Beranda blog Halaman 1714

Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2022, Sampah di Banda Aceh Capai 270-310 Ton per Hari

0
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

Nukilan.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh melalui Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Hasnawi menyebutkan sampah masyarakat dan pedagang mengalami peningkatan drastis selama Ramadhan 1443 H.

“Sebelum Ramadhan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh, berkisaran 240 hingga 250 Ton per hari, sedangkan bulan Ramadhan sampah di TPA itu 290 sampai 310 Ton per hari,” kata Hasnawi kepada Nukilan di ruang kerjanya, Rabu (11/5/2022).

Ia mengatakan, ada tiga titik lokasi yang menghasilkan sampah terbanyak selama bulan Ramdhan di Banda Aceh.

“Sampah terbanyak yang dihasilkan oleh pedagang saat bulan Ramadhan ada tiga titik lokasi yaitu di depan Kopelma Darussalam, selanjutnya di Jalan Syiah Kuala, dan yang terakhir di Lampaseh,” katanya.

Sedangkan selama lebaran Idul Fitri 1443 H sampah buangan warga Banda Aceh ada penurunan yakni di angka 270 Ton per hari dibandingkan dengan jumlah sampah di bulan Ramadhan.

“Terkait sampah Idulfitri sedikit berkurang, dikarenakan banyak yang mudik sehingga mengalami penurunan menjadi 270 Ton per hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasnawi menjelaskan, sistem pengelolaan pembuangan sampah DLHK3 Kota Banda Aceh menggunakan sistem transit. Nantinya sampah dari TPA Gampong Jawa akan dikirim ke TPA Regional Blang Bintang, Aceh Besar.

“Sampah yang diangkut dari kawasan Banda Aceh akan ditransit ke TPA Gampong Jawa setelah itu kita menggunakan armada besar untuk membuang sampah tersebut ke TPA Regional Blang Bintang, Aceh Besar,” tuturnya

Karena itu, Hasnawi mengimbau, agar masyarakat Aceh khususnya Banda Aceh harus manjaga dan peduli terhadap lingkungan. Karena dengan begitu dapat menambahkan umur TPA yang berada di Gampong Jawa, Banda Aceh.

Reporter: Reji

DPRA Pastikan Pelantikan Pon Yahya 13 Mei 2022

0
Ketua Fraksi Gerindra DPRA, Drs. Abdurrahman Ahmad. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Saiful Bahri alias Pon Yahya akan dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Jum’at, 13 Mei 2022.

Hal itu berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRA terkait agenda pelantikan Ketua Definitif DPRA terbaru yang digelar pada Rabu (11/5/2022) di Gedung Serbaguna DPRA.

Pantauan Nukilan, dalam rapat Banmus DPRA ini, Plt Ketua berserta Wakil Ketua DPRA, dan seluruh Ketua Fraksi DPRA ikut menghadiri agenda Banmus hari ini.

Ketua Fraksi Gerindra, Drs. Abdurrahman Ahmad mengatakan, bahwa pelantikan Ketua DPRA Definitif akan dilakukan pada tanggal 13 Mei 2022 tepatnya hari Jum’at pukul 14:00 WIB di Gedung Paripurna DPRA.

Kemudian, kata Abdurrahman, pelantikan ini akan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Ainal Mardhiah, S.H, M.H dan disaksikan langsung Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Drs. H. Zulkifli Yus, M.H.

Seperti yang diketahui, Saiful Bahri alias Pon Yahya akan segera dilantik sebagai Ketua DPRA Definitif menggantikan Dahlan Jamaluddin. Dan sebelum Ketua Definitif dilantik, jabatan tersebut selama diberikan tanggungjawab kepada Plt Ketua DPRA, Safaruddin.

Reporter: Hadiansyah

Telan 1 M Dana Negara, Tour de Aceh Tak Libatkan EO Lokal Aceh Tengah

0
Poster Tour de Aceh 2022. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Di tengah berita kunjungan gubernur Aceh bersama beberapa anggota DPRA dan pejabat daerah ke Amerika yang menelan anggaran sebesar 400 milyar yang dipertanyakan masyarakat banyak kegunaannya.

Tanggal 14 Mei mendatang, pemerintah Aceh menyelenggarakan kegiatan bersepeda di bawah dinas pariwisata Aceh, yang dinamakan Tour de Aceh yang menelan anggaran hampir 1 Milyar.

