Beranda blog Halaman 1713

Muslim Ayub Minta Polisi Panggil Yunita Arafah yang Ikut ke AS Pakai Fasilitas Negara

0
Sekretaris DPW Partai NasDem Aceh dan mantan anggota DPR RI, Muslim Ayub. (Foto: Dok. Ist)

Muslim Ayub Minta Polisi Panggil Yunita Arafah yang Ikut ke AS Pakai Fasilitas Negara

Nukilan.id – Mantan Anggota DPR-RI asal Aceh H. Muslim Ayub, SH mempertanyakan nama Istri Kedua Gubernur Aceh Yunita Arafah yang masuk dalam list nama rombongan yang ikut berangkat ke Amerika Serikat menggunakan fasilitas negara.

Menurut Muslim, seharusnya Ibu Gubernur yang berhak mendapatkan fasilitas negara adalah Istri pertama yang memang sudah dikenal masyarakat Aceh, Yakni Dr. Erti Dyah Idawati.

“Itu tidak boleh, itu pelanggaran penggunaan uang negara. Seharusnya Ibu Yunita gunakan dana pribadi saja, karena yang berhak itu Ibu Dyah yang tercatat sebagai Istri Gubernur Aceh,” kata Muslim Ayub.

Untuk itu–Muslim Ayub meminta penegak hukum untuk memanggil Ibu Yunita dan lembaga yang menyertakan namanya dalam tim Gubernur Aceh yang dijadwal terbang ke Amerika Serikat difasilitasi negara.

“Nama Ibu Yunita kemungkinan tidak ada hubungannya dengan perjalanan ini, namun negara membiayainya, ini tidak boleh,” kata Muslim Ayub ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Muslim menyampaikan itu setelah melihat list nama-nama yang ikut dalam kunjungan kerja Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama 3 pimpinan dan 1 Anggota DPR Aceh.

Menurut Muslim, nama seperti Kepala Biro Umum Setda Aceh, T. Adi Darma, ST tidak ada hubungannya dengan perjalanan tersebut, sehingga kesannya menjadi kesannya acara Melancong.

Kehadiran rombongan dalam rangka memenuhi undangan The University of Rhode Island, Amerika Serikat, dan kehadiran DPRA untuk memaksimalkan peran legislatif untuk memaksimalkan pembangunan Strategis Aceh.

Sementara peserta dari Setda Aceh yang menggunakan anggaran APBA Setda Aceh T.A 2022 sebanyak 8 orang

“Kita berharap aparat penegak hukum dapat segera meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang tertera di list keberangkatan, termasuk memanggil Sekda Aceh sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TaPA),” ujar Muslim.

Seperti diketahui daftar list nama-nama yang berangkat beredar luas di publik. Selain GUbernur Nova, list nama rombongan ada 8 orang yakni Kepala BPSDM Aceh Syaridin, Kepala Biro Umum Setda Aceh T. Adi Darma, Jubir Tuanku Muhammad MTA, Dosen USK Mirza Tabrani, Istri Gubernur Aceh Yunita Arafah, Kabid Pengembangan SDM dan Kerjasama Chalili Putra, Sub Koordinator Pengembangan Sumber Daya Non Aparatur Reza Hidayat Syah, dan Pengolah Data Beasiswa M. Ahdi Satria.

Sedangkan Pimpinan DPR Aceh yang turut bersama rombongan adalah 3 pimpinan dan 1 Anggota DPRA.[red]

Ketua PMI Banda Aceh Dituding Jual Darah dengan Harga Murah Tanpa MoU

0

Nukilan.id – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh dituding menjual kurang lebih 2.000 kantong darah ke PMI Kota Tangerang dengan harga murah dan tanpa dilengkapi surat perjanjian atau MoU.

“Harga jual Rp 300 Ribu, seharusnya sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Rp 360.000 per kantong,” kata Sekretaris PMI Banda Aceh, Syukran dalam diskusi santai di salah satu Caffe di Banda Aceh Rabu, (11/5/2022) kemarin.

Kata Sekum PMI Banda Aceh, penjualan tersebut dilakukan Ketua PMI Dedi Sumardi Nurdin dengan harga Rp 300 Ribu per kantong darah secara obral, dan itu tanpa ada MoU serta musyawarah dengan pengurus Inti PMI kota Banda Aceh.

