Beranda blog Halaman 1688

Marzuki Terpilih Sebagai Ketua IMAS

0

Nukilan.id – Marzuki pria asal Desa Kota Baru, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan (IMAS) Domisili Lhokseumawe Aceh Utara.

Bersama Wakilnya Hizrahtun Salam warga Desa Kota, Kecamatan Kleut Tengah mereka berhasil mengalahkan Rivalnya Saparwi dan Widiandi Smed yang merupakan pria asal Trumon dan Bakongan Aceh Selatan.

Marzuki Hizrah mengalahkan Saparwi Widia dengan selisih suara sebanyak 18 suara sah.

Tak ada rusak dalam pemilih itu mereka menjalankan agenda dengan lancar dan baik, yang berlangsung di Aula FISIP Universitas Malikussaleh (Unimal).

Kepada media secara tertulis Ketua terpilih mengucapkan terimakasih dan akan mengemban amanah itu dengan baik.

“Alhamdulillah dengan amanah ini saya berjanji akan menjadi jembatan aspirasi bagi seluruh mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe dan Aceh Utara,” katanya.

Lanjutnya IMAS yang merupakan organisasi kekeluargaan tersebut sudah seharusnya menjadi rumah bagi seluruh mahasiswa.

“Tak terkecuali bagi rival saya, semoga mereka ikut serta membangun IMAS dan saya yakin saudara Saparwi dan Windi merupakan kader yang baik dan bisa membawa IMAS semakin jaya, ” ujarnya.

Oleh karena itu kata Marzuki pihaknya meminta agar mereka bisa bergabung dalam kepegurusan ini.

“Tidak ada beda sesama kita, tujuan kita sama ingin membangun IMAS lebih baik kedepannya, ayo bantu saya disini untuk kepentingan seluruh Mahasiswa,” tegasnya.

Acara Musyawarah Besar (Mubes) IMAS ke-V ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 28-29 Mei 2022.

Dibuka langsung oleh petinggi-petinggi kampas kota Lhokseumawe dan Aceh Utara acara berjalan dengan khimad.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Demisioner Ketua Umum Wawan Setiawan.

Wawan menjelaskan kegiatan ini dimulai dari perumusan dan penetapkan anggaran dasar, anggaran rumah tangga (AD/ART).

“Kemudian di lanjutkan dengan pemilihan ketua umum baru Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan ( IMAS ) Lhokseumawe dan Aceh Utara periode 2022/2023, ” Ucapnya.

Setelah itu kedua calon menyampaikan visi – misinya masing-masing dan diteruskan pada pemilihan ketua dengan cara mencoblos calon yang dipilihnya sehingga terpilih ketua umum Imas adalah saudara Marzuki bersama Wakilnya.

“Alhamdulillah sudah selesai, kita tidak berharap banyak, hanya saya sangat menginginkan di bawah kepemimpinan mereka IMAS bisa menjadi organisasi yang menjadi contoh daripada organisasi lainya,” ujarnya.

Kemudian setelah ini kata Wawan pihaknya akan meminta Marzuki mengurus susuan pengurus untuk selanjutnya mengajukan SK di Kabupaten Aceh Selatan.

“Paling saya menekankan ya untuk bisa di segerakan masalah admitrasinya, baru nanti fokus mau di buat apa dalam organisasi ini, apakah seperti visi-misinya masalah asrama atau lebih dari itu, ” tegasnya.

“Kita doakan saja mereka mampu ya, saya juga yakin yang terpilih ini selain mempunyai pemikiran yang kritis juga memiliki segudang niat untuk hal hal yang baik terhadap organisasi,” tutupnya. []

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Landa Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan

0

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memprakirakan cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan ringan hingga lebat masih mengguyur wilayah Aceh dalam beberapa hari kedepan. Sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Hal itu disampaikan Koordinator Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad dalam keterangannya kepada Nukilan, Minggu (29/5/2022).

“Diprediksi dalam kurun waktu 2-3 hari kedepan angin kencang disertai hujan masih melanda Aceh, namun tidak separah hari ini,” kata Zakaria.