Anehnya, dengan anggaran sebesar ini, kegiatan bukanlah sebuah kegiatan balap sepeda yang menghadirkan para pebalap profesional selayaknya Tour de Singkarak, Tour de Ijen atau Tour de Bintan yang menarik banyak atensi dan outcome nya membuat daerah itu dikenal luas dan mengundang banyak wisatawan dan investor.

Sebaliknya, kegiatan yang diselenggarakan menggunakan anggaran negara ini ditujukan buat memfasilitasi kaum berpunya untuk menyalurkan kesenangan bersepeda.

Saat ditanya, Ketika Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, AK, yang bersangkutan mengarahkan untuk bertanya pada T. Hendra Faisal, kepala bidang pemasaran Dinas Pariwisata Aceh yang hadir di Takengon untuk persiapan Tour de Aceh yang direncakanan berlangsung dua etape dan etape pertamanya akan berlangsung di Takengon tanggal 14 Mei 2022.

Ditemui di sebuah hotel di Takengon, kepada T. Hendra Faisal menanyakan, kenapa kegiatan yang dibiayai dengan uang negara ini memilih format lepas hobi kaum berpunya, bukan format kompetisi yang mengundang atensi luas untuk publikasi.

Kepala bidang pemasaran Kadisbudpar Aceh ini hanya mengatakan ini untuk menggalakkan sport tourism.

Kemudian saat ditanyakan, dengan anggaran hampir 1 Milyar, seberapa besar Tour de Aceh berpengaruh terhadap pariwisata Aceh Tengah khususnya? Dan Bagaimana cara mengukur dampaknya?

T. Hendra Faisal terkesan tidak siap dan hanya mengatakan kalau kegiatan ini memberi warna baru bagi pariwisata Aceh Tengah dan goal utamanya adalah promosi.

Soal bagaimana cara mengukur atau paremeter apa yang bisa dipakai untuk mengukur, orang yang ditunjuk oleh Kadisbudpar Aceh untuk mewakilinya ini tak bisa menjawab.

Bahkan, ketika LintasGAYO.co menanyakan, karena Tour de Aceh ini 50% kegiatannya diselenggarakan di Aceh Tengah, apakah Event Organizer (EO) lokal ada dilibatkan dalam acara ini, dalam artian apakah “kue” senilai hampir 1 M itu juga dibagi kepada EO Aceh Tengah?

T. Hendra Faisal mengatakan setahunya tidak ada, tapi untuk lebih jelasnya dirinya meminta untuk menghubungi PT Gidong Bumoe Seujahtera, sebuah perusahaan beralamat di Aceh Besar yang di website resminya mengidentifikasi diri sebagai perusahaan Pelaksanaan konstruksi berbentuk PT dengan spesialiasi proyek bangunan teknik sipil, mulai dari bangunan gedung sampai bangunan air yang berdasarkan data yang ditampilkan di situs lpse.acehprov.go.id terpilih sebagai pemenang tender kegiatan fun-bike senilai hampir 1 Milyar ini.

Lebih jauh lagi, sepengamatan media, sampai hari ini, tiga hari menjelang etape pertama di Takengon dimulai, Takengon masih sepi dari aksesoris terkait acara ini, sama sekali tak tanda-tanda bahwa kota ini akan menjadi tuan rumah acara sepeda gembira bernilai 1 milyar rupiah.

Saat ini ditanyakan pada T. Hendra Faisal, dirinya menjawab, kalau baliho dan umbul-umbul masih akan dipasang dengan segera.

Bahkan selain tidak melibatkan EO lokal, panitia kegiatan inipun terkesan sama sekali tidak membutuhkan media lokal sebagai media partner untuk mensosialisasikan kegiatan ini, sebagaimana pengakuan T. Hendra Faisal yang mengaku tidak memiliki media partner berbasis di Takengon bahkan wilayah Gayo secara umum. [LintasGAYO.co]

Tim Sembilan Lembaga Vertikal Temui Wali Nanggroe Laporkan Kendala Pembangunan di Aceh

0

Nukilan.id – Tim Sembilan lembaga vertikal bidang ekonomi dan pembangunan yang ada di Aceh melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar pada Selasa, 10 Mei 2022, di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeunereut, Aceh Besar.