“Penjualan darah memang di benarkan tapi ini tanpa perjanjian MoU dari pengurus PMI kota Banda Aceh. Penjualan tersebut sudah dilakukan sejak awal Januari 2022, akan tetapi dalam perjalanan ketahuan setelah kita melakukan sidak,” ucap Syukran.

Menurutnya, segala keputusan harus di musyawarahkan, namun posisinya sekarang kebijakan ketua PMI Kota Banda Aceh yang salah sudah kita tindak lanjuti dan kita laporkan ke PMI Provinsi Aceh.

“Hari ini ketua gagal dalam menahkodai PMI Kota Banda Aceh, kami pengurus teras ada 15 orang namun hari ini 9 diantaranya sudah tidak sejalan dengan kkebijakan dan keputusan yang diambil oleh ketua, akibat melakukan tindakan tanpa permusyawaratan,” tuturnya.

Sejalan dengan kejadian ini kami berharap Dedi Sumardi Nurdin ketua PMI untuk mengundurkan diri dari posisinya agar PMI dapat berjalan dengan normal kembali,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Bamus: Pergantian Wakil Ketua DPRA Menuggu Proses dari Fraksi Demokrat

0
Rapat Paripurna (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Drs. Abdurrahman Ahmad mengatakan, terkait pergantian pimpinan DPRA dari Partai Demokrat sudah dibahas, keputusan yang disepakati agar Fraksi Demokrat segera mempersiapkan berkas-berkas untuk keperluan pergantian.

Hal itu disampaikan Drs. Abdurrahman Ahmad yang juga anggota Badan Musyawarah DPRA Terkait pergantian wakil ketua DPRA dari Fraksi Demokrat yang dijabat H. Dalimi,SE,Ak diganti oleh HT Ibrahim, ST, MM, di Banda Aceh, Rabu (11/05/2022) kemarin.

Abdurrahman Ahmad menyampaikan apabila kesepakatan itu sesuai dengan hasil keputasan pimpinan DPRA dan Fraksi-fraksi di DPRA, dan diserahkan kepada Fraksi Demokrat untuk segera mengagendakannya.

“Apabila Fraksi Demokrat sudah siap segera diusulkan ke Pimpinan untuk diagendakan Banmus. Sampai hari ini kemungkinanya Fraksi Demokrat belum melaporkan bagaimana kesiapan pergantian wakil ketua DPRA tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, katanya, untuk sementara nama yang diusulkan Fraksi Demokrat untuk pengganti Dalimi adalah saudara HT Ibrahim, ST, MM. Itu diserahkan pada internal Demokrat sendiri.[]

Reporter: Hadiansyah

Suzuki Umumkan Cabut dari MotoGP, ini Alasannya!

0
Alex Rins 42 Tim Suzuki MotoGP (Foto: OtoRace)

Nukilan.id – Nasib Suzuki di balap motor kelas premier MotoGP bakal diumumkan hari ini. Meski sudah diisukan hengkang dari MotoGP, hingga saat ini Suzuki masih belum juga bersuara terkait rencana tersebut. CEO Dorna Carmelo Ezpeleta memastikan Suzuki bakal menjelaskan kelanjutan kiprahnya di MotoGP musim depan.

“Kami telah berbicara dengan Suzuki, pastinya pernyataan akan keluar besok (hari ini). Tapi mereka tidak bisa begitu saja pergi dan kami harus berbicara bagaimana mereka meninggalkan MotoGP,” ungkap Ezpeleta dikutip Marca.

Menurut Ezpeleta, kepergian Suzuki sudah tidak bisa lagi dicegah. Pihaknya juga tak ingin menghalangi Suzuki untuk cabut dari MotoGP.

“Saya pikir sudah tidak ada solusi. Kami juga tidak mau memaksa siapapun untuk melanjutkan kalau kenyataannya memang tidak mau. Kami mendapatkan banyak permintaan dari beberapa tim untuk mengisi posisi mereka dan yang harus kami lakukan sekarang bekerja dengan tenang,” katanya.

Sekadar informasi, sebelumnya Dorna sudah menyampaikan pernyataan resminya soal rencana kepergian Suzuki di akhir musim MotoGP 2022. Suzuki sejauh ini masih terikat kontrak dengan Dorna hingga empat tahun ke depan.

