Beranda blog Halaman 1720

Ketupat Colet, Hidangan Khas Lebaran dari Kalimantan Barat

0

Nukilan.id – Setelah sebulan berpuasa, umat muslim akan segera merayakan hari kemenangan. Meski tahun ini pandemi masih belum usai, pemerintah agaknya sudah melonggarkan aturan agar masyarakat dapat mudik pada momen lebaran ini.

Mudik dan bertemu keluarga di kampung halaman tentu jadi momen yang ditunggu-tunggu untuk saling melepas rindu dan bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat. Biasanya ketika libur lebaran, semua anggota keluarga yang selama ini terpisah kota atau negara akan pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.

Lebaran tentu kurang lengkap tanpa masakan yang khas. Selain ketupat dan opor ayam yang umum disajikan, setiap daerah juga biasanya punya hidangan khas masing-masing dan membuat hidangan khas lebaran jadi semakin beragam.

Di Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Ketapang, ada menu lebaran unik yaitu ketupat colet. Seperti apa hidangan tersebut? Berikut penjelasannya:

Ketupat colet khas Ketapang

Warga Kabupaten Ketapang tentu sudah tidak asing dengan hidangan ini. Ketupat colet merupakan makanan khas masyarakat Melayu dan selalu disajikan saat lebaran, baik Idulfitri dan Iduladha, atau pada acara khusus seperti syukuran atau menyambut tamu istimewa.

Sebenarnya ketupat colet tidak jauh berbeda dari ketupat pada umumnya. Ketupat dibuat dari bahan dasar beras yang dibungkus oleh anyaman daun kelapa muda atau yang biasa disebut janur. Ketupat kemudian direbus dengan santan sampai matang.

Perbedaan ketupat colet adalah penyajiannya yang dicolet atau dicocol dengan rendang yang dimasak tidak terlalu kering seperti kalio sehingga bumbu-bumbunya masih banyak dan agak basah. Rendang dan bumbunya yang melimpah akan dibuat jadi cocolan ketupat.

Biasanya agar lebih mudah disantap dengan tangan, daging pada rendang akan dipotong kecil-kecil. Perpaduan ketupat yang lembut dengan daging rendang yang gurih, pedas, dan berempah ini sangat memanjakan lidah.

Selain dengan rendang, ketupat colet ini juga biasa dinikmati dengan opor atau sambal ale-ale. Bagi yang kurang akrab dengan nama ale-ale adalah sejenis kerang atau remis dengan kulit halus yang biasa ditemukan di pesisir pantai Kabupaten Ketapang. Cangkangnya berwarna putih dan dagingnya berwarna putih bening.

Jika berkesempatan mengunjungi Kabupaten Ketapang, Anda wajib coba makan ale-ale karena secara khusus hanya ada di sana. Saking ikoniknya, pemerintah setempat bahkan menjadikan ale-ale sebagai ikon kuliner dan dibangun Tugu Ale-ale yang juga merupakan titik 0 kilometer Ketapang.

Ale-ale dikenal sebagai makanan yang berprotein tinggi dan rasanya gurih. Ale-ale juga mudah diolah jadi berbagai jenis masakan untuk teman makan nasi hangat, seperti dibuat sambal, tumisan, serundeng, sambal mercon, asam manis, bahkan sesederhana direbus dan dibumbui garam pun sudah nikmat.

Ketika lebaran tiba, Anda tinggal memilih makan ketupat colet dengan rendang atau sambal ale-ale. Yang pasti cara makannya harus dicolet atau dicocol.

Selain ketupat colet, jangan lupa mencicipi makanan khas Kalimantan Barat lain. Misalnya jenjorong, sejenis kue berbahan dasar tepung beras, tepung kanji gula merah, air daun suji dan pandan, dan santan yang dikukus. Jenjorang umumnya disajikan di mangkuk kecil dari daun pisang.

Kemudian untuk makanan asin bisa mencoba sotong pangkong yang juga terkenal Pontianak. Sotong pangkong berbahan cumi-cumi yang dikeringkan terlebih dahulu kemudian dibakar menggunakan arang. Setelah itu, cumi akan dipukul-pukul menggunakan palu sampai bentuknya lebih pipih dan disajikan dengan saus cabai dan cuka. [GNFI]

 

Kemendikbudristek Perpanjang Masa Libur Lebaran Anak Sekolah

0

Nukilan.id – Pemerintah memberikan kelonggaran masuk sekolah bagi para murid. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan tambahan masa libur Lebaran.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristato, mengatakan, berdasarkan kalender pendidikan, seharusnya anak-anak kembali bersekolah pada Senin 9 Mei 2022.

