Beranda blog Halaman 1741

Aceh Masuk Provinsi Terkorup Ke-7 Versi KPK

0
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri. (Foto: nkripost)

Nukilan.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri ungkap daftar provinsi terkorup di Indonesia dari tahun 2004 hingga 2020. Ternyata ini provinsi yang jadi juara!

Komjen Firli Bahuri menyebut dari 34 provinsi di Indonesia, ada 26 provinsi yang mengalami kasus korupsi.

“Dari sebaran 34 provinsi, 26 daerah itu pernah terlibat korupsi, ini memprihatinkan bagi kita,” ujar Firli dalam webinar dengan seluruh calon kepala daerah dengan tema ‘Mewujudkan Pimpinan Daerah Berkualitas Melalui Pilkada Serentak yang Jujur Berintegritas’, Selasa (20/10/2020).

KPK kemudian membuat daftar provinsi terkorup dengan data yang diambil dari kasus korupsi di tahun 2004 hingga 2020.

KPK menyatakan dari 26 provinsi, provinsi terkorup di Indonesia pada tahun 2020 jatuh pada Jawa Barat dengan 101 kasus.

Posisi kedua daftar ini kemudian diduduki oleh Jawa Timur dengan 93 kasus dan Sumatera Utara dengan 73 kasus.

Mengetahui Jawa Barat mendapatkan posisi pertama dalam provinsi terkorup, Firli kemudian mengingatkan seluruh jajaran DPRD Jawa Barat.

Firli berharap, seluruh jajaran DPRD Jabar tidak melakukan korupsi dan meminta para legislator untuk mewaspadai titik rawan korupsi.

“Ada empat tahapan dalam tugas dewan terkait penganggaran. Dari empat tahapan tersebut, semua rawan korupsi. Mulai dari penyusunan, persetujuan, dan pengesahan ada kerawanan. Pelaksanaannya juga ada, terakhir pengawasannya ada kerawanan juga,” kata Firli, seperti dilansir dari bisnis.com.

Firli juga menambahkan modus korupsi yang paling sering dilakukan di Indonesia adalah pemerasan, gratifikasi, dan penyuapan.

Daftar Provinsi Terkorup di Indonesia Tahun 2020

Dilansir dari liputan6.com, berikut adalah daftar lengkap provinsi terkorup di Indonesia menurut KPK:

  1. Jawa Barat 101 kasus
  2. Jawa Timur 93 kasus
  3. Sumatera Utara 73 kasus
  4. Riau dan Kepulauan Riau 64 kasus
  5. DKI Jakarta 61 kasus
  6. Jawa Tengah 49 kasus
  7. Aceh 41 kasus
  8. Lampung 30 kasus
  9. Sumatera Selatan 24 kasus
  10. Banten 24 kasus
  11. Papua 22 kasus
  12. Kalimantan Timur 22 kasus
  13. Bengkulu 22 kasus
  14. Nusa Tenggara Barat 12 kasus
  15. Jambi 12 kasus
  16. Sulawesi Utara 10 kasus
  17. Kalimantan Barat 10 kasus
  18. Sulawesi Tenggara 10 kasus
  19. Maluku 6 kasus
  20. Sulawesi Tengah 5 kasus
  21. Sulawesi Selatan 5 kasus
  22. Nusa Tenggara Timur 5 kasus
  23. Kalimantan Tengah 5 kasus
  24. Bali 5 kasus
  25. Sumatera Barat 3 kasus. [nkripost/liputan6)

Manager Area Wilayah Aceh Benarkan Pertamina Hapus BBM Jenis Premium

0
Ilsutrasi SPBU (Foto: Dok. Pertamina)

Nukilan.id – Pihak Pertamina membenarkan Bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis premium sudah di hapus dari edaran, sedangkan minyak Solar masih tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Sales Area Manager PT Pertamina Wilayah Aceh, Sonny Indro menyampaikan benar bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sudah dihapuskan.

“Ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017,” kata Sonny Indro kepada Nukilan.id usai Rapat Koordinasi terkait kelangkaan BBM di Gedung DPR Aceh, Selasa (12/04/2022).