Sembilan lembaga vertikal tersebut yaitu, Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Aceh, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Aceh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Perwakilan Aceh, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh

“Tim Sembilan ini mengadakan pertemuan dengan Wali Nanggroe untuk menyampaikan kendala dan memberi masukan dalam rangka percepatan pembangunan di Aceh di berbagai sektor,” kata Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun, MPA.

M. Nasir juga menjelaskan, Tim Sembilan merupakan forum lembaga vertikal di Aceh yang dibentuk pada 2020 lalu. Tim tersebut dibentuk untuk memudahkan koordinasi dan menyatukan persepsi lintas sektor dalam rangka menunjang upaya percepatan pembangunan Aceh.

Kepada Wali Nanggroe, masing-masing perwakilan lembaga vertikal tersebut menyampaikan berbagai kendala dan solusi percepatan pembangunan Aceh.

“Mereka telah melakukan kajian, mempelejari, dan memberikan pandangan-pandangan, mengapa Aceh selama ini tidak bisa membangun seperti seharusnya,” kata Wali Nanggroe usai pertemuan.

Wali Nanggroe juga menuturkan, selepas pertemuan tersebut, pihaknya akan mengadakan komunikasi lebih lanjut untuk membangun kerjasama antara Tim Sembilan dengan Lembawa Wali Nanggroe.

“Saya akan memperjuangkan dengan cara apapun. Apakah harus ke Pemerintah Pusat, saya akan bawa mereka. Begitu juga apa yang harus saya perjuangkan dengan Pemerintah Aceh agar jalannya pemerintah lebih bagus,” tambah Wali Nanggroe yang didampingi Staf Khusus Dr. M. Raviq dan Dr. Rustam Effendi.

“Masukan-masukan yang disampaikan sangat berguna untuk percepatan pembangunan di Aceh,” kata Dr. M. Raviq.

Masukan-masukan tersebut misalnya seperti apa yang disampaikan Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi. Menurutnya, Aceh memiliki banyak komoditas yang bisa dijadikan bahan ekspor.

Namun sayangnya, selama ini ekspor komoditas yang dilakukan berupa raw material atau bahan mentah. Sehingga tidak memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas yang diekspor.

“Ini yang harus diubah. Bagaimana bahan baku ini dikemas sehingga menambah nilai tambah,” tegas Safuadi.

Tidak mau tinggal diam, Kanwil Bea Cukai Aceh selama ini telah melakukan pembinaan kepada para pelaku ekspor, mulai dari tingkat Aceh hingga ke pedesaan. Namun persoalannya, tambah Safuadi, jika tidak ditunjang oleh pemerintah setempat, Kanwil Bea Cukai tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami di bea cuka adalah fungsi pembimbingan, fungsi mendorong, peningkatan kapasitas supaya link mereka ke luar negeri bisa jalan,” kata Safuadi.

Ia juga menyinggung tentang iklim investasi di Aceh, dimana menurutnya selama ini para investor enggan untuk melakukan kegiatan investasi di Aceh karena fasilitas investasi belum terpenuhi.

“Ini yang harus diubah. Ini harus disadari oleh semua perangkat satuan kerja di daerah. Bahasa kita pemulia jame, tapi nyatanya kita tidak memuliakan para tamu investor yang datang ke Aceh,” sebut Safuadi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktoran Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Imanul Hakim, menyampaikan informasi bahwa RPP Zakat sebagai pengurangan pajak telah sampai ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Sudah dikirim ke Kemendagri dari Gubernur Aceh, dan mereka harus ada proses dari Kemeterian Keuangan, dikoordinasi dengan Kumham, itu sudah lintas kementerian,” sebut Imanul.

Sementara itu, Achris Sarwani selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh mengtakan, pihaknya siap mendukung kegiatan perbankan di Aceh, dalam hal ini perbankan Syariah.

“BI mendukung bank daerah kalau disini berati Bank Aceh yang Syariah. Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran, bersama OJK mendukung bagaimana fungsi bank itu semakin lengkap,” kata Achris.

Untuk melengkapi itu, tambah Achris, memang butuh waktu, karena kapasitas teknis Bank Aceh harus menuju ke level yang lebih tinggi. BI akan terus mengawal agar kelengkapan tersebut terealisasi cepat.

