Beranda blog Halaman 179

FEB UTU Gelar Coaching Clinic P2MW untuk Persiapkan Mahasiswa Ajukan Proposal Wirausaha 2026

0
FEB UTU Gelar Coaching Clinic P2MW untuk Persiapkan Mahasiswa Ajukan Proposal Wirausaha 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar kegiatan Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Aula Iskandar Muda, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan mahasiswa sekaligus mendorong mereka mengajukan proposal usaha pada program P2MW tahun 2026.

Coaching Clinic tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Mardhi Fadillah, S.Pd., M.Si. dan Tamitha Intassar Husen, S.E., M.B.A. Keduanya memberikan pembekalan kepada mahasiswa terkait pengembangan ide bisnis, penyusunan proposal usaha, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga dihadiri para dosen di lingkungan FEB sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di kampus. Dosen diharapkan dapat berperan aktif dalam mendampingi mahasiswa mempersiapkan proposal usaha yang kompetitif untuk diajukan dalam program P2MW tahun 2026.

Dekan FEB UTU, Dr. Hamdi Harmen, S.E., M.M., mengatakan kegiatan Coaching Clinic P2MW merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan mahasiswa memanfaatkan peluang program kewirausahaan yang disediakan pemerintah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman tentang konsep bisnis, tetapi juga membimbing mahasiswa dalam menyusun proposal usaha yang berpotensi mendapatkan pendanaan.

“Coaching P2MW tidak hanya berdampak pada pengembangan kompetensi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal dan penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah,” ujar Dekan.

Ia juga mengajak mahasiswa UTU, khususnya di lingkungan FEB, untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan berdaya saing serta mengajukan proposal pada program P2MW tahun 2026.

Diktip Nukilan.id, Program P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) adalah program Kemdikti Saintek yang memberikan pendanaan, pembinaan, dan pendampingan bagi mahasiswa untuk memulai atau mengembangkan bisnis. Program ini bertujuan menciptakan wirausaha muda inovatif dengan bantuan modal hingga Rp20 juta dan pendampingan profesional untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, FEB UTU berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut dan mampu mengembangkan usaha yang memberi manfaat ekonomi, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (XRQ)

Reporter: Akil

Dinas Kesehatan Aceh Hadirkan Dokter Spesialis dalam Safari Ramadan di Aceh Utara

0
Dinas Kesehatan Aceh Hadirkan Dokter Spesialis dalam Safari Ramadan di Aceh Utara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali melaksanakan Safari Ramadan di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi. Di Kabupaten Aceh Utara, kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Sultan Malikussaleh, Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Senin (2/3/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Isya berjamaah. Acara juga diisi dengan sambutan mewakili Pemerintah Aceh, penyerahan bantuan untuk masjid dan anak yatim, tausiah Ramadan oleh Tgk. H. Azhari, serta shalat tarawih berjamaah.

Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dan Dinas Kesehatan Aceh yang mendapat penugasan dalam Safari Ramadan tahun ini di Aceh Utara.

Sebelumnya, pada Senin pagi (2/3/2026), Dinas Kesehatan Aceh lebih dulu menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat penyintas banjir yang melanda Aceh tahun lalu. Kegiatan itu dipusatkan di Gampong Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta layanan dokter spesialis. Beberapa dokter spesialis yang dilibatkan antara lain spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT), dokter gigi, dan dokter spesialis anak. Kehadiran tenaga medis spesialis tersebut disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Melalui Safari Ramadan ini, Pemerintah Aceh tidak hanya mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan layanan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar warga, khususnya di bidang kesehatan.

Dari Gunung Meriah, Disdik Aceh Gaungkan Semangat Kebangkitan Pendidikan

0
Kadisdik Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP didampingi Kabid Pembinaan SMA-PKLK Syarwan Joni, Kacabdisdik Aceh Singkil Handoko, Kacabdisdik Kota Subulussalam Antoni Boruntu, dan tim humas Disdik Aceh dalam pertemuan di aula SMA Negeri 1 Gunung Meriah. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | ACEH SINGKIL — Suasana berbeda terasa di SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Rabu pagi. Para siswa dan dewan guru tampak antusias menyambut kunjungan jajaran Dinas Pendidikan Aceh yang datang membawa pesan semangat bagi dunia pendidikan.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang hadir bersama Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Syarwan Joni, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Singkil Handoko, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Subulussalam Antoni Boruntu, serta tim humas Disdik Aceh.