Namun, setelah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan akibat kemacetan pada saat arus mudik Lebaran, akhirnya pihak Kemendikbudristek memberikan tambahan waktu libur selama tiga hari.

Artinya, anak-anak seharusnya masuk sekolah pada Senin 9 Mei 2022 menjadi Kamis 12 Mei 2022.

Anang pun menjelaskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

“Kemendikbudristek menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten untuk memberikan fleksibilitas penambahan masa libur sekolah selama tiga hari hingga 12 Mei 2022,” kata dia, Kamis (5/5/2022).

Anang menyampaikan bahwa Kemendikbudristek menanggapi dengan positif hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait upaya bersama dalam membantu mengurai kemacetan pada arus balik Lebaran 2022, utamanya di kawasan Jabodetabek.

Lebih lanjut, Anang mengatakan, keputusan penambahan waktu libur bagi para murid akan disosialisasikan kepada pemerintah daerah Jabodetabek.

“Keputusan ini akan disosialisasikan oleh pemerintah daerah untuk diterapkan sebagaimana mestinya,” kata dia. [Liputan6]

Arus Lalu Lintas di Puncak Gunung Geurutee Aceh Jaya Macet Panjang

0
Arus Lalu Lintas di kawasan puncak gunung geurutee Aceh Jaya alami macet panjang. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Ruas jalan lintas di kawasan wisata Puncak Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, macet panjang.

Hal ini dikarenakan kawasan itu dipadati wisatawan dan pelaku perjalanan, Kamis (5/5/2022).

Akibatnya, ruas jalan tidak bisa dilintasi secara normal, karena banyaknya kendaraan yang melintas.

“Macetnya lumayan lama, kendaraan yang melintas sangat banyak sekali,” kata salah seorang pengguna jalan bernama Sabrina, melansir Antara.

Ia mengaku kemacetan karena banyak warga yang saat ini menikmati masa libur lebaran. [Suarasumut]

Libur Lebaran, BMKG Prediksi Cuaca di Aceh Berpotensi Hujan Ringan

0
Kapal Aceh Hebat 2 angkut wisatawan yang berlibur ke pulau sabang di hari lebaran. (Foto: Republika)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca cerah berawan pada Kamis (5/5/2022).

Mengutip Antara, berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG melalui laman www.bmkg.go.id di Jakarta, cuaca cerah berawan akan dialami oleh sejumlah daerah yakni Bengkulu, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Semarang.

Kemudian Padang, Palembang, Medan, Denpasar, Banjarmasin, Mataram, Kupang, Manado, Ambon, Sofifi, Jayapura dan Manokwari.

Sementara cuaca di wilayah Jambi dan Lampung berpotensi kabut.

Selanjutnya wilayah yang akan mengalami cuaca berawan yakni Serang, Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Gorontalo, Tanjung Selor, Makassar dan Palu.

Wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada hari ini adalah Banda Aceh, Tanjung Pinang, Samarinda, Mamuju dan Kendari. [Indozone]

Daftar Provinsi Termiskin di Indonesia, Aceh Peringkat 5

0
Logo BPS

Nukilan.id – Daftar provinsi termiskin di Indonesia. Aceh menempati posisi kelima provinsi termiskin di Indonesia. Sedangkan Papua menempati posisi pertama.

Berdasarkan catatan Okezone Rabu (4/5/2022), dari data penduduk miskin yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret – September 2021, persentase penduduk miskin di Indonesia yakni sebesar 9,71 persen.

Jumlah tersebut turun dibanding pada 2020 yang berkisar 10,19 persen.

Berikut daftar 10 provinsi termiskin di Indonesia:

1. Papua: 27,38%

2. Papua Barat: 21,82%

3. Nusa Tenggara Timur: 20,44%

4. Maluku: 16,3%

5. Aceh: 15,53%

6. Gorontalo: 15,41%

7. Bengkulu: 14,43%

8. Nusa Tenggara Barat: 13,83%

9. Sumatera Selatan: 12,79%

10. Sulawesi Tengah: 12,18%

Kapolres: Arus Mudik di Wilkum Polres Aceh Jaya Aman dan Lancar

0

Nukilan.id – Untuk mamastikan arus mudik aman, lancar, dan tertib, Kapolres Aceh Jaya AKBP Yudi Wiyono didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memantau langsung arus mudik di pos pengamanan lebaran tahun 2022.

“Secara umum situasi arus mudik di wilayah hukum Polres Aceh Jaya terlihat lancar, aman, dan tertib,” kata Yudi, dalam keterangannya usai meninjau langsung arus mudik di perbatasan Aceh Besar-Aceh Jaya, Rabu, 4 Mei 2022.