Masukan kepada Wali Nanggroe juga disampaikan oleh Kepala OJK Aceh, Yusri. Menurutnya, sejak berlakunya Qanun Lembaga Keuangan Syariah, di Aceh tidak dikenal lagi bank konvensional.

“Sudah murni syariah, lalu pertanyaannya apakah Lembaga Lembaga Keuangan Syariah itu siap untuk mendukung pembangunan di Aceh? Harusnya siap,” kata Yusri.

Dukungan itu misalnya, tambah Yusri, bagaimana perbankan di Aceh mendukung kegiatan ekspor-impor. Caranya adalah dengan menjadikan bank syariah menjadi bank devisa.

Kemudian bagaimana bank-bank yang di Aceh bisa membiayai insfrastruktur perusahaan-perusahaan besar.

“Jadi kita bekerjasama dengan BI, dan semua stakeholder di Aceh, agar Lembaga keuangan di Aceh harus sama kekuatannya dengan bank konvensional yang sudah pergi,” sebut Yusri. []

Polri Siapkan Upaya Mitigasi Cegah Penyebaran PMK Hewan Ternak

0

Nukilan.id – Polri menyatakan bahwa telah menyiapkan upaya mitigasi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak. Diantaranya adalah melakukan lockdown di wilayah yang diketemukan penyakit tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, lockdown tersebut dilakukan sebagai upaya Biosecurity dalam rangka mencegah penyebaran penyakit hewan ternak tersebut.

“Mitigasi penyebaran virus PMK di wilayah Provinsi Jatim dan Banda Aceh dengan laksanakan lockdown lokal guna mengentikan sementara mobilitas angkutan ternak ke luar wilayah atau biosecurity,” kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Rabu, 11 Mei 2022.

Dedi juga menyebut bahwa, Kepolisian akan bersinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk berkoordinasi dalam rangka penanganan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak itu.

“Terus bersinergi dan kolaborasi dengan dinas peternakan daerah untuk pendataan, vaksinasi dan langkah-langkah seperti potong paksa dan penguburan hewan yang sudah mati dengan memberikan disinfektan atau obat-obat pembunuh virus,” ujar Dedi.

Tak hanya itu, Dedi mengungkapkan, pihaknya siap membantu Kementan atau Dinas Peternakan setempat untuk melakukan patroli dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk hewan ternak disuatu wilayah.

“Melakukan patroli terpadu di tingkat kecamatan dan sentra-sentra peternak sapi dengan terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk tenang dan memisahkan ternak yang sakit atau suspek PMK dan dinas peternakan akan memberikan obat/ vaksin,” ucap Dedi.

“Melakukan pengawasan di pos keluar masuk hewan di perbatasan kab/kota dan provinsi,” tambah Dedi mengakhiri. []

Berikut Penyebab Muslim Ayub Nilai Safrizal Layak Jadi Pj Gubernur Aceh

0
Sekretaris DPW Partai NasDem Aceh dan mantan anggota DPR RI, Muslim Ayub. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Aceh, Muslim Ayub secara pribadi menilai sosok Dr Safrizal ZA layak menjadi Pj Gubernur Aceh.

Berdasarkan penilaian Muslim, Safrizal merupakan orang yang sudah khatam dengan pemerintahan karena dia sudah lama berkecimpung di dunia pemerintahan.

Di sisi lain, yang menjadi nilai plus bagi Safrizal menurut Muslim ialah pada saat Safrizal ditunjuk menjadi Pj Gubernur Kalimantan Selatan. Karena pada saat itu, Safrizal mampu membuktikan diri bahwa dia mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan benar.

“Dia (Safrizal-red) berhasil menjalankan pemerintah di Kalimantan Selatan dan diakui oleh semua orang,” ujar Muslim kepada kepada media di Banda Aceh, Rabu (11/5/2022).

Terlepas dari sisi itu, Muslim menyatakan kedudukan Safrizal pada posisi Pj Gubernur Aceh disambut baik oleh semua komponen masyarakat Aceh, baik itu dari LSM, para ulama, dan para tokoh Aceh yang sejauh ini telah mengeluarkan pernyataan sikap.