Satu spekulasi yang bermunculan adalah Suzuki tengah mengalami masalah finansial usai dihantam pandemi Corona. Suzuki disebut harus menyimpan uang guna keperluan riset e-mobility. Di sisi lain, Suzuki juga harus merogoh kocek cukup dalam untuk berlaga di kelas premier tanpa sponsor utama.

Suzuki menjadi salah satu tim dengan dana operasional paling minim yang ada di grid MotoGP. Dibanding beberapa pabrikan lain yang punya sponsor utama besar, Suzuki memang tak memiliki itu. Sebagai catatan, Ecstar, yang menjadi sponsor utama, masih berada satu payung perusahaan dengan Suzuki sendiri.

Hal ini tentunya berbeda dengan Honda yang didukung Repsol, Yamaha yang mendapat suport dari Monster, KTM dengan Red Bull-nya, serta Ducati bersama Lenovo.

Kalau Suzuki jadi hengkang, ini kedua kalinya Suzuki mundur dari MotoGP setelah juga tak berpartisipasi pada periode 2012-2014. Ketika itu Suzuki memutuskan mengumumkan undur diri dari MotoGP di penghujung musim 2011 karena terimbas krisis finansial global. [Detik]

MaTA: Perjalanan Gubernur dan Pimpinan DPRA ke AS Berpotensi Manipulasi

0
Koordinator MaTA, Alfian. (Foto: dialeksi.com)

Nukilan.id –  Masyarakat Tranparansi Aceh (MaTA) menilai, perjalanan Gubernur dengan Pimpinan dan Satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke Amerika Serikat ,16 – 22 Mei 2022 mendatang, merupakan bentuk pemborosan Keuangan Aceh yang berpotensi terjadi manipulasi perjalanan.

“Sudah berulang kali elit Aceh ke luar negeri mengunakan uang Aceh dan tidak ada akuntabilitas publik, dengan modus kunjungan kerja, pengawasan atau perjalanan dinas ke luar negeri. Itu sangat merugikan Rakyat Aceh, padahal Aceh saat ini serba kekurangan untuk membangun kedepannya,” Kata Koordinator MaTA Alfian dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id Kamis (12/5/2022).

Berdasarkan catatan MaTA, kata Alfian, perjalanan kali ini sebanyak 13 orang yang dipimpin oleh Gubernur Nova Iriansyah. sudah cukup banyak uang Aceh di “ambil paksa” oleh para elit untuk mareka jalan-jalan ke luar negeri, dan parahnya lagi tidak mampu mareka pertangungjawabkan.

Rakyat Aceh memilki kewenangan dan hak untuk menghentikan mareka atas kesewenang wenangan terhadap uang Aceh.

Perjalanan kali ini sengaja di agendakan mengingat Gubernur akan berakhir tugasnya. Jadi tanpa beban dan tidak memiliki etika, maka jadilah keluar negeri dengan alasan yang sama sekali tidak memiliki urgensi mendasar.

“Seperti yang dikatakan salah satu pimpinan DPRA, untuk pengawasan ke sana. Itu hanyalah modus untuk melegalkan keberangkatannya,” katanya.

Alfian juga mempertanyakan atas keberangkatan saudari Yunita Arafah (Istri Gubernur) apakah terdaftar secara adminitrasi negara saudari tersebut. kalau tidak terdaftar maka penggunaan uang Aceh ilegal, karna selama ini rakyat Aceh mengetahui istri gubernur adalah saudari Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT.

Penting juga ada kepastian soal hal tersebut sehingga setiap uang Aceh digunakan dapat di pertangungjawabkan secara terukur.

“ini waktunya kita tidak lagi “memaklumkan” yang tidak patut atau kebijakan yang tidak populer agar uang aceh tidak lagi di jadikan sebagai ladang para pecundang,” ungkap Alfian.

Seharusnya, kata Alfian, Gubernur maupun Pimpinan DPRA memiliki jiwa satria untuk menghentikan dagelan seperti ini karna publik atau rakyat Aceh tidak percaya sama sekali apa yang mareka tengah rencanakan saat ini.

“Dengan membatalkan perjalanan tersebut, uangnya dapat di alihkan untuk pembagunan rakyat miskin, itu lebih hebat dari pada berfoya foya di tengah rakyat menerima kegagalan untuk keluar dari kemiskinan yang telah anda janjikan,” tuturnya.