Ia menjelaskan, Aceh sudah memasuki musim baratan dan angin baratan, artinya pada musim baratan ini berpotensi terjadinya angin kencang, dan ada fenomena lain yang dapat membangkitkan cuaca buruk di antaranya yaitu anomali suhu muka laut di Samudera Hindia, Barat Sumatera, Laut Andaman dan Selat Malaka.

“Artinya Aceh sekarang suhu muka lautnya meningkat, sehingga terjadinya penguapan air laut yang dapat membentuk awan-awan hujan,” jelasnya.

Dan juga adanya tekanan rendah di Teluk Benggala, sehingga massa udara dari Samudera Hindia yang mulai bergerak membawa uap air lebih banyak ke Aceh yang menyebabkan kecepatan angin meningkat.

Menurut Zakaria, kecepatan angin ini juga berpengaruh terhadap terjadinya ketinggian gelombang laut di Aceh yang mencapai 4-6 meter dalam beberapa hari ke depan.

“Seperti di wilayah utara Sabang, Selat Malaka bagian utara, di pesisir Barat Aceh Jaya, dan Aceh Singkil itu tinggi gelombang diprediksi mencapai 1,25 – 4 meter. Sementara untuk sebelah Selatan Pulau Simeulue bisa mencapai 2,5 – 6 meter, ini masuk kategori ekstrem,” ujarnya.

Karena itu, kata Zakaria, BMKG menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada terhadap bencana alam. Jika awan hitam sudah terbentuk dan dedaunan susah mulai bergerak kencang akibat hembusan angin yang agak dingin, segera berlindung di tempat yang aman.

“Dan juga bagi para nelayan untuk dapat meningkatkan kewaspadaan saat melaut,” tutupnya.

Reporter: Hadiansyah

Tanggapan DPKA Soal Arsip Negara Milik BPKK Aceh Jaya Hilang

0
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, STP, MSP. (Foto: Dok. DPKA)

Nukilan.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) menyatakan prihatin terhadap kejadian hilangnya 10 ton arsip negara milik Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Jaya.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, STP, MSP dalam keterangannya kepada Nukilan, Minggu (29/5/2022).

Dirinya mendorong pemerintahan daerah kabupaten/kota di Aceh untuk menyediakan ruangan penyimpan arsip (records center) yang sesuai dengan peraturan dan kaedah – kaedah kearsipan, agar dapat menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

“Arsip ini kan milik negara dan penting dikelola, disimpan dengan baik, sesuai undang – undang, oleh karena itu untuk menghindari kasus pencurian yang seperti terjadi di Aceh Jaya, kita mendorong pemerintahan daerah untuk membangun ruangan khusus penyimpanan arsip di setiap SKPK dan di Dinas Kearsipan Daerah,” kata Dr. Edi Yandra.

Selain itu, Dr. Edi Yandra juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota di Aceh untuk meningkatkan pengawasan pengelolaan arsip.

Dimana menurutnya saat ini masih banyak intansi yang menyepelekan dan tidak serius dalam urusan kearsipan.

“Arsip merupakan pusat ingatan setiap organisasi, apabila arsip yang dimiliki organisasi kurang baik pengelolaannya, maka akibatnya akan mempengaruhi tingkat reputasi suatu organisasi sehingga organisasi yang bersangkutan akan mengalami hambatan dalam pencapaian tujuan,” tambahnya.

Pihaknya juga menyatakan siap untuk turun kedaerah – daerah bila diminta untuk mendampingi arsiparis untuk membantu pengelolaan arsip yang sesuai dengan kaidah – kaidah kearsipan.

“Pemerintah Aceh juga telah menjamin pengelolaan arsip yang baik dan benar melalui qanun kearsipan, kita harapkan kedepannya setiap intansi dapat serius dalam pengelolaan arsip,” tutup Dr. Edi Yandra.

Hal senada juga diucapkan oleh ketua Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) wilayah Aceh Ikhsan, S.Sos, dimana menurutnya hal seperti ini tidak seharusnya terjadi, bila pengelolaan arsip sesuai dengan kaidah – kadaih kearsipan.

