sekitar 30 perusahaan yang mendapatkan izin, dan sebagian besar berada di wilayah Sumatera. ”Kalau ada saya temukan (penebangan hutan bakau untuk dibuat arang) dan izinnya berlaku, saya akan menuntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Sudin.

Politisi PDI-Perjuangan ini mengaku masih mendengar ada penebangan hutan bakau untuk membuat arang kayu yang dipasok ke produsen makanan khas Italia pizza. Karena kayu bakar yang dibuat arang diangap paling bagus terutama untuk membuat pizza, berkat wangi dan panasnya yang luar biasa.

“Sekarang kita cek aja, kalau masih ada yang jual berarti ada yang memproduksi. Kalau ada yang produksi berarti ada yang melegalkan atau ada yang tutup mata, oknum misalnya,” tegas Sudin.

Sudin mengingatkan, perlu waktu hingga 30 tahun lebih bagi hutan bakau untuk dapat berkembang. Namun, dirinya melihat pemerintah seolah tutup mata dengan memberi izin kepada sejumlah perusahaan. Ia menegasakan kalau KLHK memiliki tugas menjaga kelestarian alam. Oleh sebab itu, jangan sampai ada perizinan untuk aktivitas yang merusak lingkungan seperti penebangan hutan bakau.

Sudin juga meminta KLHK memantau kawasan HTI yang terdapat di sejumlah provinsi. Terlebih, dia menemukan masih adanya pemanfaatan lahan di HTI secara ilegal yang masih berkeliaran. “Saya juga minta dipantau ada enam (sampai) tujuh provinsi, HTI ditanami sawit. Luasannya 670 ribu hektar. Saya yakin para pejabat atau sebagian pejabat di LHK tidak mungkin tidak tahu. Itu saja yang saya minta,” kata Sudin. [Replubika]

Putri KW Juarai Bulungtangkis Asia Beregu 2022

0
Putri Kusuma Wardani menumbuhkan harapan baru di sektor tunggal putri bulutangkis Indonesia setelah tak ada dari seniornya yang menembus 10 besar dunia. (Foto: PBSI)

Nukilan.id – Putri Kusuma Wardani menjadi bagian dari tim putri Indonesia yang meraih gelar juara di Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2022. Putri KW mengaku sangat senang dengan kisah sukses tersebut.

Putri bertemu dengan Lee Se Yeon dan menang 21-10, 21-18 dalam laga yang digelar di Setia City Convention Center, Selangor, Malaysia, Minggu (20/2/2022) siang.

Putri tak hanya sukses melakukan balas dendam. Tunggal kedua ini juga membawa tim putri Skuad Muda Garuda memimpin 2-1 atas Korea Selatan. Indonesia pun menjuarai ajang ini di sektor putri dengan kemenangan 3-1.

“Senang sekali saya bisa membalas kekalahan dari Lee di pertandingan penyisihan grup sebelumnya dan menyumbangkan poin untuk Indonesia,” komentar Putri.

Sempat Hilang Fokus

Setelah menang di gim pertama dengan 21-10, sebenarnya permainan Putri KW tetap apik di gim kedua. Dia bisa terus mempin perolehan angka. Saat kedudukan 12-8, Putri yang mengelap lapangan dengan sepatunya karena lapangan basah keringat, malah dianggap memperlambat permainan dan angka untuk lawan jadi 12-9.

Setelah itu konsentrasi Putri sempat terganggu. Permainannya jadi buyar. Banyak kesalahan sendiri dan tersusul hingga 12-12.

“Saya sempat kehilangan konsentrasi setelah diberi peringatan umpire dan poin untuk lawan karena dianggap memperlambat permainan. Tetapi setelah itu, saya fokus untuk kembali menambah angka,” kata Putri KW.

Dukungan Suporter

Namun, setelah itu, pelan tapi pasti Putri KW kembali ke permainan terbaiknya. Pukulan Lee yang keluar, mengantarkan Putri pun unggul 18-17. Pukulan Putri yang menyangkut net, skor pun menjadi 18-18.

Namun, penempatan shuttlecock yang tak terjangkau lawan, membuat Putri kembali unggul 19-18 dan smash yang tak tertangkis lawan, angka keunggulannya bertambah menjadi 20-18. Pengamatan cermat Putri atas pukulan Lee yang jatuh di luar lapangan, mengantarkan Putri menang dengan 21-18 di gim kedua.