Mahasiswi STIESIA Sukses Ekspor 25 Ton Sapu Lidi ke India

0
Sadaria, mahasiswi pengeskpor sapu lidi © instagram @sadariasadar

Nukilan.id – Sapu lidi selama ini dikenal sebagai salah satu perlengkapan rumah tangga sederhana bagi masyarakat Indonesia. Harganya pun tak seberapa, bisa didapat mulai dari kisaran Rp25 ribu untuk satu ikatnya. Alat yang dibuat dari pelepah pohon kelapa atau pohon aren ini bahkan bisa didapat dengan harga jauh lebih murah, jika dibeli langsung dari pembuatnya di sejumlah daerah perkampungan.

Meski menjadi barang yang sekilas terkesan tak terlalu bernilai, tak disangka jika lidi sendiri telah lama menjadi salah satu komoditas ekspor dengan nilai yang tak sedikit. Beberapa negara tujuan ekspor lidi asal Indonesia diketahui terdiri dari Kanada, Pakistan, dan India.

Tidak hanya di Indonesia, lidi juga banyak digunakan oleh sejumlah negara sehingga memunculkan kebutuhan global yang tak sedikit. Mengutip penjelasan dari laman Pertanian Mamuju, terungkap jika kebutuhan pasar global untuk sapu lidi rupanya terus meningkat.

Misalnya pada tahun 2020, kebutuhan tersebut berada di angka 11,7 ribu ton. Kemudian meningkat sebesar 30 persen atau menjadi 15,2 ribu ton di tahun 2021. Beberapa wilayah yang saat ini diketahui sudah menjadi asal eksportir sapu lidi di antaranya Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim yang tahun 2021 lalu mengeskpor sebanyak 25 ribu ton lidi ke Kanada.

Selain itu, ada juga Sidoarjo yang mengekspor produk lidi sawit ke Pakistan di tahun yang sama. Belum lama ini, laporan ekspor perdana atas komoditas yang sama juga telah dilakukan oleh pengusaha sekaligus eksportis asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Lebih dari sekadar kegiatan ekspor biasa dan banyak menyita perhatian, pengusaha yang mengirim komoditas lidi ke negara pembeli merupakan seorang pemuda perempuan berusia 22 tahun, bernama Sadaria.

Ekspor Bernilai Rp147 Juta

Sadaria merupakan seorang perempuan muda yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi di Surabaya, Jawa Timur. Selama pandemi, dirinya banyak menghabiskan waktu perkuliahan secara daring di kampung halamannya di Polewali Mandar.

Namun tak hanya berkuliah, di samping pendidikan rupanya ia juga merintis berbagai usaha yang pada saat itu belum berhasil mencapai potensi maksimal. Ia kemudian memutar otak dan menganalisis potensi apa yang sebenarnya dimiliki oleh kampung tempat tinggalnya berasal.

Sadaria kemudian menemukan kampungnya memiliki kelebihin dalam hal memproduksi sapu lidi. Pembukaan usaha sapu lidi pun lebih dulu ia lakukan secara kecil-kecilan, dengan memberdayakan pemasok lidi di lingkungan sekitar.

Sebenarnya sejak tahun 2017 saat usia Sadaria masih jauh lebih muda, ia telah mendirikan sebuah perusahaan dengan entitas CV bernama Coco Mandar Indonesia.

Setelah menemukan potensi lidi, kemudian ia memasukkan komoditas tersebut untuk dipasarkan dan bertemu dengan seorang pembeli yang ingin melakukan ekspor ke India. Pada tahun 2021 lalu, sebenarnya Sadaria sudah lebih dulu melakukan ekspor ke negara tersebut.

Namun terbaru pada tahun 2022 ini, ekspor kembali dilakukan dengan mendapat sambutan dan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian.

Pada Jumat (22/4/2022) kemarin, Sadaria kembali melakukan pengiriman sebanyak 25 ton sapu lidi ke India, dengan nilai ekspor mencapai Rp147 juta. Berkesempatan melakukan pelepasan dengan pemotongan pita secara simbolis, Sadaria bersanding langsung dengan Menteri Pertanian, Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Polewali Mandar, dan jajaran penting lainnya.

Penolakan keluarga hingga ditipu supplier

Tidak ada keberhasilan yang instan, sama seperti kisah kesuksesan yang dimiliki oleh sejumlah pemuda yang menginspirasi, Sadaria juga memiliki bagian asam-pahit sendiri dalam perjalanannya merintis usaha sapu lidi.