Dalam pertemuan bersama para guru di aula sekolah pada Rabu (4/3/2026), Murthalamuddin menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sebelumnya telah menyiapkan SMA Negeri 1 Gunung Meriah bersama sejumlah sekolah lain di berbagai kabupaten/kota sebagai kandidat sekolah unggul berasrama atau boarding school.

Namun, rencana tersebut harus mengalami penyesuaian setelah banjir besar melanda Aceh pada akhir 2025. Sebagian anggaran yang telah disiapkan dialihkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehap-Rekon).

“Semua persyaratan sudah kita siapkan. Tetapi bencana memaksa kita memprioritaskan pemulihan. Meski begitu, pendidikan tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat, guru dituntut terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Pendidikan harus membangun tiga aspek utama: pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiganya harus berjalan seimbang agar melahirkan generasi cerdas dan berakhlak,” ujarnya.

Murthalamuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas serta memperkuat koordinasi di lingkungan pendidikan. Para pengawas dan guru diminta tetap teguh pada nilai kebenaran dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Sekolah, perlu aktif membuka ruang pengembangan potensi siswa, seperti lomba debat Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan berbagai kompetisi akademik lainnya untuk meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjalankan visi dan misi Gubernur Aceh dengan memberikan pelayanan yang tulus serta membangun pendidikan dengan hati.

Kunjungan tersebut menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Aceh. Di tengah keterbatasan anggaran serta dampak bencana yang masih terasa, semangat untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu diharapkan tetap menyala.

Pendidikan Harus Tetap Berjalan Pasca Banjir, Disiplin dan Kompetisi Siswa Jadi Prioritas Disdik Aceh

0
Tausiah Ramadan, buka puasa bersama, serta salat tarawih dan witir bersama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang di SMA Negeri 2 Patra Nusa, Manyak Payed Aceh Tamiang, Kamis, (5/3/2026).(Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | ACEH TAMIANG — Semangat untuk menjaga kualitas pendidikan tetap digelorakan meski sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, baru saja dilanda banjir. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan melalui kegiatan tausiah Ramadan, buka puasa bersama, serta salat tarawih dan witir bersama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 2 Patra Nusa, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Kamis (5/3/2026). Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB, serta sejumlah guru dan siswa di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan bagi generasi Aceh di tengah situasi pascabencana.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP menegaskan bahwa musibah banjir tidak boleh menghambat proses pendidikan di daerah tersebut.

“Walaupun kita sedang menghadapi musibah banjir, pendidikan harus tetap berjalan. Anak-anak Aceh harus tetap belajar agar menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dalam menghadapi persaingan di masa depan. Menurutnya, ketangguhan dan semangat tinggi menjadi kunci bagi generasi muda untuk mampu bersaing.

“Persaingan hanya dimenangkan oleh orang-orang yang kuat. Karena itu, semangat kita tidak boleh redup dalam membangun pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Murthalamuddin juga menyoroti pentingnya perubahan pola pendidikan yang lebih menekankan pada kedisiplinan serta pembentukan pola pikir siswa. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya dipengaruhi oleh keluarga, tetapi juga oleh kemampuan mereka dalam mengelola pola pikir dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Disiplin harus menjadi bagian penting dalam pendidikan. Anak-anak harus dilatih untuk mampu mengelola pola pikir dan tanggung jawab dalam kehidupan,” jelasnya.

Selain itu, ia turut menyinggung penggunaan telepon genggam di ruang kelas yang dinilai dapat mengganggu konsentrasi belajar apabila tidak digunakan untuk kepentingan pembelajaran.