“Kemenangan saya ini biar bisa menjadi penambah semangat teman-teman. Terima kasih untuk suporter Indonesia yang datang di stadion dan teman-teman yang terus mendukung saya berjuang di lapangan,” tukas Putri.

Juara Pertama Kali

2016: China
2018: Jepang
2020: Jepang
2022: Indonesia

Sumber: Bolanet

Mengenal Burung Kirik-Kirik Laut, Si Pembasmi Hama Padi

0
Burung kirik-kirik laut saat bertengger di kabel listrik. Selain memiliki karakter warna bulu yang terlihat cerah dan indah, warna bulunya juga beragam. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

Nukilan.id – Bertengger di atas kabel listrik, mata burung mungil terlihat jelalatan. Bawaannya nampak tenang meski di bawahnya ada pengendara yang melintas di jalanan. Seolah ingin berteduh, burung yang berukuran sekitar 30 cm ini kemudian terbang ke pepohonan yang rindang. Tak lma berselang, ia pindah dan bertengger di ranting pohon yang kering.

Dialah burung kirik-kirik laut (Merops philippinus). Burung dengan warna bulu yang cerah dan indah ini mempunyai keahlian berakrobat di udara. Gerakannya cepat dan lincah saat terbang menyambar mangsa, yaitu serangga seperti kumbang, belalang, kupu-kupu, capung, lebah, dll.

Habitat kirik-kirik laut ini merata diberbagai lokasi, bisa di tempat terbuka seperti persawahan, rawa atau juga di pepohonan mangrove. Persebarannya bisa sampai di ketinggian 1.200 mdpl.

Namun, umumnya juga bisa berada di tanah yang bergunduk-gunduk atau di tebing perbukitan. Hal tersebut disebabkan burung ini biasa bersarang dengan membuat lubang-lubang sebesar bola pingpong di sekitar gundukan tanah.

Dibandingkan dengan burung kirik-kirik senja (Merops leschenatulti), ukuran kirik-kirik laut ini lebih besar. Meski begitu, keduanya merupakan burung yang sama-sama dari keluarga Meropidae, dan marga Merops. Kirik-kirik laut memiliki karakter mata berwarna merah dengan bola mata hitam.

Sementara, bagian luar mata terdapat strip warna hitam yang hampir sejajar dengan paruhnya yang runcing, dan juga dibatasi oleh garis warna biru di atas maupun di bawahnya.

Pahami Karakter

Burung kirik-kirik laut dalam bahasa Inggris dikenal dengan Blue-tailerd bee-easter, mempunyai karakter warna bulu yang tergolong cukup bagus dan variatif, seperti hijau zaitun, hitam, biru muda, dan cokelat zaitun.

Warna hijau terlihat pada bagian kepala dan mantel, warna hitam selain di sekitar matanya berupa garis tebal yang agak panjang juga terdapat pada bagian ujung sayap, kemudian tersapu dengan warna coklat kebiru-biruan. Lalu warna biru terdapat di ekor dan tunggirnya.

Sementara, dagunya berwarna kuning, tenggorokan berwarna coklat berangan. Untuk bagian dada dan perut berwarna hijau pucat. Saat terbang, sayap bagian bawah burung kirik-kirik laut terlihat berwarna jingga. Kaki berwarna coklat tua, iris dan paruhnya berwarna hitam.

Mochamad Saifudin, pengamat burung dari Komunitas Satwa Alam Bali menjelaskan, di kawasan pulau berjuluk Pulau Dewata burung kirik-kirik laut cukup mudah dijumpai. Namun, burung ini hanya bisa didapati di bulan-bulan tertentu, seperti pada bulan Juli-Agustus saat memasuki musim kemarau, atau awal musim hujan.

Dibandingkan kirik-kirik senja atau kirik-kirik biru, populasi burung kirik-kirik laut di alam tergolong lebih melimpah. Sedangkan karakternya, burung kirik-kirik termasuk burung yang suka berkoloni, meski kadang-kadang juga hanya terlihat sepasang. Dalam satu ranting pohon kering misalnya, itu bisa dihinggapi empat sampai enam ekor, bahkan bisa juga hingga 25 ekor.