Awalnya Sadaria mengaku sempat mendapat penolakan dari keluarga, yang meragukan bisnisnya dan lebih meminta ia untuk fokus menggeluti pekerjaan yang lebih pasti.

“Awalnya keluarga meragukan, baru ji ini men-support. Bapak yang tidak men-support, dia sempat meragukan apa yang saya kerjakan dan meminta saya fokus agar bisa menjadi guru,” terang Sadaria, mengutip Detik.com.

Namun penolakan itu tak menjadi penghalang. Sadaria yang sejak kecil mengaku sudah memiliki keinginan untuk menjadi pengusaha terus menggeluti apa yang menurutnya akan berhasil. Setelah sempat melakukan ekspor lebih dulu di tahun 2021, ia kemudian mengubah rumahnya menjadi gudang penampungan sapu lidi.

Tak berhenti sampai di situ, tantangan yang dilalui selama merintis usaha sapu lidi juga pernah ia dapatkan dengan mengalami penipuan dari pemasok.

“Saya pernah ditipu oleh warga. Supplier begitu. Itu karena ada supplier yang mengaku siap memenuhi kebutuhan, namun setelah sapu lidi dibutuhkan karena kontainer harus segera berangkat, itu orang tidak bisa dihubungi, akhirnya buyer marah-marah,” beber Sadaria.

Akhirnya, demi memenuhi kebutuhan tersebut Sadaria mengaku sampai sempat bermalam di jalan, hanya untuk berkunjung ke sejumlah daerah untuk mencari pasokan sapu lidi guna memenuhi kebutuhan.

“Mudah sekali jika kita mau mengundurkan diri, tinggal mengembalikan uang, tapi itu artinya kita tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Menurutnya lagi, salah satu alasan dari masih adanya tantangan untuk memenuhi kebutuhan pasokan adalah karena masih banyak masyarakat yang belum teredukasi, dan belum memercayai jika sapu lidi bisa menjadi komoditas ekspor yang bernilai.

Tak jarang, dirinya juga mengalami kerugian yang lumayan karena kualitas lidi yang diberikan oleh pemasok tidak sesuai kebutuhan. Padahal, pihaknya telah lebih dulu melakukan pembayaran di muka (DP).

Meski begitu, keberhasilannya kini tidak lantas membuat Sadaria merasa puas hati. Meski dirinya mengaku bahagia karena bisa membuka lapangan pekerjaan dengan total sekitar 66 pekerja, Sadaria berharap ke depan akan ada banyak kalangan anak muda yang bisa mengikuti jejaknya dalam menjadi pengekspor.

“Ekspor itu mudah, asal tau ilmunya,” ujar Sadaria. [GNFI]

Indonesia Sudah Raih 3 Emas di SEA Games 2021

0
Atlet rowing Indonesia, Ardi Isadi dan Kakan Rusmana, berpose dengan medali emas. (Foto: Dok. NOC Indonesia)

Nukilan.id – Indonesia telah meraih tiga medali emas SEA Games 2021 sampai dengan hari Rabu (11/5/2022). Ialah cabang olahraga rowing dan pencak silat yang sudah bertanding sehari jelang pembukaan multievent tersebut.

Rowing menjadi cabor pertama yang sumbang medali emas di nomor men’s lightweight double sculls (Kakan Kusmana/Ardi Isadi). Mereka menempati peringkat pertama setelah membukukan catatan waktu 7 menit 1 detik. Pasangan Indonesia ini mengalahkan Filipina dan Vietnam yang merebut medali perak dan perunggu.

Rowing kemudian kembali mempersembahkan emas kedua lewat Sulpianto/Memo yang berlomba di nomor men’s double sculls. Pasangan ini menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 7 menit 22 detik.

Sulpianto/Memo mengalahkan Thailand dan Vietnam dan Kamboja yang meraih medali perak dan perunggu bersama. Thailand membukukan waktu 7 menit 26 detik, sedangkan wakil Vietnam dan Kamboja sama-sama mencatatkan waktu 8 menit 16 detik.

“Alhamdulilah kemenangan ini sangat surprise buat kami,” kata Kakan dalam keterangan tertulisnya melalui tim CdM Indonesia.