Ia menjelaskan tentang Permen LHK Nomor 20 Tahun 2017 memuat aturan pemakaian BBM berstandar Euro 4. Dimana BBM dengan Euro 4 adalah bahan bakar dengan kandungan sulfur maksimal 50 parts per million (PPM). Euro 4 adalah emisi gas buang  yang dihasilkan sangat rendah, sehingga diklaim sangat ramah lingkungan. Ujarnya.

Selanjutnya saat ini produk pertamina yang sudah setara Euro 4 adalah Pertamax turbo dan pertamina dex. Standar oktaf BBM di Indonesia minimal 91, Sedangkan pertalite tidak masuk dalam kategori tersebut,” ungkapnya.

Untuk sekarang ini, karena masih masa transisi jadi masih berlanjut untuk minyak pertalite. Walaupun tidak menutup kemungkinan penghapusan pertalite.

Oleh karena itu, penghapusan jenis BBM merupakan arahan pemeritah dan bukan wewenang kami dan Pertamina juga sedang menunggu arahan tersebut. Sedangkan untuk isu penghapusan solar, itu tidak benar.

“Karena Saat ini kami masih menyalurkan solar sebagaimana mestinya sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Reporter : Hadiansyah

Diduga Mabuk, Bos PS Store Putra Siregar Bogem Pengunjung Kafe

0
Selebgram yang juga pemilik gerai ponsel PS Store, Putra Siregar. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Selebgram yang juga pemilik gerai ponsel PS Store, Putra Siregar ditangkap polisi atas kasus dugaan penganiayaan terhadap salah satu pengunjung kafe bernama Nur Alamsyah.

Penganiayaan yang dilakukan Crazy Rich Jakarta Timur itu bersama rekannya Rico Valentino diduga akibat pengaruh alkhohol.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto saat dihubungi membenarkan adanya laporan pengeroyokan dengan terlapor Putra Siregar dan Rico Valentino.

“Iya, benar. Laporan pengeroyokan itu sudah kita proses,” kata Budhi, Selasa, 12 April 2022.

Budhi belum memerinci soal penetapan tersangka keduanya. Sejauh ini baru dua orang itu yang dijadikan tersangka kasus pengeroyokan.

“Sudah (tersangka). Sementara dua, tapi kalau dalam prosesnya berkembang nanti disampaikan lagi,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Ahmad Ali Fahmi menjelaskan, kliennya dianiaya Putra Siregar di sebuah kafe di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada 2 Maret 2022.

Putra Siregar diduga melakukan penganiayaan bersama rekannya yang merupakan figur publik berinisial R.

“Klien kami dikeroyok tanpa sebab sekitar jam 02.00 pagi. Tidak tahu (pelaku) terpengaruh alkohol atau tidak,” ujar Fahmi dalam keterangannya, Selasa, 12 April 2022. [Wanda]

Cek Zainal: Pelayanan PMI Banda Aceh Semakin Baik

0
Ketua Dewan Kehormatan PMI Kota Banda Aceh, Zainal Arifin yang akrab disapa Cek Zainal saat memberikan sambutan di acara buka puasa bersama di PMI Kota Banda Aceh, Selasa (12/4/2022). Foto: Ist.

Nukilan.id – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin menilai pelayanan kemanusiaan PMI Banda Aceh saat ini sudah semakin baik.

Penilaian itu disampaikannya dalam tausiah singkatnya pada acara buka puasa bersama relawan PMI se-Kota Banda Aceh pada Selasa, (12/4/2022), di Aula PMI Banda Aceh.

Menurut Pria yang akrab disapa Cek Zainal itu, masyarakat saat ini kerap menghubungi PMI untuk meminta darah dan meminta pelayanan ambulans. Meningkatnya pelayanan kemanusiaan PMI turut merepresentasikan kepercayaan masyarakat kepada PMI.

“Kegiatan PMI Kota Banda Aceh hari ini menggeliat luar biasa. Maka oleh karenanya pertahankanlah ini. Mudah-mudahan PMI semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Cek Zainal yang juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Banda Aceh itu.

Kata dia, keaktifan PMI Banda Aceh saat ini tidak lepas dari peran relawan PMI yang cakap dibidangnya.

Selain itu, itu Cek Zainal juga menekankan pentingnya relawan bagi organisasi PMI karena tanpa relawan akan sulit bagi PMI untuk melayani masyarakat dengan maksimal.