Sambutan hangat dari elemen masyarakat ini, ungkap Muslim, disebabkan lantaran Safrizal merupakan sosok dari keinginan rakyat Aceh yang tahu seluk beluk dari segala bentuk persoalan yang terjadi di Aceh.

Makanya, kata Muslim, baiknya bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan menempatkan Safrizal pada posisi Pj Gubernur Aceh. Apalagi, sejauh ini tidak ada satu pun partai politik yang ada di Aceh menolak kehadiran Safrizal untuk mengisi posisi Pj Gubernur Aceh.

Sementara itu, Muslim juga menjabarkan karakter Safrizal di sisi parpol. Safrizal menurut Muslim merupakan sosok yang memiliki relasi baik dengan semua parpol di Aceh. Safrizal bukanlah orang yang terpaku pada parpol tertentu, bukan kepunyaan satu atau dua parpol, tetapi kepunyaan semua parpol yang ada di Aceh.

“Mungkin partai-partai terbesar di Aceh seperti Partai Aceh, NasDem, PDIP, Golkar, turut memberikan respons positif terhadap Safrizal untuk ditentukan oleh presiden menjadi Pj Gubernur Aceh,” tuturnya.

Meski demikian, Sekwil DPW NasDem Aceh itu juga tidak menafikan kandidat-kandidat lain seperti Dr Indra Iskandar dan Ir T Iskandar. Akan tetapi, menurut Muslim, Safrizal merupakan kandidat yang sangat diharapkan oleh rakyat Aceh untuk mengisi jabatan pada posisi Pj Gubernur Aceh.

Menurut Muslim, kelayakan Safrizal menjadi Pj Gubernur Aceh bukan karena dia punya relasi baik dengan semua parpol. Secara kebetulan, Safrizal merupakan orang yang dipercayakan oleh semua partai politik untuk memimpin Aceh masa transisi.

“Saya melihat, belum ada satu partai politik pun yang menolak dia (Safrizal) menjadi Pj Gubernur Aceh,” tutup Muslim.(Akhyar)

Cegah Wabah PMK, Polisi Periksa Angkutan Hewan di Perbatasan

0
Polisi Periksa Angkutan Hewan di Perbatasan. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), pihak kepolisian akan memperketat pengawasan keluar masuknya angkutan yang membawa hewan di perbatasan Aceh – Sumatra Utara.

Selain perbatasan, pengawasan juga akan dilakukan pada setiap rumah potong hewan (RPH). Di mana setiap hewan yang masuk rumah potong harus memiliki surat keterangan sehat dari Puskeswan.

“Pengawasan ini adalah respon cepat kita untuk cegah wabah PMK, terutama di perbatasan. Kami juga memonitoring jumlah hewan ternak di wilayah terjangkit wabah,” sebut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Rabu, (11/5/2022).

Winardy menjelaskan, penyakit mulut dan kuku atau PMK merupakan wabah penyakit yang menyerang hewan ternak jenis sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, dan babi dengan tingkat penularan yang cukup tinggi. Salah satu wilayah Aceh yang sudah terjangkit wabah tersebut adalah Kabupaten Aceh Tamiang.

Saat ini, sambung dia, pemerintah setempat sudah mengambil kebijakan untuk menutup sementara waktu jalur pasar hewan dan tidak menjual hewan ternak dari lokal ke luar atau sebaliknya.

Untuk diketahui, kata Winardy, ciri-ciri hewan ternak terkena wabah PMK adalah demam tinggi (39-41°C), keluar lendir berlebihan dari mulut srrta berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut serta lidah, hewan ternak mengalami pincang, luka pada kaki, kukunya terlepas, nafsu makan rendah, lemas, gemetar, pernapasan cepat, semakin kurus, dan produksi susu menurun.

Winardy juga menyampaikan, ada dua cara untuk mencegah wabah PMK pada ternak, yaitu Biosekuriti dan medis. cara Biosekuriti dapat dilakukan dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas, dan pelaksanaan surveilans.

Selain itu juga bisa dengan pemotongan jaringan pada hewan terinfeksi, hewan baru sembuh, dan hewan-hewan yang kemungkinan kontak dengan agen PMK, serta dengan desinfeksi asset dan semua material yang terinfeksi (perlengkapan kandang, mobil, baju, dan lain-lain).