“Sebenarnya nomor pertama putri (quadruple sculls) hampir dapat emas, tapi mungkin rezekinya masih di perak. Kami di situ ingin tampil maksimal saja, dan Alhamdullilah bisa memberikan yang terbaik,” dia menambahkan.

“Terima kasih atas doa dan dukungan untuk dayung Indonesia, khususnya kepada masyarakat Indonesia, NOC Indonesia, Kemenpora, PODSI sebagai induk organisasi dayung,” ucap Kakan.

Hal serupa diungkapkan Sulpianto dan Memo, yang mengaku senang karena bisa memberi tambahan medali emas bagi Merah Putih di SEA Games 2021.

“Senang sekali karena kami bisa mendapatkan medali emas tambahan untuk Indonesia,” kata Memo.

“Tadi saat pertandingan sih kuncinya tetap semangat aja. Kami gak mau mikirin apa-apa. Pokoknya berikan kemampuan terbaik saja,” Sulpianto menimpali.
Selain cabang rowing, Indonesia juga merebut medali emas dari cabang pencak silat nomor women’s seni nomor ganda.

Ririn Rinasih dan Riska Hermawan mengalahkan wakil Vietnam Thi Thu Ha Nguyen/Thi Huyen Nguyen dengan skor 9.955. Selisih poin mereka terpaut 30 angka dari Vietnam yang hanya mendapat 9.925 poin.

Indonesia juga merebut empat medali perak dari cabang rowing dan pencak silat. Maka dengan demikian Indonesia sudah mengumpulkan tiga medali emas, empat perak, satu medali perunggu sementara ini.

Berikut daftar peraih medali Indonesia di SEA Games 2021 sejauh ini, Rabu 11 Mei 2022 siang WIB:

Emas

  • Kakan Rusman & Ardi Isadi (Rowing-Men’s Lightweight Double Sculls)
  • Sulpianto dan Memo (Rowing-Men’s Double Sculls)
  • Riska Hermawan & Ririn Rinasih (Pencak Silat-Women’s Double)

Perak

  • Putri Agni Anugerah/Maslin Efrilia/Annisa Meilani Yahya/Dewi Purwanti (Rowing-Women’s Quadruple Sculls)
  • Syiva Lisdiana/Aisah Nabila/Julianti/Chelsea Corputty (Rowing-Women’s Four)
  • Putri Arum Sari (Pencak Silat-Women’s Single)
  • Anggi Faisal Mubarok/Asep Yuldan Sani/Nunu Nugraha (Pencak Silat-Men’s Team)

Perunggu

  • Nadya Nakhoir (Kickboxing-Women’s Full Contact -48 kg

Sumber: Detik

Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Calang Aceh Jaya, Tidak Berpotensi Tsunami

0
(Foto: inatews.bmkg.go.id)

Nukilan.id – Gempa bumi 5,2 magnitudo mengguncang Kota Calang, Kabupaten Aceh Jaya pada Kamis (12/5/2022) malam.

Berdasarkan keterangan resmi dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui website inatews.bmkg.go.id, bahwa gempa tersebut terjadi tepat pukul 00:27:36 WIB.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan pusat gempa berada di lokasi 4.60 LU, 94.84 BT, tepatnya berada di 82 km Barat Daya Kota Calang, Aceh Jaya.

BMKG juga menyatakan, gempa yang terjadi di kedalaman 13 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Reporter: Reji

Ini Penjelasan Ketua PMI Banda Aceh Terkait Droping Darah ke Luar Daerah

0
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi. (Foto: durasi.tv)

Nukilan.id – Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi membenarkan adanya pengiriman atau droping darah ke luar Aceh. Hal itu dilakukan karena terjadi kelebihan stok darah di PMI Kota Banda Aceh. Dan ini merupakan salah satu strategi Unit Donor Darah (UDD) PMI dalam membantu ketersediaan darah di seluruh Indonesia.

Menurut pengakuan Dedi, pengiriman darah ke luar daerah hanya dilakukan Unit Donor Darah disaat stok darah sedang melimpah. Apalagi beberapa waktu lalu marak dilakukan aksi donor darah oleh tenaga kontrak Pemerintah Aceh.

Terlebih, kata dia, permintaan darah dari Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) juga berkurang, karena di rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu juga sedang banyak pendonor.