Karenanya, lanjut Cek Zainal, PMI harus memperhatikan para relawannya baik secara kualitas, kapasitas, maupun kesejahteraan.

“Bisa kita bilang, nggak mungkin PMI jalan kalau nggak ada relawan,” tutupl Cek Zainal.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi Nurdin mengatakan, buka puasa bersama PMI Banda Aceh hari ini dihadiri pengurus, staf, maupun relawan PMI yang ada di Banda Aceh.

Selain itu, juga hadir anggota Dewan Kehormatan PMI Kota Banda Aceh Asrizal, Rahmad Thalib, dan dr. Zafrullah Khany Jasa, Sp. An-KNA, serta Sekretaris PMI Provinsi Aceh, Bendahara PMI Provinsi Aceh dan beberapa pengurus PMI Provinsi Aceh lainnya.

“Ini agenda rutin tiap Ramadhan, salah satu tujuannya untuk mempererat silaturrahmi antar relawan. Hari ini hadir unit KSR, TSR, PMR, dan unit relawan lainnya,” ungkap Dedi.

Ia berharap ajang silaturrahmi ini membuat kekompakan dan kebersamaan relawan menjadi lebih erat. Ia berharap tidak ada kelompok-kelompok eksklusif di dalam tubuh relawan karena itu akan merusak kekompakan.

Terakhir, Dedi mengucapkan terima kasih kepada pengurus, staf, dan relawan PMI Kota Banda Aceh yang selama ini sudah bekerja keras untuk kemanusiaan.

“Semoga relawan PMI tetap solid kedepannya,” harapnya. [Wanda]

Padi, Tanaman dari Surga yang Dipercayai Masyarakat Dayak

0
Ilustrasi Padi. (Foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Kebudayaan bercocok tanam di Asia Tenggara dan Asia Pasifik dibawa oleh para penutur Austronesia. Sementara itu bukti-bukti kedatangan awal penutur Austronesia di Kalimantan saat ini sudah mulai tampak dari hasil beberapa penelitian.

Bukti-bukti kedatangan mereka, terutama di Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan, bisa ditelusuri dari kajian-kajian antropologi yang menempatkan padi dalam pusat kehidupan orang Dayak Meratus.

Temuan padi pada masa neolitik tertua di Kalimantan hingga saat ini ialah di Gua Niah, Serawak, berdasarkan temuan tembikarnya diperkirakan lebih tua dari 4000 Sebelum Masehi.

Pertanggalan tersebut lebih tua dibandingkan teori Out of Taiwan yang menyatakan bahwa menyebarnya para penutur Austronesia di Pulau Kalimantan baru dimulai sekitar 3500 Sebelum Masehi.

Sedangkan orang Dayak secara umum tinggal di kawasan pedalaman dengan beberapa rumpun besar seperti Maanyan, Ngaju, Iban, Ot Danum, Kenyah, Bahau, Tunjung, Kanayan, sementara Dayak Meratus terbagi dalam sub Dayak Ngaju dan Dayak Maanyan.

Saat ini masyarakat Dayak di pedalaman hanya sedikit yang hidup nomaden sebagai pemburu dan pengumpul makanan, tetapi sarana utama penghidupan sebagai besar adalah ladang berpindah,

“Kegiatan ladang berpindah mereka terutama melakukan penanaman padi gunung dan beberapa tanaman lainnya,” tulis Anne Schiller dalam buku Activism and Identities in an East Kalimantan Dayak Organization.

Perladangan mereka tergantung pada musim dan hidup di lahan tadah hujan. Bakumpai adalah perladangan sawah tadah hujan yang memanfaatkan air pasang surut. Ini sejalan dengan tempat tinggal mereka umumnya adalah di tepi sungai.

Persebaran bakumpai ada di Long Iram Kalimantan Timur, Tumbang Samba Kalimantan Tengah dan Bakumpai (Basahab, Ulu Benteng, Lepasan, Baliuk, Simpang Arja, dan Kampung Bentok) di Kalimantan Selatan.

Migrasi orang Dayak juga dipengaruhi oleh faktor ekologi. Ada kompetisi memperebutkan hutan sekunder di antara masyarakat peladang, dikarenakan membuka hutan primer lebih sulit dan memerlukan waktu yang lebih lama.