“Negara telah mengatur pengelolaan arsip dengan undang – undang, untuk menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, menjamin pelindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan rakyat, serta mendinamiskan sistem kearsipan, diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan sebagaimana dibutuhkan oleh suatu sistem penyelenggaraan kearsipan nasional yang andal,” ujar Ikhsan, S.Sos

Dirinya berharap hal ini dapat diambil pelajaran pentingnya, terutama bagi fungsional arsiparis yang diberikan kewenang menyelamatkan baik fisik maupun informasi secara utuh arsip.

Menurutnya hal ini terjadi karena belum adanya keseriusan dari pemerintahan daerah dalam pengelolaan arsip, dimana salah satunya belum tercedianya ruangan khusus penyimpanan arsip (records center). []

Teuku Ikhsanul Sabri, Mahasiswa PNL yang Lolos Beasiswa Menteri Pendidikan Amerika Serikat

0
Teuku Ikhsanul Sabri, Mahasiswa PNL yang Lolos Beasiswa Menteri Pendidikan Amerika Serikat. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Teuku Ikhsanul Sabri menjadi satu dari 10 mahasiswa di Indonesia yang lolos seleksi beasiswa dari Menteri Pendidikan Amerika Serikat.

Atas keberhasilannya, Teuku Ikhsanul dalam waktu dekat ini akan berangkat ke Amerika Serikat untuk kuliah selama satu semester di negeri Paman Sam tersebut.

Kepastian itu diperoleh setelah mahasiswa semester II Program Studi Sarjana Terapan, Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan, Jurusan Teknik Sipil, PLN mengikuti pembekalan pada 24-25 Mei 2022 secara online.

“Sebelumnya Teuku Ikhsanul mendapat pemberitahuan dari panitia, ia lolos beasiswa tersebut melalui email,” ujar Dosen Pembimbing Civil Engineering English Corner PNL, Yusnimar MTESOL, dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Sabtu (28/5/2022).

Menurut Yusnimar, menjadi peserta pertama dari di Kampus PNL yang lolos beasiswa Menteri Pendidikan Amerika Serikat untuk kemudian mengikuti perkuliahan selama semester di sana dengan beasiswa tersebut.

Disebutkan Yusnimar, mahasiswa bimbingan itu, Teuku Ikhsanul Sabri mengikuti program Global UGRAD-Aminef Fulbright, Global Undergraduate Exchange, beberapa waktu lalu dengan cara mengupload persyaratan.

Di antaranya, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), kemudian surat referensi dari dua dosen, mengikuti wawancara dan seleksi lainnya.

“Dari ribuan peserta yang mengikuti program tersebut di Tanah Air, alhamdulillah satu mahasiswa kita berhasil lolos tahun ini mewakili Aceh,” ungkap Yusnimar. Karena dari Aceh hanya satu peserta yang lolos.

Ditambahkan, saat ini peserta sedang dalam proses pengurusan visa dan dokumen keberangkatan. Mereka akan berangkat pada Juli mendatang dan akan belajar satu semester di universitas di USA. []

Nasir Djamil Sorot Keteladanan Orang Tua dan Tokoh yang Semakin Minim

0
Anggota DPR RI M. Nasir Djamil. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Nasir Djamil menyoroti masalah krisis keteladanan orang tua dan tokoh di era kekinian di Indonesia. Katanya, orang tua dan pemimpin yang tutur kata atau perbuatannya kurang baik, perlahan akan menjadi contoh yang tidak baik untuk generasi muda.

“Anak muda menganggapnya sebagai hal yang lumrah, tidak masalah, tidak kenapa-kenapa, yang kemudian diikuti oleh anak muda lainnya,” kata Nasir Djamil pada kegiatan sosialisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika yang digelar di Aula Kantor PMI Banda Aceh, Minggu (29/5/2022) melaksanakan .

Menurutnya, pemimpin yang ingkar janji, dulu didemo tapi sekarang sudah capek, jadi diam saja. Pemimpin yang mencla-mencle, dulu dicaci maki tapi sekarang dianggap bukan persoalan besar.