Kemudian, kata Yudi, untuk mendukung pengaman dan pelayanan para pemudik, di pos pengamanan dan pelayanan sudah ditempatkan petugas jaga dengan melibatkan unsur TNI, Dishub, Satpol PP, dan Tenaga Kesesehatan (nakes).

Ia juga mengingatkan kepada petugas agara selalu meningkatkan kedisiplinan, tetap monitor Karhutla, dan tingkatkan kewaspadaan dalam bertugas.

“Bagi personel tetap jaga kekompakan, tingkatkan pelayanan pada masyarakat yang datang ke posko, dan tetap jaga jarak serta arahkan untuk memakai masker,” ujarnya.

Pada saat pemantauan arus mudik turut hadir, Kapolres Aceh Jaya, Bupati Aceh Jaya, unsur terkait lainnya dan beberapa PJU Polres. []

Ribuan Jama’ah Shalat Idul Fitri Padati Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

0
Jemaah Shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

Nukilan.id – Ribuan jama’ah memadati Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1443 Hijriah pada Senin (2/5/2022) pagi.

Pantauan Nukilan dilokasi, terlihat berberapa aparat keamanan melakukan arahan kepada jama’ah memasuki Masjid Raya Baiturrahman secara tertib .

Terlihat jama’ah Shalat Idul Fitri membeludak hingga memenuhi area taman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, mereka rela shalat di atas rerumputan untuk bisa shalat berjamaah.

Selain itu, tidak ada pengawalan petugas Covid-19 ke dalam area masjid, seperti tahun sebelumnya. Hanya tampak aparat kepolisian berada di pintu gerbang masjid yang menjaga jama’ah agar tetap rapi dan tertib masuk ke masjid.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri juga tidak menerapkan jarak antarsaf. Saf jama’ah yang berada di halaman dan dalam masjid tetap rapat seperti biasa.

Sementara durasi khutbah shalat idul Fitri tahun ini selama 30 menit. Dan lebih lama dari tahun sebelumnya yang dibatasi hingga 15 menit saja. Dalam pelaksanaannya yang bertindak menjadi khatib, yaitu Prof Dr H Syahrizal Abbas. Sedangkan yang menjadi imam yakni, Tgk Miswar Muhammad.

Sekitar pukul 08.00 WIB pelaksanaan salat Id di masjid yang mampu menampung 25 ribu jemaah itu selesai, terlihat warga banyak yang masih bertahan di pekarangan masjid untuk sekadar silaturahmi dan berfoto dengan keluarga.

Reporter: Reji

Kaban Kesbangpol Aceh: Kita Jadikan Idul Fitri Momentum Perkuat Perdamaian dan Merajut Persatuan

0
Kaban Kesbangpol Aceh Mahdi Efendi. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Drs. Mahdi Efendi menghimbau rakyat Aceh untuk menjadikan Idul Fitri 1443 H sebagai momentum Penguatan Keberlanjutan Perdamaian Aceh dan momentum Merajut Persatuan untuk mewujudkan Aceh Hebat, Tangguh dan tumbuh.

“Momentum Idul Fitri ini dapat menjadi Modal dalam mempererat tali persaudaraan, memperkokoh kebersamaan dan merajut persatuan demi wujudkan Aceh Damee maupun Aceh Hebat. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunia kepada kita semua,” kata Mahdi Efendi melui rilis yang dikirimkan kepada media, Senin (02/05/2022).

Pada kesempatan ini Mahdi Efendi atas nama seluruh pegawai Kesbangpol Aceh sekaligus menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 H, mohon maaf lahir dan Batin kepada rakyat Aceh dan seluruh Muslim di Indonesia.

Kata Mahdi, perayaan Idul Fitri dapat menjadi momentum masyarakat Aceh untuk kembali ke fitrah dan menjadi pribadi yang memiliki akhlak terpuji.

”Mari kita sambut hari kemenangan ini dengan penuh rasa syukur serta menjadi pribadi yang akhlakul karimah,” ujar Mahdi.

Selain itu, Mahdi Efendi juga mengingatkan rakyat Aceh untuk tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) saat berkumpul bersama Kerabat.[js]

Keuchik Ulee Kareung Aceh Besar Bagi Daging Meugang ke Seluruh Warga

0

Nukilan.id – Menjelang hari raya idul fitri 1443 H, Pemerintah Desa Ulee Kareung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar menyembelih dan membagikan daging sapi kepada seluruh masyarakat desa setempat.

Pembagian daging sapi ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Mei 2022, bertepatan dengan hari Meugang yang telah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Aceh, khususnya di Aceh Besar.