Selain itu, wilayah yang sudah didiami merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya. Oleh karena itu, sering kali mereka memutuskan untuk bermigrasi ke tempat baru guna melakukan ekspansi (perang) dalam rangka memperoleh hutan sekunder.

Padi Tanaman Surga

Perekonomian masyarakat Dayak pada awal abad kedua puluh mengandalkan hasil pertanian dari padi gunung. Selain padi, beberapa masyarakat Dayak juga ada yang menanam umbi-umbian atau mengambil umbi yang tumbuh liar di hutan.

Namun, mereka tidak menganggap umbi-umbian tersebut sebagai makanan pokok. Menurut Peter Boomgaard masyarakat Dayak masih menganggap padi sebagai makanan pokok mereka.

Ketersediaan cadangan padi dalam sebuah kelompok masyarakat Dayak dapat digunakan sebagai alat pengukur kemakmuran suatu komunitas. Dalam dua hektare lahan padi gunung biasanya dapat menghasilkan hingga 200 Kg gabah dalam sekali panen.

Pada masa lalu, produksi padi ladang ini digunakan untuk bahan makanan pada tahun ladang berikutnya. Produksi padi nanti akan dibagi ke dalam tiga kegunaan, yaitu untuk bahan makanan sehari-hari, ritual, dan keperluan pertukaran barang.

Pertukaran ini sekarang biasanya dilakukan di pasar guna untuk mendapatkan uang tunai. Hasil panen biasanya tidak digunakan untuk keperluan lain. Namun sampai saat ini masih ada suku Dayak yang masyarakatnya pantang menjual padi.

Suku Dayak Meratus di Kalimantan Selatan adalah contoh produsen beras yang hanya menanam padi untuk dikonsumsi sendiri. Panen padi hanya sekali setahun, mereka berpantang menjual padi.

“Mereka pernah mengalami kesulitan akibat menjual padi. Pengalaman kekurangan padi di saat kemarau panjang mendera, membuat mereka kembali ke nasihat leluhur yakni pantang menjual padi,” tulis Ida Bagus Putu Prajna Yogi dari Balai Arkeologi Kalimantan Selatan dalam artikel Padi Gunung pada Masyarakat Dayak, Sebuah Budaya Bercocok Tanam Penutur Austronesia.

Menurut Setia Budhi, masyarakat adat di pegunungan Meratus menanam padi sebagai bagian dari kepercayaan terhadap asal-usul. Mereka percaya, jelas Setia, bahwa padi merupakan tanaman yang dibawa dari surga, saat nenek moyang manusia Adam dan Tihawa (Hawa) turun ke bumi.

Setia yang melakukan penelitian menyebut ada upacara yang menyakut hal bertani, seperti basumbu, yaitu ritual masyarakat untuk menyambut padi yang sudah berbuah. Hal ini jelasnya untuk meminta pertolongan agar padi tumbuh baik dan dihindarkan dari gagal panen.

“Pemulian ini, membuat padi orang Dayak Meratus sangat tahan lama. Padi yang dipanen lima tahun lalu masih tersimpan dengan baik di kindai (lumbung) di sekitar rumah tetua adat,” tulisnya dalam artikel berjudul Padi: Tanaman Surga Bagi Orang Dayak Meratus yang dimuat di Forest Digest.

Kelestarian Hutan

Masyarakat Dayak dalam melakukan aktivitas berladang tidak dilakukan secara serampangan. Pada dasarnya orang Dayak tidak berani merusak hutan, hal ini karena bagi mereka lingkungan adalah bagian dari hidup.

Orang Dayak terutama sebelum mengambil sesuatu dari alam, terutama menggarap hutan yang masih perawan harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu yaitu memberitahukan kepada kepala suku dan mencari hutan yang cocok.

Setelah mendapat izin dan menemukan hutan yang cocok, mereka akan memberikan persembahan. Upacara pembukaan hutan itu segera dilakukan sebagai tanda pengakuan bahwa hutan atau bumi itulah yang memberi kehidupan bagi mereka.

Sistem perladangan di Long Pujungan Kalimantan Timur sama dengan sistem perladangan lain di Kalimantan. Lahan diperoleh dengan membuka hutan, baik primer maupun sekunder. Long Pujungan merupakan ladang yang hanya dipergunakan sekali saja, atau maksimal dua musim berturut-turut.