“Tidak perlu heran, itu sudah sering terjadi,” ujar Nasir.

Nasir menilai, minimnya keteladanan akan memberi kontribusi pada perubahan perilaku masyarakat.

“Di usia yang hampir 73 tahun kemerdekaan, sesungguhnya bangsa Indonesia belum bertumbuh sesuai harapan. Meski mengalami kemajuan di berbagai sektor, berbagai kebobrokan pun berkembang. Beragam persoalan moral dan karakter membelit bangsa ini. Merebaknya perilaku korupsi, ketergantungan ekonomi, beragam laku irasional-intoleran, kasus narkoba, keserakahan elite politik dan para pemimpin merupakan ironi pembangunan bangsa yang kita saksikan dari hari ke hari,” jelas Nasir.[red]

Teuku Riefky Jemput Pasien Bocor Jantung Asal Aceh Jaya

0

Nukilan.id – Bocah bocor jantung asal Aceh Jaya akan berangkat ke Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar pada Minggu siang (29/05) untuk menjalani Operasi di Rumah sakit Harapan Kita di Jakarta.

Mauza Dilara yang masih berusia tiga belas bulan merupakan penderita Bocor Jantung Asal Lhok Buya, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya.Anak dari pasangan Maulidin dan Vera Happy diketahui mengalami bocor jantung saat usianya masih tujuh bulan.

Teuku Riefky Harsya yang menerima laporan dari Azhar (Anggota DPRK Aceh Jaya) ada penderita bocor jantung di Aceh Jaya yang patut di Fasilitasi pengobatan di Jakarta.

Anggota DPR-RI Komisi satu tersebut mengarahkan Aidil Mashendra Selaku tenaga ahlinya di DPR yang berdomisili di Jakarta untuk menjemput Bocah Bocor Jantung tersebut di Aceh.

Aidil Mashendra mengatakan bahwa beliau telah mengunjungi rumah Mauza Dilara di Aceh jaya guna memastikan kebutuhan dan segala keperluan saat pengobatan ke Jakarta nantinya.

“Saat kami mengunjungi kediaman Mauza Dilara, kami mendapati keluarga bocah tersebut kurang mampu,sehingga kami memfasilitasi semua kebutuhan yg berangkutan selama di Jakarta meliputi konsumsi, Akomodasi bahkan tempat tinggal selama dijakarta”.Ujar Aidil Mashendra.

Mauza Dilara merupakan bocah bocor jantung ke tiga belas yang telah difasikitasi pengobatan di Jakarta melalui bantuan Teuku Riefky Harsya

“Sebelumnya dua belas pasien sudah kami berangkatkan dan Alhamdulillah berjalan lancar saat menjalani Operasi di Rumah Sakit Harapan Kita,” ujarnya.

Maulidin ayah dari bocah penderita bocor jantung tersebut mengungkapkan pihaknya sangat berterimakasih kepada bapak Teuku Riefky Harsya yang telah membantu anaknya untuk menjalani Operasi di Jakarta.

“Saya dan keluarga sangat berterimakasih kepada bapak Teuku Riefky Harsya dimana kepduliannya membantu anak saya,” ujarnya dengan mata yg berkaca kaca.

Ia juga mengharapkan do’a dari seluruh masyarakat Aceh untuk kesembuhan Mauza Dilara. []

Nova Berang Terhadap Pembangunan Asrama Mahasiswa Aceh di Surabaya

0

Nukilan.id – Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT berang dengan hasil pembangunan asrama mahasiswa Aceh di Surabaya untuk tahap pertama karena tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Hari ini saya melihat hasil pembangunan tahap pertama asrama mahasiswa. Nah catatan saya pekerjaan rekanan sangat jelek, sangat tidak bagus,” kata Gubernur Aceh didampingi Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal SSTP MSi saat meninjau langsung hasil pembangunan asrama mahasiswa Aceh di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 29 Mei 2022.