Keuchik Desa Ulee Kareung, Ikhtiar, S.Pd.I menyampaikan, bahwa pembagian daging meugang kepada seluruh masyarakat ini merupakan hal yang baru dan pertama sekali dilakukan di Desa Ulee Kareung.

“Semoga program yang bermanfaat seperti ini bisa terus berlanjut di tahun berikutnya,” harap Ikhtiar.

Keuchik Ulee Kareung, Ikhtiar, S.Pd.I saat menyerahkan bonus dan cendramata kepada peserta MTQ dan pelatih, Minggu (1/5/2022).

Selain membagikan daging meugang kepada seluruh masyarakat, Keuchik Ikhtiar juga memberikan hadiah bonus dan cendramata kepada peserta MTQ dan juga Pelatih yang sudah berhasil mempersembahkan juara umum untuk Desa Ulee Kareung pada MTQ Ke-VII tingkat kemasjidan Lam Ilie. []

Gubernur Aceh: Kumandang Takbir Sarana Pengingat Lemahnya Kita Sebagai Hamba

0

Nukilan.id – Kumandang Takbir adalah sebuah pengakuan, betapa lemahnya manusia di hadapan Allah. Oleh karena itu, sangatlah tidak pantas seorang insan sebagai makhluk sosial bersikap sombong, takabur, arogan, congkak dan sikap-sikap buruk lainnya dalam kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya pada Festival Takbir Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, yang dipusatkan di Plaza Masjid Raya Baiturrahman, Minggu (1/5/2022) malam.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum bagi ummat Muslim setelah bersih dari dosa-dosa. Kumandang takbir hendaknya tak sekadar diucapkan dengan mulut, tapi juga dengan hati. Takbir haruslah mampu menjadi pengingat dalam setiap gerak langkah menjalani kehidupan sosial, politik dan kemasyarakatan,” ujar Gubernur Nova.

Dalam sambutannya, Gubernur juga berpesan agar kumandang takbir pada malam Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini, haruslah mampu menjadikan warga Aceh khususnya, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga kebersamaan dan semangat persatuan, serta turut andil dalam pembangunan demi tercapainya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Seluruh ummat Muslim bersedih malam ini, karena Ramadhan akan pergi. Tapi, di sisi lain juga bergembira karena menyambut dan merayakan kemenangan, Hari Raya Idul Fitri. Inilah cara Allah SWT untuk membersihkan dan mensucikan hambanya dari segala dosa dan kesalahan,” imbuh Gubernur.

Setiap menyambut Idul Fitri, mengumandangkan takbir adalah tradisi bagi ummat Islam. Salah satu cara untuk membesarkan Nama Allah, dengan cara mengingat-Nya.
Juga wujud penghambaan diri dan rasa syukur kepada Allah SWT. “Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 152, yang artinya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”

“Patut kita syukuri bersama pada tahun ini ‘Festival Takbir Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah’ telah dapat kita gelar secara terbuka tanpa pembatasan seperti tahun-tahun sebelumnya, yang terpaksa dibatasi karena pandemi covid-19. Selama 2 tahun berturut-turut, suasana Ramadhan dan menyambut Idul Fitri berada di bawah bayang-bayang virus Corona, sehingga beribadah pun diatur dan dibatasi,” kata Gubernur.

Saat ini, sambung Gubernur, doa dan ikhtiar kita bersama dalam memutus rantai penyebaran virus corona telah menunjukkan hasil baik. Sendi kehidupan perlahan menuju normal, termasuk dalam suasana beribadah. Kondisi tersebut juga patut disyukuri, sambil terus patuh pada protokol kesehatan dan vaksinasi, sampai nantinya Pandemi akan menjadi Endemi.

“Semoga ‘Festival Takbir Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah’ ini dapat terselenggara dengan sukses dan terus menjadi agenda kita, sebagai wujud mengagungkan Allah dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Marilah kita kembali kepada fitrah yang sesungguhnya, memaafkan sesama lahir dan batin. Mari hilangkan segala perasaan yang dapat merusak hati kita, mari menjalin silaturahmi antar sesama memperkuat persaudaraan, mempererat ukhuwwah Islamiyah,” imbau Nova.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur atas nama Pemerintah Aceh juga mengucapkan selama Hari Raya Idul Fitri 1443 H, kepada seluruh masyarakat Aceh.

Kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Aceh, serta para jama’ah dan masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya. Sejumlah Kepala SKPA juga terlihat hadir, di antaranya Kepala Dinas Ayariat Islam EMK Alidar, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Muhammad Iswanto serta sejumlah pejabat lainnya. []