“Ladang yang telah dipakai dibiarkan menghutan kembali selama tiga sampai 25 tahun,” ucap Setia.

Masyarakat di Long Pujungan juga mengenal klasifikasi hutan seperti berikut:

  1. Bekan: bekas ladang tahun lalu
  2. Jekau cengalem: bekas ladang yang sudah dibiarkan menghutan selama 2 sampai 6 tahun
  3. Jekau lawan: bekas ladang yang sudah dibiarkan menghutan 7 sampai 15 tahun. Pohon yang tumbuh biasanya sudah mencapai diameter 15 sentimeter sampai 50 sentimeter
  4. Jekau lempan: bekas ladang yang sudah sulit ditaksir berapa tahun sudah dibiarkan menghutan, karena ukuran pohon biasanya berdiameter lebih dari 50 sentimeter
  5. Mba atau Mpa, hutan rimba

Dayak Bakumpai di sungai Barito Kalimantan Tengah dan Selatan dalam pembukaan lahan juga mengenal klasifikasi: 1) Bahu, 2) Labehu, 3) Padang, 4) Himba, 5) Kaleka, 6) Petak Jujung, 7) Petak Tagah, 8) Petak Gahung, 9) Petak Alas, 10) Petak Bahua dan 11) Petak Simpuk atau Manyimpuk.

Sementara Dayak Meratus memiliki sistem perladangan padi yang unik. Mereka mengenal perladangan dengan beberapa istilah membuka lahan (manabas), membakar lahan (manyakulut), membersihkan ladang sesudah dibakar (mambarasih), memasukan padi ke dalam lubang (manugal), membersihkan rumput (marumput), panen (mangatam), menyimpan padi (mangindai).

Dengan perkembangannya yang berabad-abad, jelas Sakti, petani Dayak Meratus mengembangkan pelbagai jenis padi dari dua varietas tersebut. Dalam penelitiannya telah ada 101 varietas lokal padi gogo dan 45 padi ketan yang ditanam.

Di antara 101 varietas padi gogo itu, katanya ada 38 varietas yang ditemukan pada lebih dari satu permukiman. Sisanya sebanyak 63 varietas hanya ditemukan pada satu komuniti, misalnya Buyung Putih, Buyung Kuning, Siam Unus serta Nakit, Tampiku, Kelapa, Badagai Putih, Carnik dan Radin.

“Bagi masyarakat adat di pegunungan Meratus, menanam padi merupakan salah satu strategis memelihara keragaman varietas padi gogo,” jelasnya. [GNFI]

Peneliti Temukan 43 Bunga Rhizanthes di Cagar Alam Batang Palupuh Agam

0
Mahasiswa UM Sumbar Rangga Agus sedang melakukan penelitian rhizanthes lowii di kawasan Cagar Alam Batang Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat./Foto: Antara/Resor KSDA Maninjau

Nukilan.id – Sebuah penelitian menemukan sebanyak 43 individu bunga rhizanthes lowii ditemukan di Kawasan Cagar Alam Batang Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian itu dilakukan oleh Rangga Agus, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

“Saya menemukan 43 bunga rhizanthes lowii itu dengan kondisi mekar lima buah dan berupa knop 38 buah,” katanya, dikutip dari Antara, Selasa (12/4/2022).

Agus mengatakan, penelitian itu dilakukan beberapa hari dengan cara menghitung dengan mengamati akar atau inang. Sedangkan metodenya dengan membuat 12 plot atau petak pengamatan di kawasan Cagar Alam Batang Palupuh.

“Satu plot dengan ukuran 20×20 meter persegi,” katanya.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Maninjau, Ade Putra menambahkan rhizhanthes adalah jenis tumbuhan berbunga dan termasuk parasit sejati yang dapat tumbuh tanpa daun, batang, akar dan klorofil sehingga ia tidak mampu melakukan fotosintesis.

“Keunikan tumbuhan ini adalah endotermik dimana rhizanthes tidak hanya menghasilkan panas sendiri tetapi memiliki kemampuan dalam mengatur suhunya sendiri,” katanya.

Ade menjelaskan, rhizhanthes berasal dari mycelium yang membelah diri setelah mencapai ukuran tertentu tumbuhan ini kemudian menembus jaringan permukaan epidermis Tetrastigma lanceofolia.