Nova berharap ke pihak-pihak yang berwenang melelang pekerjaan ini agar pada tahap selanjutnya jangan sampai melibatkan kontraktor yang sama.

“Dengan yang tahap pertama ini harus lebih bagus, kemudian saya harapkan tidak ada intervensi pihak manapun untuk lelang pekerjaan ini,” sebut Nova.

Nova menjelaskan, pembangunan asrama yang dimulai pada 2021 lalu, diperuntukkan bagi mahasiswa Aceh yang tengah menuntut ilmu di Surabaya. Maka, kata dia, jangan sampai hasilnya nanti buruk dan tidak sesuai dengan harapan.

“Terutama ke Dinas Perkim, Biro Pengadaan Barang Jasa dan pihak-pihak lain, termasuk pihak rekanan untuk melakukan lelang sebagaimana mestinya sesuai peraturan perundang-undangan. Jangan ada hal-hal yang melanggar aturan sehingga produk yang dihasilkan seperti ini, jadi sangat jelek,” katanya.

Nova menjelaskan pembangunan asrama mahasiswa ini sudah berjalan sekitar 60 persen ini. Olehnya dia meminta kepada rekanan selanjutnya agar bekerja lebih bagus dan bertanggung jawab.

“Kita harapkan rekanan yang untuk tahap dua bisa berbuat lebih baiklah. Memperbaiki hal-hal yang tidak beres di tahap satu ini,” ujarnya.

Nova juga mengingatkan agar kontaktor pembangunan asrama lainnya di seluruh Indonesia mulai dari Padang, Yogyakarta, Bandung, Malang, Bogor, dan Semarang agar tidak asal-asal dalam melakukan pembangunan, baik itu pembangunan dari awal atau pun renovasi.

“Karena asrama ini diperuntukkan kepada mahasiswa Aceh, sebagai pilar masa depan Aceh. Olehnya tempat mereka beristirahat haruslah bagus agar tidak menganggu sirkulasi pendidikan mereka,” jelas Nova.

Hadir sejumlah pengurus Kekeluargaan Tanah Rencong (TKR) Surabaya saat melakukan kunjungan ke Asrama Aceh tersebut antara lain Ketua terpilih TKR periode 2022-2025, Amiruddin Pase, Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan dan Pemerintahan, Syekh M Akbar, Penasehat KTR Dr H Meulila Osman MIP, Anggota Penasehat, Zahirsyah, Anggota Penasehat Hamdani Bantasyam, dan sejumlah pihak lainnya.

Keterangan Foto: Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat meninjau langsung hasil pembangunan asrama mahasiswa Aceh di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 29 Mei 2022. (Foto: Humas BPPA)

Personel Polres Lhokseumawe Patroli di Lokasi Wisata Waduk Jeulikat

0

Nukilan.id – Personel Sat Samapta Polres Lhokseumawe melaksanakan patroli di lokasi wisata Waduk Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Minggu (29/5/2022).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasat Samapta, Iptu Heydi, SH, MSi mengatakan, selain di lokasi wisata tersebut, personel juga melaksanakan patroli di Pantai Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dan Water Boom Mangat Ceria, Blang Mangat.

Lanjutnya, patroli tersebut bertujuan untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas, memberi rasa aman dan nyaman kepada pengunjung di tempat wisata tersebut.

“Aktivitas masyarakat di hari libur meningkat, terutama di tempat wisata. Sehingga, rawan terjadinya tindak kriminalitas serta gangguan Kamtibmas lainnya,” ujarnya.

Patroli ini, tambah Iptu Heydi, untuk melayani masyarakat dan pengunjung di lokasi wisata tersebut, jika ada pengunjung atau masyarakat yang memerlukan bantuan Kepolisian, dengan cepat bisa terlayani.

“Kami juga mengimbau kepada pengunjung untuk mengutamakan keselamatan, terutama pada orangtua agar menjaga dan mengawasi anak-anak. Kemudian, tetap menjaga kebersihan serta mematuhi protokol kesehatan,” pintanya. []

BMKG: Kecepatan Angin di Banda Aceh Capai 55 Knots

0
Ilustrasi Hujan Lebat dan Angin Kencang. (Foto: BNPB)

Nukilan.id – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebutkan kecepatan angin di Banda Aceh mencapai 40-55 knots yang menimbulkan kerusakan terutama atap rumah warga yang disapu angin.