Dari segi fotografi alam liar, kata Udin, panggilan akrabnya, kirik-kirik laut merupakan burung yang cukup unik untuk diabadikan. Apalagi ketika sayapnya mengembang ada keelokan tersendiri saat dipotret.

“Banyak teman-teman fotografer suka mengabadikan burung ini ketika mau landing di dahan. Karena ketika sayapnya mengembang itu cukup cantik,” ujar pria yang mengamati burung sejak 1999 ini, Kamis (17/02/2022).

Meski begitu, untuk mendapatkan momen yang bagus para fotografer sebelumnya juga perlu melakukan habituasi terhadap lingkungan sekitar terlebih dahulu. Hal ini diperlukan agar bisa memahami karakter burung tersebut, baik dari segi perilaku terbang maupun disaat bertengger.

Bagi pria yang pernah bergabung di Profauna, idealnya keberadaan burung itu lebih indah di alam liar daripada di dalam sangkar. Saat di alam keberadaanya itu bisa lebih dinikmati, apalagi ketika melihat perilakunya yang beragam itu juga memberikan kesenangan tersendiri.

Selain memberikan kesempatan burung tersebut tetap terbang bebas juga bisa dijadikan sarana edukasi, terutama kepada anak-anak, bahwa keberadaan burung ini juga penting bagi kehidupan manusia.

Mudah Beradaptasi

Keberadaan burung kirik-kirik masih cukup melimpah, meski badan konservasi dunia atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) belum mengeluarkan estimasi populasinya. Achmad Ridha Junaid, Biodiversity Conservation Officer Burung Indonesia mengatakan, secara umum populasi burung kirik-kirik laut cenderung stabil.

Populasinya stabil karena preferensi habitatnya di area terbuka dan kemampuan adaptasinya yang baik di wilayah area termodifikasi seperti tepi hutan, perkebunan, hingga persawahan. Sehingga eksplorasi dalam mencari makanan itu cukup luas.

Untuk itu, sebagian para ahli juga menyebutkan ada probalitas peningkatan populasi pada jenis burung ini.

Burung ini, lanjut Ridha, punya persebaran global yg cukup luas, mulai dari Pakistan hingga Papua Nugini. Namun, di Indonesia persebarannya tidak menyeluruh, karena hanya bisa ditemukan di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Pulau Kalimantan bagian selatan. Sementara di Asia burung ini bisa dijumpai di semenanjung Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, Myanmar, dan Vietnam.

Sejauh ini, katanya, para ahli tidak mengenali ada ras yang berbeda dari spesies kirik-kirik laut. Oleh karenanya sering disebut spesies monotypic, yang berarti bentuk dari spesies ini hanya satu untuk seluruh populasi globalnya dan tidak ada ras yang berbeda seperti yang terjadi pada burung kirik-kirik senja.

Sementara status konservasinya berdasarkan data dari IUCN, burung kirik-kirik laut masuk dalam kategori least concern atau resiko rendah dalam kepunahan dengan jumlah populasi globalnya juga masih belum diketahui sampai sekarang.

Dibandingkan dengan burung kicauan pada umumnya, suara burung kirik-kirik laut relatif kurang menarik, sehingga ancaman perburuannya tidak seberapa. Jika pun ada, skalanya hanya lokal saja.

Meski begitu, di alam secara ekologi keberadaan burung kirik-kirik laut sangat penting, mereka mampu mengontrol populasi hama yang menyerang tanaman padi maupun jagung. Sehingga bagi petani burung ini bisa dijadikan teman.

Selain itu, peran lainnya adalah bisa dijadikan sarana edukasi terkait dengan spesiesnya. “Ada juga orang-orang tertentu yang rela berjalan jauh hanya ingin melihat atau memotret burung ini di alam,” pungkasnya. [mongabay]

Fraksi Demokrat DPR Aceh Desak Pemerintah Cabut Aturan Baru JHT

0
Ketua fraksi Demokrat DPRA, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memberi tanggapan terhadap Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Hal ini sejalan dengan yang diinstruksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY menginstruksikan Fraksi Demokrat di parlemen untuk menolak dan mendesak pemerintah membatalkan Peraturan Menteri tersebut karena salah satu poin yang mengatur tentang syarat pencairan JHT dianggap dapat merugikan para pekerja.