Kemudian, musnahkan bangkai, sampah, dan semua produk hewan pada area yang terinfeksi sebelum melakukan karantina pada hewan.

Selanjutnya, pencegahan cara medis adalah dengan memberi vaksin virus aktif yang mengandung adjuvant. Kekebalan terbentuk 6 bulan setelah dua kali pemberian vaksin, sebagian tergantung pada antigen yang berhubungan antara vaksin dan strain yang sedang mewabah.

Namun, dalam kesempatan itu Winardy mengimbau, agar masyarakat yang memiliki hewan katagori terpapar untuk segera mengandangkan dan mengawasi ternaknya.

“Sebaiknya hewan ternak dikandangkan, jangan dibiarkan berkeliaran. Karena itu sangat berbahaya kalau sempat terjangkit PMK. Masyarakat di wilayah yang terjangkit juga meningkatkan kebersihan baik di rumah maupun lingkungan,” imbau Winardy. []

Perputaran Uang di Tempat Wisata Capai Rp72 Triliun Selama Libur Lebaran

0
Destinasi wisata di Yogyakarta © M. Rinandar Tasya/Shutterstock

Nukilan.id – Momen libur panjang dari perayaan Idulfitri 2022 memang telah berlalu. Namun sejumlah dampak di berbagai bidang yang timbul dari tingginya antusias masyarakat masih menarik untuk dibahas, salah satu yang penting adalah dampak ekonomi dari kembali bergairahnya sektor wisata yang meningkat.

Berbeda dari dua tahun sebelumnya, selepas hari H Idulftiri kali ini masyarakat Indonesia kembali bisa melakukan kebiasaan liburan dengan berkunjung ke berbagai tempat wisata. Tak heran, jika sepanjang pekan lalu laporan mengenai padatnya destinasi wisata tak henti diberitakan, dan membawa keuntungan sendiri bagi sejumlah pihak, terutama pengelola tempat wisata.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Kemenparekraf) memang diketahui memiliki proyeksi sendiri, mengenai prediksi perputaran uang yang akan terjadi selama momen lebaran di tahun ini.

Dan tak terlalu mengejutkan, proyeksi tersebut rupanya benar terealisasi dengan angka yang terbilang fantastis, dan dapat dikatakan sebagai indikasi jika kondisi perekonomian di Indonesia perlahan sudah mulai pulih.

Dalam laporan rutin Weekly Press Briefing yang disampaikan pada hari Senin (9/4/2022), Menteri Parekraf Sandiaga Uno mengungkap jika Kemenparekraf telah mencatat angka perputaran uang di sejumlah destinasi wisata Indonesia mencapai puluhan trililun

“Ada perputaran uang sekitar Rp72 triliun. Destinasi wisata semua penuh, dan saya mendapat laporan bahwa jumlah wisatawan sangat besar dan ini sesuai dengan target kita,” ujarnya.

Meski lebih lanjut, dirinya mengungkap jika masih dilakukan perhitungan lebih lanjut untuk laporan lebih detail. Lain itu disebutkan, ada beberapa wilayah yang menjadi destinasi dengan tingkat kunjungan paling tinggi, salah satunya Bali.

Tak hanya destinasi wisata luar daerah yang biasanya banyak dikunjungi oleh para pemudik, destinasi di kota besar seperti Jakarta juga dilaporkan mengalami peningkatan pengunjung yang cukup signifikan.

“Dampak ekonomi yang detail akan segera dihitung. Tapi dari kunjungan langsung pantauan kami seperti di Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, ini semua mengalami peningkatan kunjungan dari wisatawan lokal atau wisatawan domestik,” tambahnya lagi.

Peningkatan pengunjung dan pendapatan di sejumlah daerah

Senada dengan klaim yang disampaikan oleh Kemenparekraf, berbagai laporan lain yang disampaikan oleh sejumlah destinasi wisata di sejumlah wilayah juga menunjukkan hal yang sama, baik dari segi pendapatan maupun peningkatan kunjungan.

Salah satu kejadian yang mencuri perhatian beberapa waktu lalu adalah padatnya lalu lintas dan antrian di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, karena ledakan wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi tersebut.