Rhizanthes termasuk suku Rafflesiaceae, yang mana anggotanya merupakan tumbuhan parasit sejati yang sangat bergantung kepada inangnya. Beberapa di antaranya adalah Rafflesia, Mitrasremma, Rhizhanthes dan Sapria. Rhizanhes merupakan jenis paling kecil dengan garis tengah kurang lebih 15 centimeter dengan dimensi ukuran jika dihitung secara keseluruhan termasuk lobus dapat mencapai sekitar 30 centimeter.

Seperti Rafflesia, mula-mula hanya sebesar kutil lalu membesar mencapai ukuran bulat sebesar tomat dan bergaris tengah berwarna coklat. Ketika terbuka pada bagian pusat bunga berwarna cokelat.

Berbulu rapat sepanjang kurang lebih satu centimeter membulat bergaris tengah sekitar empat centimeter. Sedang ke arah luar berwarna putih melingkar pada area selebar lima centimeter berbulu pendek dengan warna coklat.

Bagian berwarna merah-cokelat mengkilap tanpa bulu disebut “cuping” (lobus) berbentuk lanset sebanyak 14-18 lobus dengan tambahan bangunan bagai cacing yang makin ke ujung bentuknya semakin meruncing. Panjangnya kurang lebih tujuh centimeter dan memiliki warna bunga yang cantik dan dapat bertahan sekitar 5-7 hari.

“Saat itulah semut akan datang berbondong-bondong menutupi hampir seluruh permukaan bunga.”

Setelah itu warnanya akan berangsur kusam menjadi hitam lalu membusuk. Dari ukuran sebesar kelereng sampai besar dan terbuka atau mekar dibutuhkan waktu yang cukup lama mencapai dua tahun.

Rhizanthes memiliki kemiripan karakter fisik dengan bunga Rafflesia, yaitu tidak memiliki batang, akar, daun, dan klorofil. Tumbuhan itu tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga bergantung kepada inang untuk mendapatkan makanan.

Rhizanthes berbeda dengan tumbuhan parasit benalu (Loranthaceae) yang memiliki daun batang dan akar dan mampu memproduksi karbohidrat. Rhizanthes memperoleh energi dan makanan dari inangnya yaitu Tetrastigma lanceofolia, tumbuhan berkayu memanjat yang dapat tumbuh hingga 50 meter.

Beberapa diantara jenis rhizhanthes yaitu rhizanthes zippeli amat sulit dijumpai karena habitatnya dialam yang cenderung tumbuh dihutan hujan tropis yang sangat rapat diantara semak dan terkadang dijumpai di lereng yang curam menambah makin langkanya tanaman ini.

Tumbuhan yang biasa hidup di daerah dengan ketinggian 500-1300 mdpl itu antara lain ditemukan di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Barat. Beberapa kali dilaporkan tumbuhan unik dan langka ini ditemukan di kawasan Cagar Alam Maninjau di Kabupaten Agam.

Kerusakan habitat akibat alih fungsi pemanfaatan hutan turut mengancam kelestarian tumbuhan bunga langka tersebut. [Betahita]

Pertamina Pastikan Tambah Kuota BBM untuk Aceh

0
Sales Area Manager Pertamina wilayah Aceh Indro Prabowo. (foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Sales Area Manager Pertamina wilayah Aceh Indro Prabowo mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan stok penambahan Bahan Bakar Minyak untuk masing-masing Statiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), walau kosenkuensi kuota bisa melebihi.

“Kita hari ini di backup oleh Dinas Energi dan Sumber Dya Mineral (ESDM) dimana mereka yang mengusulkan untuk penambahan kouta ini,” kata Indro Prabowo saat melakukan rapat dengan komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa (12/4/2022).

Indro menyamopaikan itu terkait kemungkinan mulai lebaran bahan bakar Minyak (BBM) akan naik kembali.

Maka dari itu–pihak Pertamina dan ESDM meminta DPRA agar mengabulkan permintaan penambahan kuota tersebut agar dapat melayani semua mayarakat Aceh sesuai dengan kebutuahnnya.