Ketua fraksi Demokrat DPRA, Nurdiansyah Alasta, mengatakan bahwa selaku perpanjangan tangan Partai Demokrat di parlemen Aceh, fraksi Demokrat di DPRA mendesak pemerintah untuk mencabut Peraturan Menteri tersebut.

“Selaku perpanjangan tangan partai Demokrat di parlemen Aceh dan ikut menyuarakan aspirasi masyarakat di daerah, kita mendesak pemerintah untuk mencabut Peraturan Menteri tersebut karena merugikan pekerja” ucap pria yang akrab disapa DNA tersebut.

Selanjutnya pria yang menjabat sebagai Bendahara Umum DPD Demokrat Aceh ini menambahkan bahwa pemberlakuan Peraturan Menteri tersebut merugikan pekerja di seluruh Indonesia termasuk Aceh.

“Peraturan Menteri ini akan merugikan pekerja di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Oleh karena itu, kita di Aceh yang merasa dirugikan oleh aturan tersebut juga harus memiliki suara yang sama untuk menolak aturan itu” tutup Nurdiansyah.

Saat ini Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua tersebut sedang hangat diperdebatkan karena merugikan para pekerja yang ada di Indonesia. []

Jaksa Agung Mutasi Besar-Besaran, Bambang Bachtiar Jadi Kajati Aceh

0
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Bambang Bachtiar, (Foto: Ist/net)

Nukilan.id – Jaksa Agung Republik Indonesia (RI), Burhanuddin melakukan mutasi besar-besar dan promosi jabatan di lingkungan Korps Adhyaksa. Hal itu berdasarkan keputusan Jaksa Agung RI Nomor 54 Tahun 2022 tentang pemindahan, pemberhentian, dan pengangkatan dari dan dalam jabatan struktural Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kejaksaan RI, pada Sabtu (18/2/2022).

Ada 66 pejabat eselon II yang di mutasi dan mendapat promosi atas jabatan barunya di lingkungan Kejaksaan RI, termasuk Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta, Bambang Bachtiar yang dipromosikan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh menggantikan Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf yang sebelumnya menjabat sebagai Kajati Aceh, kini dipromosikan menjabat Inspektur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta.

Kemudian, Hendrizal Husin yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung di Jakarta. Kini dipromosikan sebagai Wakajati Aceh menggantikan Hermanto.

Sedangkan Hermanto yang sebelumnya menjabat Wakajati Aceh, kini menjabat sebagai Wakajati Sulawesi Selatan di Makassar.

Bukan itu saja, dalam keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-171/C/02/2022 tentang pemindahan, pemberhentian, dan pengangkatan dari dan dalam jabatan struktural PNS Kejaksaan RI tersebut. Ada 3 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan sejumlah pejabat utama di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh ikut diganti, yaitu Kajari Pidie Jaya, Mukhzan, Kajari Aceh Besar, Rajendra Dharmalinga dan Kajari Aceh Barat Daya (Abdya), Nilawati.

Mukhzan mendapatkan jabatan baru sebagai Kejari Lampung Utara, sedangkan jabatan Kajari Pidie Jaya digantikan Oktario Hartawan Achmad yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Kejati Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, Rajendra Dharmalinga yang sebelumnya menjabat Kejari Aceh Besar, kini menjabat sebagai Kajari Paser, Kalimantan Timur. Sementara Basril yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Kejati Sumatera Barat, kini menjabat Kajari Aceh Besar.

Selanjutnya, Kajari Aceh Barat Daya (Abdya), Nilawati dipindahkan ke Sumatera Selatan, mejabat sebagai Kajari Lahat, Sumatera Selatan. Sedangkan, Heru Widjatmiko yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Kejati Sulawesi Barat, kini menjabat sebagai Kajari Abdya.

Selain melakukan mutasi terhadap sejumlah Kejari, Jaksa Agung RI juga mempromosikan Sejumlah Kepala Seksi, diantaranya, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Aceh, Munawal Hadi, yang kini dipromosikan menjabat sebagai Kepala Tata Usaha Kejaksaan Tinggi Jambi. [MIR]

MN KAHMI Percayakan Senator Fachrul Razi Ketua Streering Commiitee Rakornas di Batam

0
Komite I DPD RI Fachrul Razi, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada Jum,at (25/2/2022) sampai Minggu (27/2/2022) mendatang guna konsolidasi organisasi mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Koordinator Presidium MN KAHMI mempercayakan Senator Fachrul Razi yang juga Ketua Komite I DPD RI sebagai Ketua Streering Commiitee Rakornas IV KAHMI, yang akan dilaksanakan di Swissbell Hotel, Harbour Bay, Kota Batam.