Satu laporan peningkatan lain juga terjadi di Sukabumi, selama libur lebaran 2022 kemarin diketahui jika ada sebanyak 4,7 juta wisatawan yang memadati sejumlah destinasi seperti Pantai Karanghawu, Pantai Cibangban, Pantai Citepus, dan masih banyak lagi.

Bahkan beberapa destinasi yang masih dalam tahap perbaikan juga dihujani banyak pengunjung seperti Curug Sodong dan Gyeser Cisolok.

Mengutip Republik.co.id, Sigit Widarmadi selaku Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mengungkap, jika sejak awal musim lebaran hingga tanggal 7 Mei saja, total wisatawan di sejumlah destinasi wisata Sukabumi berada di angka 4.754.243 orang.

“Wisata Karanghawu yang belum lama ini diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu primadona,” ujarnya, saat mengungkap destinasi yang paling menjadi favorit.

Sementara itu di wilayah lain salah satunya Danau Kelimutu yang berada di Nusa Tenggara Timur, peningkatan dari segi pendapatan juga didapat dengan nominal yang tak sedikit.

Hal tersebut terlihat dari total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Balai Taman Nasional Kelimutu (BTNK), yang tercatat selama satu pekan terakhir sejak tanggal 1-7 Mei 2022, dan disampaikan oleh Ende Hendrikus Rani Siga selaku Kepala BTNK Kabupaten Ende.

“PNBP Danau Kelimutu dari Minggu hingga Sabtu senilai Rp. 107.427.500,” ujar Hendrikus, mengutip Kompas.com.

Sementara itu jika dilihat dari segi jumlah kunjungan wisatawan, danau yang populer karena memiliki tampilan tiga warna air tersebut telah dikunjungi oleh sebanyak 12.399 orang wisatawan lokal dan 58 orang wisatawan mancanegara sejak tanggal 1 Mei.

Masih menurut keterangan yang sama, seiring dengan mulai pulihnya situasi secara nasional pengelola BTNK Kelimutu optimistis jika meningkatnya pendapatan dan kunjungan akan terus terjadi hingga akhir bulan Mei ini. [GNFI]

Temuan Rekam Jejak Calon Pj Gubernur Aceh, Kinerja Sosok Ini Diakui PDIP

0

Nukilan.id – Sembari menghitung hari yang hampir mendekati masa lowong jabatan di tingkat pemerintahan daerah, seluruh masyarakat Indonesia kini berinisiatif untuk menelusuri rekam jejak calon Pejabat (Pj) Kepala Daerah. hal ini dilakukan untuk menimbang sosok mana yang dianggap layak diberi mandat mengisi kekosongan jabatan tersebut, termasuk di Aceh.

Atas inisiatif masyarakat daerah, terkuak informasi lama dimana salah satu kandidat calon Pj Gubernur Aceh saat ini diakui kinerjanya oleh lintas partai, yang mana salah satunya berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di akun resmi Instagramnya.

Meski postingan pengakuan ini disiarkan/diupload pada tahun 2021 lalu, namun sangat viral di sosial media, bahkan para insan di berbagai grub saat ini membahas sosok tersebut untuk menjadi pertimbangan sebagai Pj Gubernur Aceh masa transisi sebelum Pilkada serentak berlangsung.

Calon kandidat yang dimaksud ialah Dr Safrizal ZA. Efek atas temuan rekam jejak ini membuat nilai sosok Safrizal semakin positif untuk memimpin Aceh di masa transisi menuju 2024.

Mengutip postingan PDIP yang diupload pada tanggal 4 Juli 2021, dan diakses oleh reporter kami pada Rabu (11/5/2022) dini hari, PDIP menyatakan, sosok Safrizal ZA merupakan sosok yang produktif dalam kinerja. Bahkan Safrizal disebut telah menorehkan banyak prestasi dan terobosan selama memimpin Banua (julukan Kalimantan Selatan).

Sedikit informasi, Dr Safrizal ZA pernah menjadi Pj Gubernur Kalimantan Selatan selama enam bulan lamanya pada tahun 2021. Dalam rentang waktu tersebut, dikabarkan bahwa Safrizal merupakan pemimpin sementara yang banyak memberi andil pada penurunan angka penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan.