“Jika siswa membawa HP ke ruang kelas bukan karena keperluan pembelajaran, maka fokus belajar mereka akan terganggu. Karena itu perlu ada pengaturan yang jelas di sekolah sesuai surat edaran disdik Aceh,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kreativitas sekaligus rasa percaya diri siswa, sekolah juga didorong untuk memperbanyak kegiatan kompetisi dan lomba sebagai wadah bagi siswa dalam menyalurkan potensi dan meraih prestasi.

“Kita ingin membangun paradigma pendidikan baru dengan memperbanyak lomba-lomba bagi siswa agar mereka memiliki ruang untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar melakukan evaluasi apabila tujuan pembelajaran belum tercapai. Menurutnya, pemahaman siswa harus menjadi prioritas utama dalam proses belajar mengajar.

“Lebih baik siswa memahami delapan pokok bahasan secara mendalam daripada mempelajari sepuluh pokok bahasan tetapi tidak memahami apa-apa,” katanya.

Selain peningkatan kualitas siswa, peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian. Dinas Pendidikan Aceh, kata dia, berencana melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) secara mandiri di Aceh sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.

“Ke depan kita akan melaksanakan UKG guru secara mandiri di Aceh. Jika tidak lulus, maka sertifikat UKG dapat dicabut dan guru tersebut tidak diperbolehkan mendapatkan jam mengajar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memastikan siswa benar-benar memahami pelajaran yang diberikan.

“Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap keberhasilan belajar siswa yang diajarkan,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Murthalamuddin juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali fungsi perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi bagi para siswa.

“Perpustakaan harus aktif dimanfaatkan oleh siswa. Sekolah juga perlu menyediakan buku-buku yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan kurikulum,” tutupnya.

Illiza Pererat Silaturahmi dengan KONI Banda Aceh Lewat Buka Puasa Bersama

0
Illiza Pererat Silaturahmi dengan KONI Banda Aceh Lewat Buka Puasa Bersama. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banda Aceh, Rabu (4/3/2026), di Sekretariat KONI Kota Banda Aceh, kawasan Beurawe.

Illiza hadir bersama suaminya, Amir Ridha, serta didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh. Kedatangannya disambut langsung oleh Ketua KONI Kota Banda Aceh Heri Julius beserta jajaran pengurus.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh Ramza Harli dan anggota DPRK Banda Aceh Hj Efiaty Z, serta para perwakilan cabang olahraga dan insan olahraga di Banda Aceh.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Illiza mengapresiasi dedikasi serta kerja keras KONI dalam membina dan meningkatkan prestasi olahraga di ibu kota provinsi Aceh tersebut. Ia menegaskan bahwa olahraga tidak hanya berorientasi pada capaian prestasi semata, melainkan juga berperan dalam membentuk karakter dan kedisiplinan generasi muda.

“Momentum Ramadan ini menjadi ruang yang indah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mendukung pembinaan olahraga agar semakin maju dan berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Illiza.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, DPRK, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Ia berharap semangat kebersamaan dalam momen buka puasa bersama itu dapat menjadi energi positif untuk terus mengharumkan nama Banda Aceh melalui prestasi para atlet.

Sementara itu, Ketua KONI Banda Aceh Heri Julius menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota terhadap pembinaan olahraga. Ia menegaskan komitmen KONI untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus memperkuat soliditas organisasi.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara ditutup dengan tausiah Ramadan oleh Ustadz Mulsir, dilanjutkan doa bersama dan berbuka puasa bersama keluarga besar KONI Kota Banda Aceh.

Akses Jalan Kuala Baru Putus, Warga Patungan Bangun Jembatan Darurat

0
Akses Jalan Kuala Baru Putus, Warga Patungan Bangun Jembatan Darurat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SINGKIL — Akses jalan di Kecamatan Kuala Baru yang menjadi penghubung antara Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Selatan dilaporkan putus. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok antarwilayah.

Hingga kini, warga setempat menilai belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kerusakan infrastruktur tersebut. Akibatnya, masyarakat berinisiatif melakukan gotong royong dengan cara patungan untuk membangun jembatan darurat agar akses transportasi tetap bisa dilalui, meski dengan keterbatasan.

Maulidin, salah seorang masyarakat setempat kepada Nukilan.id mengaku berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan memperbaiki akses jalan tersebut secara permanen.