Ketua Pelaksana Rakornas IV Majelis Nasional KAHMI, Anita Aryani menjelaskan, kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terpuruk selama Pandemi Covid 19.

“KAHMI sebagai bagian integral dari komponen bangsa harus mengambil bagian untuk ikut aktif membenahi ekonomi bangsa kita, sebab kami adalah kader umat dan kader bangsa yang bertanggungjawab menciptakan masyarakat yang berkeadilan dan berkemakmuran,” tegas Anita Aryani di Jakarta Sabtu (19/2/2022).

Menurut Anita, melalui Rakornas tersebut KAHMI bertekad untuk mengkonsolidasikan diri dalam menghadapi berbagai masalah kebangsaan yang selama ini mengalami banyak hambatan selama pandemi.

Ia meyakini kontribusi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tersebar di berbagai bidang pengabdian Bangsa dan Negara memiliki peran yang penting dalam mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan.

Rakornas tersebut menurut rencana akan dihadiri oleh para pengurus MN KAHMI, Pengurus Majelis Wilayah, dan Majelis Daerah seluruh Indonesia. Diperkirakan peserta rakornas mencapai 800 orang, terdiri dari Pengurus MN KAHMI dan Forhati, MW KAHMI dan Forhati, MD KAHMI, Majelis Perwakilan KAHMI Luar Negeri, panitia, dan undangan.[]

Prof Mujib Beri Materi Moderasi Beragama pada Diklat Terpadu GP Ansor Aceh Utara

0

Nukilan.id – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Aceh Utara melaksanakan kegiatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) gelombang I Gerakan Pemuda Ansor ( GP Ansor) selama tiga hari sejak tanggal 17-19 Februari 2022 dengan mengambil lokasi diklat di Dayah Terpadu Bustanul Yatama, Gampong Tumpeun Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

Diklat dibuka secara resmi oleh Ketua PW GP Ansor Aceh Gus Azwar A. Gani yang turut didampingi oleh ketua PC GP Ansor Kabupaten Aceh Utara Abdul Jalil.

Pada Kesempatan tersebut Ketua PW GP Ansor Aceh menyambut baik dan menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus PC GP Ansor Kab. Aceh Utara yang telah berusaha secara maksimal untuk menyelenggarakan kegiatan diklat Terpadu Dasar (DTD) tersebut.

Dalam sambutanya, Gus Azwar A.Gani juga mengharapkan kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan Diklat Terpadu Dasar dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga berbagai materi yang diberikan sejumlah nara sumber dapat memperkaya wawasan pemikiran dan mengokohkan mental serta semangat juang para kader Ansor ke depan.

Pada Diklat Terpadu Dasar tersebut diramu dengan sejumlah materi diantranya: Moderasi beragama, Ke Indonesian dan kebangsaan, organisasi dan kepemimpinan, dalil-dalil amaliayah dan tradisi keagamaan NU, Aswaja, ke Ansor -an I, Ke NU-an I dan materi ke Banser-an I.

Pada DTD tersebut, Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman mengisi materi tentang: Moderasi Beragama, Menggapai Islam Rahmatan Lil’alamin.

Secara filosofis dan sistematis Prof. Mujib mengupas paradigma moderasi Bergama atau “Wasathiyah al-Islam” di Indonesia dalam percaturan peradaban dunia kekinian, guna mewujudkan peradaban Indonesia yang gemilang dalam bingkai Islam rahmatan lil’alamin.

Pencapaian Islam rahmatan lil’alamin dapat ditempuh dengan mengupayakan sistem dan tujuan pendidikan yang mampu mengharmonisasikan tiga pilar utama yaitu: Ketauhidan, kemanusian dan kealaman.

Pengkajian dan pembumian moderasi beragama (Wasathiyah al-Islam) di Indonesia berakar dan berpijak pada sumber ajaran Islam Al-Qur’an dan hadist, falsafah negara Pancasila dan kearifan local (urf).