Staff ahli BMKG Aceh Andrean Simanjuntak mengatakan, fenomena angin kencang terjadi di Provinsi Aceh, beberapa kerusakan terjadi dan membuat masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan diluar rumah.

Sebelumnya, BMKG memprediksi kejadian hujan lebat disertai dengan kecepatan angin ~25 knots dan potensi ketinggian air dan ombak laut sampai dengan 3 – 4 meter di hampir semua wilayah perairan barat Indonesia.

“Pada akhir minggu ini, observasi cuaca yang dilakukan oleh BMKG provinsi Aceh mencatatkan kecepatan angin sampai 40-55 knots (70-100 km/jam). Kecepatan angin tersebut sanggup membuat beberapa pohon tumbang dan atap berterbangan serta membuat bangunan tinggi berpotensi bisa berosilasi,” kata Andrean seperti dilansir kanalaceh, Minggu (29/5/2022).

Selain itu, kecepatan tersebut hampir menyamai kecepatan angin dari Siklon Tropis Seroja yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021 lalu, Siklon Tropis Charlotte di selatan Jawa dan Siklus Tropis Anika di wilayah timur Indonesia pada tahun ini.

Kecepatan tersebut sangat berpotensi mengakibatkan ketinggian ombak 3-4 meter sehingga kegiatan pelayaran sangat berpotensi dibatalkan.

“Hal ini bisa saja terjadi dalam 1 – 2 hari karena masih ada potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di barat Samudera Hindia,” katanya.

Andrean Simanjuntak, mengatakan fenomena angin kencang sebelumnya yaitu angin Geurutee yang terjadi pada periode bulan Juli-Agustus tahun lalu.

Angin Geurutee ditemukan oleh kolaborasi penelitian USK dan Forecaster BMKG dan berpotensi bisa terjadi kembali. Fenomena Angin Geurutee terjadi pada pesisir barat Aceh Besar dan Aceh Jaya, mirip dengan angin Bahorok di Sumatera Utara, Barudu dan Brubu di Sulawesi, Kumbang Dan Gending di Jawa dan Wabraw di Biak. []

FISIP UNHAS Gelar Webinar Bedah Kesiapan Proyek Mekaverse Pemkot Makassar

0

Nukilan.id – Laboratorium Riset Kebijakan dan Manajemen Publik, Departemen Ilmu Administrasi FISIP UNHAS kembali menggelar webinar #4 Edisi Mei. Diskusi yang mengangkat tema “Makassar Metaverse (MakaVerse): Peningkatan atau Pembiasan Pelayanan Publik.

Webinar ini menghadirkan narasumber yakni Mahyuddin, S.STP., M.AP. selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar), Biondi Sanda Sima (Digital Government Consultant di World Bank, Indonesia), serta Andi Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si (Dosen Administrasi Publik, Universitas Hasanuddin | PhD Candidate Public Administration at Wegeningen University, the Netherlands). Kegiatan ini dipandu oleh Amril Hans, M.Si, M.PA.

Kegiatan yang diawali dengan sambutan oleh ketua Laboratorium Riset Kebijakan dan Manajemen Publik, Prof. Dr. Alwi, M.Si ini dihadiri oleh 98 orang yang terdiri dari dosen, pegawai Pemerintah daerah, pakar E-Gov dan digitalisasi sektor publik, mahasiswa sarjana dan pascasarjana administrasi publik.

Mahyuddin, S.STP., M.AP dalam pemaparannya menjelaskan bahwa secara konsep Program Makassar Metaverse ini akan berfokus pada 4 layanan besar, yaitu: Layanan Pemerintahan, Layanan Kesehatan, Layanan Informasi Wisata, dan Layanan Pendidikan.