“Kami memohon agar pemkab aceh singkil dan aceh selatan lebih memperhatikan lagi dan akses ini segera diperbaiki,” ujar Maulidin dalan keterangannya, Rabu (4/3/2025)

Menurut warga, jembatan darurat yang dibangun secara swadaya itu hanya bersifat sementara dan belum tentu mampu bertahan lama, terutama jika terjadi cuaca ekstrem. Meski demikian, langkah tersebut diambil demi memastikan roda perekonomian dan aktivitas harian warga tetap berjalan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat segera melakukan peninjauan ke lokasi dan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, sehingga akses vital antarwilayah tersebut kembali normal dan aman dilalui. (XRQ)

Reporter: Akil

Dampak Pernyataan Bahlil, Warga Aceh Tengah Berbondong-bondong Beli BBM Gunakan Jeriken

0
Warga di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan ramai-ramai membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan membawa jeriken ke sejumlah SPBU dan Pertashop. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Warga di Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan ramai-ramai membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan membawa jeriken ke sejumlah SPBU dan Pertashop. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan stok disebut dalam kondisi aman.

Dilihat Nukilan.id dari video yang beredar pada Rabu (4/3/2026), warga mendatangi SPBU dan Pertashop dengan membawa jeriken berbagai ukuran. Antrean jeriken terlihat mengular. Selain membeli di SPBU, sebagian warga juga membeli BBM dalam jumlah besar dari pedagang eceran. Rata-rata masyarakat memasukkan minyak ke dalam jeriken, bukan langsung ke kendaraan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal, dikutip dari detikSumut mengatakan berdasarkan informasi dari PT Pertamina, stok BBM untuk wilayah tersebut masih mencukupi. Ia menyebutkan, pada hari ini ada kapal yang bersandar membawa pasokan BBM guna memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran Idul Fitri.

“Untuk wilayah distribusi depot Lhokseumawe termasuk kabupaten Aceh Tengah di dalamnya, stok di depot saat ini pertamax ada 1,3 juta liter, pertalite 4,3 juta liter dan solar 2,3 juta liter,” kata Mustafa dalam keterangannya.

Mustafa kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, distribusi BBM ke wilayah Gayo, termasuk Aceh Tengah, dilakukan setiap hari.

“Stok BBM InsyaAllah dalam kondisi aman. Diharapkan kepada masyarakat tidak perlu panic buying karena distribusi BBM ke aceh tengah akan dilakukan setiap hari,” ujar Mustafa.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah. Warga di daerah tersebut terlihat membawa jeriken dengan berbagai ukuran untuk menyimpan BBM.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketahanan stok BBM nasional dalam keadaan aman. Ia menyatakan cadangan BBM saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 20 hari.

“Masih cukup 20 hari,” kata Bahlil, Senin (2/3/2026) dilansir detikFinance. (XRQ)

Reporter: Akil

Plt Bupati Aceh Selatan Saksikan Langsung Prosesi Pensyahadatan Shinta Purnamasari

0
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, menyaksikan langsung prosesi pensyahadatan seorang warga Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Shinta Purnamasari, di Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/3/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, menyaksikan langsung prosesi pensyahadatan seorang warga Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Shinta Purnamasari, di Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/3/2026).

Dalam suasana khidmat yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, Shinta Purnamasari secara resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipandu Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, SH.

Amatan Nukilan.id, turut hadir dalam prosesi tersebut istri Plt Bupati yang juga Ketua Dharmawanita Persatuan Aceh Selatan, Sri Kurniati, SE, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Camat Tapaktuan bersama unsur Forkopimcam, Keuchik dan Imam Chik Gampong Pasar, serta Dewan Pengawas, Badan dan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam sambutannya, H. Baital Mukadis menyampaikan rasa syukur atas berlangsungnya momen yang disebutnya sebagai peristiwa penuh berkah.

“Tepat pada hari Rabu, 4 Maret 2026, di Gampong Pasar Kecamatan Tapaktuan, kita bersama telah menyaksikan sebuah momen penuh berkah. Saudari Sinta Purnama Sari dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keputusan Shinta merupakan pilihan yang lahir dari kesadaran pribadi dan ketulusan hati. Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya hadir sebagai saksi, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan moral bagi setiap warga yang menempuh perjalanan spiritual.

“Selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari yang telah menguatkan hati untuk memeluk agama Islam. Dalam ajaran Islam, kita semua adalah saudara seiman. Karena itu, jangan pernah merasa sendiri. Islam adalah agama yang satu, yang mempersatukan kita dalam ukhuwah dan kasih sayang,” ungkapnya.

Plt Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merangkul dan mendampingi mualaf dalam proses belajar dan memahami ajaran Islam. Ia menekankan pentingnya menghadirkan wajah Islam yang ramah dan menenangkan.

“Dengan hati yang terbuka dan niat yang tulus, kita semua mendoakan semoga Allah SWT meneguhkan hatinya, memudahkan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam, dan menjadikannya pribadi yang membawa kebaikan serta manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, ia menyampaikan apresiasi dan doa terbaik atas keputusan yang diambil Shinta.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari atas pilihannya untuk bergabung dalam agama yang penuh rahmat dan ridha, yakni agama Islam. Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan diikuti oleh saudara-saudari kita yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, prosesi pengucapan syahadat dipandu langsung oleh Tgk. Misbar Basri, SH. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa syahadat adalah awal perjalanan panjang dalam menapaki iman.

“Syahadat bukan akhir dari sebuah pencarian, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju cahaya iman. Hari ini adalah langkah pertama. Setelah ini, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi, membimbing, dan membersamai saudari kita dalam mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam,” kata Tgk. Misbar.

Momentum Ramadhan semakin menambah makna prosesi tersebut. Bagi Plt Bupati, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hidayah dapat hadir kapan saja, terlebih di bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Dengan bertambahnya satu warga yang memeluk Islam, H. Baital Mukadis berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan di Aceh Selatan semakin kuat. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan dan pendampingan bagi para mualaf sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan. (XRQ)

Warga Gampong Pasar Tapaktuan Resmi Memeluk Islam, Ikrar Syahadat Digelar di Kantor Baitul Mal Aceh Selatan

0
Warga Gampong Pasar Tapaktuan Resmi Memeluk Islam, Ikrar Syahadat Digelar di Kantor Baitul Mal Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/3/2026). Seorang warga Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Shinta Purnamasari, secara resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Amatan Nukilan.id, prosesi pensyahadatan tersebut turut disaksikan oleh PLT Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE beserta istri, Ketua Dharmawanita Persatuan Aceh Selatan Sri Kurniati, SE, PLT Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Camat Tapaktuan, Kapolsek dan Danramil Tapaktuan, Keuchik dan Imam Chik Gampong Pasar, serta Dewan Pengawas, Badan dan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Ikrar syahadat dipandu langsung oleh Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, SH. Dengan penuh ketenangan, ia menuntun Shinta Purnamasari melafalkan kalimat tauhid sebagai tanda keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dalam keterangannya, Tgk. Misbar Basri menegaskan bahwa pengucapan syahadat bukan sekadar seremoni keagamaan.

“Syahadat bukan akhir dari sebuah pencarian, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju cahaya iman. Hari ini adalah langkah pertama. Setelah ini, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi, membimbing, dan membersamai saudari kita dalam mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan wajah Islam yang penuh kasih dan persaudaraan, agar setiap mualaf merasakan kehangatan ukhuwah dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, PLT Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas momen tersebut.

“Tepat pada hari Rabu, 4 Maret 2026, di Gampong Pasar Kecamatan Tapaktuan, kita bersama telah menyaksikan sebuah momen penuh berkah. Saudari Sinta Purnama Sari dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” katanya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan moril kepada Shinta sebagai mualaf.

“Selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari yang telah menguatkan hati untuk memeluk agama Islam. Dalam ajaran Islam, kita semua adalah saudara seiman. Karena itu, jangan pernah merasa sendiri. Islam adalah agama yang satu, yang mempersatukan kita dalam ukhuwah dan kasih sayang,” lanjutnya.

Menurutnya, keputusan tersebut menjadi awal perjalanan baru dalam kehidupan spiritual Shinta.