Dijelaskan Indro, Penyebab penurunan kuota di Aceh berada di ranahnya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), karena proses penambahan kuota setiap tahunnya berdasar usulan Pertamina kepada Pemerintah Daerah (PEMDA) yang masuk ke BPH Migas, lalu meraka memasukan ke Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), kemudia baru ditentukan sesaui anggran yang tersedia.

“Setelah itu baru ditetapkan Volumenya tiap-tiap provinsi dan kabupaten/Kota bahkan pertinggkat SPBU Setempat,” katanya.

Kemudian, terkait permintan penambahan BBM, Dinas Dinas ESDM Aceh meminta penambahan 13% dari 360.000 kiloliter menjadi 412.000 KiloLiter.

Dia juga mengingatkan, secara aturan mobil tranfortasi baik itu mobil mewah seperti Fajero Sport tidak dilarang menggunakan BBM berubsidi, yang dilarang adalah mobil yang berPlat Merah.

“Jadi kita cuma bisa mengajak agar diutamakan kepada yang lebih kurang mampu, dan alat berat itu tetap menggunakan Bbm yang Non subsidi,” lanjutnya

Soal pedangang enceran ini sudah tertera dalam aturan tidak membolehkan menjual sesuai dengan perpres 1991 tahun 2014 bahwa penyalur SPBU hanya bisa menyalurkan ke konsumen akhir, tidak untuk dijual kembali.

“Salah satu solusi kita sediakan itu pertaShop dan Oulet BBM satu harga di daerah terpencil,” demikian Indro Prabowo.

Reporter: Hadiasnyah

DPRA Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Gubernur Aceh 2021

0

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2021 di Gedung DPR Aceh, Selasa (12/4/2022).

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRA, Safaruddin dan dihadiri unsur Forkopimda Aceh beserta tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin menyampaikan, bahwa Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah menyampaikan secara administrasi dokumen LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2021 melalui surat nomor 120.4/4869  tanggal 25 Maret 2022.

Berdasarkan ketentuan pasal 19 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) nomor 13 tahun 2019 tentang laporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dijelaskan bahwa kepala daerah menyampaikan LKPJ kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rapat paripurna yang dilakukan 1 kali dalam 1 tahun paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Dijelaskan lagi, bahwa berdasarkan peraturan pemerintah nomor 13 tahun 2019 tentang laporan dan evaluasi penyelengaraan pemerintahan daerah, paling lambat 30 hari setelah LKPJ diterima, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah harus melakukan pembahasan LKPJ untuk memberikan rekomendasi kepada kepala daerah.

Selanjutnya, kata dia, berdasarkan pasal 189 ayat (2) peraturan tata tertib DPRA disebutkan bahwa  laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Pemerintah Aceh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibahas oleh panitia khusus dengan memperhatikan rekomendasi komisi.

“Karena itu, nantinya naskah lengkap ini akan segera kita pelajari, utamanya terkait capaian kinerja Pemerintah Aceh selama tahun anggaran 2021,” jelas Safaruddin.

Untuk diketahui, selain rapat paripurna penyampaian LKPJ Gubernur Aceh tahun 2021, hari ini DPRA juga sekaligus menggelar rapat paripurna pembentukan dan penetapan Panitia Khusus (Pansus) pembahas LKPJ Gubernur Aceh tahun 2021 dan pembahas Rancangan Qanun Aceh serta penyampaian laporan hasil Reses I tahun 2022.

Reporter: Hadiansyah

BI dan Perbankan Se-Aceh Gelar Serambi Rupiah Ramadhan

0

Nukilan.id – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1443 H, Bank Indonesia menggelar “Serambi Rupiah Ramadan” yang mengangkat tema “Belanja Bijak dan Rawat Rupiah”.

Kerjasama antara Bank Indonesia dan perbankan se-Aceh dalam layanan penukaran uang pecahan kecil kepada masyarakat ditandai dengan Kick Off Serambi Rupiah Ramadhan yang dilaksanakan pada Selasa, 12 April 2022 di Halaman parkir Barata, Banda Aceh.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Achris Sarwani, Pimpinan Perbankan, Pimpinan BPRS, dan Pimpinan PT. Pos Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Achris Sarwani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar.