Pada aspek pelayanan publik atau Government Public Service, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar ini mengatakan Warga kota dapat mengakses layanan publik pemerintah di dunia metaverse. Dari mendaftar ke sistem pengaduan, metaverse menawarkan cara baru dan segar untuk menyediakan publik pelayanan kepada warga.

Layanan Informasi Wisata yang menjadi salahsatu daya tarik Kota Makassar juga tidak luput dari pembahasan.

“Nantinya, dengan MakaVerse ini seluruh dunia akan melihat kondisi Pantai Losari, Mesjid Kubah 99, Karebosi, sampai dengan Fort Rotterdam. Lebih dari itu, dengan program ini, Kota Makassar bisa dengan mudah memperkenalkan sejarah kota. Baik perkembangannya, maupun sejarah perjuangan kota Makassar pada masa Kolonial,” jelas Kadis Kominfo Kota Makassar ini.

Kemudian dilanjutkan oleh Biondi Sanda Sima yang menjelaskan bahwa program pemerintah yang bersifat terbarukan harusnya diapresiasi.

“Saya menyambut baik segala bentuk gerakan positif yang dilakukan oleh pemerintah salahsatunya Program Metaverse yang dilakukan oleh Kota Makassar ini,” terangnya.

Kepala Implementasi unit Digital pada Jabar Digital Service (JDS) pada era Ridwan Kamil ini memaparkan setidak ada 7 tujuh aspek yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Dimulai dari Infrastructure, Human Interface, Decentralisasi, Spatial Computing, Creator Economy, Discovery, Dan Experience.

Dalam aspek pengaplikasian Digital Government, Biondi memberikan perhatian khusus pada aspek operasional capacity. Perencanaan yang telah dilakukan oleh merintah Kota Makassar telah mendesain dengan baik persiapan metaverse ini, namun pemerintah harus mempersiapkan orang-orang bisa menjamin apa yang telah di Planning kan berjalan dengan tepat, seperti persiapan software dan pengaplikasinya.

Selain itu, Biondi juga memberikan penekanan bahwa metaverse sebaiknya tidak berdiri sendiri.

“Pelayanan Publik berbasis Digital Service harusnya berkaitan dengan program di level pemerintah lainnya, baik antar dinas di kota makassar maupun level pemerintah provinsi atau pemerintah pusat. Hal ini perlu dipastikan untuk menghindari over lapping,” tambahnya.

Diakhir sesinya, ia berharap perkembangan ide ini tidak dipengaruhi oleh perubahan pemimpin.

“Harus terus dilanjutkan, tidak dapat dipungkiri bahwa pergantian pemimpin menjadi tantangan dalam sektor publik. Karena setiap pemimpin cenderung membawah visi pribadinya sendiri, sehingga perlu dipastikan MakaVerse ini harus terus dilanjutkan dan tingkat keberlanjutannya terus dijaga,” tutur Biondi.

Webinar ini ditutup dengan persentasi narasumber terakhir, Andi Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si.

“Prinsip ideal Digital Government merupakan perbaikan dalam aspek tata kelola pemerintah dan pelayanan publik. Dalam pencarian saya di media nasional, saya belum mendapatkan apa alasan dan masalah apa yang akan dijawab oleh program MakaVerse ini oleh Walikota Makassar,” terang Dosen Administrasi Publik Unhas ini.

Dosen yang sedang mengambil Program Public Administration di Universitas Wegeningen Belanda ini mengatakan kehadiran program MakaVerse jangan hanya karena tagline yang pertama di Sulawesi Selatan atau pertama di Indonesia. Tetapi apakah program digitalisasi ini mampu menyelesaikan masalah yang selama ini dihadapi oleh masyarakat. Isu terkait pelayanan publik pada MakaVerse masih kurang jelas pembahasannya, banyak diangkat hanya terkait isu ekonomi.

Ia menutup dengan statement positif. “Tingkat penggunaan digital dalam hal ini media sosial dikota makassar cukup tinggi. Hal ini menjadi modal positif jika pemerintah berniat untuk melakukan pengelolaan Digital Government kedepan,” tutupnya.