Di mata Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, M Syaripuddin dan Fraksi PDI Perjuangan Kalsel, Safrizal termasuk pemimpin yang pandai memanajemen birokrasi. Mulai koordinasi di lingkungan provinsi hingga kabupaten/kota.

Suksesnya pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kalimantan Selatan di beberapa kecamatan pada tiga kabupaten/kota, tak dipungkiri, salah satunya karena andil Safrizal.

“Sosok Safrizal termasuk bertangan dingin. Ia melakukan fungsi koordinasi yang mumpuni. Baik dalam tatanan birokrasi, penyelenggara pilkada, aparat keamanan dan tokoh-tokoh masyarakat. Sehingga, PSU berjalan lancar, aman, dan damai,” kata Bang Dhin, panggilan akrabnya sebagaimana dikutip dari Instagram resmi PDIP.

Saat pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Indonesia, juga di Kalimantan Selatan, Safrizal sukses dalam menekan laju penularan virus. Ia banyak melakukan koordinasi dan komunikasi, dengan seluruh stakeholder terkait. Termasuk dalam penegakan dan kampanye penerapan protokol kesehatan

Juga gerakan vaksinasi massal dan sokongon alat-alat tes antigen untuk masyarakat luas secara bertahap.

Di sela kesibukan sehari-hari, Safrizal ternyata masih sempat berbuat brilian untuk Banua. Baru-baru tadi, ia melakukan penjajakan rencana investasi yang bukan tergolong biasa-biasa saja. Bahkan, ditindaklanjuti realisasi penandatanganan memory of understanding (MoU) dengan perusahaan besar dari Korean Selatan, Pasific Global Investment.

Sejumlah proyek pembangunan besar ditarget untuk dijalankan, melanjutkan pekerjaan besar yang kini kesulitan dalam pembiayaan.

Setidaknya ada empat proyek strategis menjadi sasaran MoU. Yaitu, kelanjutan pembangunan Jembatan Batulicin-Pulau Laut Kotabaru, jalan bebas hambatan sepanjang 157 kilometer antara Banjarbaru-Batulicin, jalur kereta api sepanjang 215 kilometer menghubungkan Kota Banjarmasin-Tanjung, ibu kota Kabupaten Tabalong, dan pembangunan Pelabuhan Trisakti Baru terintegrasi dengan Kawasan Industri Terpadu Mantuil di Kota Banjarmasin. []

Klasemen SEA Games Sepak Bola Usai Indonesia Bantai Timor Leste

0
Foto: (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Nukilan.id – Timnas Indonesia meraih tiga poin perdana usai menang atas Timor Leste dengan skor 4-1 di Stadion Viet Tri, Selasa (10/5). Berikut klasemen SEA Games usai hasil tersebut.

Kemenangan Indonesia atas Timor Leste kembali membuka peluang Skuad Garuda untuk bisa lolos ke semifinal SEA Games 2021. Dengan koleksi tiga poin di tangan, Indonesia masih duduk di posisi keempat klasemen.

Posisi pertama grup A ditempati Myanmar dengan koleksi enam poin. Myanmar meraih poin sempurna dari dua laga yang mereka mainkan lawan Timor Leste dan Filipina.

Filipina dan Vietnam sama-sama mengoleksi empat poin. Namun Filipina sudah memainkan tiga laga sedangkan Vietnam baru melakoni dua pertandingan.

Meski masih berada di peringkat keempat, Timnas Indonesia bakal dipastikan lolos ke semifinal SEA Games bila memenangkan dua laga tersisa di fase grup. Dua laga tersisa yang bakal dimainkan Indonesia adalah melawan Filipina, Jumat (13/5) dan Myanmar (15/5).

Sedangkan bagi Timor Leste, kekalahan dari Indonesia memastikan mereka tersingkir dari ajang SEA Games.

Indonesia menang 4-1 atas Timor Leste. Gol-gol Indonesia dicetak oleh Egy Maulana Vikri, Fachrudin Aryanto, dan sepasang gol dari Witan Sulaeman. Sedangkan Timor Leste hanya mampu membalas satu gol lewat Mouzinho.

Klasemen Grup A SEA Games

1. Myanmar (6 poin)
2. Filipina (4 poin)
3. Vietnam (4 poin)
4. Indonesia (3 poin)
5. Timor Leste (0 poin)

Sumber: CNNIndonesia