Implementasi nilai Ketuhanan yang Maha Esa sebagai energi kebangsaan dalam tatanan kehidupan bernegara dan bermasyarakat akan mampu mewujudkan toleransi beragama secara kokoh, baik antar maupun inter umat beragama di negeri ini.

Akhirnya, kerukunan umat beragama akan terjaling dengan erat, toleransi terbina dengan baik, masyarakat hidup secara damai, aman terntram, saling menghargai dan menghormati. Terjauh dari sikap saling membenci, intoleran, kekerasan dan radikalisme.

Gambaran masyarakat yang agamis dan harmonis demikian itulah yang ingin dicapai dalam konteks Wasathiyah al-Islam di Indonesia secara umum dan di Aceh secara khusus. []

Inyiak Balang, Budaya Masyarakat Minang Menghormati Harimau

0
Harimau sumatra. (Foto: canva.com)

Nukilan.id – Bagi masyarakat Minang, harimau tidak semata dikenal sebagai binatang buas. Hewan ini di perkampungan, memiliki pemaknaan luas dibanding hewan lain. Untuk penyebutan saja, ada yang menyebut hewan ini Inyiak Balang.

Harimau yang mendapat julukan si-Ampang Limo, secara tradisi dianggap memiliki perasaan, kepekaan yang baik serta mengerti salah dan benar. Sudah turun menurun, harimau menyimpan arti sebagai hewan yang dihormati.

Inyiak harimau dapat diartikan menjadi dua definisi. Pertama ialah inyiak harimau sebagai penjaga hutan yang memiliki beberapa fungsi sosial, kultural, ekologi. Kedua ialah inyiak harimau sebagai pelindung orang Minang yang sedang merantau.

Dosen Sastra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unad) Padang M Yunis menjelaskan, orang Minang jarang menyebut langsung harimau. Tetapi lebih sering disebut “inyiak” atau Inyiak Balang. Inyiak dianggap suci yang artinya adalah kakek atau bapak.

“Orang Minang secara umum memandang harimau sebagai sosok yang melindungi, karena kakek atau bapak dari ayah atau dari ibu, yang tentu saja melindungi, begitu orang Minang menghargai harimau,” katanya yang dilansir dari Langgam, Kamis (17/2/2022).

Sebagai penjaga hutan, Inyiak Balang dipercaya sebagai makhluk setengah manusia setengah harimau. Ada yang menyatakan Inyiak Balang adalah manusia yang mempelajari magi putih sehingga bisa berubah menjadi harimau.

Di sisi lain, ada yang percaya bahwa sejak awal makhluk ini memang siluman harimau yang dapat berubah menjadi manusia, harimau, atau manusia harimau. Tetapi dari dua versi ini, Inyiak Balang dipercaya bisa berkomunikasi dengan kelompok manusia dan harimau.

Mitosnya pada masa lampau inyiak harimau pernah menjembatani kontrak sosial antara manusia dan harimau untuk tidak saling menyerang satu sama lain. Makhluk ini dianggap sosok yang tepat untuk menjembatani kontrak tersebut.

“Identitas diri yang cair ini menyebabkan inyiak harimau dapat diterima di dua kelompok yang berbeda tersebut,” jelas Febi R Ramadhan dalam jurnal academia berjudul Folklor dan hantu-hantu: Pemaknaan Orang Minang pada Palasik, Bunian, dan Inyiak Harimau.

Definisi inyiak harimau yang kedua ialah penjaga orang Minang ketika sedang merantau. Tiap orang Minang dipercaya memiliki inyiak yang menjaganya, namun tidak orang Minang memiliki kemampuan untuk melihat dan mengenali inyiaknya.

“Hanya sejumlah orang Minang yang dapat melihat dan mengenali inyiaknya karena telah diajarkan oleh keluarganya,” bebernya.

Hubungan saling hormat

Inyiak kerapkali digambarkan sebagai harimau jadi-jadian yang menjaga hutan. Inyak tinggal di hutan dan menjaga keseimbangan hutan tersebut agar tidak diganggu oleh manusia. Banyak orang yang percaya makhluk ini memakan durian.