“Dengan hati yang terbuka dan niat yang tulus, kita semua mendoakan semoga Allah SWT meneguhkan hatinya, memudahkan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam, dan menjadikannya pribadi yang membawa kebaikan serta manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Daerah, ia juga menyampaikan apresiasi.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari atas pilihannya untuk bergabung dalam agama yang penuh rahmat dan ridha, yakni agama Islam. Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan diikuti oleh saudara-saudari kita yang lain,” tuturnya.

Momentum bulan suci Ramadhan turut memberi makna tersendiri bagi prosesi tersebut. Di bulan yang identik dengan rahmat dan ampunan, hidayah yang datang menjadi pengingat bahwa pintu kebaikan terbuka bagi siapa pun yang mencarinya.

Perjalanan Shinta Purnamasari dalam memeluk Islam disebut sebagai hasil dari proses panjang perenungan dan pencarian spiritual. Dengan mengucapkan syahadat, ia memulai babak baru dalam kehidupannya sebagai bagian dari umat Islam di Aceh Selatan.

Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat terus memberikan pendampingan dan dukungan, sebagai wujud ukhuwah Islamiyah, agar mualaf yang baru memeluk Islam dapat menjalani kehidupan beragama dengan tenang dan istiqamah.

Ramadhan tahun ini pun menjadi saksi atas keputusan besar yang diambil dengan penuh kesadaran tersebut. (XRQ)

Kapolres Aceh Barat Beri Tenggat Waktu untuk 50 Keuchik Kembalikan Rp40,9 Miliar Dana Desa

0
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEULABOH Polres Aceh Barat memberikan tenggat waktu kepada 50 kepala desa (keuchik) di wilayahnya untuk segera mengembalikan temuan dugaan penyalahgunaan dana desa senilai lebih dari Rp40,9 miliar hingga Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebelum perkara tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Amatan Nukilan.id, Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, mengatakan saat ini hasil temuan tersebut masih berada di ranah pemerintah daerah dan belum dilimpahkan kepada kepolisian.

“Sebelum Inspektorat Aceh Barat menyerahkan (kasus) ini ke kami, sebisanya perangkat desa terkait bisa segera melakukan perbaikan pertanggungjawaban keuangan keuangan desa, silakan kembalikan,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan di Meulaboh, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, temuan terhadap 50 aparatur desa di Kabupaten Aceh Barat yang terindikasi menyalahgunakan dana desa merupakan hasil pemeriksaan Inspektorat. Namun hingga kini, belum ada pelimpahan resmi kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Untuk pelimpahan ke Polres belum, (temuan) ini baru informasi awal dari pak Bupati,” katanya.

Kapolres menegaskan, apabila nantinya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyerahkan secara resmi hasil audit tersebut kepada pihak kepolisian, maka penanganan akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh aparatur desa yang memiliki temuan indikasi penyelewengan dana desa agar segera mengembalikan kerugian tersebut ke kas negara guna menghindari proses hukum.

“Agar tidak terjadi penegakan hukum disana, aparatur desa bisa segera melakukan pengembalian, sehingga nantinya masalah ini dapat diselesaikan secara internal di pemerintah daerah,” kata Kapolres.

Namun demikian, ia memastikan bahwa apabila perkara tersebut telah resmi dilimpahkan ke kepolisian, maka proses hukum tetap akan berjalan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah mengultimatum 50 kepala desa untuk segera menindaklanjuti temuan dana desa sejak 2022 hingga 2025. Berdasarkan data resmi Pemkab Aceh Barat, total temuan yang belum dikembalikan oleh aparatur desa mencapai lebih dari Rp40,9 miliar.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menegaskan bahwa apabila para kepala desa tidak mengembalikan dana sesuai hasil audit, maka mulai 1 April 2026 akan dilakukan pemberhentian terhadap 50 kepala desa yang terindikasi korupsi dana desa.

Ia juga menyatakan bahwa kepala desa yang tidak mengembalikan dana sesuai hasil audit Inspektorat Kabupaten Aceh Barat harus siap menghadapi konsekuensi hukum di kemudian hari. (XRQ)