“Kalau disaat stok darah yang melimpah tidak didistribusikan ke luar daerah yang membutuhkan pasokan, maka darah yang sudah terkumpul bisa kadaluarsa. Dampaknya, kerugian pada kantong darah dan darah yang sudah terkumpul menjadi mubazir,” jelas Dedi dalam keterangannya kepada media, Rabu (11/5/2022).

Selain itu, kata Dedi, pengiriman darah keluar Aceh ini juga sepengetahuan UDD Pusat PMI. Karena Unit donor darah merupakan unit kerja PMI.

“Kalau di PMI Banda Aceh, saat ini UDDnya dikepalai oleh dr. Ratna. Dan yang boleh melakukan pengiriman darah itu adalah Unit Donor Darah, bukan pengurus PMI,” tegas Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan mengenai darah yang dikirim ke Tangerang, itu sudah disampaikan kepada dirinya oleh pihak unit donor darah dan informasi tersebut juga sudah diteruskan kepada pengurus PMI.

“Unit donor darah sudah melaporkan kepada saya, dan saya juga memberitahukan kepada semua pengurus pada setiap rapat,” pungkasnya.

Terkahir, Dedi berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak termakan isu-isu yang tidak benar tentang PMI. Dan ber-tabayyun, agar bisa mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya sesuai data dan fakta.

“Jangan mudah termakan isu tidak benar. Kita di PMI terus melakukan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutup Dedi.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Kota Banda Aceh, dr. Ratna Sari Dewi juga menanggapi perihal droping darah ke Tanggerang. “Kita memang ada melakukan pengiriman darah ke Tanggerang yaitu pada saat terjadi lonjakan donor darah akhir tahun saat perpanjangan SK Tenaga Kontrak baru, sehingga stok darah di PMI Kota Banda Aceh berlebih, dan untuk menghindari darah yang sudah sukarela di donorkan oleh masyarakat kita menjadi expired,” kata dr. Ratna.

Namun, terang dr. Ratna, perlu ditegaskan disini adalah, sebelum darah tersebut dikirimkan ke Tanggerang. Pihak UDD PMI Banda Aceh sudah terlebih dahulu melakukan konfirmasi ke UDD PMI se-Aceh dan Kota Medan. Apakah ketersediaan darah ditempat mereka tercukupi atau tidak, lalu mereka mengatakan bahwa saat itu darah di tempat mereka stock darahnya masih stabil. Sehingga untuk menghindari expired darah yang usia simpannya cuma 28-35 hari maka kita kirimkan ke UTD luar.

“Mengapa ke UDD Tanggerang?. Karena kita sudah konsul ke UDD Pusat, bahwa kita punya stok lebih, dan kemana bisa kita distribusikan. Kemudian pihak UDD Pusat menyarankan untuk kita menghubungi langsung UDD yang memang sedang membutuhkan darah, dan saat itu UDD Tanggerang yang merespon terkait stok kita yang berlebih,”  pungkas dr. Ratna. []

Dirjen Otda Akmal Malik Jadi Pj Gubernur Sulbar, Dilantik Besok

0

Nukilan.id – Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik dipilih sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Pelantikan Akmal Malik sebagai Pj Gubernur Sulbar rencananya digelar besok Kamis, 12 Mei 2022 di kantor Kemendagri.

“Benar. Rencana (dilantik) besok, Kamis, 12 Mei, pukul 08.00 WIB, di ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri,” kata Staf Khusus Mendagri Tito Karnavian, Kastorius Sinaga, seperti dilansir detikcom, Rabu (11/5/2022). Kastorius menjawab pertanyaan apakah betul Akmal Malik dilantik jadi Pj Gubernur Sulbar besok.

Kastorius mengungkapkan bukan hanya Akmal Malik yang besok dilantik. Ada lima penjabat gubernur yang bakal dilantik langsung oleh Mendagri Tito Karnavian.

“Lima penjabat gubernur akan dilantik oleh Bapak Mendagri,” ucap Kastorius.

Adapun lima penjabat kepala daerah yang bakal dilantik besok adalah Pj Gubernur Banten, Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pj Gubernur Gorontalo, Pj Gubernur Papua Barat, dan Pj Gubernur Sulbar.

Namun Kastorius belum mengungkap nama-nama Pj Gubernur Kepulauan Babel, Gorontalo, dan Papua Barat. Untuk Pj Gubernur Banten juga sudah dipilih, yakni Sekda Provinsi Banten Al Muktabar. []