Dan sebagaimana tema kegiatan, kata dia, BI juga mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak sesuai kebutuhan, berhemat, dan merawat Rupiah guna mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri 1443 H, BI bersama Perbankan se-Aceh dan PT Pos Indonesia menyediakan layanan penukaran uang di seluruh wilayah Aceh pada periode 4-29 April 2022.

“Masyarakat dapat langsung mendatangi layanan penukaran uang terdekat yang tersebar di 125 jaringan Kantor Cabang dari 13 Perbankan Syariah dan 2 BPRS di seluruh Aceh serta 1 Kantor Pos Indonesia,” ujar Achris.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga bisa melakukan penukaran uang melalui layanan kas keliling BI dan Perbankan yang kembali hadir setelah vakum dua tahun akibat pandemi.

Penukaran uang di Mobil Kas Keliling BI mulai tanggal 11 s.d 28 April 2022 di Halaman Parkir Barata, Banda Aceh. Guna menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling.

BI dan Perbankan se-Aceh berkomitmen untuk meningkatkan layanan sistem pembayaran tunai untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang di masyarakat menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1443 H.

“Hal ini sejalan dengan proyeksi peningkatan aktivitas ekonomi dan pembayaran di tengah kondisi pandemi yang semakin terkendali,” ungkap Achris.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dan Bank Indonesia Lhokseumawe telah menyediakan uang tunai sebesar Rp2,8 triliun sebagai respon atas kebutuhan uang dari Perbankan se-Aceh menjelang hari raya Idul Fitri. Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan masyarakat untuk penukaran uang pecahan kecil.

Selain menyiapkan uang tunai, BI juga terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai, antara lain QRIS, uang elektronik, BI-FAST, dan digital banking, yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi. []

Pastikan Kondisi Blok Tertib, Kakanwil Pantau CCTV Rutan Sigli

0

Nukilan.id – Kunjungan Kerja Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Meurah Budiman bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan Heri Azhari dan Kepala Divisi Administrasi Rahmat Rinaldi dilaksanakan dalam rangka safari Ramadhan untuk memonitor kondisi keamanan dan pelayanan hak warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Sigli berjalan dengan baik.

“kegiatan Safari Ramadhan dilakukan untuk memastikan pelayanan kebutuhan bahan makanan berbuka untuk penghuni Rutan selama pelaksanaan ibadah puasa mencukupi dan laik, selain chek persediaan bahan makanan di dapur Rutan Kakanwil juga memeriksa kesiapan petugas pengamanan untuk memastikan petugas hadir lengkap dan berada di pos pengamanan masing-masing, ungkap Meurah Budiman pada Dialexis, senin (11/4/2022).

Selama berada di Rutan Sigli Kakanwil Kemenkumham Aceh Meurah Budiman didampingi pimti pratama Kantor Wilayah langsung menuju dapur Rutan untuk memeriksa sajian bahan menu makanan yang sudah selesai dimasak, Kakanwil turut didampingi Kepala Rutan Sigli A. Halim Faisal menyampaikan bahwa penyajian bahan makanan kebutuhan berbuka puasa 450 penghuni Rutan dijaga kebersihan dan kualitasnya, racikan bumbu harus ada rasa sesuai dengan daftar menu makanan, ujar Meurah.

Kakanwil juga mengecek kehadiran petugas satuan pengamanan dan kelengkapan sarpras pengamanan pada kunjungan tersebut. Menurut Meurah semua petugas regu jaga hadir lengkap, jumlah penghuni Rutan 450 orang berada dikamarnya untuk istrahat siang dan sebagian lainnya berangin-angin diblok dalam Rutan.

Didampingi Kadivpas Heri Azhari dan Kadivmin Rahmat Rinaldi, Kakanwil melakukan pemantauan aktifitas lingkungan dalam Rutan dan branggang, area blok hunian dan pos pengamanan melalui CCTV yang berfungsi sangat baik. Karutan Sigli Faisal membenarkan Kakanwil melakukan kunjungan kerja dalam rangka safari ramadhan dan memantau kondisi area blok melalui perangkat CCTV di Pos Jaga Utama.

Kakanwil juga mengingatkan petugas agar meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini dalam rangka pencegahan terjadinya gangguan kamtib, sehingga pelaksanaan ibadah ramadhan berlangsung dengan aman dan nyaman bagi penghuni Rutan Sigli, ungkapnya. [Dialeksis]