“Karena itu apabila terdapat durian yang jatuh di hutan, durian itu tidak boleh disentuh karena durian tersebut ialah jatak dari inyak harimau,” ucap Febri.

Di Kabupaten Solok, Inyiak Balang ada yang berhabitat di areal perladangan, hutan ulayat, dengan sebutan si Ampang Limo, sebutan lainnya ada datuak. Istilah datuak biasanya digunakan untuk menyebut orang yang dituakan dalam adat.

Meski begitu, inyiak harimau sangat jarang memperlihatkan wujud aslinya (tubuh belang), melainkan bisa dibaca secara isyarat. Ketika ada seseorang yang tersesat di hutan, makhluk ini suka memberikan pertolongan.

Tetapi sebaliknya bisa saja marah bila ada warga yang kedapatan berbuat tidak terpuji atau kejahatan. Masyarakat di sana percaya harimau tidak akan muncul di hadapan manusia apabila mereka tidak berbuat salah.

Dikutip dari JPNN, warga kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Dasril pernah memiliki pengalaman terkait Inyiak Balang di kampungnya. Ketika itu dirinya tersesat sepulang mencari madu di hutan ulayat kampungnya.

Ketika itu senja, hari mulai gelap. Dirinya kesulitan untuk mencari jalan pulang. Lantas Dasril meminta bantuan kepada inyiak melalui isyarat. Tidak lama, muncul suara ranting kayu patah, kemudian Dasril mengikuti suara tarsebut. Dirinya pun sampai ke jalan umum dekat hutan menuju kampung.

Kehadiran harimau di hutan ketika tersesat menjadi isyarat bahwa sesungguhnya hewan ini hadir dalam keseharian warga setempat. Terkadang, harimau memberi tahu keberadaan mereka dengan jejak telapak kaki, atau durian yang terbelah rapih tanpa terpisah dengan tampuknya.

Karena itulah ada hubungan saling menghormati antara manusia dan harimau di Sumatra Barat (Sumbar). Misalnya saja dalam kisah seorang pangeran dari Kerajaan Minangkabau yang membantu anak harimau saat terjatuh dalam jurang.

Sebagai balasan, ayah dari harimau ini berjanji tidak akan menggangu anak cucu pangeran yang tersesat dalam hutan. Tetapi dengan syarat adalah waktu siang bagi manusia sedangkan malam adalah waktu bagi harimau.

“Itulah mengapa kami selalu sudah pulang ke rumah sebelum Magrib, karena jatah kami itu siang hari dan jatah sang inyiak itu malam hari,” papar Jafran yang disadur dari artikel “Inyiak” dalam Kearifan Lokal Minangkabau karya Fitri Aziza.

Legenda sebagai upaya konservasi

Mitologi tentang inyiak ini ternyata juga mengarjakan tentang etika, sopan santun, pranata sosial, dan menjaga norma agama. Secara tidak langsung, kepercayaan ini seperti menjaga alam dan harimau yang ada di hutan Sumbar.

Dipercaya juga dahulu, para nenek moyang di Minang sering terjadi kerja sama antara harimau dengan manusia. Anggapan ini membuat orang Minang menghormati hewan dengan nama latin panthea tigris sumatrae tersebut.

Misalnya saja ketika ada jejak harimau, maka ini sudah menjadi koreksi bagi masyarakat tentang kesalahan dan dosa apa yang telah diperbuat. Kalau tidak marah, maka dia tidak akan datang. Kepercayaan ini merata dianut di perkampungan Sumbar.

Bisa saja ada penebangan pohon yang sedang terjadi di atas gunung. Maka hal ini harus dihentikan karena membahayakan habitat mereka. Nilai-nilai seperti ini menurutnya, harus menjadi kearifan lokal yang terus dijaga di tengah masyarakat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ardi Andono menyakini adanya kepercayaan masyarakat Minang terhadap inyiak sangat membantu melindungi populasi harimau di Sumbar.

“Orang Minang sangat menghormati harimau, sangat jarang ada pemburu yang orang asli Sumbar. Kemarin yang terakhir kita tangkap orang Sumut,” katanya.

Karena itu BKSDA berhadap para tokoh masyarakat di Sumbar terus mengingatkan agar tidak ada yang melakukan perburuan harimau. Dengan kepercayaan orang Sumbar terhadap inyiak juga diharap bisa membantu perlindungan harimau.

Apalagi hampir semua tempat di Pulau Sumatra memiliki panggilan penghormatan kepada harimau, bagi Ardi ini merupakan upaya konservasi yang dibungkus dengan nilai budaya. Karena itu dirinya berharap nilai ini juga berlaku di Sumbar. [GNFI]

Setiap Tahun ada Subsidi RP 143,5 Triliun Untuk Bisnis yang Merusak Alam

0
Ilustrasi (Foto: Ricardo Funari/Lineair/Greennpeace)

Nukilan.id – Setidaknya $1,8 triliun (Rp 143,5 triliun) digelontorkan setiap tahun untuk subsidi bisnis yang mendorong pemusnahan satwa liar dan peningkatan pemanasan global. Dalam studi baru ini, para ilmuwan memperingatkan bahwa umat manusia tengah membiayai kepunahannya sendiri.

Studi ini merupakan yang pertama kali melakukan asesmen lintas sektor dalam satu dekade. Para peneliti melihat bahwa pemerintah di dunia memberikan subsidi seperti potongan pajak untuk produksi daging sapi di Amazon hingga dugaan keuangan untuk pemompaan air tanah yang tidak berkelanjutan di Timur Tengah.

Dukungan pemerintah tersebut setara dengan 2% dari PDB global, dan secara langsung bertentangan dengan tujuan kesepakatan Paris serta rancangan target untuk membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati.

Penelitian tersebut menemukan subsidi langsung membiayai polusi air, penurunan permukaan tanah, dan deforestasi dengan uang negara.

Para penulis laporan, yang merupakan pakar subsidi terkemuka, mengatakan sebagian besar dari $1,8 triliun itu dapat digunakan kembali untuk mendukung kebijakan yang bermanfaat bagi alam dan transisi ke nol bersih. Apalagi di tengah meningkatnya perpecahan politik tentang biaya dekarbonisasi ekonomi global.

Laporan tersebut menyerukan agar pemerintah menyetujui target untuk menghapus subsidi yang berbahaya bagi lingkungan pada akhir dekade ini pada pertemuan COP15 tentang keanekaragaman hayati di Tiongkok pada pertengahan 2022.

Christiana Figueres, mantan ketua konversi perubahan iklim PBB, menyambut baik penelitian tersebut. Dia mengatakan subsidi menciptakan risiko besar bagi bisnis yang menerimanya.

“Saat ini alam kita menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan, dan kita tidak pernah hidup di planet dengan keanekaragaman hayati yang begitu sedikit,” kata Figueres dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 Februari 2022.

“Saat ini kita juga masih belum memenuhi target pendanaan iklim Perjanjian paris sebesar $100 miliar per tahun. Subsidi yang merugikan harus diarahkan untuk melindungi iklim dan alam, ketimbang membiayai kepunahan kita sendiri,” kata Figueres.

Laporan tersebut merinci jumlah subsidi yang diterima oleh bisnis termasuk industri bahan bakar fosil sebesar $640 miliar. Sektor pertanian menerima $520 miliar, air $350 miliar, dan kehutanan $155 miliar. Tidak ada estimasi angka untuk pertambangan, yang diyakini menyebabkan kerusakan ekosistem hingga miliar dolar per tahun.

Elizabeth Mrema, sekretaris eksekutif Konvensi Keanekaragaman Hayati Biologi menyebut laporan tersebut penting untuk mendorong adanya transformasi dalam menyediakan insentif dan subsidi bagi kerusakan biodiversitas pada abad ini.

“Tindakan transformatif pada insentif dan subdisi yang berbahaya bagi keanekaragaman hayati akan menentukan bagaimana kita mencegah hilangnya biodiversitas. Saya sangat yakin laporan tepat waktu ini akan membantu menghasilkan momentum politik yang diperlukan dan berkontribusi pada kerangka global,” kata Mrema. [Betahita]

Laporan tersebut juga menyorot bagaimana pengalihan, penggunaan kembali, atau penghapusan subsidi dapat membuat kontribusi penting untuk membuka $711 miliar yang diperlukan setiap tahun untuk menghentikan dan membalikkan kerugian alam pada 2030 serta biaya untuk mencapai emisi nol bersih. [betahita]